
SURABAYA - Adegan pesta seks 3 remaja menggemparkan Kota Pisang Lumajang terus diselidiki. Polisi yang sudah membentuk tim khusus berhasil mengetahui identitas para pelaku dan pembuat video.
Namun polisi kesulitan meminta keterangan salah satu pelaku perempuan tuna rungu berinisial P. Pasalnya setiap dimintai keterangan, gerakannnya akan memotong urat nadi karena syok videonya tersebar di masyarakat.
"P sendiri saat dimintai keterangan, berulang kali melakukan gerakan seperti memotong nadi di lengannya. Ini yang membuat kami harus hati-hati untuk melakukan pendekatan persuasif dalam memintai keterangan. Hingga, P sendiri saat ini tengah diamankan dari gangguan orang lain untuk menghindarkan syok dan trauma yang dialaminya," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Kusmindar, Minggu (19/6/2011).
Polisi pun, lanjut dia, hati-hati melakukan pemeriksaan. Apalagi semua pelaku berstatus pelajar. "Jika memungkinkan kami akan melibatkan saksi ahli dalam penanganan selanjutnya," jelasnya.
Sementara tersebarnya pesta video seks tersebut lantaran pemilik HP dari salah satu pelaku yang berstatus pelajar tersebut hilang. Diperkirakan HP beralih ke tangan orang yang tidak bertanggungjawab hingga akhirnya menyebar.
"Untuk memastikannya saat ini kami masih mendalami bagaimana beredarnya video tersebut. Baik pemeran maupun pengambil gambarnya, sejauh ini telah kami mintai keterangan dan sedang dalam pengembangan," paparnya.
