Selasa, 9 Jun 2015
Fenomena Seks Bebas Remaja di Balikpapan
BALIKPAPAN - Angka kehamilan remaja di luar nikah terus meningkat setiap tahunnya. Pihak Pengadilan Agama melansir, ratusan permintaan izin nikah di bawah umur hampir semuanya dalam kondisi sudah hamil. Berawal dari status pacaran hingga berani melakukan seks bebas.
Sejumlah remaja yang telah berhubungan seksual mengaku melakukannya di tempat wisata, indekos, penginapan kelas melati, dan guest house dengan sewa sekitar Rp 100.000 sehari.
De, remaja berusia 16 tahun ini mengaku berhubungan badan dengan kekasihnya sejak tahun lalu. De beralasan dipaksa sang pacar hingga rela menyerahkan kegadisannya.
"Saya pacaran sejak tahun lalu. Umurnya (pacar) lebih dewasa dan telah bekerja, dia cinta pertama saya. Awalnya berjalan normal, tetapi selanjutnya pacar saya minta untuk itu (berhubungan badan). Awalnya saya menolak, tapi dia memaksa, jika tidak akan diputuskan. Saya sudah telanjur sayang akhirnya saya mau," kata De dengan wajah malu-malu, saat ditemui di sebuah mal Balikpapan, pekan lalu.
Siswi SMK di Balikpapan ini mengatakan, setelah lulus nanti dijanjikan akan dinikahi.
"Saya tidak akan melepaskan dia (pacar) soalnya kita hubungannya sudah seperti itu. Pacar saya juga sudah bekerja. Saya sudah minta setelah saya lulus langsung menikahi saya," ujar De.
Alasan berpacaran, kata De, karena tak dapat perhatian orangtua dan sejak kecil dirawat pengasuh.
"Saya sebenarnya orang berada, apa yang saya mau selalu terpenuhi, tetapi orangtua saya terlalu sibuk mengurusi pekerjaan. Untuk berada di rumah sangat jarang, sejak kecil saya diasuh baby sitter hingga akhirnya besar seperti sekarang," ungkapnya.
Setiap pulang ke rumah, kata De, hanya ada pembantu.
