Khamis, 6 September 2012
Pengikut Aliran Sesat Stres
Foto hiasan
LHOKSEUMAWE - Ajaran sesat semakin merajalela di Aceh Utara, setelah berkembang di Meurah Mulia Aceh Utara, kini ajaran tak jelas itu kembali merambah daerah Kecamatan Sawang Aceh Utara. Bahkan di Sawang seorang pengikut aliran sesat alias Salek Buta itu mengalami gangguan jiwa, sementara tiga lainnya mulai berbicara tak terarah lagi.
Gejala stress tersebut terjadi setelah keluarganya memandikan kembali dengan menggunakan jeruk purut, lalu mensyahadah kembali, karena dianggap telah sesat. Selain menyiram air jeruk, juga mengusap air yang dirajah dengan Surat Yasin serta ayat Kursi dan akhirnya mengalami stress.
Keterangan diperoleh dari masyarakat Sawang mengatakan, pengembangan ilmu Salek Buta itu, dilakukan oleh dua oknum di Kemukiman Sawang tara. Ajarannya itu, hamper sama denga ajaran yang dikembangkan Tgk DW dan Tgk MY di Meura Mulia.
Ketua MPU Aceh Utara, Tgk H Mustafa Ahmad yang dihubungi (6/9/2012) membenarkan agama salek buta sudah merambas ke kecamatan Sawang. Sekitar belasan warga di Kemukiman Sawang Utara, mulai terjerumus dalam agama tak jelas itu, ujar Abu Mustafa.
Namun, Tgk Mustafa masih merahasiakan nama-nama oknum pelakunya dan warga yang telah terlibat dalam ajaran sesat itu. Setalah menerima laporan di MPU, tambah H Mustafa, langsung memerintah MPU kecamatan berama Muspika agar yang telah masuk ajaran, termasuk Tgk yang memipin disyaadahkan kembali.
