Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Isnin, 31 Januari 2011

Ayah perkosa anak gadisnya .. dijel tiga tahun



SINGAPURA:-- SEORANG bapa yang melakukan seks secara rela dengan anak perempuannya ketika anak itu berusia 20 tahun dijatuhi hukuman penjara tiga tahun semalam.

Bapa tersebut, 47 tahun, seorang tukang paip mengaku melakukan perbuatan sumbang mahram itu dalam bilik di flatnya pada April 2008.

Nama bapa dan anaknya itu tidak didedahkan bagi melindungi identiti anak perempuanya itu.

Anak perempuannya itu yang kini berusia 23 tahun didakwa di mahkamah pada Mac lalu tetapi dibebaskan.

Bapanya pula tidak hadir ke mahkamah dan waran tangkap dikeluarkan terhadapnya.

Mahkamah diberitahu bahawa lelaki itu sering membawa anaknya keluar minum arak dengan rakannya di sebuah kedai kopi sejak 2006. Oleh kerana mereka sering meluangkan masa bersama, mereka mula akrab sehingga melahirkan bibit-bibit hubungan seks.

Timbalan Pendakwa Raya, Encik Leong Wing Tuck, memberitahu kejadian sumbang mahram itu berlaku pada satu malam April 2008. Kedua-duanya pulang setelah minum arak. Isteri tertuduh tiada di rumah ketika itu.

Semasa si bapa berbaring atas katil, mereka bertengkar kerana anaknya enggan melayannya berbual kerana sibuk melungsuri e-mel di hujung katil.

Dia meminta maaf dan bapanya meminta dia memeluknya. Mereka saling membelai dan mengusap - dan melakukan seks.

Seminggu kemudian, mereka bertengkar berhubung anaknya ingin melanjutkan pelajaran.

Anaknya menghantar khidmat pesanan ringkas kepada rakannya agar menghubungi polis. Bapanya kemudian ditangkap.

Persiapan upacara menaikkan Bendera Besar Negara bermula

Kelihatan khemah-khemah putih sudah dibangunkan di kawasan lapang Kompleks Yayasan berhadapan dengan Masjid Omar Ali Saifuddien bagi Upacara Menaikkan Bendera Besar Negara Brunei Darussalam sempena Hari Kebangsaan Ke-27 Negara Brunei Darussalam, 2011.


BANDAR SERI BEGAWAN:--- Sebagaimana tahun-tahun sudah, sambutan Hari Kebangsaan Negara Brunei Darussalam akan dimulakan dengan Upacara Menaikkan Bendera Besar Negara Brunei Darussalam di kawasan lapang Kompleks Yayasan Sultan Haji Hassanal Bolkiah (Yayasan) di ibu negara.

Persiapan sebelum upacara yang pada kebiasaannya diadakan pada Ahad, sekitar dua minggu sebelum tibanya tarikh penting "23 Februari" itu telah mula dapat dilihat dengan terbangunnya beberapa buah khemah berwarna putih berhampiran dengan "Tiang Bendera Besar" di kawasan lapang Kompleks Yayasan, berhadapan dengan Masjid Omar Ali Saifuddien itu.

Sebagaimana kebiasaannya, upacara tersebut akan diteruskan dengan penyampaian bendera-bendera negara dan poster-poster terbitan Jabatan Penerangan kepada keempat-empat Pegawai Daerah di negara ini.

Dengan terkibarnya Bendera Besar itu nanti, akan bermulalah juga pengibaran Bendera Negara di peringkat daerah, mukim, kampung, kementerian, jabatan, sekolah, premis perniagaan dan juga di rumah-rumah kediaman rakyat dan penduduk negara ini.

Mahasiswa asal Siantar Temukan Bunga Bangkai

bunga_bangkai - foto hiasan



SIMALUNGUN :-- Sejumlah mahasiswa asal Siantar menemukan bunga langka setinggi 1 meter lebih. Bunga bangkai ini ditemukan di Silau Jawa, Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun, Minggu (30/1). Selain spesiesnya langka, bunga ini juga dilindungi pemerintah.

Rindo Manurung (22) Senin (31/1), mengatakan dirinya pertama sekali menemukan bunga langka ini. Ketika itu ia dan empat temannya sedang melakukan penelitian di hutan register 18 Simalungun. Rencananya mereka ingin mencari bunga Leventus yang spesiesnya di tanah lembab.

Mahasiswa fakultas hukum USI ini dan empat rekannya masing-masing Gilbert Saragih dan Alfret Saragih adalah mahasiswa LP3 Visi, Dedi Manurung mahasiswa Amik Tunas Bangsa dan Iwan Sinaga mahasiswa Politehnik Gihon mengaku, mereka sebenarnya tidak sengaja mencari bunga Bangkai.

Lebih lanjut dikatakannya, bunga ini tumbuh di lahan masyarakat. Jaraknya sekitar 7 km dari permukiman masyarakat. “Penemuan bunga Bangkai ini secara tidak sengaja. Saat mencari Bunga Leventus, di tengah perjalanan ternyata ditemukan bunga Bangkai,” katanya.

Ia mengaku saat bunga ini ditemukan belum dalam keadaan mekar. Sehingga bau busuknya belum terasa. Olehnya, penemuan itu diceritakannya kepada masyarakat sekitar.

Menurut masyarakat, bunga Bangkai ini tumbuh di lahan lembab dan sangat jarang ditemukan. Bahkan tumbuhnya sampai puluhan tahun. Parahnya, kalau bunga itu mekar, bau bangkai yang dikeluarkannya sampai radius lebih 20 meter.

Untuk menelusuri Bunga ini lebih lanjut, ia langsung melaporkan penemuan tersebut kepada intansi terkait, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan.

“Saya berharap, pemerintah merespon penemuan ini. Kalau memang pemerintah tidak memperdulikannya, saya siap untuk merawatnya, kalau diizinkan. Karena kalau sembarangan diambil, bisa dijerat hukuman penjara. Karena ada undang-undang yang melindunginya,” ungkap pria berkulit hitam ini.

Warga Magelang Mengaku Lihat 2 Crop Circle Tahun 70-an



Jakarta:-- - Crop circle di Sleman dan Magelang bukanlah fenomena pertama yang terjadi di Indonesia. Setidaknya begitulah pengakuan Dimyati (50), warga Magelang. Dia mengaku melihat 2 pola lingkaran misterius itu pada tahun 1970-an.

"Dulu ada sekitar tahun 70-an. Waktu itu saya masih berumur 21 tahun," kata warga Dusun Kumbangan, Desa Banyu Sari, Kecamatan Tegalrejo, Kabupateng Magelang, Jawa Tengah, inisaat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (1/2/2011). Warga setempat menyebut crop circle sebagai "lingkaran aneh."

Menurut Dimyati, saat itu memang tidak ada media yang menyorot keberadaan crop circle. Sang pemilik sawah kala itu juga bersembunyi dari incaran media dan polisi karena takut. "Dulu nggak banyak media sehingga warga desa nggak berbondong-bondong seperti sekarang ini," cerita Dimyati.

Kala itu ada dua crop circle ditemukan di dua tempat berbeda. Satunya ditemukan di Dusun Banyu Urip, Desa Banyu Urip, Kecamatan Tegalrejo. Dusun ini kira berjarak 4 km dari crop circle yang sekarang ditemukan. Crop circle yang ada di dusun ini berbentuk lingkaran.

Kemudian crop circle kedua ditemukan di Dusun Ngencek, Desa Krinjing, Kecamatan Secang. Berbeda dengan yang pertama, crop circle ini berbentuk segitiga.

Sementara itu, Irfan, santri Ponpes Hidayatul Muhtadin mengaku masih melihat sawah dalam keadaan utuh pada Jumat (28/1) malam.

Saat itu Irfan sengaja ke sungai untuk mengecek lele milik Ponpesnya. Irfan merupakan orang yang dipercaya untuk mengurus lele-lele tersebut. Irfan berjalan melewati sawah menuju sungai tersebut.

"Saya di sana sampai pukul 19.00 WIB. Kemudian balik lagi ke pondok dan mengaji sampai pukul 23.00 WIB. Habis ngaji saya belik lagi lihat lele," ujarnya.

Namun menurut Irfan, sekitar pukul 23.30 WIB, tiba-tiba ada angin kencang. Angin kencang ini merobohkan batang pohon yang ada di sekitar sungai. Sekitar 30 menit akhirnya angin ini berhenti.

"Malam itu nggak biasanya saya takut sampai merinding. Saya langsung lari ke pondok dan cerita sama teman-teman ada angin kencang. Tapi teman-teman bilang itu hanya angin biasa," jelasnya.

Irfan mengira kemungkinan crop circle tersebut terbentuk sekitar pukul 23.30 WIB hingga pukul 07.00 WIB keesokan harinya. Karena Sabtu (29/1) sekitar pukul 07.00 WIB, Irfan dan temannya, Muhaimin, pergi ke sawah untuk menanam cabai. Tapi sesampainya di sawah, keduanya langsung terkejut melihat bentuk sawah sudah tidak seperti semula. Sudah ada 5 lingkaran di sawah tersebut.

"Pas itu tidak ada satu pun orang yang masuk persawahan. Tidak ada bekas kaki manusia juga," kata warga asli Dusun Mojotengah Desa Mojotengah Kecamatan Krasak, Kabupaten Wonosobo, ini.

Irfan mengaku setelah melihat ada crop circle di sawah tersebut bersembunyi beberapa hari. Pemuda 24 tahun itu takut diperiksa polisi terkait hal ini.

Pantauan detikcom di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB, police line sudah dibuka sejak kemarin. Namun warga mengganti police line tersebut dengan tali rafia agar warga tidak memasuki area crop circle.

Ingin Awet Muda?... Cabuli 16 ABG



SURABAYA:--- Ritual Lie Sidharta Limantara yang akrab disapa Steven untuk mewujudkan impiannya menjadi pria awet muda, tergolong nyeleneh. Lelaki 41 tahun itu bertekad berhubungan intim dengan 40 gadis belia sesuai dengan saran guru spriritualnya. Namun ia keburu ditangkap polisi setelah mengencani gadis ke-16.

Kebanyakan korban Steven adalah siswi kelas III di salah satu SMP swasta di kawasan Surabaya timur. Di kalangan paranormal, aliran ilmu hitam yang didalami warga Jl Dharmahusada Indah Utara I-B itu disebut Batara Karang Abadi. Untuk menguasai ilmu itu, penganutnya harus merenggut keperawanan gadis belia berusia 14 tahun serta mengoleksi sejumlah jimat berupa keris dan bambu atau pring.

Namun ilmu ini gagal didapat Steven karena dia berhenti di angka 16. Anggota Subnit Vice Control (VC) Unit Jatanum Sat Reskrim Polrestabes Surabaya membongkar aksi Steven. Dari 16 korban, baru tujuh orangtua korban yang lapor ke polisi.

Untuk mencari mangsa, Steven yang sehari-hari menjadi pengusaha real estate menyamar sebagai anggota TNI aktif berpangkat Letnan Kolonel (Letkol). Dari umurnya, Steven memang pas menyandang status Letkol. Namun pangkat dan seragam tentara itu didapatnya dari sebuah toko di Pasar Turi.

“Kami sudah cek ke TNI, ternyata dia ini tentara palsu,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung didampingi Kasat Reskrim AKBP Anom Wibowo, Senin (31/1).

Steven juga membekali diri dengan airsoft gun dan senjata api jenis Glock. Senpi ini dibelinya dari seorang teman seharga Rp 37 juta. Bapak tiga anak ini mengenal dunia klenik sejak 2008. Dia mengaku mempunyai beberapa guru spiritual sejenis dukun di Surabaya dan Mojokerto. Dari salah satu dukun itulah, Steven mengaku mendapatkan ajaran nyeleneh tentang obat awet muda. Dia disyaratkan meniduri puluhan anak baru gede (ABG) untuk menyempurnakan ajarannya.

Setiap kali melakukan ritual, lanjutnya, dia selalu membeber belasan jimat seperti keris, belati, pring kuning dan keris berbentuk mirip jenglot.

Bahkan, gara-gara ritual magis yang dilakukannya di rumah, Mei 2010 lalu, ia harus kehilangan dua orang yang dicintainya, Hanum, istri, dan Jonathan, anaknya. Saat itu, Steven masih tinggal di Jl Ploso Timur VA. Istri dan anaknya tewas setelah ritual yang diduga melibatkan api itu mengakibatkan tabung elpiji di rumahnya meledak.

“Waktu itu semua mengira itu ledakan karena kecelakaan. Tapi sebenarnya ledakan itu dipicu ritual yang saya lakukan,” aku Steven dengan nada lirih. Ia mengaku tidak luka sedikitpun saat rumahnya meledak. Dia diyakinkan oleh sang guru bahwa kematian anak dan istrinya adalah tumbal agar niatnya mendalami ilmu tercapai.

Kepada Surya, Steven mengakui pernah berhubungan intim dengan tujuh anak di bawah umur dalam satu hari. Bahkan, ia sering kencan dengan dua gadis sekaligus. Anehnya, menurut polisi, para gadis belia itu seperti terhipnotis dengan ilmu guna-guna sehingga menuruti semua keinginan Steven. Steven biasa mengajak para korban untuk melayani nafsu tak terkendalinya di sebuah hotel di Jl Kali Kepiting dan Jl Basuki Rahmad, Surabaya.

“Saya memberinya (korban) uang Rp 500.000 setelah melayani saya. Saya juga sering memberi mereka ponsel dan uang untuk kebutuhan lain,” ujar Steven.

Sebelum berkencan, Steven biasanya meminta korban agar bersedia foto telanjang dan mesra.

Foto-foto tersebut menjadi salah satu senjata Steven untuk terus meniduri para korban. Jika menolak, Steven mengancam akan menyebarkan foto-foto tersebut. Lima di antara tujuh korban Steven yang sudah melapor adalah LI yang dikencani hingga 13 kali. Kini dia hamil 5 bulan akibat ulah Steven.

Warga Panik, Harimau Masuk Desa





SUMBAR:--- Warga Luatimbalun, Bungus Timur, Padang ketar-ketir. Sebab, dua bulan belakangan, kampung mereka disantroni Harimau. Sejumlah ternak telah dimangsa, bukan tak mungkin 'Sang Raja Hutan' itu mengincar manusia.

Kondisi yang mengkhawatirkan ini membuat tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat memutuskan bertindak.

"Hari ini tim akan ke sana untuk memasang perangkap," kata staf penanganan konflik satwa BKSDA Sumbar, Rusdiyan, pada VIVAnews di Padang, Selasa, 1 Februari 2011.

Selain melindungi warga, pemasangan jerat dilakukan agar "konflik" antara Harimau dan manusia tak makin runcing. "Alat ini dipasang siang ini agar Harimau menjauhi perkampungan warga," tambah dia.

"Perseteruan" manusia dan Harimau selalu terjadi. Bahkan dua tahun lalu, dua warga Teluk Kabung Timur, Bungus tewas akibat amukan Harimau.

Amuk Harimau juga pernah terjadi di kawasan Siguntur, Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selata. Satu warga meninggal saat itu.

Menurut data BKSDA, sejak lima tahun belakangan, tak kurang sekitar 26 kasus antara manusia dengan harimau terjadi di Sumatera Barat. Tahun 2005 terjadi delapan kasus dengan korban tewas 6 orang. Tahun 2006, dua orang tewas. Tahun 2007 dua orang meninggal akibat terkaman harimau di wilayah Kabupaten Dharmasraya. Total, 10 orang tewas.

Tingginya kasus ini sempat membuat Forum Harimau Kita dan delegasi Bank Dunia berkunjung ke Sumbar dua tahun lalu untuk menjalankan program pelestarian Harimau Sumatera (panthera tigris). Program ini direncanakan baru berakhir tahun 2017 mendatang.

Hari Ini Ratusan WNI Akan Dipulangkan




Medan:-- Pemulangan sekitar 400 warga negara Indonesia (WNI) dari Mesir rencananya akan dilakukan, Selasa (1/2). Wanita dan anak-anak menjadi prioritas utama pemulangan tahap pertama ini. Saat ini di Mesir tercatat ada sekitar 6.000 WNI mulai dari yang bekerja di sektor formal, non-formal hingga mahasiswa dan pelajar.

Situasi Mesir yang tidak menentu akibat kemelut politik membuat keluarga Hafizah Siregar di Medan, Sumatra Utara, cemas. Keluarga mahasiswi Universitas Al-Azhar Kairo ini, hanya bisa menatap foto Hafizah lewat akun jejaring sosial Facebook.

Pasalnya, hingga kini Hafizah tidak bisa dihubungi lagi lewat telepon maupun internet. Ini terjadi sejak unjuk rasa antipemerintah Mesir yang bergulir sejak Selasa pekan silam terus memburuk hingga merenggut 100 jiwa

Ribuan Pelayat Padati Rumah Syahrul

Syahrul Yasin Limpo pandangi jenazah putranya, Rinra Sujiwa Syahrul


MAKASSAR:--- - Ribuan pelayat memadati Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Sungai Tangka, Makassar, Selasa (1/2/2011) pagi.

Para pejabat, kepala daerah, dan pejabat muspida juga sudah hadir untuk ikut mengantarkan jenazah putra Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Rinra Sujiwa Syahrul Putra ke tempat peristirahatan terakhir. Hadir pula Wakil Rektor III IPDN Benhar Rondonohu.

Sementara, jenazah Rinra dishalatkan di ruang utama rumah Syahrul Yasin Limpo, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Rinra akan dimakamkan TPU Panaikang, Makassar, di samping makam neneknya.

Flu Singapura Menyerbu Kota Semarang



SEMARANG:-- Penyakit mulut, kaki, dan tangan (Hand, Foot, and Mouth Disease-HMFD) atau masyarakat biasa menyebutnya dengan flu Singapura, sudah masuk Kota Semarang.

"Anak saya beberapa bulan terakhir terkena flu Singapura. Awalnya saya menduga hanya terkena cacar air, tetapi kok ada sariawan di mulut dan panas tinggi," kata Ibu Riyanto, warga Plamongan Hijau, di Semarang, Senin (31/1/2011).

Awalnya anaknya hanya menderita demam, baru tiga hari kemudian muncul cacar hanya di tangan dan kaki serta sariawan di mulut.

"Cacarnya tidak sampai di badan, hanya di tangan dan kaki. Cacar juga ada beberapa di pantat. Saya baru tahu kalau itu penyakit flu Singapura," kata ibu tiga anak ini yang juga berprofesi sebagai dokter.

Ibu Riyanto menceritakan anaknya terkena penyakit flu Singapura di saat kondisi badan tidak bagus.

"Waktu itu, anak saya malas makan dan kondisinya drop, badan panas. Kemudian muncul cacar air. Saya menduga cacar air muncul karena kondisi tubuh tidak bagus dan panas. Tetapi kemudian kok ada sariawan dan ternyata terkena flu Singapura," katanya.

Upaya penyembuhan flu Singapura dengan obat antivirus, antibiotik, salep, obat penurun panas, dan vitamin.

Menurutnya, untuk pencegahan tertular flu Singapura adalah menjaga kebersihan tangan. Apalagi penyakit tersebut lebih banyak menyerang anak-anak.

"Biasanya anak-anak habis bermain, langsung makan tanpa mencuci tangan. Tidak hanya anak saya saja yang terkena flu Singapura, tetapi ada juga anak-anak di derah lain, seperti di Kroboan dan Kelurahan Bandarharjo," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Niken Widyah Hastuti mengatakan bahwa secara resmi pihaknya belum menerima laporan adanya flu Singapura di Kota Semarang.

"Dinkes Kota Semarang belum menerima laporan adanya flu Singapura, tetapi di tingkat dokter praktek bisa saja ditemukan kasus flu Singapura," katanya.

Niken menambahkan penularan flu Singapura sama dengan flu biasa yakni bisa melalui percikan air liur, kontak, dan melalui handuk yang digunakan bersama.

"Untuk pencegahannya adalah kondisi badan harus bagus dan selalu menjaga kebersihan," katanya.

Kabur Usai Hamili ABG, Polisi Dibekuk

Briptu AA (berbaju biru) saat diinterogasi koleganya di Polres Bondowoso, Jawa Timur, Senin (31/1/2011).


BONDOWOSO:--- Setelah dua bulan buron, oknum polisi bernama Briptu AA, mantan anggota Polsek Cerme, Bondowoso, Jawa Timur, dibekuk di wilayah Kabupaten Malang.

Penangkapan Briptu AA berdasarkan laporan seorang anak baru gede (ABG) berinisial FRF, warga Perumahan Nangkaan, Bondowoso, yang merasa dihamili si buron tetapi ditinggal kabur.

Briptu AB kepada SURYA mengaku kabur dan desersi karena kebingungan saat mengetahui gadis yang dipacarinya itu sedang hamil. “Saya hanya bingung saja,” ujar AA saat dikawal anggota Provost menuju ruang penyidikan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bondowoso, Senin, (31/1/2011).

Di tempat terpisah, FRF mengatakan sebenarnya mau mencabut laporan itu asalkan Briptu AA bertanggung jawab dan mau menikahinya. Meski dirinya pernah ditinggal kabur, namun dirinya masih berharap agar pacarnya menjadi suaminya yang sah sesuai aturan agama maupun kepolisian.

“Saya masih sayang, apalagi sekarang ini sudah ada yang kecil (anaknya, Red),” kata FRF usai dipertemukan di ruang Kapolres Bondowoso, AKBP Bonny Djianto.

Penyidik menjeratnya dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2006 pasal 81 ayat 2 sub pasal 82 ayat 1 tentang tipu muslihat dan menyetubuhi anak di bawah umur dengan ancaman 15 tahun penjara.

Selain diproses melalui pidana umum, Briptu AA ini juga akan menghadapi sidang indisipliner dari kesatuannya. “Kami masih menunggu hasil sidang umumnya," ujar Bonny Djianto.

Akhiri nyawa diri bawah kolongan

Tiga keluarga tinggal di kolong Jembatan Kali Sunter di kawasan Cipinang Muara, Duren Sawit, Jakarta Timur.( Foto hiasan)



JAKARTA:--- Bagai tersambar petir di siang bolong, Budi Wibowo (32) terperanjat bukan kepalang menyaksikan Neti (20), istrinya, tergantung tak bernyawa di bawah kolong jembatan Jalan Madiun, Menteng, Senin (31/1/2011) sekitar pukul 12.00.

Budi yang berprofesi sebagai tukang tambal ban di seberang pos penjaga palang rel tidak menyangka istrinya memilih untuk mengakhiri hidupnya. ”Sekitar 10 menit sebelumnya, Neti mengatakan akan ke kolong jembatan,” ucap Budi mengisahkan pertemuan terakhir dengan istrinya.

Dia mengaku tidak punya perasaan buruk ketika Neti ke kolong jembatan karena di situlah keluarga ini biasa buang air. Maklum, mereka tidak punya rumah permanen dengan kamar mandi. "Rumah" bagi Budi adalah tenda yang digelar di belakang pos penjaga palang rel kereta, serta sebuah cekungan kecil di bawah jembatan yang dipasangi kardus untuk alas tidur. Di situlah Budi tinggal bersama Neti dan Pian (1), anak mereka.

Tambang putih yang disiapkan untuk turun ke kolong jembatan apabila ada razia ternyata malah dijadikan Neti sebagai alat untuk mengakhiri hidup.

Kejadian ini menambah panjang daftar orang yang mengakhiri hidupnya. Pada Januari 2011 saja, sedikitnya sembilan orang yang bunuh diri di wilayah Jabodetabek dan Banten.

Darah rendah Empat hari lalu, Neti sempat mengeluh sakit. Pandangannya berkunang-kunang, seperti setelah melahirkan Pian. Neti sempat berobat ke puskesmas. Obatnya dicarikan di toko obat di Pasar Rumput agar harganya lebih murah.

Walaupun sudah minum obat, Neti belum merasa baikan. Air susu Neti untuk Pian juga kian seret. Padahal, susu bubuk tidak terbeli karena mahal. Maklumlah, pendapatan Budi tidak menentu. Apabila rezeki sedang lancar, bisa saja Rp 100.000 masuk ke kantong dalam sehari. Namun, ada kalanya Rp 20.000 saja sulit didapat.

Tambal ban merupakan satu-satunya sumber pendapatan keluarga ini. Setahun lalu, seorang kawan memberikan modal untuk membuka usaha tambal ban.

Sejak itu, Budi tidak lagi berdagang keliling. ”Waktu masih jualan, saya sering dikejar-kejar petugas karena ada larangan berdagang keliling,” kata Budi. Tapi, hingga kini, tidak ada kompensasi yang diberikan Budi kepada kawannya yang memberikan modal itu.

Ketua Jejaring Komunikasi Kesehatan Jiwa Indonesia Pandu Setiawan SpKJ berpendapat, masalah yang dialami Neti bukan sekadar sakit. ”Biasanya ada masalah yang sudah lama dipendam dan puncaknya ketika yang bersangkutan memilih bunuh diri,” tutur Pandu.

Dia mengatakan, orang yang bunuh diri biasanya menyampaikan pelbagai isyarat, baik verbal maupun nonverbal sebelumnya. Hanya kepekaan orang-orang di sekitar untuk menangkap isyarat itu sebagai sesuatu yang khusus, bukan sekadar hal biasa.

Di sisi lain, ada kebutuhan untuk membuka akses luas bagi setiap orang guna mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Pelayanan kesehatan itu tidak hanya untuk mengobati penyakit fisik, melainkan juga penyakit psikis, seperti depresi. Pandu berharap petugas medis di tingkat puskesmas bisa mendeteksi dan memberikan pertolongan pertama bagi orang yang mengalami depresi untuk mencegah bunuh diri.

RM500,000 tebus nyawa

Seorang suspek kes culik (dalam kereta) yang ditahan di sebuah rumah di Taman Cheng Perdana, Melaka, Khamis lalu.



KUALA LUMPUR: Polis kini mempergiatkan usaha memburu empat penjenayah yang menculik seorang tauke kedai pajak gadai sebelum membebaskannya selepas memperoleh wang tebusan RM500,000.

Empat suspek yang mempunyai rekod jenayah berat termasuk bunuh dianggap berbahaya kerana memiliki senjata api.

Sumber berkata, empat suspek itu sebelum ini menculik seorang pengurus kedai pajak gadai berusia 40-an di Taman Melawati, Kuala Selangor pada 25 Januari lalu.

Katanya, mangsa diculik di hadapan premisnya menggunakan Proton Iswara sebelum disembunyikan di satu lokasi rahsia.

“Suspek menghubungi keluarga mangsa sebelum mengugut mereka membayar wang tebusan RM1.5 juta jika mahu mangsa dibebaskan.

“Namun, selepas berunding, kumpulan itu bersetuju mengurangkan tebusan kepada RM500,000,” katanya.

Difahamkan, suspek mengarahkan keluarga mangsa meninggalkan wang di satu lokasi ditetapkan di Lebuhraya Utara-Selatan berhampiran Pedas, Negeri Sembilan.

“Proses penyerahan wang tebusan berjalan lancar sebelum mangsa dibebaskan di kawasan berhampiran pada 26 Januari lalu.

“Sejurus mangsa dibebaskan, sepasukan anggota khas polis mula menjejaki pergerakan suspek yang dipercayai berpecah ke arah berasingan bagi mengelakkan jejak mereka dikesan polis,” katanya.

Katanya, polis menjejaki suspek berusia 30-an hingga 40-an yang bersembunyi di sebuah rumah di Taman Cheng Perdana, Alor Gajah Melaka pada Khamis lalu sebelum serbuan dan tangkapan dilakukan.

“Hasil penahanan empat suspek itu, polis menemui semula sebahagian besar wang tebusan dan hasil soal siasat empat suspek dikenal pasti masih bebas,” katanya.

Tiada lagi suara emak

Anggota bomba cuba menarik kenderaan mangsa yang dihanyutkan arus banjir, malam kelmarin.


KULAIJAYA: “Dalam perbualan itu, Aw menyatakan kenderaan dipandunya terhumban ke dalam sungai dan dia gagal keluar dari kenderaan itu.

“Dia sempat memaklumkan lokasi kejadian dan tidak lama kemudian, perbualan dua beranak itu terputus,” kata seorang ahli keluarga mendiang Aw Yoke Lin, 53, dari Taman Pelangi, yang maut apabila pacuan empat roda yang dipandunya ditolak arus banjir ke dalam Sungai Rahmat di Kampung Sri Rahmat, di sini, malam kelmarin.

Menurut ahli keluarga yang enggan dikenali itu, wanita terbabit menghubungi ahli keluarga ketika bertarung dengan maut dan bercakap dalam nada cemas ketika memberitahu seorang anaknya bahawa dia terperangkap di dalam Toyota Hilux yang dipandu ketika menyusur banjir.

Beliau berkata, sebaik menerima panggilan itu, anak Aw bergegas ke lokasi kejadian, tetapi pengusaha cendawan itu hilang dibawa arus bersama kenderaan terbabit.

Katanya, ahli keluarga lain turut dihubungi anak Aw memberitahu kejadian itu.

“Kami ke sana, tetapi gagal berbuat apa-apa memandangkan arus terlalu deras dan menunggu bantuan pihak berkuasa,” katanya.

Saksi, Muslim Jaafar, 53, berkata ketika kejadian, dia membantu memindahkan mangsa banjir yang tinggal berhampiran lokasi berkenaan.

“Wanita terbabit memandu kenderaannya meredah banjir dan pada masa sama, arus semakin deras manakala hujan lebat menghalang pandangan pengguna jalan raya.

“Dia mungkin gagal mengawal kenderaan ketika melalui satu selekoh kerana tidak perasan jalan yang dilalui itu terlalu kecil sebelum terbabas dan dihanyutkan ke dalam lubang di situ sebelum ditolak arus ke sungai,” katanya.

Sementara itu, Ketua Polis Daerah Kulaijaya, Superintendan Zulkefly Yahya, berkata polis menerima maklumat mengenai Toyota Hilux dipandu seorang wanita dihanyutkan air deras ke dalam sungai pada jam 8.56 malam.

Lari selepas dibebaskan

SAZALI berlari keluar selepas dilepas dan dibebaskan daripada tuduhan memiliki kanabis di Mahkamah Tinggi Alor Setar semalam.


ALOR SETAR - Seorang pemandu lori sebuah syarikat kurier bergegas berlari seribu sebaik Mahkamah Tinggi di sini semalam melepas dan membebaskannya daripada tuduhan mengedar kanabis, setahun lalu.

Tertuduh, Sazali Salleh, 38, yang memakai baju T berwarna kuning dan seluar sukan kelabu menekup muka dengan kedua-dua belah tangan sebaik hakim, Datuk Mohd. Azman Husin membacakan keputusan tersebut.

Dia yang berasal dari Sungai Petani sebelum itu bersalaman dengan anggota polis yang mengiringinya dan bergegas keluar dari bilik mahkamah tanpa sempat berjumpa dengan ahli keluarganya yang berada di galeri awam.

Sazali kemudian dilihat berlari ke arah kawasan rumah kedai dan sawah yang terletak kira-kira 100 meter dari kompleks mahkamah sebelum hilang daripada pandangan.

Tindakan itu sekali gus mengejutkan ramai yang berada di pekarangan mahkamah untuk mengikuti keputusan kes tersebut.

Sepanjang prosiding berlangsung sejak 23 Januari lalu, seramai lima orang saksi pendakwaan telah dipanggil untuk memberi keterangan berhubung kes tersebut.

Mohd. Azman dalam keputusannya menyatakan bahawa pertuduhan pendakwaan tidak lengkap dan terdapat kesilapan teknikal disebabkan kecuaian polis selain keterangan mereka selaku saksi pendakwaan juga menimbulkan keraguan.

Beliau juga hairan dengan kegagalan 15 anggota polis berpakaian preman untuk memberkas rakan Sazali yang dikenali sebagai Din selain tidak memperoleh butir- butir peribadi lelaki itu.

"Disebabkan pendakwaan gagal membuktikan kes prima facie, tertuduh dilepas dan dibebaskan tanpa dipanggil bela diri, namun tertakluk kepada rayuan (pihak pendakwaan)," katanya.

Mengikut kertas pertuduhan, Sazali bersama seorang lagi yang masih bebas dididakwa mengedar dadah kanabis seberat 903.5 gram pada pukul 11.30 pagi, 15 Februari 2009 di hadapan rumah Lot 92, Lorong 13, Taman Bakar Arang, Sungai Petani.

Bagi kesalahan itu, dia dituduh mengikut Seksyen 39B(1)(a) Akta Dadah Berbahaya yang dibaca bersama Seksyen 34 Kanun Keseksaan yang membawa hukuman mati mandatori jika sabit kesalahan.

Sazali diberkas bersama kanabis oleh sepasukan 15 anggota polis yang menahan lori dinaikinya bersama seorang rakan tetapi lelaki itu dapat melarikan diri ketika kejadian.

Timbalan Pendakwa Raya, Norhayati Ibrahim berkata, beliau akan membuat rayuan kepada Mahkamah Rayuan dalam tempoh 14 hari.

Sazali diwakili oleh peguam, Rahmatulah Baharudeen.

Harga petrol RON97 naik 10 sen seliter



KUALA LUMPUR - Harga petrol RON97 naik 10 sen menjadi RM2.50 seliter mulai tengah malam tadi, kata Timbalan Presiden Persatuan Penjual Pengusaha Stesen Minyak Malaysia (PDAM), Datuk Zulkifli Mokti.

Beliau berkata, kenaikan itu berlaku akibat peningkatan harga minyak mentah kepada AS$105 setong minggu ini berbanding AS$100 sebelum ini.

"Penggunaan minyak mentah meningkat mendadak di Amerika Syarikat dan Eropah akibat cuaca sejuk melampau di sana sekali gus menimbulkan kebimbangan kekurangan minyak mentah," katanya ketika dihubungi Bernama malam ini.

Zulkifli berkata, harga minyak mentah dunia akan kembali turun sebaik musim panas tiba pada Jun ini dan harga petrol akan kembali stabil pada waktu itu.

Pada 4 Januari lepas, harga RON97, yang diapungkan mengikut pasaran minyak dunia semasa, naik 10 sen menjadikannya RM2.40 seliter. - Bernama

500 pelajar Malaysia mula dipindah




KUALA LUMPUR - Seramai 500 pelajar Malaysia berpindah secara berperingkat-peringkat dari kediaman masing-masing ke Rumah Melayu Abasiah Mesir (ARMA) di Abasiah, Kaherah mulai semalam.

Presiden Persatuan Pelajar-Pelajar Perubatan Malaysia-Mesir (Perubatan), Muhammad Husaini Saleh berkata, arahan perpindahan itu dikeluarkan oleh Kedutaan Malaysia di Mesir bagi mengelak mereka menjadi mangsa keganasan rakyat negara itu yang mengadakan demonstrasi menuntut Presiden Hosni Mubarak meletak jawatan.

"Kami masih tidak mengetahui jumlah pelajar yang dapat dipindahkan ke ARMA sejak 25 Januari lepas kerana kerajaan Mesir telah menguatkuasakan perintah berkurung bermula pada hari berkenaan," katanya ketika dihubungi Bernama semalam.

Ismail Manik , 14 Tahun Hidup dengan Ular




KISARAN-SUMUT:-- Ismail Manik (34), petani kelapa sawit, warga Dusun V, Desa Danau Sijabut, Kec. Air Batu, Kabupaten Asahan, 14 tahun hidup bersama dua ekor ular jenis phyton yang panjangnya mencapai 6 meter dengan berat badannya kira-kira 50 kg.

Ismail yang ditemui, Minggu (30/1) dikediamannya mengatakan, dirinya sengaja tidak memberikan nama atau julukan kepada dua ekor ularnya perliharaannya tersebut.

Menurut Ismail, awal ia memelihara kedua ekor ular itu sekitar 14 tahun lalu. Saat itu dirinya dan rekan-rekannya membuka lading. Tiba-tiba salah seorang pekerjanya menemukan ular yang cukup lumayan besarnya dengan panjang badan kira-kira 3,5 meter. Kemudia ular itu mereka tangkap lalu dijual ke Kota Kisaran dengan harga saat itu berkisar Rp300 ribu.

Ternyata, di bawah timbunan sampah di tempat mereka menemukan ular itu didapati telur ular yang jumlahnya sekitar 20 butir. Lalu telur-telur itu ia bawa pulang dan dibungkus dengan kain dicampur dengan serbuk gergaji. Sekitar sebulan kemudian, telur-telur itu menetas sekitar enam butir.

Setelah menetas, ada dua ekor yang mati. Dengan telaten anak–anak ular itu dirawat oleh Ismail. Menurutnya merawat bayi ular jauh lebih repot dari mengurus bayi manusia. Mula-mula makannya harus disulangi, kemudian bisa makan sendir, kira-kira berumur satu tahun, dari empat ekor anak ular yang selamat, dua ekor diberikan kepada rekannya. Namun hingga kini, tidak diketahui bagaimana kabarnya.

Lanjut bapak 5 anak itu, sementara dua ekor anak ular yang ada padanya dipeliharanya dengan telaten. Semula kedua ular itu dikandangkan di dalam rumah, karena takut terjadi sesuatu. Namun kini kedua ular ditempatkan di luar dengan kandang ukuran 2 x 2,5 meter. Selama 14 tahun memelihara kedua ular yang memiliki warna berbeda itu, dirinya pernah sekali digigit, itupun karena sewaktu dirinya akan memberi makan ular itu.

“Saat itu ketika mau kuberi makan, ular itu langsung menerkam tanganku. Walau tanganku sempat berdarah, namun tidak sakit, karena ular itu tidak berbisa,” ucapnya.
Menurutnya untuk memelihara ular ini tidak sulit. Sebab makannya juga sekali-seklai
itu pun waktunya cukup lama. Satu ekor ular cukup diberi makan satu ekor ayam dan waktunya tidak setiap hari.

Menurutnya, banyak nilai positifnya sejak dirinya memelihara ular itu terlebih setelah ular itu besar dan jinak.

“Banyak pengunjung yang datang, baik keluarga ataupun orang luar daerah bahkan ada warga Selandia Baru berkunjung ke rumah saya,” ucapnya.
Ismail mengaku tidak pernah mengutip biaya, bagi siapa pun yang datang mengunjungi kediamannya.

Sekitar 5 tahun lalu, salah satu dari ular itu pernah keluar dari kandang, namun beberapa hari kemudian, ular itu kembali.
“Aku juga pernah didatangi orang yang menawat ular itu yaitu anak buahnya Abi Besok yang mau membeli ular-ularku dengan harga Rp3 juta. Namun aku tidak menjualnya,” ucapnya.

Mimpi Ismail kembali menuturkan, setelah ular peliharaannya gagal dibeli orang, dirinya pernah bermimpi. Saat itu sekitar empat lima tahun lalu, ia mengaku bermimpi kalau kandang ular miliknya sudah dihanjacurkannya. Namun tiba-tiba ia bertemu seseorang yang tidak pernah ia jumpai sebelumnya.

“Pria yang kujumpai dalam mimpiku saat itu mengenakan kemeja warna biru. Setelah itu aku juga dalam mimpiku bertemu wanita cantik dan dalam mimpiku wanita cantik itu kubawa pulang ke rumah,” ucapnya.

Keesokan harinya, dirinya pergi ke salah seorang paranormal untuk menanyakan arti dari mimpinya. Menurut paranormal yang ditemui Ismal, mimpi itu pertanda jika ular yang dipelihara Ismail tidak ingin dijual. Bahkan menurut paranormal ular itu harus dipelihara dengan baik, sebab akan membawa keberuntungan.

Lely Hilang Lagi

Lydia Apri Lely



MEDAN:--- Empat hari setelah ditemukan dalam kondisi linglung, Lydia Apri Lely (21) menghilang lagi kemarin (30/1) pagi. Gadis asal Komplek PJKA Jl. Gaharu, Kel. Perintis, Kec. Medan Timur itu kembali ‘dijemput’ pasutri berpakaian gamis.

Syahrul Sitompul (23), tunangan Lely, kemarin sekitar pukul 07.30, asyik nonton tv di rumah calon mertuanya, M. Syafii alias Peyot (50). Sedangkan Lely sedang menyapu halaman depan rumah. Tiba-tiba Peyot berteriak. “Eh Lely mana? Mana dia?” pekik Peyot sembari mencari Lely.

Jelas eluruh penghuni rumah kaget. Justini (46), ibu korban, sontak keluar dari dapur saat sedang memasak. Begitu juga Syahrul, dia lompat dari tempat duduknya. Mereka mencari Lely. Seluruh komplek ditelusuri. Namun tak satupun warga yang melihatnya pergi dengan siapa. Hanya saja, Lely dikatakan pergi ke arah Jl. Merak Jingga, tak jauh dari Swalayan Macan Yaohan.

Sayang. Dikejar ke sana, Lely juga tak ada. Kesal bercampur gundah, Peyot kembali ke rumah. Pria yang sehari-hari berternak ayam kampung ini menangis dan emosi. Setelah dirembukkan, mereka kembali mendatangi Ustadz Adi di kawasan Starban, Polonia, Medan untuk mencari tahu keberadaan Lely. Di sana, Peyot menceritakan hilangnya Lely. Melalui kemampuan supranaturalnya, roh Lely dipanggil. Tiba-tiba Ustad Adi langsung kesurupan. Wajahnya pun berubah seram, pandangan matanya tajam.

Tahu roh Lely sudah masuk, Peyot pun bertanya dimana keberadaan anaknya. “Aku di Aceh, aku pulang nanti, tapi jangan dimarahi ya,” ucap roh Lely lewat Ustadz Adi. Setelah sadar, kata Ustadz Adi, Lely dipergunakan sekelompok orang untuk tujuan yang tidak baik. “Otak Lely ini sudah dicuci, besar kemungkinan untuk tujuan yang tidak baik,” jelas Peyot menirukan ucapan Ustad Adi yang memperkirakan Lely akan kembali ke tempat pertama ditemukan di kawasan Simpang Limun, Medan sekiar pukul 20.00 WIB. Namun hasilnya nihil****************.

Sebelumnya, Sabtu (22/1) pagi lalu, Lely pamit kepada ibunya mencari pekerjaan di kawasan Simpang Limun, Medan. Tapi hingga malam, Lely belum pulang juga. Hingga Minggu (23/1), Lely tak ditemukan. Senin (24/1) pagi, orang tua Lely melaporkan hal itu ke Mapolsek Medan Timur, tak jauh dari rumah mereka. Pun dilapor ke polisi, sejumlah saudara tetap terus mencari Lely. Begitu juga dengan Syahrul. Saking heboh mencari, sedikitnya 37 dukun didatangi keluarga ini guna mencari keberadaan Lely. Dukun-dukun itu berada di Belawan, Delitua, Pancur Batu, dan Helvetia. Namun, semuanya tak membuahkan hasil. “Setiap datang beli bunga dan nyalamkan (duit), habis juga Rp 2.700.000 selama minta petunjuk dukun,” ujar Peyot.

Empat hari usai menghilang atau Rabu (26/1) sekira pukul 13 WIB, Syahrul menemukan tunangan yang bakal dinikahi Mei tahun ini dengan tatapan mata kosong, berdiri terpaku di bawah billboard reklame di depan Pasar Simpang Limun. Kondisinya memprihatinkan. Ia seperti orang yang terkena hipnotis. Lely tak kenal dengan ayah dan ibunya, juga para saudaranya. Karena lupa ingatan, Lely pun sulit untuk ditanyai seputar kisahnya menghilang selama 4 hari. “Dia cuma bilang ayah dan umi, cuma itu aja lain nggak ada,” terang Peyot.

Demi menyembuhkan keanehan putrinya, Peyot membawa Lely ke seorang paranormal di kawasan Starban, Medan. Setiba di sana, Lely pun dibacakan jampi-jampi. Gadis itu menjerit kuat saat kakinya disentuh dan meracau sambil berontak. Ia menyebut namanya Aini. “Aini... Aini... gitu dibilangnya,” kata Peyot mengulang ucapan putrinya saat diobati.

Kondisi Lely mulai tenang usai sang paranormal membacakan doa untuknya. Lamat-lamat tubuhnya pun melemah dengan tatapan mata yang tetap kosong. Tapi saat itulah dia mulai mengenal ayah dan ibunya. Tapi selain orang tuanya, “Lely nggak kenal siapa-siapa, jalannya pun seperti robot. Matanya tak mau berkedip,” kata Peyot. “Dia (sekarang) lagi nonton (bioskop) sama tunangannya,” sambung Peyot pada POSMETRO yang mendatangi kediaman keluarga itu.

Anehnya, dari dalam saku jeans sebelah kanan Lely, ditemukan secarik kertas bertuliskan huruf bahasa bangsa Timur Tengah. Kertas itu turut dibawa saat Lely diobati oleh paranormal Harahap. “Ini ajian yang biasanya dipakai untuk menghancurkan pikiran manusia. Biasanya kalau sudah kena ini nggak ingat siapa-siapa lagi,” ujar Peyot menirukan ucapan Harahap soal kekuatan tulisan bahasa bangsa Timur Tengah itu.

6,000 Lebih WNI Terjebak di Mesir

Demonstran mendatangi kedubes Masir di Washington, AS, kemarin. Mereka membawa spanduk dan foto demonstrasi menentang pemerintahan Presiden Mesir Hosni Mubarak dan mendukung rakyat Mesir menggulingkan pemerintahan yang sah.



JAKARTA-Kerusuhan di Mesir membawa dampak besar bagi Indonesia. Selain lebih dari 6 ribu warga Indonesia terjebak di negara di Benua Afrika itu, pergolakan politik di sana juga diprediksi bakal terjadi di Indonesia.

Warga negara Indonesia di Mesir yang terjebak umumnya mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Universitas Kairo, salah satu universitas kenamaan di dunia, sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sedang mengasi rezeki, amaupun seglintir pendatang illegal.

Hingga saa ini, pemerintah mencatat ada 6.000 WNI yang diketahui secara resmi keberadaannya di Kairo, ibu kota Mesir, maupun di kota-kota lainnya. Mereka terjebak di antara aksi bertajuk “Yawmul Ghadhab (Hari Kemarahan)”, gerakan unjuk rasa penggulingan Presiden Mesir Husni Mubarrak yang berkuasa selama 30 tahun.

Terkait hal itu, pemerintah Indonesia menjamin seluruh WNI yang tercatat tersebut dalam keadaan aman. “Kurang lebih ada 6100 WNI di Mesir. Hingga saat ini semuanya masih dalam keadaan baik, aman dan insyaallah dalam keadaan baik,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (30/1)

Menurut Marty, Pemerintah RI juga belum berencana melakukan evakuasi terhadap seluruh WNI tersebut. Pemerintah baru mengeluarkan travel advisory kepada WNI, baik yang berada di Mesir saat ini maupun yang merencanakan menuju ke Mesir.

“Terutama yang sudah berada di Mesir agar senantiasa meningkatkan kewaspadaaan, menghindari tempat-tempat keramaian dan berkomunikasi terus menerus dengan KBRI kita,” tegas Marty.

Seperti diketahui, unjuk rasa “Ha­ri Kemarahan” di Kairo dan se­jumlah kota lainnya dimulai sejak Rabu (26/1). Selain di Kairo, sejumlah kota provinsi lainnya seperti Suez, Ismailiyah, Fayyum, Qalyubia dan Iskandariyah juga terjadi unjuk rasa serupa.

Para pengunjuk rasa menuntut pembubaran parlemen yang ter­pilih dalam pemilihan pada No­vember 2010 dan mendesak Pre­siden Hosni Mubarak untuk tidak lagi mencalonkan diri dalam pemilihan presiden pada akhir tahun ini.

Hingga Minggu pagi korban kerusuhan sudah mencapai 102 orang tewas. Korban tewas makin memperparah keadaan di Mesir.

Pemandangan ironis terlihat di Bandara Kairo saat 19 pesawat pribadi lepas landas menangkut orang kaya Mesir. Di antara penumpang yang berada di pesawat itu adalah keluarga pengusaha telekomunikasi Mesir Naguib Sawiris dan pengusaha hotel Hussein Salem yang dikenal sebagai orang dekat Presiden Hosni Mubarak.

Sebagian besar dari pesawat itu diketahui menuju ke Dubai. Mereka mengungsi karena sadar terancam oleh kemungkinan serangan warga yang mengamuk, orang-orang kaya Mesir ini memutuskan untuk keluar dari negeri itu. Demikian diberitakan The Daily Telegraph, Minggu (30/1).

Lagi Pasangan Mesum Diamankan




SELONG (LOMBOK):-Untuk ke sekian kalinya, Pantai Labuhan Haji kembali diduga dijadikan tempat mesum.Sabtu lalu, Satpol PP Lombok Timur (Lotim) kembali mengamankan Y dan S. Kedua warga Selong itu tertangkap basah hendak berbuat mesum di pinggir Pantai Labuhan Haji Sabtu siang pekan lalu. “Tepatnya setelah jembatan kedua,” kata Rusno, tim penyidik Satpol PP Lotim usai interogasi.

Kepada wartawan Rusno menjelaskan, pasangan itu mengaku suami istri. Namun mereka nekat berbuat mesum di tempat umum karena sedang ada masalah dengan keluarga di rumah.
Maklum hingga saat ini mereka masih menumpang di rumah keluarga. “Kami akan kroscek kepada keluarga apakan benar suami istri atau bukan. Orang tuanya akan kami panggil,” tegasnya.

Lebih lanjut Rusno menegaskan, apapun alasannya perbuatan pasangan itu tetap melanggar peraturan. Perda Nomor 7 Tahun 2007 tentang ketertiban umum. Sehingga walaupun suami istri, mereka tidak layak berhubungan badan di tempat umum seperti itu. “Kami akan tetap proses sebagaimana ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Ditambahkan, sampai saat ini banyak pasangan mesum yang tertangkap juga berkat hasil kerjasama Satpol PP dengan masyarakat setempat.

Dia tidak menampik kalau selama ini memang wilayah Labuhan Haji rawan disalahgunakan pasangan yang tidak bertanggung jawab. “Kami selalu patroli ke sana,” tambah Rusno.
Sebelumnya, Camat Labuhan Haji L Dany Ahyani juga berupaya mengurangi dan mencegah penyalahgunaan wilayah pantai itu.

Salah satunya, memasang plank-plank larangan di beberapa titik rawan. Selain itu dia juga meminta masyarakat terlibat aktif. “Kalau ada kejadian seperti ini segera laporkan. Supaya tidak jadi kebiasaan. Sehingga bisa ditangani Satpol PP,” tandasnya.

Hakim Mahkamah Tinggi didakwa ke Mahkamah Rendah


HAKIM Mahkamah Tinggi Syariah Pulau Pinang, Adam Tumiran, 43, (kanan) dan pasangannya Nurul Izani Md Isa didakwa di Mahkamah Rendah Syariah di Georgetown, hari ini atas tuduhan berkhalwat di kuarters kerajaan pada 5 Disember lalu.

Tujuh lanun Somalia direman tujuh hari mulai hari ini

TIGA daripada tujuh lanun Somalia yang ditahan Paskal dikawal ketat anggota polis ketika dibawa ke Hospital Tengku Ampuan Rahimah Klang untuk pemeriksaan perubatan, hari ini.



KUALA LUMPUR:--– Tujuh rakyat Somalia yang diberkas oleh anggota tentera Malaysia ekoran cuba merompak sebuah kapal Malaysia di Teluk Aden pada 20 Januari lepas, ditahan reman tujuh hari sehingga 6 Februari bermula hari ini.

Perintah reman terhadap ketujuh-tujuh rakyat Somalia itu dikeluarkan oleh Majistret Mohammad Noor Firdaus Rosli kira-kira pukul 4 petang tadi di Pusat Tahanan Sementara Balai Polis Bukit Jalil dekat sini.

Ketujuh-tujuh lanun itu dibawa keluar dari Pusat Tahanan Sementara terbabit kira-kira pukul 4.30 petang dengan menaiki sebuah bas polis dan diiringi beberapa kenderaan polis dari pusat tersebut.

Kesemua lanun terbabit memakai baju lokap berwarna oren dan digari tangan itu diiringi beberapa pegawai polis yang bertugas sebelum mereka dibawa keluar dari pusat tahanan terbabit.

Difahamkan, mereka dibawa ke Bukit Aman untuk siasatan lanjut. – Bernama

Luna mendampingi Ariel sepanjang perbicaraan


VOKALIS Peterpan, Ariel atau nama sebenarnya Nazriel Irham (dua, kiri) diberi sokongan moral oleh kekasihnya, Luna Maya (kiri) dalam sel tahanan di Mahkamah Daerah Bandung, Indonesia, 31 Jan. Ariel dipenjara tiga tahun setengah selepas bersalah membuat dan mengedar video lucah melibatkan dirinya bersama Luna serta Cut Tari.

Kota Marudu turut banjir, 2,279 mangsa dipindahkan




KOTA MARUDU:-- Seramai 2,279 orang dari 19 buah kampung di daerah Kota Marudu dan Matunggong dipindahkan ke 10 pusat pemindahan sementara ekoran banjir selepas hujan berterusan selama lima hari.

Ahli Parlimen Kota Marudu, Datuk Seri Dr. Maximus Ongkili berkata, masalah banjir di kawasan itu dapat diatasi sekiranya Pelan Induk Tindakan Tebatan Banjir oleh Jabatan Pengairan dan Saliran (JPS) dilaksanakan.

"Penyelesaian jangka panjang kepada masalah banjir telah dikemukakan kepada kerajaan negeri dan pusat dengan cadangan pelan induk itu membabitkan kos minima RM500 juta,” katanya kepada pemberita semasa melawat mangsa banjir hari ini.

Daripada jumlah itu, RM300 juta diletakkan di bawah peruntukan Rancangan Malaysia ke-10 namum peruntukan yang diluluskan setakat ini jauh lebih rendah, kata Ongikili yang juga Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi.

Katanya pelan induk itu mampu menjimatkan kos kerugian tahunan selama 10 akibat banjir.

Banjir di Kota Marudu mengakibatkan kerosakan jalan, jambatan, perparitan, tanaman dan bantuan kebajikan bernilai kira-kira RM50 juta setiap tahun.

Semasa lawatan itu, Ongkili bersama wakil rakyat Tandek, Anita Baranting dan wakil rakyat Matunggong, Sarapin Magana, menyampaikan bantuan makanan kepada mangsa banjir di pusat pemindahan berkenaan. - Bernama

Pindah jika keadaan kritikal

PESERTA demonstrasi berkumpul di atas sebuah kereta kebal bagi menuntut Presiden Hosni Mubarak meletak jawatan di Kaherah semalam.


KUALA LUMPUR – Lebih 10,000 rakyat Malaysia yang terperangkap di Mesir ekoran demonstrasi besar-besaran untuk menumbangkan Presiden Hosni Mubarak sejak awal minggu lalu akan dibawa pulang atau dipindahkan ke negara-negara berdekatan jika keadaan menjadi tegang dan di luar kawalan.

Kerajaan menerusi Kedutaan Besar Malaysia telah mengatur pelan kontingensi untuk memindahkan mereka ke negara berdekatan seperti Jordan, Arab Saudi dan Libya.

Namun suasana pada masa ini dilaporkan masih terkawal dengan semua rakyat Malaysia dalam keadaan selamat.

Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin berkata, kakitangan kedutaan kini memantau keadaan selama 24 jam sehari.

“Kita telah menyediakan perancangan kontingensi bagi menjaga keselamatan pelajar serta rakyat Malaysia.

“Ini termasuk memantau perkembangan keselamatan di Mesir dengan lebih teliti, mengesan dan menghubungi kesemua pelajar Malaysia bagi memastikan mereka selamat, selain menyediakan perancangan kontingensi untuk memindahkan mereka ke negara-negara jiran seperti Jordan, Arab Saudi dan Libya,’’ katanya dalam kenyataan di sini semalam.

Luna Diam Seribu Bahasa, Titiek Puspa Pasrah




BANDUNG:---- Vonis tiga tahun enam bulan penjara dan denda Rp 250 juta subsider kurungan tiga bulan yang dijatuhkan kepada vokalis Nazriel Irham alias Ariel "Peterpan" untuk kasus penyebaran video seks, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (31/1/2011), ditanggapi beragam.

Sejumlah organisasi massa (ormas) menilai putusan tersebut dianggap terlalu ringan. Asep Hidayat, Koordinator Aliansi Pergerakan Indonesia (API), membacakan pernyataan sikap di depan massa bahwa putusan Majelis Hakim itu tidak memenuhi unsur keadilan masyarakat. "Seharusnya Si Ariel dihukum minimal lima tahun sesuai tuntutan jaksa penuntut umum," ujarnya.

Sementara itu, penyanyi senior Titiek Puspa, yang turut hadir dalam sidang vonis tersebut untuk memberi dukungan terhadap Ariel, yang pernah menyanyikan lagu "Kupu-kupu Malam" ciptaan Titiek, memilih netral. "Saya sih menyerahkan sepenuhnya kepada hukum. Bila seperti itu, ya gimana lagi," tuturnya usai sidang pembacaan vonis atas Ariel.

Sebagai bentuk dukungannya kepada keksih artis dan model Luna Maya tersebut, Titiek rela berdesak-desakan dan berpeluh bersama para pengunjung lain yang memenuhi Ruang Sidang Kresna 1 di lantai 2 gedung PN Bandung. "Ini bentuk dukungan saya terhadap sesama seniman. Dari kemarin kami datang ke sini (Bandung)," ujar Titi sebelumnya, sebelum sidang dimulai, didampingi sejumlah artis lainnya seperti Melly Goeslaw dan Achmad Albar.

Usai sidang, mereka yang berada di area PN Bandung sempat tertahan karena para pengunjuk rasa memenuhi jalan. Baru kira-kira pukul 13.15 WIB mereka bisa meninggalkan PN Bandung. Luna segera meninggalkan kerumunan peliput. Tak ada sepatah kata pun yang diucapkan oleh Luna ketika para peliput meminta tanggapannya terkait vonis yang dijatuhkan kepada pacarnya.

86 warga Brunei berlindung di Kedutaan





BANDAR SERI BEGAWAN:--- Seramai 86 warga negara Brunei terdiri daripada pelajar-pelajar yang sedang menuntut di Kaherah dan keluarga mereka serta dari Jordan yang datang melawat rakan mereka telah dipindahkan ke Kedutaan Besar Negara Brunei Darussalam di sana bagi memudahkan pemantauan pergerakan satu sama lain serta demi keselamatan.

Seorang jurucakap Kedutaan Besar Negara Brunei Darussalam di Kaherah memberitahu Media Permata bahawa tempoh mereka berada di kedutaan adalah bergantung kepada keadaan.

"Alhamdulillah.. kami mahu memastikan kaum keluarga di Brunei bahawa kami di sini semuanya selamat," kata beliau ketika dihubungi malam ini.

Memandangkan semua pejabat, bank dan kedai-kedai ditutup kerana situasi yang tegang, pihak Kedutaan Besar Negara telah mengambil langkah memastikan bekalan makanan seperti beras dan telur mencukupi untuk beberapa hari akan datang disamping menyediakan berbagai keperluan lain seperti selimut dan bantal supaya warga Brunei yang berlindung di Kedutaan berada dalam keadaan selesa.

Pasukan keselamatan kedutaan turut ditempatkan di bangunan itu manakala pekerja lelaki kini diletakkan dalam keadaan berjaga-jaga demi keselamatan penghuni di situ.

Menurut jurucakap itu lagi, suasana sebelah pagi sejak beberapa hari lalu agak tenang dengan kebanyakan aktiviti-aktiviti berlaku selepas solat Zohor dan semakin teruk menjelang malam, walaupun pihak tentera mengenakan perintah berkurung antara jam 6 petang hingga 7 pagi.

Katanya, walaupun tempat bantahan diadakan kira-kira 15 minit perjalanan dari Kedutaan Besar Negara yang terletak di Jalan Sri Lanka, Zamalek, keadaan di sekitarnya agak selamat kerana kehadiran ramai tentera memandangkan banyak pejabat kedutaan negara lain juga terletak di situ. Sesetengah jalan raya ditutup mulai jam 4.00 petang.

Sementara itu agensi berita asing melaporkan anggota-anggota tentera berkawal ketat di beberapa batang jalan raya di Kaherah pagi ini ketika para pembantah terus mengadakan tunjuk perasaan di seluruh Mesir yang masih hari ke enam hari ini.

Stesen televisyen Al-Jazeera memetik penganjur bantahan sebagai berkata, lebih ramai penunjuk perasaan mula berkumpul selepas solat Zohor untuk mendesak peletakan jawatan pemimpin-pemimpin utama politik termasuk Menteri Dalam Negeri dan Presiden Hosni Mubarak.

Menurut agensi berita Reuters, meskipun kehadiran ramai anggota tentera untuk berkawal, kira-kira 4,000 orang telah berkumpul di Medan Tahrir yang telah menjadi tempat perhimpunan bagi menyuarakan kemarahan terhadap kemiskinan, penindasan dan rasuah dalam di negara Arab yang paling ramai penduduk itu.

Sepanjang malam, penduduk-penduduk dari berbagai kawasan dari Suez hingga ke Kaherah berkumpul membentuk pasukan kawalan sendiri untuk mengawal kejiranan masing-masing daripada penjarah apabila pasukan polis berundur setelah bertempur dengan pembantah yang telah mengakibatkan lebih 100 orang terbunuh.

Buku SBY Ditemukan di Cirebon



CIREBON:-- Peredaran buku pencitraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai juga ke Kota Cirebon. Namun, Dinas Pendidikan setempat belum akan menarik buku-buku yang beredar di sejumlah sekolah di Kota Cirebon itu.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Abdul Haris, menjelaskan, buku-buku SBY itu merupakan jatah buku yang anggarannya berasal dari dana alokasi khusus (DAK). Secara keseluruhan, buku dari DAK terdiri dari tiga kategori, yakni buku referensi, buku pegangan guru, dan buku pengayaan.

Menurut Haris, buku-buku pengayaan itulah yang memuat profil tentang Presiden SBY. Adapun judul buku-buku itu di antaranya ‘Adil Tanpa Pandang Bulu’, ‘Memberdayakan Ekonomi Rakyat Kecil’, dan ‘Menata Kembali Kehidupan Bangsa’. Semua buku tersebut diterbitkan oleh PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Untuk satu judul buku, setiap sekolah menerima lima buah. Dengan demikian, setiap sekolah menerima 15 buah buku tentang SBY.

Haris menyebutkan, di Kota Cirebon terdapat 16 buah SD yang mendapatkan jatah buku yang anggarannya bersumber dari DAK. Berdasarkan temuannya, buku-buku SBY itu ditemukan di semua SD.

Sedangkan untuk tingkat SMP, ada 22 buah sekolah yang mendapatkan jatah tersebut. Namun, pihaknya belum mengetahui apakah buku SBY tersebut juga ditemukan di tingkat SMP. ‘’Hingga kini kami masih melakukan pengecekan,’’ tegas Haris, Senin (31/1).

Pengedar Video Porno Ariel Divonis 2 Tahun

Redjoy


Bandung - Redjoy yang didakwa mengedarkan video porno juga menjalani sidang vonis pada Senin (31/1/2011). Vonis hukuman Redjoy lebih ringan ketimbang Ariel.

"Menyatakan terdakwa Redjoy, secara memberi kesempatan pornografi, dengan hukuman dua tahun, dengan denda Rp 250 juta," ujar Ketua Majelis Hakim Singgih Budi Prakoso saat membacakan putusannya.

Jika dibandingkan dengan hukuman Ariel yaitu 3,5 tahun penjara, hukuman Redjoy lebih ringan. Alasan hakim, terdakwa belum pernah melakukan pelanggaran hukum dan telah menyesali perbuatannya.

"Terdakwa juga masih muda," ucap Ketua Majelis Hakim Singgih Budi Prakoso.

Vonis Redjoy juga lebih ringan daripada tuntutan jaksa yaitu empat tahun penjara. Sama seperti Ariel, RJ dituntut pasal 29 junto pasal 4 ayat 1 UU no 44 2008 pornografi, dijuntokan pasal 56 KUHPidana.

86 warga Desa Pamalian, terserang penyakit kaki gajah.




SAMPIT:--- Sebanyak 86 warga Desa Pamalian, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah terserang penyakit kaki gajah.

“Masyarakat penderita pada umumnya sudah lama mengidap penyakit kaki gajah dan sekarang telah mendapatkan perawatan dari tim medis,” kata Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, Agus Karsetyono, di Sampit, Senin (31/1/2011).

Penyakit kaki gajah sebagian besar menyerang warga Kecamatan Kota Besi bagian hilir dan sejak tiga tahun lalu wilayah itu dinyatakan sebagai daerah endemis penyebaran penyakit kaki gajah.

Penderita kaki gajah pada umumnya mengalami pembesaran di bagian tubuh seperti kaki dan lengan, ada juga yang mengalami pembesaran di bagian buah zakar dan susu.

Menurut Karsetyono, pembagian obat pencegah penyakit kaki gajah secara massal sebelumnya juga telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Berdasarkan data Puskesmas Kecamatan Kota Besi, hingga sekarang belum ditemukan penderita penyakit kaki gajah baru dan semuanya masih penderita lama.

Selain pembagian obat pencegah penyakit kaki gajah secara massal, pemerintah daerah belum lama ini juga membagikan kelambu malaria kepada masyarakat secara gratis.

“Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada terhadap serangan penyakit kaki gajah, sebab penyakit tersebut penularannya melalui gigitan nyamuk,” katanya.

5 Saksi Diperiksa Terkait Crop Circle Magelang

Crop circle yang dijumpai di Piyungan, Yogyakarta



SLEMAN:-- 5 Saksi telah diperiksa polisi terkait kemunculan crop circle di Magelang, Jawa Tengah. Namun hingga kini, polisi belum menemukan titik terang bagaimana lingkaran misterius sawah milik pengasuh Ponpes Hidayatul Muhtadiin itu terbentuk.

"Yang pasti kita sudah memintai keterangan sebanyak lima orang saksi di TKP," kata Kasatreskrim Polres Magelang AKP Slamet Riyadi saat ditemui di Mapolres Magelang Jalan Gatot Soebroto, Magelang, Senin (31-1).

Slamet mengatakan, kelima saksi itu di antaranya adalah Irfan dan Muhaimin. Keduanya merupakan santri pondok pesantren tersebut. Pemilik areal sawah, KH Yasin, juga termasuk orang yang dimintai keterangan.

Slamet menyayangkan mengapa warga baru melapor ke polisi pada Minggu 30 Januari. Padahal, crop circle itu telah ditemukan pada Sabtu 29 Januari. "Jadi TKP sudah dijamah oleh warga," kata Slamet.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Tim Laboraturium dan Forensik (Labfor) Polres Magelang, telah ditemukan lima lingkaran berukuran 2,30 meter dan 2,64 meter. Sementara lingkaran yang berada di tengah yang paling besar. Jika diperhatikan, bentuknya mirip kincir angin berukuran 3,68 meter.

"Di tengah-tengah tidak ada bekas atau tanda adanya alat yang ditancapkan di tengah lingkaran. Yang ada ya hanya tanah," kata Slamet.

Polisi juga tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan di sekitar lokasi. Namun hingga kini, polisi belum bisa memastikan apakah crop circle tersebut benar-benar jejak UFO.

"Kita tidak berani menyimpulkan. Yang pasti kita sudah memintai keterangan saksi-saksi. Saat ini sudah kita perintahkan petugas di lapangan untuk melepas police line di sana,”tegas Slamet.

Pelajar Dicekup Saat Mesum di Hotel




NGAJUK:--- Petugas gabungan dari sejumlah satuan di Polres Nganjuk menggelar operasi penertiban penyakit masyarakat, dengan merazia sejumlah hotel yang disinyalir menjadi langganan lokasi mesum. 4 Pasangan berhasil diamankan, satu diantaranya tercatat masih duduk di bangku kelas XI salah satu SMA Negeri di Kecamatan Loceret.

Razia yang melibatkan sekitar 25 personel ini diawali dengan mendatangi Hotel Mataram di kawasan kota. 2 Pasangan yang satu diantaranya kedapatan tengah setengah telanjang di kamar ditemukan di tempat ini.

Usai dari Hotel Mataram razia dilanjutkan ke Hotel Wilis yang memiliki jarak tak begitu jauh. Kembali 2 pasangan ditemukan tengah bermesraan di dalam kamar hotel, bahkan satu diantaranya tercatat masih duduk di bangku SMA.

Yang ironis, pelajar wanita yang terjaring adalah sosok yang dalam kesehariannya
mengenakan jilbab. Keduanya mengaku tidak bersekolah karena sudah selesai menjalani
ujian tengah semester.

"Iya, ada pelajar. Inisialnya D," ujar salah seorang anggota kepolisian disela jalannya razia, Senin (31/1/2011).

Dari hasil interogasi sementara, pasangan pelajar tersebut menolak disebut tengah
melakukan perbuatan mesum di hotel. Keduanya juga sempat menolak diamankan, meski akhirnya hanya bisa pasrah digelandang petugas ke mobil patroli.

Kabag Ops Polres Nganjuk Kompol Suseno mengatakan, razia ini diadakan sebagai tindak lanjut laporan keresahan masyarakat atas maraknya aksi mesum di 2 hotel yang disisir pihaknya. Atas temuan tersebut pihaknya juga akan mengoreksi izin keberadaan hotel dengan kemungkinan merekomendasikan adanya penutupan.

"Hasil razia ini sudah bisa menjadi bukti. Selanjutnya kami akan berikan peringatan
terlebih dulu, dan jika memang terulang kami akan rekomendasikan penutupan," tegas
Suseno.

Suseno juga mengungkapkan, razia ini diadakan guna menekan adanya indikasi peningkatan penyakit masyarakat. Untuk itu, 4 pasangan yang terjaring selanjutnya akan dibina dan diminta membuat surat penyataan agar tak kembali mengulangi perbuatannya di waktu mendatang.

"Tapi khusus yang pelajar kami akan datangkan orang tuanya, alamatnya jelas dan mereka akan segera kami datangkan. Kami juga akan panggil pihak sekolah untuk memberikan pembinaan bersama-sama," pungkas Suseno.

Hati-hati Belanja di Singapura..

( Foto hiasan)



PEKANBARU:-- Hati-hati belanja di negara tetangga Singapura, apalagi belanja peralatan elektronik. Bila Anda belum sepakat atau bernegosiasi soal harga, lebih baik tidak meminta pemilik toko membuka bungkus peralatan yang ingin Anda beli.

Di Singapura, membuka bungkus, berarti harus membeli. Kalau tidak membeli, si pemilik toko menakut-nakuti dengan mendatangkan kawanan preman dan mengajak berkelahi.

Ponco Widodo (27), warga Pekanbaru, Riau, kepada Kompas.com, menceritakan pengalaman buruknya hari Sabtu (29/1/2011) malam di Singapura. Ketika itu, dia bersama temannya, Khairul, berniat membeli telepon seluler merek Iphone-4 di Dab Electronics di lantai dasar, pusat pertokoan paling ramai di kawasan Orchad Road, Lucky Plaza.

Mulanya, pemilik toko, sebut saja bernama Ong, bermuka sangat manis. Dia seakan siap melayani pelanggan. Dia bahkan bersedia menyuguhkan api untuk membakar rokok. Tutur katanya manis, memuji-muji pelanggan Indonesia. Karena layanan itu, Widodo sepakat membeli Iphone-4 seharga 900 dollar Singapura.

Persoalan mulai muncul tatkala Widodo bertanya-tanya tentang aksesori, seperti sarung telepon, baterai cadangan, dan keyboard tambahan. Ong pun langsung membuka aksesori yang dipertanyakan dan mencobanya pada Iphone yang akan dibeli. Karena harga aksesori terasa mahal, Widodo sepakat membeli ponsel saja.

Ong yang tadinya ramah berubah menjadi kasar. Dia mengatakan, barang yang sudah dibuka harus dibeli. Bahkan, pemuda sekitar 30 tahun itu berbicara dengan nada tinggi sambil menunjuk-nunjuk jari ke arah kepala Widodo.

Dia memaksa Widodo membayar total barang seharga 1.650 dollar Singapura atau setara Rp 11.550.000. Ketika Widodo tidak bersedia membayar sejumlah itu, Ong menggunakan ponselnya dan dalam sekejap dua preman yang diduga temannya sudah berada di depan tokonya.

Ong yang bertubuh gempal dengan tato di sekujur tangan menghadang Widodo dan Khairul untuk tidak keluar dari tokonya. Melihat gelagat yang kurang baik, Widodo dengan sangat terpaksa membayar peralatan itu sebesar harga yang diminta.

Pada nota yang diberikan Ong, tidak terdapat rincian harga peralatan yang dibeli kecuali ponsel saja dan nilai total barang 1.650 dollar Singapura. Ketika diminta rincian, Ong tidak bersedia. Menurut dia, bila dibuat rincian, harga harus ditambah lagi pajak tujuh persen untuk pemerintah Singapura. Nota itu juga tidak memiliki nama toko atau cap toko.

Widodo mengaku sangat kecewa dengan pelayanan ala Singapura itu. Ini bukan soal harga, melainkan harga diri. "Ternyata Singapura tidak menjunjung tinggi peradaban dalam berjualan. Mendatangkan preman, memaksa orang membeli. Saya merasa dipalak. Ternyata begitu cara orang Singapura berdagang. Semoga orang Indonesia tidak ada lagi yang mau membeli di tokonya. Nama tokonya Dab Electronics, terletak di lantai dasar Lucky Plaza," ujar Widodo.

Itu Bukan Tato, Tapi Luka Bakar - Luna





BANDUNG:--- Luna Maya menampik tudingan bahwa perempuan yang ada dalam video seks yang menyeret kekasihnya, Nazriel Irham atau Ariel, menjadi terdakwa kasus penyebarannya, adalah dirinya. Ia juga membantah memiliki tato di pinggul seperti yang terlihat pada pinggul perempuan dalam video itu.

"Saat ditanya apa memiliki tato di pinggul kiri, saksi (Luna Maya), mengatakan tidak memiliki tato. Saksi hanya mengatakan bukan tato, tapi luka bakar," sebut Majelis Hakim dalam pembacaan fakta sidang dalam sidang vonis terhadap Ariel di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (31/1/2011).

Luna, yang presenter, artis peran, dan model yang juga menyanyi, merupakan salah satu saksi dalam kasus penyebaran video seks tersebut. Ketika ditanya apakah lelaki dalam video itu Ariel, Luna menyebut bahwa lelaki itu hanya mirip Ariel.

Dalam pembacaan fakta sidang juga diungkapkan bahwa Luna sempat memaki Reza Rizaldy alias Redjoy, salah satu terdakwa dan juga saksi dalam kasus Ariel. "Saksi Luna Maya sempat memaki kasar Saudara Reza melalui sms lantaran dia yang menjadikan semua ini. 'Semua gara-gara lu, Setan. Semua sumber dari lu," lanjut Majelis Hakim mengutip kesaksian Redjoy. "Saat itu, Luna tidak menjawab kenapa marah-marah terhadap Redjoy," sambung Majelis Hakim.

Ketika di dalam sidang ditanya mengapa Luna meminta maaf, ungkap Majelis Hakim lagi, "Luna ingin meredakan amarah masyarakat."

Tiga Tahun Cukup Lah untuk Ariel

Front Pembela Islam (FPI) di depan gedung Pengadilan Negeri Bandung, pada hari sidang vonis Nazril Irham atau Ariel, Senin (31/1/2011).



JAKARTA:--- Front Pembela Islam (FPI) menyatakan sikap menerima putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, yang diketuai oleh Singgih Budi Prakoso, SH, yang menjatuhkan vonis tiga tahun enam bulan penjara dan denda Rp 250 juta terhadap terdakwa Nazriel Irham atau vokalis Ariel "Peterpan", Senin (31/1/2011).

"Tiga tahun sudah cukup lah, sudah bagus buat Ariel. Meski kami tidak puas, kami hargai kerja keras majelis hakim dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian," kata Ketua FPI DPD Jakarta, Habib Salim Umar Alatas, ketika dihubungi oleh Kompas.com di Jakarta, pada hari yang sama dengan pembacaan vonis Ariel di PN Bandung.

Mewakili organisasi massa lainnya yang kontra terhadap Ariel, pria yang dikenal dengan sebutan Habib Selon ini semula khawatir kekasih artis dan model Luna Maya itu justru akan divonis bebas. "Kami senang, yang tadinya kami khawatir akan bebas. Kan dia dituntutannya lima tahun ya? Tapi, alhamdulillah, dia divonis tiga tahun penjara," kata Salim lagi.

Menurut Salim, berkaca pada kasus Ariel, hukum di Indonesi perlu terus ditegakkan tanpa mengenal istilah tebang pilih. Vonis itu, lanjut Salim, bisa menjadi salah satu bukti keseriusan para penegak hukum dalam memberantas pornografi dan pornoaksi. "Ini peringatan buat artis dan siapa pun yang coba-coba menyebarkan video seks atau pornografi. Ini nilai plus buat hukum kita," tekan Salim.

Sementara itu, ketika diminta tanggapannya mengenai Luna dan presenter Cut Tari, yang lepas dari jerat hukum sehubungan dengan kasus penyebaran video seks tersebut, Salim berharap hal tersebut segera ditindaklanjuti. "Kami meminta kepada pemerintah dan yang berwajib, harus ada kebijakan agar Luna dan Tari bisa segera diproses sesuai hukum," ujarnya.

Cabul kanak-kanak: Rayuan ustaz ditolak





ALOR SETAR – Seorang guru agama kelu apabila Mahkamah Tinggi Alor Setar mengekalkan hukuman penjara 18 bulan dan denda RM3,000 kerana mencabul seorang kanak-kanak di sebuah rumah yang dijadikan pusat Qiraati lima tahun lepas.

Hakim Datuk Mohd Azman Husin menolak rayuan Nasruddin Niamat, 36, bagi mengetepikan keputusan Mahkamah Majistret pada 13 Okt 2009.

Mohd Azman berkata keputusan Majistret Najwa Che Mat menjatuhkan hukuman penjara 18 bulan dan denda RM3,000 adalah mematuhi prosedur mahkamah.

Guru agama itu dituduh mengikut Seksyen 354 Kanun Keseksaan yang membawa hukuman penjara sehingga 10 tahun atau denda atau sebat.

"Walaupun rayuan awak ditolak, ini bukan keputusan akhir kerana awak masih ada peluang. Awak boleh buat rayuan di Mahkamah Rayuan,” kata Mohd Azman.

Menurut kertas pertuduhan, Nasruddin dituduh mencabul kehormatan seorang kanak-kanak berusia 11 tahun di sebuah bilik yang dijadikan kelas mengaji al-Quran di sebuah rumah di Lorong Teratai 1, Taman Berjaya, Jalan Pegawai pada 9.45 pagi, 8 Jun 2006.

Dalam rayuannya, tertuduh yang mempunyai seorang isteri dan empat anak, memberi alasan kanak-kanak itu masih di bawah umur dan tidak dapat memberi keterangan selain tidak memahami kepentingan mengangkat sumpah.

Timbalan Pendakwa Raya Norhayati Ibrahim mengendalikan kes itu manakala tertuduh diwakili peguam Rahmatullah Baharuddeen. - Bernama

Ahad, 30 Januari 2011

Suami puja keris setiap malam

HUMAIRAH ...suami makin pulih selepas berubat secara Islam.


ALOR GAJAH: “Saya terjaga daripada tidur apabila terdengar suara suami seperti sedang meratib atau berzikir dengan kuat. Apabila saya intai ke dalam biliknya, saya terkejut melihat perbuatannya yang pelik.

“Dia bukannya berzikir, tapi membaca mantera dengan bahasa yang saya tidak fahami. Dia duduk di atas sejadah, tapi tak menghadap kiblat dan tangannya memegang satu keris kecil.

“Dia seolah-olah memuja keris itu,” kata wanita yang mahu dikenali sebagai Humairah mengenai amalan aneh suaminya kononnya untuk menambah rezeki keluarga mereka selepas diberhentikan kerja sejak setahun lalu.

Humairah, 25, dari sebuah kampung di sini berkata, dia mengesan amalan pelik suaminya yang berusia awal 30-an selepas curiga dengan sikapnya yang jauh berubah berbanding sebelumnya.

Menurutnya, selepas kira-kira seminggu diberhentikan kerja, suaminya yang berasal dari Filipina, tetapi sudah memeluk Islam sering memerap di dalam bilik sambil membaca sesuatu dalam bahasa sukar difahami.

Humairah yang ditemui Harian Metro ketika menjalani rawatan dengan seorang pakar perubatan Islam di sini berkata, keadaan bertambah parah apabila dia mengesan suaminya menjalin hubungan dengan wanita warga Indonesia yang sudah berusia hampir 50 tahun.

“Sejak menjalin hubungan dengan wanita itu, suami saya kerap berulang alik ke Filipina atau Indonesia bersama kekasih gelapnya. Ada kalanya sehingga berminggu-minggu dia tak pulang ke rumah.

“Jadi, saya yang terpaksa berkerja keras menanggung kehidupan kami serta tiga anak kami yang berusia 10 bulan hingga lima tahun,” katanya.

Humairah berkata, pada mulanya dia sukar percaya suaminya menjalin hubungan dengan perempuan lain, namun selepas sikap suaminya jauh berubah kerana suka menyendiri dalam bilik dan selalu tidak pulang ke rumah, dia yakin ada yang tidak kena.

“Keyakinan saya nyata berasas selepas terjumpa tangkal hitam dan botol minyak berisi akar kayu berbalut kain hitam serta dua keris kecil dalam lipatan cadar katil dalam biliknya.

“Saya semakin terpanggil untuk menyelidik lebih mendalam apabila selalu terjaga daripada tidur pada kira-kira jam 11 malam dan mendengar suara suami membaca mantera dengan kuat di dalam biliknya,” katanya.

Menurut Humairah, rasa ingin tahun itulah yang mendorongnya mengintai perbuatan suaminya dan ketika itulah dia mengesan amalan aneh suaminya ketika memuja keris kecil miliknya.

Katanya, kebiasaannya selepas selesai acara pemujaan itu, suaminya keluar rumah ke tempat tidak diketahuinya dan hanya akan pulang sekitar jam 5 pagi sebelum terus tidur hingga tengah hari.

“Saya kemudian membawa barangan pelik termasuk keris kecil milik suami kepada ustaz dan saya diberitahu semua itu amalan syirik yang bertentangan dengan Islam.

“Mujur, suami saya sedia mengikut saya untuk berubat. Apabila saya tanya mengenai barangan peliknya itu dia memberitahu ia pemberian kekasih gelapnya dan memujanya setiap malam supaya orang mudah kasih kepadanya dan rezeki bertambah murah,” katanya.

Humairah berkata, dia bersyukur kerana selepas melalui beberapa sesi rawatan pemulihan menggunakan al-Quran suaminya semakin pulih dan sudah insaf dengan perlakuan songsangnya.

Aidil kata damai, Rita kata dusta



KUALA LUMPUR: Krisis rumah tangga pemain bola sepak kebangsaan, Mohd Aidil Zafuan Abdul Radzak, 24, dan pelakon Rita Rudaini Mokhtar, 35, memasuki episod baru apabila satu pihak mengeluarkan kenyataan sudah menemui jalan damai manakala satu pihak lagi menafikannya dengan tegas, semalam.

Aidil yang dihubungi Harian Metro untuk mengesahkan laporan satu portal Internet mengenai Rita dikatakan sudah memohon maaf dengan mentuanya, mengakui perkembangan positif itu berlaku ketika isteri dan ibunya berjumpa selepas anak mereka, Airil Rayyan Rizkin, 2, dimasukkan ke Pusat Perubatan Prince Court, Khamis lalu.

“Ibu saya menziarahi anak saya yang mengalami demam panas dan dia berbual panjang dengan Rita. Mereka sudah bermaafan antara satu sama lain. Bagaimanapun lebih baik persoalan mengenai perkara ini ditanya kepada Rita kerana dia yang mempunyai masalah dan bukannya saya,” katanya.

Malah, Aidil berkata dia juga menarik balik tindakan proses sulh yang difailkan di Mahkamah Tinggi Syariah berhubung soal penjagaan anak yang dibuat sebelum ini.

“Saya akan menarik balik tindakan memfailkan proses sulh yang dibuat sebelum ini dalam masa terdekat dan bersyukur sekiranya apa yang berlaku sebelum ini tidak berpanjangan dan berakhir dengan baik dan selamat,” katanya.

Bagaimanapun Rita yang dihubungi pula, menafikan segala yang diperkatakan suaminya dan tidak mahu kenyataan diputar belit sehingga menimbulkan masalah kepadanya seperti yang pernah berlaku sebelum ini.

“Mengapa saya memohon maaf sedangkan tiada satu kesalahan pun datang dari pihak saya. Mereka sekali lagi sudah mengubah cerita sebenar agar kesalahan nampak di pihak saya.

“Dalam hal ini saya perlu berhati-hati dan perlu membetulkan kembali kenyataan kerana bimbang ia bakal digunakan di mahkamah kelak. Saya ada saksi apa sebenarnya berlaku kerana ketika itu seorang wartawan kebetulan ada bersama dan dia boleh menjadi saksi,” katanya.

Rita yang kini hamil enam bulan juga hairan mengapa Aidil tidak menceritakan perkara sebenar bahawa dia datang melawat Rayyan hanya selepas dipaksa.

“Saya sedih apabila terpaksa berdepan dengan masalah anak seorang diri. Sudahlah saya berbadan dua dan sekarang tidak cukup rehat kerana menjaga Rayyan di hospital. Selama tiga hari di hospital Aidil langsung tidak datang menjengah anak.

“Apabila dia melawat bersama mentua saya sudah tidak dapat bersabar dan menceritakan apa yang berlaku sebenarnya. Selama ini pun saya banyak bersabar dan telan segala perbuatan mereka terhadap saya,” katanya.

Rita berkata, Adil dan kelurganya memohon maaf ke atas kesalahan mereka, namun itu hanya berlaku selepas dipujuk oleh wartawan yang kebetulan berada di hospital berkenaan.

“Saya maafkan mereka tetapi ingin saya tegaskan ia membabitkan kedua-dua mentua saja. Ini kerana saya menghormati mereka sebagai orang yang lebih tua tetapi yang lain saya tidak akan maafkan,” katanya.

Rita juga menegaskan, kenyataan Aidil yang dia menarik balik permohonan hak penjagaan anak mereka sesuatu sukar diterimanya kerana pihak Mahkamah Syariah Seremban baru menghubunginya dan memaklumkan bawa Aidil mahu perbicaraan kes itu diteruskan.

“Sekarang saya tidak mahu fikir panjang mengenai perkara itu kerana perlu beri perhatian kepada kesihatan Rayyan dan kandungan saya. Terpulanglah kepada suami saya apa juga tindakan dilakukan sama ada mahu menarik kembali aduan atau tidak. Tolong jangan kacau dan menambah tekanan kepada saya lagi.

“Sebelum ini dia (Aidil) pernah kata mahu menarik kembali aduan tetapi sampai sekarang ia tetap diteruskan. Dengan saya dia kata sudah tarik tetapi mahkamah menghubungi saya dan memaklumkan dia mahu perbicaraan diteruskan. Saya malas mendengar penjelasan bercanggah daripadanya,” kata Rita.

Gaduh rebut parkir

Pemandu bas terpaksa memberhentikan kenderaan di tengah jalan raya untuk mengambil dan menurunkan penumpang akibat jalan yang terlalu sempit.



KUALA LUMPUR: Keadaan laluan utama di Jalan Bukit Angkasa, Pantai Dalam, di sini, penuh sesak dengan deretan kenderaan yang diletak sesuka hati di kiri dan kanan jalan terutama ketika waktu puncak sehingga mencetuskan pergaduhan di kalangan pengguna jalan raya.

Lebih memburukkan keadaan apabila kesesakan itu semakin bertambah setiap kali bas awam yang melalui kawasan terbabit memberhentikan kenderaan di tengah jalan raya untuk mengambil dan menurunkan penumpang ekoran laluan yang amat sempit.

Tinjauan Harian Metro di kawasan itu mendapati deretan kenderaan yang diletak sesuka hati di bahagian tepi jalan raya itu mengakibatkan laluan sentiasa sibuk dan menyebabkan risiko berlaku kemalangan bertambah.

Peniaga, Zainab Saleh, 55, berkata, masalah itu berlaku sejak beberapa tahun lalu berpunca daripada kepesatan pertumbuhan kawasan berkenaan yang membuatkan jumlah penduduk meningkat sekali gus menjadikan kawasan itu penuh sesak saban hari.

“Sikap penduduk dan orang awam yang mementingkan diri sendiri dengan meletak kenderaan mereka sesuka hati tanpa mematuhi undang-undang mengakibatkan masalah menjadi semakin rumit.

“Setiap hari saya berniaga di sini dan melihat pelbagai sikap dan ragam pengguna jalan raya yang gemar meletakkan kereta mereka di bahagian yang salah dan perkara itu menjadikan keadaan jalan di sini sangat sesak terutama pagi dan petang,” katanya.

Penduduk, Karim Ahmad Fuad, 35, berkata, masalah meletakkan kenderaan sesuka hati menyebabkan terjadi pergaduhan kecil antara penduduk di kawasan itu selain menyebabkan kemalangan.

Menurutnya, perkara itu sudah beberapa kali dibincangkan bersama persatuan penduduk, tetapi sehingga kini belum menemui penyelesaian terbaik kerana ia bukan saja membabitkan penduduk, tetapi juga orang awam.

“Perkara ini perlu diselesaikan secara bersama secepat mungkin bagi mengelak masalah lebih besar selepas ini terutama untuk memastikan tiada nyawa akan terkorban atau berlaku pergaduhan besar hanya untuk berebut parkir,” katanya.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular