
MALANG - Seorang gadis sebut saja Dina (17) mengadukan dirinya ke polisi karena sudah berbadan dua. Pasalnya, warga Dampit Kabupaten Malang ini mengaku janin di dalam perutnya hasil perbuatan Solikin (30), warga Tirtoyudo dan bukan hasil sebuah pernikahan.
Kepada petugas Dina menceritakan, bahwa awal 2011 tanpa sengaja bertemu dengan warga Tirtoyudo itu tak jauh dari tempat tinggalnya. Kala itu dirinya mengingat hari itu tepat pukul 08.00 WIB.
Solikin, lelaki tak asing bagi dirinya memaksa dia untuk ikut ke rumah saudaranya. Dina sempat menolak, tapi bujuk rayu Solikin mampu meluluhkan hatinya. Dengan mengendarai motor Yamah Jupiter, Solikin membonceng Dina menuju sebuah penginapan yang berada di pusat Kecamatan Dampit.
Lelaki itu berdalih saudaranya beristirahat di salah satu kamar di penginapan itu. Tanpa curiga Dina mengikuti kemauan Solikin. Singkat cerita, sesampai di dalam kamar, Solikin langsung memperdaya korban dengan melucuti seluruh pakaiannya.
Untuk memudahkan aksinya, Solikin mengikat kedua tangan dan kaki Dina dengan jaket serta celana panjang yang dikenakan korban. Perbuatan itu membuat Dina tak berdaya hingga pasrah dengan tindakan pelaku.
"Mulutnya disumpal pakai bantal, agar tak berteriak," ujar salah satu penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.
Bukan hanya satu kali Dina menjadi pelampiasan nafsu bejat pelaku hari itu. Setelah puas menyetubuhi korban, pelaku kembali memulangkan korban ke rumahnya. "Tapi sebelumnya korban diancam agar tidak cerita ke orang lain," imbuh penyidik itu.
Perasaan takut membuat Dina tutup mulut, tapi usaha itu tak menutupi perubahan di tubuhnya. Perutnya yang semakin membuncit membuat keluarga curiga dan akhirnya Dina menceritakan pengalaman pahit itu.
"Kasus ini masih kita selidiki dengan meminta keterangan korban dan saksi," ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Hartoyo kepada wartawan di mapolres Jalan Ahmad Yani, Jumat (17/6/2011).
