Air Terjun Dua WarnaMEDAN - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU) asal Malaysia, Settho Bathi Rao (20) tewas terseret arus di Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Minggu (15/1).
"Kami mendapat informasi korban ikut bersama rekan-rekannya masuk ke dalam air dan ternyata tidak pandai berenang yang akhirnya meninggal dunia di dalam air," ujar Kapolsek Pancur Batu, AKP Ruruh Wicaksono, saat ditemui Tribun di kamar jenazah RSUP Adam Malik Jalan Bunga Lau Medan, Minggu malam.
Ruruh memperkirakan kejadian nahas itu sekitar pukul 12.00 WIB. Tetapi karena jaringan telekomunikasi di daerah tersebut susah, kepolisian sektor Pancurbatu Polresta Medan baru menerima pesan pukul 15.00 WIB.
Ia menjelaskan, pihak kepolisian sendiri yang sampai di lokasi pukul 16.00 WIB, langsung membawa jenazah menggunakan mobil Basarnas menuju Medan.
Tepat pukul 20.10 WIB, jenazah langsung dibawah ke kamar jenazah dan menunggu komunikasi dari keluarga di Malaysia dan Konjen Malaysia di Medan, untuk pengumpulan data.
"Korban warga negara Malaysia yang sedang berkuliah di FKG USU stambuk 2011. Hingga saat ini kami juga sedang meminta keterangan dari 10 rekannya di kantor, untuk pendalaman data," ujarnya.
M Samil (22), perwakilan dari gabungan mahasiswa Malaysia Medan, mengaku tidak begitu mengenal korban. Tetapi sebagai mahasiswa sesama Malaysia, ia langsung memperoleh informasi bahwa ada mahasiswa Malaysia yang meninggal dunia di Air Terjun Dua Warna.
"Saya dengan korban sama-sama kuliah di USU Fakultas Kedokteran. Tetapi saya tidak mengenalnya. Anak ini baru masuk kuliah 2011 lalu, mungkin bersama temannya mereka merayakan selesainya ujian semester. Saya juga terkejut mendengar ia meninggal sekitar pukul 15.00 WIB," ujarnya dengan logat Melayu.
