Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA MENARIK MALAYSIA - INDONESIA - BRUNEI DS - SINGAPURA

Selasa, 30 Jun 2015

Gadis 14 Tahun Ini Sudah Enam Kali Dicabuli

INDRALAYA -- Saromah (38), mendatangi kantor Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) unit Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Ogan Ilir (OI).

Kedatangan Ibu rumah tangga yang tercatat berdomisili di Desa Ibul Besar Kecamatan Pemulutan Kabupaten OI ke unit PPA Polres OI, lantaran mengadukan suaminya sendiri berinisial Rd (30) dengan tuduhan pencabulan terhadap anaknya berinisial Yeyen (14) yang merupakan putri Saromah dari hasil pernikahannya dengan suami pertamanya.

"Aku merasa tidak senang dio (Rd, red) telah nganuke anak aku," ujarnya.

Diceritakannya, perbuatan tak menyenangkan tersebut terhitung sudah enam kali dilakukan oleh suaminya itu terhadap putrinya.

Kemudian terakhir kali, disaat dirinya sedang tidak berada di rumah, pelaku kembali dan hendak melakukan pemerkosaan terhadap Yeyen.

Namun, upaya itu gagal karena, korban berusaha melawan dan berhasil meloloskan diri dari cengkaman sang ayah tiri. Dan melaporkan perbuatan yang telah dilakukan oleh ayah tirinya kepada ibu kandung yang tengah berada di Sungai.

"Aku pagi itu, sedang berada di Sungai, saat dirinya pergi, Yeyen tengah membersihkan rumah. Sedangkan, suaminya sedang tertidur pulas. Tak lama kemudian, anak aku datang sambil menangis dan berkata tak ingin lagi pulang ke rumah dan mau menginap di rumah neneknya," ujar Saromah.

Dirinya berpikir saat itu, Yeyen habis dimarahi suaminya lantaran suaminya itu kerap marah sama anak pertamanya dari suami pertamanya.

"Saya tahu jika suami saya berbuat cabul dan hendak memperkosa anak saya, dari pengakuan anak saya jika dirinya telah dicabuli," katanya. Laporan korban diterima Ka SPKT Polres OI Ipda Ruslan Abdul Gani.

Kapolres OI, AKBP Asep JS melalui Kanit PPA Brigpol Heriyanto membenarkan telah menerima laporan tersebut dan akan segera ditindaklanjuti. "Kita telah menerima laporannya, dan akan kita tindaklanjuti," tutupnya.


Jumaat, 26 Jun 2015

Mencabuli Keponakan, Tapi Mengaku Khilaf



JAKARTA  - S (38) yang ketahuan mencabuli keponakannya, RT (12), mengaku khilaf. Perbuatan asusila itu dilakukannya sejak RT duduk di kelas II SD.

"Dia bilangnya khilaf, kemungkinan punya kelainan (jiwa). Emangnya saya percaya? Gila! Udah kayak apaan aja. Sinting dia itu!" kata ayah korban, Sul (38), di Mapolretro Jakarta Utara.

Lelaki yang bekerja sebagai buruh bangunan itu mengaku tidak menyangka jika anaknya yang belum mengerti apa-apa sudah direnggut masa depannya. Meski demikian, Sul menyerahkan kasus tersebut untuk diproses oleh pihak berwajib.

"Anak saya masih bocah, Pak. Masa depannya masih panjang. Harusnya anak saya belum boleh tahu kejadian seperti ini. Kenapa mesti anak saya yang harus mengalami hal ini duluan," ujar Sul.

RT pertama kali melaporkan perbuatan pamannya itu kepada ibunya, Nur (35), pekan lalu. Siswi kelas IV SD itu mengeluhkan sakit pada alat kelaminnya ketika hendak berkemih.

RT pun menceritakan pengalaman pahitnya telah diperlakukan tidak senonoh oleh S. Betapa kagetnya Nur, begitu mengetahui jika anaknya dicabuli kakak iparnya.

RT didampingi keluarganya, akhirnya melaporkan hal tersebut ke Unit PPA Polrestro Jakarta Utara.


Awas! Beredar Gula Merah Bercampur Deterjen



BENGKULU - Para pedagang di Pasar Atas, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, mengeluhkan beredarnya gula merah diduga dicampur bubuk deterjen belakangan ini.

"Bahan bakunya sangat mengerikan, karena menggunakan deterjen dan pengawet dalam satu adonan dengan gula merah. Bahkan, gula merah itu juga dicampur dengan gula putih untuk tetap menjaga rasa," kata pedagang Pasar Atas, Kandar (39).

Ia mengaku beberapa kali mendapatkan gula merah oplosan tersebut. Ada pun ciri-ciri gula merah oplosan itu terlihat dari fisik gula yang lebih keras dan tidak mudah pecah.

"Kalau gula merah asli kan mudah pecah atau rapuh, kalau dicampur deterjen keras tak rapuh," katanya.

Selain itu, dari pewarnaan gula merah oplosan berwarna terang dan terdapat warna gula merah bercampur putih.

Rasanya juga sedikit berbeda, karena gula aren yang asli lebih pekat manisnya, sedangkan yang oplosan lebih gurih dan tidak terlalu manis.

"Harga sudah pasti lebih murah dibanding gula merah asli," ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM perindag), Suhandak, Pemda Rejang Lebong menyebutkan telah mendengar informasi tersebut dan melakukan langkah pencegahan


Rabu, 24 Jun 2015

Video Mesum Pelajar Gegerkan Warga Sragen


SRAGEN – Warga di Sambirejo digegerkan dengan beredarnya video mesum sepasang remaja yang salah satunya diketahui seorang siswi SMK berinisial DI (16).

Video berdurasi lebih dari dua menit itu akhirnya menggiring polisi untukmenangkap RDP (19) yang diketahui sebagai pemeran pria dalam video mesum tersebut, Kamis (11/6/2015).

Remaja asal Sambirejo itu terancam pasal persetubuhan dengan anak di bawah umur.

Tragisnya, pelaku tidak hanya mencabuli siswi kelas X tersebut, namun juga ditengarai sengaja merekam adegan mesumnya dan kemudian menyebarkannya ke rekan-rekannya.

Geger video mesum pelajar tersebut terungkap setelah menjadi bahan perbincangan di antara teman-teman pelaku yang mendapat kiriman video tersebut dari pelaku.

Video itu dibuat sekitar bulan Januari 2015 dan dikirim oleh pelaku melalui transfer lewat perangkat bluetooth ke HP rekan-rekannya.

“Iya, pelaku sudah kita amankan semalam dan ini masih dalam tahap pemeriksaan. Tahunya malah dari temannya yang dikirimi rekaman oleh pelaku. Dari situ kemudian tersebar dan akhirnya diketahui korbannya masih anak di bawah umur. Akhirnya kita lacak dan kita amankan,” papar Kapolres Sragen, AKBP Ari Wibowo didampingi Wakapolres Kompol Yudy Arto Wiyono, Kamis (11/6/2015).

Ahad, 21 Jun 2015

RDP Setubuhi Kegadisan IN, Video Mesumnya Tiba-tiba Muncul






SRAGEN – RDP (19) tersangka perkosaan terhadap anak di bawah umur yang merekam dan menyebarkan adegan mesumnya, korbannya terus bertambah.

Tidak hanya terhadap DI (16) siswi SMKN 1 Sambirejo, pelaku juga diketahui memerkosa seorang siswi SMK berinisial IN (16) warga Sambirejo.

Kronologisnya, awalnya RDP diperkenalkan dengan IN oleh teman korban berinisial R (16) yang tinggal di Kedawung.

Dari perkenalan itu, tersangka kemudian mengajak ketemuan dengan korban di rumahnya.

Sesampai di rumah tersangka, korban kemudian dirayu dan diajak untuk berhubungan intim. Mendapat ajakan itu, korban menolak.

Namun tersangka yang sudah kalap kemudian langsung merampas kontak sepeda motor korban dan Hanphonenya. Ia kemudian mengancam akan membuangnya jika korban tak menuruti keinginannya.

Mendapat ancaman itu, korban akhirnya tak berdaya dan terpaksa pasrah menuruti nafsu bejat tersangka.

Saat ini 14 Bahasa Daerah di Indonesia Telah Punah


Dr. Multamia Retno Mayekti Tawangsih

BENGKULU — Hingga saat ini, ada 14 bahasa daerah di Indonesia yang telah punah. Sementara itu, satu bahasa lagi hanya digunakan oleh satu orang dan dinyatakan nyaris musnah.

Hal ini disampaikan oleh staf ahli Komisi III DPD-RI, Multania Retno Mayekti Tawangsih Lauder, di Bengkulu, Senin (15/6/2015), terkait kunjungan penyusunan draf RUU bahasa daerah.

"Ada 14 bahasa yang telah punah, dan satu bahasa lagi nyaris punah karena penggunanya tinggal satu orang lagi," kata Multania.

Dari empat belas bahasa yang punah itu, 10 bahasa dari Maluku Tengah, yakni bahasa Hoti, Hukumina, Hulung, Serua, Te'un, Palumata, Loun, Moksela, Naka'ela, dan Nila. Dua bahasa lainnya dari Maluku Utara, yakni Ternateno dan Ibu. Adapun dua bahasa berasal dari Papua, yakni Saponi dan Mapia.

Menurut dia, kepunahan bahasa tersebut diakibatkan oleh sedikitnya pengguna. Hanya 13 bahasa di Nusantara yang penuturnya di atas satu juta jiwa. Sementara itu, Indonesia mempunyai 726 bahasa daerah, atau 640 bahasa menurut versi Unesco. "Ada banyak bahasa daerah yang penuturnya di bawah 100 orang," tambah dia.

Ke-13 bahasa daerah yang penuturnya di atas satu juta orang adalah bahasa Minangkabau, Batak, Rejang, Lampung, Sunda, Makassar, Aceh, Jawa, Bali, Sasak, Bugis, Madura, dan Melayu.

Dari aspek distribusi, bahasa daerah di Indonesia banyak tersebar di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan sedikit di Jawa dengan 20 bahasa.

Sementara itu, anggota DPD RI Dapil Bengkulu, Eni Khairani, mengatakan, DPD akan mengajukan RUU Bahasa Daerah dalam Prolegnas 2015 hingga 2019.


Isnin, 15 Jun 2015

Mahasiswa di Yogya Rekam Pacar Sahabatnya Saat Mandi






SLEMAN -  Seorang pemuda mesum yang masih berstatus mahasiswa perguruan tinggi swasta di Yogyakarta merekam pacar sahabatnya saat mandi di kamar mandi.

Bermodal rekaman itu, pelaku kemudian mengancam si korban akan menyebar video itu. Korban yang berinisial AM (23) adalah warga asli Papua. Kedatangannya di Yogya untuk liburan berkeliling ke beberapa tempat di Pulau Jawa.

Kepada wartawan, AM menceritakan tragedi bermula saat sekitar dua minggu lalu ia berkunjung ke Yogyakarta dan tinggal di rumah sahabatnya berinisial DS yang berada di Ngaglik, Sleman.

Setelah puas berlibur di Yogyakarta, ia bertolak ke Solo dan berlibur ke waterboom Pandawa, Solo, Jawa Tengah.

Setelah bersenang-senang di Solo, AM lantas melanjutkan perjalanan dan berpindah ke Malang, Jawa Timur, Sabtu (6/7/2015) kemarin.

"Pada saat saya di Malang, tiba-tiba ada pesan masuk di Facebook milik saya dan menyuruh saya untuk melakukan foto tidak senonoh," ujarnya Senin (8/6/2015).

Akun facebook tersebut bernama Ditha Solo. Si pemilik akun mengaku mendapatkan rekaman video telanjang AM saat mandi dan berganti baju di kolam renang Pandawa.

"Akun Ditha Solo itu juga mengirimkan beberapa screenshoot video saat saya sedang berganti baju melalui pesan di Facebook," jelasnya.

AM menambahkan setelah pelaku mengirimkan foto screenshot tersebut, pelaku melalui akun Ditha Solo memerintahkan korban agar mengirim foto selfie pada bagian muka, dada, serta kemaluan.

Pelaku juga mengancam akan menyebarkan video telanjangnya apabila korban tak segera mengirimkan foto terbaru yang ia minta.

"Saya sangat syok, bahkan pelaku juga menyuruh saya untuk berhubungan badan dengan pacar sahabat saya dan menyuruh saya untuk memotret aktivitas itu," urainya.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular

FREE WEBSITE - GRATIS !!

Tukaran Mata Wang [ Currency exchange ]


Tukaran mata wang
 terkini:


Unit

Daripada

Kepada