Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Sabtu, 13 Oktober 2018

Satu Sekolah SMP di Lampung 12 Siswinya Hamil

LAMPUNG - Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung Dwi Hafsah Handayani mengungkapkan temuan mengejutkan terkait sebuah SMP di Lampung.

Tribun-Video.com melansir TribunLampung.co.id, Selasa (2/10/2018), Hafsah mengatakan ada kejadian di mana satu SMP di Lampung ada 12 siswinya yang hamil.

Siswi tersebut terdiri dari kelas VII, VIII, IX.

"Sekolah bilang bersih. Tapi, cek di guru BK ternyata ada muridnya yang hamil," katanya dikutip dari TribunLampung.co.id.

Selain itu, Hafsah menyampaikan, dirinya pernah melakukan survei ke apotek di sekitar kampus dan daerah kos-kosan.

Dari survei tersebut diketahui, ada sekitar 100 kondom terjual dalam satu bulan sehingga hal tersebut telah memprihatinkan.

Dia juga menerangkan, sekolah pada dasarnya memegang peranan penting dalam memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi (kespro) kepada siswanya dan untuk mencegah pergaulan bebas.

Menurutnya, fokusnya bukan hanya pada kejadian tindakan asusila, tetapi upaya pencegahan.

Dia menyatakan, pihaknya telah menyelenggarakan program konseling kespro.

Programnya bukan hanya memberikan buku, tetapi juga mengajari guru cara mentransfer isi buku tersebut kepada siswanya

Khamis, 11 Oktober 2018

Pria di Karo Tega Rudapaksa Gadis Pujaannya

KARO - Seorang pria asal Simpang Empat, Kabupaten Karo, terpaksa mendekam di sel tahanan Polres Tanah Karo.

Pria bernama Andika Permana (26) tersebut ditahan akibat perbuatan senonoh terhadap seorang gadis berinisial L (16), asal Kota Pematangsiantar.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Karo AKP Ras Maju Tarigan, melalui Kanit PPA Aipda Rotua Sipayung, pelaku sudah lama mengintai korban.

Kurang lebih selama tiga minggu terakhir pelaku mengintai korban.

Pelaku yang merupakan sopir angkutan kota (angkot) hampir setiap hari melihat korban menunggu angkot.

"Korban sendiri masih sekolah di Pematangsiantar, tapi lari dari rumah. Dan di sini dia kerja di sebuah grosir. Jadi dari sering dilihatnya itu, pelaku mulai menaruh hati kepada si korban," ujar Rotua, Kamis (27/9/2018).

Rotua mengungkapkan, pelaku melancarkan aksinya di lokasi bekas gedung universitas swasta, Jalan UKA, Kabanjahe, Senin (24/8/2018).

Pertemuan keduanya bermula saat korban pulang kerja sekira pukul 23.00 WIB, kemudian pelaku menawarkan korban untuk naik ke angkotnya.

Sesampainya di lokasi tersebut, pelaku pun berniat untuk mengutarakan perasaannya.

"Namun, saat itu korban tidak bersedia memberikan jawaban, pelaku pun mulai berani melakukan aktivitas fisik ke korban di angkot miliknya. Bisa dikatakan modusnya ini cinta tak sampai lah," katanya.

Rotua mengatakan, pelaku berhasil diamankan usai korban menceritakan kejadian tersebut kepada teman kerjanya.

Kemudian rekan L menceritakannya ke pemilik grosir tempat korban bekerja.

Karena sudah dianggap sebagai tanggung jawabnya, pemilik grosir kemudian melapor ke Polres Tanah Karo.

Diketahui, pelaku sendiri sudah memiliki istri dan satu orang anak.

Namun, sudah pisah ranjang selama dua tahun.

Dirinya mengungkapkan, tidak menyesali perbuatannya.

Karena dirinya sudah terlanjur memiliki perasaan kepada korban dan siap jika diminta untuk bertanggung jawab.

"Yang aku sesalkan dia (korban) tidak menerima cintaku, kalau harus menikahinya aku siap. Karena sudah ku bilang, aku mau bertanggung jawab," katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku akan dikenakan pasal 81 ayat 1 dan 2 dan pasal 82 ayat 1 KUHP, tentang perlindungan anak.
Dengan ancaman hukuman minimal lima tahun, dan maksimal 15 tahun penjara.

Selasa, 9 Oktober 2018

Tiga Cewek dan Dua Cowok Diduga Pesta Seks

MAKASSAR - Tiga wanita di bawah umur diciduk Resmob Polsek Panakkukang, di Jl Pengayoman, Kota Makassar, Selasa (18/9/2018) malam.

Keempat wanita dibawah umur ini, Im (17), Ga (15) Sc (17) diciduk bersama dua rekan lelakinya, Sultan (20) dan An (17) di Penginapan Pondok Akik Hijau.

"Mereka ini diamankan anggota diduga lakukan seks komersial di kamar wisma," ungkap Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda F. Harahap saat dikonfirmasi.

Tim Resmob Polsek Panakkukang amankan lima terduga pelaku seks komersial ini dengan bukti, tiga alat kontrasepsi atau kondom, dan tiga unit handphone.

Saat ini kelima terduga pelaku seks komersial ini diamankan di Posko Tim Resmob Polsek Panakkukang.

Ahad, 7 Oktober 2018

Dicekoki Miras Siswi SMA Digilir 7 Orang

PASURUAN - Nahas dialami SB (16), remaja wanita yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pasuruan.

SB menjadi korban pemerkosaan oleh kekasihnya. Parahnya lagi, enam teman pacarnya juga ikut memerkosa SB secara bergiliran.

Ceritanya, korban ini baru jadian dengan kekasihnya yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini 5 September lalu.

Kekasihnya adalah CH (14), Anak Baru Gede (ABG) yang baru saja duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Keduanya saling kenal dari teman masing-masing. Sama-sama dikenalkan, keduanya akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan.

Tepat satu pekan lalu, CH mengajak korban main ke rumahnya di sebuah kecamatan di Pasuruan.

Korban tidak merasa takut dan curiga terhadap kekasihnya ini. Begitu sampai di rumah tersangka, korban diajak mampir sebentar untuk melepas lelah perjalanan dari Prigen ke Kejayan.

Selanjutnya, korban diajak ke rumah teman kekasihnya yakni MJ (17).

Di dalam rumah, ternyata bukan hanya MJ seorang diri, ada SA (17) dan empat tersangka lainnya yang masih dalam pengejaran.

Selanjutnya, korban diajak masuk ke dalam kamar MJ. Di sana, semuanya sedang pesta minuman keras (miras)

"Korban dipaksa minum miras itu. Sempat ditolak, namun terus dipaksa sampai akhirnya korban mau membuka mulutnya."

"Korban dicekoki miras beberapa kali, hingga akhirnya korban tak sadarkan diri. Kami juga masih mendalami, jenis miras apa yang digunakan anak-anak ini," kata Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono.

Dikatakan Raydian, selanjutnya, korban sudah tak sadarkan diri, Melihat posisi korban tak sadarkan diri, para tersangka ini pun bringas.

Mereka berlomba untuk segera melampiaskan nafsu bejatnya. Secara bergiliran, mereka memperkosa korban. Semuanya melakukan perbuatan itu.

"Selanjutnya korban diantarkan pulang oleh pacarnya. Sesampainya di rumah korban ditanyain orangtuanya dan menceritakan semuanya."

"Orangtua korban pun geram dan segera melapor ke polisi hari itu juga. Begitu laporan kami terima, kami langsung melakukan penyelidikan, dan hasilnya tiga orang tersangka kami tangkap, empat masih dalam pengejaran," jelas dia.

Raydian mengaku sangat prihatin dengan kejadian ini. Ia berpesan kepada orangtua semuanya untuk ikut mengawasi pergaulan anak-anak mereka.

Jangan dibiarkan, terus diawasi teman dan lingkungan sekolah atau lingkungan tempat bermain anak-anaknya.

"Intinya, kami akan usut tuntas kasus ini. Empat sisa tersangka akan kami tangkap. Kami juga akan memberantas peredaran miras. Sudah sejak awal, kami kibarkan bendera perang untuk pemberantasan miras dan narkoba," tambahnya.

Sementara itu, CH mengaku tidak berniat menyetubuhi kekasihnya itu. Ia berdalih, ia hanya mencium dan memegang tubuh korban yang tergeletak lemas akibat pengaruh miras.

"Yang memperkosa teman saya ini, saya kan hanya cium saja," akunya sambil menetaskan air mata.

Air mata penyesalan CH ini tak menghapus perbuatan bejat yang sudah dilakukannya. Sementara itu, MJ, menyebut dirinya tidak memperkosa korban.

Kata dia, korban yang meminta untuk diperkosa. Saat ini, ketiganya masih dalam pemeriksaan intensif oleh kepolisian

Ahad, 30 September 2018

Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Depan Pacar

DEMAK -- Seorang polisi gadungan di Demak, Jawa Tengah ditangkap usai melakukan pencabulan terhadap seorang siswi SMK.

Matrodli (33) warga Desa Berahan Kulon, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jateng diringkus jajaran Satreskrim Polres Demak.

Korban berinisial BP (16) diketahui masih duduk di bangku salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Demak.

Berikut fakta-fakta yang dirangkum Tribun-medan.com dari Kompas.com atas terjadinya aksi rudapaksa gadungan ini;

1. Dilakukan di depan pacar korban

Pelaku,Matrodli, melakukan aksi bejatnya tersebut di hadapan pacar korban.

Bukan itu saja, pelaku juga menyuruh pasangan remaja ini melakukan hubungan intim di depannya.

"Sebelum menyetubuhi korban, tersangka juga memaksa kedua kekasih itu melakukan hubungan intim di depannya," ungkap Wakapolres Demak, Kompol Ibnu Bagus Santoso, seusai gelar perkara pencabulan di Mapolres Demak, Senin (17/9/2018).

Peristiwa pencabulan tersebut terjadi pada Sabtu (8/9/2018) lalu.

2. Berawal dari sebuah warung internet (warnet)

Kejadian bermula ketika korban dan pelaku sama-sama sedang berada di sebuah warnet di wilayah Tlogosari, Semarang.

Pelaku saat itu sedang asyik bermain game online di salah satu bilik warnet.

Rupanya di sebelah pelaku terdapat korban dan sang kekasihnya yang tengah melakukan perbuatan asusila di dalam bilik warnet.

Merasa kesal dan terganggu, pelaku lantas mendatangi keduanya.

3. Mengaku sebagai anggota polisi

Pelaku langsung mengaku sebagai anggota polisi saat mendatangi pasangan remaja ini ke dalam bilik warnet.

Ia pun mengancam pasangan ini untuk membawanya ke kantor polisi.

"Tersangka mengaku sebagai anggota polisi dan mengancam akan membawa keduanya ke kantor karena didakwa telah berbuat mesum," beber Wakapolres Demak.

Karena percaya pelaku adalah anggota polisi, korban dan sang pacar lantas mengikuti semua perintah Matrodli.

Ahad, 23 September 2018

Tokoh Adat di Pasaman Barat Mencabuli Dua ABG

PADANG - Seorang oknum tokoh adat di Kabupaten Pasaman Barat berinisial RU diduga mencabuli dua Anak Baru Gede (ABG) yang masih di bawah umur, AT dan LH.

Akibat perbuatannya, RU diringkus aparat kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar).

Pria yang berumur 47 tahun itu tega mencabuli anak di bawah umur selama empat bulan lebih, dan kini sudah mendekam di balik jeruji besi Pola Sumbar.

Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Sumbar, AKBP Muchtar Siregar kepada Tribunpadang.com pada Senin (3/9/2018) mengatakan, akibat perbuatannya RU penyidik telah menjerat terduga pelaku berinisial RU dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," kata Muchtar.

Kasus dugaan pencabulan ini, lanjutnya, berawal dari adanya laporan pihak keluarga kedua korban pencabulan ke Polda Sumbar.

Dalam laporan itu, diketahui bahwa terduga pelaku sudah melakukan pencabulan terhadap kedua korban sejak akhir tahun 2017 hingga April 2018 kemarin.

"Petugas langsung melakukan penyelidikan. Setelah memeriksa kedua korban dan melakukan visum, termasuk memintai ketetangan sejumlah saksi, dan bukti pun dianggap telah cukup, barulah diakukan penangkapan terhadap pelaku. Pelaku kami tangkap pada Jumat (31/8/2018) di rumahnya. Saat ditangkap, pelaku tak melawan dan mengakui perbuatannya," ujar Muchtar.

Kepada penyidik, tambah Muchtar, pelaku mengaku mencabuli kedua korban di saat istri pelaku tidak di rumah.

Kedua korban merupakan tetangga dari pelaku.

Awalnya pelaku memanggil korban yang bermain di dekat rumah pelaku untuk masuk ke dalam rumah.

Setiba di dalam rumah, pelaku pun kemudian langsung meraba bagian intim pelaku.

"Korban sempat menolak, namun setelah dipaksa dan diancam, korban pun akhirnya pasrah tak berdaya. Namun saat ditanya penyidik kenapa pelaku nekat mencabuli kedua korban, pelaku bungkam.

Selasa, 18 September 2018

Cabuli Siswi SD hingga Hamil

PEKANBARU - Seorang siswi kelas 6 SD di Pekanbaru hamil 7 bulan.

Kehamilan tersebut diduga merupakan akibat dari pencabulan yang dilakukan kakek dan paman siswi berinisial SH (14) itu.

Nr, ibu kandung SH, telah mengadukan kedua terduga pelaku, US (60) dan RP (55), ke Lembaga Bantuan Perlindungan Perempuan dan Anak Riau (LBP2AR).

Dilansir Tribun-Video.com dari TribunPekanbaru.com, Sabtu (1/9/2018), korban sempat enggan menceritakan kejadian yang dialaminya.

Namun, ia akhirnya mengaku pada LBP2AR bahwa dirinya pernah dibawa RP ke hotel.

Kedua pria yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban itu disebutkan memang sering mengajak korban pergi.

Korban juga mengatakan bahwa ia kerap diminta melayani kedua terduga pelaku secara bergantian.

"Korban mengaku kalau dia sering diajak kedua pelaku. Mereka ini antara bawahan dan atasan yang bekerja di kampus swasta di Pekanbaru ini," beber Ketua LBP2AR Rosmaini.

Diberitakan Kompas.com, awalnya Nr diberi tahu tetangga bahwa perut putrinya buncit.

Namun, SH tak memberi jawaban saat ditanyai oleh sang ibu mengnai hal itu.

"Saya tidak tahu kalau dia (korban) hamil. Itu karena tetangga yang cerita sama saya kalau anak saya perutnya buncit," ujar Nr, Jumat (31/8/2018).

Ia pun dibawa Nr periksa ke puskesmas.

Rupanya hasil pemeriksaan menyatakan SH positif hamil 7 bulan.

Maka dari itu Nr mengadu ke LBP2AR dan didampingi untuk melapor ke Polresta Pekanbaru.

"Kasus ini sudah kita laporkan. Kita berharap pelaku dapat ditangkap," ucap Rosmaini.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular