Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Isnin, 20 Februari 2017

Agustinus 15, Ternyata Hamil 5 Bulan

PEKANBARU - Curiga dengan kondisi fisik anaknya yang kian hari semakin besar, Agustinus berinisiatif memeriksanya ke dokter.

Ternyata kondisi tersebut disebabkan anaknya SRZ (15) tengah hamil lima bulan.

Terang saja Agustinus kaget mengingat anaknya itu masih berstatus pelajar.

Setelah mendapat kepastian pemeriksaan dari dokter ia pun menanyakan langsung perihal kehamilan tersebut pada SRZ.

Benar saja, SRZ sebelumnya sudah melakukan hubungan suami istri dengan pacarnya PAZ (21).

Perbuatan terlarang tersebut dilakukanya sebanyak tiga kali dalam bujuk rayu.

Tidak terima anaknya diperlakukan tidak senonoh, Agustinus melaporkannya ke Polisi.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Rachmat Wibowo, Selasa (24/1/2017) mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban.
"Pelaku masih lidik. Sebab dari keterangan korban sampai sekarang tidak diketahui lagi keberadaan pelaku," kata Rachmat Wibowo.

Perbuatan cabul tersebut dilakukan pada bulan Agustus 2016 silam.
Terlapor melakukannya di Jalan Lumba-Lumba, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Ahad, 12 Februari 2017

Pasangan berbogel dalam kereta dicekup

KUALA TERENGGANU - Akibat tidak cukup wang untuk menyewa hotel, sepasang kekasih sanggup memilih bermalam di dalam kereta sebelum dicekup polis dalam keadaan berbogel di kawasan parkir awam tepi jalan Pantai Batu Buruk, di sini, Jumaat lalu.

Pasangan berusia 20 tahun dan berasal dari Kelantan itu ditangkap kira-kira jam 3.30 pagi ketika anggota polis sedang menjalankan tugas ronda cegah jenayah di sekitar kawasan tersebut sebelum diserahkan kepada penguat kuasa Jabatan Hal Ehwal Agama Terengganu (JHEAT).

Pesuruhjaya Hal Ehwal Agama negeri, Datuk Wan Mohd Wan Ibrahim berkata, pasangan yang masih berstatus pelajar itu ditahan selepas anggota polis yang membuat rondaan keselamatan menemui sebuah kereta berada dalam keadaan mencurigakan.


“Suasana di persekitaran tersebut agak gelap menyebabkan anggota bertugas terpaksa menggunakan lampu picit bagi menyuluh melalui cermin hadapan dan cermin sisi belakang kenderaan itu untuk membuat pemeriksaan.

“Bagaimanapun, sejurus disuluh, anggota ternampak pasangan kekasih itu berada di bahagian kerusi belakang yang mana si lelaki dalam keadaan berbogel manakala pasangannya hanya memakai baju tanpa seluar,” katanya.

Wan Mohd berkata, terkejut dengan kehadiran pihak berkuasa, pasangan kekasih itu kelam kabut mencari pakaian masing-masing sebelum membuka pintu kereta untuk disoal siasat.

“Hasil siasatan mereka mengaku tidak mempunyai sebarang ikatan sah dan datang dari Kelantan semata-mata untuk bermadu asmara di sini bagi mengelak daripada dihidu ahli keluarga.

“Mereka juga mengaku terpaksa memilih tidur di dalam kereta kerana tidak mempunyai wang untuk menyewa hotel,” katanya.

Kedua-duanya ditahan mengikut Seksyen 29 Enakmen Kesalahan Jenayah Syariah (Takzir) Terengganu 2001 kerana persediaan melakukan zina.

Jumaat, 10 Februari 2017

Berebut Mencabuli Bocah 14 Tahun, Akhirnya Begini

MEDAN -- Rasa penyesalan diungkapkan oleh lima pelaku pemerkosaan yang berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polres Deliserdang Senin, (16/1/2017).

Saat diwawancarai www.tribun-medan.com tersangka RO (19) pun  menceritakan bagaimana mereka melampiaskan nafsunya kepada korban RJ (14).

"Kami melakukannya (mencabuli) bukan bergantian. Kami rebutan saat itu bang. Ya nyesal aku bang,"kata RO.

Sementara itu tersangka FR (18) yang disebut sebut oleh rekannya merupakan orang yang pertama kali mencabuli menyebut kalau korban memang sudah tidak perawan lagi.

Pria yang menyebut diri putus sekolah ini juga mengaku menyesali perbuatannya.

"Gak sampai nembaknya (klimaks) aku bang. Bukan aku aja yang melakukan tapi mereka juga," kata FR sembari menunjuk rekannya yang lain.

Kini kelimanya mesti menikmati jeruji besi karena diamankan polisi atas pasal pemerkosaan dan pencabulan.

Kapolres Deliserdang, AKBP Robert Da Costa menyebut kalau lokasi kejadian ini berada di areal Taman Buah Desa Pagar Merbau III Kecamatan Lubukpakam. Lokasi ini tepat berada di belakang komplek perkantoran Bupati Deliserdang.

Selasa, 7 Februari 2017

Foto Bugil Murid Disebar Karena Putuskan Hubungan Cinta

SIDOARJO - Sungguh memalukan Pak Guru FNF (21). Perilakunya jauh dari tuntunan bagai seoarng guru. Pasalnya FNF telah mempermalukan martabat Bunga (16, bukan nama sebenarnya).

Dia tega mengunggah foto-foto telanjang Anisa di media sosial (medsos) karena korban tak mau lagi menjalin hubungan dengan dirinya.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Manang Soebeti menuturkan FNF adalah guru Bunga.

Keduanya kemudian berpacaran. Pada masa berpacaran tersebut, keduanya telah melakukan hubungan intim.

Saat melakukan hubungan intim tersebut, FNF memotret tubuh Bunga.
"Kemudian keduanya putus dan tersangka pulang ke rumahnya di Jalan Laos Ngegong, Manguharjo, Madiun Kota," paparnya dalam rilis kasus di Mapolresta Sidoarjo, Senin (16/1/2017).

FNF lalu meminta Anisa untuk mengirimkan foto-foto telanjang terbaru sekaligus balik jadian. Namun Anisa menolaknya.

Tahu permintannya ditolak, FNF kemudian mengancam menyebarkan foto-foto telanjang yang telah dimiliki sebelumnya.

Bunga setuju mengirimkan foto-foto telanjangnya, namun tak mau pacaran lagi dengan tersangka.

"Tak terima, kemudian tersangka menyebar foto-foto itu ke facebook dan instagram. Di medsos itu, foto-foto korban disebar ke teman-teman tersangka dan juga teman korban," ungkap Manang.

Mengetahui hal ini orangtua korban tak terima kemudian melaporkan hal tersebut ke Polresta Sidoarjo.

Pada rilis kali ini, Polresta Sidoarjo juga menggelar kasus perkara KDRT, di mana seorang ayah (PN) membanting anaknya yang berusia 10 tahun hanya karena bermain game.

Selain itu, ada pula kasus trafficking, seorang mucikari berinisial FK menjual dua orang wanita kepada pria hidung belang.

Polresta Sidoarjo juga mengamankan AA yang menyewakan tempat untuk dijadikan panti pijat plus-plus di Sukodono.

Sabtu, 4 Februari 2017

Tukang Bakso Cabuli Anak Tiri dan Anak Kandung Sendiri

SIDOARJO - 'Raja Tega', istilah yang bisa disematkan kepada FNF dan H Kedua tahanan Polresta Sidoarjo ini telah merusak masa depan korban-korban pencabulannya.

Hal ini terungkap dalam irilis di Mapolresta Sidoarjo, Senin (16/1/2017).

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Manang Soebeti, mengatakan H telah mencabuli anak tiri dan bahkan anak kandungnya sendiri berulangkali.

"Kedua anaknya tersebut masih berusia 10 tahun," kata Manang.
Manang menuturkan tersangka baru beberapa bulan menikah lagi dengan seorang janda. Namun, kepercayaan tersebut dirusak dengan mencabuli anak tirinya.

Penyidikan lebih lanjut, ungkap Manang, tersangka juga pernah mencabuli putri kandungnya sendiri pada pernikahan sebelumnya.

"Istri pertamanya menceraikan tersangka karena ketahuan mencabuli putrinya sendiri. Namun, istri pertama korban tidak melapor ke polisi. Baru kejadian anak tirinya ini, tersangka dilaporkan oleh istri keduanya," sambung Manang.

Kepada penyidik, H yang tinggal di Dusun Mulyosejati, Desa Grinting, Tulangan, dan sehari-hari bekerja sebagai tukang bakso ini mengaku istrinya tak bisa melayani kebutuhan seksualnya karena bekerja hingga malam.

Akibatnya, gejolak seksual tersebut dialihkan kepada anak-anaknya.
"Korban sampai trauma psikis, dan sedang kami tangani untuk pemulihannya," ujar Manang.

Isnin, 30 Januari 2017

Remaja Ini 3 Kali Menyetubuhi DL

DENPASAR– Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Denpasar, Senin (16/1/2017), terus mendalami kasus dugaan

persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan dua remaja AS (19) dan DL (15).

Pada pemeriksaan yang dilakukan hari ini, terungkap bahwa keduanya sudah sempat melakukan hubungan badan layaknya suami-istri.

DL dan AS merajut tali asmara setelah sebelumnya saling mengenal satu sama lain melalui media sosial Facebook.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran

Nainggolan, mengatakan, pihaknya akan memproses kasus ini hingga tuntas.

Sebab, ada tindak pidana pelanggaran hukum yang dilakukan AS dan DL yakni persetubuhan di bawah umur.

Selama menginap di kamar kos kekasihnya, DL diketahui telah tiga kali melakukan hubungan badan dengan AS.

“Bukan soal atas unsur suka sama suka atau tidak. Tetapi ini kan masalahnya mereka masih di bawah umur. Kasus ini tentu kita proses sampai tuntas,” ujar Reinhard ketika dikonfirmasi.

Kini Satreskrim Polresta Denpasar tengah menantikan keluarnya hasil visum dari DL untuk dijadikan alat bukti.

Diberitakan sebelumnya, Aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Denpasar menangkap remaja yang diduga  menyetubuhi siswi di bawah umur, AS (19).

AS ditahan setelah membawa kabur siswi kelas dua SMP berinisial DL (15), hingga 11 hari lamanya.

Isnin, 23 Januari 2017

39 lelaki bogel di pusat peranginan

Gambar para peserta yang sedang melakukan aktiviti sambil berbogel di sebuah resort di Bentong di sini semalam.

BENTONG - Tindakan melampau 39 lelaki yang berbogel dalam satu aktiviti sukan di sebuah pusat peranginan di sini, semalam kini telah ditahan oleh sepasukan pihak polis.

Dalam kejadian kira-kira enam petang itu, peserta yang berumur antara 19 hingga 23 tahun berkenaan sedang melakukan satu aktiviti dalam sebuah kem motivasi yang dianjurkan oleh sebuah syarikat swasta.

Ketua Ketua Polis Daerah Bentong, Superintendan Mohamad Mansor Mohd Nor berkata pihaknya telah menerima panggilan telefon daripada orang awam pada jam 6.12 petang memberitahu ada sekumpulan lelaki yang tidak berpakaian (bogel) menjalankan aktiviti di padang permainan sebuah pusat peranginan di daerah ini.

Menurutnya, hasil siasatan awal mendapati kumpulan lelaki yang dilihat berbogel  adalah peserta kem motivasi.

“Terdapat 39 orang peserta  yang berumur antara 19 hingga 23 tahun yang menyertai kem motivasi ini dan 9 orang lagi merupakan wakil syarikat untuk menyelia program motivasi tersebut.

“Menurut kata ketua penyelia aktiviti, pada jam lebih kurang 5.30 petang semasa berada di permainan, peserta sedang bermain satu permainan yang dinamakan ‘All Out’ di mana para peserta yang sudah dibahagikan kepada beberapa kumpulan dikehendaki membuat garisan panjang dengan menggunakan alatan yang ada terlekat pada badan peserta.

“Semasa permainan ada para peserta mulai menanggalkan pakaian untuk membentuk garisan panjang dan menyebabkan keadaan berlarutan sehingga para peserta mula menanggalkan keseluruhan pakaian di badan mereka dan berbogel,” katanya kepada Sinar Harian ketika dihubungi di sini hari ini.

Mansor berkata, pengurus resort  ada memaklumkan bahawa pihaknya hanya menyediakan kemudahan seperti makanan, peralatan dan tempat tinggal untuk para peserta kem motivasi.

Pihak Resort telah dimaklumkn mengenai tentative program yang akan dijalankan tetapi tidak menyatakan secara spesifik jenis aktiviti yang hendak dijalankan.

Dalam pada itu, beliau berkata sepasukan polis telah memantau kumpulan tersebut  semasa mereka menjalankan aktiviti kumpulan dalam dewan resort tersebut

“Pihak kami telah  membuat serbuan dan tangkapan pada jam 12.30 tengah malam tadi semasa kumpulan masing-masing sedang menjalankan aktiviti berkumpulan di resort berkenaan.

“Seramai 39 peserta telah ditahan tahun termasuk sembilan wakil syarikat dan fasilitator bagi membantu siasatan di dalam kes ini,” katanya.

Tambahnya, seramai 46 lelaki dan dua perempuan kini disiasat di bawah Seksyen 294 (a) Kanun Keseksaan dan siasatan lanjut masih lagi diteruskan.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular