Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA MENARIK MALAYSIA - INDONESIA - BRUNEI DS - SINGAPURA

Rabu, 17 Disember 2014

Gadis 14, sakit kemaluan akibat diperkosa


LEMBAK - Sungguh malang nasib FW (14), warga Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan.

Siswa SMP ini, mengaku diperkosa seorang pengangguran di semak-semak Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muaraenim.

Gadis mungil tersebut, menuturkan dirudapaksa sebanyak dua berturut-turut oleh Indra Sati alias Soleh (16), warga Dusun Talang Baru Desa Lembak Kecamatan Lembak, pada Rabu (8/10) sekitar pukul 14.00.

Pemerkosaan itu terjadi lantaran korban terbujuk rayuan gombal pelaku, yang mengajaknya berjalan-jalan serta melihat desa Lembak. Namun, bukannya berjalan-jalan, korban malah dibawa ke semak-semak lalu diperkosa sembari diancam.

Parahnya, perbuatan bejat itu dilakukan pelaku ketika korban masih menggunakan seragam SMP, saat hendak pulang dari sekolah.

Terbongkarnya peristiwa tersebut, berawal ketika korban mengeluh sakit di bagian kemaluan lalu menceritakan kejadian dialaminya ke ibunya.

Keluarga korban yang mendapat cerita itu, lantas tidak terima dan bersama korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Lembak Kabupaten Muaraenim.

"Saya diperkosa pelaku sebanyak dua kali," ujar korban sedih dihadapan polisi. Sementara atas perbuatan yang dialami anaknya tersebut, pihak keluarga pelaku berupaya melakukan perdamaian.

Namun, keluarga korban menolak dengan alasan anaknya masih mau melanjutkan sekolah dan meminta pelaku tetap diproses secara hukum.

Kapolsek Lembak, Ajun Komisaris M Ikhsan, membenarkan adanya laporan warga yang mengaku anaknya diperkosa pria yang merupakan pengangguran.

"Korban didampingi keluarga sudah melapor ke kita, sampai saat ini kita masih akan lakukan pemeriksaan," ujar Ikhsan.

Ikhsan mengungkapkan, pihaknya akan melakukan visum terhadap korban, meski sebelumnya keluarga korban sendiri sudah melakukan visum ke rumah sakit.

"Jadi korban ini sudah divisum pihak keluarga, nanti kita akan visum lagi. Jika nanti terbukti, maka pelaku yang diduga melakukan pemerkosaan akan kita ringkus," tegasnya.

Ternyata Dewi Perssik dan Bos Lamborghini Belum Berdamai


Dewi Perssik dan Johnson Yaptonaga

JAKARTA – Kasus pencemaran nama baik dan fitnah yang diduga dilakukan artis Dewi Persik (Depe) terhadap Johnson Yaptonaga, Chief Executive Officer Lamborghini Jakarta, masih terus bergulir di kepolisian.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan penyidik masih fokus menyelesaikan kasus ini, karena belum ada kesepakatan damai di antara keduanya.

“Kami sudah cek ke penyidik, belum ada kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Kami masih fokus penyelesaian kasus,” ujar Rikwanto ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/12).

Depe sampai saat ini masih berstatus sebagai saksi. Kasus ini bermula saat mantan istri dari Syaiful Jamil itu menulis menikah siri dengan Johnson di akun twitter dan mengungkapkan hal tersebut dalam tayangan infotainment. Namun, Johnson secara tegas membantah kabar tersebut.

Penyanyi Dangdut itu telah diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, pada 17 November lalu. Setelah itu, menurut Rikwanto, pada tahun 2015 mendatang Depe akan kembali diperiksa. 

“Dalam waktu dekat belum bisa dilanjutkan pemeriksaan, jadi habis tahun baru,” tutur Rikwanto.



Khamis, 11 Disember 2014

Oknum Polisi Cabuli Sembilan Siswi



PASURUAN - Sembilan siswi sebuah SMP negeri di Kota Pasuruan mengaku menjadi korban pelecehan seksual alias pecabulan. Ironisnya, perbuatan memalukan itu dilakukan Ketua komite sekolah setempat.

Dengan didampingi orang tua salah satu korban, belum lama ini, lima di antara sembilan korban tersebut mendatangi Mapolres Pasuruan Kota di Jalan Gajah Mada, Kota Pasuruan, guna melaporkan kejadian itu.

Berdasar keterangan yang dihimpun, sembilan siswa yang ditengarai mengalami pelecehan tersebut, antara lain, DCF, RDD, BM, SF, NL, FZ, DK, RT, dan KM. Mereka adalah siswa kelas IX (kelas tiga) di SMPN setempat. Dugaan pelecehan seksual itu mereka alami saat mengikuti kegiatan hipnoterapi di sekolah tersebut.

DCF, salah satu korban, kepada koran ini mengungkapkan bahwa dirinya sempat diraba BSH saat mengikuti kegiatan hipnoterapi. Kebetulan, dalam kegiatan tersebut, BSH menjadi instrukturnya. ‘’Jarinya itu masuk ke baju,’’ katanya. BSH disebut-sebut sebagai anggota Polres Pasuruan yang tengah bertugas di Polsek Kejayan.

Menurut DCF, pelecehan seksual itu terjadi saat jam pelajaran berlangsung. Modus yang dilakukan terlapor dengan memanggil siswa ke ruang OSIS untuk menjalani hipnoterapi. Konon, selain sebagai persiapan menjelang ujian nasional, hipnoterapi tersebut dilakukan untuk meminimalkan kenakalan siswa.

Dalam kondisi setengah sadar, para siswi yang dipanggil ditanya terlapor. ‘’Ditanya pernah pacaran atau tidak,’’ ucap DCF.

Siswi yang mengaku pernah pacaran diminta memperagakan gaya pacarannya. Bersamaan dengan itu, BSH mulai beraksi dengan memasukkan jarinya ke balik baju dan meraba-raba (maaf) bagian atas tubuh korban.
Kasus dugaan pelecehan seksual itu baru terungkap setelah DCF bercerita ke orang tuanya, NF. Tidak bisa menerima perlakuan yang dialami anaknya, NF lantas melaporkan itu ke bagian BK (bimbingan dan konseling) sekolah tersebut. Namun, laporannya tidak direspons.'

Kecewa terhadap sikap pihak sekolah, kemarin bersama lima di antara sembilan siswi, NF mendatangi Mapolres Pasuruan Kota di Jalan Gajah Mada untuk melaporkan kasus tersebut. ‘’Anak saya yang cerita kalau sudah digituin,’’ jelas NF saat mendampingi putrinya membuat laporan kemarin.

Di Polres Pasuruan Kota, lima siswa diperiksa di ruang PPA (perlindungan perempuan dan anak) satreskrim. Sayang, Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bambang Sugeng yang dikonfirmasi terkait dengan hasil pemeriksaan itu menuturkan sedang tidak ada di tempat. ‘’Saya masih belum dapat laporan,’’ ungkap Kasatreskrim yang mengaku masih di Polda Jatim.

Pelajar tingkatan 5 rogol rakan sekelas



KOTA BHARU - Tiga remaja tingkatan lima didakwa di Mahkamah Majistret Kota Bharu, hari ini atas tuduhan merogol rakan sekelas.

Seorang daripada mereka mengaku salah atas tuduhan itu, sementara dua lagi mohon untuk dibicarakan. 

Ketiga-tiganya berusia 17 tahun dan didakwa merogol mangsa seusia dengan mereka di sebuah rumah di Taman Wira Jaya, Kok Lanas, di sini, antara jam 9.30 pagi dan 1 petang, 22 Januari lalu.

Tuduhan dijalankan mengikut Seksyen 371(1) Kanun Keseksaan yang membawa hukuman penjara maksimum 20 tahun dan boleh dikenakan sebat.

Bagaimanapun, kesemua tertuduh merupakan pesalah juvenil dan hukuman tertakluk kepada Akta Kanak-kanak 2001.

Mahkamah membenarkan dua tertuduh yang tidak mengaku salah diikat jamin RM2,000.

Tertuduh yang mengaku merogol mangsa pula tidak dibenarkan sebarang jaminan kerana sudah ditempatkan di Sekolah Tunas Bakti, Taiping.

Isnin, 8 Disember 2014

14 Siswi SMP Dicabuli Kasek


BATAM - Pelecehan seksual terhadap pelajar terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau. Sebanyak 14 siswi sebuah SMP Negeri di Batam Center menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh kepala sekolah.

Orangtua 14 siswi tersebut sudah mendatangi Komite Sekolah dan meminta pertanggungjawaban dari pelaku. Ar, anggota Komite Sekolah, mengatakan, bentuk pelecehan yang dilakukan pelaku beragam dan tidak dalam waktu bersamaan.

“Alasannya beragam saat memanggil 14 siswi tersebut. Ada yang dipanggil dengan alasan roknya terlalu pendek, nilainya kurang, dan ujungnya adalah pelecehan seksual,” tutur Ar, Selasa (16/4).

Peristiwa pelecehan, kata dia, berlangsung sebulan lalu.

Para korban adalah siswa kelas VIII dan IX. Para siswi diancam agar tak buka mulut usai mengalami pelecehan. Kasus ini baru diketahui orangtua murid beberapa hari terakhir. Para korban sudah dibawa ke Mapolresta Barelang pada Senin kemarin untuk dimintai keterangan.

Dicopot dari Jabatannya.
Kelakukan Her, Kepala SMP 28 Taman Raya, Batam, yang menggauli 14 siswinya dinilai mencoreng dunia pendidikan. Meski proses hukum masih berjalan dan Herizon hingga kini belum ditangkap, tidak memengaruhi keputusan Wakil Walikota Batam Rudi, untuk mencopotnya dari jabatan kepala sekolah.

Rudi datang ke Mapolresta Barelang bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin. Dia langsung menemui para siswi yang diduga menjadi korban pencabulan Herizon. Selain memberi dukungan moril, Rudi juga menemui orangtua para siswi.

“Terhitung hari  Herizon dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah. Proses hukum kita serahkan sepenuhnya ke polisi,” ujar Rudi usai melakukan kunjungan.

Sementara itu, Ucok, orangtua salahsatu korban mengaku dendam pada pelaku. Dia berharap polisi segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman setimpal. Seperti diberitakan, peristiwa pelecehan terjadi sebulan lalu dan para korban merupakan siswa Kelas VIII dan IX.

Modusnya, pelaku memanggil para korban ke ruangannya dengan sejumlah alasan, mulai dari rok terlalu pendek hingga nilai korbannya rendah. Bentuk pelecehannya juga beragam. Usai beraksi pelaku mengancam tiap korban agar tidak membeberkan perbuatannya ke orang lain.

Kasek Dirawat di RS.
Kepala sebuah SMP Negeri di Batam yang mencabuli belasan siswinya kini terbaring lemah di salahsatu rumah sakit di kota itu. Dia diduga mengalami stres akibat kasus ini. Namun, ada pula informasi yang menyebut, kepsek berinisial He tersebut meminum racun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, He dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros di Jalan Gajah Mada, Batam, Kepulauan Riau, dini hari tadi. Kondisi tubuhnya terus melemah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, membenarkan He dirawat.

Hingga pagi tadi, He masih berada di ruang ICU karena kondisinya belum stabil. Kendati demikian, dia membantah He di rumah sakit karena menenggak racun serangga. ”Mungkin karena stres, makanya beliau sakit,” ujar Muslim, di lokasi.

Sebelumnya, proses penyidikan kasus pelecehan seksual terhadap 14 siswi SMP korban pencabulan mendapat titik terang. Dari penyelidikan terungkap, jumlah korban bertambah lima orang sehingga menjadi 19 orang.

Selain jumlah korban bertambah, penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polresta Barelang juga sudah mengeluarkan surat penangkapan terhadap He.

Nurul Izzah, suami setuju hak penjagaan anak


KUALA LUMPUR - Naib Presiden PKR, Nurul Izzah Anwar dan suaminya, Raja Ahmad Shahir Iskandar Raja Salim mencapai persetujuan mengenai hak penjagaan bersama dua anak mereka.
  
Persetujuan secara prinsip itu direkodkan Pendaftar Mahkamah Tinggi Syariah Muhammad Fateh Saleh di dalam kamarnya di sini hari ini.
  
Nurul Izzah yang diwakili peguam Nor Mawaddah Ramli dan suaminya, diwakili peguam Azmi Mohd Rais, menghadiri prosiding itu.
  
Ketika ditemui pemberita, Azmi berkata bagaimanapun persetujuan itu masih belum dijadikan perintah secara rasmi berikutan Hakim Amran Mat Zain sedang bercuti.
  
Azmi berkata terma-terma lain seperti tempat tinggal dan hak lawatan ke atas dua anak mereka itu akan diputuskan semula apabila kes itu disebut pada 15 Januari depan.
  
Pada 29 Oktober lepas, pasangan itu masih cuba mencari penyelesaian terbaik bagi menyelesaikan isu hak penjagaan anak (hadanah) yang difailkan Ahli Parlimen Lembah Pantai itu.
  
Nurul Izzah, yang juga Naib Presiden PKR, memfailkan permohonan hadanah itu pada 30 April lepas mengikut Seksyen 81 Akta Undang-undang Keluarga Islam Wilayah Persekutuan 1984.
  
Nurul Izzah dan Raja Ahmad Shahrir Iskandar berkahwin pada 9 Mei 2003 dan dikurniakan seorang anak perempuan berumur tujuh tahun dan seorang anak lelaki berusia empat tahun.
  
Sementara itu, Hakim Mahkamah Rendah Syariah juga menetapkan tarikh sama (15 Januari depan) untuk sebutan semula kes cerai pasangan itu berikutan Raja Ahmad Shahir Iskandar memohon untuk memfailkan semakan terhadap Laporan Jawatankuasa Pendamai (JKP) yang diperolehi sebelum ini.

Rabu, 3 Disember 2014

Berdalih Ibunya Sakit, Gadis Disetubuhi diruang tamu


SLEMAN - Berdalih menyuruh menjenguk ibunya yang tengah terbaring sakit di rumah, AW (19) nekat menyetubuhi kekasihnya, DK (20) di ruang tamu rumah pelaku yang beralamat di Margoagung, Seyegan, Sleman.

Awal mula kejadian, Senin (17/11/2014), semula korban datang ke rumah pelaku bermaksud menengok ibu pelaku yang tengah terbaring sakit. Setelah menjenguk ibu pelaku di kamar, kemudian korban duduk di sofa ruang tamu bersama pelaku yang duduknya agak berjauhan.

"Tiba-tiba pelaku mendekati korban dan menarik kedua kaki korban sehingga posisi korban menjadi rebahan di sofa dan pelaku memaksa berhubungan layaknya suami istri," jelas Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Alaal Prasetyo, Selasa (18/11/2014).

Dijelaskan saat itu korban sempat berontak dan menendang pelaku. Akan tetapi pelaku langsung menindih badan korban kemudian dengan paksa melepas celana korban selanjutnya pelaku langsung menyetubuhi korban.

"Setelah itu korban menghubungi temannya dan memberitahukan keadaanya via sms. Selanjutnya teman tersebut melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Seyegan dan bersama-sama datang ke TKP," jelas Alaal.

Lantas setelah petugas datang pelaku diamankan dan dibawa ke Polres Sleman untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini pihak penyidik tengah menunggu hasil visum dari rumah sakit.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Attention

Ads

Catatan Popular

FREE WEBSITE - GRATIS !!

Tukaran Mata Wang [ Currency exchange ]


Tukaran mata wang
 terkini:


Unit

Daripada

Kepada