Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Jumaat, 23 Jun 2017

Terbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur

GRESIK - Majelis hakim memvonis Mustaqim (49) pidana tiga tahun enam bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan.

Sekretaris Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, itu dinyatakan bersalah dalam perkara tindakan asusila terhadap pelajar sekolah menengah atas.  

Vonis majelis hakim di Pengadilan Negeri Gresik, Selasa (6/6/2017), lebih ringan dibandingkan hukuman minimal sesuai Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Meski demikian, Mustaqim yang didampingi penasehat hukum M Aziz, menyatakan pikir-pikir apakah akan menerima putusan tersebut atau mengajukan banding.

"Pikir-pikir yang mulia," kata Mustaqim usai konsultasi dengan kuasa hukumnya.

Kasu ini diawali dengan Mustaqim merayu korban, SA (17), siswi kelas III agar mau berhubungan intim dengannya. Hal itu terjadi pada Agustus 2016 silam.

Rayaun-rayuan itu disampaikan terdakwa kepada korban menjalani praktik kerja lapangan di Desa Menganti, Kecamatan Menganti.

Terdakwa menjanjikan kepada SA akan menikahi setelah menceraikan istri pertama. Setelah menggaulinya di sebuah hotel di Surabaya, Mustaqim hanya menikahi siri korban dan mendapat perhiasan dan motor.

Kecewa, korban memilih melapokan perbuatan Mustaqim ke Polres Gresik.

"Terdakwa Mustaqim terbukti bersalah dengan tipu muslihat telah menyetubuhi anak dibawah umur," kata hakim ketua Ketut Tirta dalam putusannya.

Ahad, 18 Jun 2017

Ternyata Sudah Hubungan Intim Berulang Kali

MANADO - RJ, ibu rumah tangga di Kecamatan Malalayang datang ke Polresta Manado, Sabtu (3/6) untuk melaporkan SK (16) warga Sario.

Menurut pengakuan IRT tersebut, anaknya sebut saja Jingga (17) telah disetubuhi oleh SK berulang kali.

Kecurigaan sang ibu berawal ketika ia membuka Handpone milik anaknya, dan mendapati video sang buah hati sedang berpelukan bersama SK di rumah terlapor.

Mendapati video tersebut, sang ibu langsung menanyakan kebenaran dari video tersebut.

"Saya langsung tanya ke dia, apa saja yang pernah mereka lakukan," ujar sang ibu ke petugas SPKT Polresta Manado.

Sang ibu juga menuturkan bahwa anaknya kemudian mengakui sudah berkali-kali ke rumah SK yang tak lain adalah pacarnya.

"Saya seakan tak percaya, padahal sebentar lagi dia akan kuliah," kata sang ibunda.

Mendengar laporan tersebut, Tim Paniki Timnas Satu Polresta Manado dibawah pimpinan Aipda Jemmy Mokodompit langsung menuju rumah terlapor.

"Kami amankan tersangka dirumahnya dan ia pun mengakui sudaj berapa kali menyetubuhi korban," kata Mokompit, Minggu (4/6) sore tadi.

SK Langsung digiring ke Polresta Manado untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Tersangka saat ini sudah kami amankan di Polresta Manado dan sedang diperiksa penyidik," tandas Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi.

Rabu, 14 Jun 2017

Banyak Pasangan Mesum Kencan di Hotel di Bulan Puasa

SURABAYA - Sebanyak lima pasangan mesum dan dua PSK terjaring razia, Selasa (30/5/2017) malam.

Razia dilakukan tim gabungan Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Satpol PP Pemkot Surabaya untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat) selama bulan Ramadan.

Mereka digerebek saat berada di Hotel Hasma Jaya di Jalan Pasar Kembang Surabaya.

Lima pasang pria dan wanita yang bukan suami istri sedang selingkuh di kamar hotel, yakni SA (32) asal Bali dan TA (37) asal Jalan Ploso Surabaya. AW (21) asal Tuban dan AS (20) Jalan Kalimas Surabaya.

Lalu TS (54) asal Embong Malang Surabaya dan YR (45) asal Dukuh Kupang Surabaya, RD (35) asal Jalan Tambak Pring Surabaya dan MF (35) asal Simorejo Surabaya, HD (52) asal Tropodo Sidoarjo dan AL (21) asal Jalan Simorejo Sari Surabaya.

Sedangkan dua PSK yang diamankan, yakni KT (27) warga Kapas Madya Barat Surabaya, RT (26) asal Jombang.

Petugas juga mengamankan seorang pria yang diduga melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yakni AW asal Jalan Gersikan Surabaya.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni yang memimpin razia menuturkan, razia ini merupakan bagian dari Surabaya Tertib Ramadan 2017.

Kegiatan ini terus digeber di lokasi-lokasi yang ditengarai jadi tempat prostitusi atau mesum.

"Pelaku trafficking (perdagangan orang) akan kami sidik di Unit PPA, sedang lima pasangan mesum ditangani Satpol PP,” kata Ruth Yeni.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Surabaya, Ndari menambahkan, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap mereka pasangan bukan suami istri yang terkena razia pada malam Ramadan.

Razia ini juga menyangkut soal Perda 23 tahun 2012 dalam Pasal 26 huruf C Tentang Kepariwisataan.

“Mereka pengusaha (pengelola hotel) ini telah melakukan pelanggaran. Tempat ini memang ada izin dari Dinas Pariwisata, namun mereka tidak melakukan sesuai dengan keperuntukkannya," cetus Ndari.

Karena melanggar, petugas terpaksa melakukan penghentian kegiatan mereka dan pengusaha itu akan dipangil ke kantor Satpol PP.

Sabtu, 10 Jun 2017

PNS di Kupang Digerebek Sedang Bugil

KUPANG - Warga Kelurahan Nun Baun Delha digerebek saat sedang tidur tanpa busana dengan wanita idaman lain (WIL) di salah satu hotel di Kota Kupang dalam operasi pekat yang dilakukan oleh Polres Kupang Kota pada Selasa (30 /5/2017) pagi.

Warga tersebut sudah memiliki istri dan sudah menikah resmi.

Selingkuhannya adalah warga dari jalan Tuak Daun Merah (TDM) V.

Informasi yang diperoleh Wartawan, bahwa warga NBD itu menghubungi WIL melalui telepon untuk ke Hotel Neo Aston Kupang untuk memesan kamar di Hotel Neo by Aston.

Warga NBD yang memiliki pekerjaan sebagai ASN ini datang ke hotel sekitar pukul 04.00 wita dengan menggunakan mobil dan dia dijemput oleh WIL di tempat parkir lalu mereka masuk ke dalam kamar hotel.

Polisi yang mendapat laporan soal keberadaan dan perbuatan pasangan ini datang ke Hotel Neo Aston Kupang.

Aparat kepolisian Polres Kupang Kota mengamankan kedua orang tersebut di dalam kamar dengan kondisi bugil.

Keduanya langsung diamankan ke Mapolres Kupang kota untuk proses lebih lanjut.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anton Ch Nugroho, SH MHum yang dikonfirmasi, Rabu (31 /5/2017) mengenai informasi penangkapan pasangan selingkuh mengatakan, kasus tersebut masih diproses.

Rabu, 7 Jun 2017

Pencabul Anak Ini Tutup Mulut Korban

PAPUA – Satuan Reserse Kriminal Polres Biak Numfor, Papua, menangkap seorang pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur berinisial LD (36), Jum’at (26/5/2017).

Pelaku ditangkap setelah melakukan tindak pidana pelecehan seksual terhadap seorang anak perempuan dengan inisial Da berusia 9 tahun pada Sabtu (20/5/2017) lalu di Kampung Inggupi Biak Kota.

Kapolres Biak Numfor AKBP H Hadi Wahyudi SIK melalui Kasat Reskrim AKP I Wayan Laba SH mengatakan hasil pemeriksaan awal penyidik terhadap korban diketahui pelaku sebelumnya meminta tolong kepada korban untuk membelikannya rokok.

Kemudian pelaku mengajak korban ke rumahnya sampai masuk ke dalam kamar.

Selanjutnya pelaku meraba korban dan memasukan jarinya ke bagian alat vital korban. Dengan spontan korban berteriak karena kesakitan.

“Pelaku yang takut kedengaran orang lain pelaku menutup mulut korban dan menyembunyikannya di bawah kolom tempat tidur. Setelah dianggap aman pelaku membawa korban keluar dari kamar dan mengancam agar tidak memberitahukan hal tersebut kepada siapapun,” ujar AKP I Wayan seperti dilansir dari Humas Polda Papua.

Pihak keluarga yang mengetahui hal tersebut setelah melihat anaknya merasakan sakit di bagian alat vitalnya.

Setelah dipaksa untuk menceritakan hal itu akhirnya korban menceritakan kejadian tersebut dan melaporkannya ke Polres Biak Numfor.

Dari pengakuan pelaku didepan penyidik, yang mengakuinya dan membenarkan bahwa telah melakukan pencabulan itu terhadap korban sebanyak tiga kali.

“Saat ini pelaku sudah ditahan di Polres Biak Numfor sebagaimana tercantum dalam surat pemberitahuan kepada keluarga pelaku dari kami selaku pihak penyidik tentang pemberitahuan penangkapan dan penahanan terhadap pelaku LD guna proses penyidikan,” ungkap Kasat Reskrim.

Pelaku dijerat sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ahad, 4 Jun 2017

Geger Aksi Pelecehan Seksual

SEMARANG - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang memiting leher pria tidak beridentitas.

Mereka berjalan keluar kerumunan karnaval Dugderan di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Rabu (24/5/2017) pagi.

"Ada ibu-ibu lapor ke saya. Paha anaknya digerayangi pria ini," kata petugas Satpol PP itu.

Pria itu tampak ketakutan dan mulanya dia tak mengakui perbuatan itu.

Petugas sempat memeriksa isi tas punggung yang dibawa pria itu. Isinya hanya botol bekas air mineral.

Mengantisipasi amukan massa, dua petugas Satpol PP menggelandang pria itu ke pos patroli motor (patmor) Sabhara Polrestabes Semarang.

Pos itu berada di kawasan Citraland lalu diinterograsi lima polisi unit Sabhara.

Mulanya para polisi itu menduga si pria mengalami gangguan jiwa.

Polisi pun berupaya melakukan tes psikologi, sebagai awal pemeriksaan.

"Tulis nama, tempat tanggal lahir, nama istri, alamat rumahmu sekarang. Tulis tangan ya," ujar Brigafdir Idris.

Pria yang tak membawa identitas itu pun menuruti.

Namanya Fadly, lahir di Kudus tanggal 9 Maret 1979.

Nama istri Siti Aisah. Alamat tinggal di Desa Jetak RT 6 RW 1, Kaliwungu, Kudus.

Idris pun menyuruh pria yang mengaku bernama Fadly itu mengulang penulisan di selembar kertas berbeda. Hasilnya sama.

"Berarti Fadly ini normal, tidak gila. Tulisan tangannya juga bagus," kata Idris sambil menunjukkan hasil tulisan itu.

Idris bertanya alasan Fadly menggerayangi dan meremas paha siswi saat karnaval Dugderan Semarang.

Fadly pun menjawab hanya humor.

"Kalau paha anak kamu digerayangi orang lain boleh tidak?" tanya Idris lagi.

Jawaban Fadly pun membuat lima petugas terpingkal-pingkal.

"Boleh pak. Kan humor," jawab Fadly singkat.

Petugas kepolisian pun masih mendalami keterangan Fadly, sembari menunggu kehadiran orangtua korban terduga pelecehan seksual.

Simak video detik-detik Satpol PP menangkap terduga pelaku pelecehan seksual siswi peserta karnaval Dugderan di fanspage Facebook tribunjateng.com

Rabu, 31 Mei 2017

Pelajar SMP Dijual Teman Sendiri Rp 600 Ribu

TANGERANG - Pelajar dijual oleh teman tongkrongannya di wilayah Ciledug, Tangerang pada akhir bulan lalu.

Orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Metro Jaya, Minggu (21/5/2017).

Ketua LBH Kosgoro Banten, Isram selaku kuasa hukum korban menjelaskan kronologi ikhwal peristiwa tersebut.

Saat itu, gadis yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP ini diajak bertemu oleh teman tongkrongannya yakni CN, RE, dan AD.

Setelah berjumpa, korban diajak ke wilayah Senen, Jakarta Pusat. Mereka berangkat menggunakan angkot putih yang dikemudian AD.

"Para pelaku ini tidak memberi tahu kepada korban mau dibawa ke mana dan tujuannya apa," ujar Isram kepada Warta Kota, Senin (22/5/2017).

Sesampai di lokasi, mereka menunggu di taman yang ada di kawasan Senen. Kemudian datanglah rekan para pelaku menemui mereka.

"Teman dari ketiga pelaku itu tiba-tiba membawa korban. Diajak ke Rusun yang ada di Senen," kata Isram.

Korban ketika itu dikenalkan oleh seorang pria. Lalu ketiga teman tongkrongannya itu pergi begitu saja meninggalkan pelajar berusia 14 tahun ini di rusun.

"Korban dijual oleh teman tongkrongannya itu kepada pria yang tidak dikenalnya seharga Rp. 600.000 untuk eksploitasi seks," ungkapnya.

Korban pun pulang ke rumah dalam keadaan menangis tersedu-sedu. Ia pulang dengan menggunakan taksi dan diongkosi oleh lelaki hidung belang tersebut.

"Kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke Unit PPA," tutur Isram.

Menurut Isram, kasus tersebut termasuk dalam kategori eksploitasi seksual terhadap anak Pasal 88 Jo Pasal 76 UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Kami sudah laporkan ke Polda Metro Jaya dan berharap agar pelaku segera diamankan agar kasus semacam ini tidak terulang lagi," katanya.

Sabtu, 27 Mei 2017

Pria Ini Tega Cabuli Anak Sendiri

PALI -  Entah apa dalam benak pikiran tersangka inisial IPI (32), warga Dusun I, Desa Curup Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Dia tega melakukan tindak terlarang dengan mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih berusia sembilan tahun, berinisial LA.

Atas kejadian pencabulan anak di bawah umur itu, HE (31), ibu kandung korban melapor ke polisi pada tanggal 27 April 2017, dan tertuang dalam LP.B/27/V/2017/Sumsel/Res ME/Sel. T.Abang. Dan tersangka ditangkap,  Senin (8/5/2017).

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada 25 April 2017 lalu, sekira pukul 02.00 wib, dini hari.

Di rumah kontrakan Daman di Desa Raja Barat, pada saat itu anak dan istri tersangka tertidur lelap, tersangka melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya.

Peristiwa memalukan itu, diketahui oleh istrinya ketika sedang memandikan korban pada siang hari melihat LA tidak berjalan seperti biasanya.

Melihat itu, ibu LA kemudian bawa LA ke dokter dan benar korban mengalami luka di bagian kemaluannya. Atas kejadian tersebut ibu korban melaporkan tersangka ke Polsek Tanah Abang.

Menindak laporan itu, tersangka ditangkap oleh petugas polisi, Senin (08-05-2017), sekira pukul 14.00 wib, tanpa perlawanan.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK melalui Kasubag Humas AKP Arsyad disampaikan Kapolsek Tanah Abang AKP Sibero membenarkan laporan tersebut dan tersangka dijerat undang-undang perlindungan anak.

“Tersangka dijerat Pasal 81 UU nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” katanya berbentuk pesan rilisnya di akun sosial media, Selasa (09-05-2017).

Dia mengatakan, tersangka ditangkap di Desa Siku, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, saat itu tersangka sedang tertidur usai mengemas elpiji.

“MendapatiInformasi tersangka ada di Siku, petugas langsung menuju ke lokasi dan ditangkap tanpa perlawanan dan kemudian langsung diamankan ke Polsek Tanah Abang,” jelasnya.

Rabu, 24 Mei 2017

Guru MTs Terangsang, 35 Siswinya Dicabuli

PONOROGO - Tidak ada yang tahu kejiwaan dan watak orang hanya melihat dari luarnya saja.

Bahkan seorang guru yang kerap dianggap punya jasa mulia membagikan ilmu kepada muridnya saja bisa lakukan hal biadab tak terpuji.

Kejadian dan kasus ini terjadi di sebuah Sekolah Agama yang dianggap pasti punya nilai ketaqwaan yang tinggi.

Ternyata, di dalamnya masih saja ada oknum orang-orang yang kejiwaannya terganggu dan cabul.

Kasus menimpa seorang pembina sekaligus guru di sekolah berbasiskan agama tersebut.

Pembina atau guru ekstrakulikuler Pramuka ini akhirnya kena batunya.

Ini setelah dia ditangkap polisi akibat perbuatan cabul yang dilakukan terhadap puluhan anak didiknya di sekolah.

Kasus yang sempat membuat geger dunia pendidikan ini terjadi di Kabupaten Ponorogo.

Apalagi itu terjadi di sekolah dengan latar belakang pendidikan yang kental nuansa agamanya.

AN (44), seorang pembina ekstrakulikuler Pramuka di salah satu MTs (setingkat SMP) di Kecamatan Ngrayun, Ponorogo ditangkap aparat Reskrim Polres setempat.

Gara-garanya, dia kerap memegang payudara dan pantat 35 siswi yang dilatih dalam kegiatan pramuka.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Darmawan, mengatakan, tersangka AN telah menjadi pembina Pramuka di MTs tersebut sejak empat tahun silam.

Namun perbuatan bejatnya mencabuli 35 siswi dilakukan mulai pertengahan tahun 2016 hingga awal 2017.

"Ini berarti, tersangka AN sudah melakukan perbuatan cabul dan bejatnya sekitar setengah tahun," ujarnya, Senin (8/5/2017).

Ulah pembina pramuka cabul ini terbongkar setelah tiga orang siswi yang menjadi korbannya berani melapor kepada kepala sekolah dan orang tuanya.

Tahu aksi bejatnya dilaporkan para siswi ke atasannya, tersangka AN tiba-tiba menghilang.

Dia tidak pernah masuk sekolah untuk melatih kegiatan ekstrakurikuler pramuka serta menjaga perpustakaan.

"Pelaku memilih kabur ke kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat," terang Rudi Darmawan.

Mendapati hal itu, pihak sekolah dan orang tua siswi akhirnya melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Setelah mendapat laporan, polisi langsung bergerak mencari keberadaan si AN. Termasuk mendatangi rumah anggota keluarganya di Sukabumi.

Sabtu, 20 Mei 2017

Sepasang Pelajar SMP Digerebek

BANGKA -- Sepasang remaja kedapatan berbuat mesum di sebuah kontrakan yang ada di kelurahan Koba, Bangka Tengah (bateng).

PY (15) dan FS (14) digerebek oleh satpol PP Kecamatan Koba atas aduan masyarakat yang curiga dengan keduanya yang sering berduaan di dalam kontrakan tersebut.

PY sendiri merupakan warga desa Kulur dan tidak bersekolah lagi, sedangkan FS merupakan warga Arung Dalam dan masih berstatus pelajar di salah satu sekolah di Koba.

Senin (1/5/2017) pagi, satpol PP kecamatan Koba yang dipimpin oleh kasi ketertiban umum, Hartono langsung mengamankan keduanya.

Ia mengatakan pihaknya harus mendobrak pintu kontrakan yang terletak di RT 15 tersebut karena saat diminta buka, tidak dilakukan.

"Kami sempat dobrak pintunya baru mereka keluar dari kamar, padahal kami sudah panggil agar mereka buka sendiri," ungkap Hartono.

Keduanya mengaku baru sekali melakukan hubungan layaknya suami istri pada hari Sabtu lalu.

"Mereka ini pacaran, yang perempuan ini (PY) memang agak nakal dan sudah empat hari kabur dari rumahnya," tambahnya.

Pihaknya saat ini sudah memanggil kedua orang tua masing-masing pasangan tersebut agar mengetahui kelakuan anaknya.

"Kami sudah panggil untuk datang kesini (kecamatan koba) agar bisa lebih mengawasi pergaulan dan kelakuan anak-anaknya. Jangan sampai kejadian ini terjadi lagi dan menjadi pelajaran," terangnya.

Keduanya pun harus membuat surat pernyataan agar tidak akan melakukan hal yang sama dikemudian hari.

"Kita tidak mau nanti malah terjadi sesuatu (hamil diluar nikah) dan berakhir dikepolisian walaupun sama-sama suka apalagi dilakukan oleh pelajar dan masih remaja tanggung," tambah Hartono.

Isnin, 15 Mei 2017

Penyebar Video Remaja Mesum

SURABAYA - Berkas pengunggah video mesum dua remaja mesum di kamar pas Lotte Mart dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri Surabaya.

Berkas yang masih diteliti pihak kejaksaan itu untuk menentukan apakah perkara yang disidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya layak dilanjutkan ke penuntutan atau tidak.

"Berkasnya masih kami teliti. Jika sudah layak, berkasnya akan kami nyatakan P 21," ujar Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Surabaya, Didik Adyoto, Sabtu (29/4/2017).

Dalam perkara ini penyidik menetapkan dua orang petugas keamanan Lotte Mart sebagai tersangka, yakni Sigit Setiawan (34) selaku komandan regu dan M Kusno (36), wakilnya.

Kedua petugas keamanan Lotte Mart itu ditetapkan tersangka setelah penyidik menggelar perkara dan mendapat hasil bukti ilmiah sejumlah ponsel milik saksi dari Labfor Polda Jatim.

Dari gelar perkara itu, Sigit sebagai pengirim pertama video ke grup WhatsApp yang beranggotakan para satpam, HRD dan pengawas nonfood Lotte Mart hingga berujung viral di berbagai media sosial.

Kasus ini bermula saat dua pasangan remaja tengah berhubungan intim di sebuah kamar ganti baju di Lotte Mart.

Aksi mesum itu dilaporkan salah satu petugas kepada Sigit. Selanjutnya Sigit menghampiri lokasi tempat keduanya mesum.

Cara yang dilakukan Sigit keliru. Ia meminta kedua ABG tidak mengenakan pakaian dalam dan memerintahnya berjalan menuju ruang petugas keamanan.

Saat itulah Sigit memerintahkan tersangka Kusno untuk merekam kedua pasangan mesum itu dalam kondisi bugil. Hasil rekaman video diunggah Sigit di akun Instagram Lambe_turah.

Akibat perbuatanya, kedua petugas keamanan Lotte Mart dijerat pasal 52 ayat 1 UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan melanggar pasal 35, Pasal 37 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, karena perbutannya dianggap menjadikan kedua remaja tersebut sebagai objek pornografi dengan melarang kedua remaja dalam video mesum itu mengenakan celana saat digerebek.

Jumaat, 12 Mei 2017

Gagahi Putri Kandungnya Hingga Hamil

MANADO - Anggun, gadis yang tinggal di Kecamatan Tuminting ini datang ke Polresta Manado, Senin (25/4) pukul 23.00 Wita.

Ia datang didampingi sang ibu guna melaporkan kasus dugaan pemerkosaan dari sang ayah tiri berinisial FM (30).

Ketika menceritakan kisah pilunya dihadapan petugas SPKT Polresta Manado, bibirnya tampak kaku nadanya pun terbata-bata.

Sang ibu yang menggunakan baju coklat tua pun tampak menguatkan buah hatinya dengan untuk menceritakan kisah pilunya.

"Awal kejadiannya sejak tahun 2014 pak," buka korban dengan nada terbata-bata.

Ketika ibu pergi keluar bekerja, ia selalu memaksakan kehendaknya untuk berhubungan badan.

"Kalau saya tidak mau dia selalu mengancam saya dengan pisau," jelas gadis 16 tahun itu.

Anggun juga mengaku lupa berapa kali FM melakukan hal itu kepadanya.

"Terakhir kali terjadi di akhir tahun kemarin," ucap dia.

Memasuki akhir bulan Januari 2017, Anggun mengaku sudah tidak mendapatkan tamu bulanan (Haid).

"Pada awal Februari saya sadar kalau sudah seminggu tidak turun haid. Lalu saya beli alat pengecek kehamilan dan pada pagi hari saya lihat ada dua garis merah yang keluar," ujar korban.

Mengetahui bahwa ia positif hamil, Anggun kemudian tak lagi masuk sekolah.

"Sesekali sering ke sekolah tapi tidak sampai, hanya pergi di rumah saudara, karena saya malu ke sekolah," aku dirinya.

Melihat anaknya sudah tak lagi pergi ke sekolah, sang ibu kemudian menanyakan penyebabnya.

"Awalnya dia bilang sakit, tapi ketika saya pegang kepalanya tidak panas. Selain itu dia juga terlihat murung," ujar sang ibu.

Mengetahui anaknya menyembunyikan sesuatu, sang ibu kemudian terus mendesak Anggun untuk menceritakan masalahnya.

"Saya kaget bukan main ketika dia bilang kalau hamil. Tapi saya lebih terpukul lagi ketika mengetahui kalau yang menghamilinya adalah suami saya sendiri," urai dirinya.

Dengan amarah yang sudah tidak tertahan lagi, sang ibu kemudian menarik anggun ke kantor polisi.

"Saya bilang kamu ganti baju, kita harus laporkan kasus ini," tegas ibu korban.

Usai mendapatkan laporan tersebut, Tim Sabhara Polresta Manado kemudian langsung menuju ke lokasi, dan mengamankan FM tanpa perlawanan.

Kapolresta Manado melalui  Kasubag Humas AKP Roly Sahelangi mengatakan tersangka sudah diamankan.

"Dan dia juga sudah mengakui perbuatannya. Selanjutnya tersangka akan kami proses berdasarkan aturan yang berlaku," ujarnya.

Selasa, 9 Mei 2017

Dua Cewek Cantik 'Jajakan Diri' di Internet

SAMARINDA - Unit Eksus Satreskrim Polresta Samarinda berhasil mengungkap prostitusi online, yang telah beroperasi kurang lebih setahun.

Pengungkapan tersebut berawal dari pantauan di media sosial dan juga informasi masyarakat, tentang adanya akun twitter yang memposting konten berbau pornografi, termasuk cuitan yang isinya mempromosikan diri untuk berkencan.

"Pantauan terhadap akun di media sosial yang berbau pornografi, sudah kita lakukan sejak awal tahun ini. Dan, dua akun ini memang terbukti melanggar UU ITE dan UU Pornografi, karena konten yang di posting berbau asusila maupun pornografi," ungkap Kanit Eksus Satresrim Polresta Samarinda, AKP Nono Rusmana, Selasa (25/4/2017).

Bahkan, kepolisian juga telah mengamankan dua cewek cantik, pemilik akun tersebut, yang diamankan di jalan Imam Bonjol, pada Selasa (25/4) dini hari tadi.

Kedua pelaku yang diamankan, diantaranya MK alias Nayla (17), dengan akun twitter bernama @naylanaz022 dan Jm alias Amel (22), dengan akun bernama @AmelSamarinda.

"Mereka tidak saling kenal, dan dari hasil pemeriksaan, mereka sendiri yang posting, termasuk foto yang ada di akun itu, ya foto mereka sendiri. Dan, mereka ini tidak dibawah naungan mucikari, mereka sendiri yang lakukan," ungkapnya.

Saat ini kepolisian masih mendalami lagi kasus tersebut, kendati akun tersebut menjurus kepada prostitusi online, namun kepolisian masih fokus terhadap perkara kasus pelanggaran ITE dan porografi.

Keduanya pun dijerat pasal 27 ayat 1 uu RI th 2008 tentang ITE dan atau pasal 29 UU RI no 44 th 2008.

Dari keduanya, polisi mengamankan barang bukti berupa screenshoot postingan di akun kedua pelaku, handphone dan kartu SIM.

Sabtu, 6 Mei 2017

Gadis 13 Tahun Diculik, Diperkosa Berkali-kali

MEDAN - Seorang gadis berusia 13 tahun berinisial PJS alias J diperkosa dengan cara keji, Jumat (21/4/2017).

Warga Dusun IV, Desa Hessa Parlompongan, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara ini diculik dari rumah saat tertidur lelap. Lalu dibawa ke perladangan sawit dan diperkosa oleh orang tak dikenal.

Informasi yang diperoleh Tribun, pada pukul 04.00 WIB pelaku masuk ke dalam rumah korban lewat jendela depan tanpa diketahui orangtua dan menculik korban.

Diduga kuat, pelaku menghipnotis korban sehingga korban menuruti permintaan pelaku.

Setelah berhasil keluar dari rumah korban, pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro yang tidak diketahui nomor platnya membawa korban ke perladangan sawit. Jaraknya sekitar 1,5 Km dari kediaman korban.

Di sana, korban  tersadar dan melawan. Karena tak mau aksinya diketahui warga, pelaku yang berciri-ciri tinggi sekitar 170 Cm dan tubuhnya berbau getah sawit ini kemudian melakban kedua tangan dan mulut korban.

Kemudian, pelaku memperkosa korban berulangkali.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kabur dan meninggalkan korban dalam keadaan tangan dan mulut terlakban.

Setelah pelaku pergi, korban berusaha keluar dari perladangan sawit dan akhirnya terduduk di depan rumah warga.

"Ketahuannya sekitar 05.45 WIB setelah salah seorang warga melihat korban tanpa pakaian terduduk dengan posisi kedua tangan dilakban. Lalu, kami turun ke lokasi mengecek peristiwa ini," kata Kapolsek Air Batu Asahan, AKP Martoni lewat selular, Jumat (21/4/2017).

Terkait pelaku, sambung Martoni, masih dalam penyelidikan. Pihaknya masih memintai keterangan kedua orangtua korban.

Selasa, 2 Mei 2017

Sediakan Jasa Seks dari Siswi SMA

Prostitusi online (instagram)


SURABAYA - Prostitusi online yang menawarkan layanan seksual dari para siswi SMA dibongkar Unit III Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Dalam bisnis esek-esek ini, seorang papi, SI alias Apunk Kumel (38) warga Jombang, dijebloskan ke tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Selama tiga bulan beroperasi, Apunk telah menjerumuskan sejumlah siswi SMA dari beberapa kota seperti Surabaya, Malang, Kediri, serta Mojokerto.

Terbongkarnya jaringan ini, setelah polisi melakukan patroli cyber di media sosial. Ternyata ada sebuah grup Facebook bernama 'Lendir' hingga akhirnya dilakukan pemantauan.

"Konsumen yang ingin menjadi konsumen atau memesan cewek harus masuk di grup Lendir," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (2/5/2017).

Di grup yang dikelola tersangka Apunk, banyak dipasang puluhan foto cewek yang bisa diajak kencan dengan imbalan sejumlah uang.

Wanita yang dijajakan kebanyakan masih di bawah umur dan masih duduk di bangku SMP dan SMA. Ada pula yang mahasiswi hingga perempuan dewasa yang oleh tersangka dijuliki Mahmud alias Mamah Muda.

Dalam grup itu, tersangka juga mencantumkan kontak BBM sehingga konsumen yang ingin memesan diminta tersangka untuk menyampaikan pesan melalui kontak BBM itu.

Tersangka Apunk juga sering melakukan broadcast pesan ke BBM milik konsumen yang ada di kontaknya untuk memberitahu jadwal booking.

Sekitar sepekan dipantau polisi, ada seorang konsumen minta dicarikan cewek berstatus siswi SMA untuk diajak kencan di Surabaya. Dalam kontak via BBM itu, tersangka menyanggupi, tapi tersangka membanderol Rp 1,2 juta dalam sekali kencan.

Ahad, 30 April 2017

Mesum Digerebek saat Asyik Ngamar di Losmen

GUNUNGKIDUL - Lima pasangan bukan suami istri diciduk oleh petugas gabungan dari Satpol PP DIY, Polda DIY, dan Satpol PP Gunungkidul pada razia pekat yang digelar di beberapa wilayah Gunungkidul, Rabu (19/4/2017).

Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP DIY, Edi Hartana, mengatakan, razia dilakukan di empat hotel kelas melati di Jalan Baron, Wonosari, Gunungkidul, dan di wilayah Kecamatan Tanjungsari.

Hasilnya lima pasangan, dua pasang muda-mudi dan tiga pasangan paruh baya, diciduk petugas setelah ketahuan asyik ngamar di dalam kamar hotel tersebut.

Mereka tidak dapat menunjukkan identitas sebagai pasangan resmi.

"Kami lakukan razia di beberapa lokasi hotel yang sebelumnya dilaporkan sering digunakan sebagai ajang mesum," ujar Edi, Rabu (19/4/2017).

Saat dilakukan penggerebekan, salah satu pasangan muda-mudi tersebut histeris dan sempat tidak mau dibawa petugas.

Mereka berdalih tidak mau dibawa karena sudah bertunangan.

"Kendati demikian, kami tetap membawa mereka karena tidak dapat menunjukkan bukti sebagai pasangan yang sah," tutur Edi.

Selasa, 25 April 2017

Polisi Dapati Pasangan Mesum di Guest House

SAMARINDA - Sat Sabhara Polresta Samarinda kembali turun ke jalan, melakukan cipta kondisi guna antisipasi tindak kejahatan yang terhadi di wilayah hukum kota tepian (sebutan Samarinda).

Kali ini, Sat Sabhara melakukan razia di sejumlah guest house dan juga penginapan, serta hotel kelas melati, dengan sasaran pendatang, serta pasangan yang bukan suami istri dan juga tindak kriminal lainnya, yang dilakukan mulai puku 09.30-11.00 wita, Senin (17/4).

Hasilnya, dari dua lokasi yang disambangi petugas, terdapat 11 orang yang terjaring, diantaranya lima pria dan enam wanita.

Bahkan, diketahui terdapat dua pasangan yang bukan suami istri, berada dalam satu kamar, lalu terdapat seorang wanita yang diamankan karena kedapatan memiliki inex, sabu dan ganja. Dan, yang lainnya tidak memiliki tanda pengenal.

"Jadi, dua lokasi yang kami datangi, guest house di jalan Kebaktian dan penginapan di jalan Gatot Subroto, kami amankan 11 orang ini, dan kami bawa ke Mako Polres untuk lakukan pendataan dan pembinaan," ungkap PS Oam Obvit Sat Sabhara Polresta Samarinda, Ipda Aan Suharmanto, Senin (17/4/2017).

"Ada pasangan yang bukan suami istri, karena saat itu mereka tidak bisa tunjukan buku nikah. Yang jelas, yang terjaring tidak ada anak dibawah umur, pelajar ataupun mahasiswa," tambahnya.

Lanjut dia menjelaskan, seorang wanita yang kedapatan memiliki narkoba, langsung di serahkan ke Satreskoba Polres, guna pemeriksaan maupun penyidikan lebih lanjut, sedangkan yang lainnya di lakukan pembinaan oleh Sar Binmas, dan akan dipulangkan.

"Kita ingin ciptakan kondisi yang aman di Samarida, makanya kami intens lakukan cipta kondisi. Dan, ini juga untuk tekan angka kriminalitas dan pelanggaran," ungkapnya.

Selasa, 18 April 2017

Penjaga Toko Ngaku Setubuhi Korban

BALI - Kasus pemerkosaan yang menimpa seorang pegawai toko berinisial TM (sebelumnya ditulis MD) hingga saat ini belum menemui titik terang.

Pihak kepolisian Sektor Gerokgak mengalami hambatan lantaran ketiga pria terduga pelaku mengaku tidak melakukan pemerkosaan.

Begitu pula dengan hasil visum yang dijalani oleh korban di RSUD Buleleng, Bali.

Hingga saat ini Kapolsek Gerokgak, Kompol Gusti Alit Putra mengaku belum menerima hasil pemeriksaan, dengan alasan tidak dikabari secara langsung oleh pihak RSUD Buleleng.

"Pihak rumah sakit janji akan menghubungi kami. Tapi ditunggu sampai jam 13.00, tidak ada berita. Setelah kami hubungi pihak RS dibilang sudah tutup kantor," katanya, Jumat (7/8/2017).

Kepada polisi, seorang terduga pelaku mengaku menyetubuhi korban atas dasar suka sama suka karena  pernah berhubungan intim dengan korban sebelumnya.

"Pengakuan salah satu terlapor seperti itu," ujarnya.

Meski belum mengakui perbuatannya, terduga pelaku yang diketahui bernama Junaidi, Rizal dan Hilal hingga saat ini masih diamankan di Makopolsek Gerokgak.

"Sampai saat ini diduga pelaku pemerkosaan tidak mengakui perbuatannya, dan kami masih melakukan upaya-upaya lidik," ungkap dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kabar pemerkosaan menggegerkan warga Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgal, Kabupaten Buleleng, Kamis (6/4/2017).

Korban yang diketahui berinisial TM mengaku diperkosa oleh tiga pria di sebuah toko tempatnya bekerja.

Korban diperkosa saat suasana toko siang itu sedang sepi.

Ketiga pria terduga pelaku, melancarkan aksinya dengan cara berpura-pura membeli kopi.

Mereka mendatangi korban, dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi di belakang toko.

Mulut korban dibekap, celananya dibuka paksa hingga robek.

Karena berontak, kaki dan tangan TM kemudian dipegang erat.

Mereka bertiga memperkosa TM bergiliran.

Setelah puas, mereka kemudian meninggalkan korban seorang diri dalam keadaan lemas dan pingsan.

Peristiwa ini sontak dilaporkan oleh korban bersama dengan orang tuanya, ke Makopolsek Gerokgak.

Selasa, 11 April 2017

Diancam Foto Tanpa Busana Disebar

LAMPUNG - Keluarga YL, korban pencabulan, keberatan dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang menyebutkan kasus pencabulan berawal dari YL yang menyerahkan masih mengenakan bra.

Keluarga mengatakan, YL tidak pernah memberikan fotonya ke terdakwa FR melalui Line.

Rizki, paman YL, menerangkan, YL memang mengenal FR sebagai teman sekolah ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama dua tahun.

Setelah itu, YL dan FR tidak pernah bertemu kembali.

Pada Januari 2016, YL ketika itu mengikuti tryout.

Selesai dari situ, YL berencana pulang bareng dengan teman-teman perempuannya namun teman-teman perempuannya pulang duluan.

Di tempat itulah, kata Rizki, YL bertemu FR, secara tidak sengaja.

Rizki mengatakan, FR menawarkan bantuan untuk mengantar pulang.

Bukannya diantar ke rumah, ujar Rizki, FR malah membawa YL ke sebuah tempat kos dan FR memaksa YL untuk membuka pakaiannya.

“Pada saat itulah, YL dipaksa buka baju lalu difoto oleh FR,” ucap Rizki.

Foto tersebut dijadikan bahan FR untuk memeras YL.

Menurut Rizki, FR mengancam akan menyebarkan foto tersebut jika tidak memberikan sejumlah uang yang dimintanya.

Pada pelaksanaan tryout kedua, FR kembali mendatangi YL.

“FR memaksa YL untuk ikut dengannya sambil dicaci maki dan mengancam akan menyebarkan foto. YL terpaksa ikut FR ke sebuah tempat kos,” jelas Rizki.

Di tempat kos itu, FR bersama tiga temannya yaitu AA, GF dan Dafiri mencabuli YL secara bergiliran.

Menurut Rizki, FR juga untuk ketiga kalinya mencabuli YL di tempat kos yang sama di tempat yang pertama.

Di dalam persidangan, majelis hakim menyatakan  tiga pelajar SMA yaitu FR, AA dan GF terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan korban YL.

Para terdakwa dihukum dengan hukuman berbeda.

Majelis hakim menghukum FR dengan pidana penjara selama delapan tahun.

Sedangkan AA dan GF dihukum pidana penjara selama lima tahun, sedangkan satu tersangka lain bernama Dafiri belum menjalani sidang karena sudah berstatus dewasa.

Sabtu, 8 April 2017

Diperkosa Tetangga Saat Ditinggal Orang Tuanya

DENPASAR – Kasus pemerkosaan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Kota Denpasar.
Kali ini, siswi sekolah menengah pertama berinisial EK (13).

Dirinya menjadi korban kejahatan seksual di rumah kos di Kawasan Denpasar Barat, Kamis (16/3/2017) malam.
Pelaku pemerkosaan gadis dibawah umur ini dikabarkan merupakan seorang pria berusia 27 tahun yang juga merupakan tetangga kos korban.

Kasus ini terjadi saat korban ditinggal sendiri oleh orang tua korban di kamar kosnya.

“Saat itu orang tua korban tengah berjualan di pasar, dan anaknya yang masih SMP sendiri di kos,” ucap sumber kepolisian, Jumat (17/3/2017).

Melihat korban tidak didampingi orangtua di kamar kos, pelaku pun melancarkan rayuan terhadap korban.
Korban kemudian digiring ke kamar kos pelaku untuk menyalurkan nafsu bejatnya.

Busana korban dilucuti oleh pelaku.

“Korban saat melapor mengaku dirudapaksa sekitar pukul 20.00 Wita oleh pelaku,” jelasnya.

Seusai melucuti busana gadis yang masih duduk di bangku SMP ini, pelaku lantas menyalurkan nafsu bejatnya.

Korban diketahui sempat melawan namun, apa daya tenaga pelaku lebih besar.

Sementara itu, EK hanya bisa menangis saat menerima kelakuan tetangga kosnya itu.

Singkat cerita, seusai diperkosa, korban terus menangis.

Setelah orangtuanya pulang usai berjualan, EK kemudian mengadu sembari menangis histeris.

Bersama orang tuanya, korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke SPKT Polresta Denpasar.

“Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polresta Denpasar beberapa jam setelah menerima perilaku tak senonoh tersebut,” tuturnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan mengatakan masih mengecek laporan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur ini.

“Saya cek ke penyidik dulu,” singkatnya saat dimintai konfirmasi.

Isnin, 3 April 2017

Gadis Berusia 16 Tahun Digagahi Tiga Temannya

KEDIRI - PS (16), warga Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan tiga pria usai pesta minuman keras.
Pelaku berhasil diamankan.

Mereka adalah Deni Setiawan (19), Imam Hanafi (24) dan Mohtar Fauzi (26), ketiganya warga Dusun Dawuhan, Desa Mojosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri telah diamankan polisi, Jumat (10/3/2017)..

Kejadian bermula saat korban PS, Kamis (9/3/2017) sore dijemput Rohman (19) temannya warga Desa Mojosari dan diajak ke rumahnya.

Rohman kemudian pergi membeli dua botol miras yang dicampur dengan minuman suplemen.
Pesta miras ini diikuti 5 orang termasuk korban.

Setelah miras yang dikonsumsi habis, korban kemudian diajak cangkruk ke dekat jembatan.

Selanjutnya korban dibawa para pelaku ke rumah tersangka Deni Setiawan serta diajak masuk ke dalam kamar.

Setelah korban di dalam kamar, tersangka Deni masuk serta mencabulinya.

Setelah selesai giliran perbuatan yang sama juga dilakukan oleh Andika.

Kemudian giliran tersangka ketiga selain memegang kemaluan korban juga memperkosanya.

Selanjutnya korban diantarkan pelaku pulang dengan diturunkan di depan SDN Ngadiluwih.

Kasus itu kemudian dilaporkan keluarga korban ke Polsek Kras, yang kemudian mengamankan para pelaku dari rumahnya.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Bowo Wicaksono menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dua tersangka telah melakukan pencabulan dan satu tersangka memperkosanya.

Saat kejadian korban dalam kondisi mabuk akibat pengaruh miras sehingga tidak berdaya ketika dicabuli dan disetubuhi pelaku.

"Saat korban tidak berdaya kemudian dilakukan perbuatan cabul," jelasnya.

Petugas telah mengamankan barang bukti sebuah celana dalam warna hitam, celana pendek warna merah dan kaos warna hitam coklat.

Korban pencabulan dan persetubuhan telah dimintakan visum ke RS Bhayangkara, Kediri.

Kasus yang melibatkan korban di bawah umur ini perkaranya dilimpahkan ke penyidik PPA Polres Kediri.

Ahad, 26 Mac 2017

Gadis 16 Tahun Ini Digilir 9 Pria

KALIMANTAN BARAT - Peristiwa tidak menyenangkan menimpa gadis di bawah umur, PR (16).

Korban diketahui merupakan warga Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Ia menjadi korban pemerkosaan oleh sembilan pria sekaligus dengan cara digilir.

Merasa tidak terima dengan perlakaun tersebut, ayah korban IM (37) melaporkan perbuatan keji ini kepada Polsek Sungai Kunyit, Kamis (23/2/2017).

"Kejadian ini baru dilaporkan keluarga korban Kamis (23/2/2017) sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Kapolres Mempawah AKBP Dedi Agustono S.Ik melalui Kapolsek Sungai Kunyit Ipda Dodi Daryantono Supono, Jumat (24/2/2017).

Kasus perkosaan terhadap gadis bawah umur oleh 9 pria di Mempawah meninggalkan kesedihan mendalam bagi IM (37), ayah korban.

IM pun melaporkan kasus ini ke Polsek Sungai Kunyit, Kamis (23/2/2017).

"Kejadian ini baru dilaporkan keluarga korban Kamis kemarin sekitar pukul 10.00 WIB,"ujar Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono melalui Kapolsek Sungai Kunyit Ipda Dodi Daryantono Supono, Jumat (24/2/2017).

Lima dari 9 pelaku pun sudah diciduk polisi beberapa jam setelah menerima laporan, sementara empat lainnya masih buron.

"Untuk pelaku BB (19), MY (15), MJ (18), SD (18) dan AJ (16), sementara sejumlah pelaku lainnya yang masih DPO dan dilakukan pengejaran diantaranya RD, PN, AL, dan PT," kata Dodi.

Dari pemeriksaan sementara, para pelaku melakukan tindakannya beberapa kali dan sepertinya sudah dijadwalkan yakni Jumat dan Sabtu.

Tercatat sejak Jumat (6/1/2017), Sabtu (7/1/2017), Jumat (13/1/2017), Sabtu (14/1/2017) dan Jumat (27/1/2017) dengan perkiraan sekitar pukul 21.00 dan 22.00 WIB.

Sabtu, 18 Mac 2017

Terkejut Kenapa Dia Bisa Hamil 7 Bulan

SELATPANJANG - FA (20) pemuda asal Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terancam menjalani hukuman 15 tahun penjara.

Pasalnya, FA nekat menyetubuhi NA (14) anak di bawah umur yang juga masih tetangganya.

Untuk memuluskan aksinya, FA menggunakan jurus berpacaran dengan korban.

"Sudah tiga kali saya gituin (setubuhi red). Pertama kalinya kami lakukan pada Juni tahun lalu. Tapi itunya saya tidak sampai masuk, hanya ditempelkan dan digesek-gesek saja," ujar FA seusai menjalani pemeriksaan di Mapolres Kepulauan Meranti, Jumat (20/1/2017).

FA mengatakan, dalam menjalankan aksinya ia meyakinkan NA jika perbuatan mereka tidak akan mengakibatkan NA hamil.

"Saya juga terkejut kenapa dia bisa hamil 7 bulan," ujarnya.
Pemuda tanggung yang mengaku sebagai playboy di desanya itu mengatakan bersedia menikahi korban untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun, orangtua korban tetap bersikeras untuk menjebloskannya ke jeruji besi.

"Kalau sudah seperti ini saya tidak mau lagi nikah dengannya," ujar orangtua korban.

Jumaat, 10 Mac 2017

Gadis Bau Kencur Dicabuli di Ladang Ubi

JAKARTA -- Aneh-aneh saja ulah anak zaman sekarang, seperti yang terjadi di Desa Talang Lakat, Kecamatan Batang Gansal, Inhu seorang anak di bawah umur, sebut saja Bunga (13) sudah menanggil sebutan "ayah bunda" dengan pacarnya berinisial AS (29).

Belakangan AS diadukan oleh ibu Bunga, berinisial SH karena telah mencabuli Bunga di ladang ubi milik warga, Desa Talang Lakat.

Paur Humas Polres Inhu, Iptu Yarmen Djambak menjelaskan kejadian pencabulan itu terjadi pada Selasa (13/9/2016) lalu.

Ketika itu korban bertemu dengan pelaku di Mushola Desa Talang Lakat, Inhu.

Pada pertemuan itu, Bunga bertanya kepada AS soal sms dan telpon yang tidak dijawab oleh pacarnya itu.

"Yah, bunda telepon semalam kok gak diangkat di SMS juga gak dibalas," ujar Yarmen menirukan percakapan antara Bunga dan AS, Rabu (14/9/2016).

Ketika itu AS menjawab bahwa dirinya tidak pernah mendapat sms dan telpon dari Bunga.

Selanjutnya, Bunga meninggalkan AS dan pergi ke SDN 007 Desa Talang Lakat, Kecamatan Batang Gansal, Inhu.

Tidak berapa lama, AS mendatangi Bunga dan meminta ciuman dari Bunga namun ditolak oleh Bunga karena takut dilihat banyak orang.

AS kemudian mengajak Bunga ke samping perumahan warga, di sana AS mencium pipi dan bibir Bunga.

Namun aksi mereka dilihat oleh warga, lalu AS mengajak Bunga ke ladang ubi milik warga.

Di ladang ubi tersebut, AS mencabuli Bunga. Sehabis melampiaskan nafsu bejatnya, AS pergi meninggalkan Bunga.

"Bunda, ayah pergi duluan nanti bisa dilihat orang" ujar Yarmen menirukan pesan yang disampaikan oleh AS kepada Bunga saat itu.

Saat keluar dari ladang ubi, AS bertemu dengan Sy yang tak lain adalah tetangga Bunga.

"Sy sempat menanyakan tujuan AS berada di ladang ubi itu, dan AS menjawab hanya sedang mencari daun ubi," ujar Yarmen. Lalu AS pergi meninggalkan Sy.

Sy kemudian memeriksa ke dalam kebun dan menemukan Bunga dalam keadaan menangis.

Kemudian Sy melaporkan kejadian itu ke orangtua Bunga.

Ahad, 5 Mac 2017

Ayah Tiduri Anak Tirinya Hingga Hamil Dua Kali

SURABAYA - Perbuatan yang dilakukan Sundoro warga Jl Kedurus Surabaya sungguh tidak terpuji.

Pria berusia 52 tahun ini meniduri Melati (17 tahun bukan nama sebenranya) yang tidak lain anak tirinya selama lim tahun dan hamil hingga dua kali.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Shilitonga menuturkan, tersangka pertama kali menggauli korban saat rumah dalam keadaan sepi.

Saat korban sedang tidur, tiba-tiba tesangaka masuk ke dalam kamar korban dan memaksa berhubungan badan.

Korban sempat menolak, tapi tersangka marah dan akhirnya korban melayani hasrat ayah tirinya.

Menurut Shinto, tersangka Sundoro melakukan perbuatannya kali pertama di tahun 2011.

Waktu itu, korban masih berusia 13 tahun dan hamil pada 2013. Kehamilan tersebut digugurkan atas desakan dari tersangka Sundoro.

"Saat itu usia kehamilan korban sudah tiga bulan dan didesak tersangka (Sundoro) untuk mengugurkan," sebut Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Minggu (5/2/2017).

Setelah menggugurkan kandungan, perbuatan Sundoro ke anak tirinya ternyata belum berhenti. Dia selalu mengajak korban untuk berhubungan badan, ketika keadaan rumah sepi.

Begitu istri atau ibu korban tidak ada di rumah, maka tersangka Sundoro meminta dilayani berhubungan badan oleh anak tirinya yang kini duduk di sebuah SMK di Surabaya.

Rabu, 1 Mac 2017

Guru Pencabul Tujuh Pelajar Menyerahkan Diri

PAMEKASAN - Setelah diburu selama seminggu, Moh Mosleh (27), warga Dusun Bajur Timur, Desa Tolonto Rajeh, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Madura, yang diduga mencabuli tujuh siswi masih dibawah umur, menyerahkan diri ke Polres Pamekasan, Minggu (29/1/2017) malam.

Tersangka sehari-harinya guru di salah satu lembaga pendidikan swasta setingkat SMP dan SMA di kawasan Kecamatan Pasean, baru setahun menikah dan belum punya anak.

Ia menyerahkan diri setelah beberapa hari bersembunyi di salah satu rumah keluarganya, di kawasan Pasongsongan, Sumenep.
Saat menyerahkan diri, tersangka diantar dua tokoh masyarakat sekitar.

Sekadar diketahui, polisi menerima laporan pengaduan korban, FN (14), siswinya sendiri, warga Kecamatan Pasean, Pamekasan, pada Sabtu (21/1/2017) lalu.

Ia melaporkan kasus pencabulan.

Dalam pemeriksaan, siswa yang ia cabuli tidak hanya satu orang, melainkan sebanyak tujuh siswa.
Perbuatan bejat itu dilakukan dalam selang waktu dua atau tiga bulan.

Para korban yang dicabuli itu berusia antara 14 – 16 tahun, dilakukan di saat jam pulang sekolah dan kala korban sendirian, di ruang kelas di lantai atas dan di kamar mandi, serta di jalan.

Kapan terakhir pelaku melakukan perbuatannya ini masih dalam pemeriksaan polres pamekasan.

Jumaat, 24 Februari 2017

Korban merasakan kesakitan di area vitalnya.

AMBON - Kerli Pattipeluhu (28) alias Abang diamankan polisi karena diduga mencabuli bocah yang masih berusia 5 tahun.

Warga kawasan Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon diadukan oleh ibu korban LG (32) setelah korban menceritakan kejadian yang menimpanya itu kepada ibunya.

Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon, AKP Teddy mengatakan, perbuatan pelaku berlangsung pada Rabu pekan lalu.

Pelaku melancarkan aksinya setelah dia mengajak korban pergi ke tempat sunyi yang ada di kawasan tersebut.

“Saat itu korban sedang bermain dengan saudaranya, pelaku sendiri hendak pergi ke rumah salah satu keluarganya. Jadi saat itu dia berpapasan dengan korban dan mengajaknya ke bawah pohon durian, di situlah dia mencabuli korban,” ujarnya.

Teddy menyebutkan, usai mencabuli korban, pelaku kemudian menyuruh bocah malang itu pulang ke rumahnya.
”Sebelum menuruh korban pulang, pelaku sempat memberikan uang Rp 2.000,” katanya.

Korban menceritakan kejadian itu kepada ibunya, setelah dia merasakan kesakitan di area vitalnya.

Saat ini kata Teddy pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk korban.

“Kita akan panggil pelaku segera untuk dimintai keterangannya,”sebutnya.

Isnin, 20 Februari 2017

Agustinus 15, Ternyata Hamil 5 Bulan

PEKANBARU - Curiga dengan kondisi fisik anaknya yang kian hari semakin besar, Agustinus berinisiatif memeriksanya ke dokter.

Ternyata kondisi tersebut disebabkan anaknya SRZ (15) tengah hamil lima bulan.

Terang saja Agustinus kaget mengingat anaknya itu masih berstatus pelajar.

Setelah mendapat kepastian pemeriksaan dari dokter ia pun menanyakan langsung perihal kehamilan tersebut pada SRZ.

Benar saja, SRZ sebelumnya sudah melakukan hubungan suami istri dengan pacarnya PAZ (21).

Perbuatan terlarang tersebut dilakukanya sebanyak tiga kali dalam bujuk rayu.

Tidak terima anaknya diperlakukan tidak senonoh, Agustinus melaporkannya ke Polisi.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Rachmat Wibowo, Selasa (24/1/2017) mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban.
"Pelaku masih lidik. Sebab dari keterangan korban sampai sekarang tidak diketahui lagi keberadaan pelaku," kata Rachmat Wibowo.

Perbuatan cabul tersebut dilakukan pada bulan Agustus 2016 silam.
Terlapor melakukannya di Jalan Lumba-Lumba, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Ahad, 12 Februari 2017

Pasangan berbogel dalam kereta dicekup

KUALA TERENGGANU - Akibat tidak cukup wang untuk menyewa hotel, sepasang kekasih sanggup memilih bermalam di dalam kereta sebelum dicekup polis dalam keadaan berbogel di kawasan parkir awam tepi jalan Pantai Batu Buruk, di sini, Jumaat lalu.

Pasangan berusia 20 tahun dan berasal dari Kelantan itu ditangkap kira-kira jam 3.30 pagi ketika anggota polis sedang menjalankan tugas ronda cegah jenayah di sekitar kawasan tersebut sebelum diserahkan kepada penguat kuasa Jabatan Hal Ehwal Agama Terengganu (JHEAT).

Pesuruhjaya Hal Ehwal Agama negeri, Datuk Wan Mohd Wan Ibrahim berkata, pasangan yang masih berstatus pelajar itu ditahan selepas anggota polis yang membuat rondaan keselamatan menemui sebuah kereta berada dalam keadaan mencurigakan.


“Suasana di persekitaran tersebut agak gelap menyebabkan anggota bertugas terpaksa menggunakan lampu picit bagi menyuluh melalui cermin hadapan dan cermin sisi belakang kenderaan itu untuk membuat pemeriksaan.

“Bagaimanapun, sejurus disuluh, anggota ternampak pasangan kekasih itu berada di bahagian kerusi belakang yang mana si lelaki dalam keadaan berbogel manakala pasangannya hanya memakai baju tanpa seluar,” katanya.

Wan Mohd berkata, terkejut dengan kehadiran pihak berkuasa, pasangan kekasih itu kelam kabut mencari pakaian masing-masing sebelum membuka pintu kereta untuk disoal siasat.

“Hasil siasatan mereka mengaku tidak mempunyai sebarang ikatan sah dan datang dari Kelantan semata-mata untuk bermadu asmara di sini bagi mengelak daripada dihidu ahli keluarga.

“Mereka juga mengaku terpaksa memilih tidur di dalam kereta kerana tidak mempunyai wang untuk menyewa hotel,” katanya.

Kedua-duanya ditahan mengikut Seksyen 29 Enakmen Kesalahan Jenayah Syariah (Takzir) Terengganu 2001 kerana persediaan melakukan zina.

Jumaat, 10 Februari 2017

Berebut Mencabuli Bocah 14 Tahun, Akhirnya Begini

MEDAN -- Rasa penyesalan diungkapkan oleh lima pelaku pemerkosaan yang berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polres Deliserdang Senin, (16/1/2017).

Saat diwawancarai www.tribun-medan.com tersangka RO (19) pun  menceritakan bagaimana mereka melampiaskan nafsunya kepada korban RJ (14).

"Kami melakukannya (mencabuli) bukan bergantian. Kami rebutan saat itu bang. Ya nyesal aku bang,"kata RO.

Sementara itu tersangka FR (18) yang disebut sebut oleh rekannya merupakan orang yang pertama kali mencabuli menyebut kalau korban memang sudah tidak perawan lagi.

Pria yang menyebut diri putus sekolah ini juga mengaku menyesali perbuatannya.

"Gak sampai nembaknya (klimaks) aku bang. Bukan aku aja yang melakukan tapi mereka juga," kata FR sembari menunjuk rekannya yang lain.

Kini kelimanya mesti menikmati jeruji besi karena diamankan polisi atas pasal pemerkosaan dan pencabulan.

Kapolres Deliserdang, AKBP Robert Da Costa menyebut kalau lokasi kejadian ini berada di areal Taman Buah Desa Pagar Merbau III Kecamatan Lubukpakam. Lokasi ini tepat berada di belakang komplek perkantoran Bupati Deliserdang.

Selasa, 7 Februari 2017

Foto Bugil Murid Disebar Karena Putuskan Hubungan Cinta

SIDOARJO - Sungguh memalukan Pak Guru FNF (21). Perilakunya jauh dari tuntunan bagai seoarng guru. Pasalnya FNF telah mempermalukan martabat Bunga (16, bukan nama sebenarnya).

Dia tega mengunggah foto-foto telanjang Anisa di media sosial (medsos) karena korban tak mau lagi menjalin hubungan dengan dirinya.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Manang Soebeti menuturkan FNF adalah guru Bunga.

Keduanya kemudian berpacaran. Pada masa berpacaran tersebut, keduanya telah melakukan hubungan intim.

Saat melakukan hubungan intim tersebut, FNF memotret tubuh Bunga.
"Kemudian keduanya putus dan tersangka pulang ke rumahnya di Jalan Laos Ngegong, Manguharjo, Madiun Kota," paparnya dalam rilis kasus di Mapolresta Sidoarjo, Senin (16/1/2017).

FNF lalu meminta Anisa untuk mengirimkan foto-foto telanjang terbaru sekaligus balik jadian. Namun Anisa menolaknya.

Tahu permintannya ditolak, FNF kemudian mengancam menyebarkan foto-foto telanjang yang telah dimiliki sebelumnya.

Bunga setuju mengirimkan foto-foto telanjangnya, namun tak mau pacaran lagi dengan tersangka.

"Tak terima, kemudian tersangka menyebar foto-foto itu ke facebook dan instagram. Di medsos itu, foto-foto korban disebar ke teman-teman tersangka dan juga teman korban," ungkap Manang.

Mengetahui hal ini orangtua korban tak terima kemudian melaporkan hal tersebut ke Polresta Sidoarjo.

Pada rilis kali ini, Polresta Sidoarjo juga menggelar kasus perkara KDRT, di mana seorang ayah (PN) membanting anaknya yang berusia 10 tahun hanya karena bermain game.

Selain itu, ada pula kasus trafficking, seorang mucikari berinisial FK menjual dua orang wanita kepada pria hidung belang.

Polresta Sidoarjo juga mengamankan AA yang menyewakan tempat untuk dijadikan panti pijat plus-plus di Sukodono.

Sabtu, 4 Februari 2017

Tukang Bakso Cabuli Anak Tiri dan Anak Kandung Sendiri

SIDOARJO - 'Raja Tega', istilah yang bisa disematkan kepada FNF dan H Kedua tahanan Polresta Sidoarjo ini telah merusak masa depan korban-korban pencabulannya.

Hal ini terungkap dalam irilis di Mapolresta Sidoarjo, Senin (16/1/2017).

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Manang Soebeti, mengatakan H telah mencabuli anak tiri dan bahkan anak kandungnya sendiri berulangkali.

"Kedua anaknya tersebut masih berusia 10 tahun," kata Manang.
Manang menuturkan tersangka baru beberapa bulan menikah lagi dengan seorang janda. Namun, kepercayaan tersebut dirusak dengan mencabuli anak tirinya.

Penyidikan lebih lanjut, ungkap Manang, tersangka juga pernah mencabuli putri kandungnya sendiri pada pernikahan sebelumnya.

"Istri pertamanya menceraikan tersangka karena ketahuan mencabuli putrinya sendiri. Namun, istri pertama korban tidak melapor ke polisi. Baru kejadian anak tirinya ini, tersangka dilaporkan oleh istri keduanya," sambung Manang.

Kepada penyidik, H yang tinggal di Dusun Mulyosejati, Desa Grinting, Tulangan, dan sehari-hari bekerja sebagai tukang bakso ini mengaku istrinya tak bisa melayani kebutuhan seksualnya karena bekerja hingga malam.

Akibatnya, gejolak seksual tersebut dialihkan kepada anak-anaknya.
"Korban sampai trauma psikis, dan sedang kami tangani untuk pemulihannya," ujar Manang.

Isnin, 30 Januari 2017

Remaja Ini 3 Kali Menyetubuhi DL

DENPASAR– Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Denpasar, Senin (16/1/2017), terus mendalami kasus dugaan

persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan dua remaja AS (19) dan DL (15).

Pada pemeriksaan yang dilakukan hari ini, terungkap bahwa keduanya sudah sempat melakukan hubungan badan layaknya suami-istri.

DL dan AS merajut tali asmara setelah sebelumnya saling mengenal satu sama lain melalui media sosial Facebook.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran

Nainggolan, mengatakan, pihaknya akan memproses kasus ini hingga tuntas.

Sebab, ada tindak pidana pelanggaran hukum yang dilakukan AS dan DL yakni persetubuhan di bawah umur.

Selama menginap di kamar kos kekasihnya, DL diketahui telah tiga kali melakukan hubungan badan dengan AS.

“Bukan soal atas unsur suka sama suka atau tidak. Tetapi ini kan masalahnya mereka masih di bawah umur. Kasus ini tentu kita proses sampai tuntas,” ujar Reinhard ketika dikonfirmasi.

Kini Satreskrim Polresta Denpasar tengah menantikan keluarnya hasil visum dari DL untuk dijadikan alat bukti.

Diberitakan sebelumnya, Aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Denpasar menangkap remaja yang diduga  menyetubuhi siswi di bawah umur, AS (19).

AS ditahan setelah membawa kabur siswi kelas dua SMP berinisial DL (15), hingga 11 hari lamanya.

Isnin, 23 Januari 2017

39 lelaki bogel di pusat peranginan

Gambar para peserta yang sedang melakukan aktiviti sambil berbogel di sebuah resort di Bentong di sini semalam.

BENTONG - Tindakan melampau 39 lelaki yang berbogel dalam satu aktiviti sukan di sebuah pusat peranginan di sini, semalam kini telah ditahan oleh sepasukan pihak polis.

Dalam kejadian kira-kira enam petang itu, peserta yang berumur antara 19 hingga 23 tahun berkenaan sedang melakukan satu aktiviti dalam sebuah kem motivasi yang dianjurkan oleh sebuah syarikat swasta.

Ketua Ketua Polis Daerah Bentong, Superintendan Mohamad Mansor Mohd Nor berkata pihaknya telah menerima panggilan telefon daripada orang awam pada jam 6.12 petang memberitahu ada sekumpulan lelaki yang tidak berpakaian (bogel) menjalankan aktiviti di padang permainan sebuah pusat peranginan di daerah ini.

Menurutnya, hasil siasatan awal mendapati kumpulan lelaki yang dilihat berbogel  adalah peserta kem motivasi.

“Terdapat 39 orang peserta  yang berumur antara 19 hingga 23 tahun yang menyertai kem motivasi ini dan 9 orang lagi merupakan wakil syarikat untuk menyelia program motivasi tersebut.

“Menurut kata ketua penyelia aktiviti, pada jam lebih kurang 5.30 petang semasa berada di permainan, peserta sedang bermain satu permainan yang dinamakan ‘All Out’ di mana para peserta yang sudah dibahagikan kepada beberapa kumpulan dikehendaki membuat garisan panjang dengan menggunakan alatan yang ada terlekat pada badan peserta.

“Semasa permainan ada para peserta mulai menanggalkan pakaian untuk membentuk garisan panjang dan menyebabkan keadaan berlarutan sehingga para peserta mula menanggalkan keseluruhan pakaian di badan mereka dan berbogel,” katanya kepada Sinar Harian ketika dihubungi di sini hari ini.

Mansor berkata, pengurus resort  ada memaklumkan bahawa pihaknya hanya menyediakan kemudahan seperti makanan, peralatan dan tempat tinggal untuk para peserta kem motivasi.

Pihak Resort telah dimaklumkn mengenai tentative program yang akan dijalankan tetapi tidak menyatakan secara spesifik jenis aktiviti yang hendak dijalankan.

Dalam pada itu, beliau berkata sepasukan polis telah memantau kumpulan tersebut  semasa mereka menjalankan aktiviti kumpulan dalam dewan resort tersebut

“Pihak kami telah  membuat serbuan dan tangkapan pada jam 12.30 tengah malam tadi semasa kumpulan masing-masing sedang menjalankan aktiviti berkumpulan di resort berkenaan.

“Seramai 39 peserta telah ditahan tahun termasuk sembilan wakil syarikat dan fasilitator bagi membantu siasatan di dalam kes ini,” katanya.

Tambahnya, seramai 46 lelaki dan dua perempuan kini disiasat di bawah Seksyen 294 (a) Kanun Keseksaan dan siasatan lanjut masih lagi diteruskan.

Sabtu, 21 Januari 2017

Wanita Tanpa Busana Berkendara di Pontianak yang Diciduk

KUBU RAYA - Kehadiran wanita tanpa busana berkendara motor memasuki areal Bandara Internasional Supadio, Pontianak, menyita perhatian publik, Minggu (15/1/2017).

Mereka yang melihat pemandangan tak lazim ini, buru-buru mengarahkan lensa kamera ponsel kepadanya.

"Enggak tahu seperti apa status fisiknya, tapi pihak keamanan telah mengamankannya. Informasinya dia dari Pontianak," terang Faisal, warga yang berada di sekitar bandara.

Aparat keamanan Bandara Internasional Supadio sigap mengamankan wanita yang mengaku bernama Rosmiati atau biasa dipanggil Dora tersebut.

Kapolsek Bandara AKP Fira Meydar Hasan mengatakan pihaknya masih mendalami keterangan Dora yang berkendara tanpa buasana memasuki area bandara.

"Kita masih melakukan pendalaman. Belum bisa memastikan kondisi psikis wanita yang kita amankan," kata Fira ketika dikonfirmasi.
Sementara ini petugas Polsek Bandara Supadio masih mencari alamat tempat tinggal si wanita agar pihak keluarga menjemputnya segera.

"Untuk nama kita juga belum bisa pastikan siapa. Yang jelas sedang kita cari anggota keluarganya terlebih dahulu agar nanti dijemput," ungkapnya.

Polisi masih mengamankan si wanita yang sudah mendapat pakaian layak di Polsek Bandara Supadio sampai ada pihak keluarga yang datang menjemput.

Selasa, 17 Januari 2017

Wanita Naik Motor Tanpa Busana Bernama Rusniati asal Sukabumi

PONTIANAK - Rusniati alias Dona, wanita cantik asal Sukabumi yang bikin geger kendarai sepeda motor tanpa busana berikan pengakuannya.
Dilaporkan Madrosid, Wartawan Tribun Pontianak (Tribunnews Network),
Kepala Divisi Pengamanan Bandara Internasional Supadio , Zulbrito mengungkapkan beberapa hal terkait wanita yang nekat kendarai sepeda motor di area Bandara SupadioPontianak tanpa busana.

Dona menggunakan sepeda motor merek Yamaha Soul dengan nomor polisi KB 5925 Zulbrito menduga wanita tersebut gangguan psikis.

"Kemungkinannya memang mengalami gangguan psikis, kasihan memang. Namun pihak polsek sudah mengupayakan terbaik," ujarnya.
Hal senada Kapolsek Bandara Fira Meydar Hasan.

Menurutnya saat diajak komunikasi wanita tersebut beri tanggapan yang mengejutkan.

"Kemarin saat kita mintai keterangan, orangnya agak hilang. Komunikasi tidak nyambung saat ditanya," katanya.

Selain itu sempat terungkap dari Dona kalau dalam dua bulan terakhir ini ia merasa ketakutan tanpa alasan yang jelas.

Terindikasi gangguan psikis, ketakutan yang tak jelas, bicara ngelantur inikah yang melatarbelakangi Dona melakukan hal tak lazim tersebut?

Berkendara tanpa menggunakan sehelai benangpun.
Berkendara tanpa busana.

Sebelumnya, pihak Polsek Bandara Supadio sempat mengamankan wanita pengendara motor soul tanpa busana ini, saat berada di area Bandara internasional Supadio.

Minggu (15/1/2017) sekitar pukul 12.50 WIB Dona mengendarai sepeda motor menggunakan baju terusan dengan penutup kepala.

Di jalan baju tersebut dilepas sehingga ia yang tak menggunakan pakaian dalam bikin heboh pengendara jalan.

Tak sedikit yang merekam kejadian tersebut lalu jadi viral di YouTube, Facebook serta media sosial lainnya.

Ahad, 15 Januari 2017

Jual Tiga Temannya ke Hidung Belang, Tarifnya Rp 1 Juta Sekali Kencan

SURABAYA - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali membongkar paktik prostitusi secara online.

Riris Octav (21), warga Babatan Surabaya yang berprofesi sebagai pemandu lagu (LC freelance) di sebuah tempat hiburan di Surabaya diamankan polisi.

Dia menjual tiga temamnya yang juga pemadu lagu, yakni OL (19) VD (22), dan DV (29) ke pria hidung belang, bertarif  1 juta sekali kencan.

"Tersangka bekerja sebagai pemandu lagu di salah satu tempat karaoke di Surabaya. Dia memperdagangkan temanya sendiri ke pria hidung

belang," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno, Selasa (10/1/2017).

Terbongkarnya praktik prostitusi ini, setelah polisi menerima

informasi adanya praktik prostitusi dilakukan tersangka Riris secara online lewat Facebook.

Polisi pun melakukan penyelidikan dengan masuk ke salah satu grup melakukan penelusuran ke facebook yang memang menawarkan wanita-wanita yang biasa diajak kencan.

Menurut Bayu, modus yang dipakasi tersangka Riris ini mengunggah foto-foto temanya ke grup facebook.

Di grup facebook itulah, tersangka yang sudah punya anak satu itu menawarkan ke pria hidung belang.

Di masing-masing foto yang diunggah, kata Bayu, juga diberi caption:

Dicari BO-an (bookingan), Teman Saya Cari Kerjaan. Dan jika ada yang membutuhkan jasa layanan 'cinta satu malam', bisa langsung telepon saya.

"Tersangka juga mencantumkan nomer telepon dan PIN BlackBerrydan WhatsAap," jelas Bayu.

Begitu polisi mengetahui tersangka Riris sedang melakukan transaksi di sebuah hotel, akhirnya dilakukan penangkapan.

"Kami melakukan penangkapan di salah satu hotel di Jalan Diponegoro," aku Bayu.

Tersangka Riris membantah, jika dirinya menjual teman-temannya ke pria hidung belang.

"Bukan pekerjaan saya. Saya biasanya kerja di karaoke, kemudian ada teman yang mau cari BO, dan kebetulan ada klien saya yang cari, ya saya hubungkan melalui FB, dan WA (WhatsApp). Saya sendiri ndak dapat bagian. Saya juga gak jual teman, cuma bantu saja," bantah tersangka Riris.

Riris mengaku, mendapatkan uang bukan dari temannya yang di-booking, melainkan diperoleh dari pria hidung belang sebesar Rp 500 ribu.

Rabu, 11 Januari 2017

Anak Dibawah Umur Cabuli Kekasihnya

PONTIANAK  - HR (16) melakukan pencabulan terhadap kekasihnya IK (15) di kamar milik teman HR.

Laporan ini masuk ke Polres singkawang, Selasa (6/12/2016) malam.

"Jadi Polres Singkawang mendapatkan laporan dari seorang masyarakat inisial SK, (orang tua korban), tanggal 6 Desember melalui telfon sekitar pukul 19.30 WIB," ujar Wakapolres Singkawang, Kompol Dhani

Catur Nugraha di Mapolres Singkawang, Kamis (8/12/2016).

Kemudian laporan tersebut di tindak lanjuti oleh anggota, dan

mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP),"  katanya.

Rabu, 4 Januari 2017

Adik Ipar Jadi Korban Pelampiasan

PINRANG -- A (28), warga Kampung Cappakala, Desa Samaenre, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, diamankan aparat Polsek Mattiro Sompe, setelah mencabuli adik iparnya, TJ (16).

Pelaku dan korban tinggal serumah.
A nekat melampiaskan nafsu birahinya ke TJ, saat sang istri tak bisa melayani kebutuhan biologis suaminya lantaran masih dalam keadaan nifas usai melahirkan.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pinrang, Aiptu Kaharuddin membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Benar, kami kembali menangani kasus tindak asusila terhadap anak di bawah umur, yang terjadi di wilayah hukum Polres Pinrang," tuturnya saat dikonfirmasi TribunPinrang.com, Selasa (6/12/2016).

"Kasus tersebut sementara dalam penanganan PPA Polres Pinrang," Kahar menambahkan.

Ia menceritakan, kejadian bermula saat korban tengah asyik duduk di depan rumah yang mereka tempati, dan tiba tiba pelaku menarik tangan korban dan memaksa untuk berhubungan intim.

"Usai melampiaskan nafsu birahinya, pelaku pun mengancam akan memukuli korban jika berani menyampaikan perbuatannya kepada orang lain," ungkap Kahar.

Ia menambahkan, pelaku kembali mengulangi perbuatan bejatnya setengah bulan kemudian.

"Korban pun tak tahan dan menceritakan hal itu kepada pihak keluarganya," ucap Kahar.

"Saat itu pula pihak keluarga pun langsung melapor ke pihak yang berwajib," tambahnya.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular