
SEMARAPURA - Nengah Karsani (35) wanita asal Banjar Lekok, Desa Sampalan Kelod, Semarapura, Bali, harus menjalani hidup separuh dari usianya di dalam kurungan berukuran 2,5×3 meter yang dibuat keluarganya.
“Anak saya sudah 15 tahun menjalani kehidupan di dalam kurangan, sejak mengidap penyakit gila,” kata I Wayan Satra, orang tua korban di Semarapura, Selasa (19/7/2011).
Karsani juga pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.
“Karena tak kunjung sembuh, maka Karsani terpaksa dikurung karena suka keluar rumah telanjang bulat dan selalu ingin menceburkan diri ke laut,” ucap Wayan.
Keluarga pun sepakat mengurungnya hingga menjalani 15 tahun. Saat di kurung, pengobatan terus dilakukan, namun upaya penyembuhan itu gagal dilakukan.
Menurut Satra, Karsaning adalah anak keduanya. Dia mengalami sakit ingatan sejak usianya 20 tahun. Korban sempat bersekolah sampai kelas II SD. Awalnya anaknya beberapa kali mengalami sakit ayan atau epilepsi. Bahkan setelah hilang ingatan sakit ayannya juga masih sering kumat.
“Awalnya sehat sejak kemudian beberapa kali kena ayan kemudian hilang ingatan,” katanya.
Sebelumnya anaknya itu juga sempat bekerja sebagai tukang tenun seperti gadis lainnya. “Namun pekerjaan tersebut tidak lama digelutinya,” ujarnya.
