Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA MENARIK MALAYSIA - INDONESIA - BRUNEI DS - SINGAPURA

Sabtu, 25 Oktober 2014

Heboh, Siswa SMP Buat Video Mesum di Kebun Pisang




BOGOR -- Warga Bogor geger dengan beredarnya, rekaman video mesum yang dilakukan EM (15) siswi sebuah SMP di Kabupaten Bogor dan MM alias Empang (21). Video mesum berdurasi sekitar 5 menit itu dibuat di salah satu kebun pisang di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Polisi sudah mengamankan pelaku penyebaran video mesum tersebut. Terungkapnya kasus video mesum itu bermula dari razia handphone (HP) yang dilakukan guru di SMP tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan, seorang guru menemukan rekaman video mesum dari salah satu HP siswa yang pemainnya siswi di SMP tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kabupaten Bogor, AKP A Faisal Pasaribu mengatakan, pihaknya sudah mengamankan pelaku perekam dan penyebar video mesum tersebut. "Kami langsung mencari siapa pemain dalam video tersebut," katanya di Polres Bogor, Jumat (10/10/2014).

Video tersebut kata Faisal, direkam dengan menggunakan sebuah handphone merk Blackberry. "Dilakukan di sebuah kebun pisang dekat bebatuan, pada sebuah pangkalan pasir. Disana terekam bagaimana pelaku melakukan adegan mesum mulai dari membuka baju sampai dengan selesai," ujarnya.

Tanpa Berlian, Biaya Implan Payudara Dena Rachman


JAKARTA - Biaya implan Dena Rachman di Korea Selatan memang gratis. Tapi menurut Dena, bila dirupiahkan, implan payudara berukuran 34 C itu sampai ratusan juta.

Berbeda dengan transgender Solena Chaniago yang mengklaim hingga tembus miliaran untuk total biaya operasinya.

"Nilainya kalau dijadikan uang lumayanlah. Kurang lebih seratusan (juta), tapi jangan ngomongin itulah, jangan nebak-nebak," ungkap Dena di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Rabu (22/10) malam.

Dena dan Solena memang berbeda. Sebab, Dena baru hanya permak bagian dada. Sedangkan Solena sudah total hingga berganti alat kelamin.

Namun Dena memastikan biaya implannya tak melampaui harga fantastis. Untuk meyakinkan pewarta, Dena pun sedikit berseloroh.

"Emangnya ini (payudara) ada berliannya. Enggak kan," tekan mantan artis cilik tersebut.



Selasa, 21 Oktober 2014

Siswi SMK di Surabaya Dicabuli Teman Facebooknya




SURABAYA- Media sosial Facebook menjadi sarana Wahyu Vicy (19) untuk berbuat jahat. Warga Keputih Surabaya tersebut tega berbuat cabul kepada seorang siswi yang dikenalnya lewat jejaring sosial tersebut.

Awalnya Wahyu berkenalan dengan Melati (bukan nama sebenarnya) di Facebook sejak Mei 2014 lalu. Gadis berusia 15 tahun itu akhirnya dipacarinya.

Setelah resmi berpacaran, hubungan Wahyu dan Melati yang masih duduk di kelas satu sebuah SMK ini kian akrab. Kepolosan Melati ternyata dimanfaatkan Wahyu untuk berbuat jahat.

"Tersangka berbuat di luar batas, karena tega mencabuli pacarnya yang masih di bawah umur," kata AKBP Sumaryono, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (14/10/2014).

Peristiwa pencabulan itu terjadi pada awal Oktober 2014. Bermula saat keduanya janjian melalui telepon untuk betemu. Padahal korban sendiri sudah mempunyai pacar.

Saat itu Wahyu mengajak korban main ke rumahnya di Keputih yang sedangsepi karena, kakaknya keluar rumah. Wahyu tinggal bersama kakaknya, karena kedua orang tuanya tidak ada.

"Saat kakak korban bekerja, sehingga rumah sepi," ucap Sumaryono.

Sesampai korban di rumah Wahyu, tersangka langsung mengajak Melati masuk ke kamar dan pebuatan cabul pun terjadi. Wahyu menjanjikan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.

Merasa jadi korban tindakan Wahyu, korban menceritakan kepada pacar dan kakaknya. Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke polisi.

Saya Siap Nikahi Pendonor Sperma Saya - Julia Perez


JAKARTA - Julia Perez menuai kontroversi soal niatan tanam sperma. Untuk meredam suara-suara yang kontra, Jupe mengaku siap menikahi pendonor spermanya.

"Saya nggak mau nakal, jadi ikutin aja dan saya mau nikahin pendonor saya nantinya. Cinta belakangan, yang penting kan sah," ungkapnya ditemui di Kawasan Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (21/10/2014) malam.

Julia mengatakan, setelah nanti proses tanam spermanya sudah dilakukan, ia akan mengenalkan siapa pendonor yang akan dinikahinya itu. Tapi Julia mengaku akan menikah secara diam-diam.

"Kalau udah nongol saya kasih tahu, pada intinya saya nikahnya ingin diam-diam, nggak pengen bilang-bilang dan yang penting kan sah di negara dan agama," katanya.

Hingga sekarang, Jupe sudah membulatkan hati untuk tanam sperma. Biaya yang dibutuhkan memang tak murah.

Sebelumnya niat Julia itu ditentang oleh beberapa lapisan masyarakat dan lembaga negara seperti MUI. Bahkan MUI menyatakan tanam sperma haram.

Ahad, 19 Oktober 2014

Keperawanan Pelajar SMA di Kediri Dijual Rp 500.000




KEDIRI - Karena terdesak kebutuhan ekonomi, Mawar (17) pelajar SMA di Kediri rela keperawanannya dijual rekannya seharga Rp 500.000.

Namun kasus traficking yang melibatkan anak di bawah umur ini dibongkar Unit PPA Polres Kediri Kota, Selasa (14/10/2014).

Petugas mengamankan Bunga (18), rekan Mawar yang menjadi penghubung dalam kasus traficking ini. Barang bukti uang Rp 500.000 telah diamankan polisi dari tangan pelaku.

Informasi yang dihimpun kasus ini bermula dari adanya transaksi untuk menjual keperawanan Mawar seharga Rp 500.000 kepada pria hidung belang.

Mawar mau dijual keperawanannya karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Bunga kemudian mencari pria hidung yang mau menikmati kesucian Mawar.

Setelah ditawarkan ke sejumlah pria, akhirnya Bunga menemukan pria hidung belang yang akan menikmati keperawanan Mawar.

Setelah melalui proses tawar menawar melalui sms dan telepon, akhirnya disepakati pembayaran Rp 500.000 dimuka.

Uang sudah dibayar dengan rincian, Rp 400.000 akan diserahkan kepada Mawar dan Rp 100.000 menjadi fee yang diterima Bunga.

Lokasi kencan juga telah disepakati di salah satu penginapan di wilayah Semen, Kabupaten Kediri.

Namun kasus ini ketahuan masyarakat yang melaporkan kepada petugas.

Selanjutnya petugas yang melakukan penyelidikan menemukan lokasi tempat kencan serta meringkus Bunga yang menjadi perantara kasus traficking ini di salah satu kamar penginapan.

Dari hasil penyelidikan petugas, Bunga memang wanita yang biasa datang ke sejumlah tempat hiburan malam di Kota Kediri.

Diduga aksi Bunga tidak hanya kali ini saja menawarkan keperawanan pelajar kepada pria hidung belang.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Budi NT menjelaskan,  Bunga merupakan pelajar drop out SMA serta tidak punya pekerjaan tetap.

"Aksinya dilakukan untuk mendapatkan  imbalan untuk keuntungan pribadi," jelasnya.

Petugas telah mengamankan barang bukti uang pembayaran Rp 500.000.

"Karena mendapatkan laporan masyarakat kasus ini segera diungkap. Petugas telah menyelamatkan korban karena belum sampai terjadi persetubuhan," jelasnya.

Tersangka yang juga masih di bawah umur bakal dijerat dengan pasal 88 UU RI 23/ 2002 tentang Perlindungan Anak.

Gambar intim: Dyana marah jadi mangsa diskriminasi


SHAH ALAM - "Saya berasa marah tetapi saya tidak akan layan politik jahat macam ini," demikian kata bekas calon PRK Parlimen Teluk Intan, Dyana Sofya Mohd Daud, hari ini.

Dyana Sofya menegaskan serangan peribadi ke atasnya kali ini adalah kerana beliau seorang wanita yang mudah dibuli seperti mana tuduhan ke atas beliau berpakaian bikini untuk ke parti ketika kempen pilihan raya lalu.

"Hal ini menjijikkan bagaimana mereka tetap menggunakan politik longkang terhadap pembangkang.

"Sebagai seorang wanita, saya sasaran yang mudah. Sebab saya wanita, saya dilihat sebagai mudah dibuli. Saya marah, tetapi saya tak nak layan politik jahat macam ini," katanya menerusi khidmat pesanan ringkas (SMS), hari ini.

Beliau berkata demikian mengulas penyebaran gambar miripnya dan juga Ahli Parlimen Bukit Bendara, Zairil Khir Johari menjadi viral tersebar melalui media sosial WhatsApp dan blog tempatan sejak pagi tadi.

Gambar intim sebanyak sembilan keping itu dalam posisi berpelukan dengan berpakaian secara formal dan santai di beberapa lokasi termasuk kereta dan kawasan umum.(SH)

Jumaat, 17 Oktober 2014

Bidan di Magetan Dihamili Polisi Berpangkat Bripka




MAGETAN - Bripka ADH anggota Subbagsarpras Bagsumda Polres Magetan dilaporkan Moh Karmin warga Dusun Ngiwen, Desa Purworejo RT6/RW2, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan ke Propam Polres Magetan karena menghamili anak gadisnya YAK (22), yang baru lulus akademi profesi di Magetan ini.

Ironisnya, laporan itu sudah dilakukan 20 Agustus 2014 lalu, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

"Laporan kami ke Propam sampai hari ini belum ada tindak lanjut. Polisi yang mempermalukan keluarga kami masih bebas, ada kesan dia kebal hukum. Apalagi kami hanya petani biasa yang tak paham hukum,"kata Moh Karmin sambil menunjukan surat tanda penerimaan laporan nomor : K/ STPL/ 09/ VIII/ 2014/ PROVOST yang ditandatangani penerima laporan Aiptu Joko Suhariyanto SH, Rabu (8/10/2014).

Menurut Moh Karmin, saat berada di ruang Provos di hadapan sejumlah polisi yang memeriksanya sempat emosi. Karena polisi yang mestinya bisa mengayomi, melindungi rakyat, malah berlaku seenaknya seperti kebal hukum.

"Saya di hadapan petugas Provost sempat mengumpat, anak saya jadi korban polisi yang tidak bermoral. Mentang mentang kebal hukum karena bisa menyiasati hukum,"ujar Moh Karmin, yang menemani korban anak sulungnya YAK.

Lantaran korban tak kuasa menahan tangis, dalam pertemuan itu Moh Karmin lebih dominan menjawab pertanyaan wartawan, dikatakan awal pertemuan Bripka ADH dengan anaknya YAK itu lewat media sosial Facebook awal tahun 2013 lalu.

Dalam perkenalan itu Bripka ADH mengaku sebagai perjaka dan bekerja sebagai polisi di Polres Magetan. Saat itu YAK masih berstatus mahasiswi di salah satu akademi profesi di Kabupaten Magetan.

Saat pertama menjalani hubungan, tersangka Bripka ADH ini menunjukan itikad sebagai orang baik-baik. Apalagi di hadapan Moh Karmin dan Suyati orangtua korban. Tidak hanya itu, tersangka juga menunjukan perilaku yang santun terhadap warga di lingkungan korban.

"Dia berani menginjak rumah saya ini sekitar awal 2014. Selama ini dia (Bripka ADH) menunjukan keseriusan hubungannya dengan YAK. Dia selalu bilang sabar sabar kalau saya tanya kapan orangtuanya akan datang melamar,"kata Moh Karmin yang mengaku punya juga saudara polisi yang bertugas di Mabes Polri. Namun selama ini saudaranya itu belum diberitahu masalah kasus perzinahan yang dilakukan anggota polisi ini terhadap anaknya YAK.

Alangkah kagetnya ketika ada seorang anggota polisi, kenalan Moh Karmin memberitahu kalau Bripka ADH itu sudah beristri dan istrinya juga polisi yang bertugas di Samsat Magetan. Padahal saat itu YAK mengatakan telah mengandung anak Bripka ADH yang umurnya sudah empat bulan.

"Tahu penipuannya terbongkar, dia berupaya membujuk saya agar tidak melapor ke Polres, karena dia mau bertanggungjawab. Tapi kenyataannya, dia Bripka ADH malah menghilang,"kata Moh Karmin dengan nada menahan emosi, seraya mengatakan, sebenarnya kalau Polisi tidak serius menangani laporannya, warga akan mengajak menggeruduk Mapolres Magetan sambil mencari tersangka Bripka ADH.

"Saya hanya minta status anak yang dikandung YAK jelas Bapaknya, saya nggak mau tahu setelah itu cerai. Lagian mana saya mau punya menantu tak bermoral seperti itu. Jadi suami juga tidak akan baik, biar Allah SWT yang akan menghukumnya. Kebal hukum polisi, hukum Allah tidak akan bisa dihindari,"kata Moh Karmin.

Kepala Unit Propam Polres Magetan Ipda Pol Subandi yang dikonfirmasi membenarkan laporan itu. Namun dia tidak berhak memberikan keterangan pers, karena semua sudah dilaporkan kepada Kapolres.

"Silakan ke Bapak Kapolres, semua sudah saya tindaklanjuti,"kata Ipda Subandi.

Lucunya, Kapolres Magetan AKBP Riky Haznul yang dikonfirmasi mengaku belum tahu dan belum menerima laporan dari Propam setempat.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Attention

Ads

Catatan Popular

FREE WEBSITE - GRATIS !!

Tukaran Mata Wang [ Currency exchange ]


Tukaran mata wang
 terkini:


Unit

Daripada

Kepada