Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA MENARIK MALAYSIA - INDONESIA - BRUNEI DS - SINGAPURA

Ahad, 1 Mei 2016

Demi Follower, Siswi SMA ini Upload Foto Bugil

JAKARTA - Fenomena saling tukar foto bugil melalui aplikasi pesan singkat tengah menjamur di kalangan remaja.

Icha, siswi SMK swasta di Malang, merupakan salah satunya yang kerap melakoni hal tersebut.

Bahkan, dia pernah kena skors dari sekolahnya gara-gara foto bugilnya tersebar di media sosial.

Ketahuan pihak sekolah, Icha menerima hukuman tersebut.

“Jadi, aku kan main Instagram, nah di sana kan banyak akun promosi buat cewek-cewek seksi gitu, aku posting foto aku terus aku tag ke akun tersebut. Aku pikir aman-aman aja, karena akunku dikunci," jelas Icha.

"Eh, ternyata ada temen yang tahu kalo aku foto syur, abis itu aku dibully sama temen-temen dan bahkan aku hampir diskors selama beberapa minggu, untungnya nggak jadi lama, berapa hari doang,” ujarnya.

Diakui Icha, menyebar foto-foto bugil di media sosial dan ketahuan sekolah tidak membuatnya jera, justru diam-diam dia tetap melakukan hal yang sama.

Selasa, 26 April 2016

Kakek 60 tahun Cabuli Bocah 5 Tahun

SEMARANG - Merasa tak ada perkembangan dari laporannya pada 4 April 2016 lalu, seorang ibu, RT (30) kembali mendatangi Polrestabes Semarang, Senin (18/4/2016).

RT sebelumnya melaporkan tetangganya, S (60), warga Purwosari Perbalan, Kota Semarang, atas dugaan pencabulan yang dilakukan S kepada anaknya C (5).

RT mengatakan, laporan kali ini merupakan yang kedua kalinya lantaran laporan pertama tidak mendapat tanggapan serius oleh kepolisian.

"Laporan pertama belum ditindak lanjuti, kami melapor lagi yang kedua kalinya," kata RT.

Laporan pertama pada 4 April lalu telah diterima penyidik.

RT mengatakan, dugaan pencabulan itu telah dilakukan S terhadap C sebanyak tiga kali di rumah S.

Rumah RT dan S berhadapan dan RT mengaku mengenal S sebagai sosok yang baik.

"Sudah punya cucu, sering main ke tempat saya karena rumah kami berhadapan," katanya.

RT mengatakan, dia memergoki S melakukan perbuatan cabul itu di rumah pelaku sebelum melapor ke Polrestabes Semarang pada 4 April 2016 lalu.

Dia sebelumnya menaruh curiga sebab S kerap mengajak C bermain ke rumahnya.

"Curiganya sebulan terakhir ini, awalnya saya anggap itu perhatian kepada anak saya," katanya.

RT berharap laporan kedua ini polisi bisa menangani serius laporan pencabulan terhadap anaknya.

Ahad, 24 April 2016

Ustaz Mardiatoz Mesum di Kamar Mandi Sudah Dipecat

BINJAI - Penangkapan ustaz Mardiatoz yang kedapatan berduaan dengan selingkuhan di kamar mandi mengejutkan sejumlah pihak.

Selain berstatus 'ustaz', Mardiatoz sebelumnya disebut juga sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Namun anggota DPRD Binjai dari fraksi PKS, Suharjo Mulyono, mengatakan bahwa ustaz Mardiatoz sudah dipecat dari PKS.

"Iya, dia memang dulu kader PKS, dan sudah hampir enam bulan ini sudah dilakukan pemecatan terhadapnya," ucap Suhar?jo saat ditemui di DPRD Binjai, senin (11/4/2014).

Ia mengatakan, pemecatan tersebut, dikarenakan adanya ribut keluarga antara Mardiatoz dengan istrinya.

Menurut Suharjo, ?Mardiatoz dan istrinya, Arfina Muharni, sudah dimediasi oleh majelis tahrih PKS Kota Binjai, namun hubungan keduanya tidak membaik.


Rabu, 20 April 2016

Puluhan Murid Akui Guru memasukan burungnya dikemaluan

BANGKA - Murid dan para orangtua murid di sebuah SDN Jeliti Sungailiat heboh.

Penyebabnya seorang oknum guru bernama Re (35), diduga mencabuli puluhan anak didiknya.

"Ya om..Pak Re itu pernah memasukan burungnya di an*s saya om. Dia juga cium bibir saya dan meraba-raba saya," kata seorang murid SDN di Jeliti didampingi orangtuanya kepada wartawan, Selasa (12/4/2016).

Murid lainnya, juga membuat pengakuan serupa. Kejadian itu menurut murid, dilakukan di beberapa tempat, saat sedang jam pelajaran, ekskul maupun saat jam les (pelajaran tambahan).

"Banyak om korbannya. Burung kami dipegang-pegang sama Pak Re, dan kami dikasih duit om. Tapi kami cuma sebatas diremas-remas saja burungnya," kata murid-murid itu.

Kepala SDN Jeliti, Ernita Simanjuntak saat ditemui di sekolahnya, tak ada di tempat. Menurut Wakil Kepala Sekolah SDN Jeliti, Sopiah, atasannya (Kepsek) sedang keluar.

Saat ditanya apakah Sopiah tahu soal kasus pencabulan oknum guru berinisial Re? Sopiah tersenyum penuh arti.

"Secara pastinya saya tidak tahu, hanya saja saya memang sempat dengar kabar itu," katanya.

Sementara itu, kasus ini sudah dilaporkan oleh para orangtua murid ke Mapolres Bangka.

Hingga Selasa siang, wali murid masih berkumpul di Mapolres Bangka guna memberikan pengaduan soal kasus pencabulan puluhan murid sekolah dasar yang dimaksud.


Ahad, 17 April 2016

Warga Temukan Mahasiswi Setengah Telanjang Bersama Teman Lelakinya

PAMEKASAN  –  Warga gerebek sepasang muda-mudi, D (25) dan U (22) saat keduanya berada di dalam kamar di rumah seseorang di kawasan Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota, Pamekasan, Madura, Selasa (29/3/2016) malam.

Ketika digerebek, wanita berstatus mahasiswi di salah satu lembaga pendidikan di Pamekasan, masih mengenakan seragam, namun setengah telanjang sedang bergumul di tempat tidur dengan si pria.

Penggerebekan ini berlangsung menegangkan.

Saat kedua pasangan berlainan jenis ini dipaksa ke luar kamar, si pria mencoba melawan, sehingga warga emosi dan keduanya nyaris dihakimi massa.

Namun beruntung, sebelum warga bertindak anarkis, aparat kepolisian datang dan berhasil mengamankan keduanya, lalu dibawa ke Polres Pamekasan, untuk dimintai keterangan.




Khamis, 14 April 2016

Siswi SMU Ini Digagahi Teman Pria

PALANGKARAYA -  Seorang siswi di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sebut saja Bunga, mengaku digagahi oleh seorang kenalan teman lelakinya melalui pesan BBM (Blakcberry Messenger).

Perkenalannya dengan seorang pria dengan inisial AS (21) yang diketahui merupakan warga di Jalan Menteng, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya itu berawal dari BC di bbm.

"Keduanya memang sudah berkenalan lewat BBM sekitar dua bulanan, kemudian setelah sering BBM man lama-lama saling kenal dan janjian ketemuan atau yang akrab disebut kopi darat," kata Kasat Reskrim Polresta Palangkaraya, AKP Todoan Gultom, Selasa (29/3/2016).

AS (21) yang merupakan pegawai swasta ini, dikabarkan meski sudah beristri, namun belum punya anak sehingga kerap memang broadcase untuk mencari kenalan perempuan.

Rupanya, sebut kasat, gayung bersambut sehingga Bunga (16) asal Desa Timpah, Kecamatan Pujon, Kapuas, Kalteng sempat datang ke rumah pelaku tepatnya 6 Maret 2016 lalu.

Saat itulah Bunga oleh AS ke rumah seorang kawannya di Jalan G Obos 8 sehingga terjadilah tindakan asusila tersebut.

Sebelum kejadian tindakan asusila tersebut, bunga ditawari minuman keras berupa malaga bercampur minuman berenergi hingga akhirnya korban mabuk.

Melihat Bunga mabuk dan diduga saat itulah terjadi tindakan asusila di kamar rumah kawannya tersebut.

Menurut Kasat, ada dua versi terkait tindakan asusila yang dimaksud sehingga pihaknya akan menelisik lebih jauh kasus ini, versi korban saat mabuk tersebut dia diperkosa, tetapi pengakuan pelaku saat itu dia tidak melakukan pemerkosaan, hanya melakukan pencabulan saja dengan memasukkan jarinya ke kemaluan korban.

Menurut AKP Todoan, pelaku dilaporkan oleh Orangtua Korban sejak 14 Maret 2016 yang lalu, dan diamankan tanggal 22 Maret 2016 lalu.

"Awalnya, pelaku hanya dikenakan wajib lapor saja, tetapi mulai tanggal 22 Maret sudah dilakukan penahanan," kata AKP Todoan Gultom.



Akad Nikah Batal, Gara-gara Calon Pengantin Sama-sama Wanita



RENGAT - Kisah cinta Ei dan Ro terbilang cukup unik. Berhubungan selama tujuh tahun lewat ponsel, ternyata menjelang pernikahan keluarga baru tahu sepasang kekasih tersebut sama-sama perempuan.

Akhirnya, kisah cinta Ei dan Ro kandas di meja Kantor Urusan Agama (KUA), Kamis (7/4/2016).

Keluarga Ei tidak pernah tahu sosok Ro, karena hubungan mereka hanya melalui telepon selular (ponsel).

Setelah ketahuan ternyata Ro juga perempuan, keluarga Ei langsung membatalkan pernikahan. Padahal segala persiapan untuk resepsi sudah dilakukan di kediaman mempelai wanita.

Saat Tribun menyambangi kediaman Ei, terlihat sejumlah kursi tampak tertumpuk rapi seperti akan melakukan pesta besar.

Tumpukan kursi plastik itu menjadi saksi bisu batalnya pernikahan Ei dan Ro.

Ak (56), ayah Ei tidak memiliki kecurigaan sama sekali sejak awal Ei dan Ro berhubungan.


PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular

FREE WEBSITE - GRATIS !!

Tukaran Mata Wang [ Currency exchange ]


Tukaran mata wang
 terkini:


Unit

Daripada

Kepada