Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA MENARIK MALAYSIA - INDONESIA - BRUNEI DS - SINGAPURA

Rabu, 3 Februari 2016

Gadis telanjang diarah kililingi desa

SRAGEN -Seorang remaja putri di Sragen, berinisial RS (14), hanya bisa menangis setelah ditelanjangi tetangganya lalu diarak keliling kampung.

Perbuatan itu dilakukan oleh S (52) dan WL (37) yang menuduh R mencuri pakaian bekas dan sandal mereka. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (10/1/2016).

Dari keterangan anggota keluarga RS, pada hari itu S dan WL mendatangi rumah RS untuk meminta pertanggungjawaban karena menduga RS sudah mencuri pakaian bekas dan sandal milik pasangan suami isteri tersebut.

Sesampainya di rumah RS, pasangan suami isteri tersebut bertemu K, ibu angkat RS. S dan WL langsung mencaci-maki K dan menyebutnya tidak becus mengurus anak.

"Pak S langsung memarahi saya dan mengancam saya kalau mau membela RS saya dianggap bela maling," kata K, Rabu (13/1/2016).

Setelah puas memaki-maki, S dan WL menarik RS keluar rumah dan menelanjangi remaja putri tersebut di hadapan para tetangga.

Pakaian bekas yang diduga hasil curian, dikalungkan di leher RS dan kemudian RS dipaksa untuk berjalan keliling kampung.

Ahmad Moshaddeq mengaku sebagai putra Nabi Muhammad

Villa Ahmad Musadeq, di kawasan wisata Gunung Salak Endah, Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

JAKARTA - Nama Ahmad Moshaddeq kembali mencuat ke publik.

Ini setelah ormas terlarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ramai diperguncingkan. Temuan sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) menunjukkan bahwa Moshaddeq adalah pembina Gafatar.

Indikasi itu muncul setelah Ahmad Moshaddeq diketahui tercatat dalam organisasi Gafatar selaku pembina.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan Gafatar organisasi terlarang dan MUI menyebut Gafatar menganut ajaran sesat.

"Mereka menyebut Moshaddeq sebagai pembina. Moshaddeq pernah mengaku sebagai putra Nabi Muhammad pada tahun 2001 lalu," kata Ketua Komisi Kajian dan Penelitian MUI Utang Ranuwijaya, Rabu (13/1/2016).

Sosok Moshaddeq sebenarnya tidak asing lagi di pendengaran publik.



Isnin, 1 Februari 2016

Setelah diperkosa ambil barang milik korban

CIMAHI - Malang benar nasib gadis asal Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong Kota Bandung, Jawa Barat ini. Melati (18), sebut saja begitu, kehilangan harta dan kehormatannya sebagai perempuan.

Gara-garanya ia menjadi korban pemerkosaan dan perampasan yang dilakukan MZK (23), pria asal Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung pada 29 Desember 2015.

Perkenalan korban dan MZK  bermula  pertemanan di Facebook dan kemudian janjian  bertemu di Taman Jomblo.

"Setelah bertemu tersangka membawa korban ke daerah Mekarrahayu (lokasi kejahatan. Red)," kata Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Indradi, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (10/1/2016).

Di lokasi kejadian, ujar Ade, tersangka merudapaksa korban.

Ia juga melakukan pengancaman terhadap korban jika tak melayaninya.

Usai melakukan perbuatan bejat itu, tersangka mengambil barang-barang milik korban.

"Lantas korban melaporkan tindak pidana tersebut kepada kami. Yang kemudian kami mengecek lokasi kejadian melakukan Visum et repertum korban ke RS Avisena," kata Ade.

Selain hasil visum, pihaknya juga menyita sebuah buah celana dalam milik korban yang berlumuran darah.

Lantas, lanjut Ade, pihaknya menangkap MZK (23) di kediamannya Sabtu 9 Januari 2016.

Sabtu, 30 Januari 2016

Gadis Sidoarjo Ini Jual Keperawanan Mati dlm Pelukan

SIDOARJO - ORP, gadis yang menjual keperawanan senilai Rp 20 juta ternyata tewas dalam pelukan Ebren Hezar Kasihu (EHK).

Dari kronologis yang dihimpun, semula terjadi cekcok pembayaran transaksi seks. EHK lalu mencoba menenangkan ORP dengan cara merayunya.

EHK juga merangkul ORP dengan posisi spooning atau memeluk dari belakang dengan posisi tubuh miring.

Dalam posisi itu, EHK mengeluarkan kata-kata manisnya untuk menenangkan ORP yang emosi lantaran dibayar Rp 200.000 untuk keperawanannya.

Dan, yang tidak disadari gadis yang pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) ini, pelukan mesra itu adalah senjata membunuh EHK yang bekerja sebagai penjaga warnet di daerah Waru.

Perlahan-lahan, EHK mengencangkan pelukan tangan kanannya yang melingkari leher ORP.

Karyawati pabrik sepatu ini dalam posisi tak berdaya ketika pelukan itu berubah menjadi cekikan maut, hingga ajal meregang di pelukan pria pertamanya itu.

"Untuk memastikan korban sudah tewas, mulut korban disumpali kain seprai. Setelah yakin korban tewas, tersangka meninggalkan hotel, namun juga mengambil barang-barang korban," ujar Kapolres Sidoarjo, AKBP Anwar Nasir, dalam rilis gelar kasus perkara, Jumat (8/1/2016).

Khamis, 28 Januari 2016

Pria ini akui setubuhi sebanyak lima kali

SURABAYA — Seorang remaja diamankan polisi karena dituduh melakukan perbuatan asusila terhadap kekasihnya yang masih duduk di kelas I SMK.

Kamis (7/1/2016) siang, BYP (17) diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

Kepada polisi, pelaku mengaku, tindakan itu dilakukan terhadap kekasihnya yang masih berusia 16 tahun sebanyak lima kali sepanjang bulan Januari hingga Agustus 2015.

Aksi itu dilakukan di kediamannya di kawasan Jalan Manukan Lor, Surabaya, saat orangtuanya tidak ada di rumah.

BYP ditangkap setelah orangtua korban melaporkan aksi tersebut kepada polisi. Meski berstatus tersangka, BYP tidak ditahan.

"Dia hanya dititipkan kepada polisi karena masih di bawah umur," kata Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar.

Meski proses hukum tetap berjalan, polisi tetap mengupayakan jalan damai.

"Pelaku dan korban agar bagaimana bisa dinikahkan saja supaya ke depannya lebih baik," kata Lily.

Rabu, 27 Januari 2016

Setubuh 10 kali untuk memeriksa keperawanan pacar

PALEMBANG — We (19), buruh serabutan di Kota Palembang, dilaporkan kepada polisi lantaran melarikan pacarnya yang masih di bawah umur yang berinisial Ic.

Selama dibawa kabur, Ic yang masih berusia 16 tahun itu mengakui 10 kali disetubuhi We. Belakangan, We berdalih menyetubuhi Ic untuk memeriksa keperawanan pacarnya tersebut.

Warga Jalan Sudirman Km 12 itu mengakui mengenal Ic di daerah Pulo Gadung, Jakarta, sekitar enam bulan lalu. Saat itu, Ic ikut saudara perempuannya ke Ibu Kota. Mereka berkenalan dan bertukar nomor ponsel.

Sejak saat itu, hubungan mereka semakin dekat karena We turut ke Palembang saat Ic pulang.

Kali pertama, We mengajak korban melakukan hubungan suami istri saat mereka janjian dan pergi jalan-jalan, Minggu  pukul 08.00 malam di warung sate Kampung Baru, Suka Karya, Palembang.

Pelaku merayu korban dan mengatakan, hubungannya sangat serius dan ia ingin menikahi korban. Karena takut kehilangan pacarnya, We mengajak korban melakukan hubungan badan.

"Sayang nian sama aku, aku mau bukti, aku mau tahu kamu masih perawan apa tidak," ujar We, kembali menuturkan bujuk rayunya sebelum menyetubuhi Ic.

Sejak saat itu, mereka sering melakukan hubungan suami istri hingga sepuluh kali di kawasan Jalan Talang Jambi, tempat pelaku bekerja sebagai pembantu. Mereka telah berniat untuk menikah.

Namun, We menuturkan belum mampu menikahi Ic karena sedang mengumpulkan uang dari hasil bekerja di rumah majikannya. Dari hasil kerjanya, ia digaji Rp 750.000 per bulan dan ikut mencuci mobil sebagai penghasilan tambahan.

Tetapi, keluarga Ic tidak senang. Karena itulah, We nekat membawa lari pacarnya sampai ditangkap keluarga Ic dan diserahkan ke polisi.

Kanit Perlindungan Perempuan Anak Ipda Imelda Rahmat mengatakan, berdasarkan laporan keluarga korban, We bisa dijerat dengan undang-undang perlindungan anak. "Namun, semua masih diproses," tegasnya.

Isnin, 25 Januari 2016

kakek 74, Hamili Cucunya berusia 14 tahun




SURABAYA - Yudi, seorang kakek berusia 74 tahun, diamankan polisi karena menghamili cucu tirinya yang masih berusia 14 tahun.

Sebelum diamankan polisi, Yudi sempat berjanji akan menikahi cucu tirinya itu sebagai bentuk tanggung jawab.

Namun, niat itu tak terlaksana lantaran petugas Polsek Wonokromo terlebih dahulu menangkapnya pada awal pekan lalu.

"Pelaku sempat memberikan janji akan menikahi korban. Dia mengaku, hal itu sebagai bentuk tanggung jawab," kata Kapolsek Wonokromo Kompol Arief Kristanto, Rabu (6/1/2016) sore.

Perbuatan asusila pelaku kepada korbannya dilakukan beberapa kali hingga korban hamil tiga bulan.

Kehamilan korban dicurigai ayahnya, yang lantas memaksa korban untuk menjalani tes kehamilan.

"Korban mengaku diancam jika mengaku dihamili oleh kakeknya," kata Arief.

Korban memang diasuh pelaku sejak usia balita. Korban dipercayakan kepada pelaku lantaran kedua orangtuanya bercerai saat bocah itu berusia tiga tahun.

Kepada polisi, pelaku mengaku tidak tahan melihat kemolekan cucunya itu sehingga tega melakukan perbuatan tercela tersebut.

"Aksi pertama dilakukan saat cucunya diminta memijat pelaku. Saat itu, meski korban menolak, pelaku memaksa dan mengancam," kata Arief.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular

FREE WEBSITE - GRATIS !!

Tukaran Mata Wang [ Currency exchange ]


Tukaran mata wang
 terkini:


Unit

Daripada

Kepada