Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Khamis, 30 September 2010

Dipaksa Tenggak Air Seni, Istri No 5 Dibakar Suami

Arina sesudah dibakar.



MEDAN:--Baru 7 bulan menikah, Arina Fairus boru Nasution (26) sudah merasakan rumah tangganya bak siksa neraka. Deritanya diklaim bermotif mistik sang suami, Ngertiken Sembiring.

Kini, atas aksi bakar suaminya, Arina menjalani operasi di RSU Pirngadi, Medan. Menurut Faisal (24), adik Arina, penyiksaan terhadap kakaknya terjadi di rumah pasangan baru itu, di Simpang Tolan, Tanjung Medan, Sungai Payuh, Kab. Labuhan Batu Selatan (Labusel), Senin (20/9) lalu.

Dari pengakuan Arina, Faisal mengaku, pernikahan seumur jagung itu telah membuat kakaknya kerap disiksa dan diancam oleh Ngertiken, yang dilaporkan sudah 5 kali kawin.

“Suaminya punya mistik, dia (Ngertiken –red) dukun. Kakak saya pernah disuruh makan bunga, bahkan meminum air seninya,” kata Faisal, sesuai pengakuan Arina.

Layaknya tengah menuntut ilmu mistis, Arina dipaksa suaminya memakan sejumlah bunga. Sementara soal paksaan meminum air kencing suaminya, itu kabarnya agar Arina membuktikan cintanya pada Ngertiken.

“Dari keterangan abang iparnya, Ngertiken dibilang pernah menuntut ilmu hitam dari seorang guru. Sekarang, gurunya itu telah meninggal dunia sehingga ilmunya tak bisa lagi dicabut,” cerita Faisal. Dicurigai akibat pengaruh ilmu hitam itulah, Arina pernah menolak ajakan keluarganya untuk meninggalkan Ngertiken. Penolakan terjadi saat keluarga Arina mengetahui cerita perlakuan sadis Ngertiken.

“Sebelumnya Arina pernah digugat cerai suaminya, bahkan keluarga kami juga sempat mengajaknya pulang ke rumah ayah (di Jl Lubuk Kuda, Sei Kera Hulu, Medan). Namun Arina diminta harus mengembalikan uang yang menurut suaminya telah dihabisi Arina. Padahal selama hidupnya Arina malah sering meminta uang ke ibu karena sang suami sering kurang saat memberi nafkah,” beber Faisal.

Marah Lihat Istri Beribadah

Setahu Faisal, Ngertiken memang dikenal tempramental. Lihat istri salah sedikit saja, dia langsung marah dan main pukul. “Kata kakak saya, dia istri ke empat, tapi tetangga bilang dia istri ke lima. Istri-istrinya yang lain sudah dicerai semua, kata abang iparnya dia nggak bisa punya anak dan prilakunya kepada mantan istrinya juga seperti itu (suka main siksa –red),” jelas Faisal. Ia bercerita. Sejak menikah dengan Ngertiken pada Februari 2010, Arina yang awalnya tinggal dengan orang tuanya di Jl Lubuk Kuda, Kel Sei Kera Hulu, Kec Medan Perjuangan, langsung diboyong suaminya ke Simpang Tolan, Labusel. Di sana, Ngertiken punya usaha kedai sampah sambil berjualan bensin. Dari pengakuan Arina kepada Faisal, aksi pembakaran suami pada istri itu dilakukan dengan bensin. Arina disiram bensin dengan kondisi dua kaki dan tangannya diikat. Awalnya, Senin (20/9) itu, suami istri itu kembali bertengkar.

Ngertiken marah karena melihat istrinya beribadah di rumah ibadah tak jauh dari rumah mereka. Karena trauma dan takut kembali dipukul, Arina lari ke rumah tetangganya. Ngertiken lalu menjemput Arina.

Tapi setelah dipaksa pulang, setiba di rumah, Arina malah diikat lalu dibakar.

Sulung 4 bersaudara ini sempat berguling saat tali ikatan kedua tangan dan kakinya lepas. Namun Ngertiken yang sudah kalap, dilaporkan kembali menyiram bensin ke tubuh istrinya. Itu terjadi di ruang tamu rumah mereka.

“Mereka kan jual bensin untuk mencari nafkah, bensin itulah yang dipakai suaminya untuk menyiramkan tubuh kakak saya. Padahal kakak saat itu telah minta tolong untuk dibawa ke rumah sakit karena tidak tahan dengan panasnya api yang telah membakar tubuhnya, namun bukannya ditolong malah Ngertiken justru menyiramkan lagi bensin ke tubuh kakak saya dan membakarnya,” ungkap Faisal dengan raut emosi.

Arina akhirnya tertolong karena -saat terbakar- tali yang mengikatnya lepas, lalu wanita itu berguling-guling menuju kamar tidur dan menjerit minta tolong dari dalam kamar. Jeritannya didengar tetangga yang sudah tahu soal tabiat Ngertiken. Sejumlah warga lalu mendobrak pintu rumah Ngertiken, lalu melarikan Arina ke RS Nur Aini –tak jauh rumah suami istri itu, setelah itu dirujuk ke RSUD Rantau Prapat.

“Kami tahunya (setelah) dikabari kakak ipar suaminya,” terang Faisal, ditemui POSMETRO di Ruang IGD RSU Pirngadi, kemarin (29/9). Tapi karena ketiadaan biaya, Arina dibawa ke rumah orang tuanya di Medan. Dan, lagi-lagi karena ketiadaan biaya, baru empat hari (26/9) lalu keluarga membawa Arina ke RSU Pirngadi.

“Mau gimana lagi, kami tidak punya biaya. Ini saja meminjam kesana-kemari,” jelas Faisal. Dia juga menuturkan, pihak keluarga Ngertiken sempat menawarkan bantuan perobatan Ariba senilai Rp15 juta, tapi dengan catatan, kasus ini tidak diperpanjang.

“Kami tidak mau, dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, kakak saya sudah dibuat seperti ini, dia juga harus dihukum. Untuk itu kami memohon dengan sangat untuk ikut membantu meringankan biaya perobatan kakak kami serta mendampingi proses hukumnya agar suami bejatnya itu bisa mendapatkan hukuman yang setimpal,” tukas Faisal. Saat ini, atas laporan warga, Ngertiken dilaporkan sudah ditahan polisi. “Saya dengar dia sekarang sudah dipindahkan ke Polres (Labusel),” ujar Faisal.

Ditinggal Suami Kerja Selingkuhi Pemuda



PASURUAN, KOMPAS.com — Suasana Dusun Lawatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mendadak tegang, Kamis (30/9/2010).

Pasalnya, puluhan warga setempat mengepung rumah Halim, Kepala Dusun Lawatan, untuk mengetahui pasangan selingkuh yang diamankan di rumah tersebut.

Pasangan yang diamankan itu bernama, sebut saja, Jaka (28), lajang warga setempat, dan Noka (24), perempuan bersuami dan punya satu anak. Mereka sebetulnya ditangkap warga sejak dua hari sebelumnya.

Selama ini Noka sering kali tinggal seorang diri dengan anaknya karena suaminya, Hadi, bekerja sebagai salesman cat yang biasa bepergian ke luar kota.

Kepergian Hadi untuk mencari nafkah tersebut justru dijadikan kesempatan pasangan selingkuh ini hingga terdengar oleh warga yang akhirnya menggerebeknya.

Sebagai tindak lanjut kejadian tersebut, Hadi diminta warga agar segera pulang demi menyelesaikan masalah perselingkuhan istrinya itu.

Begitu Hadi pulang, Kepala Desa Kalirejo Abd Karim Huri mengumpulkannya di rumah Kepala Dusun Layatan Abd Halim.

Mengetahui Hadi pulang, warga langsung berdatangan ke rumah tersebut. Mereka menuntut pasangan selingkuh itu diarak keliling dusun serta didenda membangun jalan paving sepanjang 300 meter.

“Agar mereka jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Sekaligus juga menjadi peringatan bagi yang lain agar tidak berselingkuh. Makanya, hukuman diarak itu sudah sepantasnya,” kata Mustofa, salah seorang warga.

Namun, keinginan warga tersebut tidak dapat terwujud. Sebab, di saat suasana memanas, datang Aiptu Saidi, Kanit Reskrim Polsek Sukorejo, bersama sejumlah polisi, yang melarang warga mengarak pasangan selingkuh.

Agar tidak menjadi sasaran amuk massa, akhirnya pasangan selingkuh diamankan ke Mapolsek Sukorejo.

“Tindakan seperti itu (mengarak keliling kampung) memang dilarang oleh hukum. Semua pihak juga berkewajiban mematuhi hukum,” tegas Ajun Komisaris Hendriyanto, Kapolsek Sukorejo.

Dikubur Sebulan, Dibongkar Lagi



SUMENEP, KOMPAS.com - Diduga menjadi korban pembunuhan, kuburan Kahir (50), warga Dusun Toraja, Desa Romben Barat, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Jawa Timur, dibongkar lagi.

Kuburan nelayan yang tewas saat mencari ikan di kawasan perairan Pulau Sapeken, Sumenep, bulan lalu itu, dibongkar Satuan Unit Identifikasi Polres Sumenep bekerja sama dengan RSD dr H Mon Anwar, Sumenep.

Pembongkaran dilakukan karena pihak keluarga yakin Kahir adalah korban pembunuhan. Mereka melapor kepada Polres Sumenep dan meminta jenazah diotopsi.

“Kepala bagian belakang ayah saya hancur dan lehernya patah,’’ ujar Imam (21), anak Kahir, di lokasi pembongkaran kuburan.

Kecurigaan itu sebenarnya muncul saat Kahir akan dimakamkan pada 23 Agustus 2010. Pada kepala bagian belakang ada darah mengucur dan lehernya patah. “Kalau ayah tenggelam, tak mungkin seperti itu,’’ papar Imam.

Kahir mencari ikan bersama empat rekannya, yakni Madun, Cali (anak Madun), Tolak, ketiganya warga Desa Gerujugan, dan Abu Bakar, warga Desa Jadung, Kecamatan Dungkek.

Imam berharap mereka nanti bisa memberikan kesaksian mengenai kematian Kahir. Namun, Imam belum tahu siapa pelaku dan apa motif pembunuhan terhadap ayahnya.

Kapolres Sumenep AKBP Pri Hartono EL melalui Kasatreskrim AKP M Andi Lilik S mengatakan, untuk memastikan sebab-sebab kematian Kahir, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari RSD dr H Moh Anwar Sumenep.

“Kalau nanti memang terbukti ada dugaan kuat bahwa dia dianiaya hingga tewas, kami akan usut tuntas kasus ini dan memburu pelakunya,’’ tegasnya.

Pengembara kaya pilih Malaysia


KUALA LUMPUR:---- Pengembara kaya dari Singapura, Amerika Syarikat (AS) dan United Kingdom (UK) memilih Malaysia sebagai destinasi pelancongan mereka dalam dua tahun lagi.

Persatuan Pengembaraan Asia Pasifik-Visa yang melaksanakan Tinjauan Pengembaraan Asia Pasifik mendapati, 22 peratus pengembara kaya dari Singapura telah memilih Malaysia sebagai destinasi pelancongan, AS (17 peratus) peratus dan UK (16 peratus).

Mereka yang menjadi responden adalah berumur 40 tahun ke atas dan merupakan di kalangan golongan profesional berpendapatan melebihi AS$6,000 (RM18,500) sebulan.

Kebanyakan mereka itu memperuntukan bajet bagi tujuan pelancongan hampir AS$3,000 (RM9,000).

Antara faktor utama tarikan Malaysia sehingga membawa mereka ke negara ini adalah alam sekitar, kawasan pelancongan baru, makanan, cuaca dan pantai.

Bagi pengembara yang pernah melancong ke negara ini, faktor kepelbagaian menu tempatan telah menarik mereka untuk ke negara ini buat kali kedua.

''Tinjauan ini mendapati 70 peratus pelancong asing akan datang semula ke Malaysia hanya disebabkan untuk menikmati makanan dan bakinya untuk tujuan aktiviti luar seperti golf.,'' katanya dalam kenyataan di sini hari ini.

Pengurus Negara Visa Malaysia, Stuart Tomlinson berkata, hasil tinjauan itu menunjukkan industri pelancongan negara bakal menjadi destinasi pilihan pelancong mewah menjelang 2012.

Tambahnya, tinjauan itu membuat kesimpulan bahawa kerja keras Kementerian Pelancongan dalam mempromosi negara sebagai destinasi pengembara unik berjaya.


Isteri Terkejut ..Ada Kekasih Suami Dalam Rumah

( Foto hiasan )

KUALA LUMPUR:
Kepulangan seorang isteri ke rumahnya di ibu kota selepas berhari raya di kampung disambut dengan kejutan besar apabila terserempak seorang wanita tidak dikenali di dalam kediaman itu, manakala suaminya tiada di rumah. Apabila mengetahui wanita itu kekasih suaminya, berlaku pertengkaran sebelum isteri malang itu ditikam dengan pisau lipat menyebabkan dia cedera pada lengan kanan selain lebam di muka dan tubuh akibat diserang.

Menurut sumber polis, kejadian berlaku kira-kira jam 5 petang Selasa lalu di rumah mangsa yang berusia 28 tahun di Jalan Raja Muda Musa, Kampung Baru, di sini.

“Sebelum itu, kekasih suami wanita berkenaan cuba berhelah dengan memberi alasan dia kenalan adik ipar mangsa. Namun, mangsa tidak puas hati dengan jawapan itu kerana menemui pakaian dan seluar dalam wanita terbabit dalam bilik tidurnya.

“Berikutan itu berlaku pertengkaran sehingga wanita berusia 34 tahun terbabit bertindak ganas dengan mengeluarkan pisau lipat dan mengelar lengan kanan tangan mangsa sehingga berlumuran darah sebelum lari meninggalkan rumah berkenaan,” katanya.

Menurutnya, lebih malang suami mangsa langsung tidak menunjukkan tanda simpati kepada isterinya, sebaliknya menghubungi mangsa pada jam 8 malam dan mengugut mahu membunuhnya.

Sumber itu berkata, mangsa mendapatkan rawatan di Hospital Kuala Lumpur (HKL) sebelum membuat laporan di Ibu Pejabat Polis Daerah Dang Wangi, di sini.

“Berdasarkan laporan mangsa, wanita yang menyerangnya mula mengenali suaminya sejak Mac lalu sebelum mereka menjalin hubungan intim. Wanita terbabit berjumpa suami mangsa di KL Sentral pada 9 September lalu sebelum dibawa pulang ke rumah mangsa.

“Ketika itu mangsa tiada di rumah kerana pulang berhari raya di kampung di utara tanah air,” katanya.

Menurutnya, bertindak atas laporan mangsa, polis menjalankan siasatan sebelum menahan suami wanita berkenaan serta teman wanitanya secara berasingan di ibu negara, Rabu lalu.

“Polis menyiasat kes itu mengikut Seksyen 324 Kanun Keseksaan kerana dengan sengaja mendatangkan kecederaan,” katanya.

Suara Jeritan Dalam Lif Yang Terjatuh

Beberapa penduduk hilang sabar sebelum mencabar pihak pemaju.


PETALING JAYA: “Seluruh bangunan pangsapuri 18 tingkat ini bergegar kuat seperti gempa bumi sejurus lif berkenaan terhempas jatuh diikuti dengan bunyi letupan,” kata salah seorang pelajar, Mohd Taqiuddin Ali, 15, yang kebetulan menunggu di hadapan pintu lif untuk pulang ke rumahnya di tingkat sembilan pangsapuri berkenaan, semalam.

Menurutnya, dia yang tergamam dengan kejadian itu mampu mendengar bunyi jeritan dan rintihan mangsa yang ketika itu masih terperangkap di dalam lif.

Dalam kejadian kira-kira jam 2.30 petang itu, sepasang suami isteri dan dua pelajar cedera selepas lif dinaiki mereka untuk pulang ke unit rumah masing-masing terhempas di tingkat bawah Blok A, Pangsapuri Impian Baiduri.

“Ketika itu beberapa penghuni pangsapuri yang terkejut dengan bunyi dentuman itu segera turun sebelum berusaha mengumpil pintu lif berkenaan.

“Sebaik pintu lif terbabit dibuka, saya melihat beberapa mangsa bergelimpangan kesakitan dalam lif dan seorang pelajar sekolah perempuan terbaring tidak sedarkan diri,” katanya.

Menurutnya, ketika itu, dia sempat melihat salah seorang mangsa adalah guru Sekolah Menengah Kebangsaan Sri Utama yang dikenali sebagai Cikgu Zarina.

“Dia dipercayai patah pinggang didukung suaminya keluar dari lif, sebelum dibaringkan di lantai ruang legar di hadapan lif terbabit.

“Lelaki terbabit yang juga suami kepada Cikgu Zarina turut mendukung pelajar perempuan tingkatan satu bernama Azizah keluar. Keadaan menjadi kelam-kabut berikutan orang ramai berpusu-pusu melihat apa yang berlaku,” katanya.

Menurutnya, seorang lagi mangsa yang juga pelajar lelaki tingkatan dua turut patah pergelangan kaki.

“Tidak berapa lama kemudian ambulans dan jentera bomba dan penyelamat Petaling Jaya muncul sebelum semua mangsa dihantar ke Pusat Perubatan Universiti Malaya (PPUM),” katanya.

Sementara itu, Pengerusi Penduduk Pangsapuri Impian Baiduri, Tambi Chik Hassan, 45, berkata, kejadian lif rosak di pangsapuri Blok A kerap kali berlaku hingga menyukarkan kehidupan harian 1,000 penduduk.

Menurutnya, walaupun terdapat tiga lif di pangsapuri berkenaan, namun hanya dua lif berfungsi manakala satu lagi lif digunakan sebagai stor mengisi perkakas kontraktor.

“Bagaimanapun lif berkenaan kerap kali rosak walaupun pihak pemaju mendakwa ia baru diselenggara. Keadaan lif uzur berikutan lampu dan alat penghawa dinginnya tidak berfungsi.

“Sering kali lif berkenaan berhenti tanpa sebab mengakibatkan penduduk terperangkap di dalamnya. Lebih menakutkan apabila lif berkenaan kerap menggelungsur ke bawah secara mendadak menyebabkan pengguna di dalamnya ketakutan,” katanya.

Menurutnya, kejadian kemalangan yang hampir meragut empat nyawa penduduk pangsapuri itu kemuncak kepada kebimbangan yang selamanya menghantui penduduk.

“Saya kesal apa yang berlaku berikutan setiap rumah membayar hampir RM50 sebulan bagi kos penyelenggaraan pangsapuri terbabit. Malangnya hak kami diabaikan termasuk keselamatan anak kami,” katanya.

Menurutnya, kejadian terbabit dianggap pelik berikutan pihak pemaju mendakwa lif terbabit baru diselenggara lima hari lalu.

Sementara itu, keadaan menjadi panas apabila beberapa penduduk tidak dapat menahan sabar mengamuk dan meminta pemaju memberi jawapan bernas.

Pegawai JPJ Disembah Acid

SARUDIN...harap polis teruskan siasatan.


BUKIT MERTAJAM: “Selepas asid mengenai tubuh, pakaian saya cair seperti plastik terbakar manakala kulit bertukar kemerah-merahan sebelum menjadi keputih-putihan.

“Dalam keadaan sakit teramat sangat, saya memandu ke pejabat kira-kira satu kilometer dari tempat kejadian sebelum meminta bantuan rakan.”

Demikian kata pegawai Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ), Sarudin Mansor, 37, mengimbas kejadian dia disimbah asid pada Julai lalu sehingga mengakibatkan kecederaan parah di muka, kaki dan badan.

Dalam pertemuan kali pertama bersama media selepas kejadian 5 Julai itu, Sarudin berkata dia hanya terfikir menyelamatkan diri selepas disimbah asid oleh lelaki tidak dikenali.

Menurutnya, dalam kejadian kira-kira jam 4.15 petang itu, dia yang memandu kereta melalui sebuah kedai di Taman Ria Jaya, Sungai Petani, didatangi seorang lelaki bermotosikal mengetuk cermin tingkap keretanya sebelum menyimbah asid ke arahnya.

Dalam keadaan kelam-kabut itu dia terus memandu kereta sambil berdoa agar terselamat daripada perkara buruk.

“Saya bersyukur kerana asid dicampakkan itu tidak mengenai mata, jika tidak mata kanan saya mungkin buta,” katanya yang ditemui di rumahnya semalam, selepas menerima kunjungan rombongan Kongres Kesatuan Pekerja-Pekerja Dalam Perkhidmatan Awam (Cuepacs) diketuai Presidennya, Omar Osman.

Turut hadir, Presiden Kesatuan Pegawai Pengangkutan Jalan Semenanjung Malaysia (KPPJSM), Hamzah Masri.

Sarudin berkata, ketika kejadian dia baru 11 bulan bertugas di Unit Kompaun, Lembaga Pelesenan Kenderaan Perdagangan (LPKP) Wilayah Utara selepas dipinjamkan daripada JPJ Kedah.

PDRM sambut baik cadangan Majlis Peguam



KUALA LUMPUR :--- Polis Diraja Malaysia (PDRM) menyambut baik cadangan Majlis Peguam agar siasatan terhadap seorang paderi yang didakwa menyampaikan ceramah menghina Islam di Kuching, Sarawak baru-baru ini, dibuat mengikut Seksyen 298 dan 298A Kanun Keseksaan, bukannya di bawah Akta Hasutan 1948.

Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah Ibu Pejabat Polis Bukit Aman, Datuk Seri Mohd. Bakri Mohd. Zinin (gambar) berkata, pihaknya menjalankan siasatan mengikut akta berkenaan kerana wujud unsur hasutan daripada aspek perlakuan paderi berkenaan.

Katanya, namun pihaknya juga akan mengemukakan cadangan Majlis Peguam itu kepada pejabat Peguam Negara selepas siasatan selesai dijalankan.

Beliau berkata, PDRM sedang mendapatkan bantuan teknikal daripada Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia (SKMM) dan Cyber Security Malaysia berhubung kes itu.

"Kita menyambut baik cadangan Presiden Majlis Peguam, Ragunath Kesavan agar siasatan dilakukan mengikut Seksyen 298 dan 298A kanun itu dan akan mengemukakannya kepada Peguam Negara, namun PDRM akur terhadap segala keputusan dan nasihat Peguam Negara.

"Ini termasuk mengambil kira penggunaan Seksyen 298A Kanun Keseksaan yang diputuskan Mahkamah Persekutuan dalam kes Mamat Daud dan Ors melawan Kerajaan Malaysia pada 1988 yang antara lain hanya terpakai di Wilayah Persekutuan sahaja," katanya dalam satu kenyataan, di sini hari ini.

Semalam, Majlis Peguam menggesa pihak berkuasa menyiasat segera kes seorang paderi yang didakwa menyampaikan ceramah menghina Islam di sebuah gereja di Kuching, Sarawak baru-baru ini.

Ragunath berkata, jika siasatan terhadap kes itu dilengah-lengahkan, ia bakal menimbulkan perasaan tidak puas hati di kalangan umat Islam.

Menurutnya, pendakwaan di mahkamah juga perlu disegerakan jika terbukti paderi terbabit bersalah agar semua berpuas hati dengan tindakan yang dilakukan pihak berkuasa.

Katanya, tindakan harus dilakukan dengan mengguna pakai peruntukan Seksyen 298 kanun tersebut iaitu mengeluarkan perkataan dengan sengaja untuk mengguris hati orang dalam sesuatu agama.

Seksyen 298A iaitu menyebabkan rasa tidak damai, perpecahan dan rasa tidak senang hati, prejudis kerana alasan agama juga boleh dikenakan.

Kedua-dua seksyen itu lebih spesifik berbanding Akta Hasutan.

Akhbar baru-baru ini melaporkan pendedahan Presiden Penaja Perikatan Blogger Muslim (MBA), Zainol Abideen mengenai tindakan seorang paderi, Benjamin Stephen yang didakwa menghina agama Islam dan Rasulullah ketika menyampaikan ceramah di sebuah gereja di Kuching.

Isnin lalu, Menteri Dalam Negeri, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein memberitahu, PDRM diarah bekerjasama dengan SKMM untuk menyiasat tindakan paderi itu.

Hishammuddin berkata, ceramah yang dimuat naik ke laman YouTube itu merupakan tindakan biadab dan boleh mengugat keharmonian negara.

Tengku Fakhry dilucut gelaran




KOTA BHARU - Anakanda ketiga Sultan Ismail Petra, Tengku Muhammad Fakhry Petra hilang gelaran Temenggong apabila ia ditarik balik oleh Sultan Kelantan, Sultan Muhammad Ke-V berkuat kuasa semalam.

Setiausaha Kerajaan Negeri Kelantan, Datuk Mohd. Aiseri Alias berkata, Sultan Muhammad Ke-V telah mengampuni perkenan penarikan balik gelaran tersebut atas sebab-sebab tersendiri.

Selain itu, katanya, baginda turut menarik balik pelantikan dan penganugerahan Darjah Kerabat Ahli Yang Amat Dihormati (DK) (Al-Yunusi) dan tauliah pelantikan Ahli Yang Pertama (Seri Paduka) Bagi Darjah Kebesaran Mahkota Kelantan Yang Amat Mulia (S.P.M.K) (Al-Muhammadi I) daripada Tengku Fakhry.

Sultan Kelantan Tarik Gelaran Tengku Fakhry


SETIAUSAHA Kerajaan Negeri Kelantan, Datuk Seri Setia Raja Mohd Aiseri Alias menunjukkan surat kenyataan akhbar mengenai penarikan gelaran dan tauliah yang telah dianugerahkan pada Tengku Muhammad Fakhry mulai hari ini, 30 September 2010.

Antara Usaha Kekalkan Hubungan Baik Indonesia-Malaysia Melalui Berita Positif



KUALA LUMPUR, 30 Sept (Bernama) - Agensi berita nasional Indonesia, ANTARA, sentiasa berusaha mengekalkan hubungan baik kerajaan dan rakyat negara itu dengan Malaysia, melalui laporan berita yang positif dan tidak mengapi-apikan sentimen.

Ketua Pengarang ANTARA Saiful Hadi berkata para wartawannya diberikan arahan yang jelas dalam membuat laporan yang menyentuh hubungan dengan Malaysia dan berpegang kepada prinsip mengutamakan hubungan dua hala yang baik.

"Media massa di Indonesia, yang begitu banyak tumbuh selepas era Presiden Suharto mungkin harus mengutamakan 'rating' dan berita yang dapat menarik pembaca untuk terus hidup dalam persaingan sengit," katanya ketika berucap pada mesyuarat Ketua-ketua Biro Bernama di sini, Khamis.

Beliau berkata banyak laporan mengenai demonstrasi anti-Malaysia oleh kumpulan-kumpulan kecil yang berkepentingan tertentu, sebetulnya tidak disukai oleh rakyat Indonesia sendiri, malah penduduk Jakarta yang menjadi pusat demonstrasi itu juga sudah jemu dan cemuh melihat dan membacanya.

Dalam konteks itu, beliau percaya dan berharap wartawan di Malaysia tidak mudah terperangkap dengan gelagat kumpulan tidak popular itu sehingga tanpa disedari turut menari mengikut gendang yang mereka mainkan.

Pada perjumpaan dengan para wartawan kanan Bernama itu, Saiful Hadi turut mengesahkan bahawa kebanyakan pendemonstrasi di Jakarta adalah kumpulan yang dibayar oleh pihak berkepentingan yang mahu melihat hubungan Indonesia-Malaysia rosak.

"Bukan saja hubungan antara dua negara kita menjadi sasaran laporan sensasi, malah perselisihan dan pergaduhan antara kaum dan agama di daerah di Indonesia yang mengorbankan banyak nyawa juga mendapat liputan meluas, yang memanaskan keadaan," katanya.

Dalam usaha menonjolkan perasaan sebenar rakyat Indonesia terhadap Malaysia setiap kali timbul isu yang disensasikan media di sana, ANTARA akan mendapatkan dan melaporkan komen dan pandangan golongan rakyat yang menentang kumpulan kecil pendemonstrasi itu.

Antara lain, ANTARA pernah menyiarkan berita-berita yang memetik ketua-ketua adat Melayu di Sumatera yang masih kuat ikatan persaudaraan dengan rakyat Malaysia dan kelompok lain yang mahu hubungan baik tidak digugat, katanya ketika menjawab soalan.

Saiful Hadi yang juga Ketua Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia di Indonesia (ISWAMI) berkata melalui ISWAMI juga beliau berusaha memberikan penjelasan mengenai pentingnya hubungan dua hala yang baik dikekalkan untuk faedah bersama.

Beliau berkata hubungan langsung ANTARA dengan Bernama juga membolehkan ANTARA menyebarkan fakta yang tepat mengenai sesuatu kes seperti yang melibatkan penderaan pembantu rumah dan penanganannya serta pengadilan mengikut undang-undang Malaysia.

Sementara itu Ketua Pengarang Bernama Datuk Yong Soo Heong berkata para ketua biro Bernama dapat menimba banyak pengalaman ANTARA yang begitu luas dalam usia penubuhannya yang kini sudah lebih 70 tahun, termasuk dalam mengendalikan isu sensitif hubungan kaum dan agama.

"Hakikat bahawa ANTARA merupakan agensi berita yang dikagumi banyak negara dan baik pula hubungannya dengan kerajaan dan kepimpinan Indonesia boleh kita pelajari dan contohi," katanya.

Rabu, 29 September 2010

Bunuh Adik Karena Sering Curi Beras



Liputan6.com, Tasikmalaya: Kesal dengan ulah adiknya yang suka mencuri beras untuk membeli rokok, sang kakak nekat membunuh dan membuang jasad adiknya. Jasad korban ditemukan warga Tasikmalaya, Jawa Barat, di kolam dekat sawah dengan kondisi terapung. Terdapat luka di bagian leher dan kepala korban yang bernama Dede Permadi ini, Selasa (28/9).

Peristiwa pembunuhan ini terjadi saat korban pulang ke rumah dan langsung disekap oleh tersangka yang diketahui bernama Ujang Sanjaya. Korban kemudian dipukul dengan kayu dan golok. Tanpa pikir panjang, Ujang membuang jasad sang adik ke sebuah kolam.

Menurut pengakuan tersangka, Dede dibunuh lantaran suka mencuri beras di rumah untuk kembali dijual dan dibelikan rokok. Dalam menjalankan aksinya, tersangka mengaku dibantu ayahnya. Kendati demikian, sang ayah membantah sangkaan tersebut. "Saya tidak membunuhnya, saya hanya lihat korban yang nongol dipintu kamar. Saya juga tidak dengar kegaduhan didalam rumah," kata Suhaya, orangtua tersangka.

Buaya Ini Punya Air Liur Keramat



BENGKULU, KOMPAS.com — Seorang warga di lokasi banjir Desa Urai, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, menangkap seekor buaya pascabanjir.

"Saya berhasil menangkap seekor buaya muara dengan panjang sekitar 160 sentimeter yang berjenis kelamin betina," kata warga Desa Urai, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Bambang Trenggono, Rabu (29/9/2010).

Buaya tersebut ditangkap saat sedang berjemur di tepi Sungai Urai pada Selasa pukul 14.30 WIB, setelah desa tersebut dilanda banjir pada 27 September 2010.

"Buaya tersebut saya tangkap dengan cara menyergapnya dari belakang sambil menutup matanya dengan sebuah karung, lalu mengikat moncongnya dengan tali," katanya.

Ia memperkirakan buaya muara tersebut sudah berumur sekitar dua tahun dengan berat sekitar 50 kilogram.

"Setelah ditangkap, kami berusaha mengambil air liurnya karena bermanfaat untuk mengobati penyakit bibir pecah-pecah," katanya.

Cara mengambil air liur tersebut dengan mengganjal moncong buaya dengan sepotong kayu agar menetes, lalu ditampung dalam sebuah wadah.

"Untuk mempertahankan kehidupan buaya tersebut, kami memberikannya makan seekor ayam," katanya.

Ia merencanakan akan menjual buaya tersebut bila peminat untuk membeli dengan harga yang layak.

Untuk mencegah buaya tidak lepas dan mengganggu warga sekitar maka ia mengikat badan buaya dengan rantai.

"Buaya ini sebenarnya pernah saya pelihara sejak dua tahun lalu. Saat itu ukurannya masih kecil dan diikat di belakang rumah. Namun, saat banjir buaya ini lepas," ujarnya.

Kini buaya tersebut menjadi tontonan warga sekitar dan pengendara kendaraan yang sedang melewati daerah setempat sehingga menjadi obyek wisata fauna dadakan.

Tekanan ekonomi...suami bunuh isteri



Liputan6.com, Banjarmasin: Diduga sres karena tekanan ekonomi, seorang suami di Kompleks Wildan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membunuh istrinya, Rabu (29/9). Bahkan, tersangka, Aziz, nyaris membunuh anaknya dan nyawanya sendiri.

Warga setempat mendengar teriakan minta tolong sekikar pukul 15.00 WIB. Asal suaranya dari rumah pasangan Aziz dan Satuni. Ketika dihampiri, warga mendapati seisi rumah tersebut telah bersimbah darah. Satuni tewas dengan luka di bagian leher sampai wajah.

Anak mereka yang berumur dua tahun juga terluka, namun nyawanya masih bisa diselamatkan. Warga berhasil mencegah Aziz yang berniat bunuh diri.

Dugaan stres dibenarkan keluarga korban yang menampung mereka di Banjarmasin. Selama ini, Aziz dianggap tidak bisa membiayai keluarganya. Kini, tengah tengah menjalani pemeriksaan polisi. Sedangkan jenazah Satuni dibawa ke rumah sakit.

Rossa Tak Mau Nikah Diam-diam



JAKARTA, KOMPAS.com — Penyanyi pop Rossa tak mau menikah diam-diam. Pernyataan itu dikeluarkannya berkait dengan kabar yang menyebut bahwa rekan seprofesinya, Krisdayanti (KD), menyembunyikan rencana pernikahannya dengan Raul Lemos, kekasihnya, pada 2011.

Kalau benar KD dan Raul demikian, Rossa tidak memasalahkannya. "Kalau aku sih baik saja, setiap orang pasti punya cara masing-masing. Mungkin saja ada yang mau diam-diam, ada yang enggak mau dipublikasi, ada juga yang tidak suka besar-besaran," kata pemilik nama pendek Ocha ini di Jakarta Pusat, Rabu (29/9/2010) ini.

Namun, aku mantan istri drumer Padi, Yoyok, ini, dirinya tak akan menempuh jalan itu. "Enggaklah, masa mau nikah ikuti jejak orang (KD-Raul)," ujarnya.

Lanjutnya, jika saja waktunya tiba, ia ingin menikah dengan pesta pernikahan yang sederhana. "Kalau aku enggak suka yang besar-besaran," ujarnya lagi.

Namun, sambungnya, untuk saat ini ia belum berencana menikah dengan kekasihnya, yang identitasnya masih dirahasiakannya. "Belum waktunya juga, masih agak jauhlah karena masih cenderung ke anak," kata ibu dari Rizky Langit Ramadhan, buah perkawinannya dengan Yoyok.

Ocha mengaku pula belum mengenalkan langsung lelaki tersebut kepada keluarga besarnya. "Orangtua kenal, tapi aku enggak terlalu mengenalkan ke keluarga (besar). Nanti saja kalau sudah pasti," ucapnya.

Mengapa belum pasti? "Belum pasti, belum ada kata-kata nikah bulan depan," tutupnya.

Darling didenda RM15,000

Darling ditemani ibunya, Habibah, semalam.


KUALA LUMPUR: Pelakon dan penerbit, Nasreen Ngasri atau Darling dikenakan hukuman denda RM15,000 oleh Mahkamah Sesyen di sini, semalam, selepas mengaku bersalah atas tuduhan alternatif iaitu menggunakan dokumen palsu sebagai tulen.

Hakim Jagjit Singh menjatuhkan hukuman itu terhadap Darling, 27, dan memerintahkan jika pelakon itu gagal membayar denda, dia boleh dipenjara tiga bulan.

Darling didakwa atas pertuduhan alternatif menggunakan dokumen ‘Director’s Circular Resolution’ Syarikat Nasridz Sdn Bhd sebagai tulen sedangkan dia mengetahui ia palsu.

Dia didakwa melakukan perbuatan itu di RHB Bank Bhd, Level 1 Tower 2, RHB Centre, 426 Jalan Tun Razak Cheras di sini, pada 16 Ogos 2007.

Bagi perbuatan itu, dia didakwa mengikut Seksyen 471 Kanun Keseksaan yang boleh dihukum mengikut Seksyen 465 kanun sama yang memperuntukkan hukuman penjara maksimum dua tahun atau denda atau kedua-duanya, jika sabit kesalahan.

Terdahulu, Darling yang diwakili peguam bela A Kailesh dalam rayuannya memberitahu mahkamah anak guamnya sudah menyelesaikan kes itu di luar mahkamah dengan pengadu kes iaitu Mohamad Ridzuan Mat Hussin.

“Pengadu juga sudah menarik balik laporan bertarikh 18 Mac 2008 dan menandatangani perjanjian penyelesaian pada Mei lalu. Darling juga sudah menyerahkan cek bernilai RM150,000 iaitu wang milik Mohamad Ridzuan.

“Anak guam saya kini mengandung dua bulan. Dia mengalami tekanan perasaan sejak kes ini dibawa ke mahkamah dan tidak mempunyai sumber pendapatan kerana tidak lagi menerima tawaran berlakon,” katanya.

Kailesh turut memanggil Mohamad Ridzuan yang mengesahkan dia sudah mendapat semula wang RM150,000 yang dimasukkan ke dalam akaun Maybank.

Selain itu, Kailesh memberitahu bahawa Darling membuka akaun baru itu selepas akaun asal syarikat di CIMB Bank dibekukan pengadu. Selain Kailesh, peguam Amir Feisal Ariff Mohamad Shukri mewakili Darling.

Pendakwaan dijalankan Timbalan Pendakwa Raya, Siti Aishah KM Abu Bakar dan Anselm Charles Fernandez.

Sebelum ini, Darling mengaku tidak bersalah terhadap pertuduhan utama iaitu menggunakan dokumen cagaran berharga palsu iaitu ‘Director’s Circular Resolution Nasridz Pictures Sdn Bhd’ bertarikh 16 Ogos 2007 dan didakwa dilakukan di tempat dan tarikh sama.

Bagi pertuduhan ini dia didakwa mengikut Seksyen 471 Kanun Keseksaan yang boleh membawa hukuman penjara sehingga 20 tahun dan denda jika sabit kesalahan.

Darling yang membayar denda itu hadir ke mahkamah bersama suaminya, Nur Azlin Rahmat, 34, dan ibunya Habibah Jaafar.

Darling didakwa kali pertama di mahkamah pada 6 Februari lalu dan dibebaskan dengan jaminan RM10,000.

Mengikut fakta kes, polis membuat siasatan selepas Mohamad Ridzuan membuat aduan bahawa Darling menggunakan dokumen mengandungi tandatangan pengadu selaku pengarah bagi membuka akaun syarikat di bank itu.

Selain Darling, dokumen itu mengandungi nama Mohd Khairul Amin A Ramli sebagai setiausaha syarikat.

Gara-Gara Gila Talak..Mengamuk Bekas Isteri Menikah

( Foto hiasan )



KUANTAN: Mungkin akibat gila talak, seorang pembantu perubatan sebuah hospital di sini, bertindak ganas apabila membuat kecoh pada majlis akad nikah bekas isterinya dengan membelasah seorang anggota tentera yang bakal menikahi wanita berkenaan di Medan Warisan di sini, kelmarin.

Dalam kejadian kira-kira jam 9.30 malam itu, mangsa berusia 30-an dan bertugas di Kem Batu 10, Jalan Gambang di sini, dikatakan sudah berjabat tangan dengan kadi untuk dinikahkan di rumah pengantin perempuan sebelum bekas suami bakal isterinya tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan menyerangnya menggunakan topi keledar.

Kejadian itu menyebabkan mangsa patah kaki kanan selain cedera di kepala, muka dan badan akibat dipukul bertubi-tubi oleh suspek yang berusia 37 tahun. Suspek dipercayai tidak puas hati dengan tindakan bekas isterinya berkahwin lain sedangkan mereka baru setahun bercerai.

Suspek turut memijak kaki mangsa yang dikatakan belum sembuh sepenuhnya akibat kecederaan lama menyebabkan kaki lelaki berkenaan cedera semula.

Selain itu, suspek turut bertikam lidah dengan bekas isteri dan keluarga wanita berkenaan sebelum dileraikan beberapa tetamu. Dia kemudian ditahan polis yang tiba di tempat kejadian sejurus menerima laporan.

Difahamkan, majlis akad nikah itu tetap dilangsungkan selepas suspek ditahan. Biarpun kakinya patah dan mengalami kecederaan lain, mangsa masih mampu menggagahkan diri menyempurnakan pernikahannya.

Mangsa kemudian dihantar ke Hospital Tengku Ampuan Afzan di sini untuk rawatan sebelum membuat laporan di Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Kuantan.

Sementara itu, Ketua Polis Daerah, Asisten Komisioner Mohd Jasmani Yusoff ketika dihubungi mengesahkan pihaknya menerima laporan berhubung kejadian itu.

Menurutnya, siasatan mendapati suspek dipercayai tidak puas hati dengan bekas isterinya yang bakal melangsungkan perkahwinan, lalu menyerang bakal suami wanita itu dengan topi keledar.

Katanya, lelaki terbabit sudah didakwa di Mahkamah Sesyen di sini, semalam, mengikut Seksyen 326 Kanun Keseksaan kerana mendatangkan kecederaan parah.

Bagaimanapun, katanya, lelaki terbabit tidak mengaku bersalah dan memohon dibicarakan sebelum dibenarkan diikat jamin RM5,000 dengan seorang penjamin.

Tinjauan Harian Metro di rumah pengantin perempuan di Medan Warisan, semalam mendapati ia kosong manakala jiran tidak mengetahui di mana keluarga wanita berkenaan berada.

Kes Bayi Tercekek Susu: 'Kami mahu keadilan'

Shahrul Nizam dan Mazliana bersama anak sulung menunjukkan gambar Noramirah.


PUTRAJAYA: Pasangan suami isteri yang kematian anak berusia sembilan bulan pada 20 September lalu, dipercayai tersedak susu ketika dalam jagaan di pusat asuhan di Presint 18, di sini, mahu pengusaha pusat yang tidak berdaftar itu dikenakan tindakan tanpa mengira ‘bulu’ walaupun dia anak seorang kenamaan bergelar ‘Datuk’.

Pasangan terbabit, Shahrul Nizam Reihan, 36, dan isterinya, Mazliana Nordin, 27, masih trauma apabila ‘kehilangan’ anak kesayangan Noramirah sembilan bulan, dipercayai tersedak susu ketika dalam jagaaan pusat asuhan terbabit.

Bukan itu saja, pasangan terbabit kecewa kerana tidak ada sebarang tindakan tegas terhadap pengusaha pusat berkenaan walaupun insiden sama membabitkan bayi tersedak susu pernah berlaku pada Julai tahun lalu.

“Saya hairan mengapa tidak ada sebarang tindakan dilakukan walaupun kejadian sama pernah berlaku di pusat itu tahun lalu.

“Saya tidak tahu sama ada ia ada kaitan dengan pengusaha terbabit sebagai anak kepada seorang kenamaan menyebabkanya ‘kebal’ sehingga tidak ada sesiapa berani tampil bertindak terhadapnya,” katanya ketika ditemui di rumahnya di Presint 9, semalam.

Difahamkan, kakitangan Jabatan Kebajikan Masyarakat sudah mendapatkan maklumat berkaitan insiden berkenaan daripada Mazliana, pagi semalam.

Pelajar Tingkatan Satu dakwa diliwat



PUTRAJAYA: Seorang pelajar lelaki Tingkatan Satu sebuah sekolah menengah di sini mendakwa menjadi mangsa liwat seorang seniornya dari Tingkatan Empat, pada 20 September lalu.

Kejadian berkenaan dikatakan berlaku ketika mangsa berada seorang diri di bilik muzik sekolah, pada jam 10 malam.

Menurut sumber, sebelum kejadian mangsa dikatakan didatangi seorang pelajar lelaki tidak dikenali berusia 16 tahun seperti dirasuk sesuatu terus memeluk dan mencium pipinya dari arah belakang.

Katanya, mangsa yang panik dan tergamam kemudian dipaksa membuka pakaiannya, sebelum diliwat.

Pada mulanya, mangsa mengambil keputusan tidak mahu mengadu insiden berkenaan kepada pihak sekolah dan polis kerana terlalu takut dan malu sekiranya kejadian terbabit diketahui pelajar lain.

Bagaimanapun, mangsa berasa geram dan marah kerana diperlakukan sedemikian oleh pelajar senior, dan kemudian mengambil keputusan menceritakan kejadian terbabit kepada seorang guru lelaki dan ibunya, sebelum membuat laporan di Balai Polis Putrajaya, jam 2 petang, kelmarin, katanya.

Difahamkan, mangsa turut ditemani seorang guru pergi ke Hospital Putrajaya untuk pemeriksaan.

Sumber itu berkata, polis juga sudah merekodkan keterangan mangsa dan suspek kelmarin bagi membantu siasatan.

Bagaimanapun, katanya, suspek dibebaskan dengan jaminan pada hari sama selepas polis berpuas hati dengan keterangan yang diberikan.

Sementara itu, Ketua Polis Daerah Putrajaya, Asisten Komisioner (ACP), Abdul Razak Abdul Majid, ketika dihubungi mengesahkan polis sudah menerima laporan berhubung dakwaan kes liwat itu.

Kes disiasat mengikut Seksyen 377A Kanun Keseksaan kerana melakukan seks di luar tabii tanpa kerelaan mangsa.

Wakil pendamai kes Zakiah Anas tidak hadir



PETALING JAYA: Mahkamah Rendah Syariah, di sini, semalam, menangguhkan sehingga 26 Oktober ini untuk semua wakil terbabit dalam Jawatankuasa Pendamai memberikan laporan penuh berhubung permohonan perceraian secara baik antara personaliti TV3, Zakiah Anas dan suaminya, Mohamad Yusof @ Mohamed Yusof Taib.

Hakim Syarie Ghazali Ahmad menangguhkan kes itu selepas kedua-dua wakil yang dilantik pasangan itu tidak hadir ke mahkamah untuk memberi laporan jawatankuasa pendamai walaupun mahkamah memberikan tiga bulan untuk mereka berbuat demikian.

Selain itu, mahkamah akan memberi penerangan lebih jelas kepada wakil jawatankuasa pendamai mengenai tugas mereka. Terdahulu peguam syarie Abdullah Anuar Sahri yang mewakili Zakiah, 43, memaklumkan kepada mahkamah wakil plaintif (Zakiah) tidak dapat hadir pada prosiding kerana lewat mendapat notis.

Susno Didakwa Korupsi Rp 500 Juta

Terdakwa, mantan Kabareskrim Mabes Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010). Susno menjadi terdakwa dalam dua perkara, yakni kasus dugaan korupsi senilai Rp 500 juta PT PT Salma Arowana Lestari saat dirinya menjabat sebagai Kabareskrim dan dugaan korupsi dana pengamanan Pemilukada Jawa Barat 2008 saat dirinya menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisaris Jenderal Susno Duadji didakwa jaksa penuntut umum (JPU) menerima suap senilai Rp 500 juta dari Sjahril Djohan saat masih menjabat Kepala Bareskrim Polri tahun 2009 . Suap itu salah satu dakwaan yang dibacakan JPU saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010).

Dakwaan dibacakan oleh JPU secara bergantian diantaranya Hartadi, Bayu Ady Nugroho, Narendra, dan Hermawan. Menurut JPU, kasus itu berawal dari laporan pengusaha asal Singapura Ho Kian Huat yang melaporkan Anwar Salma alias Amo, pemilik PT SAL. Ho didampingi pengacaranya, Haposan Hutagalung, melapor ke Bareskrim Polri Maret 2008.

Namun, kasus itu tidak ditangani penyidik. Untuk mempercepat penanganan kasus, Haposan berusaha mendekati Kabareskrim Polri. Lantaran tak mengenal Susno, ia lalu meminta tolong kawan dekatnya, Sjahril, yang mengenal dekat Susno. Sjahril menyanggupi permintaan itu. Ia lalu meneruskan permintaan Haposan ke Susno.

Menurut JPU, Sjahril lalu mengajak Haposan menemui Susno di ruang kerjanya. Setelah menerima penjelasan dari Haposan, Susno lalu mengatakan, "Udah nanti saya perintahkan tangkap dan saya atensi kasus ini".

Setelah itu, Sjahril kembali menemui Susno bulan November 2008 di ruang kerjanya. Saat itu, Sjahril kembali menanyakan kasus PT SAL. Susno menjawab, "Ini kasus besar bang! Masak kosong-kosong bae".

Sjahril lalu menjawab, "Kagek ku omongken ke Haposan".

Sjahril lalu menemui Haposan di Hotel Ambhara, Jaksel, untuk menyampaikan permintaan Susno itu. Haposan mengatakan akan menyiapkan uang Rp 500 juta. Haposan lalu menyerahkan uang Rp 500 juta yang dimasukkan tas warna cokelat kepada Sjahril di Kudus Bar di Hotel Sultan.

Sjahril lalu mengantarkan uang itu ke rumah pribadi Susno di kawasan Fatmawati, Jaksel, bersama Dadang Apriyanto (sopir) dan Upang Supandi (office boy). Saat itu, datang penyidik AKBP Syamsulrizal Mokoagow yang hendak meminta tanda tangan Susno.

Setelah Syamsulrizal meninggalkan rumah Susno, Sjahril lalu menyerahkan uang. "Sus, nih uang arwana dari Haposan," kata Sjahril.

Susno menjawab, "Yah, makasih bang." Sjahril lalu meninggalkan rumah Susno.

Wisma Bakrie Dilempari Telur Busuk


Liputan6.com, Jakarta: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Lintas Mahasiswa (Kalam) melempari gedung Wisma Bakrie di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/), dengan telur busuk. Mereka menuding pengusaha Aburizal Bakrie terlibat kasus mafia pajak.

Para pendemo meminta Bakrie bertanggung jawab atas keterlibatan dalam kasus Gayus Tambunan. Mereka juga menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap dan mengadili mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat tersebut. Aksi demo tak berlangsung lama akibat turun hujan.

Sebelumnya Gayus mengaku menerima sejumlah dana perusahaan Bakrie Group. Uang tersebut ia peroleh sebagai imbalan setelah membantu beberapa perusahaan, yaitu PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Bumi Resources, dan PT Arutmin.

Siasat klip video paderi hina Islam serta-merta



KUALA LUMPUR :-- - Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) telah diarah membuat siasatan serta-merta berhubung klip video dalam laman web YouTube yang memaparkan seorang paderi menyampaikan ceramah menghina Islam.

Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan, Datuk Seri Dr. Rais Yatim berkata, beliau telah mengarahkan SKMM supaya merekodkan perkara-perkara perlu seperti masa penyiaran, kandungan suara dan simbol yang dikeluarkan oleh paderi tersebut dalam klip video itu.

''Kita akan buat siasatan segera di bawah Seksyen 233 Akta Komunikasi dan Multimedia 1998 dan saya sendiri akan pastikan supaya kes ini dibawa ke perhatian pihak berkuasa secepat mungkin," katanya kepada pemberita selepas merasmikan Seminar Isu dan Cabaran Dalam Memulihara Arkib Audiovisual di Rantau Tropika di sini hari ini.

Menurut Rais, isu itu merupakan hal yang serius dan kementerian akan mengambil tindakan tidak kira di mana ia dipancarkan sama ad a menerusi laman web YouTube atau Yahoo asalkan ia disiarkan kepada pendengar dan pemerhati Internet di negara ini.

Dalam perkembangan lain Rais berkata, beliau telah berhubung dengan pihak penguat kuasa supaya semua laporan dan siasatan SKMM yang telah dikemukakan kepada mereka mendapat perhatian segera.

Selasa, 28 September 2010

Sambil Pegang HP, ABG Mesum di Kamar



BLITAR, KOMPAS.com — Polres Blitar, Jatim, masih menyelidiki penyebaran video asusila yang diduga melibatkan pelajar di sebuah SMP di Kabupaten Blitar.

"Kami masih menyelidiki kasus ini, termasuk pelaku yang ada di video tersebut. Saat ini, petugas kami masih mengumpulkan data dan fakta," kata Kasubag Humas Polres Blitar AKP Wisnu Wardhana, Selasa (28/9/2010).

Polisi sudah mendapatkan video itu. Saat ini sedang dilakukan penelusuran, termasuk kemungkinan salah satu pasangan perempuan adalah pelajar sebuah SMP negeri di Kecamatan Panggungrejo, Blitar.

Pihaknya hingga kini belum bisa memastikan pelaku yang ada di video tersebut. Pihaknya juga tidak ingin gegabah dengan langsung memeriksa perempuan yang diduga murid sebuah SMP negeri di Kecamatan Panggungrejo tersebut.

"Untuk memastikan itu, sebenarnya harus melibatkan pihak ketiga, yaitu pakar teknologi informasi," kata Wisnu.

Warga di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dikejutkan dengan beredarnya video mesum, yang diduga melibatkan pelajar di sebuah SMP di kabupaten tersebut.

Dalam video berdurasi 6.08 detik tersebut tampak seorang perempuan dan laki-laki melakukan hubungan badan. Yang laki-laki masih menggunakan seragam SMP.

Dalam rekaman tersebut, terdapat nama Cit. Diduga, nama ini adalah nama perempuan yang ada dalam rekaman video yang berada di sebuah kamar kosong tersebut.

Warga sendiri mengaku sudah mengetahui peredaran video tersebut sekitar satu pekan lalu. Irfan, salah seorang warga, mengaku mendapatkan video mesum itu dari temannya.

Ia mengaku resah dengan peredaran video itu. Dikhawatirkan peredaran video tersebut dapat merusak mental remaja, terlebih mereka yang masih duduk di bangku sekolah.

"Kami berharap, polisi dan Dinas Pendidikan cepat bertindak untuk mengusut tuntas kasus ini. Kami tidak ingin remaja menjadi korban dengan semakin maraknya peredaran video asusila seperti ini, terlebih yang ada di video masih remaja," katanya.

Berusaha Kabur, Tersangka Pembobol Rumah Ditembak



Liputan6.com, Lumajang: Seorang anggota kawanan pembobol rumah ditembak tim Reskrim Kepolisian Resor Lumajang, Jawa Timur, belum lama berselang. Polisi terpaksa menembak kaki Husen karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Saat dirawat warga Desa Taman Paiton, Probolinggo ini selalu menangis.

Tersangka ditangkap karena terlibat sejumlah aksi kriminal di wilayah hukum Polres Lumajang. Ia ditangkap saat berada di salah satu tempat pelacuran di Probolinggo. Ketika itu polisi menjebaknya dengan seorang wanita penghibur dan meringkusnya saat sedang bermesraan.

Dari tangan tersangka polisi menemukan barang bukti berupa tiga buah telepon seluler. Sementara barang bukti sepeda motor dan peralatan elektronik lainnya masih dicari.

Tersangka kini masih mendekam di Mapolres Lumajang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Razia PSK di Sejumlah Losmen Ricuh



Liputan6.com, Bima: Razia wanita pekerja seks komersial (PSK) di tempat hiburan dan losmen di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (28/9), berlangsung ricuh. Keributan terjadi saat pemilik losmen berusaha menghalangi petugas.

Seorang pemilik losmen berusaha mempertahankan sebuah kamar dari incaran razia dengan mengelabui petugas. Ia berdalih kamar tersebut adalah kamar anaknya yang masih sekolah.

Tak percaya dengan alasan wanita ini, petugas lantas membuka paksa pintu kamar. Benar saja di dalam kamar terdapat sembilan orang wanita yang diduga PSK sedang bersembunyi di bawah tempat tidur dengan pakaian minim.

Keributan pun terjadi saat petugas memaksa sejumlah wanita ini keluar kamar. Bahkan sang pemilik losmen mengamuk dan menjerit histeris melarang petugas membawa para wanita ini yang diakuinya sebagai anak dan pembantunya.

Setelah terjadi pergulatan cukup lama akhirnya petugas berhasil membawa tujuh wanita yang diduga PSK ke dalam mobil. Razia yang dilakukan aparat Satpol PP Kota Bima ini rencananya akan terus dilakukan hingga sepekan kedepan. Operasi ini digencarkan menyusul banyaknya laporan masyarakat tentang banyaknya praktik prostitusi di sejumlah losmen yang meresahkan warga.

Sidang Perdana Susno Dijaga Ketat

Sekitar 200 personel mengamankan sidang perdana Komjen Susno Duadji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu


JAKARTA, KOMPAS.com — Sidang perdana mantan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010), dijaga ketat oleh kepolisian. Sekitar 200 personel dikerahkan untuk mengamankan sidang dengan agenda mendengar dakwaan dari jaksa penuntut umum.

Pantauan Kompas.com, petugas berpakaian polisi ataupun sipil terlebih dulu apel di halaman pengadilan sekitar pukul 08.30. Tak hanya pengerahan ratusan polisi, akses masuk ke dalam pengadilan juga diperketat. Kali ini, petugas hanya membuka satu dari dua gerbang pengadilan. Begitu pula di pintu masuk yang hanya dibuka satu dari pintu. Pengamanan seperti ini tidak terjadi pada sidang para terdakwa kasus Gayus Halomoan Tambunan.

Seperti diberitakan, Susno akan mendengar dakwaan dua perkara yang dijeratkan kepadanya. Kasus pertama, dugaan korupsi senilai Rp 500 juta terkait perkara PT Arwana Salma Lestari (PT SAL) saat masih menjabat Kabareskrim Polri. Kasus kedua, dugaan korupsi dana pengamanan pilkada Jawa Barat tahun 2008 saat menjabat Kepala Polda Jabar.

Waspadalah, Penculik Mengintai Anak Anda!


Liputan6.com, Bekasi: Aparat Kepolisian Resor Bekasi, Jawa Barat, menggagalkan penculikan seorang anak berusia lima tahun. Salah seorang pelaku yang masih berusia 14 tahun dicokok. Kendati demikian, hingga Selasa (28/9), polisi masih mengejar pelaku utama.

Korban yang sebut saja Bunga masih terlihat lemah dan trauma bila bertemu dengan orang baru. Tiga hari gadis kecil ini lepas dari kehangatan keluarga. Saat terpisah dari ibunya, ia diculik dan dijadikan pengemis. Ironisnya, ia juga menjadi korban pelecehan seksual.

Menurut Komisi Perlindungan Anak, penculikan yang menjadikan korban sebagai pengemis bukan modus baru. Pada 2010, tercatat 36 kasus dan baru enam kasus yang diungkap. Maka, jagalah putra-putri Anda, jangan lengah agar tidak dimanfaatkan sindikat pengemis untuk melancarkan aksinya.

Pembunuhan kejam Jutawan: Ladang suspek ada banyak bukti

ANTARA lokasi dipercayai tempat pembunuhan Sosilawati Lawiya dan tiga individu lain dekat Ladang Gadong, Tanjung Sepat.


KUALA LUMPUR: Polis percaya beberapa lokasi sekitar ladang persendirian milik suspek utama kes bunuh Datuk Sosilawati Lawiya dan tiga yang lain menjadi tempat pembuangan banyak bukti berkaitan pembunuhan itu dan kehilangan tiga ahli perniagaan lain, termasuk seorang dari India.

Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah Bukit Aman, Datuk Seri Mohd Bakri Zinin yang mendedahkan perkara itu, berkata polis percaya ladang berkenaan mempunyai banyak lagi bahan bukti untuk dikumpul.

“Ini petunjuk baru yang diperoleh daripada hasil siasatan.

“Selain dua kubur yang digali, kelmarin, ada beberapa lagi lokasi yang dipercayai mempunyai bahan bukti untuk melengkapkan siasatan kes secara menyeluruh,” katanya di sini, semalam.

Beliau juga tidak menolak kemungkinan tiga ahli perniagaan yang hilang itu akan disiasat sebagai kes bunuh mengikut Seksyen 302 Kanun Keseksaan berikutan modus operandi kehilangan mereka yang sama, selain dipercayai turut didalangi suspek sama.

Pada 22 September lalu, Ketua Polis Selangor, Datuk Khalid Abu Bakar, mengesahkan ahli perniagaan dari India, Muthuraja Allal Kanthan, 34, yang dilaporkan hilang sejak Januari lalu, turut dibunuh.
Malah, dua lagi individu, Shafik Abdullah, 37, seorang kontraktor dari Sungai Petani, Kedah dan sahabat baiknya turut disahkan hilang selepas menemui suspek utama yang juga peguam yang terbabit dalam kes pembunuhan Sosilawati, April lalu.

Kes pembunuhan dan orang hilang itu terbongkar susulan penahanan peguam yang juga suspek utama kes pembunuhan Sosilawati bersama pemandunya, Kamaruddin Shansuddin, 44; peguam, Ahmad Kamil Abdul Karim, 32 dan perunding kewangannya, Noorhisham Mohammad, 44.

“Bagaimanapun, semuanya bergantung kepada hasil siasatan. Malah, operasi penggalian kubur kelmarin turut dilakukan kerana kita percaya ia adalah kawasan berkemungkinan mereka (suspek) menggunakan tempat itu bagi membuang bahan bukti, termasuk berkaitan kes kehilangan tiga ahli perniagaan,” katanya pada majlis sambutan hari raya anjuran Ibu Pejabat Polis Kontinjen Kuala Lumpur di sini, semalam.

Ditanya sama ada bukti baru seperti tulang ditemui di ladang itu, Mohd Bakri enggan mengulas lanjut dan memaklumkan pihaknya akan melakukan siasatan berhubung kes berprofil tinggi itu secara menyeluruh.

“Kita (polis) tidak boleh terlalu memperincikan berhubung penemuan bahan bukti ini, kerana ia masih dalam siasatan,” katanya yang mengakui polis tidak berdepan dengan sebarang kesukaran dalam menjalankan siasatan.

Pembunuhan kejam Jutawan: Siasat ke akar umbi

POLIS meneruskan usaha mencari bukti kes pembunuhan Sosilawati dan tiga rakannya dengan terus menggeledah pejabat suspek utama di Banting, selain di lokasi Ladang Gadong tempat disyaki berlaku pembunuhan lain.


KUALA LUMPUR: Polis memperhebatkan siasatan kes pembunuhan Datuk Sosilawati Lawiya dan tiga rakannya serta kehilangan tiga ahli perniagaan lain bagi memastikan pembunuh terbabit tidak terlepas daripada hukuman.

Semalam, pasukan polis sekali lagi menggeledah pejabat peguam yang juga suspek utama kes di Banting dan membawa keluar lapan ikatan fail dipercayai boleh membantu siasatan.

Empat wanita dan seorang lelaki dipercayai pekerja firma guaman itu turut dilihat mengiringi empat anggota polis pada jam 11.15 pagi dan mereka dilihat keluar bersama pada jam 12.35 tengah hari.

Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah Bukit Aman, Datuk Seri Mohd Bakri Zinin, memberi jaminan, pasukannya berada pada landasan yang betul dan sentiasa bekerja kuat untuk mendapatkan hasil siasatan terbaik bagi memastikan pembunuh tidak terlepas.

“Kita akan menyiasat sehingga ke akar umbi,” katanya selepas menghadiri Majlis Sambutan Aidilfitri Ibu Pejabat Polis Kontinjen Kuala Lumpur (IPKKL) di sini, semalam.

Beliau berkata, satu pertemuan akan diadakan antara Polis Diraja Malaysia (PDRM) dan Jabatan Peguam Negara sebelum akhir minggu ini bagi menilai dan meneliti semua bukti yang dikumpul polis setakat ini.
Dalam pertemuan itu, kertas siasatan akan dikemaskini bagi memastikan kelancaran proses pendakwaan di mahkamah.

Mohd Bakri berkata, pertemuan itu juga bagi mengenal pasti kelemahan dan kekurangan dalam proses siasatan dan bahan bukti.

“Dalam pertemuan itu, kita juga boleh menerima arahan baru daripada mereka (Jabatan Peguam Negara) jika ada yang masih belum mencukupi, terutama dalam memperkukuhkan bukti pendakwaan,” katanya.

Peguam Negara Tan Sri Abdul Gani Patail pula ketika ditanya jika beliau boleh meyakinkan orang ramai bahawa akan ada satu keputusan pada akhir siasatan kes itu berkata: “Setahu saya, dalam semua siasatan, sesuatu akan berlaku, iaitu sama ada kami dakwa atau tidak. Itu adalah sesuatu yang pasti.”

Mengulas kertas siasatan awal yang dikembalikan kepada polis, beliau berkata, tidak ada tarikh akhir untuk penghantaran semula.

“Saya perlu menunggu mereka menghantarnya (kertas siasatan). Biar mereka siasat secara terperinci kerana ia membabitkan kepentingan awam. Banyak perkara yang perlu disiasat. Saya tidak boleh memberikan tarikh akhir kepada mereka, tetapi saya tahu mereka sedang bertungkus-lumus,” katanya.

Mengenai apa yang perlu disiasat semula, beliau berkata: “Banyak, tetapi saya tidak boleh memberitahu anda mengenai kelemahannya,” katanya.

Kes Jutawan Malaysia: Lokasi baru diperiksa


KUALA LUMPUR: Kertas siasatan kes pembunuhan kejam jutawan kosmetik, Datuk Sosilawati Lawiya dan tiga individu lain akan dibincangkan dengan Peguam Negara dalam tempoh dua hingga tiga hari lagi.

Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah Bukit Aman, Datuk Mohd Bakri Zinin berkata, polis kini dalam proses menyiapkan siasatan berdasarkan arahan terbaru Jabatan Peguam Negara untuk memantapkan kertas siasatan kes berkenaan.

“Kami akan berbincang dengan pihak Peguam Negara sekiranya ada perkara lain yang perlu disiasat lagi bagi memastikan kertas siasatan berkenaan benar-benar lengkap sepenuhnya,” katanya semalam.

Sambil menyifatkan perkembangan siasatan kes berkenaan sebagai ‘positif’, Mohd Bakri menjelaskan beberapa lokasi baru di sekitar Banting turut diperiksa kerana dipercayai menjadi lokasi suspek membuang mayat mangsa lain.

Bagaimanapun, beliau tidak memaklumkan lokasi baru berkenaan dan meminta media memberi ruang dan masa kepada polis menjalankan siasatan menyeluruh.

Katanya, polis masih menunggu keputusan ujian DNA yang akan disertakan dalam kertas siasatan berkenaan sebelum diserahkan kepada Peguam Negara untuk tindakan selanjutnya.

“Keputusan lengkap ujian DNA diketahui sebaik semua spesimen dan bukti di lokasi kejadian dianalisis makmal forensik,” katanya ketika ditemui di Rumah Terbuka Hari Raya Aidilfitri Polis Kontinjen Kuala Lumpur di Ibu Pejabat Kontinjen, di sini, semalam.

Dokumen penting dibawa keluar dari pejabat suspek utama, semalam.


Sosilawati, 47, bersama pemandu peribadinya, Kamaruddin Shamsuddin, 44, pegawai Bank CIMB, Noorhisham Mohammad, 38, dan peguam, Ahmad Kamil Abd. Karim, 32, dilaporkan hilang sejak 30 Ogos lalu selepas ke Banting untuk urusan pembelian tanah.

Polis pada 13 September lalu mengesahkan empat daripada lapan suspek ditahan mengaku memukul keempat-empat mangsa sehingga mati, membakar mayat mereka sebelum abunya dibuang ke dalam sungai berdekatan Ladang Gadong di Banting, Selangor.

Rahsia pemalu Tun Dr. Mahathir



PEMENTASAN Muzikal Tun Mahathir yang dipersembahkan pertama kali pada malam 23 September lalu telah membuka sebuah rahsia besar mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir.

Ironi, pada mata kasar, tokoh ini dilihat begitu berwibawa mengemudi pelbagai polemik yang melanda negara di mata dunia. Diangkat sebagai salah seorang pemimpin terbaik dunia, Tun dalam sebuah kehidupan peribadinya, hanya seorang anak kampung biasa daripada Kedah yang pernah menjadi seorang peniaga belon.

Lebih daripada itu, hakikatnya, lelaki yang selalu dilihat dalam karisma tersendiri dan bijak berhujah ini sebenarnya adalah seorang pemalu terhadap wanita. Lantas bagaimana beliau menterjemahkan cintanya buat Tun Dr. Siti Hasmah yang dinikahi sejak 54 tahun lalu.

Semuanya itu dipentaskan dengan penuh romantik dalam pementasan tersebut yang menyaksikan percubaan beliau memikat Siti Hasmah ketika sama-sama menuntut di Kolej Perubatan King Edward Vll, Singapura, sekitar tahun 40-an dulu.

Segala yang dipentaskan, suka duka dan momen peribadi milik tokoh berusia 85 tahun itu dilihat sebagai satu langkah yang bijak agar masyarakat dapat mengetahui serba sedikit tentang latar kehidupan bekas Perdana Menteri Malaysia itu yang tidak diketahui umum.

Bagi Esma Daniel, Erra Fazira dan Zizan Nin, dipilih memegang karakter penting dalam pementasan tersebut dianggap sebagai suatu yang di luar jangkaan.

Menurut ketiga-tiga pelakon tersebut, memegang peranan sebagai seorang tokoh negarawan yang terbilang di negara ini pastinya bukan tugas yang mudah. Apatah lagi sekiranya membawakan watak sebagai seorang tokoh yang masih lagi hidup dan terkenal di seantero dunia.

Main kutu haram di Malaysia

MAIN kutu yang popular di kalangan masyarakat rupa-rupanya salah di sisi undang-undang. - Gambar hiasan


KUALA LUMPUR - Aktiviti main kutu yang popular di Malaysia dan banyak dianjurkan secara kecil-kecilan di kalangan masyarakat di negara ini sejak dahulu lagi rupa-rupanya salah di sisi undang-undang.

Ramai yang tidak menyedari hakikat itu. Mengikut undang-undang, tidak ada individu mahupun syarikat di negara ini dibenarkan menganjurkan pelaburan wang kutu termasuk aktiviti mengutip wang orang lain bagi tujuan membina rangkaian perniagaan.

Pengarah Kanan Penguatkuasaan, Suruhanjaya Syarikat Malaysia (SSM), Muhd. Redzuan Abdullah berkata, kegiatan itu dilarang mengikut Akta (Larangan) Kumpulan Wang Kutu 1971.

"Pelaburan itu sama sekali tidak dibenarkan memandangkan ia menimbulkan kekhuatiran berlaku penyelewengan yang akan merugikan pelaburnya.

"Skim kutu diharamkan. Jika sabit kesalahan individu terbabit bakal berhadapan dengan hukuman denda maksimum RM5,000 atau penjara maksimum tiga tahun atau kedua-duanya sekali mengikut Seksyen 3 akta yang sama," katanya ketika dihubungi Kosmo! di sini semalam.

'Kilang' cetak pasport diserbu



KUALA LUMPUR: Satu sindiket memproses dan menjual pasport antarabangsa palsu kepada warga India dan Indonesia dilumpuhkan Jabatan Imigresen Wilayah Persekutuan, di sini, dengan penahanan tiga lelaki warga India, petang kelmarin.

Dalam serbuan kira-kira jam 3 petang di sebuah kedai menjual minuman keras di Cheras, di sini, jabatan berkenaan turut merampas peralatan dipercayai digunakan tiga lelaki berusia 35 hingga 37 tahun untuk menjalankan kegiatannya.

Malah, mereka menyembunyikan pasport palsu terbabit di dalam sebuah beg pakaian bertujuan mengaburi mata pihak penguat kuasa.

Timbalan Pengarah Imigresen (I) Wilayah Persekutuan, Mohamed Yusoff Khan Mohamed Hassan, berkata turut ditemui laporan perubatan palsu bagi memudahkan mereka mendapatkan pekerjaan di negara ini. “Malah, 22 pasport dengan gambar individu lain, komputer, mesin pengimbas, beg dan pelbagai dokumen palsu lain turut ditemui,” katanya pada sidang media di pejabatnya di sini, semalam.

Selain itu, pihaknya menemui komputer dipercayai mengandungi senarai pelanggan yang menunggu untuk mendapatkan pasport antarabangsa daripada tiga lelaki terbabit.

“Pasport terbabit dijual kepada rakan senegaranya dan rakyat Indonesia. Setiap satu dijual pada harga RM2,000,” katanya.

Yusoff berkata, tiga lelaki terbabit yang berada di negara ini sejak setahun lalu menggunakan pasport palsu berdasarkan keadaan pasport yang lusuh, tetapi ditampal dengan gambar baru.

Beliau berkata, pihaknya percaya mereka aktif sejak setahun lalu selepas menerima bayaran lumayan daripada warga asing yang berminat untuk bekerja di negara ini.

Katanya, pihaknya juga tidak menolak ada beberapa lagi individu lain yang dipercayai terbabit masih bebas.

“Kami percaya masih ada rangkaian sindiket terbabit yang bebas dan usaha memburu mereka kini giat dijalankan,” katanya. Ketiga-tiga lelaki warga asing itu disiasat mengikut Seksyen 39(b) Akta Imigresen 1959/63 dan Seksyen 61C akta sama.

Perebutan Warisan Berbuntut Pembongkaran Makam



SIDOARJO--MI: Satu makam di Desa Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (28/9), terpaksa dibongkar untuk kepentingan tes DNA terkait kasus perebutan warisan almarhum oleh dua pihak ahli waris yang bersengketa.

Makam yang dibongkar di pemakaman Islam Buduran tersebut adalah makam Yatini, istri pertama Mat Rais. Makam Yatini dibongkar untuk mencocokkan DNA-nya, apakah cocok dengan DNA Sunarjo Rais (ahli waris pertama) yang mengaku sebagai anak Yatini.

Pembongkaran makam ini dilakukan atas desakan dari pihak ahli waris kedua yang berselisih dengan pihak ahli waris pertama. Pembongkaran dilakukan guna mencocokkan DNA garis keturunan keluarga yang bersengketa atas warisan bangunan dan sebidang tanah senilai Rp15 miliar. Bangunan dan tanah tersebut terletak di Kelurahan Kaliwaron, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya.

Perebutan warisan bermula dari sengketa anak-anak Mat Rais. Mat Rais diketahui memiliki dua istri, yaitu Yatini dan Siti Maimunah. Di belakang hari, anak-anak dari dua istri Mat Rais berebut harta warisan senilai Rp15 miliar tersebut.

Rebutan harta warisan tersebut kemudian dibawa ke meja hokum. Pada awalnya, pihak ahli waris kedua memenangkan perkara tersebut di Pengadilan Negeri Surabaya pada 2007. Kemudian, ahli waris pertama mengajukan kasasi di Pengadilan Tinggi Jawa Timur yang kemudian memenangkan nya pada Juni lalu.

Dasar pihak pengadilan tinggi memenangkan kasus perdata pada ahli waris pertama karena ada bukti otentik bahwa pada KTP dan kartu keluarga tercantum nama Mat Rais. Atas putusan pengadilan tinggi tersebut, pihak ahli waris kedua kemudian ganti mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung.

Sebagai bukti otentik ke Mahkamah Agung, pihak ahli waris kedua ini mendesak dilakukan
uji DNA. "Kami terpaksa melakukan pembongkaran makam demi mendapatkan keadilan hukum," kata Sunardi, penasihat hukum ahli waris kedua.

Selain makam Yatini, pembongkaran juga dilakukan terhadap makam Sunarjo di pemakaman Rangkah, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Rencananya, makam Mat Rais selaku cikal bakal keluarga bersengketa tersebut juga akan dibongkar. Makam Mat Rais terletak di Kabupaten Lamongan.

Korban Perkosaan Berantai Ketakutan Saat Bertemu Pelaku

( Foto hiasan)


REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR--Saksi korban pemerkosaan berantai, sebut saja Melati, terlihat ketakutan saat dipertemukan dengan terdakwa Muhammad Davis Suharto di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa. "Awalnya kondisi korban sedikit labil saat dihadirkan di persidangan," kata Sada, dari Lembaga Perlindungan Anak Bali usai mengikuti sidang di PN Denpasar.

Dalam sidang yang berlangsung tertutup dipimpin Ketua Majelis Hakim Amzer Simanjutak, mengagendakan pemeriksaan saksi korban yang tinggal di Jalan Gunung Subur, Denpasar Barat. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Neutromi Lumisensi dan IGNA Kusumayasa Diputra, menghadirkan saksi korban dalam sidang yang dihadiri pula kedua orang tua siswi sebuah SD tersebut.

Melihat saksi ketakutan, baik orang tua maupun pendamping hukum berusaha menenangkan hati Melati seraya membujuk agar bersedia menceritakan peristiwa yang dialaminya itu kepada majelis hakim. Dalam keterangannya sebagaimana disampaikan Sada, setelah dijemput terdakwa di sekolah, saksi diajak ke suatu tempat sembari menyatakan orang tua Melati sedang memancing.

Terdakwa juga sempat mengajak korban jalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan sembari membeli es krim. "Saat itu korban tetap belum curiga dengan terdakwa," ucap Sada. Melati mulai curiga terhadap pria yang populer di Bali disapa "Si Codet" itu, setelah dibawa ke sebuah rumah kosong di kawasan Renon.

Korban sempat menanyakan keberadaan orang tuanya, namun terdakwa mulai menunjukkan sikap kasarnya. "Terdakwa justru mengancam korban dan mencekik lehernya," kata dia.

Selanjutnya, Davis melancarkan aksi tak senonoh kepada korban. Meski diakui saksi tidak terjadi hubungan seksual, namun sejak peristiwa itu, gadis kecil itu mengalami trauma berat. "Bahkan untuk bertemu orang lain, korban ketakutan dengan terus memegangi rok yang dikenakannya," ujar Sada.

Mendengar keterangan saksi, Davis yang dalam persidangan selalu mengenakan kopiah dan didampingi tim pengacaranya itu, langsung membenarkannya. Sidang dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya.

Anwar buat dosa kering burukkan imej negara – TPM



KUALA LUMPUR: --– Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin berkata, tindakan penasihat Parti Keadilan Rakyat, Datuk Seri Anwar Ibrahim memburukkan imej Malaysia di Indonesia merupakan satu dosa kering.

Beliau berkata, Anwar bukan seorang pemimpin sejati kerana dia tidak bertanggungjawab terhadap apa yang dikatanya, malah sanggup berkata apa sahaja serta merosakkan imej negara hanya untuk meraih keuntungan politik.

"Apa yang disebut oleh Anwar Ibrahim ialah satu bukti beliau bersedia untuk berbohong dan berbuat sesuatu yang boleh rosakkan imej negara hanya untuk kepentingan dan tujuan politik dia sahaja,” katanya ketika diminta mengulas kenyataan Anwar di Jakarta yang menuduh media Malaysia yang menggalakkan persepsi negatif terhadap Indonesia.

Timbalan Perdana Menteri sebelum itu menyampaikan ucap utama pada forum International Herald Tribune di sini hari ini.

Mengenai kenyataan pengasas Virgin Group, Sir Richard Branson bahawa perbicaraan liwat melibatkan Anwar telah menjejaskan reputasi Malaysia, Muhyiddin berkata, Malaysia akan menjadi lebih menarik kepada pelabur jika negara ini tidak dicemari kes seperti itu.

"Memang betullah jika tidak ada kes seperti itu, Malaysia akan jadi lebih menarik. Maka, biarlah mahkamah menentukannya... lebih cepat kes itu diselesaikan, lebih baik bagi kita,” katanya. – Bernama

AG bimbang siasatan kes Sosilawati diperbesar-besarkan



PUTRAJAYA 28 Sept. – Peguam Negara (AG), Tan Sri Abdul Gani Patail hari ini melahirkan kebimbangan berhubung kemungkinan siasatan kes pembunuhan jutawan kosmetik, Datuk Sosilawati Lawiya dan tiga individu lain, diperbesar-besarkan.

Beliau berkata, terdapat banyak kenyataan yang dibuat pelbagai pihak dalam kes itu, dan media sepatutnya melaporkan hanya fakta tanpa sebarang penambahan kerana ia mungkin menjejaskan kes berkenaan.

"Saya fikir ikut sahaja nasihat KPN (Ketua Polis Negara, Tan Sri Ismail Omar). Bertenanglah dan biarkan kami lakukan tugas kami.

"Saya rasa pada masa yang betul dan apabila siasatan telah selesai, mereka akan memberi satu kenyataan yang wajar serta mendedahkan segalanya. Ketika itu, tiada sebarang masalah,” katanya kepada pemberita selepas menghadiri majlis sambutan Hari Raya Aidilfitri anjuran Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) di sini.

Abdul Gani ditanya sama ada beliau melihat campur tangan pelbagai pihak yang tampil membuat kenyataan berhubung kes itu, termasuk keluarga ahli perniagaan India, akan menjejaskan siasatan kes pembunuhan itu. – Bernama

Isnin, 27 September 2010

Ngeten Istri Tetangga, Plak!

Paino


MEDAN:- Paino (44) punya penyakit yang susah disembuhkan. Dia suka ngeten orang mandi. Seperti hari Sabtu (24/9) siang lalu, ayah 3 anak bertubuh cungkring yang kerjanya jaga malam di salahsatu peternakan ayam, menyempatkan diri ngintip istri orang yang lagi mandi. Bah Fuang!

Paino tinggal di Gang Lokasi, Dusun XIII, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa. Siang itu sekira pukul 12.00, dia hendak pulang ke rumah setelah bekerja di ladang ubinya yang cekak.

Nah, menuju pulang, Paino mendengar suara gemercik air dari sebuah kamar mandi berdinding tepas. Paino pun mendekat. Dia mencoba mengintip dari rongga-rongga tepas yang berpintu kain panjang itu. Dan, jantung Paino naik turun, dilihatnya seorang wanita, sebut saja Luna, lagi mandi telanjang.

Paino bebas melihat tubuh Luna yang rupanya masih tetanggaan dengannya. Tapi sial, aksi Paino diketahui Luna dan langsung menyiramkan segayung air ke lubang tempat kedua mata Paino mengeten. Paino melompat. Dia langsung minta maaf.

Wanita bertubuh mungil dan berkulit putih ini memang memaafkan Paino dengan syarat, Paino juga harus minta maaf kepada suaminya. Kata Luna, suaminya lah yang seutuhnya memiliki tubuh moleknya. Paino yang takut nama baiknya tercemar bersedia menemui suami Luna, namanya Heri.

Paino menemui Heri yang jarak rumah mereka hanya berkisar 50 meter. Dia pun menyampaikan permohonan maaf. Tapi tak disangka Heri dan adik iparnya Agus tak terima. Pasalnya, belum selesai Paino ngomong, Agus menendang bokong Paino. Heri pun menyambut dan meninju wajah Paino.

“Ampun! Ampun!” jerit Paino.

Bukannya menghentikan jurusnya, Heri dan Agus malah semakin beringas dan terus memukuli Paino. Beruntung Paino yang tubuhnya kurus berhasil kabur setelah menggeliat dari kedua pria yang menghajarnya. Paino mendatangi rumah abangnya. Sejurus kemudian Paino membuat laporan ke Polsek Tanjung Morawa.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa AKP Malto Iptu Amir Sinaga membenarkan laporan Paino. “Kita sedang mengejar Heri dan Agus agar mempertanggung jawabkan perbuatannya memukuli Paino,” kata Iptu Amir.

Calon Istri Disetubuhi, Lalu Dibunuh



PASURUAN, KOMPAS.com — Rekonstruksi pembunuhan sadis di Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (27/9/2010), menyita perhatian warga sekitar.

Kerumunan warga di sekitar bangunan kosong tempat kejadian perkara di tepi Jalan Raya Raci Bangil itu sempat menghambat arus lalu lintas kendaraan dari dua arah Bangil-Pasuruan.

Rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku, M Saiful Imron (22), warga Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan, dan korban Devi Janatin Nikmah (19), yang diperankan karyawan sipil Polres Pasuruan, berjalan lancar dan aman meski para pengunjung sempat berteriak mengumpat tersangka.

Kapolres Pasuruan AKBP Syahardiantono menjelaskan, jasad korban, Devi Jannatin Nikmah, ditemukan tewas di dalam bangunan kosong dalam kondisi telanjang, Selasa (21/9/2010).

Pada tubuh korban ditemukan bekas cekikan di lehernya. Petugas sempat kesulitan mengungkap kejadian tersebut karena korban tidak dikenali identitasnya.

Namun, setelah korban yang diketahui bernama Devi Jannatin Nikmah, warga Dusun Wage, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Pasuruan, polisi mulai menemukan titik terang.

Dari keterangan keluarga korban, diketahui korban mempunyai sahabat dekat yang juga telah menjadi calon pasangannya.

Polisi kemudian menangkap M Saiful Imron di rumahnya. Tersangka juga langsung mengaku telah membunuh kekasihnya tersebut.

Imron mengaku tega membunuh kekasihnya yang bakal segera dinikahinya itu karena malu. Bakal istrinya yang juga sahabat sekolahnya tersebut telah keburu mengandung sekitar delapan bulan.

Imron menceritakan, sebelum dibunuh, calon istrinya diajak ke bangunan kosong, Senin (20/9/2010). Sebelum dibunuh, Imron juga mengaku sempat menyetubuhi calon istrinya yang telah hamil tersebut terlebih dulu.

Imron membunuh calon istrinya itu dengan cara memukul dengan tangan kosong dan mencekiknya.

Seusai kejadian, Imron kemudian pulang ke rumahnya di Pohgading Pasrepan untuk membantu memasak di rumahnya sebagai persiapan pernikahan dirinya.

Gadis Lesbi Akui Sering 'Berhubungan'

( Foto hiasan )

JAKARTA, KOMPAS.com — Gadis 15 tahun berinisial T diduga dibawa lari S (26), perempuan lesbian yang tak lain guru taekwondo korban.

"T dibawa lari dari Rumah Perlindungan Sosial Anak, Bambu Apus, Jakarta Timur, sejak Idul Fitri tahun ini. T dijemput S pada malam hari," kata Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas Perlindungan Anak.

Ketika itu petugas keamanan Rumah Perlindungan Anak tidak mengetahui T dibawa lari S. "Yang jelas petugas keamanan lalai," tegas Arist di kantornya.

T diduga menjadi korban lesbian yang dilakukan S. Menurut Arist, ayah T yang menjadi konsultan Bank Dunia telah meminta Komnas Anak menyembuhkan orientasi seks T yang menyukai sesama jenis. Namun, lanjut Arist, "Baru beberapa pekan tinggal di sana sudah kabur," katanya.

Arist menjelaskan, kisah pertemuan T dengan S bermula dari latihan taekwondo di kawasan Depok dua tahun silam. Sekali sepekan, korban bertemu S yang menjadi pelatih taekwondo T.

Korban kemudian kerap dibawa jalan-jalan ke sejumlah tempat di Jabodetabek. Pernah korban meninggalkan rumah sampai sebulan. "T mengakui sudah sering berhubungan intim dengan S," ujar Arist.

Menurut dia, T sulit dipisahkan karena sangat mencintai S. Arist menegaskan, polisi harus segera menangkap pelaku karena kasus ini diduga terkait dengan penculikan.

"Lebih dari 1 x 24 jam dia tidak kembali ke rumah sudah termasuk penculikan," ujarnya.

Arist mengakui, baik korban maupun pelaku saling menyukai. Namun, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004, hal itu tidak bisa dikategorikan sama-sama menyukai.

"Ini jelas ada unsur rayuan dan bujukan. Selain itu, korban masih anak, bukan orang dewasa," kata Arist.

Arist mengimbau agar polisi tidak menerapkan KUHP dalam kasus ini. Sebab, bila itu dilakukan, kasus bisa tidak berakhir di meja hijau. "Unsur suka sama suka bisa membuat tersangka bebas, kasus menguap," ujarnya.

Arist berpendapat, KUHP dinilainya tidak tepat menuntaskan kasus ini. "Sekali lagi, korbannya adalah anak. Karena itu, harus diselesaikan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak," katanya.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Grace Harianja, saat ditemui terpisah, mengatakan, polisi masih mencari S.

"Kami masih menghimpun informasi dari keluarga dan orang-orang dekat S," kata Grace.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular