Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Ahad, 31 Oktober 2010

Adu ke Polisi Foto Bogilnya di Face Book

( foto hiasan )



LANGKAT | SURYA Online - Merasa tidak senang karena foto-foto bugilnya muncul di situs jejaring sosial Facebook, maka RAD, 28, penduduk Jalan Lagan By Pass Kelurahan Alur Dua, Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengadu ke Mapolsek Pangkalan Brandan. Dia melaporkan eks suaminya, RL, 30, yang diduga mengunggah foto-foto tersebut ke Facebook.

Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP H M Kosim Sihombing, saat ditemui di Pangkalan Brandan, Senin (1/11/2010), membenarkan tentang adanya laporan dari RAD ke polseknya. AKP Kosim Sihombing mengatakan, RAD mengadukan hal itu setelah melihat pemasangan foto-foto bugilnya di Facebook, yang diduga dilakukan oleh RL, 30, beralamat di Jalan Iswahyudi Lor Subur, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

Pengaduan tersebut dilakukan Sabtu (30/10) sekitar pukul 23.30 WIB, oleh RAD yang datang ke Mapolsek Pangkalan Brandan. RAD melaporkan bahwa foto-foto bugilnya beredar di Facebook setelah diberi tahu temannya, dan kemudian mengeceknya di internet.

Menurut RAD kepada polisi, sebelum beredarnya foto foto dirinya tersebut RL pernah meminta uang. Bila tidak diberi, RL mengancam akan menyebarkan foto-foto bugilnya di Facebook.

AKP Kosim juga menjelaskan bahwa sebenarnya RAD dan RL adalah pasangan suami istri, namun sudah beberapa bulan ini berpisah. “Kami akan kumpulkan bukti-bukti lainnya, termasuk juga saksi-saksi. Selain itu juga perlu saksi ahli, untuk mengetahui kasus ini secara detail,” katanya.

Oknum Polisi Rampok Pabrik Mie

( Foto hiasan )




JEMBRANA, KOMPAS.com - Seorang oknum anggota Samapta Polres Jembrana, Bali diamankan rekannya sendiri sesama anggota Polres Jembrana karena merampok sebuah pabrik yang memproduksi mie sedap di desa Banyubiru, Jembrana, Senin (01/11/2010) sekitar pukul 09.00 WITA tadi.

Awalnya, oknum aparat Samapta Polres Jembrana bernama Bripka Eko Wahyudi ini pulang bertugas piket malam di KPUD Jembrana dalam rangka pengamanan persiapan Pilkada Jembrana. Setelah pulang untuk mengganti seragam dinas, tersangka keluar mengenakan kaos polisi, jaket, dan celana training lalu berangkat ke pabrik mie milik PT Niaga Tama Inti Mulya menggunakan sepeda motor Vario yang plat nomernya sudah dilumuri lumpur.

Setibanya di lokasi, tersangka langsung menuju bagian kasir dan mengancam salah seorang kasir dengan mengacungkan celurit. "Tersangka kemudian merampas uang 32 juta yang hendak disetorkan ke Bank," ujar Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Gede Sugianyar Dwi Putra, di Mapolda Bali.

Setelah melakukan aksinya, tersangka lalu kabur namun berhasil dicegat satpam pabrik. "Saat itu kebetulan ada anggota polisi yang sedang lewat di sana dan langsung mengamankan tersangka," imbuh Sugianyar.

Saat ini kasusnya sedang ditangani oleh Polres Jembrana dan tersangka masih diperiksa tim penyidik reskrim Polres Jembrana.

Berlarian, Dua Pengungsi Pingsan

( Foto hiasan )



SLEMAN, KOMPAS.com — Sejumlah warga yang berada di posko pengungsian Wukir Sari, Cangkringan, Kabupaten Sleman, panik setelah Gunung Merapi memuntahkan debu vulkanik disertai awan panas, Senin (1/11/2010) sekitar pukul 10.00 WIB. Bahkan ada yang sampai jatuh pingsan.

Dua warga yang jatuh pingsan itu kini berada di posko kesehatan untuk segera mendapatkan perawatan intensif. Mereka bernama Kartini dan Murjinem. Keduanya tercatat sebagai warga Desa Umbulharjo. Tubuh mereka kaku dan tangannya mengepal.

Warga di pengungsian tersebut masih diliputi kepanikan karena trauma yang disebabkan letusan Gunung merapi, Selasa minggu lalu. Kejadian itu mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

"Saya trauma. Masih teringat dengan kerabat yang meninggal karena letusan pertama. Lima orang keluarga saya meninggal di tempat. Tiga lainnya meninggal di rumah sakit," ujar Nardi Winarto (60), warga Gondang Kulon, Umbulharjo, sambil terisak. Ia langsung berlari ke luar posko sambil ditemani putranya, Misiran (32), begitu mendengar letusan tersebut.

Namun, petugas posko mengimbau warga untuk tidak panik. Pasalnya, Desa Wukirsari masih dinyatakan aman dari bahaya letusan. Namun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

2 penumpang kudung kaki

Ibu kepada Nor Faiz memberi minuman kepada anaknya yang dirawat di Hospital Kuala Lumpur semalam.



KUALA LUMPUR - "Saya sungguh sedih mengenangkan nasib diri yang kini cacat kerana sudah tidak mempunyai kedua-dua belah kaki.''

Demikian kesedihan yang menyelubungi diri Mohd. Adib Ramli, 20, salah seorang mangsa yang terlibat dalam kemalangan membabitkan sebuah bas persiaran di Kilometer 36, Jalan Genting Sempah pada Khamis lalu.

Mengimbas tragedi itu, Mohd. Adib berkata, dia hanya menyedari kedua-dua belah kakinya tiada setelah tersedar daripada pengsan ketika dirawat di Hospital Kuala Lumpur (HKL).

Menurutnya, sebaik sedar dia melihat keadaan sekeliling dan tahu bahawa dia berada di hospital dengan separuh badannya ditutupi selimut.

"Saya kemudian terasa sakit pada kedua-dua belah kaki dan ketika itu terlintas di fikiran bahawa kesakitan yang dialami pada kaki agak pelik.

"Apabila saya buka selimut saya dapati kedua-dua belah kaki saya dari paras lutut ke bawah sudah tiada sebelum saya menangis kerana tidak dapat terima apa yang telah berlaku," katanya dalam nada sedih.

Mohd. Adib memberitahu, dia tidak dapat membayangkan bagaimana dia akan menempuh kehidupan dalam keadaan cacat selepas ini.

Penyanyi Ameng dipenjara dua bulan, denda RM4,000



KUALA LUMPUR: Penyanyi kumpulan Spring, Wan Aminuddin Wan Ismail atau lebih dikenali sebagai Ameng, hari ini dihukum penjara dua bulan dan denda RM4,000 oleh Mahkamah Majistret di sini selepas didapati bersalah terhadap pertuduhan memasukkan dadah ke dalam badannya.

Majistret Zaki Asyraf Zubir membuat keputusan itu selepas pihak pendakwaan yang diwakili Timbalan Pendakwa Raya Siti Hajar Alias berjaya menimbulkan keraguan munasabah terhadap pertuduhan itu.

Zaki Asyraf turut memerintahkan Ameng, 42, dipenjara empat bulan jika gagal membayar denda itu selain pengawasan dari Agensi Dadah Kebangsaan (ADK) selama tiga tahun.

"Mahkamah mencapai keputusan dan tertuduh disabitkan dengan kesalahan itu yang bermula daripada tarikh sabitan," katanya.

Bagaimanapun, Zaki Asyraf membenarkan penangguhan hukuman penjara dan pengawasan dengan mengenakan syarat tambahan Ameng perlu memfailkan notis rayuan pada hari ini juga dan wang jaminan sebelum ini iaitu RM3,500 dinaikkan menjadi RM5,500 dengan seorang penjamin.

Peguam bela, Kamarul Zaman Abdul Rahman yang mewakili Ameng memberitahu mahkamah anak guamnya itu tiada masalah untuk membayar denda.

Zaki Asyraf dalam keputusannya berkata, keterangan tertuduh dalam prosiding membela dirinya bahawa wujudnya konpirasi untuk menjatuhkannya adalah tidak berasas dan tiada kaitan dengan pertuduhan yang dihadapinya.

"Selain keterangan saksi pendakwaan yang lain, keterangan tertuduh sendiri yang mana menyatakan dirinya dianiayai adalah satu alegasi yang tidak berasas dan tiada kena mengena langsung dengan pertuduhan ke atas beliau," katanya.

Pada 12 Mei lalu, Ameng mengaku tidak bersalah terhadap tuduhan memasukkan dadah jenis ganja ke dalam badannya di pejabat Bahagian Siasatan Jenayah Narkotik, Ibu Pejabat Polis Daerah Sentul pada 3.45 petang 2 April lepas.

Dia yang diikat jamin RM3,500 dengan seorang penjamin didakwa mengikut Seksyen 15(1)(a) Akta Dadah Berbahaya yang membawa hukuman denda tidak lebih RM5,000 atau penjara sehingga dua tahun. Pada 7 September lalu, mahkamah memerintahkan Ameng, 42, membela diri atas tuduhan itu.

Erra Fazira: 'Bohong belaka'

Emran bersama Erra



KUALA LUMPUR: “Rumah tangga saya aman damai dan kami tidak pernah menghadiri kaunseling dengan jabatan agama. Saya selalu berkepit dengan suami pun orang tak suka tengok. Apabila sekarang jarang muncul berdua, dikatakan rumah tangga kami bermasalah pula. Susahnya hendak puaskan hati semua orang,” jelas Erra Fazira, 36, atau nama sebenarnya Fazira Wan Chek mengenai keadaan rumah tangganya yang dikatakan tidak bahagia.

Menurut isteri kepada Engku Emran Engku Zainal Abidin itu, sebaik ibunya membaca cerita dalam akhbar semalam mengatakan rumah tangganya berantakan, terus dia menghubungi Erra minta kepastian.

“Saya beritahu emak, bukannya baru sekarang rumah tangga saya difitnah, tapi sudah banyak kali. Saya dan Emran sudah tidak kisah lagi. Tetapi sebagai ibu tentulah dia bimbang.

“Untuk pengetahuan semua, Alhamdulillah, rumah tangga kami bahagia. Tiada apa yang hendak dirisaukan. Sebenarnya saya tidak terkejut pun mendengar cerita ini kerana sudah biasa sangat orang mengatakan yang mereka pernah berjumpa Imran dengan orang itu dan ini, tetapi tidak benar,” katanya.

Cerita kurang enak mengenai rumah tangga Ratu Filem Melayu itu mula kedengaran sejak pementasan teater muzikal Tun Mahathir yang dipersembahkan di Istana Budaya (IB), baru-baru ini. Kononnya Emran tidak datang menonton persembahan isterinya itu.

“Selama 11 hari teater muzikal itu dipentaskan, Emran ada datang sekali. Cukuplah sekali dia datang kerana kalau dia datang banyak kali, banyak pula yang akan dikomennya mengenai lakonan saya.

“Lagipun, dia perlu temankan Aleesya (anak) kerana sepanjang tempoh pementasan itu, setiap malam saya tiada di rumah. Waktu latihan pun saya sibuk, selepas Aidilfitri terus sambung latihan teater itu.

“Jadi kalau Aleesya tengok saya tak ada bersamanya, ayahnya ada menjaganya. Mungkin ketika Emran ke IB, tak ada wartawan yang terserempak dengannya. Jadi timbullah macam-macam cerita.

“Emran juga selalu hantar atau ambil Aleesya yang ada kalanya saya bawa ke IB dan Emran juga selalu hantar makanan kepada saya kerana IB dekat dengan pejabatnya di Bernama TV.

“Biarlah orang hendak kata apa, asalkan kami tahu situasi sebenar. Yang orang kata kami pergi kaunseling itu pun, satu penipuan yang amat jelas,” katanya.

Tambah Erra lagi, tahun pertama perkahwinan mereka, Emran rajin juga mengikutnya ke mana-mana majlis hiburan dan sekarang apabila Emran semakin sibuk dengan tugasnya sebagai Ketua Pegawai Eksekutif (CEO) Saluran Berita, Bernama TV, dia jarang ada masa lagi untuk menemaninya.

“Kami faham kerja masing-masing. Saya pun kalau tak ada kerja, lebih suka duduk di rumah,” katanya.

NAHAS: Pangku bayi atas jalan



SETIU: “Saya terus memangku bayi yang ada di atas jalan dan menahan sebuah kereta yang melalui kawasan itu sebelum menghantarnya ke hospital, sebelum membantu mangsa lain,” kata Zakaria Ismail, 61, saksi kemalangan berkenaan.

Menceritakan detik cemas itu, Zakaria berkata, kejadian berlaku ketika hujan dan dia yang berada di depan rumahnya di Kampung Nyatoh terdengar dentuman kuat sebelum melihat sebuah Proton Wira remuk serta suara meminta tolong daripada sebuah van Ford.

“Saya lihat bayi dan pemandu Proton Wira tercampak keluar lebih 10 meter dan ketika itu saya hanya terfikir nak menyelamatkan bayi terbabit sambil bertanya kepada penumpang van, bayi ini anak siapa,” katanya.

Ketika itu bayi berkenaan, Nor Amisya Maisarah, 1, masih bernyawa, bagaimanapun menghembuskan nafas terakhir di Hospital Setiu (HS) jam 6.15 petang, semalam.

“Hanya saya saja di tempat kemalangan dan selepas itu orang ramai mula datang dan kami membantu mengeluarkan mangsa yang cedera daripada van, namun seorang penumpang daripada Proton Wira gagal dikeluarkan kerana tersepit,” katanya.

Katanya, seorang penduduk menghubungi pasukan bomba dan penyelamat sebelum pasukan berkenaan tiba dan mengambil masa kira-kira setengah jam mengeluarkan mangsa yang tersepit.

Merapi hambur awan debu 46 minit



GUNUNG MERAPI, Pulau Jawa - Gunung Merapi menghamburkan awan debu semalam selama 46 minit sekali gus menyebabkan ribuan penduduk di sekitarnya panik.

Sebelum ini ribuan penduduk tersebut mengambil peluang pulang ke kampung halaman selepas bermalam di pusat perlindungan sementara selepas gunung itu tidak lagi meletus.

Letusan terbaru itu berlaku semasa ratusan anggota penyelamat tiba untuk menghantar bekalan makanan dan memindahkan mangsa-mangsa yang cedera akibat tsumani di Kepulauan Mentawai di perairan Sumatera semalam.

Tsunami itu berlaku pada minggu lalu akibat kejadian gempa bumi bawah laut sekuat 7.7 pada skala Richter.

Bilangan mangsa yang terbunuh dalam letusan Gunung Merapi dan tsunami itu hampir mencapai 500 orang semalam.

Siren dibunyikan manakala terdapat beberapa orang terjun ke dalam sungai bagi menyelamatkan diri semasa Gunung Merapi mengeluarkan awan debu.

Menurut seorang pegawai bencana tempatan, Rusdiyanto, sebahagian orang lagi melarikan diri dengan menggunakan kereta dan trak.

Gunung Merapi itu telah membunuh 38 orang.

Walaupun amaran telah dikeluarkan, ribuan daripada lebih 53,000 orang yang dipindahkan dari zon bahaya bertindak kembali semula ke kampung di sekitar gunung itu semalam untuk melihat haiwan ternakan.

"Ladang saya musnah akibat serpihan gunung itu dan debu tebal. Apa yang tinggal kini ialah beberapa ekor lembu dan kambing," kata seorang mangsa, Subarkah.

Menurutnya, dia perlu membawa rumput untuk memberi makan haiwan ternakannya itu bagai mengelakkan ia mati.

Sejak Gunung Merapi itu meletus pada Selasa lalu, para pegawai berusaha untuk mengelakkan penduduk kampung berada dekat dengan gunung tersebut.

Pemuda Putus Badan Dalam Kemalangan..


Seorang penunggang motosikal maut dan badannya terputus dua dalam satu kemalangan ngeri di Jalan Raya Lingkaran Tengah 2 dekat Bandar Tasik Selatan, Kuala Lumpur awal pagi tadi. 31 Okt. 2010.

145 kereta Ferrari dalam sejarah Malaysia..


Sebanyak 145 buah kereta Ferrari berhimpun dan mencipta sejarah Malaysian Book of Records sebagai kenderaan berkonvoi paling panjang dari The Pavillion Kuala Lumpur ke Putrajaya. 31 Okt. 2010.

Saman JPJ boleh dibayar di Pejabat Pos mulai esok





JERANTUT: Mulai esok, pemilik saman Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) di sekitar Lembah Klang boleh membayar saman mereka di lima pejabat pos di Selangor dan ibu negara.


Ketua Pengarah JPJ, Datuk Solah Mat Hassan, berkata sebagai percubaan, lima kaunter yang dibuka untuk pembayar saman adalah Pejabat Pos Shah Alam.

Pejabat Pos Daya Bumi, Pejabat Pos Wangsa Maju, Pejabat Pos Jalan Sultan Salahuddin dan dan Pejabat Pos Universiti Institut Teknologi Mara (UiTM) Shah Alam.

Beliau berkata bagi pengguna di tempat lain pula, mereka boleh berbuat
demikian di 688 pejabat pos di seluruh negara selewat-lewatnya pada akhir bulan
depan.

"Usaha ini boleh menggalakkan orang ramai terutamanya penduduk luar bandar untuk membayar saman kerana sebelum ini mungkin mereka sukar membayarnya sebab ia hanya boleh dibayar melalui kaunter JPJ yang kesemuanya terletak di tengah bandar selain saluran e-Khidmat," katanya kepada pemberita selepas menutup program Satu Komuniti Satu JPJ di Felda Lepar Utara di sini hari ini.

Sehubungan itu katanya JPJ telah mengadakan perbincangan dengan Pos Malaysia untuk merealisasikan langkah ketiga itu selepas cukai jalan dan lesen memandu diperbaharui di situ.
Dalam perkembangan berkaitan, Solah berkata orang ramai juga boleh membayar saman Polis Diraja Malaysia (PDRM) di semua kaunter JPJ di seluruh negara dan saman JPJ itu juga boleh dibayar di Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) atau Ibu Pejabat Polis Kontinjen (IPPK) menjelang akhir tahun ini.

"Jika sebelum ini saman polis hanya boleh dibayar di IPD atau IPPK manakala saman JPJ hanya boleh dibayar di kaunter JPJ tapi selepas ini kedua-dua saman itu boleh dibayar di mana-mana saja kaunter JPJ atau polis," katanya.

Katanya dengan pelaksanaan kedua-dua kaedah berkenaan, ia dilihat tidak lagi menyusahkan orang ramai malah ia lebih cekap. - BERNAMA

Jamaah Asal Medan Wafat Saat Salat

AMBIL NOMOR: Jamaah calon haji mengambil nomor manifes.



JEDDAH-Jemaah yang sedang salat di masjid terminal haji Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, dilanda kepanikan. Seorang calon haji asal Indonesia yang memimpin mereka salat, tiba-tiba jatuh terkulai dan pingsan.

Calon haji yang bertindak sebagai imam itu bernama, Suwandi Harun Nasution. Anggota kelompok terbang 16 dari Embarkasi Polonia, Medan, tersebut sedang memimpin salat jamak Magrib-Isyak, Jumat (29/10).

Jemaah salat spontan berseru panik. Rekan sesama calon haji dan petugas dari muasasah penanggung jawab perjalanan serta Tim Kesehatan dari Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) bergegas memberi pertolongan.

Sayang sekali, tidak lama kemudian Suwandi menghembuskan nafas terakhir. Pria yang bertugas sebagai Ketua Rombongan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Mahdi itu meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Terminal Haji Bandara.

Almarhum diduga wafat karena serangan jantung. Namun disebutkan di dalam buku kesehatannya, pria 59 tahun itu menderita hipertensi dan diabetes.

“Kajadian begitu cepat, ketika rakaat pertama belum selesai beliau langsung tersungkur jatuh dan kami langsung minta bantuan. Tapi dalam perjalanan tidak tertolong lagi,” kata Zainal, sepupu Suwandi.

Hingga kini jumlah jamaah calon haji asal Indonesia yang meninggal di tanah suci tercatat 24 orang.

Enggan Berpindah: Nenek Gigit Kopassus

Seorang personel Kopasus memanggil teman-temannya untuk membantunya mengevakuasi seorang nenek di Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta, yang menolak dievakuasi, Sabtu (30/10/2010).



YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Seorang nenek bernama Widi akhirnya dievakuasi secara paksa dari dusun Palem Sari oleh anggota Kopassus. Nenek Widi bersikukuh menolak dievakuasi lantaran ia ingin mempertahankan rumah dan hewan ternak miliknya. Karena itu, Nenek Widi menggigit lengan anggota Kopassus yang menggendongnya.

"Nenek itu enggak mau dievakuasi. Dia ngotot mempertahankan rumah dan hewan ternaknya. Tapi demi keselamatannya, dia saya gendong. Dia terus berusaha berontak. Malah menggigit lengan saya," kata Serda Grup 2 Kopassus Dwi Andi, Sabtu (30/10/2010) di Umbulharjo, Cangkringan.

Menurut Sersan Dwi, berdasarkan informasi warga, nenek Widi sejak letusan pertama pada Selasa lalu itu tetap berada di rumahnya. Dia menolak dievakuasi. Namun, kali ini letusannya jauh lebih besar dari sebelumnya. Mau tidak mau, nenek Widi harus dievakuasi.

"Saya sudah membujuknya, tapi dia tetap tidak mau. Akhirnya, saya gendong saja dia," terangnya, yang mengevakuasi Nenek Widi menggunakan sepeda motor. Mereka tiba di Balai Desa Umbulharjo sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian, langsung di rujuk ke RS Panti Nugroho.

Evakuasi warga yang masih berada di dusun berlangsung pukul 00.30 WIB. Namun, nenek Widi baru dievakuasi subuh. Pasalnya, jalan menuju Palem Sari tertutup oleh pohon-pohon yg tumbang. Sersan Dwi berada di ring satu, di dekat Dusun Palem Sari. Saat itu listrik di rumah warga mati total.

Sinyal handy talky yang digunakan untuk memperoleh laporan aktivitas Gunung Merapi mati total. Karena itu, untuk mengetahui aktivitas terakhir gunung tersebut, Dwi dan sejumlah anggota Kopassus lainnya melakukan pemantauan visual secara langsung.

"Letusannya sangat besar. Kami mendengar suara gedebam. Saat melihat ke arah gunung itu tampak api meleleh dari atas puncak. Jarak pandang sangat pendek. Sambil mengendarai motor, saya memperingatkan warga untuk segera turun dengan berteriak sekencang-kencangnya. Makanya suara saya serak," ujarnya.

Jarak pandang sangat dekat. Material gunung seperti pasir sudah meluncur dengan cepat dan terus membuntuti anggota Kopassus yang melakukan evakuasi tersebut. Warga yang masih berada di rumahnya itu langsung keluar dan mengindahkan peringatan.

Semua jemaah haji Malaysia dijangka tiba 9 Nov.



MEKAH 31 Okt. - Kesemua 26,000 jemaah haji Malaysia yang akan menunaikan fardhu haji musim 1431 Hijrah ini dijangka berada di tanah suci Mekah pada 9 November ini.

Menurut Timbalan Ketua Rombongan Haji, Datuk Syed Saleh Syed Abdul Rahman 73 peratus daripada mereka sudahpun berada di Mekah dan Madinah sehingga semalam.

"Penerbangan terakhir dijangka tiba di Jeddah pada 9 November ini dan mereka akan menaiki bas terus ke Kota Mekah kira-kira 70 kilometer,” katanya kepada pasukan media Tabung Haji (TH) yang membuat liputan musim haji ini.

Beliau berkata, penerbangan terakhir membawa jemaah haji yang akan tinggal di Madinah selama lapan hari sebelum memasuki Mekah, tiba di lapangan terbang di Madinah semalam, dan selepas ini semua penerbangan akan terus ke Jeddah. - Bernama

Sabtu, 30 Oktober 2010

GEMPAR: Kemunculan Babi - Anjing Hitam Jadian..

( Foto hiasan)



LANGKAT-Warga yang tinggal di kawasan Perdamaian, Desa Pelawi Selatan, Kecamatan Babalan, Langkat dihebohkan dengan kemunculan dua ekor babi bersama seekor anjing hitam di tengah malam. Kemunculan hewan diduga jadi-jadian (Pesugihan) ini, terjadi sejak seminggu terakhir, hingga membuat warga susah tidur malam.

Keterangan diperoleh wartawan dari sejumlah warga, Jum’at (29/10) menyebutkan, hewan misterius itu diyakini warga sebagai babi ngepet. Pasalnya, babi ngepet merupakan jelmaan manusia untuk mencari kekayaan dengan memasuki rumah-rumah warga mencari harta benda.

“Sudah tiga malam ini, setiap pukul 00.00 wib, terdengar dari luar rumah seperti suara babi yang mondar-madir di luar rumah. Bahkan babi tersebut, berusaha mendorong beberapa pintu rumah warga termasuk rumah saya sendiri, namun sampai sekarang belum ada warga yang kehilangan,”kata Salim (45) warga setempat.

“Tadinya saya fikir ada orang yang sedang berada di depan pintu ingin masuk. Tetapi, ditunggu-tunggu tidak masuk juga, malah muncul suara seperti babi mengelilingi rumah. Karena takut, saya pun masuk ke dalam kamar,”tambah Salim

Ditambahkan Salim, dirinya sempat melihat dua ekor babi yang mencoba membuka pintu tumahnya dari jendela. Namun, sewaktu dia melihat, babi tersebut kabur dan menghilang dalam kegelapan malam.

“Saya sempat lihat dua ekor babi itu dari jendela, dia mendorong-dorong pintu dengan kepalanya. Sewaktu saya lihat lebih dekat, dia kabur. entahlah, saya merinding menceritakannya,”ungkap ayah empat anak ini.

Kendati belum ada warga yang kehilangan barang atau uang, namun warga mulai resah. Pasalnya sudah beberapa hari terakhir ini, dua ekor babi bersama seekor anjing berwarna hitam setiap malam mondar-mandir di kawasan tempat tinggal warga.

Kades Pelawi Selatan, Adi Ariyono ketika ditanya soal keresahan warga tadi, membenarkan adanya laporan warga terkait kemunculan dua ekor babi ditemani seekor anjing hitam. “Memang ada warga yang mengadu dan melihat hewan tersebut, tapi sejauh ini kita hanya menyarankan warga untuk tetap waspada,”ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Pangkalan Berandan AKP M Kosim ketika dihubungi belum mendapat kabar dari perangkat desa setempat. “Saya belum dapat kabar, tidak ada Kades menghubungi saya soal itu, kalau memang ada, akan kita turunkan anggota untuk jaga malam,”tegas Kosim.

Banjir Pasang Kapuas Genangi Pontianak

( Foto hiasan)


PONTIANAK, KOMPAS.com - Banjir pasang Sungai Kapuas menggenangi sebagian wilayah Kota Pontianak Kalimantan Barat. Wilayah yang sebelumnya tidak terendam, pada banjir pasang Kapuas, Sabtu (30/10/2010) siang, turut pula terendam.

Pemantauan pada Sabtu siang ini menunjukkan, banjir merendam sepanjang Jalan Komodor Yos Sudarso ke arah Jeruju. Halaman Kompleks Pangkalan TNI AL juga terendam setinggi mata kaki.

Kompleks perumahan di sepanjang Jalan Komodor Yos Sudarso dan gang-gang ke dalam juga terendam banjir.

Di Perumahan Warga Sejahtera, ketinggian air setinggi pinggang. Banjir pasang belum menunjukkan tanda-tanda surut. Padahal, hujan deras justru mulai mengguyur Pontianak dan sekitarnya.

Ariel: Sudah di Sini, Ya Harus Siap



BANDUNG, KOMPAS.com -- Sudah hampir empat bulan vokalis Nazriel Irham alias Ariel "Peterpan" menghabiskan waktunya di balik jeruji besi. Awal November mendatang, tersangka kasus video seks itu akan segera disidang. Namun, hingga saat ini, Ariel mengaku belum mengetahui kapan sidang akan digelar.

"Saya belum tahu waktunya kapan," ujar Febby dari manajemen Peterpan mengutip ucapan Ariel di hadapan para penggemarnya yang menjenguknya di Rumah Tahanan (Rutan) Kebon Waru, Bandung, Sabtu (29/10/2010).

Mengenai rencana sidang yang akan dilangsungkan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung awal November nanti, Ariel mengaku siap. "Sudah di sini, ya harus siap," kata Ariel di depan para penggemarnya, menurut Febby.

Namun, Ariel menyesalkan reaksi yang berlebihan dari beberapa kalangan yang turut membesarkan masalahnya sehingga melebar ke mana-mana. Yang cukup membuat Ariel terganggu adalah tudingan yang menyebutnya sebagai perusak moral. "Saya enggak ngerti tuh, kenapa orang-orang yang menyebarkan video-video porn itu yang justru lebih berbahaya. Kalau memberangus pornografi, ya cabut dulu yang jadi akar masalahnya," tutur Ariel di hadapan para penggemarnya, seperti diceritakan oleh Febby.

Pelantun "Bintang di Surga" itu dijerat Pasal 29 UU 44 Tahun 2008 tentang pornografi jo Pasal 56 kedua KUHP dan atau Pasal 27 Ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 5 Ayat 11 UU sama jo Pasal 56 kedua KUHP. Dan atau Pasal 34 UU 44 Tahun 2008 Tentang pornografi Pasal 5 huruf B UU 51 darurat.

Ini Daftar 22 Gunung Api di Atas Normal



Liputan6.com, Bandung: Gunung Merapi sudah meletus. Hingga kini status awas masih disandang gunung tersebut. Namun, selain Merapi, ternyata masih ada 21 gunung api di Indonesia yang berstatus waspada. Hal ini dikatakan Kepala Badan Geologi R. Sukhyar ketika ditemui baru-baru ini di Bandung, Jawa Barat.

Menurut Sukhyar, penetapan status normal ke waspada menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas di gunung api tersebut. Namun, bukan berarti semua gunung tersebut akan meletus. Ini berbeda dengan anak Gunung Krakatau yang terus mengeluarkan letusan kecil, meski berstatus waspada. Hal ini terjadi karena karakteristik Krakatau memang begitu.

Khusus untuk Krakatau, kata Sukhyar, pihaknya sudah merekomendasikan agar gunung tersebut jangan dulu disinggahi. Bahkan para nelayan juga diimbau untuk tidak mendekat dalam radius satu kilometer dari pantai Gunung Krakatau.

Berikut data di Badan Geologi Kementerian ESDM terkait gunung api yang berstatus di atas normal:

1. Seulawah Agam (NAD) dengan status waspada
2. Sinabung (Sumatra Utara) dengan status waspada
3. Talang (Sumatra Barat) dengan status waspada
4. Kaba (Bengkulu) dengan status waspada
5. Kerinci (Jambi) dengan status waspada
6. Anak krakatau (Lampung) dengan status waspada
7. Papandayan (Jawa Barat) dengan status waspada
8. Slamet (Jawa Tengah) dengan status waspada
9. Bromo (Jawa Timur) dengan status waspada
10. Semeru (Jawa Timur) dengan status waspada
11. Batur (Bali) dengan status waspada
12. Rinjani (NTB) denmgan status waspada
13. Rokatenda (NTT) dengan status waspada
14. Sangeang Api (NTB) dengan status waspada
15. Egon (NTT) dengan status waspada
16. Soputan (Sulawesi Utara) dengan status waspada
17. Lokon (Sulawesi Utara) dengan status waspada
18. Gamalama (Maluku Utara) dengan status waspada
19. Dukono (Maluku Utara) dengan status waspada
20. Ibu (Maluku Utara) dengan status siaga
21. Karangetang (Sulawesi Utara) dengan status siaga
22. Merapi (DIY dan Jawa Tengah) dengan status awas.(ULF)

Inilah Daftar Korban Meninggal di Merapi

Warga berdoa di makam Juru Kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan di Dusun Srunen, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (28/10/2010). Mbah Marijan adalah satu di antara 32 korban meninggal akibat letusan Gunung Merapi. Letusan Gunung Merapi juga mengakibatkan ribuan warga mengungsi serta ratusan rumah hancur.


JAKARTA, KOMPAS.com- Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban letusan Gunung Merapi sampai, Sabtu (30/10/2010) malam ini menjadi 38 jiwa.

Dua orang yang meninggal hari ini. Salah satunya Ny Ratmi, warga Umbulharjo Cangkringan, yang meninggal di Rumah Sakit Sardjito. Korban sebelumnya sempat mengalami kritis akibat luka bakar yang dideritanya.

Berikut data nama korban meninggal berdasarkan data yang diperoleh dari

1. Tn. Sadjiman Warga Kepuharjo Umbulharjo Cangkringan

2. Ny. Puji Sarono Warga Pelemsari Umbulharjo Cangkringan

3. Tn. Sarno Utomo Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

4. Tn. Tarno Miarjo Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

5. Tn. Yanto Utomo Warga Pelemsari, Umbulharjo Cangkringan

6. Tn. Wahono Suketi Warga Pelemsari, Umbulharjo Cangkringan

7. Tn. Imam Nurkholis Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

8. Tn. Slamet Widodo

9. Tn. Yuniawan Wahyu Nugroho Kec. Ambarawa, Semarang

10. Tn. Tutur Priyanto Warga Tamantirto, Kasihan, Bantul

11. Tn. Suranto Warga Pelemsari, Umbulharjo Cangkringan

12. An. Nurul Wakijah Warga Pelemsari, Umbulharjo Cangkringan

13. Tn. Maridjan Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

14. Tn. Samidi Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

15. Tn. Narudi Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

16. Imam/Rahmat Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

17. Ny. Emi Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

18. Ny. Mufita Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

19. Tn. Andriyanto Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

20. Ny. Cipto Sumarjo Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

21. Tn. Cipto Sumarjo Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

22. Ny. Sunarti alias Yunarti Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

23. Ny. Sarworejo Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

24. Tn. Wiyono Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

25. Tn. Slamet Ngatiran alias Gomet Warga Pelemsari, Umbulharjo Cangkringan

26. Ny. Pujo Warga Umbulharjo Umbulharjo, Cangkringan

27. Ny. Mursiyam Warga Pelemsari, Umbulharjo Cangkringan

28. Tn. Tarno Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

29. Tn. Warjo Warga Pelemsari, Umbulharjo Cangkringan

30. Tn. Muji / Adi Wiyono

31. Tn. Harno Wiyono Warga Kinahrejo, Umbulharjo Cangkringan

32. Tn.Udi Warga Ngaglik Sleman

33. Tn. Sugiman Warga Ngrangkah Umbulharjo Cangkringan

34. Ny. Widiutomo alias Ngatinem Warga Ngrangkah Umbulharjo Cangkringan

35. Tn. Subagyo Warga Kaliurang Timur, Hargobinangun, Pakem

36. Ny. Ratmi Warga Kinahrejo/Pelemsari, Umbulharjo, Cangkringan

37. Ny. Sugiyem Warga Candibinangun, Pakem

38. Ilham Masaki ini merupakan warga Gedongan, Ngargosuko, Kecamatan Srumbung, Magelang (Bayi).

Yogyakarta dilanda hujan abu

ORANG ramai yang bermotosikal meredah hujan abu di Yogyakarta selepas Gunung Merapi meletup pada awal semalam.


HARGOBINANGUN, Yogyakarta - Orang ramai bertempiaran melarikan diri ke tempat lebih selamat apabila Gunung Merapi di Indonesia mengeluarkan letusan dahsyat awal semalam.

Gunung setinggi 2,968 meter itu yang terletak kira-kira 30 kilometer dari bandar raya Yogyakarta, Jawa Tengah, meletus selama 21 minit.

Abu dari gunung berkenaan melitupi kawasan lebih 10 kilometer di sekitarnya.

Anggota tentera dan polis yang berkawal di sekitar Merapi bergegas menyelamatkan diri bersama ratusan penduduk apabila mendengar bunyi gegak gempita sekitar pukul 1 pagi (waktu tempatan) semalam.

Tidak sampai beberapa minit, jalan-jalan di sekitar Merapi dipenuhi trak, kereta dan motosikal ketika orang ramai segera meninggalkan lokasi bencana.

Jurucakap Hospital Sardjito di Yogyakarta, Arif Novianto berkata, setakat ini, belum dapat dipastikan sama ada terdapat mangsa yang terbunuh dalam bencana semalam. Namun, dua orang maut semasa orang ramai berasak-asak melarikan diri.

"Dua lagi, seorang wanita dewasa dan seorang budak lelaki dua tahun, maut dalam kemalangan semasa bencana semalam," katanya.

Letusan semalam adalah yang kedua selepas Merapi meletus pada Isnin lalu yang meragut nyawa 36 orang.

Sebelum meletus, Merapi mengeluarkan asap dan memuntahkan lahar sejauh 3.5 kilometer ke bawah cerun pada pagi semalam.

Sementara itu, di zon tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pasukan petugas bantuan swasta bergelut dengan ombak besar dan hujan lebat untuk menghantar makanan dan bekalan lain kepada mangsa-mangsa tsunami.

Lokasi tersebut terjejas teruk akibat tsunami yang dicetuskan oleh satu gempa bumi kuat bermagnitud 7.7 pada skala Richter pada Isnin lalu.

Cuaca buruk di kepulauan Mentawai memaksa pihak tentera menggugurkan bekalan dari beberapa pesawat dan menghentikan penggunaan bot dan helikopter bagi penghantaran bantuan.

Setakat ini, lebih 413 orang terkorban manakala lebih 23,000 lagi hilang tempat tinggal dalam bencana tersebut.

Dalam perkembangan berkaitan, doktor-doktor di Hospital Sikakap, pulau Pagai Utara yang paling teruk terjejas akibat tsunami kecewa kerana tidak dapat membantu sekitar 150 mangsa yang cedera ekoran kekurangan bekalan ubat-ubatan.

"Kami amat memerlukan morfin," kata seorang sukarelawan, Dr. Alyssa Scurrah, dari Sydney, Australia.

Katanya, hospital berkenaan amat memerlukan sebuah generator dan ubat antibiotik dan lain-lain peralatan perubatan.

Rozita: Tak mahu terikat

Rozita tumpu perhatian kepada anak dan perniagaan.


KUALA LUMPUR: Aktres jelita, Rozita Che Wan mengakui tidak terdesak untuk berkahwin, sebaliknya selesa hidup bersendirian kerana lebih mudah membuat sebarang keputusan tanpa terikat kepada sesiapa.

Tanpa mengiyakan atau menidakkan, pelakon berkenaan enggan mengulas lanjut mengenai gosip hubungannya dengan seorang lelaki di Singapura yang dikenali hanya sebagai ‘Shah’ sudah berakhir.

“I prefer to be silent (saya rasa lebih baik berdiam diri) mengenai hal ini, biarlah apa orang nak cakap dan tanggapan terhadap saya.

“Yang saya boleh cakap, bukan semua orang boleh faham dengan kerja seperti saya ini sebagai orang seni,” katanya

Menurutnya, biar masa menentukan segala-galanya dan dia tidak mahu memikirkannya kerana ingin memberi tumpuan untuk menamatkan penggambaran sebelum meninggalkan bidang seni.

Katanya, pengalaman pernah bergelar isteri satu ketika dulu mungkin membuatkannya sedikit cerewet dalam memilih teman hidup selepas tujuh tahun bergelar ibu tunggal.

“Saya dengan dia (Shah) masih berkawan dan berhubungan tetapi saya kini sibuk dengan tugas, mengenai fasa seterusnya dalam hubungan kami ini saya tidak mahu komen apa-apa,” katanya.

Bagi Rozita, dia tidak mahu dalam sesuatu hubungan itu ada kongkongan dan sifat cemburu, jika tidak tentu hubungan itu tidak boleh berjaya.

Bercerita perkenalannya dengan Shah, ibu kepada Ammar Effendy, 14, dan Aniq Ezzra, 12, itu berkata, dia akrab dengan lelaki yang bekerja dalam bidang perbankan di Kota Singa itu kira-kira tujuh bulan lalu dan ia adalah cinta pertamanya selepas berpisah dengan suami.

Menurutnya, sebelum itu mereka pernah ‘berkawan’ selepas bergelar ibu tunggal tetapi hubungan terbabit tidak lama sebelum bertaut kembali pada tahun ini selepas bertemu semula tahun ini.

Mengenai laporan media dia tidak jadi kahwin pada 2011, kakak kepada seorang lagi pelakon dikenali ramai, Ayu Raudhah, itu berkata berita mengenai perkahwinannya hingga mengaitkan persaraannya daripada bidang seni kerana mahu menamatkan zaman jandanya adalah spekulasi orang.

Menurutnya, dia tidak pernah mencanang berkahwin, tetapi mungkin kerana ada menyatakan sedang mengenali seorang lelaki menyebabkan ada pihak sengaja membangkitkan isu kahwin itu.

Nabil tak jadi kahwin?



SUDAH terang lagi bersuluh, anak seni yang bakatnya dicungkil melalui program Raja Lawak terbitan Astro ini semakin menempa nama dalam industri hiburan tanah air.

Empunya diri Ahmad Nabil Ahmad atau mesra dengan panggilan Nabil mengakui hidupnya jauh lebih berbeza setelah bergelar anak seni.

Walaupun sibuk dengan jadual yang sentiasa padat, itu bukanlah satu tiket baginya untuk tidak mengintai peluang dan mencuri masa bagi memanjakan diri seperti individu lain.

Tatkala orang lain menjadikan memancing sebagai satu hobi, berbeza pula ceritanya dengan pelawak terkenal tanah air ini. Nabil boleh dikategorikan sebagai individu yang mempunyai hobi yang dilihat lain daripada yang lain.

Pengalaman bekerja di bengkel motosikal selain bergelar 'mat despatch' sebelum namanya mula mekar dalam industri hiburan tanah air, Nabil sememangnya sudah sebati dengan kenderaan beroda dua tersebut.

"Bila sudah terbiasa bekerja dengan motosikal, jadi bolehlah dikatakan menunggang motosikal sudah menjadi hobi saya.

"Walaupun sudah memiliki kereta, tapi kadangkala saya memilih untuk tunggang motosikal sebab lebih mudah," kata anak kelahiran Mambau, Negeri Sembilan ini.

Rahsia Kejelitaan : Amalan berpantang

Maizawati menunggu kelahiran anak ketujuh.


KUALA LUMPUR: Kegebuan dan kemampuannya memiliki ramai anak mungkin dicemburui wanita lain, tapi semua itu tidak datang bergolek.

Sebaliknya, Maizawati Zainal, 35, yang namanya tersohor dek kontroversi dengan bekas suaminya, Akhil Hayy, mengamalkan enam petua bagi melengkapkan impiannya menjadi wanita ‘sempurna’ di mata lelaki.

Menurut Maizawati atau lebih mesra disapa Maiza, petua utama adalah berpantang selepas melahirkan anak kerana percaya proses berkenaan dapat memulihkan tenaga dan memelihara kecantikan.

“Saya cuma mengamalkan berpantang. Saya yakin dengan kebaikan amalan tradisional itu selepas mendengarnya daripada ibu saudara. Proses berpantang membuang darah kotor dan wanita yang melahirkan anak beruntung kerana susah hendak diserang penyakit kronik.

“Ketika berpantang, saya memakan makanan yang boleh memanaskan badan dan makan jamu serbuk kerana percaya kesan pemulihan lepas bersalin lebih cepat. Sepanjang berpantang, saya banyakkan minum air akar kayu walaupun ia pahit. Saya berpantang selama setahun tidak minum ais dan minuman berkarbonat,” katanya.

Dia yang kini menjalankan perniagaan Madu Herba Maiza — produk kesihatan dengan campuran habbatussauda — turut memasukkan madu sebagai amalan pemakanan harian.

“Saya turut amalkan meminum madu setiap pagi dan malam bagi membantu meningkatkan antibodi tubuh dan awet muda,” katanya yang berminat menceburi bidang lakonan jika tiada aral.

Model sambilan itu memaklumkan, dia dinasihatkan doktor supaya banyak berehat dan mengurangkan aktiviti harian bagi menjaga kehamilan disebabkan terlalu aktif dan banyak berdiri.

“Selepas disahkan hamil dan berlaku pendarahan, saya perlu mengurangkan aktiviti harian dan banyak berehat seperti dinasihatkan doktor. Alhamdulillah saya tidak mabuk, cuma berlaku pendarahan kerana terlalu aktif. Selepas ujian imbasan dilakukan, bayi dalam rahim aktif,” katanya.

Ternyata Maiza yang kini meniti hari bahagia bersama suami baru, Mohd Yassin Ben @ Abd Rahim, 23, bertuah kerana tidak perlu menunggu lama selepas akad nikah, sebaliknya ‘bunting pelamin’ dan dijangka menyambut kelahiran anak terbaru, Mei depan.

‘Kesuburannya’ yang bakal menimang cahaya mata ketujuh pada usia 35 tahun — sesuatu yang jarang dialami wanita moden hari ini — turut membuatkan ramai wanita di luar sana mengagumi dan tertanya-tanya rahsia awet mudanya.

“Tiada rahsia besar memiliki ramai anak. Tambahan pula, keluarga ibu mempunyai ramai adik beradik. Saya bersyukur kerana disahkan hamil dan menganggapnya sebagai rezeki Allah. Tidak sangka hamil dalam waktu terdekat ini kerana kami tidak merancang apa-apa,” katanya.

Menurutnya, dia mengesyaki dirinya hamil apabila lewat datang bulan sebelum melakukan ujian kehamilan di rumah.

Selepas ujian itu menunjukkan tanda positif, Maiza mendapatkan pengesahan doktor dan disahkan hamil dua bulan.

“Sebenarnya kalau difikirkan, saya takut hendak mengandung. Proses mengandung dan melahirkan anak masih segar di ingatan. Suami gembira dengan berita itu dan meminta saya banyak berehat. Dia mengambil berat makan minum serta melarang saya melakukan kerja berat,” katanya.

Maiza mempunyai empat cahaya mata hasil perkahwinannya dengan Akhil Hayy iaitu Siti Nur Maisarah, 13; Mohd Syarif Idayatullah, 12; Mohd Syakir Idayatullah, 9, dan Mohd Syatiri Idayatullah, 3. Manakala dua lagi anak, Dania Sofea, 17, dan Danial Arif, 16, adalah hasil perkahwinan dengan bekas suami pertamanya.

Model sambilan itu sebelum ini dikenali berikutan kesnya ditinggalkan bekas suami, bercerai dan kemudian dicemuh kerana berpasangan dengan lelaki lebih muda 12 tahun daripadanya.

Biarpun perkahwinan barunya mengundang pelbagai persepsi, Maiza berkata, dia tidak bimbang perbezaan usia kerana yakin Mohd Yassin mampu menjadi suami dan ayah kepada anaknya serta menjadi pelindung keluarga.

>PETUA MAIZAWATI
1. Amalkan berpantang
2. Amalkan makan makanan panas
3. Makan jamu serbuk
4. Minum air akar kayu
5. Elakkan minum ais dan minuman berkarbonat selama setahun
6. Minum madu setiap pagi dan malam

Semangat pemain julang Red Warriors

PARA pemain Kelantan meraikan kejayaan menjulang trofi Piala Malaysia selepas menewaskan Negeri Sembilan 2-1 di Stadium Nasional Bukit Jalil malam tadi.


KESUNGGUHAN para pemain untuk muncul juara dianggap jurulatih Kelantan, B. Sathianathan sebagai kunci utama kejayaan skuad Red Warriors itu menundukkan Negeri Sembilan 2-1 malam tadi.

Kata-kata Sathianathan di bilik persalinan ketika waktu rehat separuh masa pertama nyata membuatkan para pemain tidak patah semangat biarpun mereka ketinggalan 0-1 menerusi sepakan penalti Shahurain Abu Samah pada minit ke-13.

“Saya bangga dengan pemain kerana nak menang buat kali pertama bukan sesuatu yang mudah. Tapi semua pemain mahukan kemenangan pada perlawanan ini.

“Memang kami ketinggalan 0-1 tetapi gol Negeri Sembilan itu diperoleh terlalu awal dan masih ada masa untuk kami cari gol. Itu sebab kami tak berasa risau,” kata Sathianathan pada sidang media selepas perlawanan.

Biarpun berjaya membawa Kelantan muncul juara Piala Malaysia dan naib juara Liga Super musim ini, Sathianathan menyerahkan kepada pengurusan Persatuan Bola Sepak Kelantan (Kafa) sama ada mahu terus menggunakan khidmatnya bagi musim depan atau tidak.

Ini memandangkan dia masih berisiko untuk digantung enam bulan oleh Persatuan Bola Sepak Malaysia (FAM) andai rayuannya ditolak.

“Saya akan rehat dahulu dan bercuti. Terpulang kepada Tan Sri Annuar Musa (Presiden Kafa) untuk buat keputusan. Apa pun boleh jadi. Saya tak pasti lagi. Kena tunggulah dahulu keputusan FAM,” jelas Sathianathan.

Pada perlawanan akhir edisi ke-84 malam tadi, Kelantan bangkit dengan menghasilkan dua gol pada babak kedua menerusi tandukan Hairuddin Omar pada minit ke-56 dan rembatan Badhri Radzi pada minit ke-64 untuk memastikan kemenangan mutlak 2-1.

Sementara itu, jurulatih Negeri Sembilan, Wan Jamak Hassan pula menyifatkan ketiadaan kapten, Aidil Zafuan Radzak yang mengalami kecederaan pada awal babak kedua sebagai punca pertahanan mereka tiba-tiba rapuh.

Dua beradik melecur diseterika

Muhammad Al- Hakim (kanan) menunjukkan kesan parut pada lengan kiri adiknya Muhammad Fairuz yang diseterika oleh warden asrama di sebuah sekolah di Pasir Mas.



PASIR MAS: Dua beradik melecur pada anggota badan mereka selepas dipercayai ditekap menggunakan seterika oleh seorang warden asrama di sebuah sekolah, di sini, pada 12 Oktober lalu.

Dalam kejadian kira-kira jam 6.15 pagi, mangsa terbabit, Muhammad Al Hakim, 16, dan Muhammmad Fairuz Mat Nawi, 14, melecur teruk pada tapak kaki dan lengan kiri sebelum dirujuk ke Hospital Lati, di sini, untuk rawatan.

Kejadian itu dikatakan berlaku apabila warden berkenaan ke asrama menempatkan mangsa bersama pelajar lain untuk mengejutkan mereka bangun daripada tidur.

Sebaik tiba di asrama itu, warden terbabit didakwa berada di sebelah katil mangsa sambil memegang seterika sebelum menekap pada anggota badan mereka.

Menurut ibu mangsa, Siti Fatimah Mat Yusof, 52, dia dikejutkan dengan kejadian itu kira-kira jam 7 malam apabila rakan anaknya membawa pulang Muhammad Fairuz ke rumah mereka di Kampung Anak Keranji, di sini.

Katanya, walaupun sebelum itu Muhammad Al Hakim pulang ke rumah terlebih dulu, dia tidak dimaklumkan mengenai kejadian berkenaan.

“Saya terkejut mendapati keadaan anak saya yang melecur. Muhammad Fairuz melecur teruk pada lengan kiri manakala abangnya di tapak kaki.

“Saya tidak faham mengapa warden terbabit perlu berbuat demikian. Setahu saya seramai 11 pelajar, termasuk anak saya di asrama berkenaan turut ditekap dengan seterika,” katanya ketika ditemui di rumahnya, semalam.

Siti Fatimah berkata, berdasarkan apa diceritakan anaknya, warden terbabit tidak mengejutkan pelajar dengan cara sepatutnya, sebaliknya terus menekap seterika pada anggota badan mereka.

Katanya, sebelum ini juga dia mendapat tahu mengenai sikap buruk warden berkenaan yang turut menggunakan alatan lain seperti penyapu dan air sabun untuk mengejutkan pelajar daripada tidur.

“Sebelum ini memang saya tahu ada berlaku tetapi tiada laporan dibuat. Kali ini dianggap melampau kerana sanggup menyebabkan cedera parah kepada pelajar.

“Saya turut mempersoalkan mengapa pihak sekolah berdiam diri dan tidak memaklumkan kejadian ini,” katanya.

Berikutan kejadian itu, kedua-dua mangsa membuat laporan di Balai Polis Pasir Mas untuk tindakan lanjut.

Sementara itu, Siti Fatimah berkata, dia pernah berbincang dengan pihak sekolah tetapi diarah menarik balik laporan yang dibuat mengenai kes berkenaan.

Katanya, dia kini bercadang mengambil tindakan undang-undang bagi pihak anaknya yang kini mengalami trauma.

“Anak saya tidak mahu bercakap kerana trauma. Saya tidak puas hati dengan perkara ini dan bercadang mengambil tindakan undang-undang,” katanya.

Kelantan muncul juara Piala Malaysia

PEMAIN Kelantan, Hairuddin Omar berjaya melepasi kawalan pemain Negeri Sembilan, Tengku Qayyum Ubaidillah (kanan) pada aksi perlawanan final Piala Malaysia di Stadium Nasional Bukit Jalil, sebentar tadi.


KUALA LUMPUR: Kelantan muncul juara Piala Malaysia 2010 apabila tewaskan juara bertahan, Negeri Sembilan 2-1 pada perlawanan akhir di Stadium Nasional.
Bukit Jalil, sebentar tadi.

GEMPAR: Tuyul Ditangkap Warga Grogol Utara

Tuyul Gegerkan warga Grogol Utara.


JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Jalan Pulo Mawar RT 04 RW 04, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, digegerkan dengan penemuan makhluk berbadan kecil dan berkepala botak, yang dipercayai sebagai tuyul. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, empat makhluk aneh itu ditangkap warga dalam waktu hampir bersamaan.

Penangkapan tuyul bermula ketika sejumlah warga sering kehilangan uang. Warga curiga dengan keberadaan tuyul yang dipelihara oleh seseorang. "Seminggu yang lalu saya tangkap tuyul-tuyul itu," kata Toto (36), salah seorang warga, Jumat (29/10/2010).

Toto mengaku keluarganya pun sering kehilangan uang. Sekitar seminggu lalu secara tidak sengaja ia melihat tuyul-tuyul itu lewat di depan rumahnya. Kemudian tanpa pikir panjang dirinya langsung menangkap keempatnya. "Langsung saya tangkap dan masukkan ke dalam botol semuanya," ujarnya.

Kemudian oleh Toto keempat tuyul yang tidak dapat dilihat secara jelas itu dimasukkan ke botol air mineral ukuran tanggung dengan dicampur garam. Informasi penangkapan tuyul itu menyebar dengan cepat dan mengundang perhatian warga sehingga banyak warga berdatangan ke rumah Toto untuk sekadar mengabadikannya.

Hingga siang ini, warga terus berdatangan ke rumah Toto. Walaupun lokasi rumah berada di gang kecil, dan warga harus mengantre, tetapi tidak mengurangi niat warga untuk melihat makhluk halus tersebut.

Mereka hendak mengabadikan tuyul yang ada di dalam botol dengan memotretnya. "Saya penasaran ingin melihat tuyul yang sering ambil duit warga. Jadinya geregetan," ujar Ika (30), salah seorang warga.

Camat Kebayoran Lama, Budi Wibowo, mengaku belum mengetahui tentang penangkapan tuyul tersebut. Namun, ia berharap warga tidak mudah percaya hal-hal seperti itu. "Saya belum tahu, tapi akan saya cek kebenaran berita itu," katanya.

Tarikh lihat anak bulan aidiladha petang 6 November



KUALA LUMPUR: Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja Malaysia menetapkan tarikh melihat anak bulan Zulhijjah pada 6 November ini, bersamaan 29 Zulkaedah.

Perkara itu telah dititahkan oleh Yang di-Pertuan Agong, Tuanku Mizan Zainal Abidin, setelah diperkenankan oleh Majlis Raja-Raja.

Majlis Raja-Raja juga turut mempersetujui cara menetapkan tarikh Hari Raya Korban adalah berdasarkan rukyah dan hisab.
Sementara itu, 30 lokasi di seluruh negara ditetapkan untuk melihat anak bulan Zulhijjah, ialah:
1. Pontian Kecil, Johor.
2. Kompleks Falak Al-Khawarizmi, Kampung Balik Batu, Tanjung Bidara, Melaka.
3. Telok Kemang, Port Dickson, Negeri Sembilan.
4. Bukit Melawati, Kuala Selangor, Selangor.
5. Pulau Angsa, daerah Kuala Selangor, Selangor.
6. Bukit Jugra, Banting, Kuala Langat, Selangor. 7. Balai Cerap Selangor, Sabak Bernam, selangor Darul Ehsan
8. Pantai Pasir Panjang, Mukim Pengkalan Baru, daerah Manjong, Perak.
9. Pusat Falak Sheikh Tahir, Pantai Aceh, Pulau Pinang.
10. Kampung Pulau Sayak, Kuala Muda, Kedah.
11. Pemandangan Indah, Pulau Langkawi, Kedah.
12. Menara Alor Setar, Alor Setar, Kedah.
13. Bukit Besar, Kuala Terengganu, Terengganu.
14. Bukit Kemuning, Kemaman, Terengganu.
15. Pulau Perhentian, Besut, Terengganu.
16. Balai Cerap KUSZA, Mukim Merang, Setiu, Terengganu.
17. Bukit Peraksi, Pasir Puteh, Kelantan.
18. Bukit Kampung Tembeling, Mukim Manjur, daerah Olak Jeram, Kuala Krai, Kelantan.
19. Menara Bangunan SEDC, Jalan Tengku Putra Semerak, Kota Baharu, Kelantan.
20. Tanjong Lubang, Miri, Sarawak.
21. Teluk Bandung, Kuching, Sarawak.
22. Tanjung Batu, Bintulu, Sarawak.
23. Balai Cerap Al-Biruni, Tanjung Dumpil, Putatan, Sabah.
24. Bukit Tanjong Batu, Nenasi, Pahang.
25. Gunung Berincang, Cameron Highlands, Pahang.
26. Bukit Pelindong, Kuantan, Pahang.
27. Menara Universiti Malaysia Sabah, Kampus Antarabangsa Labuan.
28. Menara Kuala Lumpur, Kuala Lumpur.
29. Pusat Konvensyen Antarabangsa Putrajaya, Putrajaya.
30. Kuala Sungai Baru, Simpang Empat, Perlis.

Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja, Engku Tan Sri Ibrahim Engku Ngah, akan membuat perisytiharan mengenai tarikh Hari Raya Qurban, menerusi radio dan televisyen pada malam itu juga. - BERNAMA

Korban Tewas Mentawai Sudah 413 Jiwa

Warga Sikakap bersama tim SAR, Jumat (29/10/2010), mencari jenazah warga yang tertimbun puing bangunan dan pohon akibat tersapu gelombang tsunami. Lebih dari sekitar 100 warga dilaporkan hilang. Jenazah yang berhasil ditemukan dikuburkan secara massal di lokasi tersebut.



JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah korban meninggal akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Kepulauan Mentawai hingga hari ini Sabtu (30/10/2010) sudah mencapai 413 jiwa.

Data resmi yang dirilis situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 10.00 WIB, jumlah total korban tersebut berasal dari 7 desa di 4 kecamatan dengan rincian 41 orang di Kecamatan Sipora Selatan, 154 orang di Kecamatan Pagai Selatan, 209 di Kecamatan Pagai Utara dan 9 orang di Kecamatan Sikakap.

Korban meninggal yang paling banyak berada di Dusun Sabeugunggung dan Munte, Desa Belumonga, Kecamatan Pagai Utara, masing-masing sebanyak 98 orang.

Sementara itu korban hilang dilaporkan sebanyak 303, dengan korban terbanyak berada di Dusun Sabeugunggung 160 orang. Korban luka berat sama dengan data sebelumnya yaitu 270 orang dan luka ringan bertambah 20 orang menjadi 162 orang.

Berdasarkan laporan BPBD Sumatera Barat, pengungsi yang sudah terdata bertambah menjadi 12.935 jiwa, dengan sebaran 7.784 jiwa di Kec. Pagai Selatan, 3.656 jiwa di Kec. Pagai Utara dan 1.495 jiwa di Kec. Sikakap.

Dua dusun yang paling parah mengalami bencana adalah dusun Munte dan dusun Sabeugunggung, yang terletak di Desa Batumonga, Kecamatan Pagai Utara, dengan jumlah rumah rusak berat masing-masing sebanyak 74 dan 64 unit. Total rumah rusak berat di 4 kecamatan adalah 497 unit, sedangkan rumah rusak ringan sebanyak 204 unit.

14,000 tiket final Piala Malaysia habis dijual dalam 2 jam

Pasukan bola sepak Kelantan sedang membuat latihan akhir



KUALA LUMPUR: Sebanyak 14,000 tiket perlawanan akhir bola sepak Piala Malaysia antara Negeri Sembilan dan Kelantan malam ini bagi peminat di Lembah Klang, habis dijual dalam tempoh dua jam setelah kaunter dibuka pada 9 pagi di Stadium Nasional Bukit Jalil.

Keadaan cuaca yang tidak menentu pada sebelah pagi dengan hujan renyai, nyata tidak menggusarkan ribuan penyokong yang membanjiri perkarangan luar stadium itu untuk mendapatkan tiket, walaupun terpaksa berpayung dan berbasahan.

Setelah hujan reda pada 9.30 pagi, ribuan penyokong terus menyerbu kaunter tiket sehingga menyebabkan anggota pasukan polis dan Unit Simpanan Persekutuan (FRU) terpaksa mengawal keadaan.
Naib Presiden Persatuan Bola Sepak Malaysia (FAM), Datuk Hamidin Mohd Amin, berkata beliau berpuas hati dengan kelancaran penjualan tiket pagi ini.

"Keadaan semuanya terkawal kerana para penyokong memberi kerjasama," katanya ketika ditemui di luar stadium berkenaan pagi tadi.

Hamidin berkata, keseluruhan 85,000 tiket habis dijual termasuk di Stadium Paroi, Negeri Sembilan dan Stadium Sultan Muhammad ke-IV, Kelantan.

"Saya difahamkan ada di antara penyokong-penyokong ini yang hadir seawal enam pagi semata-mata ingin beratur awal membeli tiket," katanya.
Beliau berkata, pihaknya juga berjaya menangkap dua penjual tiket palsu di Kota Bharu dan merampas lebih 300 tiket berkenaan.

Sementara itu, seorang pegawai kerajaan dari Putrajaya, Zaidi Hassan, 26, berkata beliau tiba awal di perkarangan Stadium Nasional untuk beratur membeli tiket, namun hanya berjaya mendapatkannya dua jam kemudian.

"Saya tiba kira-kira jam 7 pagi, namun saya terkejut melihat ramai orang telah terlebih dahulu beratur, walaupun pada ketika itu hujan.

"Saya sangat berpuas hati kerana berjaya memperoleh empat tiket, walaupun terpaksa beratur panjang semata-mata tidak mahu melepaskan peluang menyaksikan perlawanan ini," katanya.

Seorang pegawai penguatkuasa Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (DBKL) Risal Mohd Isa, 28, pula berkata beliau bersyukur kerana berjaya mendapatkan tiket meskipun menjadi pembeli akhir.

"Saya menjadi risau dan hampir berputus asa apabila tiket di kaunter sebelah telah habis dijual.

"Bagaimanapun, nasib menyebelahi saya apabila berjaya mendapat tiga tiket yang masih ada pada masa itu," katanya.

Sementara itu, seorang pelajar intitusi pengajian tinggi swasta, Ahmad Aidil Syukri Hamzah, 23, yang tidak berjaya mendapatkan tiket berasa hampa kerana terpaksa pulang dengan tangan kosong.

"Saya telah beratur seawal 9 pagi, tetapi tidak berpeluang menyaksikan pertandingan itu di stadium. Nampaknya saya terpaksalah menonton di televisyen malam ini," katanya. - BERNAMA

Jumaat, 29 Oktober 2010

Kaki Kakek Keluarkan Air Setengah Timba

Sukastri saat menunggui suaminya, Mbah Senan, di RSUD Gambiran, Kota Kediri, Jawa Timur.



KEDIRI, KOMPAS.com — Sudah hampir tiga bulan ini Mbah Senan (76) menderita penyakit langka. Jika penyakitnya kambuh, dari pori-pori kulit kedua kakinya mengucurkan cairan bening sampai setengah ember ukuran 10 liter.

“Cairannya bening seperti air serta tidak berbau. Kami pernah menampung tetesan cairan dari kedua kakinya sampai setengah ember,” ungkap Sulastri (60), istrinya, di RSUD Gambiran, Kota Kediri, Jumat (29/10/2010).

Menurut Sulastri, suaminya mulai mengeluhkan sakit sejak pertengahan Maret lalu. Awalnya, badannya hanya terasa meriang dan seluruh persendiannya terasa ngilu disertai pusing layaknya sakit kepala.

Namun belakangan, kedua kaki suaminya itu juga terus membengkak sampai paha seperti penderita kaki gajah. Hanya, pembengkakan di kedua kaki itu jika dipijat terasa ginjur-ginjur, empuk.

Jika sudah merasa kesakitan dari pori-pori kakinya meneteskan cairan bening. “Menjelang Lebaran dulu sakitnya paling parah, setiap hari cairan yang keluar sampai setengah ember. Sekarang kadang-kadang masih keluar, tapi sudah berkurang,” jelasnya.

Sulastri mengaku sudah memeriksakan sakit yang diderita suaminya ke Puskesmas Kras. Hanya, petugas puskesmas menyatakan angkat tangan sekaligus merujuk penderita ke RSUD Gambiran. “Sakitnya apa saya belum diberitahu,” tambahnya.

Sementara Senan mengaku sekujur tubuhnya sampai sekarang masih terasa sakit dan ngilu. Sehingga sejak tiga bulan lalu dia hanya tiduran di ranjang rumahnya. "Kulit sekujur tubuh saya terasa panas,” paparnya.

Adapun cairan bening yang keluar dari pori-pori kedua kakinya kadang-kadang juga masih keluar, tetapi tidak sebanyak dahulu. “Kadang-kadang cairannya masih keluar, tapi sekarang hanya sedikit,” tuturnya.

Pantauan Surya, kedua kaki pasien kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat itu memang sudah tampak mengempis. Namun, masih terlihat kerutan bentol-bentol dari tumit sampai paha yang mulai menghitam.

Dari hasil diagnosis sementara dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Gambiran, diduga kakek Senan menderita edema atau pembengkakan di kedua kakinya. Penyakit itu tergolong langka terkait gangguan di bagian organ liver dan ginjal yang diduga mengalami masalah.

Anak-anak Korban Tsunami Ini Histeris

Kakak-beradik, Lisa (kanan) dan Markus, menangis pilu usai menemukan jenazah ibu mereka, Aminar (40), yang tersapu gelombang tsunami di Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (29/10/2010). Lebih dari sekitar 100 warga dilaporkan hilang. Jenazah yang berhasil ditemukan dikuburkan secara massal di lokasi tersebut.


PADANG, KOMPAS.com - Anak-anak pengungsi korban bencana gempa 7,2 SR dan gelombang tsunami memasuki hari ke empat makin terlihat trauma dialami.

"Anak-anak kami sangat trauma dan takut sekali untuk melihat ke laut, karena mengingat peristiwa yang terjadi pada Senin (25/10) malam," kata petugas Posko Tanggap Darurat di Kecamatan Sikakap, Mentawai, Arnalia, Jumat (29/10/2010) malam.

Gempa 7,2 SR diikuti tsunami melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai dan sejumlah wilayah lainnya di Sumbar pada Senin malam, telah menimbulkan korban meninggal ditemukan 408 orang.

Selain itu, yang hingga Jumat malam masih dinyatakan hilang tercatat 303 orang, luka berat sebanyak 270 orang dan luka ringan 142 orang.

"Anak-anak di pengungsian terlihat trauma berat, bahkan ada yang sewaktu-waktu menjerik-jerit tanpa ada penyebabnya," katanya.

Kondisi itu, terjadi bukan saja bagi anak-anak yang masih berada di pengungsian dekat perkampungannya, tetapi juga dialami korban gempa dan tsunami yang sudah dievakuasi ke posko kesehatan di Sikakap.

Kini korban yang mengalami luka-luka sudah dievakuasi di Puskesmas dan Gereja yang ada di Sikakap - posko utama tanggap darurat - bencana gempa dan tsunami Mentawai.

Traumatik, kata perempuan tiga anak itu, tak hanya dialami bagi anak-anak, tetapi ada korban dewasa dan kaum ibu-ibu yang sempat pingsan.

Ibu-ibu ini histeris dan pingsan sampai hari keempat pasca gempa dan tsunami itu, karena tak kuasa ditinggal anak dan suaminya yang meninggal akibat gelombang tsunami tersebut.

Bukan saja anak-anak yang mengalami langsung kejadian itu, tetapi ikut dialami anak-anak yang hanya merasakan guncangan gempa saja.

Arnelia menuturkan, dirinya ketika gempa pertama terjadi tak menyadari hal tersebut.

"Setelah tahu ada gempa, hanya berselang beberapa menit kami langsung melarikan diri ke perbukitan bersama anggota keluarga. Kebetulan tempat latihan tak jauh dari rumah," tuturnya.

Korban bencana yang sudah dievakuasi ke rumah sakit dan geraja itu, banyak mengalami patah kaki, tangan dan terkena material kayu-kayu saat bencana terjadi.

Kebutuhan yang mendesak bagi korban gempa di pengungsian, katanya, tenda, obat-obatan, selimut dan pakaian belita, pakaian dalam wanita serta makanan bayi.

"Bantuan logistik memang sudah ada yang masuk, tetapi masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan para pengungsi dan korban bencana tsunami," katanya.

Pengungsi Mentawai Kehabisan Makanan



Liputan6.com, Mentawai: Korban gempat dan tsunami yang tinggal di lokasi pengungsian di Sikakap, Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, kekurangan bahan makanan. Sebab, sekarang ini yang ada hanya nasi dan sayur. Sedangkan lauk pauk sudah habis sama sekali. Demikian laporan reporter SCTV Arset Kusnadi, Sabtu (30/10), dari lokasi pengungsian.

Saat ini para pengungsi di Sikakap dirawat di dua lokasi, yakni puskesmas dan gereja. Di gereja, setidaknya ada 100 pengungsi. Kondisinya memang membaik, namun pengungsi tak lagi memiliki makanan.

Bantuan untuk para pengungsi sebenarnya banyak. Namun, tertahan di pelabuhan karena tak bisa distribusikan, mengingat cuaca yang buruk belakangan ini. Apalagi badai masih sering terjadi, hujan lebat juga kerap turun, dan cuaca sering berkabut. Kondisi ini membuat jalur transportasi laut sulit dilalui.

Sempat ada sejumlah kapal pengantar bantuan menembus cuaca buruk. Namun, mereka terhadang ombak setinggi enam meter sehingga terpaksa kembali ke pelabuhan. Pengungsi sangat berharap bantuan segera datang sebab mereka terancam kelaparan

Bantuan Minim Warga Makan Ubi dan Pisang

Artina (57), membawa ibunya, Kristina (90), berobat menuju puskesmas Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, menggunakan gerobak, Jumat (29/10/2010). Ia terpaksa berobat ke Sikakap karena tenaga medis dan obat-obatan di tempatnya tinggal di Kecamatan Malakopak, Pagai Selatan, tidak memadai


MENTAWAI, KOMPAS.com - Terkendalanya pendistribusian bantuan bahan makanan terutama ke dusun-dusun terpencil di Kepulauan Mentawai, Sumbar, yang dilanda tsunami, Senin membuat sejumlah warga yang mengungsi makan umbi keladi.

"Bantuan sangat minim, jika ada yang datang juga tidak merata. Untuk bertahan warga yang mengungsi makan apa adanya termasuk makan keladi dan pisang," kata warga setempat, Eri Saugot, di Sikakap, Jumat (29/10/2010) malam.

Menurut dia, keladi dan pisang diambil dari kebun kawasan perbukitan, sedangkan kebun di pesisir pantai ikut tersapu tsunami.

"Tidak ada yang tersisa di pesisir pantai termasuk hasil kebun ikut disapu," tambahnya.

Ia menyebutkan, dusun-dusun yang masih minim bantuan itu seperti, Pasarpuat, Surataban, Basua, Mosokut, Brulou dan Saparabuat yang berada di Kecamatan Pagai Selatan, Sipora Selatan.

Dusun-dusun itu berada di pesisir pantai Barat Kepulauan Mentawai yang menghadap ke Samudra Hindia dan jauh dari pusat pemerintah Kecamatan Pagai Selatan yang menjadi posko bantuan.

Kalaupun datang bantuan makanan, jumlahnya sangat minim dan dibawa dengan perahu motor. Kadang bantuan hanya lima bungkus mie instan dan dibagi untuk 100 orang.

Ia mengharapkan, posko bantuan secepatnya menyalurkan bantuan ke dusun-dusun terpencil itu dari pada menumpuk di pusat kecamatan.

Menurut dia, pendistribusian bantuan belum merata dan masih terfokus di desa-desa yang dekat dengan pusat kecamatan, seperti di sekitar Sikakap Selatan.

Ia menyadari, karena berbagai keterbatasan alat angkut membuat pendistribusian bantuan belum merata sehingga bahan makanan dan logistik lainnya menumpuk di pusat kecamatan.

7 Maut Dalam Kemalangan Di Genting Highlands Dibawa Balik Ke Kedah

SEBUAH bas pelancongan yang membawa rombongan belia rosak teruk selepas terbabas lalu terbalik di KM38 Genting Sempah dekat Kuala Lumpur kira-kira 7.50 malam tadi yang mengakibatkan enam maut manakala 21 lagi dilaporkan cedera.


KUALA LUMPUR: ---(Bernama) -- Kesemua tujuh yang maut dalam kemalangan bas pelancongan di KM38 Genting Sempah dekat sini malam tadi telah dibawa pulang ke kampung masing-masing di Baling, Kedah pagi Sabtu.

Mereka terdiri daripada ketua rombongan Mohd Zaidi Mohd Sufian, 28, yang merupakan seorang guru agama, yang meninggal dunia dalam perjalanan ke Hospital Selayang semalam.

Sementara enam lagi terdiri daripada Mohammad Amirul Mohamat Isa, 13, Mohamad Khairy Mohamad Marzali, 14, Mohamad Yussof Akhil, 16, Mohamed Firdaus Rosedi, 16, Mohd Fahmi Abdul Mustaffa, 17 dan Mohd Ridzuan Husin, 17 yang meninggal dunia di tempat kejadian.

Menurut jurucakap Hospital Sungai Buloh jenazah kesemua mereka telah dituntut oleh keluarga masing-masing pada pukul 7.45 pagi tadi untuk dibawa pulang ke Baling dengan tujuh kereta jenazah.

Kesemua mereka terdiri daripada 44 anggota rombongan belia Kampung Baru Siong, Baling, Kedah yang dalam acara lawatan ke Genting Highlands sejak Khamis lepas.

Sementara itu, Setiausaha Umno Bahagian Baling Muhammad Sani Mahmud yang dihubungi Bernama berkata kesemua ketujuh-tujuh jenazah itu akan dikebumikan dalam satu liang lahat di Tanah Perkuburan Kampung Baru Siong.

Dalam kemalangan malam tadi, bas yang mereka naiki dilaporkan hilang kawalan dipercayai berpunca daripada masalah brek, semasa menuruni Genting Highlands di KM38, Genting Sempah dekat sini pada pukul 7.50 malam.

Bas tersebut telah terbabas dan terbalik di laluan bertentangan yang menyebabkan tujuh maut, 17 cedera parah dan 22 lagi cedera ringan, termasuk dua pemandu bas tersebut.

Rombongan itu yang dalam lawatan ke Genting Highlands telah bertolak dari Kedah pada pukul 11 malam Khamis dan tiba di Genting Highlands pada pukul 8 pagi semalam.

Pada pukul 7 malam Jumaat mereka telah bertolak ke Kuala Lumpur untuk ke Kampung Melayu Subang bagi menyertai program homestay, dan dijangka pulang ke Baling petang ini.

Bersesak tinggal dalam kandang lembu

Salma bersama empat daripada lapan anaknya.


BACHOK: Akibat kesempitan hidup, 12 beranak terpaksa bersesak dalam kandang lembu diubah suai menjadi bangsal mereka di Kampung Pak Mali, Bakong dekat sini, sejak setahun lalu.

Walaupun hidup dalam keadaan sukar dan serba kekurangan, itu hakikat terpaksa dilalui keluarga Salma Mamat, 36, dan Zakaria Abdullah, 42, selepas dihalau pemilik rumah sewa mereka di Pekan Gunong sebelum ini kerana tidak mampu membayar sewa.

Salma berkata, suaminya yang bekerja sebagai buruh hanya mampu menyediakan makan minum ala kadar untuk keluarga.

“Kami tiada pilihan selain tinggal di dalam bekas kandang lembu ini sebagai tempat berteduh dari hujan dan panas. Jika hujan lebat, tanah yang menjadi lantai rumah kami akan becak menyebabkan kami bertambah tidak selesa,” katanya sayu

Dalam menjalani kehidupan seharian, pasangan itu terpaksa bersesak-sesak dengan lapan anak berusia antara setahun setengah hingga 22 tahun selain dua menantu iaitu isteri kepada anak sulung dan kedua mereka.

Biarpun sejumlah 12 orang tinggal di dalam bangsal yang serba daif itu, keluarga Salma hanya mempunyai satu katil buruk sebagai tempat tidur paling selesa.

Lapan anak Salma dan Zakaria ialah Mohd Badrul Hisham, 22; Mohd Badrul Azizi, 21; Sri Dalila, 18; Mohd Badrul Fauzi, 16; Mohd Badrul Hakimi, 15; Mohd Badrul Aminuddin, 13; Sri Mas Ayu, 6, dan Sri Dahlia Natasya, setahun setengah.

Menurut Salma, hanya dua daripada anaknya iaitu Mohd Badrul Fauzi dan Sri Mas Ayu bersekolah kerana mereka tidak mampu menanggung persekolahan anak yang lain.

Katanya, biarpun anak sulung dan keduanya sudah berkahwin serta bekerja, namun mereka terlalu miskin untuk membantu keluarga.

“Malah, isteri mereka turut tinggal bersama kami, menjadikan keadaan bangsal kami bertambah sesak. Dua anak lelaki saya hanya bekerja sebagai buruh dan mereka juga tidak mampu memiliki rumah sendiri.

“Memang sukar bagi kami meneruskan kehidupan setiap hari dan hanya mampu menikmati nasi berlauk kangkung dan budu. Jika teringin sangat makan lauk ikan, anak saya akan mencarinya di sekitar bendang dan sungai berdekatan,” katanya.

Salma berkata, dia sekeluarga amat mengimpikan sebuah rumah yang lebih sempurna bagi membesarkan anak.

“Rumah adalah keutamaan saya ketika ini, tambahan pula musim tengkujuh akan tiba tidak lama lagi.

“Jika kami masih tinggal di bangsal ini bermakna sepanjang malam kami akan tidur beralaskan tanah yang basah selain menghadapi masalah bumbung bocor,” katanya.

Kes Sosilawati: 'Kami bukan tamakkan duit'



KUALA LUMPUR: “Kami memfailkan saman bukan kerana tamakkan duit tapi bagi menuntut keadilan,” kata Erni Dekritawati Yuliana Buhari, anak sulung Datuk Sosilawati Lawiya mengenai tuntutan ganti rugi RM40 juta yang akan difailkan peguamnya terhadap tertuduh kes pembunuhan ibunya.

Dia yang lebih mesra dengan panggilan Rita berkata, saman berkenaan difailkan peguamnya, Selasa depan dan keputusan itu bukan dibuatnya bersendirian, sebaliknya dipersetujui sebulat suara oleh adik-beradik serta ahli keluarga lain selepas menerima nasihat daripada peguam.

“Soal tamak wang tidak timbul berbanding kekejaman mereka terhadap ibu. Jadi saya berharap orang ramai tidak memandang serong terhadap tindakan kami.

“Tujuan kami hanya satu, bagi memastikan keadilan dapat ditegakkan sepenuhnya,” kata anak jutawan kosmetik itu ketika dihubungi Harian Metro, semalam.

Mengenai perkembangan terkini dirinya, Rita, 25, berkata, dia kini sibuk menguruskan perniagaan yang ditinggalkan ibunya dan masih belajar untuk menjadi seorang ahli perniagaan yang cekap seperti arwah ibunya.

Sementara itu, peguam Kamarudin Ahmad dalam satu kenyataan akhbar yang difaks kepada pejabat media petang semalam berkata, firma guaman Tetuan Kamarudin & Partners dilantik anggota keluarga Sosilawati untuk memfailkan tuntutan ganti rugi berkenaan.

Menurutnya, tuntutan yang difailkan pihaknya di Mahkamah Tinggi Shah Alam pada 2 November depan itu dikemukan terhadap peguam N Pathmanabhan dan lima individu lain yang didakwa terbabit dalam kes pembunuhan Sosilawati.

Selain Kamarudin, peguam bela yang akan mewakili firma guaman itu ialah Won Walter Pereira dan Annie Gomez.

Ketika dihubungi, Kamarudin berkata, tuntutan saman ganti rugi itu adalah hasil perbincangan yang dibuat bersama ahli keluarga mangsa, kira-kira seminggu lalu.

Katanya, RM40 juta adalah jumlah yang difikirkan sesuai berdasarkan kerugian terhadap keluarga mangsa berikutan operasi perniagaan syarikat kosmetik itu mengalami kerugian kerana pembunuhan kejam Sosilawati.

“Bagaimanapun, kita akan lebih memfokuskan kepada Pathmanabhan. Mungkin ahli keluarga Sosilawati juga akan hadir ketika kita memfailkan tuntutan ini,” katanya.

Pada 13 Oktober lalu, Pathmanabhan, 41, pekerja ladang T Thilaiyalagan, 19, R Matan, 20, dan R Khatavarayan, 30, didakwa di Mahkamah Majistret Teluk Datok, Banting atas tuduhan membunuh Sosilawati, 47 dan tiga individu lain.

Individu lain itu adalah pemandunya Kamaruddin Shamsudin, 44, pegawai bank CIMB cawangan Kampung Baru Noorhisham Mohammad, 38, dan peguam Ahmad Kamil Abdul Karim, 32.

Pathmanabhan dan tiga tertuduh lain didakwa melakukan pembunuhan itu di Lot 2001, Jalan Tanjung Layang, Tanjung Sepat, Banting antara jam 8.30 malam dan 9.45 malam pada 30 Ogos lalu.

Sementara itu, pada 15 Oktober lalu, dua lelaki K Sarawanan, 19, dan U Suresh, 26, dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun selepas mengaku bersalah atas empat pertuduhan melupuskan bahan bukti dalam kes pembunuhan kejam itu.

Selain membakar, mereka mengaku salah membuang abu mayat Sosilawati, Noorhisham, Ahmad Kamil dan Kamaruddin di Jalan Tanjung Layang, Tanjung Sepat Banting dan Sungai Panchau, Jalan Morib Banting pada 30 dan 31 Ogos lalu.

Kamarudin juga memaklumkan, pihaknya masih menunggu maklum balas dari pihak keluarga Ahmad Kamil sama ada mahu melakukan tindakan sama iaitu menyaman tertuduh seperti yang dilakukan oleh ahli keluarga Sosilawati.

Bas yang membawa rombongan belia..


SEBUAH bas pelancongan yang membawa rombongan belia rosak teruk selepas terbabas lalu terbalik di KM38 Genting Sempah dekat Kuala Lumpur kira-kira 7.50 malam tadi yang mengakibatkan enam maut manakala 21 lagi dilaporkan cedera.

6 terbunuh bas persiaran terbalik

( Foto hiasan )



KUALA LUMPUR 29 Okt. – Enam terbunuh apabila sebuah bas persiaran terbabas dan terbalik berhampiran susur naik ke Genting Highlands dekat sini malam ini.

Penolong Pengarah Bahagian Operasi Bomba, Jabatan Bomba dan Penyelamat Kuala Lumpur Azizan Ismail ketika ditemui mengesahkan kejadian yang berlaku pukul 7.15 petang itu.

( Bernama) -- Berikut ialah senarai enam penumpang bas ekspres yang membawa ahli Belia 4B dari Kampung Siong, Baling, Kedah yang maut dalam kemalangan di Km 38 Genting Sempah dekat sini pada 7.05 malam.

Mereka dikenali sebagai:-

Mohamad Khairy Mohamad Mazuki, 14;

Mohd Amirul Muhamat Isa, 13;

Mohamad Firdaus Rosedi, 16;

Mohammad Yussof A. Akhit, 16;

Mohd Ridzuan Husin, 17;

Muhd Fahmi Abdul Mustaffa, 17.

ANEH: Lima Al Quran Tiba-tiba Muncul di Kamar

Ponimin tokoh spritual Kaliadem, Sleman, yang lolos dari amukan awan panas Gunung Merapi.


SLEMAN, KOMPAS.com — Keluarga Ponimin terjebak selama empat jam di dalam rumah saat wedhus gembel Gunung Merapi menyerang.

Kepada Tribunnews.com di lokasi pengungsian, tokoh spiritual Kaliadem sekaligus calon juru kunci Gunung Merapi pengganti almarhum Mbah Maridjan ini menceritakan kisahnya.

Suhu saat itu sudah sangat panas, beberapa bagian rumah keluarga Ponimin rusak setelah genteng kaca pecah terkena awan panas.

"Dari genteng yang pecah itu, pasir dan abu panas masuk ke dalam plafon. Akibatnya, sebagian plafon ambrol," kata Lilik, anak Ponimin.

Meski pada saat itu suhu diperkirakan sekitar 600 derajat celsius, tiga dus air mineral tidak menguap, begitu pula pakaian, dan tiga sepeda motor yang diparkir dalam rumah.

Keanehan lain yang terjadi saat itu, kata Lilik, anak Ponimin melihat mendadak muncul kitab suci Al Quran di dalam kamar yang mereka pakai.

"Al Quran tersebut biasa tidak ada di kamar itu. Tiba-tiba saat itu ada di dekat kami. Kalau tak salah jumlahnya lima," katanya meyakinkan.

Tak ingin terus-menerus berada dalam rumah, keluarga Ponimin mencoba meninggalkan tempat itu dengan menggunakan mobil Toyota Avanza silver yang terparkir di garasi.

Namun, baru berjalan beberapa meter dari halaman rumah, mobil tersebut tidak mampu bergerak lagi.

"Ban depan meleleh kena jalanan dipenuhi abu dan pasir panas. Tak lama kemudian, giliran ban belakang ikut meleleh dan meledak," kenang Lilik.

Baru beberapa menit berada dalam mobil, keluarga Poniman tak tahan hawa panas yang menyergap. Tak ada jalan lain, mereka harus meninggalkan mobil dan kembali ke rumah.

Bagaimana caranya? Rupanya, ada saat ada akal. Bantal yang ada dalam mobil dipakai sebagai alas tumpuan kaki agar tidak kepanasan.

Kembali ke kamar semula, keluarga abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu lagi-lagi disergap ketidakpastian. Mereka kemudian memutuskan untuk meninggalkan rumah dengan berjalan kaki.

Sebelumnya, ada seorang relawan, Pandu Nugraha, yang mencoba membantu keluarga Ponimin.

"Relawan itu datang ke rumah kami mengendarai sepeda motor trail. Ia membawa oksigen sesuai permintaan kami. Sepatu boot yang dikenakannya meleleh," ujar Lilik.

Sepada motor ditinggalkan begitu saja di luar rumah sehingga dalam waktu singkat hancur terkena awan panas.

"Relawan tersebut dan seorang tetangga bernama Pak Tris bersama keluarga kami kemudian memutuskan keluar dari rumah dengan berjalan kaki, sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa. Ibu terpaksa digendong relawan karena kakinya berdarah," kata Lilik.

Untuk melawan abu dan pasir panas yang menutup jalan, Lilik mengambil sejumlah batalan kursi sofa sebagai alas.

Keluarga Ponimin, Pak Tris, dan relawan berjalan dengan menginjak bantalan sofa secara estafet sejauh sekitar 500 meter.

Selanjutnya mereka berjalan kaki tanpa alas bantal sekitar 1 km menuju kaki Gunung Merapi.

"Bapak hanya mampu jalan kaki sekitar 500 meter karena kakinya terbakar ketika berjalan di atas pasir panas. Beliau berhenti di sebuah tempat parkir," kata Lilik.

Keluarga itu kemudian dapat dievakuasi menggunakan mobil jemputan dan dilarikan ke RS Panti Nugroho di Kecamatan Pakem, Sleman.

Selanjutnya Ponimin yang mengalami luka bakar di kaki dan pantat dirawat di klinik dr Ana Ratih Wardhani, di Kecamatan Ngemplak, Sleman.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular