Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Selasa, 14 Ogos 2018

Bidan Desa yang Dicekik dan Dirudapaksa

PELALAWAN - Bidan di Desa Lubuk Kembang Sari Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan yang diduga menjadi korban rudapaksa.

Bahkan bidan desa yang menjadi korban sempat dicekik hingga pingsan oleh pelaku pada Senin (6/8/2018) malam lalu.

Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu saat ini sedang diburu kepolisian.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya dan meninggalkan bidan desa yang jadi korban dengan kondisi pingsan.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, Asril M.Kes, membenarkan nasib malang yang menimpa tenaga kesehatannya itu.

Pihaknya merasa sangat prihatin dengan kejadian ini dan cukup terpukul.

Padahal petugas kesehatan di desa atau Bindes melayani masyarakat sepenuh hati dan malah ditimpah musibah.

"Kami tadi baru menjenguk korban. Kondisinya memang sangat terpukul dan trauma. Sakit seperti ini memang lama sembuhnya. Bisa bertahun-tahun," beber Asril kepada tribunpelalawan.com, Selasa (7/8/2018).

Pihak Diskes sengaja menyembunyikan identitas korban dan bahkan inisialnya tidak bisa ditulis untuk mengurangi rasa trauma dan menjaga nama baik keluarga korban.

Ahad, 12 Ogos 2018

Selama 15 Tahun Jadi Budak Nafsu

TOLITOLI  - Polres Tolitoli di Sulawesi Tengah terus melakukan pengembangan atas kasus Hasni (28), perempuan yang disembunyikan oleh tersangka Jago (83) sejak 15 tahun silam atau sejak 2003.

Dari pengembangan polisi berdasarkan keterangan tersangka Jago, Hasni semacam dicuci otaknya oleh pelaku.

Pelaku yang berprofesi sebagai paranormal atau dukun di kampung tempat Hasni tinggal mengatakan bahwa ada lelaki tampan bernama Amrin yang di tinggal di atas gunung yang akan menemui Hasni.

Dengan bujukan Jago, Hasni pun mau naik di lereng gunung yang jaraknya tak jauh dari rumahnya, hanya sekitar 20 meter.

Namun ternyata itu hanya akal-akalan Jago untuk membujuk Hasni. Menurut Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy, tersangka mengaku akal-akalan itu dilakukannya untuk menyetubuhi gadis tersebut saat usianya masih 13 tahun.

“Hasni ini sudah dijadikan budak nafsunya dukun ini. Caranya Hasni disugesti dengan foto laki-laki yang diberi nama Amrin. Bahwa Amrin ini adalah jin yang menyukai Hasni,” kata Kapolres Iqbal, Senin (6/8/2018).

Atas doktrinan itulah, lanjut Kapolres Iqbal, Hasni seperti orang yang terhipnotis. Dia mau saja menuruti keinginan sang dukun hingga akhirnya kegadisan Hasni terenggut.

Dalam proses penyidikan tersangka Jago mengaku bahwa nama Amrin itu diciptakan sendiri olehnya. Tersangka Jago juga mengaku telah menyetubuhi Hasni berulang kali.

Kemudian, selama 15 tahun rutinitas Hasni dan sang dukun Jago itu hanya di dua tempat, yakni di gua batu dan di pondok atau rumah yang ditempati Jago.

Menurut Kapolres Iqbal, kalau pagi hari sekitar pukul 04.00 Wita Hasni dibawa ke gua batu dan pukul 19.00 Wita Hasni dibawa ke pondok belakang rumah Jago.

Selasa, 7 Ogos 2018

Perbuatan Asusila di Gedung DPRD Batam

BANGKINANG - Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat, Berantas Lingkaran Narkoba (Berlian) mengklaim telah melaporkan dugaan perbuatan asusila di Gedung DPRD Batam ke Kepolisian Resor Kota Barelang, Batam, Kepulauan Riau.

Persoalan ini dilaporkan pada Sabtu (4/8/2018) lalu.

Hanya saja, Polresta Barelang belum mencatat laporan itu secara resmi.

Presiden DPP Berlian, Ahmad Rosano yang dihubungi, Senin (7/8/2018) pagi, mengatakan, Polresta Barelang belum menerbitkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL).

"Baru sebatas informasi ke Polres Barelang. Penyidik mengarahkan harus dua alat bukti," ungkap Rosano.

Ia mengatakan, alat bukti memang sedang dikumpulkan.

Termasuk keterangan dari dua staf Sekretariat DPRD Batam yang diberhentikan karena diduga terlibat dalam masalah ini.

Rosano menjelaskan, dua staf perempuan itu diberhentikan karena sebagai pelaku asusila.

Menurut dia, informasi yang berkembang, pria pelaku asusila itu diduga dua anggota DPRD Kampar saat berkunjung ke Batam, Senin (23/7/2018) lalu.

Ahad, 29 Julai 2018

Sebarkan Foto Selingkuhan Tanpa Busana

YOGYAKARTA - Menyebarkan gambar selingkuhannya, S (31) tanpa busana, Sn (24) ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riko Sanjaya menyatakan, kasus berawal setelah keduanya menjalin hubungan terlarang.

S yang sudah bersuami selingkuh dengan Sn.

Selama berselingkuh, keduanya sering melakukan panggilan video melalui gawainya dan  korban sempat diminta beraksi tanpa busana.

Setelah beberapa bulan menjalin hubungan, korban menyadari perbuatannya salah dan berniat untuk mengakhiri hubungan terlarang yang selama ini mereka jalani.

Namun pelaku tak terima dan mengancam akan menyebarkan gambar.

Oleh korban, ancaman itu tak diindahkan. Pelaku lalu menyebarkan foto korban melalui media sosial.

S yang tak terima dengan tindakan itu akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Gunungkidul.

Akhirnya, pada Rabu (13/6/2018) atau dua hari menjelang Idul Fitri, pelaku dijebak oleh polisi dengan bantuan korban.

"Kami minta korban untuk mengajak ketemuan pelaku dengan alasan ingin rujuk kembali.Saat itulah kemudian pelaku berhasil kami bekuk," katanya, Minggu (17/6/2018).

Pelaku mengaku nekat menyebarkan foto korban tanpa busana lantaran sakit hati dan tak terima diputuskan hubungannya.

Pelaku menggunakan akun palsu lalu memposting puluhan foto korban di akun Instagram dan Facebook.

Sn sendiri memanfaatkan kondisi rumah tangga korban yang sedang dalam masalah dengan suaminya

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 ayat 1 UU RI No 19 tahun 2018 dengan ancaman kurungan penjara 6 tahun dan atau denda Rp 1 miliar.

Isnin, 23 Julai 2018

Perkosa Lalu Bunuh Balita Sepupunya Sendiri

SEKAYU—Aski kejam dan keji yang tidak pantas dilakukan oleh seorang remaja tanggung yakni Baihaki (15) warga Dusun III, Desa Sumber Rezeki, Kecamatan Plakat Tinggi, Muba nekat membunuh serta memperkosa balita sebut saja Mawar (5) yang merupakan sepupunya.

Usai melakukan perbuatan kejam tersebut pelaku langsung membuang tersangka di hutan yang tidak jauh dari rumahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua orang tua Mawar melaporkan kejadian bahwa anaknya telah hilang dari rumahnya mulai Senin (11/6), sekitar pukul 11.00 WIB.

Mendapatkan laporan tersebut aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan, terhadap sejumlah saksi yang bersama korban salah satunya BH.

Dari hasil introgasi yang dilakukan terhadap BH, pelaku mengakui bahwa ia telah membunuh dan memperkosa Mawar.

Perbuatan keji tersebut dilakukan dilatar belakangi karena hal sepele, dimana korban menusuk mata pelaku sehingga BH tidak setuju dengan perbuatan tersebut

“Kami saat itu lagi main, tapi dia tusuk mata saya. Saya kesal lalu saya merayu Mawar untuk melihat ikan di aliran Sungai yang berada di belakang rumah, sampai di sungai langsung saya cekik dia,”kata BH, dihadap pihak kepolisian.

Melihat korban yang sudah lemas dan tak bernyawa pelaku menyeret Mawar kedalam hutan, sesampainya di hutan perbuatan tak pantas dilakukan oleh BH.

Dimana pelaku menurunkan celana korban dan memperkosanya kendati korban sudah tidak bernyawa, usai melakukan perbuatan keji korban langsung ditinggal dan ditutupi ranting dan dahan pohon.

“Saya tutup Mawar lalu saya tinggal dia, saya khilaf dan menyesal pak,”ujarnya.

Sementara, Kapolsek Plakat Tinggi, Iptu Suventri, menyebutkan terungkapnya kasus pembunuhan dan pemerkosaan ini setelah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku BH

Jumaat, 20 Julai 2018

Remaja Lakukan Tindak Asusila Akibat Terpengaruh Video

YOGYAKARTA - Akibat terpengaruh video dewasa, seorang pelajar berinisial AS (14) melakukan tindak pelecehan terhadap tiga bocah SD yang tak lain tetangganya sendiri.

Aksi remaja tersebut terjadi di rumah seorang korbannya, Kamis (7/6/2018) lalu.

Kapolsek Godean, Kompol Hery Suryanto, melalui Kanit Reskrim Polsek Godean, AKP M Darban, mengatakan kejadian tersebut berawal saat AS mengetahui orangtua salah satu korban tidak berada di rumah.

Diungkapkan Kanit Reskrim, mengetahui hal tersebut AS langsung menuju rumah korban untuk melancarkan aksinya tersebut.

"Ada 3 orang yang jadi korban dan rata-rata kelas 1 sampai kelas 2 SD, ketiganya dipeluk dan diraba-raba tersangka," katanya, Senin (11/6/2018).

Ia melanjutkan, setelah melakukan aksinya, AS yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP ini langsung pulang ke rumahnya.

Akan tetapi, seorang korban menceritakan hal dialaminya kepada orangtuanya.

Mendapat informasi tersebut, orangtua korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Ahad, 15 Julai 2018

Setahun Setubuhi Cucu Kandungnya hingga Hamil

KALIMANTAN - Seorang kakek diringkus polisi atas dugaan menyetubuhi cucu kandungnya hingga hamil.

SU (54) Warga desa Sei Teras Luar, Pematang, Kapuas Kuala, Kalimantan Tengah diketahui melakukan perkosaan kepada cucunya sejak Februari 2017 lalu hingga bulan Mei 2018.

Aksi kejinya pada cucunya ia lakukan di rumahnya sendiri ketika tidak ada orang lain.

Pelaku bahkan mengancam jika tak dituruti ia akan membunuhnya dan nenek korban.

Menurut informasi yang dihimpun dari situs resmi Polri, Tribratanews, akibat tindakan kejinya korban berinisial MU (18) saat ini telah hamil 5 bulan.

Kapolsek Kapuas Kuala Iptu Juhri Muhammad Selasa (5/6/2018) mengatakan korban dipaksa melakukan persetubuhan dengan pelaku sambil mengancam jika memberitahukan kejadian tersebut pelaku akan membunuh korban dan nenek korban.

Tersangka saat ini telah mendekam di rutan Polsek Kapuas Kuala.

SU terjerat pasal perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular