Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Isnin, 30 April 2012

Bakal pengantin kebas barang kemas calon isteri

 Khemah sudah siap dipasang tetapi majlis perkahwinan yang sepatutnya
berlangsung Sabtu lalu terpaksa dibatalkan. (Gambar kecil: Ramli)






ALOR GAJAH - Pihak polis kini giat mencari seorang lelaki yang melarikan kereta tunangnya, dua hari sebelum majlis pernikahan mereka berlangsung.

Ketua Polis Daerah Alor Gajah, Superintendan Umar Ali Saifuddin Shaharuddin, berkata, lelaki terbabit, Ramli Kamaruddin, 30, dan beralamat di Jalan Tun Perak, Bachang, melarikan diri bersama kereta milik tunangnya itu, dua hari sebelum pernikahan.

Menurutnya, mangsa mengenali tunangnya setahun lalu dan mengikat tali pertunangan pada Januari lalu.

“Lelaki terbabit turut meminjam sejumlah barang kemas milik bakal isterinya itu, kononnya mahu dijadikan contoh membeli barang kemas lain sebagai hantaran perkahwinan.

“Selain itu, dia turut mengambil sebuah telefon bimbit dan komputer riba milik tunangnya,” katanya.

Umar Ali Saifuddin berkata, dalam kejadian berkenaan, kira-kira jam 2 petang Khamis lalu, mangsa yang berada di rumahnya ketika itu didatangi tunangnya yang mahu meminjam kereta dan berjanji memulangkannya keesokan pagi.

“Lelaki terbabit bagaimanapun tidak mengotakan janjinya menyebabkan mangsa cuba menghubunginya tetapi gagal.

“Mangsa yang merasakan dirinya ditipu membuat laporan polis dan mengambil keputusan membatalkan majlis perkahwinannya yang sepatutnya berlangsung kelmarin (Sabtu),” katanya.

Menurutnya, dalam tempoh bertunang, lelaki terbabit turut menjalin hubungan dengan wanita lain menggunakan nama ‘Shah’ dan mendakwa bekerja sebagai anggota keselamatan.

“Siasatan awal polis mendapati, lelaki ini dikehendaki polis berhubung laporan polis yang dibuat di Balai Polis Dang Wangi pada 2004.

“Malah, dia juga memiliki rekod jenayah lampau atas kesalahan penipuan pada 2009,” katanya.

Alasan suami tidak masuk akal





PETALING JAYA - Pelakon popular, Rita Rudaini Mokhtar berkeras tidak mahu diceraikan oleh suaminya, Mohd. Aidil Zafuan Abd. Razak selepas mendakwa alasan yang diberikan lelaki itu bahawa mereka tidak lagi serasi dan tiada persefahaman sebagai tidak masuk akal.

Ketika prosiding di hadapan Hakim Wan Mahyuddin Wan Muhammad, Rita, 36, yang diwakili peguam Datuk Mohd. Zaidi Mohd. Zain memberitahu, dia tetap ingin mempertahankan rumah tangga yang dibina bersama pemain bola sepak Angkatan Tentera Malaysia (ATM) berusia 25 tahun itu ekoran tidak berpuas hati dengan alasan yang diberikan suaminya.

Dakwa Zaidi, anak guamnya membantah perceraian tersebut kerana mahukan perbincangan secara baik diadakan terlebih dahulu.

"Mohd. Aidil tidak pernah berbincang secara bersemuka atau secara maya dengan anak guam saya sejak meninggalkan rumah pada 10 Januari lalu.

"Jika perceraian dipersetujui secara drastik, ia tidak adil bagi pihak anak guam saya kerana dia mengharapkan perkahwinan ini dapat diteruskan, kalau hendak bercerai pun, biarlah alasan itu berbaloi," katanya.

Dulu diganggu, kini jadi buruan penerbit

 Mazlan dan menantunya, Misyani Mat Tahir, 22, dan dua cucunya, Salwa, 3, serta Nurul Badriah, 6 bulan, di rumah anaknya di Temiang, Marang, kini lebih aman.




MARANG – Empat bulan selepas rumah usang diperbuat daripada kayu cengal dihuni keluarga Mohd Syawal Mazlan, 23, yang diganggu lembaga misteri berambut panjang di Kampung Temiang di sini, ia kembali mendapat perhatian.

Sebulan lalu, sekumpulan kru penerbitan berkampung sehari di situ untuk penggambaran dan temu bual bersama keluarga Syawal, termasuk bapanya, Mazlan Ali, 56, mengenai gangguan misteri yang dialami itu.

Keluarga terbabit sebelum ini hidup ketakutan kerana sering diganggu lembaga wanita berambut panjang persis ‘hantu Kak Limah’ seperti watak dalam sebuah filem Disember lalu.

Bagaimanapun, selepas dipaparkan media dan dibantu seorang pengamal perubatan, lembaga perempuan misteri yang sering menjelma dan merayau di sekitar kawasan rumah itu sudah tidak lagi mengganggu mereka.

Menceritakan kembali kisah itu, Mazlan memberitahu, lembaga berpakaian batik lusuh dan berambut mencecah paras pinggang yang sering mengganggu rumah anaknya itu dari waktu malam hingga ke subuh itu kini tidak lagi muncul dan mengganggu ahli keluarganya.

Beliau bersyukur pengamal perubatan tradisional Ustaz Nor Hasrul Mohd Hassan dari Perubatan Syifa Al Ikhlas yang berpangkalan di Serendah, Selangor itu berjaya menghalau makhluk halus tersebut.

“Sebulan lalu, kami mendapat kunjungan kru penerbitan dari ibu kota yang datang untuk membuat penggambaran dan temu bual di rumah Mohd Syawal selama sehari bagi mengisi satu slot dokumentari,” katanya ketika ditemui di sini, namun enggan mengulas lanjut mengenai penggambaran itu.

Video Porno, Direkam 6 kali Persetubuhan



YOGYAKARTA - Pelaku video porno Ls (33) yang menghebohkan warga Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku melakukan hubungan badan dengan TY alias Jendil (30) sebanyak enam kali di penginapan Pantai Glagah, Temon.

Hubungan tersebut selalu difoto oleh TY alias Jendil. Tetapi dirinya, tidak mengetahui, bahwa aksinya tersebut bukan difoto melainkan di rekan video.

"Saya tidak tahu kalau direkam, tahunya hanya difoto. Saya melakukan hubungan badan atas dasar suka-sama suka," kata Ls yang merupakan pedagang bakmi di Pasar Sentolo, Senin (30/4/2012).

Ls mengatakan, saat mengambil gambar atau adegan tersebut Jendil yang merupakan makelar mobil, telah meminta izin tapi hanya untuk foto bukan video. Selain itu, Ls juga mengatakan, video porno berdurasi 13 menit dengan pose telanjang bulat tersebut merukan dirinya bersama TY di penginapan "V" pada akhir 2010 silam.

Sementara, Kapolsek Sentolo, Kompol Dewa Putu Arta melalui Panit I Reskrim Polsek Sentolo Ipda Arif Darmawan, mengatakan, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Selain itu, pihaknya belum memeriksa pelaku laki-laki dalam video ini.

Dicekoki Ciu Lalu Siswi SMP Digilir Pacar dan Temannya



SLEMAN - Nasib malang menimpa siswi kelas 2 SMP di Mlati, berinisial BT. Ia diperkosa oleh dua orang pemuda secara bergiliran pada Jumat (27/4/2012) malam. Salah seorang pemerkosa tak lain adalah pacarnya sendiri.

Sebelum diperkosa, korban dicekoki minuman keras jenis ciu terlebih dahulu untuk menurunkan kesadarannya. Tak hanya itu saja, kedua pelaku juga mengancam korban menggunakan sebilah pedang supaya menuruti nafsu bejatnya.

Berdasarkan keterangan beberapa saksi yang berhasil dihimpun pihak kepolisian, peristiwa pemerkosaan itu berhasil terbongkar setelah warga menggerebek rumah seorang pelakunya yakni WN (19) warga Dusun Pundong 5, Tirtoadi, Mlati sekitar pukul 22.00 WIB.

Satu orang pelaku yakni Nonok Anggoro (19) warga Gadingharjo, Sanden, Bantul berhasil ditangkap dan kemudian diamankan polisi. Sedangkan Wn berhasil melarikan diri dan hingga kini masih buron.

Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Suranto mengatakan, terbongkarnya aksi bejat pelaku berawal dari kecurigaan keluarga korban yang mengaku kehilangan anaknya. Orangtua korban dibantu warga lainnya mencari korban dan menemukannya di rumah pelaku WN.

Warga pun menggrebek rumah WN dan menemukan korban dalam keadaan tidak berdaya. Di rumah WN warga juga menemukan pedang yang diketahui milik Nonok.

“Setelah kita periksa tersangka Nonok, dia mengakui perbuatannya telah mencabuli korban. Sedangkan tersangka satunya (WN) masih kami kejar” kata Suranto seraya menjelaskan bahwa pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sleman.

Terpisah, korban yang berhasil ditemui di Mapolres Sleman, menjelaskan bahwa dirinya memang tengah berpacaran dengan dengan salah satu pelaku yakni Nonok Anggoro. Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB, ia mengaku dijemput Nonok. Namun ia sendiri awalnya tak tahu bahwa akan dibawa ke rumah WN.

Sampai di rumah WN korban dipaksa minum miras jenis Ciu. Awalnya ia menolak namun karena diancam sebilah pedang, maka ia pun akhirnya terpaksa menuruti permintaan pelaku.

“Saya minum (Ciu) banyak setelah itu tidak sadar,” aku BT saat akan melapor ruang SPKT Polres Sleman, Sabtu (28/4) siang didamping kedua orangtuanya.

Massa Robohkan Patung Zainal Abidin Pagaralam

Massa di Kalianda berusaha merobohkan patung Zaenal Abidin Pagaralam



KALIANDA -  Setelah berusaha sepanjang siang tadi. Massa akhirnya berhasil merubuhkan patung Zainal Abidin Pagaralam pada sekitar pukul 18.30 wib, Senin (30/4/2012) petang tadi. Massa menarik patung dengan sebuah mobil fuso setelah sebelumnya mengikatkan tali di bagian kepala.

Patung Zainal Abidin Pagaralam yang terbuat dari tembaga tergolek. Dimana bagian kepala rusak akibat terkena aspal. Rubuhnya patung Zainal Abidin Pagaralam menjadi akhir dari drama aksi demo penolakan atas keberadaannya. Hingga saat ini massa masih terus berkumpul di sekitar patung Zainal Abidin Pagaralam.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sendiri belum bisa dimintai konfirmasinya terkait dengan aksi perubuhan patung tersebut. Demikian pula dengan pihak Polres Lampung Selatan.

Lagi..Bendera Malaysia Di Bakar


Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) berunjukrasa dengan membakar bendera Malaysia di depan markas Bendera Jakarta Pusat, Minggu (29/4/2012). Bendera mendesak pemerintah Indonesia memberikan protes keras terhadap kematian tiga TKI yang ditembak Polisi Malaysia.



JAKARTA - Pucuk pemerintahan dan nasionalisme elite dipertanyakan, ketika lembek menyikapi berbagai kasus pelecehan bangsa, maupun penistaan kedaulatan negara yang kerap dilakukan Malaysia.

Ini menjadi pertanda semakin merosotnya nilai nasionalisme di kalangan pemimpin nasional, dan membuat prihatin bangsa.

Demikian dikemukakan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan saat berbicara pada diskusi publik bertema, 'Kapan Gerakan Buruh Nasional Diperingati', yang diadakan Pusat Studi Nusantara di Jakarta,Senin (30/4/2012).

Selain Syahganda, tampil sebagai pembicara di antaranya pengamat perburuhan Edy Cahyono, penggiat organisasi buruh Mohammad Roja, serta aktivis pembela Tenaga Kerja Indonesia dari Migrant care, Wahyu Susilo.

Menurut Syahganda, kepemimpinan elite nasional yang mengendalikan pusat pemerintahan dan politik kepartaian tak berperan signifikan dalam mengedepankan semangat nasionalisme, yang seharusnya merespon keras kasus-kasus ’penyeborotan’ wilayah kedaulatan negara oleh pihak Malaysia.

”Termasuk, kasus tiga TKI asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang diberondong tembakan lima polisi Malaysia hingga tewas mengenaskan, juga membuktikan para elite kita kehilangan jati dirinya sebagai tokoh bangsa,” jelas Suganda.

Karena itu, ia tak merasa heran mengapa Presiden Susilo Bambang Yudoyono, atau Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Megawati Seokarnoputri serta pemimpin partai politik lainnya tak bersuara lantang menghadapi Malaysia, terkait tragedi penembakan memilukan para TKI tersebut.

Lalainya sikap elite nasional atas kematian tiga TKI itu, tambah Syahganda, bukan lagi semata-mata lamban namun justru tergolong kurang peduli pada nasib anak bangsanya sendiri.

”Tidak ada pernyataan mengutuk, apalagi mengancam Malaysia untuk membuatnya minta maaf secara terbuka,” tandasnya.

Sementara kepantasan untuk bersikap sesuai kelaziman internasional berupa pemutusan hubungan diplomatik kedua negara, dengan didahului menarik pejabat duta besar RI di Malaysia dan mengusir duta besar Malaysia di Jakarta, juga tak pernah diisyaratkan pemerintah.

Ia lantas khawatir, ketiadaan rasa nasionalisme elite itu dapat mendorong perilaku Malaysia ataupun negara lain di dunia untuk memperlakukan Indonesia sebagai ’anak ingusan’ yang mudah dilecehkan sekaligus ditakut-takuti.

Pasangan Selingkuh Dihanyutkan ke Laut Tidak Melanggar Hukum



MAMUJU - Ketua Dewan Kebudayaan Mandar, Adi Arwan Alimin, menuturkan bahwa hukum adat yang diberikan kepada pasangan selingkuh warga Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat dengan menghanyutkan ke laut, adalah bagian dari kearifan lokal yang dihormati secara turun-temurun. Bentuk hukum adat ini memang berbeda dengan daerah lain di Indonesia.

"Yang terjadi di Desa Sumare itu adalah bentuk dari kearifan lokal yang kita tahu hari ini sebagai hukum adat. Itu menjadi konsesi masyarakat, dihargai dan dijunjung tinggi. Saya kira itu tidak melawan hukum negara, seperti hukum pidana. Sebab bentuk hukum adat itu disepakati dan diterima masyarakatnya," kata Adi, Jumat (27/4/2012).

Hal demikian itu tumbuh dan lahir dari konsesi masyarakat. Siapapun diantara mereka pasti menerima resikonya. Menurut Adi, yang terjadi di Desa Sumare itu hanya perspektif budaya. Tidak ada sangkut pautnya dengan hukum negara.

Diakui, hukum negara dapat menyentuh semua elemen. Namun disebuah komunitas tertentu ada yang dikenal sebagai aturan adat dan tidak tercantum dalam butir-butir yang diatur oleh hukum negara.

"Saya kira itu wajar dan bisa terjadi dimana saja. Seperti di Nagroe Aceh Darussalam ada hukum rajam. Itu disepakati sebagai Perda. Di Mandar pun demikian, ada hukum denda sapi atau kerbau jika terbukti bersalah. Atau seseorang diusir dari kampung. Itu bagian dari hukum adat," ujarnya.

Pada zaman dulu pelaku perzinahan, pembunuhan dan pencurian benar-benar dihukum mati secara adat. Dikisahkan, pada saat zaman kerajaan Balanipa di tanah Mandar, ada seorang anak Paqbicara (pejabat penting kerajaan) yang dihukum mati karena terbukti membunuh warga tidak bersalah.

Adi Menuturkan bahwa seorang raja pun dapat dibunuh jika terbukti bersalah. Sekedar diketahui, seorang raja di Mandar tidak ditentukan oleh keturunan. Tapi dipilih berdasarkan kemampuan yang dimiliki dan dinilai bermanfaat.

"Itulah yang melatarbelakangi almarhum Baharuddin Lopa sangat konsisten pada penegakan hukum. Karena dia melihat ada contoh bahwa seorang anak pejabat pun dihukum, jika terbukti bersalah," tuturnya.

Prof Sejarah: Hang Tuah pindah ke Perak

DR LEONARD Y. ANDAYA: Hang Tuah bermastautin dan menjadi pemimpin Orang Asli di kawasan utara Perak selepas kematian Hang Jebat.




SINGAPURA -PAHLAWAN Melayu terbilang, Hang Tuah, dikatakan menetap di Perak selepas berlakunya pertarungan yang membawa kepada kematian Hang Jebat.

Ini, menurut Profesor Sejarah Asia Tenggara Universiti Hawaii di Manoa, Dr Leonard Y. Andaya, dalam bukunya, Leaves of the Same Tree: Trade and Ethnicity in the Straits of Melaka (Dedaun daripada Pohon Yang Sama: Perdagangan dan Keetnikan di Selat Melaka), yang diterbitkan NUS Press.

'Hang Tuah berpindah menuju ke utara bersama-sama keluarga isterinya dan keluarga Hang Jebat.

'Orang-orang Asli dari Gunung Ledang turut sama dan tinggal di situ, dengan sebahagian daripada mereka menetap di kawasan tengah Perak.

'Hang Tuah, bagaimanapun, meneruskan perjalanannya dan menjadi pemimpin Orang Asli di kawasan utara Perak.

'Kumpulan terakhir rombongan itu akhirnya menetap di sebuah kawasan yang kini dikenali sebagai Lambor,' kata Dr Andaya yang merupakan profesor pelawat di Jabatan Pengajian Melayu Universiti Nasional Singapura (NUS).

Dalam bukunya itu, Dr Andaya mendedahkan bahawa Orang Asli menganggap Hang Tuah, Hang Jebat dan Hang Kasturi sebagai pemimpin-pemimpin awal dan penting kepada masyarakat mereka.

Dr Andaya baru-baru ini mengadakan ceramah di NUS mengenai identiti etnik Melayu.

Dalam e-melnya kepada Berita Harian, beliau berkata identiti etnik itu dibentuk secara sosial mengikut tempat dan masa.

Beliau berkata: 'Oleh itu, seorang Melayu dalam abad ke-7 berbeza daripada seorang Melayu dalam abad ke-8 dan sebagainya.

'Bagaimana seseorang itu mendefinisikan siapa Melayu dan golongan mana yang akan dimasukkan atau tidak akan berubah dan bergantung pada keadaan dan pilihan peribadi individu.

'Atas sebab itulah tidak mudah untuk berbual tentang 'asal usul' Melayu, seolah-olah terdapat garisan yang tidak terputus berkenaan identiti etnik Melayu dahulu dan sekarang.'

Menurut Dr Andaya, bukunya itu memberikan perincian bagaimana istilah Melayu itu digunakan pada pada masa dahulu mengikut tempoh yang berbeza-beza.

Katanya lagi, beliau juga ingin orang ramai melihat bahawa dalam mempelajari sejarah prapenjajah Asia Tenggara, masyarakat tidak boleh menyebut keetnikan sebagai sesuatu yang ditetapkan untuk selama-lamanya.

Sebaliknya, ia sentiasa berubah mengikut peredaran waktu dan sekitaran yang berbeza.

#foto:
DR LEONARD Y. ANDAYA: Hang Tuah bermastautin dan menjadi pemimpin Orang Asli di kawasan utara Perak selepas kematian Hang Jebat.

Ahad, 29 April 2012

Gadis 15, dibogel sebelum diperkosa 3 lelaki



GOMBAK - : Malang menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun yang keluar bersama teman lelaki baru dikenalinya apabila dia diperkosa lelaki itu, malah turut dijadikan habuan kepada dua lagi rakan suspek.

Difahamkan, remaja perempuan itu bukan saja diperkosa bergilir-gilir oleh tiga lelaki terbabit di sebuah pondok usang di sini, malah perlakuan keji mereka itu turut dipertontonkan kepada rakan lain.

Lebih keji lagi, sumber berkata, mangsa turut dipaksa melakukan perbuatan sumbang bersama beberapa rakan lelaki yang datang. Menceritakan semula kejadian itu, sumber memberitahu, mangsa pada mulanya diajak teman lelaki yang baru dikenalinya itu untuk keluar minum bersama di sebuah restoran di Sentul, dekat sini.

“Mangsa dijemput lelaki itu dengan menunggang motosikal kira-kira jam 9 malam Khamis lalu sebelum ke sebuah restoran dan diperkenalkan kepada beberapa rakan lain.

“Selesai minum, mangsa diajak ke rumah seorang rakan lelaki berkenaan yang terletak di lokasi berhampiran,” katanya.

Menurut sumber, selepas beberapa jam melepak lelaki terbabit memberitahu mahu menghantar mangsa pulang ke rumah sambil ditemani dua rakannya kira-kira jam 1 pagi Jumaat lalu.

“Dalam perjalanan pulang, mangsa dibawa ke dalam kawasan hutan menyebabkan dia berasa hairan. Apabila tiba di sebuah pondok usang dia dipaksa pula masuk ke dalam pondok berkenaan,” katanya.

Katanya lagi, disebabkan keadaan yang gelap dan sunyi mangsa menuruti arahan ketiga-tiga lelaki itu sebelum dia dipaksa berbogel.

Mangsa dipercayai dirogol teman lelakinya sebelum memanggil dua lagi rakannya yang berada di luar pondok dan turut memperkosa mangsa bergilir-gilir.

Sumber berkata, ketiga-tiga suspek terbabit menghubungi rakan mereka yang lain untuk datang ke pondok berkenaan dan memaksa mangsa melakukan perbuatan keji itu.

Mangsa dihantar pulang ke rumahnya dan dikatakan memaklumkan kejadian itu kepada keluarga dan bertindak membuat laporan di Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Ampang, di sini sebelum kes dirujuk ke IPD Gombak.

Gadis tomboi disyaki turut diperkosa




KOTA BHARU - Siasatan polis berhubung kes kematian seorang gadis tomboi, Nor Ain Shafnie Mohd. Azizi (gambar) yang mayatnya ditemui dibakar bersama motosikalnya di kawasan ladang kelapa sawit di Jeram Tekoh, Gua Musang minggu lalu percaya mangsa turut dirogol sebelum dibunuh.

Bagaimanapun, polis masih menjalankan siasatan lanjut berhubung perkara tersebut dengan menyoal siasat sembilan suspek termasuk dua wanita yang ditahan berhubung kejadian itu mengikut Seksyen 302 Kanun Keseksaan itu.

Kesemua mereka merupakan rakan-rakan Nor Ain Shafnie, 16, dan kebanyakan mereka adalah penagih dadah.

Ketua Polis Kelantan, Datuk Jalaluddin Abdul Rahman memberitahu, pihaknya tidak boleh mendedahkan lebih banyak maklumat kerana bimbang ia akan mengganggu siasatan.

"Polis mengesyaki gadis berkenaan telah dirogol sebelum dibunuh dan dibakar. Siasatan masih berjalan dan kita tidak boleh dedahkan semuanya," katanya ketika ditemui selepas mengadakan lawatan di Pasar Siti Khadijah dan Buluh Kubu di sini semalam.

Polis didakwa langgar peserta pengsan selepas diserang

Najib melawat Kamil yang dirawat di Hospital Kuala Lumpur akibat diserang penyokong Bersih 3.0.





KUALA LUMPUR - Seorang anggota polis, Konstabel Mohamed Kamil Paimin, 24, yang didakwa melanggar orang ramai semasa perhimpunan Bersih 3.0, kelmarin, tampil memberi penjelasan mengenai kejadian itu.

Menurut Kamil, dia berada dalam keadaan separa sedar dan hilang kawalan ke atas kereta Proton Waja yang dipandunya selepas mengalami pendarahan di kepala akibat dibaling objek keras.

Rakaman video menunjukkan kereta itu kemudian terbabas ke kaki lima tetapi tidak dapat dipastikan sama ada orang ramai yang berada di kawasan itu cedera dalam kemalangan tersebut kerana tiada laporan dibuat setakat ini.

Dakwaan sesetengah pihak bahawa kereta itu diterbalikkan penyokong Bersih untuk mencederakan Kamil juga tidak dapat dipastikan kerana ada sumber mengatakan kenderaan itu disengetkan bagi mencari sama ada terdapat mangsa tersepit di bawah kereta.

Menceritakan semula kejadian itu, Kamil berkata, dia diarah membawa kereta tersebut untuk mengambil anggota polis lain, apabila diserang di hadapan pusat membeli-belah Sogo.

“Ketika saya mula masuk ke dalam kelompok penyokong itu, keadaan masih terkawal, tetapi mereka tiba-tiba menyerang.

“Mereka membaling batu, botol, kon polis dan objek lain ke arah tingkap kereta, dan satu benda keras terkena kepala saya.

“Saya tak sempat minta bantuan rakan dan terus pengsan. Saya tak ingat apa yang berlaku selepas itu,” katanya yang masih menerima rawatan di Hospital Kuala Lumpur (HKL) di sini, semalam.

Kamil, yang baru dua tahun bertugas di Ibu Pejabat Polis Daerah Kuala Terengganu, juga bersyukur selepas mengetahui jurugambar stesen TV Al-Hijrah, Mohd Azri Mohd Salleh, 28, membantunya ketika diserang.

Namun, Azri juga cedera di kepala kerana dipukul sekumpulan kecil individu dipercayai peserta perhimpunan semasa cuba membantu Kamil dalam kejadian kira-kira jam 4.15 petang itu.

“Saya suruh mereka berhenti serang saya tetapi rayuan itu tidak diendahkan. Nasib saya baik kerana orang lain di kawasan itu membantu saya, dan kamera saya juga selamat,” katanya yang turut menerima rawatan di HKL.

Sementara itu, Datuk Seri Najib Tun Razak semalam turut melawat Kamil, Azri serta anggota trafik, Mohd Nasir Abu dan wartawan The Sun Mohd Radzi Abdul Razak yang turut cedera ketika perhimpunan kelmarin.

Turut hadir Menteri Dalam Negeri, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein dan Ketua Polis Negara, Tan Sri Ismail Omar.

Najib 'tak ragu-ragu' panggil PRU13




KUALA LUMPUR - Datuk Seri Najib Tun Razak menegaskan perhimpunan Bersih 3.0 di ibu negara kelmarin, yang dikatakan menarik lebih ramai peserta berbanding Bersih 2.0 Julai lalu, tidak akan menimbulkan keraguan untuk beliau memanggil Pilihan Raya Umum ke-13 (PRU13).

Bagaimanapun menurut Perdana Menteri, biar tunggu dan lihat apa yang akan berlaku.

Selaku Perdana Menteri, Najib ada keistimewaan untuk menentukan tarikh pembubaran Parlimen dengan memohon perkenan Yang di-Pertuan Agong.

"Saya tak ragu-ragu. Saya tak tahu, kita tengoklah," kata beliau kepada pemberita selepas mempengerusikan mesyuarat bulanan Majlis Tertinggi Umno di sini malam tadi.

Najib yang juga Presiden Umno dan Pengerusi Barisan Nasiona (BN) ditanya mengenai kesan perhimpunan Bersih 3.0 , yang diadakan atas alasan mahu menuntut pilihan raya yang adil dan bersih, ketika penganalisis dan pemerhati mengatakan bahawa PRU13 kemungkinan diadakan Jun ini.

Bagaimanapun ekoran perhimpunan itu, kini ada yang membuat andaian kemungkinan PRU13 akan dianjakkan sehingga September atau November. Perdana Menteri ada mandat sehingga April 2013.

Dipetik dari laporan Bernama, Najib turut ditanya sama ada kerajaan akan mewujudkan satu lagi Jawatankuasa Pilihan Khas Parlimen (PSC) bagi memenuhi tuntutan perhimpunan kali ini.

Najib berkata, tiada sebab untuk mewujudkannya kerana semuanya telah dijawab semasa PSC membentangkan laporan mereka di Parlimen baru-baru ini.

Najib telah mewujudkan PSC Ogos lalu ekoran perhimpunan Bersih 2.0 dan laporan akhirnya telah dibentangkan di Parlimen awal bulan ini.

Peserta demonstrasi boleh didenda RM20,000

 MEREKA yang membawa kanak-kanak dalam perhimpunan haram juga boleh dikenakan tindakan undang-undang.



KUALA LUMPUR - Peserta perhimpunan anjuran Gabungan Pilihan Raya Bersih dan Adil (Bersih) 3.0 boleh didenda antara RM10,000 hingga RM20,000 jika didapati melanggar Akta Perhimpunan Aman 2011 yang diluluskan oleh Parlimen baru-baru ini.

Jumlah denda tersebut adalah lima hingga 10 kali ganda daripada jumlah denda yang dkenakan sebelum ini iaitu RM2,000.

Kesalahan yang ditakrifkan dalam akta baharu itu termasuk merempuh sekatan polis, membawa anak kecil dan melakukan keganasan di tempat perhimpunan.

Akta baharu itu turut menyatakan seseorang penganjur didapati bersalah jika menganjurkan perhimpunan dalam jarak 50 meter dari tempat larangan.

Tudaq Bala, Pasangan Selingkuh Dihanyutkan ke Laut



MAMUJU - Pasangan selingkuh warga Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat ini harus menerima hukum adat. Mereka dihanyutkan ke laut, setelah sebelumnya diselesaikan secara hukum adat.

Tidak ada satupun warga setempat yang berani angkat bicara soal prosesi hukum adat ini. Namun dari pantauan di lapangan, pasangan selingkuh yang disebut-sebut berinisial Su dan Ud ini dianggap telah melanggar tatanan sosial dan hukum adat.

Ud adalah istri dari adik kandung Su. Keduanya ketahuan berselingkuh setelah Ud dipastikan hamil delapan bulan. Banyak rumor yang berkembang terkait perselingkuhan itu.

Salah satunya disebabkan oleh suami Ud yang terlalu lama melaut, sehingga membuka peluang perzinahan. Faktor ekonomi keluarga Ud menjadi penyebab lainnya.

Sekira pukul 07.30 WITA kemarin, warga Desa Sumare sudah ramai di tepi pantai. Mereka menjadi saksi pelaksanaan hukuman oleh tetua adat.

Sebelum hukuman dilakukan Pemangku Adat, Umar G, dan beberapa tetua adat lainya menggelar ritual Tudaq Bala atau Tolaq Bala. Dalam bahasa Indonesia berarti semacam pembersihan kampung.

Kemenyan dibakar dan doa-doa dipanjatkan. Permohonan mereka adalah agar Desa Sumare tidak terkena azab. Selang beberapa saat kemudian, mereka menyembelih seekor kambing dan ayam jantan.

Kemudian, sejumlah warga membuat rakit berukuran 1x1,5 meter berbahan gabus yang diikat sedemikian rupa dan dibawa ke tepi pantai. Rakit inilah yang dipakai untuk menjalankan hukum adat pada Su dan Ud.

Beberapa warga dilokasi saling berbisik. Mereka berpendapat bahwa hukum harus ditegakkan sebagai peringatan bagi warga lainnya. Atau bagi siapapun yang mencoba-coba melanggar norma sosial di Sumare.

Prosesi selanjutnya cukup membuat bulu kuduk berdiri. Warga dan tokoh adat menjemput pasangan mesum itu di rumah masing-masing. Tanpa ada perlawanan dari suami atau istri dan anak-anak mereka, keduanya digiring ke pantai. Dengan muka tertunduk, Su dan Ud langsung menuju rakit.

Mereka hanya membawa pakaian secukupnya. Sejenak Su dan Ud menengok ke darat. Menatap keluarga masing-masing dan perlahan menaiki rakit. Ud tidak mampu menahan tangisnya. Sementara Su pucat dan sesekali menghela nafas.

Riak gelombang langsung menyambut keduanya dan membasah sarung yang dikenakan. Salah seorang tokoh adat memegangi rakit agar tidak segera hanyut. Sebab masih ada satu prosesi lagi yang harus dilakukan.

Dari balik kerumunan warga, seorang tokoh adat muncul. Dengan menggenggam gunting, dia menghampiri Su dan Ud yang sudah duduk di atas rakit. Pertama, dia mengelus rambut Ud. Kemudian menggunting beberapa helai rambut. Hal serupa dilakukan pada Su. Setelah berdoa, rakit didorong ke laut. Su dan Ud nampak bergegas membuang sarung dan baju ke laut.

Ada warga yang berpendapat bahwa keduanya berusaha mengurangi beban rakit. Namun salah seorang tokoh adat mengatakan, mereka melakukan ritual membuang 'kotoran'.

Kegadisan Ditawar Rp 500 Ribu Lalu Ayu Dibunuh




SURABAYA - Miftalana, tersangka pembunuh Ayu Cahyawati mengaku baru lima hari mengenal perempuan yang bekerja sebagai pramusaji rumah makan tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto mengungkapkan, dari pemeriksaan tersangka terungkap, mereka ternyata baru saling mengenal. Tersangka mengenal korban setelah diberi  nomor ponsel korban oleh temannya Dian. "Awalnya korban di SMS, lalu terjalin hubungan  itu," katanya, Sabtu (28/4/2012).

Terbunuhnya Ayu Cahyawati (21) bermula dari  transaksi jual beli kegadisan perempuan muda. Sayang dalam transaksi itu, pembicaraan Ayu melebar dan menyebut ibu Miftalana sebagai  pelacur. Pria berusia 23 tahun itu  naik pitam hingga akhirnya tegas membunuh Ayu Cahyawati.  "Saya tak terima. Dia bilang  Ibukmu Koyok Pecun ae (Ibumu seperi pelacur saja)'," kata Miftalana di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (29/4/2012).

Pria yang tinggal di Jl Manukan Lor Gg VI ini mengungkapkan, kata-kata menyakitkan itu diucapkan Ayu lewat telepon pada 19 April. Ketika itu Ayu  menawarkan wanita muda yang mau menjual kegadisan pada Miftalana. "Saya nawarnya Rp 500 ribu, lalu dia bilangnya seperti itu (ibumu koyo pecun)," katanya.

Karena itu ia menghubungi Ayu kembali keesokan harinya lalu merencanakan  pertemuan di sebuah rumah makan siap saji, Jl Adityawarman 22 April silam. Di sana, Ayu datang bersama Tania. Pukul 23.00, Ayu dan Miftalana pergi ke kawasan Universitas Negeri Surabaya setelah lebih dulu menurunkan Tania di Jl Mayjen Sungkono. Di sini, Ayu meminjam tas Tania karena di dalam tas tersebut terdapat alat perlengkapan wanita.

Nah, setelah sekian lama ngobrol di warung kopi. Miftalana mengajak Ayu ke lapangan komplek Unesa. Di lokasi, Miftalana meminta korban turun. Miftalana  mematikan sepeda motor itu. Begitu Ayu melepas sepatunya, Miftana mengambil kawat rem sepeda dari  kantong celananya dan menjeratkan di leher Ayu hingga tewas. "Saya kemudian pergi menggunakan sepeda motor Ayu," kata Miftalana lagi.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto mengatakan Miftalanah dijerat dengan dua pasal sekaligus, yaitu 340 dan 338 tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya 15 tahun.

MUI Tanggapi Komentar Boediono Tentang Pengeras Suara Masjid



JAKARTA - Pengeras suara masjid untuk adzan atau panggilan salat menjadi perbincangan yang hangat saat ini. Hal itu pernah diutarakan Wakil Presiden Boediono saat membuka muktamar Dewan Mesjid Indonesia Jumat (27/4/2012).

Pernyataan Boediono mendapat perhatian masyarakat lantaran dia meminta Dewan Mesjid Indonesia membahas pengaturan pengeras suara di masjid. Menurut Boediono, adzan lebih enak didengar sayup-sayup dibandingkan keras-keras.

Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI (MUI) Amidhan menilai soal speaker atau pengeras suara adzan jangan dilihat dari kerasnya, tetapi dilihat segi waktu dan tempat.

“Ya kalau menurut saya itu namanya bukan pengeras suara yang diatur tetapi waktunya misalnya kalau subuh jam 04.30, ya itu jam 04.00 boleh memasang tarakhim atau puji-pujian, terus tempat misalnya kalau untuk wilayah perkotaan di Jakarta sudah mempunyai 1000 masjid jadi kalau masjidnya saling berdekatan bisa terjadi perang suara," ujar Amidhan saat berbincang kepada wartawan, Minggu (29/4/2012)

Di suatu masjid, lanjut Amidhan, boleh saja mengencangkan suara ketika terjadi urusan yang genting, misalnya mengumumkan orang yang meninggal.

Dia menambahkan, seorang muadzin atau orang yang mengumandangkan adzan, disamping suara yang bagus, harus juga menguasai makhraj (panjang pendek bacaan huruf Al-Quran) dan tajwid (tanda baca huruf Al-Quran).

"Banyak contoh di masjid yang diperkotaan petugas muadzin dipilih yang suaranya bagus, kecuali di kampung. Banyak diserahkan ke anak muda dan yang terpenting di sini seorang muadzin sebaiknya memperhatikan makhraj dan tajwid," terangnya.

Faisal Basri: Ada Setan Apa di Jakarta Pusat?


Faisal Basri, meninjau langsung verifikasi pendukungnya, di balai Warga Jalan Kramat Jaya Baru, Blok D2, RT 06/RW 02, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4/2012).


JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Faisal Basri, meninjau langsung verifikasi pendukungnya.

Verifikasi ini dilakukan oleh petugas Panitia Pemilu di balai Warga Jalan Kramat Jaya Baru, Blok D2, RT 06/RW 02, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4/2012).

Pada kesempatan tersebut, Faisal merasa didzolimi. Karena, dari 45 ribu pendukung di Jakarta Pusat, yang lolos hanya 4.000.

"Ada setan apa di Jakarta Pusat ini, jahat banget sama kita," ungkapnya saat memberikan sambutan kepada pendukungnya.

Faisal mengapresiasi warga yang telah datang dalam verifikasi tersebut. Ia pun mendoakan semoga orang-orang yang mendzoliminya dibukakan hatinya.

"Kita doakan semoga orang-orang yang jahatin kita dibukakan dari hati-hatinya yang busuk," imbuh Faisal.

Cabuli Murid-muridnya, Kepala Sekolah Ditahan




PALANGKARAYA - Diduga berbuat tidak senonoh dengan meraba-raba tubuh murid-muridnya, Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, K (45) ditahan.

Kini ia ditahan di markas Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur dan sedang diperiksa intensif.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kotawaringin Timur Ajun Komisaris Wahyu Rohadi saat dihubungi di Sampit, Jumat (27/4/2012), mengatakan, K kini sudah didampingi kuasa hukumnya. Ia dilaporkan karena diduga meraba-raba tubuh 10 muridnya.

Setelah polisi tiba di rumah K, Jalan Gunung Arjuno, Sampit, Senin (23/4) sekitar pukul 18.30, dan menunjukkan surat penangkapan, ia langsung dibawa ke markas Polres Kotawaringin Timur. Selanjutnya, K memasuki tahap pemeriksaan hingga saat ini.

Para murid yang melaporkan K mulai berdatangan ke markas Polres Kotawaringin Timur sejak dua minggu lalu. Beberapa guru di MTsN Sampit sudah ditanya untuk dimintai keterangan. Ulah K berdasarkan keterangan dari mereka yang melapor, dilakukan pada 2011.

Sanksi yang dapat dikenakan terhadap K tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hukuman tersebut yakni pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat tiga tahun serta denda paling banyak Rp 300 juta dan paling sedikit Rp 60 juta.

Proses korban diperketat



SINGAPURA - PROSES pengendalian dan penyembelihan kambing korban yang dibawa masuk dari Australia kini diperketatkan - demi memelihara kebajikan haiwan tersebut.

Menerusi peraturan baru yang ditetapkan oleh pemerintah Australia ke atas negara-negara yang mendapatkan bekalan kambingnya, pihak masjid dan organisasi yang menjalankan ibadah korban di sini diwajibkan, antaranya:

menyediakan kandang yang luas agar kambing dapat bergerak bebas secara semula jadi; dan

memastikan tukang sembelih berlesen dan terlatih

Menerusi rangka kerja baru ini, dijangkakan tidak semua 47 masjid yang menjalankan ibadah korban dan akikah pada Hari Raya Aidiladha pada November tahun lalu berupaya memenuhi keperluan yang ditetapkan mengikut Sistem Jaminan Rangkaian Bekalan Pengeksport (Escas) Australia itu.

Ini akan menyebabkan beberapa masjid perlu bekerjasama dengan masjid lain untuk menjalankan ibadah korban.

Tahun lalu, sebanyak 6,230 ekor kambing - daripada jenis biri-biri dan gurun - didatangkan dari Australia menerusi pesawat ke negara ini bagi pelaksanaan ibadah korban.

Akibat peraturan baru yang mesti dilaksanakan ini, Majlis Ugama Islam Singapura (Muis) tidak menafikan kos pelaksanaan ibadah korban akan meningkat tahun ini.

'Pada masa ini, kami menjangkakan kos (pelaksanaan ibadah korban) akan naik tetapi kami masih belum dapat menganggarkan jumlah kenaikan itu,' kata Timbalan Pengarah (Masjid) Muis, Encik Mohamad Helmy Mohd Isa, dalam sidang akhbar di ibu pejabat Muis di Braddell Road, kelmarin.

Di bawah Escas, masjid dan pertubuhan wajib menjalani audit bagi memastikan ia berupaya memenuhi kriteria yang ditetapkan sebelum diizin melaksanakan ibadah korban sempena Hari Raya Aidiladha yang dijangka pada 26 Oktober ini.

Escas mula dilaksanakan di Indonesia tahun lalu setelah terdedahnya isu haiwan dieksport yang tidak dilayan dengan baik di rumah-rumah sembelih di sana.

Tahun ini, Escas dilancar secara berperingkat di beberapa negara lain, termasuk Singapura.

Walaupun kebanyakan peraturan ditetapkan ini sudah pun diamalkan di sini kerana selari dengan hukum Islam, ada beberapa peraturan tambahan yang wajib dituruti.

Pada tahun-tahun lalu, masjid-masjid di Singapura secara purata menerima sekitar 100 sehingga 150 ekor kambing, bahkan ada sehingga 250 ekor.

Di bawah peraturan baru ini juga, hanya penyembelih terlatih dibenarkan melaksanakan penyembelihan haiwan korban.

Selain tukang-tukang penyembelih terlatih, masjid-masjid terlibat juga akan melantik Pengurus Operasi Korban (KOM).

Sabtu, 28 April 2012

Siswi 16 tahun diperkosa rakan sedarjah dalam kelas



KUALA TERENGGANU – Malang bagi seorang pelajar perempuan, tindakannya berpatah balik ke kelas bagi mengambil bukunya yang tertinggal mengundang padah apabila dirogol rakan sekelasnya, Ahad lalu.

Difahamkan, mangsa yang berusia 16 tahun mendakwa dirogol rakannya di dalam kelas di salah sebuah sekolah di daerah ini, kira-kira jam 1.45 petang.

Menurut sumber, ketika kejadian, empat suspek yang sebelum itu dipercayai menyorok sebaik menyedari kehadiran mangsa, kemudiannya keluar ketika mangsa sedang mengambil bukunya.

Mangsa mendakwa, seorang daripada suspek telah merogolnya dan dua lagi mencabulnya, manakala seorang lagi hanya memerhatikan perbuatan terkutuk tiga rakannya itu.

“Sejurus kejadian itu, mangsa telah ke rumah ibu saudaranya dan berubah menjadi pendiam selepas kejadian itu. Dia juga kelihatan takut dan trauma apabila berjumpa dengan lelaki selepas peristiwa hitam itu.

“Keluarganya hanya mengetahui kejadian itu Rabu lalu setelah dihubungi pihak sekolah dan dia kemudiannya menceritakan kejadian itu kepada ahli keluarga. Satu laporan dibuat di Balai Polis Kuala Terengganu kelmarin, kira-kira jam 2.30 petang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Polis Daerah, Asisten Komisioner Zamri Shamsuddin ketika dihubungi di sini semalam, mengesahkan menerima laporan mengenai kejadian itu.

Tiga daripada empat suspek telah ditangkap awal pagi semalam dan direman selama tujuh hari bermula semalam.

Bersih 3.0 jadi huru-hara





KUALA LUMPUR - Perhimpunan anjuran Gabungan Pilihan Raya Bersih dan Adil (Bersih) 3.0 yang kononnya mahu menuntut pilihan raya yang adil bertukar ganas apabila penyokongnya bertindak mencederakan 11 anggota polis serta merosakkan harta benda awam ketika menyertai perarakan haram menuju ke Dataran Merdeka semalam.

Kesemua anggota tersebut termasuk seorang anggota wanita dibawa ke Hospital Kuala Lumpur (HKL) dan Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM) untuk rawatan pesakit luar akibat kecederaan di kepala, tangan serta patah gigi.

Dua daripada anggota itu ditumbuk dan dipukul dengan kon dalam insiden sebuah kereta peronda Proton Waja diterbalikkan di hadapan kompleks beli-belah Sogo.

Ketua Polis Kuala Lumpur, Datuk Mohmad Salleh berkata, pihaknya masih berjaya mengawal keadaan, malah berjaya menyekat para penyokong Bersih 3.0 daripada memasuki Dataran Merdeka.

Polis kelmarin mendapat perintah daripada Mahkamah Majistret Kuala Lumpur yang melarang pihak berkenaan daripada berkumpul di Dataran Merdeka mulai tengah malam kelmarin hingga 1 Mei.

Katanya, polis terpaksa melepaskan gas pemedih mata dan meriam air kerana perusuh bertindak ganas.

Sementara itu, Mursyidul Am Pas, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat, yang dikritik Umno Kelantan atas alasan menghasut orang ramai menyertai perhimpunan Bersih 3.0, mengucapkan tahniah kepada rakyat yang telah berhimpun di ibu negara, semalam.
Menteri Besar Kelantan ini berkata, rakyat hadir di ibu negara untuk menyatakan sokongan tuntutan Bersih 3.0 memandangkan ketika Bersih kerajaan diam dan membisu manakala  apabila Bersih 2.0 diadakan, kerajaan buat ‘pekak badak’.

Pada masa yang sama beliau melahirkan rasa terharu terhadap rakyat Malaysia yang berada di hampir seluruh dunia seperti Sydney, Melbourne, Makkah, Madinah dan Mesir turut menganjurkan perhimpunan Bersih 3.0.

PDRM nafi anggotanya terbunuh

 Aksi ganas penyokong perhimpunan Bersih 3.0 merosakkan sebuah kereta peronda di hadapan kompleks beli-belah Sogo, Kuala Lumpur semalam. Ada tompokan darah di atas kaki lima jalan.




KUALA LUMPUR - Polis Diraja Malaysia (PDRM) malam tadi menafikan ada anggotanya yang terkorban ketika ditugaskan mengawal demonstrasi Bersih 3.0 yang bertukar ganas semalam.

Penafian itu dibuat PDRM melalui akaun Twitter rasmi pasukan itu.

Sebelum ini khabar angin tersebar kononnya seorang anggota polis dipercayai dari unit trafik terbunuh akibat dibelasah peserta Bersih 3.0 di hadapan kompleks beli-belah Sogo.

Air 'sirap' telaga Pasir Puteh berbahaya

IMBAS: ORANG ramai mengambil air berwarna merah dari sebuah telaga di Pasir Puteh, Kelantan kemarin.



KOTA BHARU - Jabatan Mineral dan Geosains Kelantan semalam mengingatkan orang ramai supaya jangan meminum air daripada sebuah telaga di Kampung Pintu Gerbang, Pasir Puteh kerana dipercayai mengandungi kandungan besi yang berlebihan dan boleh mendatangkan komplikasi buah pinggang.

Timbalan Pengarahnya, Abd. Rashid Ahmad berkata, fenomena air bertukar merah itu bukan peristiwa aneh khususnya di negeri ini memandangkan bentuk buminya mempunyai banyak kandungan mineral termasuk besi.

Menurutnya, mengikut Standard Kualiti Air Minuman 2009 Kementerian Kesihatan, kadar kandungan besi dalam air yang selamat diminum hanya 0.3 miligram seliter.

Guru SD Ketahuan Mesum dengan PSK di Lokalisasi




SUMENEP - Sungguh memalukan tingkah guru berinisial HB ini. Pria yang juga pengajar di salah satu SD di Kecamatan Saronggi ini tertangkap basah oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja, saat bercumbu dengan seorang perempuan di lokalisasi Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (26/4/2012) dini hari.

Saat proses penggerebegan lokalisasi, HB sempat panik dan melarikan diri setelah mengetahui kedatangan perugas. Karena paniknya ia nekat melompat ke sungai agar lolos dari kejaran Pol PP.
Namun ia tidak berdaya karena petugas Pol PP cukup banyak yang mengejarnya.
Abdul Madjid, Kepala Pol PP Sumenep mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat, lokalisasi di Kecamatan Saronggi kerap didatangi oleh lelaki hidung belang dan PSK dari luar Kabupaten Sumenep.

"Anggota kami kerahkan untuk melakukan penyisiran. Tidak tahunya di dalam ada guru yang sedang menikmati pelayanan PSK," kata Madjid.

Selain HB, Pol PP juga berhasil menjaring lima PSK, di mana mereka berasal dari luar Kabupaten Sumenep setelah dicek KTP-nya.

Mereka masing-masing NH (29), FR (29) dan SL (30). Ketiganya berasal dari Kabupaten Bondowoso. Sedangkan dua PSK lainnya berasal dari Probolinggo, yakni ST (22) dan NL (21). Adapun HB, akan dilaporkan ke Inspektorat Pemkab Sumenep agar disanksi sesuai dengan pelanggaran yang sudah dilakukannya.

"Kita tidak tindak sendiri atas pelanggaran yang dilakukan HB karena yang bersangkutan statusnya sebagai guru PNS dan akan diserahkan kepada Inspektorat," kata Madjid.

Operasi PSK di Kabupaten Sumenep itu, kilah Madjid, untuk memberantas penyakit masyarakat yang perlu dilakukan terus menerus agar masyarakat tidak punya kesempatan untuk melakukan tindakan yang mengarah kepada hal-hal yang negatif.

Kakek Dua Cucu Nyaris Perkosa Bocah SD



PRINGSEWU - Tua-tua keladi, makin tua birahi makin tinggi. Mungkin itulah pepatah yang cocok untuk menggambarkan kelakuan Pungut.

Kakek berumur 56 tahun dibekuk aparat Polsek Sukoharjo, Pringsewu, Lampung, karena menggerayangi LA (12), siswi kelas IV SD.

Perbuatan itu dilakukan kakek dua cucu di dalam mobil pick up, Rabu (25/4/2012) pukul 19.00 WIB. Karena korban berteriak, Pungut digelandang ke kantor polisi.

Menurut Kapolsek Sukoharjo Ajun Komisaris Muhammad Daud, peristiwa bermula saat warga Jalan Imam Bonjol, Gang Suhada, LK II/RT 002, Kelurahan Langkapura, Kemiling, Bandar Lampung mengantar barang mebel ke Kalirejo, Lampung Tengah melalui Pringsewu.

Saat itu, korban yang merupakan warga Jalan Antara, Gang Antara 8, Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, ikut mengantar barang tersebut bersama bibinya.

Namun, kala itu bibinya tidak ikut pulang. Hanya LA dan sopir pick up, yakni Pungut, yang kembali ke Bandar Lampung. Di tengah jalan, niat bejat Pungut muncul, lantas menggerayangi LA.

"Meraba buah dada korban dan bagian tubuh sensitifnya. Kemudian pelaku mengeluarkan alat vitalnya, dan menyuruh korban memegang dan menciumi," ujar Daud di Mapolsek Sukoharjo, Kamis (26/4/2012).

Saat hendak menyetubuhi korban, lanjut Daud, korban berteriak dan berontak. Lantas, LA keluar dari mobil, tepatnya di Pekon Keputran, Kecamatan Sukoharjo, dekat SPBU Sukoharjo.

Warga yang berada di lokasi tersebut langsung menghampiri, dan membantu korban. Pungut nyaris dihakimi massa, yang kemudian diamankan ke Mapolsek Sukoharjo.

Demi SuJu, Gadis-gadis Lampung Rela Tidur di Mana Saja

 ELF, pengemar boyband asal Korea Super Junior (SuJu) Antre dengan tertib di Ancol, Sabtu (28/4/2012)




JAKARTA - Dua perempuan sibuk mencari tempat charging. Raut wajah mereka terlihat gelisah.

Wulan dan April gundah karena telepon seluler mereka kehabisan batrei. Harus segera dicharge agar orang tua di seberang pulau tak khawatir akan kondisi mereka di Jakarta.

Ya. Kedua gadis itu adalah fans girl yang terhimpun dalam Elf (ever lasting friend), penggemar boyband asal Korea Selatan Super Junior atau SuJu.

Wulan dan April datang dari kota Bandar Lampung. Tujuan mereka hanya satu. Menonton pujaan mereka, Suju. Namun syarat tak boleh lupa adalah izin orang tua. "Sudah izin. Mereka juga senang kok lihat anaknya senang," ujar Wulan.

Wajah mereka menjadi tenang karena menemukan sebuah rumah makan yang bisa numpang nge-charge HP.

Mereka berdua mengaku sudah pamit kepada orang tua mereka masing-masing. "Nggak enak kalau nggak ngasih kabar," ujar Wulan, mahasiswi semester dua di salah satu perguruan tinggi negeri di Lampung.

Penuturan Wulan, sebanyak 15 Elf rombongan dari Lampung yang sebagain besar gadis ABG berangkat bersama. "Nyarter mobil pribadi. Ada dua," tambah April.

Mereka berangkat dari Lampung sekitar pukul 10.00 WIB kemarin dan tiba di Jakarta pukul 06.30 WIB tadi pagi.

Wajah mereka sumringah sebab langsung bisa menukar voucher dengan tiket, VIP.

Akan tetapi, jangan mengira mereka akan terhanyut dalam histeria Elf malam ini. "Kami menonton besok," Wulan menimpali. Hemat mereka, konser terakhir pasti akan berlangsung paling heboh.

"Emosinya dapat. Sebab pasti ada ucapan perpisahan," ujar Wulan.

Setidaknya, mereka rela menginap dimana saja malam ini. "Di mana saja di sini atau di mobil," ujar mereka bersemangat.

Kronologi Volvo Maut Dikemudikan Polisi Tewaskan 5 Orang



LAMONGAN  - Kecelakaan maut terjadi di  Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (28/4/2012) pukul 08.00 WIB. Lima orang tewas akibat ditabrak mobil sedan Volvo yang dikemudikan Bripka Sudarto.

Berikut kronologi kecelakaan maut tersebut.

Sedan Volvo warna hitam bernomor polisi S 1420 AH yang dikemudikan Bripka Sudarto menabrak dua sepeda motor di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (28/4/2012) pukul 08.00 WIB.

Bripka Sudarto juga terluka dan kini dirawat di RS Muhammadiyah Lamongan bersama korban luka lainnya, Ahmad Fariyadi. Adapun korban meninggal adalah Hariyanto, Suladi, Yatmijan, Hatri, dan Suryati.

Kecelakaan itu bermula saat mobil yang dikemudikan  Sudarto melaju dari selatan menuju arah pantai utara Lamongan. Ia berusaha mendahului sebuah mobil di depannya, tetapi dari arah berlawanan melaju  dua sepeda motor. Ia berusaha membanting setir ke kanan tetapi tabrakan tak terelakkan. Bahkan mobil tercebur ke sungai di kanan jalan.

Warga sekitar lokasi kejadian berusaha membantu menolong para korban termasuk Sudarto yang masuk ke sungai.

Saksi mata, Sutaji, menuturkan saat itu ia melihat mobil Volvo melaju kencang, dan agak oleng ke kanan lalu menabrak dua sepeda motor.

Para korban pengendara sepeda motor, baru saja mengurus pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Mereka menyempatkan pulang dari Surabaya untuk pembuatan e-KTP.

Dua korban tewas di lokasi kejadian yakni Yatmikan (47) warga Desa Kuluran Kecamatan kalitengah dan Harianto (42) warga Desa Dibe Kecamatan Kalitengah.

Sedangkan dua  orang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit yakni Suluhadi (30) warga Desa Kuluran, Kecamatan kalitengah dengan anaknya Hardi Surya yang baru berusia 5 tahun. Sedangkan 1 korban tewas lain yakni Suryani (29) warga Desa Kuluran Kecamatan Kalitengah.

Jumaat, 27 April 2012

Suami kelu: Lihat isterinya berpelukan dengan ayah






ALOR SETAR -  “Saya melihat sendiri isteri saya dan ayah berpelukan masuk ke dalam sebuah kondominium. Ketika itu, lidah saya kelu dan tidak dapat digambarkan remuknya perasaan saya.

“Tak sangka ayah melakukan perkara terkutuk dengan menjalinkan hubungan dengan isteri saya,” keluh seorang lelaki selepas membongkar perlakuan jijik dua individu yang amat disayanginya.

Suami itu yang mahu dikenali sebagai Azmir, 30, berkata, amat sukar untuk dia menerima kenyataan pahit itu, namun itu hakikatnya biarpun tidak pernah terlintas di fikirannya perkara sedemikian boleh berlaku.

“Perkara ini sudah terbukti benar. Bukan saja saya melihat sendiri kecurangan mereka berdua, malah isteri saya juga turut membuat pengakuan,” katanya.

Azmir berkata, dia tidak menyangka isterinya yang dinamakannya sebagai Zura, 25, dan bersikap lemah-lembut itu curang, malah melakukan perbuatan keji bersama ayahnya sendiri yang berusia 50-an.

Kecoh aksi cium Zarina Anjoulie




KUALA LUMPUR - Pelakon dan model, Zarina Anjoulie Lavocah, 25, sekali lagi dipalit kontroversi apabila aksinya dicium mesra jejaka heboh di laman blog dan portal hiburan.

Sebelum ini kisah pergaduhannya dengan bekas bintang Akademi Fantasia Musim 6 (AF6), Lutfyah Sheikh Omar atau Lufya, 26, mendapat liputan media.


Menurut pelakon yang melakar nama melalui watak utama dalam siri TV ‘Anak Pontianak’ yang mesra dengan nama Anjou itu, dia memang mempunyai ramai kenalan lelaki yang rapat namun foto yang tersebar itu bukan teman lelaki mahu pun bakal suaminya.

Sebaliknya, lelaki yang dilihat menciumnya dalam keadaan yang agak panas itu adalah abang tirinya.

“Saya bukanlah bodoh untuk menunjuk-nunjuk foto saya bermesra dengan teman lelaki. Sebolehnya saya merahsiakan dan menyembunyikan foto terbabit bagi menjaga imej sebagai artis dan saya masih boleh berfikir perkara baik atau buruk.

“Saya ada lapan adik-beradik tiri, lima lelaki dan tiga perempuan. Kami memang rapat antara satu sama lain. Gambar yang diambil pada tahun lalu itu bagi saya tidak ada masalah kerana ia hubungan sesama adik-beradik,” katanya yang dihubungi di sini, semalam.

Zarina berkata, dia semakin tertekan dan tidak faham mengapa segelintir pihak tegar melemparkan dakwaan tidak rasional sekali gus cuba menjatuhkan dirinya sebagai penggiat seni tanah air.

“Sebagai artis, berperwatakan baik sangat pun, orang tetap melemparkan dakwaan berunsur negatif. Kontroversi sinonim dengan individu bergelar artis.

“Saya juga pernah difitnah kononnya dibela individu bergelar VIP Mat Saleh hanya disebabkan mereka nampak saya bermesra di kedai mamak pada lewat malam.

“Padahal itu bapa saya dan kami selalu keluar minum di kedai mamak jam 12 malam,” kesalnya.

Dia berkata, dirinya tidak mahu ambil peduli dan malas melayan sesetengah laman blog yang mengaitkan dirinya dengan kontroversi bertujuan untuk mengaut keuntungan.

“Saya tidak mahu peminat mengenali saya dengan kontroversi kerana apa yang dilakukan hanya saya yang tahu.
“Kenapa tidak dari dulu lagi gambar ini disiarkan padahal ia diambil tahun lalu,” katanya.

Katanya, mungkin apa yang berlaku ada hikmah di sebaliknya. Fokusnya kini memajukan diri dan memberikan kesan yang terbaik dalam karier seninya tanpa perlu mendengar apa juga kata negatif.
Sebelum ini, cerita kontroversi Zarina tercetus apabila tersebarnya foto seksi yang mendedahkan sebahagian dadanya di Internet beberapa tahun lalu dan beraksi ‘berani mati’ apabila menjadi penghias muka depan majalah lelaki yang diterbitkan di Jakarta, Indonesia hingga ramai yang mencemuh.

Nenek diserang 30 monyet liar



ALOR GAJAH - Demi menyelamatkan seorang cucunya, seorang nenek cedera diserang sekumpulan 30 ekor monyet liar yang sedang menceroboh kediaman mereka di Kampung Permatang, Kuala Sungai Baru, di sini kelmarin.

Dalam kejadian kira-kira 11 pagi itu, Zaiton Comel, 83, menerima 14 jahitan di muka, selain kesan calar dan lebam di badan selepas diserang monyet berkenaan.

Selain jahitan di mata kiri dan atas bibir, bawah dagu mangsa juga terkoyak sepanjang kira-kira enam sentimeter.

Zaiton berkata, ketika kejadian, dia sedang duduk di pangkin tidak jauh dari rumahnya, sebelum terdengar cucunya, Umi Amira Syikin Azman, 5, menangis ketakutan apabila sekumpulan monyet masuk ke dalam rumah.

“Pada mulanya saya sangkakan cucu saya menangis kerana kehabi-san susu kerana ibu dan bapanya keluar bekerja, manakala abangnya pula bersekolah. Kemudian dari jauh saya nampak beberapa ekor monyet berkeliaran di halaman rumah.

“Tanpa fikir panjang, saya ambil penyapu dan pergi ke arah cucu saya. Namun, saya terkejut setibanya di halaman rumah, tengkuk terasa berat seperti ada benda berbulu bertenggek,” katanya.

Menurutnya, tiba-tiba seekor monyet menerkam belakang tengkuknya lalu kedua tangan monyet itu mencakar mukanya, sebelum mangsa tersembam atas tanah.

“Saya pukul monyet-monyet itu dengan penyapu tetapi kumpulan monyet liar itu semakin mengganas dan menyerang saya yang terbaring atas tanah. Saya nampak puluhan ekor monyet lagi datang dari setiap arah dan berdiri atas badan saya,” katanya.

Dalam keadaan kelam-kabut, katanya, beberapa ekor monyet terus memijak badannya, selain salah seekor monyet itu menggigit lengan kirinya, bagaimanapun dapat ditepis.

“Selepas itu saya dia tidak ingat apa yang berlaku. Selepas tersedar, saya dia dapati anak saudaranya sudah berada di sisi, manakala cucu saya pula selamat,” katanya ketika ditemui Sinar Harian di rumahnya, semalam.

Wanita tikam suami dengan gunting

Foto hiasan.




JOHOR BAHRU – Pertengkaran mulut antara pasangan suami isteri di Taman Sentosa, di sini, semalam berakhir dengan tragedi apabila si isteri bertindak menikam perut suaminya dengan gunting sehingga menyebabkan mangsa cedera parah.

Dalam kejadian yang berlaku jam 7 pagi itu, mangsa dikatakan ditikam isterinya selepas berlaku salah faham antara mereka.

Menurut teman serumah mangsa yang mahu dikenali sebagai Mahmud, 27, pada mulanya dia terdengar pasangan itu bertengkar ketika berada di dalam bilik air.

“Keluar sahaja daripada bilik air, saya terkejut mendapati mangsa terbaring di lantai dengan berlumuran darah.

“Ketika itu dia hanya berkata 'isteri menikam saya' sambil mengerang kesakitan,” katanya.

Menurut Mahmud, pasangan suami isteri itu memang kerap bertengkar sejak mula pindah ke situ empat bulan lalu.

Sementara itu, mangsa yang mengalami luka di perut sepanjang 15 sentimeter dikejarkan ke Hospital Sultanah Aminah untuk rawatan dan dilaporkan berada dalam keadaan stabil.

Terkejut air telaga bertukar merah

ORANG ramai mengambil air berwarna merah dari sebuah telaga di Pasir Puteh, Kelantan semalam.


PASIR PUTEH – Sebuah telaga berusia lebih 10 tahun di Kampung Pintu Gerbang, Dalam Ru dekat sini kini menjadi tumpuan orang ramai apabila airnya yang jernih bertukar kepada warna merah seperti sirap.

Pemilik perigi berkenaan, Ramli Mohd. Nor, 47, berkata, air telaga sedalam 3.65 meter itu yang selama ini digunakannya untuk menghasilkan keropok secara kecil-kecilan mengalami perubahan tersebut sejak dua minggu lalu.

Lebih menakjubkannya, walaupun berubah warna sehingga dianggap aneh, air tersebut tidak berbau manakala rasanya tawar seperti air biasa.

“Sudah lama saya gunakan air perigi ini yang sememangnya jernih dan sebab itu saya terkejut apabila warnanya tiba-tiba berubah.

“Saya cuba menyedut telaga ini dengan pam untuk membuang air yang berwarna merah tetapi keadaan tetap tidak berubah,” katanya kepada wartawan semalam.

Berikutan kejadian itu, dia menggali telaga itu sedalam semeter lagi dengan harapan airnya akan kembali jernih tetapi ia tidak berlaku.

Menurutnya, kerja-kerja menggali dan mengepam air perigi itu yang dilakukan sejak tiga hari lepas dengan bantuan penduduk kampung terpaksa dihentikan semalam kerana tiada perubahan.

Pacar Sebarkan Foto Mesum Siswi SMA Prambanan




KLATEN - Diduga sakit hati, Boan Indra Setiawan (20) nekad menyebar foto mesum bersama sang pacar. Foto tak senonoh bersama, DR, siswi SMA favorit di Prambanan sengaja ia sebar kepada teman-teman sang pacar melalui multimedia messeges service (MMS)

"Saya sakit hati karena dua minggu belakangan hubungan saya tidak semanis yang sebelumnya,"ucapnya, di Klaten, Jumat (27/4/2012).

Tersangka mengaku foto-foto tersebut merupakan dokumentasi pribadi yang diambil 26 Maret lalu. Hubungan badan itu dilakukan keduanya di rumah si laki-laki.

Kapolsek Prambanan, AKP I Made Rai mengatakan tersangka ada dua orang. Selain Boan, tersangka lain ialah Rubiyatin (24), yang merupakan teman satu desa tersangka.

"Pelakunya ada dua. Tersangka yang lain ialah Rubiyatin yang ikut mengabadikan dan menyebarkan foto-foto tersebut. Dia terjerat Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan hukuman penjara paling lama 12 tahun," jelasnya saat berada di kantornya.

Keduanya melakukan hubungan badan sekitar 10 menit



MANADO - ST alias Stenly (20) warga Kelurahan Ranotana, Manado, terdakwa kasus cabul, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indung Tri Martani SH, dengan hukuman penjara 7 tahun.

Selain tuntutan hukuman badan, terdakwa juga dibebankan denda sebesar Rp 60
juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar, diganti dengan 6 bulan kurungan.

Demikian dikatakan JPU dalam persidangan yang dipimpin oleh Efran Basuning SH Mhum sebagai ketua majelis dan Willem Rompis SH serta Alexander S Palumpun SH MH sebagai hakim anggota, Kamis (26/4/2012).

Dalam dakwaan yang diungkapkan JPU, dikatakan perbuatan terdakwa dilakukan pada korban yang berusia 15 tahun atau masih tergolong anak di bawah umur.

Awalnya pada bulan Desember 2011 sekitar pukul 19.00 Wita, terdakwa bertemu dengan korban di rumah teman terdakwa. Selanjutnya terdakwa mengajak korban masuk ke dalam kamar, kemudian membujuk korban untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan cara terdakwa meyakinkan korban bahwa terdakwa akan bertanggungjawab dan akan menikahi korban jika hamil.

Setelah rayuan terdakwa diiyakan korban, selanjutnya terdakwa mulai mencium korban dan membuka celana dan pakaian korban, selanjutnya ciuman terdakwa mengarah ke arah leher korban dan terdakwa membuka pakaiannya sendiri.

Dalam keadaan tidak berbusana keduanya kemudian melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Hubungan tersebut berlangsung sekitar 10 menit.

Sementara dalam kesaksian korban dalam persidangan sebelumnya, mengungkapkan korban dan terdakwa telah berpacaran sekitar dua minggu, dan melakukan hubungan tersebut atas rayuan terdakwa.

Ibu korban dalam kesaksian dalam persidangan sebelumnya juga mengungkapkan awalnya tidak mengetahui perbuatan terdakwa yang telah bersetubuh dengan anaknya. Dia mengetahui hal tersebut setelah anaknya dikabarkan telah lari dari rumah yang didengar oleh anaknya yang kedua.

Setelah ibu korban mencari-cari dari rumah ke rumah teman anaknya, ia tidak menemukan anaknya, selanjutnya ibu korban melaporkan menghilangnya sang anak kepada pihak kepolisian.

Atas dasar laporan tersebut, kemudian polisi dapat menemukan korban bersama dengan terdakwa. Setelah dibawa ke kantor polisi, kemudian perbuatan terdakwa diakui oleh terdakwa. Atas perbuatan terdakwa ibu korban merasa keberatan.

Masih banyak warga miskin di Medan



MEDAN – Kota Medan ternyata menempati urutan pertama paling banyak warganya yang hidup dalam garis kemiskinan. Di urutan kedua ada Kabupaten Langkat. Sedangkan untuk tingkat pengangguran terbanyak diduduki Kota Tanjung Balai.

Kepala Bidang Produksi BPS Provinsi Sumur, Erwin Said, mengatakan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2011, warga miskin yang paling tinggi di Kota Medan yaitu 527,716  ribu jiwa, Kabupaten Langkat di posisi kedua dengan 472.906 jiwa. Meski begitu, Langkat berhasil menekan angka pengangguran secara signifikan dari 8,69 persen di tahun 2010 menjadi 5,78 persen, ujarnya.

Dia mengatakan  untuk jumlah pengangguran terbanyak dipegang oleh Kota Tanjung Balai sebesar 10.88 persen. Angka ini meningkat dari 10,25 persen pada tahun 2010 lalu.

Sedangkan Kota Medan sendiri juga berhasil menekan angka pengangguran dari 13,11 persen turun menjadi 9,97 persen. Pengangguran di Sumut 402.100 jiwa.

Dari 402.100 orang penyumbang angka pengangguran di Sumatera Utara (Sumut), terbesar adalah kelompok anak-anak putus sekolah yakni sebesar 43 persen. Sedangkan yang tamatan SMA menempati posisi kedua.Untuk tamatan sarjana masih di peringkat keempat.

“Namun secara umum tingkat pengangguran di Sumut sudah menurun. Kalau dari data BPS, tingkat pengangguran dan kemiskinan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Erwin.

Semua Pihak Diharapkan Menghormati Hasil Autopsi Jenazah 3 TKI





JAKARTA - Hasil autopsi 3 TKI asal NTB yang menyatakan tidak ada organ yang hilang harus dihormati oleh semua pihak. Kejadian ini sudah semestinya menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah dan masyarakat.

"Konferensi pers Menlu (Marty Natalegawa) dan Polri terkait hasil autopsi yang menyatakan tidak ada organ yang hilang harus dihormati oleh semua pihak. Seandainya Polri cepat dan tanggap melakukan autopsi di awal terkuaknya isu ini, maka pemberitaan di media dan apa yang ditangkap oleh publik tidak terlalu sesat dan cenderung liar," ujar Guru Besar Hukum Internasional FHUI, Hikmahanto Juwana, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (27/4/2012).

Hikmahanto mengatakan peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga agar spekulasi bisa ditepis. Dengan disampaikannya bukti kuat, maka media dan publik tidak terjebak dalam berbagai kecurigaan. Karena, menurut dia, konsekuensi dari pembiaran spekulasi yang berlarut-larut dapat mempengaruhi hubungan kedua negara.

"Sejak awal sudah saya ingatkan agar polisi segera melakukan autopsi agar tidak menyulitkan posisi Menlu dan Presiden SBY yang terus mendapat tekanan dari publik," tuturnya.

Sembilan Anggota Brimob Gorontalo Terancam Dipecat



JAKARTA - Sembilan anggota Brimob Gorontalo yang ditetapkan sebagai tersangka dalam bentrok antara TNI dengan Brimob, terancam menjalani hukuman pidana. Tentu saja hal tersebut berpengaruh terhadap sanksi institusi yang bisa memecat mereka dari anggota kepolisian.

"Pastinya diproses bagaimana perbuatan ini sesuai dengan perbuatan planggaran pidana. Karena kita masuk dalam ranah pidana, apabila ada anggota Polri yang melakukan tindak pidana, prosesnya adalah bagimana diatur dalam KUHP dan peradilannya adalah melalui peradilan umum," jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Pol Mohammad Taufik di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/4/2012).

Untuk proses pelanggaran etika profesinya, tentu akan diproses bersamaan dengan proses pidananya.

"Makanya disana dilibatkan propam, untuk pidana umum oleh direktorat Kriminal Umum Polda Gorontalo. Proses penyidikan dilakukan dua-duanya, etika profesi maupun pidananya," terangnya.

Tetapi yang paling utama dilakukan kepolisian saat ini disamping proses pidana anggotanya, adalah menjaga keadaan di Gorontalo supaya kondusif.

"Kami bersama rekan-rekan (TNI) sudah menyepakati kesepakatan bersama. Mari kita implementasikan, kita jaga supaya situasi ini tetap terkendali, aman, dan kondusif," ungkapnya.

Afriyani 'si Xenia maut ' diancam 15 tahun penjara






JAKARTA -: Terdakwa Afriyani Susanti " si pencabut nyawa massal " di kawasan Tugu Tani menjalani sidang perdana di pengadilan negeri jakarta pusat,khamis (27/04) 2012 pagi tadi. Sidang tersebut dipimpin oleh ketua majelis hakim,Antonius bersama dua orang hakim anggota.

Sidang yang dihadiri ratusan pengunjung,dikawal ketat oleh oleh petugas kepolisian dari daerah resort jakarta pusat.Tampak dipersidangan para keluarga korban membawa foto yang telah meninggal dunia akibat insiden kecelakan lalu lintas tersebut.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum, Emilwan (Kejati) mengatakan bahwa perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa,berjumlah 9 orang,diantaranya 7 orang masih ber-usia belasan tahun.Atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam dakwaan primer melanggar pasal 338 KUHP,dengan ancaman pidana penjara maxsimal 15 tahun,ke-dua primer melanggal pasal 311 ayat 5 UU No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan,dan subsidair melanggar pasal 310 ayat 4 UU No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkuta jalan,serta ke-tiga primer melanggar pasal 310 ayat 3 UU No.22 tahun 2009 tentang lalu linta dan angkutan jalan.

Lebih jelasnya,perbuatan terdakwa berawal ketika dirinya bersama teman-temanya yakni Ary Sendy Trisdiarto,Deny Mulyana,Adisitina Putri Gani, Angela Halim dan Prita Audya Ramadhane sekitar jam 03.00 wib, ingin melanjutkan acara joget (tripping red) di diskotik Stadium sembari mengkomsumsi narkoba jenis ekstasi.
Karena hari sudah mulai pagi,terdakwa dan para saksi ingin pulang kerumah masing-masing. Saat ingin pulang,saksi Ary Sendy memperingatkan terdakwa agar pulang naik taksi,namun terdakwa menolak karena sudah terbiasa mengendarai mobil walaupun sudah begadang semalaman.

Alhasil,setelah terdakwa mengendari mobil Daihatsu Xenia No.Pol B 2479 XI,tepatnya didekat halte tugu tani,mobil terdakwa berguling-guling hingga menabrak 9 orang tewas.

Polri Minta Video Porno Mirip Anggota DPR ke Wartawan





JAKARTA - Mabes Polri membutuhkan bukti rekaman video porno yang diduga diperankan anggota DPR yang beredar di masyarakat. Video tersebut diperlukan untuk keperluan penyelidikan.

"Saya butuh videonya. Karena kami butuh video akuratnya," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Kamis (26/4/2012).

Saud mengaku pihaknya belum menerima rekaman video tersebut.

"Belum, kami mendapat dari kalangan media. Kita akan melihat apakah video ini asli atau tidak. Jangan-jangan itu rekayasa. Kita butuh video ini makanya rekan-rekan media kalau punya data nanti bantu kami," terangnya.

Saud menambahkan, pihaknya agak kesulitan untuk menyelidiki jika barang bukti tersebut belum diteliti. "Kita mencoba ke pusatnya masih bisa enggak dibuka. Kemudian secara manual mana yang lebih keasliannya untuk melihat asli atau tidak. Kemudian kapan, dan siapa yang mengupload. Kami tanpa informasi dari masyarakat tidak bisa," paparnya.

Lantas, apakah yang mengupload itu bisa dipidanakan?

"Nanti kita lihat. Sejauh mana apakah dia berbuat dan langsung mengupload. Kalau di UU ITE itu kalau untuk kepentingan pribadi kan tidak. Yang dipidana yang menyebarluaskan," tutup Saud.

Sarjan polis dijel lima tahun kerana rompak





SINGAPURA - SEORANG bekas staf sarjan polis dihukum penjara lima tahun semalam - kerana merompak dengan memecah masuk rumah mangsanya.

Mohamed Faisal Mohamed Yusoff, 33 tahun, mengaku salah bagi lima tuduhan pecah masuk dan merompak antara Ogos dengan Februari lalu.

Dia bertugas di Cawangan Risikan Divisyen di Divisyen Polis Central ketika itu.

Sebanyak 10 lagi tuduhan ke atasnya diambil kira semasa hakim menjatuhkan hukuman.

Timbalan Pendakwa Raya (DPP) Allison Phua berkata secara keseluruhannya Mohamed Faisal merompak barang-barang berjumlah $30,300 dan hanya $4,100 ditemui semula.

Mahkamah diberitahu dia menggunakan pemutar skru untuk membuka tingkap dan pintu sorong rumah-rumah untuk mencuri wang tunai, barang kemas dan barang lain, seperti jam tangan, kamera, komputer riba dan alat pengukur degup jantung.

Hakim memutuskan hukuman penjara itu bermula pada 26 Februari lalu, iaitu hari pertama Mohamed Faisal ditahan reman.

Dia telah digantung daripada tugas sejak ditangkap dan sekarang akan dipecat.

Menerima mengadap Menteri Malaysia

 Baginda Sultan menerima mengadap Menteri Kewangan Kedua Malaysia Dato Seri Haji Ahmad Husni Hanadzlah.



BANDAR SERI BEGAWAN  - Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah, Sultan dan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam petang ini berkenan menerima mengadap Menteri Kewangan Kedua Malaysia Dato Seri Haji Ahmad Husni Hanadzlah di Istana Nurul Iman.

Beliau berada di negara ini dalam rangka lawatan kerja selama dua hari. Mengiringi beliau semasa majlis mengadap berkenaan ialah Pesuruhjaya Tinggi Malaysia ke Negara Brunei Darussalam Dato Seri Abdullah Sani Omar.

Juga hadir Menteri Kewangan Kedua di Jabatan Perdana Menteri Yang Berhormat Pehin Orang Kaya Laila Setia Dato Seri Setia Awang haji Abdul Rahman bin Haji Ibrahim.

Khamis, 26 April 2012

Lelaki intai jiran wanita mandi



AMPANG - Seorang lelaki miang sanggup menceroboh masuk rumah jiran wanita bujangnya di Pandan Indah, di sini semata-mata untuk mengintai jiran wanita terbabit mandi, kelmarin.

Bagaimanapun, sumber berkata, tindakan lelaki terbabit disedari wanita berusia 28 tahun itu yang berasa tidak sedap hati sebaik melihat bayangan hitam dari pintu bilik air rumahnya.

“Dalam kejadian kira-kira jam 11 pagi itu, mangsa dipercayai masuk ke bilik air untuk mandi sebelum ke tempat kerjanya. “Namun, ketika mandi, mangsa berasa tidak sedap hati selepas melihat ada satu bayangan hitam di luar pintu bilik airnya. Mangsa kemudian membuka pintu dan terkejut melihat seorang lelaki sedang mencangkung di depan bilik airnya,” katanya.

Menurutnya, lelaki terbabit yang juga jiran mangsa kemudian bertindak melarikan diri.

Katanya, mangsa yang bimbang keselamatannya membuat laporan berhubung kejadian berkenaan di Balai Polis Pandan Indah.

WNI: Geram janda kahwin lain



PETALING JAYA - Jika tidak kerana kereta penculik rosak di Kampung Sungai Kayu Ara, Damansara Utama, di sini, sepasang suami isteri warga Indonesia mungkin menemui ajal apabila diculik dua lelaki menyamar polis di rumah mereka di Sungai Chua, Kajang, awal pagi semalam.

Dalam kejadian kira-kira jam 1 pagi itu, pasangan suami isteri warga Indonesia berusia 30-an itu ditemui anggota polis membuat rondaan dalam keadaan tangan diikat manakala tubuh mereka cedera dalam kereta yang ditinggalkan di depan sebuah kondominium di Kampung Sungai Kayu Ara.

Menurut sumber, sebelum itu dua lelaki datang ke rumah mangsa kira-kira jam 10.30 malam dan menyamar sebagai polis sebelum menggari suami isteri itu kerana mereka kononnya akan dibawa ke balai berikutan melakukan kesalahan.

“Mangsa tidak membantah dan mereka dibawa menaiki sebuah kereta. Bagaimanapun, pasangan itu tidak dibawa ke balai polis, tetapi dibawa ke arah Damansara.

“Sejurus tiba di satu kawasan berhampiran masjid Kampung Sungai Kayu Ara, dua suspek terbabit menyerahkan kedua-dua mangsa kepada tiga lelaki lain dan seorang daripada mereka bekas suami mangsa wanita.

“Pasangan suami isteri itu dipaksa masuk ke dalam sebuah kereta lain dan gari pada tangan mereka dibuka sebelum diikat pula dengan tali. Selepas itu, mangsa wanita dibelasah manakala mangsa lelaki dicekik sehingga pengsan,” katanya.

Aziz Desa masuk ICU


Aziz menerima kunjungan daripada Eksekutif Jualan KTC, Roshatika Abu Bakar ketika menerima rawatan di ICU Hospital Pakar Perdana.




KOTA BHARU - Akibat mengambil ubat tanpa pemeriksaan doktor, Ketua Pegawai Operasi Kelantan Trade Center (KTC), Aziz Desa dimasukkan ke unit rawatan rapi (ICU) Hospital Pakar Perdana di sini, kelmarin.

Beliau mulanya hanya mengalami kebas tangan dan kaki, sebelum mendapatkan ubat di farmasi.

“Namun, setelah dirujuk pada doktor, kesan daripada ubat itu menyebabkan saya sakit dada, muntah, pening dan jantung berdegup kencang.

“Saya kemudian ke hospital ini untuk pemeriksaan dan ditahan di ICU untuk rawatan lanjut,” katanya semalam.

Aziz, yang turut mempunyai masalah kencing manis sejak beberapa tahun lalu juga mengakui ubat kebas diambil itu turut memberi kesan terhadap penyakit tersebut.

“Tak sangka saya akan seteruk ini, sehingga terpaksa bermalam di wad, dan dipantau doktor setiap masa,” katanya yang dinasihatkan untuk berada di wad itu selama seminggu.

Ditanya sama ada isu yang timbul sepanjang menerajui KTC turut mempengaruhi masalah kesihatannya, Aziz berkata, mungkin kerana terlalu banyak berfikir menyebabkan beliau terleka sehingga mengganggu kesihatan.

“Kerja saya tidak begitu banyak, tetapi mungkin saya terlalu banyak berfikir. Menteri Besar, Datuk Nik Abdul Aziz masuk wad sebab jaga kerajaan, saya masuk wad sebab jaga KTC,” katanya sambil ketawa.

Sementara itu, Aziz, yang juga pengacara Nasi Lemak Kopi O di TV9, mula menerajui KTC Februari lalu, dan sejak itu pelbagai program dilakukan dalam menaikkan nama pusat konvensyen itu.

Bagaimanapun, pelbagai polemik dan salah faham tercetus di sebalik keberanian dan ketegasan beliau ketika menjalankan tanggungjawab diamanahkan.

Dataran: Mahkamah larang orang ramai kumpul



KUALA LUMPUR - Polis Diraja Malaysia (PDRM) difahamkan telah memperoleh perintah mahkamah bagi menghalang penganjur Bersih 3.0 dan orang awam daripada memasuki Dataran Merdeka di ibu negara, yang ditutup mulai 6 pagi tadi.

Difahamkan perintah dikeluarkan oleh Mahkamah Majistret semalam.

Sehubungan itu, PDRM dijangka akan mengadakan satu sidang media berhubung perkara tersebut kira-kira jam 3 petang ini.

Dalam pada itu tinjauan, sekitar 12 tengah hari tadi mendapati kawasan Dataran Merdeka kini ditutup sepenuhnya kepada orang awam bagi mengelak sebarang kejadian tidak diigini berlaku.

Polis mati depan Istana Anak Bukit



ALOR SETAR – Seorang anggota polis berpangkat Konstabel yang bertugas di Istana Anak Bukit di sini semalam ditemui mati dipercayai ditembak rakan setugas di depan pintu gerbang istana itu menggunakan senjata automatik.

Dalam kejadian pukul 5.45 petang, mangsa Mohd. Sobri Mohd. Sidek, 22, terbunuh selepas terkena kira-kira empat das tembakan di anggota badan dan kepala.

Sobri yang menyertai polis pada tahun lalu berasal dari Melaka dan belum berkahwin.

Ketua Polis Kedah, Datuk Ahmad Ibrahim berkata, sebelum kejadian, mangsa dan suspek yang berpangkat Lans Koperal sama-sama bertugas mengawal pintu itu bermula pukul 3 petang dan dijadual berakhir pada pukul 7 petang.

“Pada pukul 5.45 petang, penyelia kedua-dua anggota polis itu terdengar bunyi seakan-akan mercun.

“Apabila penyelia itu keluar memeriksa di pintu pagar gerbang istana, penyelia itu menemui mangsa terbaring berlumuran darah di seluruh badan dengan beberapa kelongsong peluru bertaburan di kawasan itu,” kata beliau ketika ditemui di tempat kejadian di sini semalam.

Ajo memasukkan kemaluannya ke anus korban...




PEKANBARU - Dua bocah perempuan berumur 7 dan 8 tahun mengalami pencabulan.
Pencabulan pertama menimpa Bunga (8), di Jalan Nuri, Tangkerang Tengah, Pekanbaru, Selasa (24/4/2012) sekitar pukul 13.00. Bunga adalah anak seorang anggota Polri, warga Jalan Nuri, Tangkerang Tengah, Pekanbaru.

Pencabulan itu baru diketahui orangtua Bunga, Iwan, beberapa hari setelah kejadian. Ketika itu, ia mendapat informasi anaknya dicabuli oleh pelaku bernama Ajo Keleu. Untuk memastikannya, Iwan memanggil putrinya.

Alangkah terkejutnya Iwan, saat mendengar pengakuan anaknya. Sang anak mengaku Ajo telah meraba-raba kemaluannya, serta membuka celananya. Lantas, tersangkau meniduri korban. Parahnya lagi, Ajo memasukkan kemaluannya ke anus korban.

Keterkejutan Iwan semakin memuncak, saat Bunga mengaku sudah dua kali dicabuli tersangka. Pencabulan pertama dilakukan pada Minggu (6/4/2012) sekitar pukul 16.00.

Merasa sakit hati dan emosi, Iwan melapor ke kantor polisi, Rabu (25/4/2012).

Peristiwa serupa, sebelumnya juga menimpa Melati (7), pada Rabu (4/4/2012) sekitar pukul 10.00 di belakang SMU Nurfallah.

Kejadian itu pun baru diketahui orangtua Melati, Tri (35), beberapa hari setelah kejadian, karena curiga melihat perubahan pada diri putrinya.

Merasa curiga, Tri menanyakan hal itu kepada Melati. Pengakuan Melati kepada ibunya, saat itu pelaku membujuknya dengan memberikan mainan.

Merasa tertarik, Melati menghampiri pelaku dan selanjutnya dibawa pelaku ke TKP. Melihat lokasi sepi, pelaku dengan cepat memeluk dan membuka celana Melati. Lalu, pelaku meraba-raba kemaluan korban.

Tak terima anaknya dicabuli, Tri melaporkan peristiwa yang dialami putrinya ke Mapolresta Pekanbaru, kemarin.

Menurut Kabid Humas Polda Riau AKBP S Pandiangan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (26/4/2012), kedua laporan itu masih dalam penyelidikan pihak reskrim Polresta Pekanbaru.

Pelakunya juga masih dalam penyelidikan," ujar Pandiangan.

Pandiangan juga mengimbau agar orangtua lebih ekstra lagi menjaga anak-anaknya.

"Sebab, kalau anak sudah di rumah, adalah tanggung jawab orangtua memerhatikan anaknya," kata Pandiangan.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular