Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Khamis, 31 Mac 2011

Penyu Raksasa Muncul di Langkat



LANGKAT, (Sumatera Utara): Masyarakat Langkat geger. Seekor penyu belimbing besar dengan panjang hampir dua meter dan berat 300 kilogram ditemukan seorang nelayan di perairan laut Desa Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Penyu langka yang diperkirakan berumur ratusan tahun itu tersangkut jaring seorang nelayan yang sedang melaut.

Penyu yang bernama latin latin dermocheys coriacea itu dikembalikan ke habitatnya. Sebelum dikembalikan ke habitatnya, penyu ini sempat menggegerkan warga Dusun Hilir Paluh, Desa Secanggang. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi tempat pelantaran ikan dimana penyu diinapkan sebelum dilepas ke habitatnya.

Untuk melihat penyu berukuran besar dan dilindungi itu, warga yang berdatangan dari berberapa dusun rela merogoh kocek sebesar Rp 1.000.

Sekali Pijat Alat Vital Tambah 2 cm

FOTO: MEMIJAT - Subandi sedang memijat pasien yang umumnya menderita impotensi dan ingin menambah ukuran.





TRENGGALEK: Ruang praktik sederhana di rumahnya di Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan menjadi saksi tentang keahlian Subandi memoles bentuk dan kemampuan alat vital para pria pasiennya. “Kalau kondisi alat vital kita fit, maka akan memengaruhi hubungan suami istri semakin harmonis dan bahagia. Jadi jangan berpikir yang jorok-jorok dulu,” kata guru geografi di sebuah SMP negeri di Tenggralek ini ketika ditemui di rumahnya, Rabu (30/3).

Untuk membuktikan keampuhan pijatannya, Subandi mengajak melihatnya menggarap seorang pasien. Awalnya, si pasien ditidurkan telentang. Dengan telapak tangan berlumur minyak pelicin, Subandi memijat di seputar paha dan alat vital. Lalu, pada alat vital pasien, ia memasangkan sebuah gelang untuk menentukan ukuran yang diminta pasien.

Setelah memijat di area dubur, Subandi pun menunjukkan hasil kerjanya. “Lihat sendiri kan, tambah besar dan panjang kan?” ujarnya seraya menunjukan hasil kerjanya.

Rudi (31), pasien asal Ponorogo, mengaku dua kali dipijat Subandi. Tiga hari lalu Rudi yang seorang pelaut ini ingin menambah ukuran panjang dan besar. Pada pijatan pertama ukuran alat vitalnya bertambah panjang 2 cm. Lantaran langsung merasakan hasilnya, Rudi lalu balik lagi untuk kembali menambah ukuran. “Biasa, saya kan lelaki pengelana, jadi ukuran ini (alat vital) jadi kebanggaan,” katanya sambil tertawa.

Bukan cuma pria heteroseksual, pasien Subandi juga datang dari kalangan pria penyuka sesama jenis alias homoseksual. Untuk pasien semacam ini Subandi punya trik khusus. Sebelum mulai pemijatan, ia mematikan dulu saraf ereksi si pasien. Bila saraf ini tidak dinonaktifkan, maka bisa jadi akan terjadi ereksi ketika dipijat. “Kalau tidak saya lumpuhkan dulu, bahaya kalau dia horny karena pijatan saya,” katanya.

Jika pijatan sudah selesai, barulah saraf yang membuat ereksi itu di-on-kan lagi. Meski begitu, jak jarang begitu dilepas saraf ereksinya, langsung terjadi reaksi. Subandi mengaku, beberapa kali pasien gay nakal pernah memintanya untuk merangsangnya. Jika sudah demikian, bapak empat anak ini akan memarahi si pasien.

Yang mencengangkan, Subandi mengaku punya keahlian untuk mengecilkan kelamin. Bagaimana caranya? Secara prinsip caranya tetap sama, masih menggunakan teknik pijatan di area lubang anus, meski lebih sulit dari pembesaran.

Untuk pembesaran, ia hanya butuh waktu 10 menit, tetapi untuk pengecilan bisa 30 menit. Kadang pun pasien harus datang lagi untuk mendapatkan hasil maksimal.

Subandi bercerita, pernah ada seorang pengusaha minta dibesarkan kelaminnya agar ia bisa ‘bergaul’ dengan sang istri muda, karena saat itu istri tuanya sedang hamil. Namun, begitu istri tua melahirkan, ia minta pengecilan karena ternyata ukuran barunya itu terlalu besar untuk istri pertama. “Ibaratnya sudah molor, terus disuruh dimungkretkan lagi. Meski bisa, tentu saja lebih sulit,” imbuhnya.

Sementara taman pendidikan Alquran yang didirikannya pun ketiban rezeki, sebab seragamnya ditanggung seorang pemilik toko sepeda yang pernah menjadi pasiennya. “Mungkin saya guru paling kaya di Trenggalek dan punya Fortuner,” ujarnya seraya tertawa.

Hamili Putri Tetangga, Pedagang Rongsok Ditahan

FOTO: TERSANGKA: Tafkur Rahman (kanan), pedagang barang rongsokan, yang menjadi tersangka menghamili putri tetangga rumah kosnya, tengah menjalani pemeriksaan oleh petugas kepolisian, Jumat (1/3)




WONOGIRI: Tafkur Rahman (26), pedagang barang rongsok, kini ditahan di Mapolres Wonogiri, karena menghamili putri tetangga rumah kosnya. Warga asal Gemung RT 1/RW 4 Kecamatan Wonosalam Kabupaten Demak ini, ditahan karena mengahamili gadis di bawah umur sebut saja bernama Melati (14), warga Desa Bero Kecamatan Manyaran Kabupaten Wonogiri.

Tafkur Rahman mengatakan, telah dua tahun mengontrak rumah Yadi di Desa Bero Kecamatan Manyaran. Di rumah kontrakannya ini, dia melakukan pembelian barang rongsokan dari penduduk, untuk kemudian dijual lagi ke juragan di kota besar. Sejak bulan Januari 2011, Tafkur berkenalan dengan Melati, putri tetangga rumah kosnya. "Awalnya hanya kontak mengontak lewat SMS ponsel," ujar Tafkur.

Sampai akhirnya, suatu malam dia mengencani Melati agar keluar rumah. Di halaman rumah Melati, yang gelap karena jauh dari penerangan listrik, Tafkur bermain cinta dan melakukan persetubuhan dengan Melati yang masih duduk di bangku SMP. "Saya tidak pernah memperkosa, perbuatan kami lakukan atas dasar mau sama mau," ujar Tafkur.

Perbuatan itu kemudian berulang-ulang dilakukan, utamanya pada malam hari ketika mendapatkan kesempatan. Ini memungkinkan dilakukan Tafkur, karena rumah kosnya tidak jauh dari tempat tinggal Melati, setiap akan kencan, Melati di-SMS lebih dulu, agar keluar rumah. Sehabis main cinta, tandas Tafkur, Melati diberi uang Rp 5 ribu dan kadang-kadang Rp 10 ribu, untuk membeli pulsa.

Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto melalui Kasat Reskrim AKP Sugiyo mengatakan, Tafkur ditahan untuk memperlancar pemeriksaan kasusnya. Tersangka akan dijerat dengan pasal 81 atau 82 Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) nomor 23 tahun 2002, yang ancaman hukumannya 15 tahun dan denda Rp 300 juta.

Pengakuan Dukun Genjot Siswi SMA


MAPOLRES- Khairul (25) dukun cabul yang diringkus petugas, Rabu (30/3) karena merenggut keperawanan Anggrek (nama samaran) mengaku siap bertanggung jawab dan menikahi Anggrek. Khairul mengaku mencabuli Anggrek karena terpesona melihat paras manis korban.

Disambangi di sel tahanan polisi, Kamis (31/3), pria warga Dusun II Desa Kampung Lalang Kecamatan Tinjauan Kabupaten Simalungun ini mengaku menyesal karena sudah mencabuli gadis di bawah umur.

“Aku sangat menyesal dan siap bertanggung jawab, bila diminta untuk menikahi korban,” ucapnya dari balik jeruji besi Rumah Tahanan Polisi (RTP), Kamis (31/3).
Pria dengan tinggi badan kira-kira 150 Cm ini terlihat sangat terpukul setelah menghuni RTP. Dirinya tidak pernah membayangkan akan menikmati udara di ruangan yang sesak dengan sejumlah tersangka kasus kriminal lainnya.

Pria itu yang mengaku orang pintar itu (dukun-red) terlihat lesu. Pria yang memakai baju kemeja warna krem serta celana jeans biru yang sudah terpotong terlihat kumal ini hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia lebih banyak diam dan hanya sesekali saja menjawab pertanyaan wartawan.

Kapolres Asahan AKBP J Didiek DP SH melalui Kasat Reskrim AKP MY Yoris Marzuki didampingi Kanit PPA Ipda Amdi Karna mengatakan, tersangka dijerat dengan Undang Undang (UU) RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun.

Anggrek ketika ditemui mengaku dirinya sudah empat kali disetubuhi tersangka. Menurutnya, peristiwa yang dialaminya bermula sekitar pertengahan bulan Maret 2011. Saat itu Khairul mengajak Anggrek ke kediaman Poniman (52) yang masih satu kampung dengan korban. Poniman masih memiliki hubungan keluarga dengan Anggrek. Setelah tiba di rumah Poniman, Khairul mengajak Anggrek masuk ke dalam salah satu kamar yang ketepatan kosong.

“Di kamar itulah dia dengan segala bujuk rayu, mengajak saya melakukan hubungan badan saat sore hari. Karena belum pernah melakukan perbuatan itu sebelumnya, aku sempat merintih kesakitan dan meminta Khairul untuk menyudahi perbuatannya,“ ujarnya sambil tertunduk malu, sembari mengatakan Khairul langsung menyudahi aksinya.
Dituturkan siswi kelas II salah satu SMA di Kabupaten Asahan ini, perbutan yang sama dilakukan lagi oleh dukun muda tersebut tiga hari kemudian di kediaman Poniman.

Seminggu berselang, perbuatan asusila yang ketiga dilakukan di areal perkebunan sawit tak jauh dari rumah korban.

Sementara aksi asusila yang keempat yakni dua hari kemudian, di lokasi perkebunan sawit yang sama, namun kala itu dilakukan di atas sepedamotor.
Setelah empat kali disetubuhi tersangka, Anggrek berusaha memendam kejadian yang dialaminya. Namun, gadis berpostur tubuh agak kurus ini kecewa dengan Khairul yang tidak menepati janji untuk menikahinya.

“Dia janji akan bertanggung jawab dan siap menikahi aku setelah lulus sekolah. Ternyata janji itu diingkarinya dan dia memilih melamar seorang janda berinisial Ra yang masih sekampung denganku,” beber Anggrek.

Mogok Mengajar dan Belajar, Guru dan Siswa SMKN 3 Menangis


FOTO: Siswa dan guru SMKN 3 menangis bersama, Kamis (31/3). Mereka menuntut Kepala SMKN 3 Kartini Batubara dicopot dari jabatannya.




SIANTAR-Sejumlah guru dan siswa SMK Negeri Pematangsiantar mogok mengajar dan belajar, Kamis (31/3). Mereka berkumpul di halaman sekolah, di Jalan Medan, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Aksi yang menuntut Kepala SMKN 3 Kartini Batubara dicopor dari jabatannya, diwarnai isak tangis guru dan siswa.

Isak tangis meledak ketika seorang guru agama, Lalili Hanum menyampaikan kekesalannya atas tindakan atasannya, Kartini. Sambil menangis, Lalili membeberkan berbagai kutipan yang sangat memberatkan orangtua siswa, salah satunya dana insidental.

“Ya Tuhan, berikan kami kekuatan,” mohonnya.
Tangisan Lalili mengundang guru lainnya dan siswa ikut menangis. Sembari menangis, siswa mendesak Kartini mundur dari jabatannya.

“Copot Kartini! Keluar dari ruanganmu!” teriak para siswa, dengan tetap menangis.
Sekira satu jam lebih kemudian, Kartini mendatangi siswa. Kedatangan Kartini tersebut diketahui atas saran Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Pematangsiantar Mansur Sinaga serta Kabag Humas dan Protokoler Pemko, Daniel Siregar. Didampingi kedua pejabat tersebut, Kartini meminta siswa menyampaikan keluhannya selama mengikuti proses belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya.
“Ayo Nak, sampaikan pada Ibu,” bujuk Kartini.

Siswa pun menampaikan unek-uneknya.
“Bu, kenapa kita tidak mendapat bantuan pemerintah pusat? Kenapa sekolah lain bisa?” tanya seorang siswa.

“Bu, kenapa kami dibebani uang Uji Kompetensi?” tanya siswa lain, dan menyebut orangtuanya menganggap kutipan tersebut cukup memberatkan.

Lantas dijawab Kartini, uang insidental merupakan kebijakan komite sekolah. Sehingga komite sekolah yang berwenang menjawabnya.

“Nanti kita tanya sama komite,” katanya.
Sedangkan terkait sarana dan prasarana sekolah, Kartini berjanji akan membenahinya sedikit demi sedikit, terlebih dengan adanya program SMKN 3 menuju Sekolah Berstandar Internasional (SBI).

Purnama, seorang siswa mengaku mengikuti aksi karena muak dan gerah dengan sikap Kartini. Kata dia, siswa terlalu diberatkan dengan sejumlah kutipan. Bahkan, untuk bahan praktik, siswa harus membawa sendiri.

Wabak Malaria Serang Aceh Utara




ACEH UTARA: - Ratusan penduduk Kampung Cot Calang, Sawang, Aceh Utara terserang penyakit demam tinggal. Tiga diantaranya, telah dinyatakan positif terkena penyakit malaria, setelah darahnya diperiksa.

Menanggapi hal tersebut, pihak kesehatan dari Puskesmas Sawang turun tangan, mengobati sejumlah penderita dan mengantisipasi wabah malaria tersebut, agar tidak menyebar dengan penyemprotan racun hama.

Geucik Cot Calang, Abdul Manaf, mengatakan, sepekan ini wabah demam yang bisa jadi sebagiannya adalah gejala malaria, merambah kampungnya yang berpenduduk 220 kepala keluarga (KK) dan hampir mencapai seribu jiwa. “Mereka yang berobat ke Puskesmas adalah orang yang penyakitnya sudah parah,” ujarnya, malam ini.

Jarak Pukesmas yang terletak di pusat kota Kecamatan Sawang dengan jarak tempuh 10 km dari Cot Sawang, dan jalan yang masih tanah liat, sebagian kerikil dan sebagian lagi aspal rusak, merupakan beban berat bagi penduduk miskin setempat, yang harus bolak-balik pergi, dengan biaya transportasi Rp30 ribu.

Selama ini, sekitar 20 warga setiap bulan tidak bisa menghindari pergi ke Puskesmas guna berobat, karena penyakit yang dideritanya sudah parah. Penyakit yang mereka alami, dan sebagian lainnya berobat kepada mantri keliling. “Ini belum lagi masalah orang melahirkan, harus menggotongnya berkilo-kilometer, dan amat menyusahkan sekali,” ungkap Geuchik.

Menurutnya, dalam sebulan ini lebih banyak perempuan yang melahirkan dan membuatnya berpikir keras. Mengingat segala masalah itu, sudah seharusnya pemerintah membangun Pusat Kesehatan Masyarakat Desa (Puskesdes) di kampung setempat. “Kami sudah menyediakan tempat, tanah yang sudah bersertifikat,” ucap Manaf.

Masyarakat berharap, pemerintah kabupaten menanggapi desakan mereka, dan penduduk telah menunjukkan kesungguhan kepada pemerintah, sehingga soal lahan dan tempat tidak jadi masalah lagi. Pemerintah tinggal membangun dan menempati petugas kesehatan.

Mobil Mewah Malinda Dee Dilelang


JAKARTA: - Sudah bukan rahasia lagi, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea adalah kolektor mobil mewah. Bila mobil mewah Malinda yang disita Mabes Polri dilelang, Hotman Paris tertarik membelinya.

"Ya kalau harganya cocok kenapa nggak," kata Hotman, Jumat (1/4/2011). Di garasinya, saat ini telah terpajang 2 Hummer dan 1 Ferrari. Belum mobil merek lain.

"Ya ada banyaklah (mobil saya). Tapi itu kalau Hummer ada 2, Ferrari 1. Baru ganti yang (Ferrari) California," ujarnya.

Hotman menuturkan, sejak Januari 2011 pajak mobil mewah naik. Yang mempunyai mobil mewah lebih dari 4 unit akan dikenakan pajak tambahan 4 persen dari harga mobil. Namun hal itu tidak membuat Hotman berhenti mengoleksi mobil mewah.

"Pajak progresif tiba-tiba sekarang makin naik. Coba saja misalnya mobil Ferrari Rp 6 miliar. Pajaknya 4 persen, sudah berapa itu. Tapi kalau memang harganya bagus (mobil Malinda) ya kenapa tidak (saya beli)," jelasnya.

Satu per satu mobil mewah milik Malinda disita polisi. Berawal mobil SUV Hummer H3 berlanjut Mercedes- Benz, hingga dua mobil Ferrari. Ferrari Malinda di Mabes Polri saat ini menjadi teman mejeng untuk berfoto ria.

Pasar Bawean Batam


SINGAPURA : SERBA-SERBI dijual - daripada pinggan mangkuk, sayur-mayur, ikan, kuih-muih, barang-barang keperluan dapur hinggalah pakaian terpakai.

Tidak mengejutkanlah pasar pagi di sebuah kampung di Bengkong Harapan II, Batam, ini menjadi tumpuan para penduduk termasuk dari luar setiap hujung minggu.

Tidak seperti pasar-pasar lain di Batam, ramai pengunjungnya bercakap dalam bahasa Bawean pekat.

Ini tidak menghairankan kerana ramai penduduknya berasal dari Pulau Bawean.

Kampung tersebut adalah salah satu daripada dua petempatan yang dikenali sebagai 'Kampung Boyan' di Batam.

Sebuah lagi ialah Kampung Seipanas.

Kekedua kampung bersebelahan itu terletak sekitar setengah jam dengan teksi dari Terminal Feri Harbour Bay.

Siapa yang merintis petempatan masyarakat Bawean di Batam dan apakah liku-liku yang mereka tempuhi sebelum memulakan hidup baru di pulau tersebut?

Rogol: Pemuda diperintah bela diri


KOTA BHARU: Seorang pemuda diperintah membela diri oleh Mahkamah Sesyen di sini hari ini atas dua tuduhan merogol seorang gadis bawah umur. tiga tahun lalu.

Hakim Wan Fadhilah Nor Wan Idris memutuskan demikian selepas pihak pendakwaan berjaya membuktikan kes prima facie ke atas Mohd. Hafizi Abdul Mutalib, 22.

Beliau menetapkan 10 Mei ini untuk tertuduh bela diri.

Mengikut pertuduhan pertama, tertuduh yang ketika kejadian berusia 19 tahun, didakwa merogol mangsa berusia 14 tahun dua bulan dalam sebuah kereta Proton Saga di Kampung Mujur, Jelawat, Bachok antara pukul 3 dan 4 pagi, 1 Februari 2008.

Dia yang diwakili peguam Mohd. Yusoff Yakob, didakwa mengulangi perbuatan itu terhadap mangsa di sebuah bangsal di Kampung Aman, Bachok keesokan harinya antara pukul 12 tengah malam dan 2 pagi.

Dakwaan terhadapnya dikemukakan oleh Timbalan Pendakwa Raya, Ahmad Salam Yusof mengikut Seksyen 376(1) Kanun Keseksaan yang memperuntukan hukuman penjara sehingga 30 tahun dan sebatan.

2 kali nikah dalam 24 jam


KOTA BHARU: Sepuluh tahun lalu, hatinya disakiti apabila anak perempuannya yang diberi didikan agama sebaik mungkin, malah dihantar ke sekolah tahfiz, kahwin lari. Kini luka di hatinya bertambah parah apabila mendapati anaknya itu menipu dengan mencipta ‘perkahwinan ajaib’.

Ayah yang mahu dikenali sebagai Manaf, 66, itu mendakwa dia mengesan keanehan pada tarikh perkahwinan anak perempuannya seolah-olah wanita berusia 30 tahun itu bernikah dua kali dalam tempoh selang sehari.

Menurut pesara kerajaan itu, selepas membuat pemeriksaan dia mendapati ada dua tarikh pernikahan pada kad daftar perkahwinan dikeluarkan dua jabatan agama berbeza iaitu Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (Jawi) dan Majlis Agama Islam Wilayah Pattani, Thailand.

“Walaupun hati saya disakiti apabila anak yang bergelar ‘hafizah’ itu kahwin lari 10 tahun lalu, saya tetap menyayanginya. Sebab itulah saya sentiasa memantau perkembangannya sehinggalah dapat membuktikan ada sesuatu tidak kena dengan perkahwinannya.

“Saya terkejut apabila mendapati tarikh nikah dicatatkan pada kad pengesahan perkahwinan Jawi dan surat keterangan nikah Majlis Agama Islam Wilayah Pattani berbeza. Pada kad berkenaan tercatat tarikh 21 Ogos 2000, tetapi pada surat itu pula 22 Ogos 2000,” katanya.

Manaf berkata, dia memperoleh satu lagi kejutan apabila Jawi mengesahkan kad perakuan nikah itu palsu kerana nama anaknya dan pasangannya berusia 40 tahun itu tidak tercatat dalam rekod pendaftaran nikah Jawi. “Menerusi bantuan Majlis Agama Islam & Adat Istiadat Melayu Kelantan (Maik), Jawi menghantar satu surat mengesahkan nombor daftar kad perakuan nikah anak saya dan pasangannya milik pasangan lain. “Pada masa sama, surat keterangan nikah Majlis Agama Islam Wilayah Pattani pula meragukan kerana tiada tandatangan jurunikah dan dua saksi,” katanya.

Naluri Manaf kuat mengatakan anaknya terbabit dengan nikah sindiket selepas membaca laporan muka depan media 28 Januari lalu bertajuk VIP Nikah Tanpa Rekod yang mendedahkan mengenai pembabitan sindiket nikah tidak bertauliah yang menyediakan pakej lengkap termasuk kad perakuan nikah kononnya dikeluarkan Jawi untuk berpoligami secara diam-diam.

“Saya yakin, kes anak saya itu ada persamaan dengan pendedahan dibuat media . Walaupun pasangan anak saya bukan orang kenamaan, tetapi berdasarkan kad perakuan nikah palsu yang dibuktikan, tidak mustahil ia ada kaitan dengan sindiket berkenaan.

Manaf membuat laporan polis 26 Februari lalu di Balai Polis Pengkalan Chepa berhubung hal itu dan berharap pihak berkaitan terutama Jawi dan Maik bertindak.

'Raja' tidak suka Ramli


KOTA BHARU - Mahkamah Koroner di sini semalam diberitahu, pengawal Istana Kelantan, Ramli Mohamad yang mati ditembak di Palekbang di sini 1 Mei tahun lalu pernah menyatakan yang dia tidak disukai oleh Raja Perempuan Kelantan, Tengku Anis Tengku Abdul Hamid.

Saksi ke-36 semasa prosiding inkues bagi mencari punca kematian Ramli, Pemangku Koperal Muhammad Mat Seman berkata, perkara itu pernah dinyatakan Ramli kepadanya ketika masih berkhidmat sebagai pengawal.

"Arwah Ramli pernah beritahu Raja (Raja Perempuan Kelantan) tidak suka dia. Arwah juga pernah berkhidmat dengannya," kata pengiring dan pengawal keselamatan bekas Sultan Kelantan, Sultan Ismail Petra.

Katanya, arwah seolah-olah dianggap telah berpaling tadah apabila memberi taat setia kepada pemangku Sultan (kini Sultan Muhammad V).

Bagaimanapun, Muhammad memberitahu dia tidak pernah melihat insiden yang menunjukkan Ramli tidak disukai oleh Tengku Anis ketika disoal oleh Timbalan Pendakwa Raya, Wan Abdul Razak Wan Hussein.

Malek Noor Rebah " Makan Buah Durian"?

Bekas jaguh bina badan negara, Datuk Abdul Malek Noor (tengah) dipapah oleh pegawai perubatan selepas diserang sakit jantung ketika menyertai perlawanan bola sepak persahabatan dengan pasukan pilihan Menteri Besar Perak, di Stadium Ipoh, Perak. Keadaan beliau stabil.


IPOH: Bekas jaguh bina badan negara, Datuk Malek Noor, 56, yang ‘tumbang’ akibat serangan jantung malam kelmarin, dipercayai ada kaitan dengan buah durian kampung yang dimakan bersama rombongan rakan atlet lain.

Difahamkan, Malek sempat menjamah jamuan buah durian selepas makan tengah hari dan melawat ladang rock melon milik koperasi Yayasan Kebajikan Atlet Kebangsaan (Yakeb) di Tanjung Tualang di sini sebelum menyertai perlawanan bola sepak bersama pasukan pilihan Menteri Besar Perak, malam kelmarin.

Pengerusi Eksekutif Yakeb, Datuk Paduka Mumtaz Jaffar berkata, Malek sebelum itu dilihat ceria dan bersemangat untuk menyertai perlawanan berkenaan yang berlangsung jam 8.40 malam kelmarin.

Menurutnya, Malek masuk ke padang untuk melakukan sesi pemanas badan dan berjalan menuju ke arah tiang gol stadium untuk memulakan perlawanan.

“Namun, lima minit selepas wisel perlawanan ditiupkan, Malek dilihat seolah-olah rebah namun sempat bergayut pada jaring di pintu gol berkenaan.

“Ketika itulah pengurus keahlian Yakeb, Aminuddin Mohd Nasir, segera meluru masuk ke dalam padang bersama doktor pakar yang disediakan pihak penganjur,” katanya.

Menurutnya, Malek hanya memberitahu pening lalu dikejarkan ke Hospital Raja Permaisuri Bainun di sini untuk mendapatkan rawatan awal sebelum dipindahkan ke Pusat Perubatan Pakar Hospital Pantai, Ipoh.

“Saya terkejut dengan kejadian itu kerana Malek sempat berseloroh petang kelmarin, menasihati saya supaya jangan terlalu kuat bekerja kerana bimbang diserang penyakit jantung,” katanya.

Sementara itu, Aminuddin yang ditemui berkata, Malek mulanya menyangka dia hanya diserang angin dalam tubuh dan tidak mahu dihantar ke hospital.

“Ketika dirawat di hospital, Malek berulang kali memberitahu serangan mendadak dialami berpunca dari panas dan angin dalam badan. Namun, selepas doktor mengesahkan ia berpunca daripada penyakit jantung, Malek terus tergamam dan terkejut.

“Saya percaya dia sendiri tidak tahu dia ada penyakit itu, namun saya bersyukur kerana doktor kedua-dua hospital cepat memberi bantuan kecemasan kepadanya,” katanya selepas melawat Malek di wad ICU, Hospital Pantai, di sini.

Menurutnya, Malek baru saja pulang dari mengerjakan umrah 19 Mac lalu dan banyak menghabiskan masa bersama anak angkatnya, Nik Nuramalin Aisyah Nik Mahmod, setahun tujuh bulan.

Sementara itu, tinjauan mendapati Malek yang juga Pengarah Eksekutif Universal Fitness & Leisure Sdn Bhd dilihat masih bergantung dengan alat bantuan pernafasan.

Bekas mufti pertikai fatwa poco-poco



KUALA LUMPUR - Tarian poco-poco tidak sepatutnya diharamkan sekiranya tiada dalil yang jelas dan kukuh mengenai keburukan aktiviti tersebut.

Bekas Mufti Perlis, Prof. Madya Dr. Mohd. Asri Zainul Abidin berkata, aktiviti tersebut pada asasnya dilakukan untuk tujuan senaman dan menyihatkan tubuh badan serta tidak mempunyai sebarang unsur yang boleh menyimpang daripada ajaran Islam.

"Jika tarian poco-poco dilakukan oleh wanita di kawasan tertutup mengapa kita perlu haramkan? Kalau hendak diikutkan banyak lagi aktiviti lain yang membabitkan wanita di negara ini sebenarnya haram dilakukan mengikut Islam.

"Pada pandangan saya, tarian itu boleh dilakukan dengan syarat ia tidak menyimpang daripada tujuan asal iaitu untuk tujuan bersenam dan kecergasan," katanya ketika dihubungi semalam.

Mohd. Asri berkata demikian ketika mengulas isu tarian poco-poco yang diharamkan oleh Jawatankuasa Fatwa Negeri Perak selepas mesyuaratnya yang ke-186 pada Januari lalu.

Beliau yang kini pensyarah di Bahagian Pengajian Islam dan Hadis, Universiti Sains Malaysia menjelaskan, tindakan mengharamkan aktiviti tersebut juga menimbulkan kekeliruan.

3 maut dalam kemalangan ngeri

FOTO: BEBERAPA anggota bomba cuba mengeluarkan mayat mangsa yang tersepit dalam kemalangan di Gua Musang kelmarin.




GUA MUSANG - Tiga orang maut dalam kemalangan ngeri di Jalan Kota Bharu-Gua Musang berhampiran Simpang Paloh Tiga di sini kelmarin.

Kemalangan pada pukul 6.30 petang itu melibatkan sebuah treler, lori kontena dan kereta Perodua Kancil.

Mangsa yang terbunuh ialah pemandu lori kontena, Muhammad Fathimy Hassan, 29, pemandu kereta, Mat Dahari Yusoff, 35, dan rakannya, Sa'ade Mohd. Noor, 35.

Pemangku Ketua Polis Daerah Gua Musang, Deputi Supritendan Aziz Hasan berkata, kemalangan berlaku apabila sebuah treler mengangkut kenderaan cuba mengelak lori membawa tong gas yang rosak di laluan tersebut.

Ujarnya, pemandu treler telah memperlahankan kenderaan namun telah dirempuh dari arah belakang oleh sebuah kereta Perodua Kancil yang dinaiki Mat Dahari dan Sa'ade.

"Kereta tersebut kemudian terbalik dan telah dirempuh pula oleh sebuah lori kontena dipandu Muhammad Fathimy menyebabkan kereta itu remuk," katanya di sini semalam.

GEMPAR: Biawak Keluar dari Lobang Anus Mayat

MATARAM,(NTB): Warga Dusun Karang Kesuma Desa Kebun Ayu Kecamatan Gerung, Lombok Barat, NTB, digegerkan dengan penemuan mayat yang sudah membusuk di pinggiran sungai tidak jauh dari kampung mereka. Saat ditemukan warga, seekor anak biawak keluar dari lubang anus korban.

Mayat seorang laki-laki berumur kira-kira 45 tahun, pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita, Kamis 31 Maret 2011 oleh Sahdan (40), warga Ketirek, Jembatan Gantung, yang setiap hari mencari ikan disepanjang Sungai. Sahdan kaget ketika tiba-tiba melihat tubuh manusia yang terapung. Saat didekati, mayat dalam kondisi telanjang bulat dan membengkak. Ia pun memberitahu warga sekitar.

“Saat warga mendekat, ada anak biawak yang keluar dari anusnya. Kami perkirakan mayat ini sudah lama terapung,” ungkap salah seorang warga, Karia.

Sulitnya lokasi menuju TKP menyebabkan proses evakuasi sedikit lambat. Aparat keamanan dari Polsek Gerung bersama tim SAR sengaja menghanyutkan mayat hingga sekitar 500 meter ke tempat yang mudah dijangkau. Petugas lalu membawanya ke RS Bayangkhata Mataram untuk keperluan pemeriksaan.

“Kita juga belum tau penyebab kematiannya, apakah ada unsur pembunuhan atau tidak. Tungga info selanjutnya,” ungkap Kapolres Lombok Barat melalui Kapolsek Gerung, AKP Eko Supriyadi, kepada wartawan di TKP.

Siswi Kelas 1 SMA Dicabul di Rumah Kost


MEDAN: (Sumatera Utara): Siswi kelas 1 SMA bernisiatl FA, 16, ditiduri oleh seorang pria di salah satu rumah kost. Pria yang baru seminggu dikenalnya itu, kemudian tidak mau bertanggung jawab dan melarikan diri.

Pria itu juga pelajar SMA berinisial VL, 18, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Warga Komplek Citra Graha, Tembung, Medan Sumatera Utara ini, ditangkap anggota Reskrim Unit Judi Sila Polresta Medan, karena diduga kuat telah mencabuli pacaarnya.

Kanit Judi Sila Polresta Medan, AKP Hartono, Kamis 31 maret 2011, mengatakan tersangka ditangkap di kawasan Pekanbaru, Riau, setelah mendapat pengaduan dari korbannya FA, 16, yang masih duduk di kelas 1 SMA.

Menurut dia, kasus ini berawal setelah korban dengan tersangka menjalin hubungan asmara, sepekan lalu. Tersangka kemudian mengajak pacarnya untuk jalan-jalan ke rumah temannya yang kos di Medan. “Di rumah kos inilah tersangka mencabuli pacarnya,” jelasnya.

Setelah kejadian itu, korban meminta pertanggungjawaban tersangka. Namun, bukannya jawaban seperti yang diharapkan tersangka, melainkan VL, mengelak dan mengatakan perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

Kemudian korban menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya.

Mendengar penuturan anaknya, orangtua korban mendatangi rumah tersangka untuk mencari bagaimana jalan keluarnya. Ternyata setelah kedatangan orangtua korban, tersangka malah melarikan diri ke Pekanbaru.

“Tersangka masih diperiksa intensif oleh penyidik,” kata Kanit.

Bambang Resmi Ceraikan Halimah

FOTO: Halimah dan Bambang




JAKARTA: Salah satu putra mantan Presiden RI HM Soeharto, Bambang Trihatmodjo, akhirnya resmi menceraikan istrinya, Halimah Agustina Kamil. Ikrar talak diucapkan pada Kamis (31/3/2011) di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Pusat.

Bambang, yang datang didampingi pengawal dan kuasa hukumnya, Muhammad Asyari, tampak dingin saat mendatangi gedung PA Jakarta Pusat. Proses pembacaan ikar talak berjalan cukup singkat, sekitar 5 menit.

Setelah itu, Bambang langsung pergi meninggalkan lokasi pengadilan. Halimah sendiri tak terlihat hadir dalam agenda pembacak ikrar talak tersebut. Dikatakan Asyari, setelah membacaan ikrar talak sudah otomatis tak ada lagi tali ikatan antara kliennya dengan Halimah.

“Klien kami Bambang Trihatmodjo telah ucapkan ikrar talaknya, di depan persidangan Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Dengan demikian permasalahan permohonan talak sudah selesai,” kata kuasa hukum Bambang, Muhammad Asy’ary SH, usai sidang.

“Dengan diucapkannya ikrar talak ini juga telah lepas lah tali ikatan pekawinan antara klien kami dengan Ibu Halimah,” lanjutnya.

Sebelumnya, Bambang harus melalui banding di tingkat kasasi sampai akhirnya ikrar talak terucap hari ini. “Sebagaimana kita tahu, dari tingkat awal pengadilan, banding, kasasi, kemudian peninjauan kembali, hari ini telah dilasanakan,” jelas Asy’ari.

Ini kan suatu proses yang harus dilalui untuk permohonan talak kan harus ke PA. Kalau belum berhasil ada upaya hukumnya, banding, kassi, dan PK. Kan semua sudah dilalui, kami ikuti saja prosesnya,” terang Asy’ari. Mengenai harta gono-gini, lanjut Asyari, masih belum diputuskan. “Untuk kita belum dapat kuasa akan hal itu,” katanya.

Panglima Militer Singapura Buka Suara Soal Foto

FOTO: Tentara Singapura yang manja dengan meminta minta bantuan orang lain untuk menggendong tas ranselnya, tengah diselidiki Panglima Bersenjata Singapura.



JAKARTA: Panglima angkatan bersenjata Singapura (SAF) Letnan Jenderal Neo Kian Hong mengomentari gambar tentara SAF yang ranselnya dibawakan PRT.

Menurutnya, militer Singapura tengah menggelar penyelidikan terkait gambar ini.

Hal tersebut diutarakannya di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (31-3), di sela-sela acara pertemuan informal panglima angkatan bersenjata se-ASEAN. Pria berperawakan tegap dengan rambutnya yang sudah memutih itu secara singkat berkomentar kepada pers.

Bagaimana tanggapan atas beredarnya foto itu?

-Jadi kami mempunyai pasukan yang sangat disiplin, ada yang merupakan prajurit nasional full-time. Mereka mungkin punya perilaku tidak baik karena itu kami minta waktu untuk mendidik mereka.

Lalu bagaimana dengan keaslian gambar itu?

-Kami masih belum tahu. Kami masih menyelidiki hal itu.

Jadi akan ada investigasi terhadap hal ini?

-Betul! Kami harus mencari tahu kebenarannya.

Kuburan di Purba Pea Raja Diduga Makam Raja Margolang III

FOTO: Ritual mencari kuburan Raja Margolang III, Selasa (29/3).





KISARAN-Tim Investigasi Sejarah Asahan (TISA) berhasil menemukan kuburan yang diduga makam Raja Margolang III di Kampung Purba Pea Raja, Desa Marjanji Aceh, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Selasa (29/3). Penemuan kuburan tersebut setelah terlebih dulu meminta jasa paranormal.

Ketua TISA Zasnis Sulung menuturkan, TISA merupakan wadah yang dibentuk Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP untuk mencari dan menelusuri jejak sejarah Asahan. Seperti, prasasti atau makam serta tempat tinggal yang pernah didiami orang yang diperkirakan pernah memiki kerajaan di wilayah Asahan, atau orang pertama yang pernah tinggal di tanah Asahan.

“Untuk menyempurnakan sejarah Asahan yang bisa diwariskan kepada anak-cucu kelak, maka langkah-langkah yang dilakukan menelusuri perjalanan orang-orang yang pernah berkuasa dan tinggal di wilayah Asahan atau orang yang pertama menginjakkan kakinya di bagian bumi Asahan. Tentu di antaranya termasuk Raja Margolang,” ujar Zasnis saat ditemui di kantor LBH Publiek Asahan-Tanjung Balai, Jalan Diponegoro Kisaran.

Diutarakannya, sejarah adalah peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lalu yang dijadikan sebagai cermin perbandingan masa sekarang dan akan datang. Sejarah harus didukung dengan data dan fakta, baik prasasti ataupun peninggalan lainnya.

Sejarah Asahan masih memerlukan banyak data dan fakta, sehingga menjadi sejarah yang dapat dijadikan pedoman. Untuk itu penelusuran harus dilakukan agar bukti dan fakta yang mendukung sejarah itu ditemukan.

TISA, sebut Zasnis, sedang menelusuri keberadaan Raja Margolang yang diketahui pernah memiliki kerajaan di Kecamatan Bandar Pulau dan Kecamatan Pulau Raja. Hal itu dibuktikan dengan adanya makam yang diduga Raja Margolang I, II dan III di wilayah Kecamatan Bandar Pulau, dan diduga makam Raja Margolang IV hingga XIII berada di wilayah Pulau Raja.

Penemuan makam yang diduga Raja Margolang III ini adalah berkat petunjuk dari seorang warga setempat bernama Abdul Manan Manik, yang baru saja meninggal dunia.
Lokasi makam tersebut berada persis di atas tanah Abdul Manan Manik atau di bawah rentangan transmisi lyne PLTA/Inalum.

Tadinya, Abdul Manan Manik menemukan pecahan-pecahan piring dan mangkok keramik buatan China dan gerabah tanah di atas makam tersebut.

“TISA mencoba menelusuri makam Raja Margolang III. Maka makam tersebut sesuai informasi yang dihimpun dari orang-orang tua, bahwa makam Raja Margolang III diduga berada di Desa Marjanji Aceh, tapi saat ditelusuri ke lokasi itu, ditemukan tumpukan makam pada beberapa titik. Ada makam yang sudah pakai nisan dan diperkirakan ini adalah makam warga yang beragama Islam.

Tapi ada tumpukan makam yang sama sekali tidak punya tanda, tapi memanjang lebih kurang 4 meter. Sedang bagian kepala diperkirakan berada di arah utara dan bagian kaki berada di arah selatan,” ungkapnya.

Kuburan yang pada titik yang tanpa nisan ini diperkirakan berusia 600-an tahun dan hidup pada tahun 1400-an. Kuburan itu tidak terurus dan ditumbuhi semak belukar.

Lalu di antara beberapa kuburan tersebut tidak diketahui yang mana kuburan Raja Margolang III. Oleh karena itu, terpaksa memakai jasa paranormal untuk memberi petunjuk sekaitan dengan keberadaan kuburan raja Margolang III.

Berdasarkan perkiraan sejarah, urai Zasnis, Raja Margolang III masih menganut paham animisme atau paham dinamisme. Mengenai paham yang dianut semasa hidup Raja Margolang III dapat dibuktikan dengan makam yang ada karena tidak ada tanda-tanda di atas pusaranya, baik nisan yang biasa dipakai di atas makam orang Islam atau Kristiani.

8.887 Pohon Mangga di Probolinggo Telah Dirusak Ulat Bulu


PROBOLINGGO: Ulat bulu yang menyerang sejumlah kecamatan di Kabupaten Probolinggo telah merusak 8.887 pohon mangga. Daun pohon ludes dimakan jutaan ulat yang telah menyerang hampir dua pekan ini.

"Data saya ada sekitar 8.877 pohon mangga yang diserang sejak 10 hari lalu," kata Kepala Dinas Pertanian Pemprov Jatim, Wibowo Eko Putro, saat dihubungi, Kamis (31/3/2011).

Pohon mangga yang rusak itu menurutnya berada empat kecamatan, Leces, Sumberasih,
Tegalsiwalan dan Bantaran. Keganasan ulat bulu itu tidak hanya merusak tanaman,
namun juga meresahkan warga setempat.

Sebab ulat yang jumlahnya sangat banyak itu juga menyatroni rumah penduduk maupun
tempat fasilitas umum, seperti mushola. Dinas Pertanian juga sudah melakukan upaya pembasmian dengan penyemprotan disinfektan.

Kondisi cuaca tak menentu di Tanah Air diduga kuat sebagai penyebab ulat bulu (desiciria inclusa) yang jumlanya mencapai jutaan ekor menyerang enam desa di lima kecamatan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

"Ini kemungkinan besar, karena disebabkan oleh anomali cuaca," ujar Kepala Laboratorium Hama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang Dr. Ir. Totok Himawan saat dihubungi melalui telpon genggamnya, Kamis (31/3/2011).

Dia menjelaskan, ulat bulu cepat berkembang biak sejalan dengan cuaca buruk terus terjadi. Para predator selama ini menjadi musuhnya, tidak mampu bertahan hidup dengan kondisi cuaca seperti itu.

"Ada namanya braconid dan apanteles, jenis predator yang biasa memangsa ulat bulu," terangnya.

Sekuriti yang Kesurupan Akhirnya Turun dari Pohon dan Pingsan


JAKARTA: Fika, sekuriti Kemenkominfo yang diduga kesurupan akhirnya turun dari pohon. Tepuk tangan pun membahana saat Fika mulai turun dari pohon setinggi 20 meter tersebut.

"Hore...," teriak puluhan orang yang berada di bawah pohon yang terletak di depan kantor Kemenhub, yang berada persis di samping kantor Kemenkominfo di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (31/3/2011) pukul 20.45 WIB.

Saat turun, Fika juga memanfaatkan tangga darurat yang dipasang oleh petugas pemadam kebakaran. Namun Fika tidak meniti tiap-tiap anak tangga, melainkan langsung menggelusurkan badan layaknya monyet yang sedang turun dari pohon.

Setelah turun, Fika masih tampak seperti orang kesurupan, dengan terus-menerus mengucapkan "uh..uh.uh.." berulang-ulang. Sesekali dia melakukan gerakan salto, dan jalannya pun ngesot. Tangan Fika tampak menunjuk-nunjuk ke arah barat.

Fika kemudian berjalan ke arah patung kuda yang terletak di sekitar kantor Kemenkominfo. Dia kemudian dihampiri oleh 'orang pintar' yang sebelumnya telah didatangkan. Melihat ada orang pintar datang, Fika tak tampak takut. Dia malah menepuk-nepukkan dadanya tanda melawan.

Akhirnya Fika dipegangi oleh beberapa orang. Muka Fika diusap dengan air oleh orang pintar tersebut sambil mengucapkan kalimat 'Allahu Akbar'. Fika pun langsung pingsan.

Hingga pukul 21.10 WIB, Fika masih berada di kompleks kantor Kemenkominfo dan masih tak sadarkan diri.

Dua pengikut fahaman Syiah didakwa di Mahkamah Syariah


RAWANG - Seorang pengikut fahaman Syiah, Mohd Kamil Zuhairi Abd Aziz mengaku tidak bersalah di Mahkamah Rendah Syariah Gombak Barat, Kuang terhadap pertuduhan membantu mengembangkan fahaman yang telah diharamkan itu.

Tertuduh, Mohd Kamil Zuhairi, 46 didakwa membantu dalam mengembangkan kumpulan syiah yang melanggar fatwa tentang fahaman Syiah yang telah diwartakan pada 24 September 1998.

Dia didakwa melakukan kesalahan itu di sebuah premis, beralamat 9C Jalan SG 3/16 Taman Seri Gombak, Batu Caves, Hulu Selangor, antara 9 malam dan 10.40 malam pada 15 Disember 2010.

Bagi kesalahan itu, dia didakwa mengikut Seksyen 12 (c) Enakmen Jenayah Syariah Negeri Selangor 1995 iaitu menghina, mengingkari, melanggar atau mempertikaikan yang dinyatakan dan arahan-arahan diberikan fatwa oleh pihak berkuasa agama.

Jika disabitkan kesalahan, dia yang diwakili peguam Muhammad Burok, boleh didenda sehingga RM3,000 atau penjara dua tahun atau kedua-duanya. - Bernama

Manjung Perak ada bas bulan depan


IPOH – Lebih 200,000 penduduk di Manjung akan menerima kemudahan pengangkutan awam selama lima tahun apabila Kerajaan Negeri memperuntukkan RM4.32 juta kepada sebuah syarikat perkhidmatan bas.

Exco Kerajaan Negeri, Datuk Dr Mah Hang Soon berkata, syarikat itu menerima subsidi RM72,000 sebulan bagi membekalkan kemudahan itu kepada penduduk di kawasan berkenaan mulai bulan depan.

“Adalah menjadi hasrat kerajaan untuk membekalkan pengangkutan awam yang selamat dan efisien. Ini merupakan peringkat pertama kemudahan pengangkutan awam dibekalkan di Manjung setelah lama ia terhenti.

“Ia merupakan projek perintis dan kemudian peringkat kedua akan dilaksanakan di daerah Kerian, Larut Matang dan Selama serta Kuala Kangsar,” katanya.

Beliau kepada pemberita selepas menyaksikan Majlis Menandatangani Perjanjian Pembiayaan antara The Combined Bus Services Sdn Bhd (CBSB).

Polis Selangor cari wanita Singapura berhubung kes tipu RM9.5 juta


KUALA LUMPUR: Jabatan Siasatan Jenayah Komersial Selangor (JSJK) sedang mengesan seorang saksi wanita warga Singapura bagi membantu siasatan kes penipuan yang membabitkan nilai RM9.5 juta.

Penolong Pengarah Pengurusan (Perhubungan Awam) Bukit Aman, ACP Ramli Mohamed Yoosuf, dalam satu kenyataan hari ini berkata kes itu membabitkan penjualan lapan lot tanah di Kampung Baru di sini, dan disiasat mengikut Seksyen 420 Kanun Keseksaan.

Beliau berkata, saksi itu bernama Khairiah Adam@Era, bernombor pasport S1811607C dan beralamat di No 2, Jalan Austin Perdana 2/15, Taman Austin Perdana, Johor Bahru.
Orang ramai yang mempunyai maklumat boleh menghubungi Pegawai Penyiasat JSJK Selangor Inspektor Faizal Ahmad di talian 03-55145222 sambungan 6703, atau 017-6060631 serta balai polis berdekatan. - BERNAMA

Nurul Atikah juara Menghafaz al-Quran Perak

FOTO: Pemenang Menghafaz al-Quran Peringkat Negeri Perak Kali Ke-32, Nurul Atikah Sharudin (barisan depan, kiri) dan Muhammad Ezmir Kushairy Roslee, (barisan belakang, tengah) pada majlis penyampaian hadiah di Ipoh.



IPOH: Mahasiswa Al Madinah International University, Nurul Atikah Sharudin, 24, diumum sebagai juara Majlis Menghafaz al-Quran Peringkat Negeri Perak Ke-32 bagi kategori perempuan yang diadakan di Institut Tadbiran Islam Perak (Intim) di sini baru-baru ini.

Mahasiswa tahun tiga jurusan Syariah yang lancar menghafaz 30 juzuk al-Quran beserta tafsirnya itu membawa pulang wang tunai RM8,000, hadiah iringan, trofi serta sijil penyertaan.

Nurul Atikah yang mula menghafaz al-Quran sejak tahun tiga di Maahad Tahfiz Darul Furqan, Padang Balang, Gombak berkata, dia berjaya menghafal kesemua surah di dalam kitab suci seawal usia 14 tahun.

"Sebelum ini, saya pernah memasuki pertandingan hafazan al-Quran di peringkat kebangsaan lima tahun lalu dan mendapat tempat kedua.

"Saya biasanya menghafal ayat-ayat suci al-Quran sebelum waktu Subuh kerana pada masa itulah yang paling 'segar' untuk berbuat demikian," katanya ketika ditemui selepas majlis penyampaian hadiah di sini baru-baru ini.

Hadiah disampaikan oleh Raja Muda Perak, Raja Dr. Nazrin Shah. Turut hadir Menteri Besar, Datuk Seri Dr. Zambry Abd. Kadir.

Majlis Menghafaz al-Quran yang berlangsung selama tiga hari sejak 25 Mac lalu disertai oleh 68 peserta lelaki dan perempuan melibatkan enam jenis kategori.

Sementara itu, pelajar tingkatan enam Sekolah Menengah Agama (SMA) Al-Ulum Al-Syariah, Muhammad Ezmir Kushairy Roslee, 18, yang diumumkan sebagai juara kategori lelaki juzuk 1 hingga 20, berjaya memperoleh markah tertinggi keseluruhan pertandingan iaitu sebanyak 99.95 peratus.

Muhammad Ezmir yang bercita-cita untuk menjadi seorang imam membawa pulang wang tunai sebanyak RM5,000 , hadiah iringan, trofi serta sijil penyertaan.

Dua wajah dalam rakaman kamera di pejabat MB Selangor


SHAH ALAM: Menteri Besar Selangor, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim, hari ini mendedahkan bahawa dua wajah dikesan dalam rakaman kamera tersembunyi yang diletakkan di pejabatnya Ogos tahun lalu.

Beliau berkata, rakaman yang diperiksa oleh seorang penyiasat persendirian dan staf kerajaan negeri menunjukkan dua orang itu sedang menukar bateri kamera.

"Ketika memeriksa rakaman dengan lebih teliti, perakam suara yang dibina dalam kamera itu mendedahkan nama lelaki yang disebut 'Fais'," katanya kepada wartawan selepas menghadiri sidang dewan negeri di sini hari ini.

Abdul Khalid, bagaimanapun, berkata beliau masih perlu melihat rakaman itu tetapi mahu memberikan penyiasat itu masa yang secukupnya untuk menyiapkan siasatan.

Beliau berkata, laporan polis tidak akan dibuat ketika ini oleh kerana kerajaan negeri ingin menyiasat insiden itu terlebih dulu.

Pada Ogos tahun lalu, Menteri Besar itu mendedahkan bahawa sebuah kamera ditemui tersembunyi di pejabatnya.

Katanya, beliau mengesan kamera Fuji itu pada belebas di balik tirai di pejabatnya bila mendengar suatu bunyi.

Malek Noor di serang sakit jantung

Bekas jaguh bina badan negara, Datuk Abdul Malek Noor (tengah) dipapah oleh pegawai perubatan selepas diserang sakit jantung ketika menyertai perlawanan bola sepak persahabatan dengan pasukan pilihan Menteri Besar Perak, di Stadium Ipoh, Perak. Keadaan beliau stabil.

Kanak-kanak 19 bulan maut dilanggar kereta api

FOTO: Jenazah bayi 19 bulan, Mohd Adam Mukris Mohd Ariff Jaafar yang maut selepas dirempuh sebuah kereta api dibawa oleh anggota keluarga untuk di hantar ke Hospital Machang untuk dibedah siasat, di Machang, Kelantan.



MACHANG: Keasyikan datuk dan nenek menambat lembu peliharaan berakhir dengan tragedi menyayat hati apabila cucu mereka berusia 19 bulan maut dilanggar sebuah kereta api pagi ini selepas kanak-kanak itu dikatakan telah merangkak ke landasan yang terletak kira-kira 50 meter dari rumah mereka di Kampung Bedal, Temangan dekat sini.

Dalam kejadian kira-kira pukul 8.30 pagi di Kilometer 457.5 itu, kanak-kanak malang terbabit, Mohd. Adam Mukriz Mohd. Afif terpelanting lebih 10 meter selepas dilanggar oleh Tren Ekspres Senandung Wau yang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur Ke Tumpat.

Ketua Bahagian Pengurusan Ibu Pejabat Polis Daerah Machang, Asisten Supritendan Low Lian Hay yang mengesahkan kejadian berkata, mangsa meninggal dunia di tempat kejadian akibat kecederaan parah di kepala dan mayatnya dihantar ke Hospital Machang untuk bedah siasat.

"Hasil siasatan mendapati datuk dan nenek mangsa sedang menambat lembu ketika itu dan tidak menyedari mangsa berjalan seorang diri menuju ke landasan," katanya ketika dihubungi hari ini.

Banjir di Perlis bertambah buruk


KANGAR:
Keadaan banjir di Perlis bertambah buruk dengan 2,386 mangsa daripada 593 keluarga dipindahkan ke 25 buah pusat pemindahan yang dibuka kerajaan negeri sejak kelmarin.

Setiausaha kerajaan negeri, Datuk Azizan Hamid berkata, mangsa di daerah Kangar merupakan paling ramai dipindahkan ekoran banyak penempatan penduduk dinaiki air sehingga paras pinggang.

Bagaimanapun, pihaknya menyifatkan banjir kali ini bukan bencana alam sebaliknya merupakan banjir kilat ekoran hanya di kawasan bandar paling teruk terjejas.

"Taburan hujan sejak 29 Mac lalu mencatatkan taburan tertinggi sekitar 130 milimeter menyebabkan sungai Perlis melimpah di sekitar di bandar Kangar.

"Selain itu, Jabatan Pengairan dan Saliran (JPS) masih melepaskan air daripada enam Empangan Timah Tasoh ekoran paras air di empangan itu melebihi paras normal," katanya pada sidang akhbar di sini semalam.


Rabu, 30 Mac 2011

Tindakan tegas jika isu kaum dibangkit di ruang siber

FOTO: TIGA CALON BARU PAP: (Dari kiri) Encik Edwin Tong, Encik Vikram Nair dan Encik Ang Hin Kee telah menjalani proses pemilihan yang ketat.




SINGAPURA: PEMERINTAH akan mengambil tindakan tegas sekiranya isu-isu yang dibangkitkan di ruang siber menyentuh soal kaum, kata Setiausaha Penganjur (Tugas Khas) Parti Tindakan Rakyat (PAP), Dr Ng Eng Hen, semalam.

Namun, pemerintah tidak akan campur tangan dalam isu-isu lain termasuk serangan peribadi seperti yang melibatkan sekurang-kurangnya tiga muka baru PAP yang diperkenalkannya baru-baru ini.

'Memang sifat semula jadi media sosial di ruang siber sukar dikawal kerana mereka yang melayarinya tidak bernama dan berwajah.

'Pemerintah hanya akan mengambil tindakan tegas sekiranya isu-isu yang dibangkitkan menyentuh soal kaum,' ujar Dr Ng lagi.

Beliau berkata demikian ketika diminta mengulas mengenai serangan peribadi yang dilancarkan di ruang siber sejak PAP mula memperkenalkan calon-calon mereka minggu lalu.

Antara calon yang paling hebat dibidas di Internet ialah Cik Tin Pei Ling, 27 tahun, calon termuda yang diperkenalkan oleh PAP sejauh ini. Antara komen dan tuduhan yang dibuat menyentuh soal peribadi.

Antara lain adalah mengenai klip video, kononnya memaparkan aksi kurang matang Cik Tin semasa ditemu ramah.

Turut dimuat turun ialah gambar Cik Tin dengan barangan berjenama, kononnya memberi gambaran beliau seorang yang mementingkan kebendaan.

Salah seorang muka baru yang diperkenalkan semalam, Encik Edwin Tong, berkata apa yang berlaku sejauh ini sungguh malang.

'Ia sungguh malang kerana saya fikir media sosial sungguh berpengaruh. Anda tahu, sekiranya anda memuat turun sesuatu, ia merebak dengan cepat. Lantas saya fikir orang ramai perlu menggunakannya dengan penuh tanggungjawab dan saya tidak fikir saya bersetuju dengan beberapa komen yang dilontarkan terhadap Cik Tin, mengenai gambar-gambar yang 'dikorek' semula,' jelasnya lagi.

Mengenai apa pula yang akan dilakukannya sekiranya perkara serupa berlaku ke atas dirinya, Encik Tong berkata beliau tidak akan mengendahkannya.

'Anda perlu ada keyakinan tentang apa yang ingin anda lakukan,' jelasnya lagi.

Alat Vital Pelaku Dicopot Paksa dari Isteri Sirinya


SIDOARJO,(Jawa Timur): Suliyono alias Mulyono (40), warga Desa Waruberon Kecamatan Balongbendo diamankan Polsek Tarik lantaran diketahui mencuri dua tabung LPG seberat 3 Kg, ponsel, rokok dan satu pasang sandal dari toko milik Kusminiwati (50), warga Desa Kramat Tumenggung Kecamatan Tarik. Ketika ditangkap ia sedang berhubungan intim dengan isteri sirinya.

Menurut Kapolsek Tarik, AKP Heriyanto, penangkapan pelaku berawal dari laporan korban yang mengaku rumahnya disatroni maling. Setelah melakukan penyelidikan dan mengorek keterangan saksi terkait ciri-ciri pelaku, dalam waktu empat jam, Mulyono berhasil diringkus.

Celakanya bagi Mulyono, dirinya digrebek petugas saat sedang asyik indehoi di kamar bersama isteri sirinya. "Mulyono langsung digelendang petugas ke Mapolsek usai merapikan pakaiannya," tandasnya, Rabu (30/3/2011).

Dari informasi yang dihimpun, dalam penangkapan yang dipimpin Heriyanto itu, ada cerita yang menggelikan. Saat itu, pelaku sedang melakukan hubungan intim dengan isteri sirinya. Pelaku kaget melihat kedatangan beberapa petugas yang nyelonong masuk ke kamarnya.

"Saking kagetnya, membuat alat vital pelaku dicopot paksa sambil menyemburkan sperma diluar garis penalti," tutur sumber dengan tidak bisa menyembunyikan rasa tawanya mengingat saat penangkapan itu.

Setelah disidik, pelaku akhirnya mengakui bila beberapa barang curian itu telah dijual seharga Rp 150 ribu kepada salah seorang rekannya yang kini masih diburu petugas. "Hasilnya saya buat beli kompor gas isteri siri saya untuk melengkapi perabot warung," aku Mulyono yang juga tidak menampik saat ditanya warung isterinya kategori warung remang-remang.

Batu Bertulis dari Jambi, Diduga Prasasti


JAMBI: Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Merangin menyatakan masih memerlukan keterlibatan para ahli untuk meneliti temuan batu oleh warga yang diduga prasasti berhuruf Pallawa di Desa Pulau Bayur.

"Kita belum bisa mengatakan batu itu prasasti atau bukan, sebab setelah kita tinjau kondisi batu tersebut sudah tidak terlalu jelas lagi karena tertutup lumut dan dilapukkan usia serta cuaca," kata Koordinator Tim Ekspedisi Peninjau M Fredy saat dihubungi di Merangin, Rabu.

Ia mengaku adanya guratan menyerupai aksara dan simbol tertentu, tapi tidak bisa memastikan apakah aksara Pallawa atau aksara lain atau hanya guran alam, karena itu perlu keterlibatan ahli untuk menelitinya. Fredy mengaku pihaknya langsung bergerak cepat mengirim tim ekspedisi guna meninjau langsung ke lapangan saat menerima laporan tentang temuan prasasti dan gugusan goa yang diduga benteng oleh warga Pulau Bayur tersebut.

Namun pihaknya belum bisa menyimpulkan perihal batu yang diduga prasasti tersebut. "Kondisi batunya sudah tidak baik lagi, batu tersebut berada di bibir sebuah tebing setinggi 10 meter Sungai Batang Merangin. Menurut warga, penemu pertama keberadaan batu tersebut bernama Tarmizi," katanya.

Sebenarnaya, sebelumnya ada dua batu yang punya guratan seperti aksara itu, tapi salah satu batu telah jatuh ke sungai dalam keadaan terbalik, sebenarnya di batu yang jatuh ke sungai itulah yang guratan aksaranya masih terlihat lebih jelas.

Sepintas, guratan aksara di batu setinggi anak delapan tahun yang sudah tidak terlalu jelas tersebut tidak terlihat seperti aksara Pallawa, justeru lebih terkesan seperti aksara Incoung Kerinci. Selain guratan masih terlihat agak jelas dua macam simbol.

"Kedua macam simbol tersebut simbol cakaran tiga jari harimau dan simbol seperti panah di sebelah kiri dan kanan guratan mirip aksara, yang satu seakan menunjuk ke timur yang lainnya ke barat. Kita tak bisa menterjemahkan atau meraba makna dari guratan-guratan tersebut," ujar Fredy.

Meskipun belum bisa menyimpulkan apakah batu tersebut adalah prasasti atau bukan, namun pihaknya tetap akan melaporkan temuan warga tersebut kepada Pemkab Merangin dan Disbudpar Provinsi serta BP3. "Kita akan melaporkan temuan ini, sekaligus mengharapkan dikirimkannya ahli untuk meneliti lebih lanjut keberadaan batu tersebut. Hal tersebut dinilai sangat penting agar tidak menimbulkan salah persepsi di mata publik yang saat ini telah terlanjur mengetahui tentang batu yang diduga prasasti tersebut," tambahnya.

Umar Cilik Seharga Rp 9 M Diciduk


JAKARTA: Buron teroris nomor satu Indonesia, Umar Patek, dilaporkan tertangkap di Pakistan. Umar Patek yang akrab dipanggil Umar Kecil (Cilik) karena hanya bertinggi 160 cm menjadi gembong teroris paling dicari setelah Dr Azahari, Noordin M Top, dan Dulmatin dilumpuhkan.

Penangkapan Umar Patek alias Abdul Ghoni alias Abu Syeikh alias Umar Arab yang merupakan peracik bom Bali I 2002, membuat para pejabat keamanan di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, kegirangan. Mereka berharap bisa mengorek keterangan dari mulut pria asal Pemalang, Jawa Tengah itu, tentang jaringan teroris internasional dan kemungkinan rencana serangan berikutnya.

Kantor berita AS Asso­ciated Press melaporkan, Rabu (30/3), mengutip sumber-sumber intelijen dan pejabat Pakistan, Indonesia, dan Filipina, Umar Patek ditangkap pada 2 Maret 2011 oleh aparat keamanan Pakistan. Belum jelas apakah aparat keamanan terlibat baku tembak dengan Umar Patek atau penangkapan­nya berkat informasi intelijen.

Kronologi penangkapan Umar Patek masih gelap, termasuk kemungkinan apakah dia di Pakistan sedang merencanakan serangan bersama para pimpinan jaringan Al Qaeda untuk menandai 10 tahun serangan 11 September 2001.

Umar Patek yang kini berusia 40 tahun adalah pria keturunan Jawa-Arab. Sosoknya sangat terkenal di dunia intelijen internasional. Ia diyakini sebagai salah satu pimpinan Jemaah Islamiyah yang berafiliasi dengan Al Qaeda. Umar adalah wakil komandan lapangan dalam serangan terhadap klub malam di Bali yang menewaskan 202 orang dan sebagian besar adalah warga asing, termasuk tujuh warga AS.

Dia juga diduga terlibat setidaknya dua serangan bom lain di Jakarta pada 2003 (JW Marriott) dan 2009 (JW Marriott dan Ritz-Carlton). Pemerintah AS telah menyaembarakan penangkapan Umar dengan hadiah uang tunai 1 juta dolar AS ­(sekitar ­Rp 9 miliar).

Kabareskrim Komjen Ito Sumardi mengaku menerima laporan penangkapan Umar Patek beberapa hari lalu dan langsung mengirim utusan Polri ke Islamabad (ibukota Pakistan) untuk memastikan mereka “tidak salah menangkap orang”.

Ito juga ingin memastikan bagaimana Umar Patek bisa meninggalkan Indonesia dan lolos pantauan petugas Imigrasi. Karena Polri sebelumnya mengaku telah mengendus keberadaan Umar Patek, bersembunyi di daerah Pandeglang, Banten.

Kelihaian Umar Patek untuk lolos dari kejaran Densus 88 Antiteror Mabes Polri memang bukan tanpa alasan. Umar adalah bagian dari kelompok warga Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang menimba ilmu perang di Afghanistan dalam kurun 1980 hingga 1990-an.

'Perempuan Indonesia Jangan Mau Jadi The Next Miyabi'

Foto: Sinetron Suster Keramas



BANDUNG: Sekitar 25 perempuan yang tergabung dalam Muslimah KAMMI daerah Bandung, Insan Kamil, dan HIMI Bandung berunjukrasa di depan halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (31/3/2011). Mereka berpesan para perempuan Indonesia jangan sampai menjadi The Next Miyabi.

Aksi ini digelar karena keprihatinan mereka atas eksploitasi perempuan dalam insutri perfilman. Massa yang semuanya perempuan itu membawa poster yang di antaranya bertuliskan: 'Stop eksploitasi perempuan di film' 'Perempuan cerdas tidak akan pernah mau dieksploitasi', 'Jangan mau jadi the next Miyabi, 'Tanpa pornografi perfilman Indonesia akan tetap eksis'.

Ketua Bidang Muslimah KAMMI Daerah Bandung Siska Lis Sulistiani menuturkan aksi ini bertepatan dengan hari perfilman nasional yang jatuh pada hari kemarin. "Kami sebenarnya mengapresiasi film Indonesia selama ini, di mana ada beberapa film edukasi. Tapi saat ini kami miris sekali, karena banyak film yang mempertontonkan pornografi dibalut film horor," ujarnya.

Kondisi ini, menurut Siska karena peran Lembaga Sensor Film (LSF) dinilainya lalai dan mandul. "Kami menyayangkan keberadaan LSF. Banyak film yang lolos sensor padahal tidak layak," katanya sambil mencontohkan beberapa film seperti Suster Keramas dan Arwah Goyang Karawang.

Aksi ini berjalan tertib. Massa berjajar rapi di depan halaman Gedung Sate. Dua puluhan polisi hanya berjaga-jaga di sekitar aksi, tanpa membentuk barikade. Rencananya massa akan longmarch ke Balai Kota.

Tatap Payudara Jika Ingin Panjang Umur


INFO: Sebuah penelitian menyebutkan, bagi seorang pria yang sering menatap payudara, akan memungkinkan memiliki hidup lebih panjang.

Studi yang dimuat di New England Journal of Medicine mengatakan, menatap buah dada yang seksi selama 10 menit sama dengan latihan aerobik selama 30 menit.

Penelitian dilakukan oleh Dr Karen Bouncer dan koleganya di tiga rumah sakit di Frankfurt, Jerman, melibatkan 200 pria. Seratus orang disuruh melihat payudara secara teratur setiap hari, sedangkan 100 pria lainnya dilarang untuk melihatnya.

Studi dilakukan selama lima tahun dan hasilnya menunjukkan kelompok pengintip dada perempuan punya tekanan darah lebih rendah, denyut nadi lebih lambat saat istirahat, dan mengalami gangguan pembuluh darah jantung lebih rendah.

“Kenikmatan seksual memacu denyut jantung dan memperlancar sirkulasi darah,” kata Dr Bouncer.

“Kami percaya jika pria memandang dada ukuran ‘cup D’ secara teratur, mereka akan hidup lebih panjang empat atau lima tahun.”

Bouncer menganjurkan kepada kaum pria, terutama usia di atas 30 tahun untuk membaca majalah-majalah ‘panas’ seperti Playboy yang menampilkan sejumlah perempuan berdada besar.

Selain itu Bouncer juga mnganjurkan pria mengikuti terapi secara teratur seperti di rumah dengan melihat payudara pasangannya. Jika Anda berada di kantor, usahakan bergaul dengan perempuan yang memiliki payudara besar atau sesuai selera masing-masing.

Sedangkan, jika sedang berada di jalanan, mata kaum pria diperkenankan untuk ‘jelalatan’ melihat payudara perempuan di halte, di bus atau di mana saja, tapi hati-hati kalau sedang mengendarai mobil jangan sampai tertabrak.

Coba curi-curi pandang untuk melihat payudara itu selama 10 menit saja. Alangkah baiknya kalau punya temen cewek yang bisa mem-back-up terapi ini, dengan kata lain dapat memperlihatkan payudaranya hanya selama 10 menit saja setiap harinya.

“Terapi ini harusnya dilakukan secara teratur agar usia Anda jauh lebih muda,” pungkas Bouncer.

Indonesia ke Babak 2, Malaysia Pesimis di Babak 1

IMBAS: Pengarah Pertandingan Persekutuan Bola Sepak Asia (AFC), Shin Man Gil menunjukkan kertas undian tercatat nama "Malaysia" ketika pengundian kelayakan Piala Dunia Zon Asia, di Rumah AFC Bukit Jalil Kuala Lumpur. Malaysia diundi bertemu Taiwan pada kejohanan itu Jun ini.


JAKARTA: Hasil pengundian Pra Piala Dunia (PPD) 2014 kembali mempertemukan Indonesia dengan Turkmenistan. Tim Merah Putih yang berada di unggulan ke 24 dari 43 negara Asia peserta Kualifikasi mendapat keuntungan dengan langsung lolos ke putaran kedua.

Menurut jadwal, tim Merah Putih selanjutnya akan menggelar partai kandang-tandang pada 23 dan 28 Juli 2011. Jika lolos, pasukan Alfred Riedl ini akan melaju ke putaran ketiga untuk diundi bersama 15 tim pemenang putaran kedua bersama lima unggulan teratas.

Kelima unggulan itu yakni Korea Selatan, Jepang, Australia, Korea Utara, Australia, dan Bahrain. Kemudian ke 20 negara ini bakal dibagi ke dalam lima grup yang masing-masing berisi empat tim.

Namun, sebelum melangkah ke putaran ketiga masih banyak halangan yang harus dilalui masing-masing negara. Termasuk Malaysia yang harus memulai tahap PPD 2014 dari putaran pertama.

Ya, Malaysia termasuk satu dari 16 negara unggulan terbawah saat pengundian PPD 2014 yang digelar di Markas Konfederasi Sepakbola Asia, Kuala Lumpur, Rabu 30 Maret kemarin. Mereka bakal menghadapi Taiwan pada 29 Juni dan 3 Juli 2011.

“Saya tahu jika melihat hasil undian ini banyak yang berfikir kita punya peluang untuk melangkah jauh hingga ke putaran ketiga,” kata pelatih Malaysia K. Rajagobal.

“Namun, saya ingatkan kita jangan terlalu bersemangat soal pertemuan dengan Singapura (di putaran kedua). Kita mesti melewati perlawanan Taiwan lebih dulu,” ujar pria yang membawa Malaysia juara Piala AFF 2010 itu.

Bukan cuma Malaysia yang pesimis, Indonesia juga bukannya tanpa masalah jelang PPD 2014. Selain karena dibekukannya kepengurusan PSSI, tim Merah Putih juga dikalahkan Turkmenistan di dua pertemuan terakhir.

Di pertemuan pertama di ajang pendahuluan Pra Olimpiade 2012, Indonesia ditekuk 1-3. Kemudian di pertemuan kedua, pasukan Riedl tumbang 0-1 pada 9 Maret lalu di Olympic Stadium, Ashgabat.

Ba'asyir Nilai Penangkapan Umar Patek di Pakistan Aneh


JAKARTA: Penangkapan gembong teroris paling dicari, Umar Patek, di Pakistan dinilai Abu Bakar Ba'asyir sebagai sesuatu yang aneh. Sebabnya, sebagai seorang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) karena diduga terlibat Bom Bali I, harusnya sulit bagi Umar Patek untuk berpindah-pindah ke sejumlah negara.

"Saya nggak ngerti. Tapi ini aneh, tahu-tahu di Pakistan. Saya pernah dengar dia di Filipina, masa semudah itu meloncat sana sini. Apalagi dituduh terlibat Bom Bali I," ujar Ba'asyir usai walkout dari ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (31/3/2011). Dia walkout karena ikut langkah pengacaranya yang keberatan atas kesaksian lewat teleconference dalam sidang-sidang sebelumnya.

Menurut Ba'asyir, sebagai orang yang dituduh terlibat Bom Bali I, Umar Patek paling hanya beredar di Indonesia. "Yang dipertanyakan itu kenapa bisa ditangkap di Pakistan. Akal kurang bisa menerima kenapa bisa sampai Pakistan," imbuhnya.

Terdakwa kasus terorisme di Aceh ini mengaku tidak mengenal Umar Patek. Karenanya, dia tidak bisa memastikan apakah yang tertangkap itu Umar Patek atau bukan.

"Saya nggak tahu, wong belum pernah lihat fotonya," kata Ba'asyir dari ruang tahanan PN Jaksel.

Seperti diberitakan, otoritas Pakistan membenarkan pihaknya telah menangkap Umar Patek. Namun otoritas tidak menyebutkan kapan dan di mana Umar Patek ditangkap.

Umar Patek diduga terlibat dalam serangan Bom Bali I dengan target Sari Club dan Paddy's Bar di Kuta, Bali, pada 2002 silam. Sebanyak 202 orang tewas dalam kejadian itu, 88 orang di antaranya adalah warga negara Australia.

Umar Patek juga ditengarai berperan sebagai komandan lapangan pelatihan Jamaah Islamiyah di Mindanao, Filipina. Noordin M Top, yang berhasil dilumpuhkan Densus 88 beberapa waktu lalu, pernah menjadi muridnya.

Amerika telah menyayembarakan bagi penangkapnya senilai 1 juta dolar, lebih murah dibanding Dulmatin (10 juta dolar), yang tewas di Ciputat tahun lalu.

Cabuli pacar, pelajar SMA ditangkap

MEDAN - Reskrim Unit Judi Sila Polresta Medan meringkus seorang pelajar SMA diduga telah mencabuli pacarnya yang masih pelajar dalam penyergapan di Pekan Baru.

Tersangka VL, 18, warga Jalan Masjid Komplek Citra Graha, Tembung, dijebloskan dalam sel tahanan Mapolresta Medan.

Kasat Reskrim Kompol Fadillah Zulkarnaen melalui Kanit Judi Sila AKP Hartono kepada wartawan, pagi ini, mengatakan bahwa tersangka ditangkap berdasarkan pengaduan korbannya FA, 16, yang masih duduk di kelas 1 SMA.

Dijelaskan Hartono, kasus ini berawal antara korban dengan tersangka menjalin hubungan asmara. Tersangka kemudian mengajak pacarnya untuk jalan-jalan ke rumah temannya yang kos di Medan. “Di rumah kos inilah tersangka mencabuli pacarnya,” jelasnya.

Setelah melakukan perbuatan cabul itu, korban gelisah sehingga membuat curiga orangtuanya. Semula korban tidak mengaku ketika ditanyai orangtuanya. Namun karena terus didesak, akhirnya korban mengaku telah dicabuli pacarnya.

Mendengar penuturan anaknya, orangtua korban mendatangi rumah tersangka untuk mencari bagaimana jalan keluarnya. Ternyata setelah kedatangan orangtua korban, tersangka malah melarikan diri ke Pekan Baru.

Keluarga korban kemudian membuat pengaduan ke Polresta Medan.Akhirnya tersangka ditangkap di Pekan Baru.

Meninggal dalam kereta baru dibeli 3 hari

FOTO HIASAN:




MARANG: “Dia beria-ia membeli kereta itu dan saya tidak sangka dia meninggal dunia dalam kenderaan yang diimpikan itu,” kata Syed Mohd Hasrul Hafizal, 29, abang kepada mangsa kemalangan maut di Kilometer 50.5, Jalan Kuala Terengganu-Kuantan, di Rhu Kubur, semalam.

Syed Mohd Azrin Syed Abd Fatah, 22, yang memandu kereta Proton Wira terbunuh apabila kenderaan baru dibeli Ahad lalu, dipercayai terbabas sebelum melanggar pokok.

Dalam kemalangan jam 8.30 pagi itu, mangsa dari Kampung Gong Beris, Merchang cedera parah di kepala dan mati di tempat kejadian. Syed Mohd Hasrul berkata, adiknya bekerja sebagai penyelia keselamatan di syarikat membekal tenaga pekerja di Bandar Baru Kerteh, Kemaman.

“Selepas tamat projek di syarikat, arwah meminta cuti beberapa hari dan kelmarin menghubungi saya memaklumkan dia menginap di rumah rakannya di Dungun.

“Dia beritahu membeli Proton Wira daripada rakannya dengan harga RM10,000.

“Saya mendapat tahu ketika kejadian arwah dalam perjalanan ke Jabatan Pengangkutan Jalan di Kuala Terengganu untuk menukar nama kereta yang dipandunya itu,” katanya.

Menurutnya, dia mendapat tahu adiknya itu terbabit dalam kemalangan daripada seorang rakan yang bertugas sebagai pembantu perubatan di Klinik Kesihatan Gong Balai yang kebetulan dipanggil orang ramai ke tempat kejadian.

Syed Mohd Asrul berkata, dia bergegas ke lokasi kemalangan dan setibanya di situ, mengoyang-goyangkan badan adiknya itu tetapi tiada tindak balas.

“Saya reda dengan ketentuan Ilahi dan jenazahnya disemadikan di kampung kami di Merchang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Polis Daerah Marang, Deputi Superintendan Ahmad Mazlan Yahaya ketika dihubungi mengesahkan kemalangan itu dan jenazah dibawa ke Hospital Sultanah Nur Zahirah, Kuala Terengganu.

Pelanggan, gadis urut takut terbakar lari bertuala



KUALA LUMPUR: Seorang pelanggan pusat refleksologi bersama tukang urut wanita warga Indonesia berusia 20-an berlari dengan hanya bertuala selepas premis terbabit yang terletak di tingkat atas sebuah pasar raya di Taman Tun Dr Ismail (TTDI), di sini, terbakar petang semalam.

Dalam kejadian kira-kira jam 2 petang itu, pusat refleksologi itu yang beroperasi tanpa permit terbakar kira-kira 70 peratus dipercayai akibat letupan berpunca dari wayar elektrik yang bermula di bahagian dapur di tingkat sama.

Saksi kejadian, seorang penjual kerongsang di kaki lima bangunan itu, Umi Kalsom Mohd Noor, 50, berkata dia terkejut selepas ternampak kira-kira 15 orang termasuk seorang lelaki dan wanita yang hanya bertuala kelam-kabut berlari turun dari pusat refleksologi berkenaan.

Menurutnya, pasangan itu mungkin berurut dan tidak sempat mengenakan pakaian mereka selepas bahagian dapur pusat itu terbakar.

“Saya bukan sahaja terkejut melihat kelibat pasangan itu yang hanya memakai tuala, tetapi turut berasa takut seluruh bangunan ini akan terbakar selepas melihat asap tebal dari tingkat satu,” katanya ketika ditemui di tempat kejadian, semalam.

Nenek tujuh cucu dihukum mati

FOTO: Mariah diiringi anggota polis selepas dijatuhkan hukuman mati, semalam.




KUALA TERENGGANU – Seorang nenek yang mempunyai tujuh cucu dijatuhkan hukuman mati oleh Mahkamah Tinggi dekat sini semalam selepas didapati bersalah mengedar 92.68 gram dadah jenis heroin pada 2009.

Tertuduh, Mariah Hamad, 49, yang memakai baju kurung dan bertudung kelihatan tenang ketika Hakim, Datuk Mohd. Yazid Mustafa membacakan hukuman tersebut.

Hakim memberitahu, pihak pembelaan gagal menimbulkan sebarang keraguan munasabah berhubung tuduhan ke atas wanita itu yang mengedar dadah jenis heroin pada 3 Ogos 2009.

Mengikut fakta kes, Mariah didakwa melakukan kesalahan pada tarikh tersebut kira-kira 3.45 petang di pekarangan Masjid Padang Nenas dekat sini dengan membawa satu bungkusan berwarna hitam.

Bungkusan tersebut mengandungi 100 botol plastik yang berisi dadah jenis heroin dengan berat keseluruhan sebanyak 92.68 gram.

Atas kesalahan itu, dia dituduh di bawah Seksyen 39B (1) Akta Dadah Berbahaya 1952 yang jika sabit kesalahan boleh dihukum di bawah Seksyen 39B (2) akta sama iaitu gantung sampai mati.

Menurut Mohd. Yazid, keterangan tertuduh bahawa dia tidak tahu kandungan bungkusan yang diambilnya daripada seorang wanita dikenali sebagai Ida di Stesen Minyak Petronas Rantau Panjang pada hari kejadian adalah tidak benar.

“Mengikut keterangan saksi ketika tertuduh ditangkap dia berada di dalam keadaan terkejut, takut dan pucat,” katanya yang menguatkan tuduhan bahawa tertuduh tahu kandungan di dalam bungkusan tersebut.

Belasah isteri hamil mengidam


KUALA LUMPUR: Seorang wanita yang hamil empat bulan cedera di kepala dan badan apabila dipukul suaminya selepas dia mengidam buah kelur atau munggai serta lempuk durian dan meminta suaminya mendapatkan dua jenis makanan itu.

Dalam kejadian kira-kira jam 11 malam kelmarin di sebuah rumah di Bandar Baru Sentul, di sini, wanita terbabit yang berusia 28 tahun dipercayai ditumbuk dan ditendang suaminya yang berusia 30-an.

Sumber berkata, ketika kejadian si suami baru pulang dari kerja sebelum mangsa memintanya keluar dan membeli makanan berkenaan kerana dia mengidamkannya serta memberitahu tidak dapat tidur jika tidak memakannya.

“Lelaki terbabit yang berkemungkinan tertekan dengan tugas di tempat kerja dan belum sempat berehat tiba-tiba berang sebelum memarahi isterinya itu.

“Tindakan lelaki terbabit menyebabkan berlaku pertengkaran selama lebih 20 minit sebelum si suami gagal mengawal kemarahan dan menendang serta menumbuk isterinya.

“Walaupun isterinya itu berulang kali merayu dikasihani dan mengatakan bimbang kandungannya itu terjejas, ia langsung tidak dipedulikan.

“Selepas melepaskan geramnya, lelaki terbabit keluar dari rumah dengan meninggalkan isterinya sendirian,” katanya.

Difahamkan, mangsa mula meminta pelbagai makanan dan buah-buahan yang sukar diperoleh di ibu kota kepada suaminya itu kerana mengidam selepas doktor mengesahkan dia mengandung sejak dua minggu lalu.

Selepas berbincang dengan ahli keluarga, mangsa yang bimbang perkara sama berulang tampil membuat laporan di balai polis menuntut tindakan diambil terhadap suaminya.

Saya tidak akan kembali kepadanya. Muktamad!”

FOTO: SEORANG wanita menunjukkan tingkap rumahnya yang dipalang selepas mendakwa cuba dipecahkan suaminya di Padang Sera, Jitra semalam




JITRA – “Penderitaan selama saya hidup bersama bekas suami sangat perit dan saya sudah serik. Hanya Allah yang tahu bagaimana seksanya saya sejak bernikah dengan dia (suami) lima tahun lalu.

“Walau apa pun yang terjadi, saya tetap dengan keputusan saya dan tidak akan kembali kepadanya. Muktamad!”

Kata-kata itu diluahkan oleh seorang wanita berusia 34 tahun bagi mempertahankan dirinya selepas dia didakwa membeli surat cerai taklik palsu dari Songkhla, Thailand untuk bercerai dengan suaminya, 43.

Menurut wanita itu, dakwaan itu tidak berasas kerana dia memliki surat itu secara sah daripada The Islamic Committee of Songkhla.

Katanya, dakwaan suaminya mengatakan ia palsu dan dibeli hanyalah omongan kosong semata-mata.

“Suami saya menunjukkan perangai sebenar selepas bernikah. Dia jenis yang panas baran selain suka memukul dan menendang saya jika bertengkar.

“Sejak kami bernikah di Songkhla, Thailand pada 2006, saya terpaksa bekerja untuk menanggung perbelanjaan keluarga sedangkan dia langsung tidak ambil pusing kerana dia tinggal bersama isteri pertamanya di Arau, Perlis.

Anak temui ajal depan rumah


KLANG: “Saya sedang tutup pintu pagar rumah sambil kendong anak kedua. Tiba-tiba terdengar bunyi ‘bum’ dan bila toleh, anak pertama saya terbaring di atas jalan,” kata Che Wan Nor Al Fatihah Che Wan Othman, 26, ibu kepada Muaz Hakimi Mohd Faisal, 4, yang maut di depan rumahnya akibat dilanggar kereta jiran, semalam.

Kejadian berlaku di Lorong Klang Perdana 2C, Taman Klang Perdana, Sementa, Kapar kira-kira jam 5.30 petang kelmarin dan kanak-kanak itu maut di tempat kejadian akibat parah di kepala.

Ketika kejadian, mangsa seronok menunggang basikal dilanggar Toyota Innova milik jirannya dipercayai dalam perjalanan mengambil anaknya di sekolah, kira-kira empat kilometer dari lokasi kejadian.

Che Wan Nor Al Fatihah berkata, selepas melihat Muaz Hakimi terbujur kaku dan berlumuran darah, dia berlari mendapatkan mangsa biarpun masih menggendong anak keduanya, Muhammad Faiz yang berusia setahun enam bulan.

“Saya hanya mampu meraung sekuat hati selepas melihat dia tidak bernyawa. Baru beberapa saat sebelum itu dia berada di depan saya, tapi dalam sekelip mata dia meninggalkan saya untuk selama-lamanya,” katanya.

Che Wan Nor Al Fatihah dan suami, Mohd Faisal Mohd Affandi, 32, baru tiga bulan tinggal di rumah yang baru dibeli mereka itu. Sebelum ini pasangan berkenaan menyewa di Teluk Gong, Pandamaran.

Che Wan Nor Al Fatihah berkata, malam sebelum kejadian anaknya menunjukkan perubahan sikap dan beberapa kali terjaga daripada tidur pada awal pagi dan menangis.

“Dia macam takut-takut dan selepas saya tenangkannya dia kembali tidur. Tak sangka itu petanda dia meninggalkan kami sekeluarga,” katanya.

Sementara itu, Mohd Faisal yang bekerja sebagai pemandu lori di Pelabuhan Klang berkata, sejurus dihubungi jiran, dia bergegas pulang ke rumah.

“Saya syak anak saya kemalangan selepas melihat orang ramai mengelilingi berhampiran rumah saya.

Menurutnya, kira-kira jam dua jam sebelum kejadian, anak sulungnya itu mencium dan melambai tangan ketika dia mahu keluar rumah untuk ke tempat kerja.

“Tapi semua itu hanya tinggal kenangan dan saya perlu tabah dan terima hakikat dia pergi meninggalkan kami sekeluarga buat selama-lamanya,” katanya pilu.

Jenazah dibawa ke Hospital Tengku Ampuan Rahimah (HTAR) untuk bedah siasat sebelum dikebumikan di Tanah Perkuburan Islam Batu 6, Kampung Sementa, selepas solat Zuhur, semalam.

Sementara itu, jurucakap polis berkata, siasatan mendapati mangsa dilanggar dan diseret kira-kira 20 meter dari tempat kejadian.

“Laporan bedah siasat mendapati mangsa parah di kepala yang membawa kepada kematiannya,” katanya.

Elia Suhana masih isteri Sultan Ismail

FOTO: ADA sesuatu yang mencuit hati Elia Suhana ketika berbual dengan peguamnya Fakhrul Azman (kiri) di Kota Bharu semalam.




KOTA BHARU - "Syukur Alhamdulillah, saya masih lagi isteri baginda. Mahkamah dah buat keputusan dan itulah kebenaran yang mahkamah sahkan. Saya doakan kesejahteraan dan kebahagiaan baginda."

Demikian kata Elia Suhana Ahmad, 32, setelah Mahkamah Rayuan Syariah di sini, semalam membatalkan permohonan Datin Nik Rorhana Wan Abdul Rahman untuk menyemak semula keputusan Mahkamah Tinggi Syariah sebelum ini.

Mahkamah Tinggi Syariah di sini pada 5 Disember lalu, menolak permohonan pengesahan lafaz cerai terhadap Elia Suhana yang difailkan oleh Nik Rorhana pada 9 Mac lalu.

Keputusan itu bererti, Elia Suhana kekal sebagai isteri kedua bekas Sultan Kelantan, Sultan Ismail Petra.

Tiga panel hakim Mahkamah Rayuan Syariah yang bersidang semalam, dipengerusikan oleh Ketua Hakim Mahkamah Syariah Negeri, Datuk Daud Muhammad bersama Hakim Besar Malaya, Tan Sri Ariffin Zakaria dan Ketua Eksekutif Kolej Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS), Datuk Dr. Johari Mat, membatalkan permohonan Nik Rorhana selaku perayu selepas gagal hadir di mahkamah.

Malaysia jadi 'mangsa' gempa jiran

FOTO: PETA menunjukkan kedudukan Malaysia yang terletak berhampiran Lingkaran Api Pasifik menyebabkan ada kemungkinan turut menerima kesan jika berlaku gempa bumi kuat di negara-negara jiran.




KUALA LUMPUR – Kajian mendapati Malaysia akan turut berisiko menerima tempias gegaran dari semasa ke semasa sekiranya bencana alam yang teruk berlaku di Sumatera, Pulau Jawa dan Filipina.

Walaupun negara ini tidak termasuk dalam Lingkaran Api Pasifik namun fenomena itu diakui oleh Jabatan Mineral dan Geosains sendiri melalui kajian yang dilakukan.

Ketua Pengarahnya, Datuk Yunus Abdul Razak berkata, jika gempa bumi melanda Sumatera, sebahagian kawasan di Semenanjung Malaysia akan terasa gegaran manakala Sabah dan Sarawak pula menerima kesan sama jika bencana itu berlaku di Filipina.

“Kepingan tektonik bumi dan titik gempa di negara ini dalam keadaan solid (kukuh) berbanding negara lain yang sentiasa aktif.

“Namun negara ini tidak akan terlepas merasai gegaran sama ada kuat atau sedikit akibat tempias daripada kedua-kedua negara itu dan ia bergantung kepada skala di mana titik gempa di dua negara itu sama ada cetek atau dalam,” jelasnya semalam.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular