Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA MENARIK MALAYSIA - INDONESIA - BRUNEI DS - SINGAPURA

Selasa, 24 Mei 2016

Sakit hati punca gadis dirogol, dirodok cangkul

JAKARTA - Polis mendedahkan, motif pembunuhan Enno Farihah, 19, yang dirogol dan dirodok dengan cangkul pada kemaluannya adalah disebabkan sakit hati.

Suspek Imam Alias, 24, Arif Alias, 24, dan Rai, 16 tahun pelajar sekolah menengah kini ditahan pihak berkuasa.

Menurut polis, Awi Setiyani, motif ketiga-tiga pelaku iaitu Arif adalah kerana sering diejek hodoh, Rai pula kerana menolak ajakannya untuk bersetubuh manakala Imam kerana cintanya ditolak.

"Ketiga-tiga pelaku tidak mengeluarkan sebarang kenyataan dan Awi berkata, pihak polis masih meneruskan siasatan terperinci mengenai kes ini," ujar pegawai terbabit.

Menurut polis, pembunuhan kejam ini berlaku ketika Rai yang mengaku kekasih mangsa, mengunjungi gadis itu di asrama tempatnya bekerja di Banten pada 12 Mei lalu.

Rai mengaku sempat bercium dengan mangsa namun gadis itu menolak ajakannya untuk melakukan hubungan seks.

Rai yang kesal dengan tolakan gadis itu kemudian meninggalkan bilik berkenaan dan bertemu dengan dua lagi pelaku Imam dan Arif.

Ketiga-tiga pelaku berpakat memperkosa mangsa dan menurut polis, ketiga-tiga mereka tidak mengenali antara satu sama lain dan hanya mengenali mangsa.

Eno ditemui dalam keadaan bogel dan hanya ditutupi bantal dan pakaiannya dengan banyak kesan luka dan pemegang cangkul masih pada kemaluannya.

Menurut polis, mangsa ditekap dengan bantal sehingga lemas selepas memperkosa mangsa sebelum suspek mengambil cangkul dan merodok ke kemaluan wanita itu.



Sabtu, 21 Mei 2016

Gadis Ini Diperkosa Belasan Pria

MANADO - Kasus pemerkosaan yang menewaskan Yuyun di Rejang Lebong Bengkulu belum tuntas diusut, kini muncul kasus pemerkosaan menimpa seorang gadis di Manado, Sulawesi Utara.

Namun kasus pemerkosaan di Manado tak mengakibatkan hilangnya nyawa korban.

Kasus tersebut terungkap dalam konferensi pers yang digelar Deputi Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulut di SwissBell Hotel, Manado, Sabtu (7/5) siang.

Dalam konferensi pers itu, pihak Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) ikut membawa orangtua korban kasus pemerkosaan dimaksud untuk menjelaskan masalah yang menimpa korban kepada pihak Deputi Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA bersama Badan PPPA Provinsi Sulut serta media masa yang ikut hadir.

Kepada wartawan, ibu dan ayah korban menjelaskan kronologis kasus yang dialami anak mereka.

Kata Rina, sang ibu korban, kasus tersebut bermula ketika anak mereka, sebut saja Bunga, diajak oleh Dua perempuan yang tak lain adalah tetangga mereka pergi ke Bolangitang, kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sulut pada Januari 2016 lalu.

Rabu, 18 Mei 2016

Diancam: Gadis Ini Terpaksa Layani Nafsu Bejat Ayah

PONTIANAK - Pengembangan penyidikan terhadap Kemi (37) mengungkap fakta bahwa perbuatan tak layak yang dilakukan terhadap anak kandungnya sendiri di bawah ancaman.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul mengatakan, saat itu korban bersama pelaku sedang membersihkan rumah kontrakan yang akan ditempati.

Seusai membersihkan rumah, timbul niat pelaku untuk melakukan perbuatan tercela tersebut.

"Korban ditampar sebanyak dua kali, dicekik lehernya, dan diancam dengan gergaji oleh pelaku untuk menuruti keinginannya," kata Andi Yul, Kamis (12/5/2016).

Setelah diperkosa, korban menceritakan perbuatan ayahnya itu kepada bibinya. Lalu sang bibi melapor ke polisi. Gerak cepat polisi kemudian berhasil membekuk pelaku dan langsung menahannya.

"Dari interogasi dan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui baru pertama kali melakukan perbuatan itu," kata Andi Yul.

Atas perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman selama 15 tahun.

Satuan Reserese Kriminal Polresta Pontianak menangkap seorang pria bernama Kemi (37) karena diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri.

Kemi ditangkap di rumah kakak iparnya di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (10/5/2016).

Pelaku mengaku nekat melakukan perbuatan tersebut karena saat itu istri keduanya baru saja habis melahirkan anak kelimanya.

Istri pertamanya, yaitu ibu korban, sudah lebih dari 5 tahun yang lalu meninggal dunia.

Korban merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari istri pertama pelaku.

“Selama ini, dia (korban) tinggal dengan bibinya, saya pergi merantau ke sana sini, baru beberapa bulan kembali dan mau tinggal di rumah kontrakan itu,” katanya.

Korban akan menjalani pemulihan dan ditangani oleh tim terpadu untuk penanganan korban kejahatan kekerasan seksual.

Isnin, 16 Mei 2016

Korban Perkosaan Sudah Dicabuli Sejak Usia Empat Tahun

SURABAYA - Cerita miris diungkap Polrestabes Surabaya tentang siswi SMP berusia 13 tahun korban pencabulan beramai-ramai delapan temannya yang juga masih di bawah umur di kawasan Kecamatan Gubeng, Surabaya.

Aksi tersebut ternyata sudah kerap terjadi sejak korban berusia empat tahun karena  divonis mengalami sex addict atau ketagihan seks.

"Bukan hanya ketagihan seks, korban juga mengalami ketagihan narkoba jenis pil Dobel L," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA), Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Jumat (13/5/2016), dikonfirmasi.

Korban yang  meminta sendiri kepada pelaku untuk "dilayani".

Tidak selalu bersamaan, namun satu per satu kepada salah satu dari delapan pelaku yang juga teman sekampungnya.

"Biasanya korban meminta imbalan pil Dobel L setelah melakukan," tambahnya.

Polisi mengamankan pelakunya yakni MI (9), MY (12), JS (14), AD (14), BS (12), LR (14), AS (14), dan HM (14).

AS adalah kali pertama pelaku yang melakukan pencabulan terhadap korban, saat korban berusia empat tahun.

Aksi itu berlanjut bahkan setiap hari, hingga pada akhirnya, pelaku mengajak tujuh teman-temannya, tiga diantaranya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Polisi  mencium aksi tersebut sejak awal pekan lalu, namun menunda penangkapan karena sebagian pelaku ada yang sedang melaksanakan Ujian Nasional.

Baru kemarin, polisi menangkap satu persatu pelaku di masing-masing sekolahnya.

Hingga hari ini, korban diinapkan di shelter khusus milik Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Surabaya, untuk dilakukan pemulihan dan pembinaan.

Sementara kepada delapan pelaku, polisi akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku bagi pelaku anak di bawah umur.

Wali Kota Surabaya menggelar pertemuan khusus dengan orangtua pelaku dan korban di Mapolrestabes Surabaya untuk membahas penanganan selanjutnya kasus tersebut.

Perbankan Syariah Indonesia Masih Kalah dengan Malaysia

JAKARTA - Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad menilai perbankan syariah Indonesia masih kalah dengan Malaysia. Dalam pengamatannya, kini market share perbankan syariah masih di bawah lima persen.

Sementara, di Malaysia, market share perbankan syariahnya sebesar 20-40 persen. "Kalau di Malaysia kan share-nya 20-40 persen. Artinya gini potensinya (perbankan syariah) besar, cuma tinggal tingkatkan kemampuan kita saja," ujarnya saat diwawancarai di Acara Annual Meeting Islamic Development Bank, di Jakarta, Senin (16/5/2016).

Menurut dia untuk meningkatkan market share perbankan syariah harus terus melakukan sosialisasi dan meningkatkan awareness mengenai industri perbankan syariah. Selain itu, katanya, OJK saat ini juga telah meluncurkan peta jalan atau roadmap keuangan syariah yang berisikan strategi dalam lima tahun ke depan bagi pelaku dan regulator terkait. "Kita terus dorong. Sekarang yang diperlukan jumlah nasabah diperbanyak, dan sosialisasi juga harus diperluas. Dalam roadmap juga aturannya juga sudah lengkap," ucapnya.

Walaupun market share  perbankan syariah belum baik, Muliaman optimistis dengan perkembangan perbankan syariah. Ia yakin, perbankan syariah bisa tumbuh berkembang.

Apalagi Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar. Ia menargetkan tahun ini market share perbankan syariah bisa tumbuh di atas lima persen.



Jumaat, 13 Mei 2016

Pelajar mendakwa dirogol bergilir-gilir

KUALA TERENGGANU - Padah keluar rumah secara ‘bersembunyi’ tanpa pengetahuan keluarga, seorang pelajar perempuan tingkatan tiga berdepan mimpi ngeri apabila mendakwa dirogol bergilir-gilir oleh beberapa lelaki tidak dikenali di sebuah bilik asrama di institut kemahiran di sini, kelmarin.

Menurut sumber, sebelum kejadian, mangsa berusia 15 tahun itu dikatakan telah keluar dari rumahnya secara senyap kira-kira jam 3 pagi dengan dijemput seorang lelaki yang juga rakan kepada rakan perempuannya.

“Kemudian, mangsa dibawa lelaki berkenaan berjumpa dengan rakan perempuannya itu di Pantai Batu Buruk, di sini, dan selepas puas berehat di taman rekreasi terbabit, mangsa dikatakan mengikut rakan perempuannya bersama dua lagi lelaki tidak dikenali menaiki sebuah kereta menuju ke sebuah bilik asrama di institut kemahiran berkenaan.

“Mangsa yang mempercayai rakan perempuannya itu langsung tidak mencurigai tindak tanduk mereka membawanya ke lokasi kejadian sebelum terkejut apabila dipaksa dan dirogol beberapa lelaki tidak dikenali yang ada di dalam bilik asrama itu secara bergilir-gilir,” katanya.

Jelas sumber, sebaik puas melepaskan nafsu, mangsa dihantar dua lelaki pulang ke rumahnya, namun semasa dalam perjalanan itu, kedua-dua lelaki berkenaan telah mengambil kesempatan sekali lagi dengan merogol mangsa di hadapan sebuah sekolah menengah di daerah ini, kira-kira jam 7 pagi, hari sama.

“Mangsa yang kecewa diperlakukan sedemikian telah bertindak menceritakan kejadian hitam itu kepada ibunya sebelum mereka sekeluarga mengambil keputusan membuat laporan polis di Balai Polis daerah Kuala Terengganu untuk tindakan lanjut.

“Susulan laporan diterima, polis menahan lima lelaki berusia antara 18 tahun hingga 22 tahun di sebuah asrama lelaki di bandar raya di sini, kira-kira jam 1.10 pagi tadi (semalam) untuk siasatan,” katanya.

Sementara itu, Majistret Raja Norshuzianna Shakila Raja Mamat membenarkan kelima-lima suspek direman selama tujuh hari sehingga Ahad depan untuk siasatan lanjut mengikut Seksyen 376 Kanun Keseksaan kerana merogol.

Dalam masa sama, Timbalan Ketua Polis Kuala Terengganu, Superintendan Sufian Sulaiman mengesahkan ada menerima laporan kejadian dan tangkapan suspek.

Isnin, 9 Mei 2016

Anggita Sari Kepergok Kembali Layani Pria Hidung Belang

SURABAYA  — Masih ingat dengan ATS (25), mucikari artis Anggita Sari?

ATS  kembali harus  berurusan dengan polisi saat kepergok melayani pria hidung belang di sebuah hotel di Surabaya, Kamis lalu.

Penangkapan ATS dibenarkan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Ruht Yeni.

"Setelah diperiksa, dia dipulangkan. ATS dalam kasus ini selaku korban," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/4/2016).

ATS adalah anggota grup media sosial yang menyediakan pekerja seks komersial (PSK).

Saat ini, operator grup tersebut sedang diburu oleh Tim PPA Polrestabes Surabaya.

Dalam pemeriksaan, ATS mengaku membutuhkan banyak uang untuk membayar pengacara saat dia terlibat kasus hukum karena menjadi mucikari artis Anggita Sari pada September 2015 lalu.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular

Tukaran Mata Wang [ Currency exchange ]


Tukaran mata wang
 terkini:


Unit

Daripada

Kepada