Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Selasa, 1 Mac 2011

Curi: WNI dihukum penjara 12 bulan di Brunei






BANDAR SERI BEGAWAN:-- Mahkamah Bandar Seri Begawan hari ini menjatuhkan hukuman penjara 12 bulan ke atas seorang perempuan warga Indonesia atas kesalahan mencuri di rumah majikannya yang beralamat di Kampung Sungai Taring Lumut pada 19 Disember 2010.

Menurut kenyataan Pasukan Polis Diraja Brunei, tertuduh yang hendak dihantar pulang ke negara asal diperiksa oleh majikannya dan mendapati beberapa barang milik majikan yang telah hilang semasa tertuduh bekerja selama lebih kurang 3 bulan.

Mahkamah juga menerima rayuan dari tertuduh, dengan tujuan hukuman penjara selama 12 bulan dikurangkan dengan alasan mempunyai tanggungan 3 orang anak serta suami yang tidak bekerja di Indonesia.

Walau bagaimana pun, rayuan tertuduh ditolak sebagai pengajaran terhadap kepentingan awam di mana majikan memberikan kepercayaan sepenuhnya setelah diterima sebagai pembantu rumah.

Tertuduh akan menjalani hukuman penjara selama 12 bulan di Penjara Wanita Jerudong.

Bandung Akan Jadi Tuan Rumah “Triple Helix Conference”



FOTO: Sebagian pemandangan di Kota Bandung.





BANDUNG:-- Provinsi Jawa Barat khususnya Kota Bandung akan menjadi tuan rumah pada “Triple Helix Conference” yang direncanakan akan digelar pada Agustus 2012 mendatang. Dalam konferensi tersebut, akan diikuti sekitar 300 pengusaha dari 33 negara di dunia. Konferensi tersebut dikenal juga Konferensi Tiga Kutub.

Deputi Bidang Jaringan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada Kementerian Riset dan Teknologi RI, Prof.Dr.M. Syamsa Ardisasmita, DEA menjelaskan, konferensi yang sering digelar di Eropa tersebut, untuk pertama kalinya akan dilaksanakan di Indonesia.

“Kota Bandung dipilih pada konferensi bergensi yang melibatkan antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah,” katanya seusai menghadiri pertemuan tertutup dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Ruang Kerja Gubernur, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro 22, Bandung, Selasa (1/3).

Syamsa menjelaskan, alasan dipilihnya Jawa Barat, khususnya Kota Bandung sebagai tuan rumah konferensi Tiga Kutub tersebut karena di Kota Bandung aspek pendukung tersebut sudah menunjang.

Dikatakan dia, dilihat dari aspek akademisi, Kota Bandung memiliki perguruan tinggi yang kompeten dalam pengembangan teknologi. Hal tersebut didukung dengan kondisi pemerintahan yang kondusif.

Sementara Heryawan mengungkapkan, pihaknya menyambut positif dengan rencana yang akan digelar tersebut. Alasanya, Jawa Barat merupakan daerah yang memiliki aspek industri dan teknologi yang mendukung serta kondisi pemerintahan yang kondusif.

“Di Jawa Barat terdapat sedikitnya 65 persen industri manufaktur. Kemudian, dari sisi teknologi dan pengetahuan di Jawa Barat tersebar pula perguruan tinggi yang mengedepankan pengembangan teknologi, antara lain salah satunya ITB,” katanya.

Stroke, Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia



FOTO: Menteri Kesehatan Endang Rahayu




JAKARTA:-- Stroke atau serangan jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia untuk kategori penyakit tidak menular (PTM).

“Data kematian akibat PTM yang tadinya 41,7 persen pada tahun 1995 meningkat menjadi 59,5 persen pada 2007. Penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah stroke sebesar 15,4 persen,” kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih ketika membuka pertemuan regional Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara yang membahas penanggulangan penyakit tidak menular di Jakarta, Selasa (1/3/2011).

Menkes menambahkan angka prevalensi PTM di Indonesia cukup tinggi yang meliputi penyakit hipertensi, penyakit jantung, stroke, penyakit tulang dan otot (muskuloskeletal) serta kecelakaan lalu lintas.

Selain itu prevalensi faktor resiko PTM juga tinggi Seperti obesitas, makanan beresiko, kurang buah dan sayur, kurang aktivitas fisik, merokok dan masalah kejiwaan.

“Kementerian Kesehatan memberikan perhatian serius dalam pengendalian PTM dengan membentuk unit khusus PTM sejak 2006 dengan program prioritas penyakit jantung, penyakit kanker, penyakit kronis dan generatif, diabetes mellitus dan penyakit metabolik serta kecelakaan dan cidera,” ujar Menkes.

MENARIK: Gadis Serigala Catat Rekor Dunia



FOTO: Supatra Sasuphan saat bersama teman-temannya.




Meski dijuluki Gadis Serigala atau Muka Monyet, Supatra Sasuphan (11), asal Thailand, tidak sedih dan malah bersyukur karena menjadi ngetop.

Gara-gara bulu lebat di sekujur tubuh akibat Sindrom Ambras (ketidaksempurnaan kromosom) itu, ia dinobatkan sebagai Gadis Paling Berbulu oleh Guiness World Record.

Supatra bertingkah normal layaknya gadis remaja, meski tidak bisa melihat dengan sempurna dan pertumbuhan giginya lambat. (SURAYA)

Soal Pemukulan, Ini Jawaban Dhani



AHMAD DHANI





JAKARTA:-- Ahmad Dhani dilaporkan Global TV ke Polda Metro Jaya karena diduga melakukan pengeroyokan terhadap kedua awak TV tersebut. Pihak Dhani akhirnya angkat bicara.

Pihak Dhani yang diwakili juru bicaranya, Samsul Huda membantah tuduhan tersebut. Ia menjelaskan tidak ada kekerasan yang terjadi pada insiden yang terjadi di depan rumah Mulan Jameela Pada Senin, 28 Februari malam kemarin.

"Kita mau meluruskan dan klarifikasi bahwa tidak ada pemukulan dan pengeroyokan. Yang ada soal rebutan kamera," kata Samsul saat dihubungi, Selasa 1 Maret 2011.

Kemudian Samsul menjelaskan terjadinya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pada saat Dhani sedang parkir, tiba-tiba awak Global TV itu menerobos ke garasi rumah Mulan dan mengambil gambarnya.

"Mas Dhani merasa pada saat itu ia sedang berada di ruang pribadi. Mas Dhani juga masih berada di mobil. Mungkin pikir Mas Dhani, mengapa saya diganggu dan lalu ia meminta kaset tersebut," ungkapnya.

Saat disinggung mengenai laporan Global TV ke pihak berwajib, Samsul mengatakan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Iya, nggak apa-apa, biar saja. Biar semua nanti ketahuan siapa yang salah dan benar," ujarnya lagi.

Kasus ini bermula, ketika awak Global TV hendak melakukan reportase terkait kabar Mulan telah melahirkan. Mereka mengambil gambar rumah Mulan Jameela yang berseberangan dengan studio milik Dhani.

Noviyandi mengaku kameranya hendak dirampas sejumlah pemuda setelah mengabadikan mobil yang ditumpangi Dhani memasuki halaman rumah Mulan. Baju Yandi sobek dan badannya lebam-lebam karena mempertahankan kamera.

Global TV Laporkan Ahmad Dhani ke Polisi



FOTO: Ahmad Dhani






JAKARTA:-- Kasus pengeroyokan yang dialami dua awak Global TV, yang diduga dilakukan Ahmad Dhani dan beberapa anak buahnya, di depan rumah Mulan Jameela dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

"Setelah (lapor) ke Polsek Kebayoran, kami melakukan visum. Setelah visum kami langsung ke Polsek lagi. Tapi akhirnya kami memutuskan untuk membuat laporan ke Polda," kata Penanggung Jawab Produksi News Global TV Eric Kurniawan saat dihubung, Selasa, 1 Maret 2011.

Eric mengatakan mereka melaporkan Dhani karena bos Republik Cinta Manajemen itu diduga melakukan tindak kekerasan terhadap kamerawan dan reporter, Noviyandi Kurniawan dan Syahriani. "Ada upaya perampasan kamera. Kaset kami dirampas dan dilempar. Kemudian kunci mobil juga sempat dirampas. Dari hasil visum juga terdapat beberapa luka cakar di bagian pundak dan leher," ungkapnya.

Kasus ini bermula, ketika awak Global TV hendak melakukan reportase terkait kabar Mulan telah melahirkan. Mereka mengambil gambar rumah Mulan Jameela yang berseberangan dengan studio milik Dhani.

Noviyandi mengaku kameranya hendak dirampas sejumlah pemuda setelah mengabadikan mobil yang ditumpangi Dhani memasuki halaman rumah Mulan. Baju Yandi sobek dan badannya lebam-lebam karena mempertahankan kamera.

Global TV akan membawa kasus ini ke Dewan Pers. Pemimpin Redaksi Global TV Siane Indriani menyatakan, dalam pertemuan dengan Dhani di Markas Polsek Kebayoran, kedua pihak bersepakat kasus ini juga akan diajukan ke Dewan Pers. "Kami akan mengajukan ke Dewan Pers karena ada perbedaan versi," kata Siane saat ditemui di Polsek Kebayoran pagi ini.

ANEH: Anton Dua Tahun Makan Sabun



FOTO: Kebiasaan bocah yang biasa dipanggil Anton ini berawal dari seringnya Anton menemani ibunya berjualan di warung. Di sela-sela kesibukan ibunya berjualan, Anton bermain-main dengan sabun.




SURABAYA:-- Meski mengetahui sabun yang dimakan Muhammad Suhartono alias Anton (7) berbahaya bagi kesehatan, namun orang tua Anton belum pernah membawa ke dokter. Alasannya, selama 2 tahun makan sabun Anton belum pernah mengeluh sakit.

"Selain itu, kami juga tidak punya biaya," kata ayah Anton, Muhzaki Hariyanto (40), kepada wartawan di rumahnya, Jalan Pakal Pejuang III, Selasa (1/3/2011).

Muhzaki sendiri menyadari jika kebiasaan anaknya tersebut akan berdampak pada
kesehatannya. Untuk saat ini Anton tidak apa-apa, tetapi untuk ke depannya, kesehatan bocah TK B itu bakal terganggu.

"Saya menyadari itu, tetapi saya tidak bisa mencegahnya. Anton tidak takut dengan larangan kami sebagai orangtua," keluh Muhzaki.

Dalam usahanya membuat Anton tidak makan sabun lagi, Muhzaki pernah mengajak kenalannya seorang polisi untuk datang ke rumahnya. Anton ditakut-takuti bahwa jika ia akan sabun lagi, maka ia akan ditangkap polisi. Tapi usaha itu gagal. Begitu sang polisi meninggalkan rumah, Anton kembali meraih sabunnya.

"Kami sudah tidak mampu menyembuhkan Anton. Bila ada yang bisa menyembuhkan atau ditakuti Anton agar tak makan sabun lagi, kami mempersilahkan," tandas Muhzaki.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad SUhartono (7) atau yang biasa dipanggil Anton mempunyai kebiasaan unik yakni memakan sabun. Anak pasangan Muhzaki Hariyanto (40) dan Nurul Wasilah (39) itu mulai suka memakan sabun sejak 2 tahun belakangan ini.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular