Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Jumaat, 18 Ogos 2017

Pemuda ini Renggut Kehormatan Seorang Gadis

TULUNGAGUNG - Ishida Pratama (24) warga Desa Tawing, Kecamatan Gondang ditangkap polisi usai mencabuli AS, remaja perempuan umur 16 tahun.

Untuk mengelabui korbannya, Ishida mengaku sebagai anggota Intel Polsek Tulunggagung, untuk mengelabui korbanya.

Kejadian tersebut bermula saat Kamis (3/8/2017), AS menunggu temannya di pinggir lapangan Pasar Pahing, tidak jauh dari Mapolsek Tulungagung.

Sekitar pukul 22.00 WIB, datang Ishida yang mengaku bernama Danang.

Ishida mengaku sebagai seorang polisi dari unit Intel Polsek Tulungagung.

Keduanya lama saling ngobrol. Sampai kemudian Ishida memaksa untuk mengantarkan AS pulang ke kosnya. Karena takut, AS menerima tawaran dari Ishida.

“Korban ternyata tidak dibawa ke rumah kosnya. Tapi dibawa keliling menggunakan motor,” ungkap seorang polisi.

Ishida menghentikan motornya di sebuah gardu di area persawahan Desa Mojosari, Kecamatan Kauman. Di lokasi ini Ishida mengancam AS untuk berhubungan badan. Ishida kemudian meninggalkan perempuan itu begitu saja di kegelapan.

AS kemudian berjalan ke SPBU Kauman dan mencari pertolongan. AS melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi. Dari pelacakan, Ishida ditangkap di rumahnya, Jumat (4/8/2017).

Saat ini Ishida sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Tulungagung, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Menurut Kasubag Humas Polres Tulungagung, AKP Daeroji, kasusnya ditangani Unir Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA). “Pelaku sudah kami tahan, kasusnya masih dalam tahap penyidikan,” ujar Saeroji.

Rabu, 16 Ogos 2017

Guru Ngaji Suguhkan Film Porno saat Berbuat Cabul

LAMPUNG - Oknum guru ngaji bernama Basuni mencabuli empat muridnya dalam tiga kesempatan.

Pertama terjadi pada April lalu saat  korban S dan H datang ke tempat pendidikan Al Quran (TPA), yang letaknya di samping rumah Basuni.

“Kedua korban datang ke TPA hendak belajar ngaji dimana guru ngajinya adalah Basuni,” kata Kapolsek Panjang Komisaris Sofingi, Selasa (16/5/2017).

Basuni memanggil S dan H mengajak ke rumahnya menonton tayangan Om Telolet Om.

Sampai di rumah, bukan tayangan Om Telolet Om yang diputar melainkan film porno dari ponsel Basuni.

Basuni berbuat cabul sembari menonton film porno bersama kedua murdinya di dalam kamarnya.

Setelah itu, Basuni memberikan uang Rp 5 ribu ke masing-masing korban.

“Tersangka meminta para korban untuk tidak menceritakan peristiwa itu ke orangtua dan orang lain karena takut malu,” ujar Sofingi.

 Peristiwa serupa kembali terulang beberapa hari kemudian.

Isnin, 14 Ogos 2017

Petani Muda Ini Nekat Cabuli Bocah

MEDAN - Aris Tarigan alias Cemeng (20) sempat melawan saat akan diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Kutalimbaru karena mencabuli siswi Taman Kanak-kanak (TK) berinisial PR.

Ia meronta-ronta dan bersumpah tidak ada mencabuli korbannya.

"Karena tidak mau mengaku, saya kemudian menyuruh anggota untuk membawanya ke Polrestabes Medan. Namun, tersangka takut dan akhirnya mengaku," ungkap Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu, Senin (7/8/2017).

Mantan Kanit Reskrim Polsek Delitua ini mengatakan, aksi pencabulan tersangka berawal saat korbannya menumpangi angkutan kota (angkot) yang dikemudikan oleh saksi Saputra Tarigan (22).

Pagi tadi, tersangka tiba-tiba saja ikut di dalam angkot.

"Sopir angkot ini tidak curiga jika tersangka hendak melakukan pelecehan. Terungkapnya kasus ini setelah korbannya PR, mengadu pada orangtua selepas pulang ke rumah," ungkap Martualesi.

Di depan orangtuanya, korban yang masih lugu ini menceritakan bahwa ia dipaksa memegang kemaluan pelaku. Mendengar pengakuan itu, orangtua korban melapor ke Polsek.

"Pencabulan ini terjadi di atas angkot saat melintas di jalan Desa Kampung Merdeka. Untuk saat ini, tersangka dan saksi-saksi masih kami mintai keterangannya," ungkap Martualesi.

Selama pemeriksaan, tersangka yang merupakan warga Pasar 8, Dusun 2, Desa Sukarende, Kutalimbaru ini mengaku khilaf telah melakukan perbuatan cabul.

Pria yang bekerja sebagai petani ini sempat minta maaf dan memohon pada petugas agar dirinya tidak ditahan.

Khamis, 10 Ogos 2017

Pengasuh Panti Asuhan yang Mencabuli 9 Anak Asuhnya

SURABAYA - Tim penyidik Satreskrim Polretabes Surabaya terus memperdalam kasus pelecehan seksual oleh AL (34) terhadap 9 anak panti asuhan.

Tersangka AL sudah menjalani pemeriksaan psikologis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

Penyidik membawa tersangka AL guna menjalani serangkaian tes kesehatan dan psikologis pada akhir pekan.

Dia yang merupakan pengurus sebuah panti asuhan salah satu yayasan di Jl Ngagel Jaya Tengah Surabaya ini menjalani tes oleh tim dokter RS Bhayangkara Polda Jatim.

"Kami ingin mengetahui kondisi kejiwaan terangka AL sehingga diperlukan pemeriksaan psikologisnya. Karena korbannya mencapai sembilan anak," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard M Sinambela, Minggu (6/8/2017).

Penyidik, kata Leonard, belum mengetahui hasil pemeriksaan psikologis tersangka AL. Hasil pemeriksaan paling cepat sudah bisa diketahui pada pekan depan.

Tim dokter RS Bhayangkara Polda Jatim masih melakukan analisis terhadap pemeriksaan yang sudah dilakukan.

"Mudah-mudahan pekan depan sudah bisa diketahui hasilnya dan kami bisa menindaklanjuti penyidikan," ucap Leo -panggilan Leonard M Sinambela.

Hasil penyidikan, tersangka AL sudah melakukan kejahatan seksual anak sejak 2015. Tersangka melakukannya di berbagai tempat, mulai di beberapa hotel, di depot milik panti asuhan, dan di kos tersangka di Jl Pucang Jajar Utara Surabaya.

Sembilan anak panti asuhan berusia 16-17 tahun ini dicabuli secara bergantian. Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik panti dan beberapa saksi pengurus serta teman korban.

"Diduga masih ada korban lain yang belum berani melapor, kami terus mendalami kasus ini," sambung Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, APK Ruth Yeni.

Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya menngungkap kasus pelecehan seksual dilakukan AL.

Pria bujang ini telah menyetubuhi dan mencabuli terhadap sembilan anak panti asuhan.

Selasa, 8 Ogos 2017

Terbukti Berzina

BANDAR LAMPUNG - Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) Rudi Antoni dinyatakan bersalah dalam kasus perzinaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang kemudian menjatuhkan vonis 2 tahun dan 6 bulan penjara, Kamis (3/8/2017).

Ada tiga pasal yang dinilai majelis hakim terbukti dilanggar oleh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulangbawang ini.

Tiga pasal itu adalah pasal 284 ayat (1) KUHP tentang perzinaan. Selanjutnya, pasal 49 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

Terakhir, pasal 44 ayat (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.

Hal yang memberatkan, menurut hakim, Rudi sebagai dosen dan komisioner KPU tidak memberi contoh yang baik. Hal yang meringankan, lanjut dia, Rudi menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum.

Hukuman ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut pidana penjara selama 3 tahun.

Rudi menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. Saat diminta tanggapannya, Rudi melempar senyum dan mengacungkan jempol ke para pewarta.

Ahad, 6 Ogos 2017

Pelajar SMA Telah Lakukan Ini

RUTENG - Bhabinkamtibmas Kelurahan Watu, Bripka Andi Dharma memeriksa dan mengecekan kos-kosan di Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Sabtu (29/7/2017) sekitar pukul 23.30 Wita.

Bripka Andi menemukan empat pelajar SMA, dua cewek dan dua cowok, tidur satu kamar.

Setelah diinterogasi, empat remaja itu mengaku sudah berhubungan intim, layaknya suami-istri.

Menurut Bripka Andi, keempat pelajar telah didata dan diminta menemui pihak Kelurahan Watu.

Selanjutnya orangtua mereka akan dipanggil.

Demikian laporan Bripka Andi melalui WA-nya kepada Pos Kupang, Minggu (30/7/2017) pagi.

Bripka Andi menjelaskan, pihaknya akan mempertemukan orangtua para pelajar SMA agar perbuatan tersebut tidak diulangi lagi.

"Para pelajar beserta orangtuanya dipanggil guna bertemu di kantor Lurah Watu, Senin (31/7/2017) pagi," ujar Bripka Andi, Minggu (30/7/2017).

Jumaat, 4 Ogos 2017

Gadis Ini jadi Korban Rudapaksa

PEKANBARU - Naas, gadis 21 tahun ini dirudapaksa di kamar hotel di Pekanbaru oleh temannya sendiri.

Korban bernisial R ini awalnya hanya dijemput untuk jalan-jalan namun korban justru dibawa ke salah satu hotel di Jalan Kaharuddin Nasution, Marpoyan Damai.

Dibawah paksaan pelaku yang berinisial S (18) korban tidak berkutik.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan korban ke polisi karena merasa tidak sennag dengan perlakuan S.

Dalam dalam laporannya, korban mengaku dipaksa dan langsung disekap oleh pelaku.

Meski pelaku merupakan temannya yang justru sengaja menjemput korban dari rumah.

Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi Priadinata, Minggu (30/7/2017) mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan dari laporan tersebut.

"Korban mengaku ditipu oleh pelaku. Awalnya diajak jalan kemudian dibawa ke hotel dengan alasan menjemput kawan yang ulang tahun. Namun korban akhirnya dirudapaksa," terang Wakapolresta.

Ahad, 30 Julai 2017

Gadis 14 Tahun Digilir 12 Orang

BALI - Kepolisian Resort (Polres) Karangasem menggelar rekonstruksi kasus persetubuhan yang menimpa anak dibawah umur, YNF (14), Senin (10/7/2017) sekitar pukul 11.00 wita.

Rekontruksi yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Decky Handra Wijaya.

Adegan 1 sampai 12 meceritakan pertemuan korban, YNF, dengan 5 orang pelaku di Mini Market UD Rizka di Jalan Nenas, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem.

Pelaku yakni JM, DR,  FF, AA, dan GD.

Empat pelaku kenal dengan korban dari FF, pria asli Desa Bungaya Kangin, Bebandem.

Pertama FF mengenalkan korban ke temannya lewat Facebook (FB).

Beberapa menit kemudian FF hubungi korban via handphone.

Korban dijemput di rumahnya, dan diajak main ke arah utara.

Melihat FF dan YNF boncengan, berapa pelaku mengejar dengan sepeda motor.

"Empat orang pelaku nggak bisa mengejar FF dan YNF. Mereka kembali kumpul di Mini Market UD Rizka. Berselang berapa jam FF dan YNF datang ke Mini Market. Korban dibelikan lalapan oleh FF," kata petugas kepolisian.

Setelah makan lalapan, korban kembali diajak ke gubuk dekat kandang sapi oleh 5 orang pelaku.

Mereka ke gubuk mengunakan sepeda motor.

Korban dibonceng oleh FF.

Sesampainya di gubuk korban disetubuhi secara bergantian oleh lima orang pelaku.

Persetubuhan ini terjadi pada adegan yang ke 13.

Usai menyetubuhi korban, para pelaku mengajak korban ke sebuah indekos di Jalan Sudirman, Amlapura.

Korban dibonceng FF, sedangkan pelaku lainya mengikuti dari belakang.

Sampai dikosan, korban kembali disetubuhi pelaku hingga beberapa kali.
setelah bersetubuh korban diantar pulang menuju rumahnya.

Pada 4 April 2017, GD dan FF kembali bertemu di tukang cukur Subagan.

Pelaku mengaku ingin setubuhi korban lagi.

Korban kembali dijemput dan diajak ke sebuah indekos.

Korban kembali disetubuhi beramai ramai.

Tanggal 7 April 2017, korban dibawa ke kos lagi dan disetubuhi hingga berapa kali oleh para pelaku.

Tidak sampai disitu, aksi bejat pelaku juga berlanjut pada 11 April 2017.

Korban disetubuhi ramai-ramai di kosan Jalan Ahmad Yani, Amlapura.

Pelakunya sebanyak 12 orang.

Korban digilir secara bergiliran oleh setiap pelaku.

Selasa, 25 Julai 2017

Gagahi Kekasihnya yang Baru Berusia 13 Tahun

KUPANG - Peti Patris Nenobita (22) diamankan di sel Polsek Kelapa Lima.

Buruh bangunan ini ditahan atas dugaan pencabulan terhadap MT (13).

Kapolsek Kelapa Lima AKP Didik Kurnianto menjelaskan, pihaknya mendapatkan laporan dari Daniel D Aty, warga Kelurahan Oesapa yang merupakan ayah kandung korban.

"Awalnya korban tidur, kemudian Daniel dibangunkan Nanda Atty katanya korban tidak ada di kamarnya. Pelapor langsung cari korban tapi tidak ketemu," ucap Didik, Selasa (11/7/2017) di Kupang.

Sekitar pukul 02.00 Wita, korban baru pulang ke rumah dan keesokan harinya pelapor bertanya ke korban.

Korban kemudian menjelaskan kejadian yang menimpa dirinya.

Setelah mendengar penjelasan korban, Daniel langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kelapa Lima.

Menurut keterangan korban, kejadian tersebut terjadi di belakang kos-kosan milik Dina Feoh di Kelurahan Oesapa.

"Pada saat itu, korban menelpon pelaku untuk menemuinya di rumah korban tapi pelaku menolak karena sudah larut malam," kata Didik.

Pada saat bertemu, pelaku langsung memeluk korban dan melakukan hubungan intim.

"Pelaku bilang, mari sudah cepat saja. Korban bilang dia tidak mengerti maksud dan tujuan pelaku dan sempat bilang kalau lebih baik korban pulang saja namun pelaku mendorong korban yang sedang dalam posisi jongkok. Korban langsung jatuh dan pelaku langsung melakukan hubungan suami istri," terang Didik.

Berdasarkan keterangan pelaku kepada penyidik, ia dan korban menjalin hubungan asmara selama kurang lebih dua bulan dan baru melakukan hubungan suami istri sebanyak satu kali.

Pelaku Petu Patris Nenbota telah diamankan di sel Polsek Kelapa Lima dan masalah ini sedang ditangani penyidik PPA Polsek Kelapa Lima.

Sabtu, 22 Julai 2017

Kakek Setubuhi Remaja Berusia 15 Tahun

MAGELANG - Haryoto (49), mendekam di balik jeruji besi markas Polres Magelang, Jawa Tengah, karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap remaja perempuan.

Kakek asal Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang itu menggunakan dalih akan memberikan ilmu kebatinan dengan cara "belah rogo" (membelah raga/tubuh) kepada korban.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Magelang AKP Santoso menjelaskan, kasus ini terungkap setelah orangtua korban melaporkan Haryoto atas perbuatannya ke Unit PPA Polres Magelang, 30 Juni 2017 lalu.

Polisi segera melakukan penyelidikan hingga kemudian menangkap Haryoto. Santoso memaparkan, pencabulan dilakukan tersangka pada Selasa, 27 Juni 2017, sekitar pukul 22.00 WIB di sebuah gubuk di kawasan lereng pegunungan Merbabu, Ngablak, Kabupaten Magelang.

"Sebelumnya tersangka sudah mengincar korban, lalu mengirimkan SMS korban bahwa dirinya bisa mengajarkan ilmu kebatinan dengan ritual belah rogo kepada korban. Saat itu korban bersedia namun baru bisa menyanggupinya setelah lebaran," paparnya,  Jumat (7/7/2017).

Korban yang masih berusia 15 tahun itu tiba di rumah tersangka diantar saudara sepupunya. Saat itu tersangka mengatakan, ritual baru bisa dilaksanakan tengah malam. Sambil menunggu waktu, tersangka mengajak korban mengambil ampas tahu di sebuah tempat.

Korban sempat menolaknya namun kemudian bersedia hingga tiba di sebuah gubug. Di gubug itulah tersangka melancarkan aksinya. Tersangka meminta korban untuk mengeluarkan "air suci" dari kemaluan namun korban tidak bisa.

"Tersangka lalu mengajak korban bersetubuh dengan alasan membantu mengeluarkan "air suci" korban. Korban terpaksa menurut karena tersangka menakut-nakutinya, jika ritual gagal maka korban akan gila," ungkapnya.

Menurut Santoso, tersangka juga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun. Tapi beberapa hari kemudian korban memberanikan diri menceritakan kepada orangtuanya karena tidak tahan dengan rasa trauma yang dideranya.

Adapun sejumlah barang bukti telah diamankan pada kasus ini antara lain celana jins, kemeja wanita, jilbab, jaket, pakaian dalam wanita, kapas, gayung bambu, jeriken air, 1 unit sepada motor, dan lain-lain.

Santoso menegaskan tersangka akan dijerat dengan UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan atau dengan maksimal Rp 5 miliar.

Sementara itu, tersangka Haryoto mengaku baru pertama kali melakukan aksi tak senonoh itu kepada korban. Dia berdalih karena mendapatkan bisikan setan hingga nekat melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur.

"Aku dewe ora dong, ono bisikan setan kudu ngelakoni kuwi, (Saya sendiri tidak mengerti, ada bisikan setan harus melakukan perbuatan itu). Saya sangat menyesal," dalihnya.

Selasa, 18 Julai 2017

Siswi SMP Ini Akhirnya Malah Dihamili Guru BK

YOGYAKARTA  - Poniman (54) guru Bimbingan Konseling (BK) tega mencabuli siswi madrasah tempatnya bekerja.

Korban  berinisial  A (15) yang tengah menempuh pendidkan di daerah Giriloyo, Bantul sementara pelaku merupakan warga Manding, Sabdodadi, Bantul.

Dengan mengenakan masker berwarna biru, Wina (33) ibu korban, datang dengan anaknya ke Jogja Police Watch (JPW) Yogyakarta.

A tampak tertunduk lesu sembari mengenakan masker merah yang menutupi mulut anak yang berusia di bawah 17 tahun.

Wani menjelaskan, kedatangannya ke JPW guna mengadukan tindakan asusila yang dialami anaknya.

Dirinya juga telah melakukan pelaporan ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Bantul, mengenai tindakan Poniman terhadap anak pertamanya tersebut.

"Kedatangan ke JPW adalah mengharap adanya bantuan untuk memberatkan pelaku, dan pelaku agar ditindak secara hukum karena telah merusak masa depan anak saya. Saya juga telah lapor ke Polres Bantul," katanya.

Tindak asusila yang dialami oleh A berawal dari seringnya A curhat terhadap pelaku yang tidak lain adalah guru Bimbingan Konseling (BK), Poniman.

Ibu korban mengatakan, kejadian yang menimpa anaknya tersebut, bermula dari seringnya sang anak curhat kepada guru BK-nya.

Karena anaknya merasa nyaman dengan sang guru, A pun kerap diajak untuk bertemu oleh sang guru di sebuah rumah kosong.

Di rumah kosong tersebut Poniman melakukan perilaku tak senonoh terhadap putri sulungnya.

"Sudah sering curhat, karena nyaman anak saya sering bertemu dengan gurunya di rumah kosong. Si pelaku melakukan tindak asusila juga di rumah kosong itu" ucapnya saat di JPW Kamis (7/7/2017).

Wani menambahkan, ia mengetahui anaknya hamil karena memperhatikan perut anaknya yang semakin besar.

Mengetahui hal tersebut, ia membelikan tespek untuk mengecek hamil atau tidaknya.

Dirinya sempat menanyai anaknya, perihal siapa yang menghamilinya dan A menjawab bahwa seorang pemuda yang menghamilinya.

Karena tidak percaya, Wani menyita ponsel sang anak.

"Tahu anak saya hamil karena saya curiga kok perutnya membesar, saya belikan test pack dan hasilnya positif. Saya tanyai dan dia mengaku yang melakukan adalah Rio orang Magelang. Saya tidak percaya karena waktu saya sita hp anak saya, tanggal 18 Juni 2017, saya mendapati sebuah pesan SMS dari guru BKnya yang isinya kurang lebih 'ojo ngasi ngerti wong, positif wae karo sek tak omongke wingi, nek ra aku trimo mati mbangane jeneng sekolahan dadi elek' (jangan sampai tahu orang lain, positif saja dengan yang aku beritahu kemarin, kalau tidak aku mending mati daripada nama sekolah jadi jelek)," pungkasnya.

Mengetahui bahwa yang melakukan tindakan tersebut adalah guru BK anaknya di sekolah, Wani lanjut melaporkannya ke Polres Bantul pada tanggal 20 Juni 2017.

Jumaat, 14 Julai 2017

Perempuan Ini Posting Bukti Perselingkuhan Suami

BANJARMASIN - Postingan gambar mesra pria yang diduga suaminya dengan perempuan lain diposting akun facebook Resty Aulia.

Perawat asal Banjarmasin yang dalam keterangannya mantan perawat di Puskesmas Pulau Tanjung ini menjadi buah bibir di facebook.

Lima foto mesra si pria dengan wanita lain telah dibagikan 1992 akun facebook dengan 2800 komentar lebih.

Hmmm.... Benar kan kata aq pasti ada bbrpa yg di inbok. Ngpain inbok orng yg koment stts aq.

Kasian mereka bu maria mereka cuma prihatin ke aq bukan mksd apa2 ke km....

mereka ng ada urusan ma km, km klo ada urusan dtngin aja aq ke pengadilan atau ke polres kh kita ktemu....

Atur aja wktunya. Oh ya jg.... Ng usah kepo ma aq, aq tau koq km slalu cari tau tentang aq,

aq msh resty dlu yg seperti di kenal suami mu, resty yg make up apa adannya smpai sekrng,

aq ng bnyak biaya dlu bripka arianto nya krna modal aq cuma bedak n lipstik.mungkin krna itu aq di buang...

Tp slah nya arianto ng modalin aq besar sich untuk cntik. Menang aq di km kya nya bdan aq lbh tinggi dari km aja.

klo cantik.... Cntik km sich seperti km bilng dlu,pantas aja aq dibuang...

modal km besar untuk cntik tp dari ayah anak aq dari duit hak anak aq. ...

klo merasa keberatan stts aq, aq tunggu di pengadilan agama amuntai tgl 6 nanti.atau mau ktemu di polres bisa,
dipolda seklian jg bisa... Jd aq bisa minta ijin bbrpa hari dtmpat kerja aq".

Ribuan komentar dari banyak akun pun terlihat memberikan semangat bagi perempuan yang di profilnya sebagai mahasiswa Akper Intan Martapura.

Ifa Ode, "kejahatan jgn dibls dgn kejahatan....tpi blslah dgn kebaikan... karna allah itu menjabah do'a istri yg terdzalimi.
percaya dan yakin allah itu adil.sabar dan ikhlas adalah obat mujarab".

Safitri Dian Nita Sari, "Yg sabar mb. Pasti ada blsn.ya nantii".

Nur Hikmah Atha, "Allah pasti mendengar doa istri yg terzholimi.... sabar ya mba".

Titin Mamanya Cavell Ghaitsa, "Allah Menciptakan Perempuan baik untuk Lelaki baik,jadi jika mbak blm beruntung menemukan lelaki baik
maka lepaskanlah lelaki TDK baik untuk perempuan tidak baik pula".

Maiia Slalu Cinta, "Sabar mbk say...suami saya jg prnah ngelakuin hal yg sama tp skr malah nangis2 minta balik".

Selasa, 11 Julai 2017

Perkosa Anak Kandung di Hadapan Istri

MUSIRAWAS - Mahmud (49) memerkosa anak kandungnya sendiri. Bahkan, setelah ditangkap jajaran Polsek Tugu Mulyo di Musi Rawas, Sumatera Selatan, ia tak menyesal.

Ia mengaku perkosaan itu dilakukannya sebanyak tiga kali dalam tiga bulan terakhir di rumahnya. Yang mengejutkan, ia lakukan di depan istrinya sendiri, yang kabarnya mengalami keterbelakangan mental.

"Mereka selalu saya takuti, saya anc?am agar tidak cerita dan tidak beteriak-teriak," ujar kepada Tribunsumsel.com.

Mahmud mengaku kesal karena dua putrinya yang lain hamil di luar nikah. Makanya, ia tak mau putri bungsunya itu, dihamili orang lain sebelum menikah.

Sabtu, 8 Julai 2017

Orang Gila Kepergok Mesum Siang Bolong di Pasuruan

PASURUAN - Fenomena tertangkap kameranya netizen aksi dua orang yang diduga mengalami gangguan jiwa sedang melakukan hubungan seks di depan pertokoan, Senin (26/6/2017) siang, mendapatkan respon dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pasuruan.

Kasatpol PP Pasuruan Tri Yudha Sasongko mengatakan, pihaknya memang sudah mengetahui foto hubungan seks dua orang di depan sebuah toko di Pasuruan.

"Kami masih mencarinya. Karena belum ada keterangan pasti dimana lokasi pengambilan foto itu. Tapi yang jelas kami sudah menindaklanjuti hal itu," katanya kepada SURYA.co.id, Rabu (27/6/2017).

Yudha, sapaan akrabnya, menjelaskan, dirinya sudah menginstruksikan anggotannya untuk patroli ke seluruh wilayah yang ada di Pasuruan.

Menurutnya, pihaknya sudah menyebar ke beberapa pasar untuk mencari dua orang yang diduga mengalami gangguan jiwa dan mesum lakukan hal senonoh tersebut.

"Sejauh ini kami belum menemukannya, tapi petugas akan tetap kami minta patroli terus," jelasnya

Dia mengatakan, selama ini penanganan orang gila, gepeng, anjal dan sebagainya itu memang dinas sosial.

Namun, kata dia, pihaknya memang memiliki kewenangan untuk memberikan tindakan.

Sejauh ini, Yudha mengaku sudah beberapa kali mengamankan anjal, orang gila, dan gepeng.

"Kami sudah melakukannya. Saat kami patroli dan menemukan di lapangan, akan kami amankan. Setelah itu, kami akan serahkan ke Dinsos," tuturnya.

Menurut Yudha, ada beberapa opsi yang bisa dilakukan untuk mengatasai hal itu.

Pilihan pertama, dinsos akan membina mereka atau bisa jadi akan dipindahkan ke pondok milik dinsos jatim di Kediri.

"Tergantung dinsos. Kewenangan saya hanya menindak saja di lapangan. Untuk tindak lanjutnya kami tidak memiliki kewenangan," paparnya.

Sementara itu, pihak dinsos belum bisa memberikan keterangan karena belum menjawab saat dihubungi.

Sekadar diketahui, seperti yang diberitakan SURYA.co.id sebelumnya, kamera seorang netizen di Pasuruan, Senin (26/6/2017) siang hari menangkap sebuah adegan yang juga sempat diunggah ke sebuah grup komunitas di Facebook.

Dalam gambat tersebut, tampak seorang lelaki duduk bersimpuh di atas trotoar jalan, tepat di depan pintu pertokoan yang tertutup.

Sementara di hadapannya, rebah seorang yang lain, yang tak cukup jelas apakah itu perempuan atau lelaki.

Sosok yang dalam posisi terbaring telentang itu, melebarkan kedua tungkai pahanya sehingga terlihat kedua orang itu terlihat seperti sedang melakukan aktivitas seks.

Menurut netizen si pengambil gambar yang tak mau disebutkan namanya, peristiwa itu dipotretnya pada pukul 12.52 WIB di sekitar kawasan Pasar Besar.

Di media sosial, netizen ini juga sempat menyampaikan keprihatinannya karena cukup banyaknya gelandangan ataupun orang dengan kelainan jiwa yang berkeliaran di Pasuruan.

Si pengambil gambar itu sendiri, mengaku tidak berani mendekat untuk membubarkan aktivitas mesum tersebut karena tahu yang dihadapinya adalah orang gila.

Selain itu, yang juga membuatnya tak berani mendekat adalah karena saat kejadian itu berlangsung, netizen ini sedang bersama anaknya yang masih kecil.

Selasa, 4 Julai 2017

Satpam Ini Setubuhi Gadis di Bawah Umu

LAMONGAN - Para orangtua sebaiknya lebih waspada dalam menjaga anak-anak mereka. Khususnya, para anak gadis.

Sebab, saat ini kejahatan seksual, dan perilaku pergaulan bebas terus mengincar mereka di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.

Itu seperti yang terjadi baru-baru ini di Lamongan.

Novi Christiyanto (21), satpam di lembaga pendidikan tingkat dasar terkemuka di Kota Lamongan benar-benar mencoreng nama baik lembaga tempatnya bekerja.

Entah setan apa yang merasuki, dia tega melampiaskan nafsu bejatnya dengan nekat menyetubuhi, IY (16) seorang siswi yang baru lulus sekolah menengah pertama (SMP).

Akibat kelakuan bejatnya itu, Novi Christiyanto akhirnya ditangkap sendiri oleh orang tua korban, Sabtu (17/6/2017).

Tersangka kemudian harus mendekam minimal lima tahun di sel Lapas nantinya.

Tersangka ditangkap Kasim, orang tua korban setelah terpergok usai melakukan hubungan badan layaknya perbuatan suami istri bersama korban IY, di rumah cewek yang masih ingusan tersebut, Sabtu (17/6/2017) sekitar pukul 05.35 WIB, atau usai makan sahur.

Rumah IY berada di Desa Temenggungbaru, Kecamatan Lamongan.

Kejadian ini kali pertama kali diketahui orang tua korban, Kasim (58).

Mulanya, saat sebelum kejadian, Kasim pulang dari pasar untuk mengambil ayam yang ada di rumahnya.

Ketika tiba dan masuk rumah, dia kaget saat melihat ada sesuatu yang ganjil.

Karena ada seseorang yang tidak dikenalnya berada di balik pintu kamar anaknya.

Karena tidak dikenal, saksi kemudian menegur tersangka.

Dia ditanya mengapa berada di rumahnya saat pagi hari.

"Tapi jawabannya ngelantur dan tidak jelas," ungkap Kasim di depan polisi.

Mendapat pertanyaan dari orang tua korban, tersangka nampak ketakutan dan tergopoh-gopoh berusaha kabur.

Namun dengan sigap, Kasim spontan bergerak menghalangi dan berhasil menangkap pelaku.

Tak ingin terjadi keributan, termasuk adanya main hakim sendiri oleh warga, Kasim membawa pelaku ke polisi dengan didampingi purtrinya IY.

Pelaku dibawa ke Mapolres Lamongan.

Dihadapan polisi, tersangka mengakui semua perbuatannya. Bahwa dia telah melakukan hubungan badan dengan IY sebanyak tiga kali.

"Saya selalu melakukannya ketika rumah IY sepi dan orang tuanya sedang tidak ada di rumah," ucapnya.

Mendengar itu, Kasim, orang tua IY mengaku tidak terima.

Dia meminta pelaku kasus pencabulan tersebut diproses secara hukum.

Akhirnya, tersangka Novi Christiyanto, warga Jetis Gang 2 RT 04 RW 02 Lamongan ini tidak berkutik dan harus menerima kenyataan dan proses hukum serta hidup dibalik jeruji penjara.

"Apapun juga alasannya, korbannya adalah anak dibawah umur," tegas Kasubag Humas Polres Lamongan, AKP Suwarta.

Jumaat, 30 Jun 2017

Ada Foto Tak Sopan di Media Sosial,Perempuan Muda Lapor Polisi

PEKANBARU - Seorang perempuan muda di Pekanbaru melapor polisi setelah mendapati foto dirinya dalam pose tidak senonoh di media sosial.

Pelapor bernama HR (22) mengaku sudah dicemarkan nama baiknya karena foto tersebut.

Dalam laporannya ke Polresta Pekanbaru, HR mengatakan bahwa foto tersebut diketahui tampil di media sosial Facebook dan instagram miliknya.

Namun dia mengaku tidak pernah memajang foto tersebut.

"Korban yang sedang membuka facebook dan instgram miliknya kaget saat mendapati ada pose tubuhnya yang tidak senonoh. Korban tidak terima dengan kenyataan itu dan melaporkannya. Laporan tersebut masih dalam penyelidikan," kata Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Dodi Vivino, Senin (12/6/2017).

Kasus tersebut menurut Dodi harus menjadi perhatian masyarakat yang bersentuhan dengan media sosial.

Menurut Dodi bisa saja pelaku kejahatan menggunakan media sosial untuk menjalankan aksinya atau seseorang yang berniat jahat memanfaatkan teknologi untuk membuat malu korbannya.

Isnin, 26 Jun 2017

Remaja di Lamongan Unggah Foto Bugil Tetangganya

LAMONGAN - Entah apa yang ada di pikiran KF, remaja 16 tahun dari sebuah desa di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.

Dia mengunggah foto telanjang anak tetangganya, seorang remaja perempuan umur 12 tahun ke media sosial Facebook.

Akibatnya, remaja tanggung itu kini harus berhadapan dengan hukum setelah orangtua korban tidak terima dan melaporkannya ke Polres Lamongan.

Informasi yang dihimpun Surya, kasus ini bermula ketika KF mengunggah foto bugil remaja perempuan yang tak lain adalah tetangganya sendiri ke akun media sosial miliknya.

Tak butuh waktu lama, foto yang menunjukkan tubuh polos korban itu langsung tersebar, termasuk ke keluarga korban.

Mengetahui hal ini, ayah korban seketika murka. Dia pun mendatangi anaknya tersebut untuk menanyakan mengenai foto tersebut.

Namun bukannya mendapat kejelasan, si anak hanya bisa diam dan menangis ketakutan.

Sadar bahwa dia tak dapat menggali keterangan dari anaknya, pria 35 tahun itu lantas berusaha menggali informasi dari teman-teman anaknya yang ada di Facebook.

Dari penelusuran itulah, ayah korban akhirnya mengetahui identitas orang yang pertama kali mengunggah foto tak senonoh itu. Ternyata, foto itu sudah disebar sejak 27 Mei 2017 silam.

Begitu mengetahui identitas pelakunya, pria yang merasa malu karena kejadian itu langsung melapor ke polisi.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Polres Lamongan, AKP Suwarta mengatakan bahwa kasus tersebut kini sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lamongan.

"Baik korban maupun pelaku, sama-sama masih di bawah umur," katanya.

Jumaat, 23 Jun 2017

Terbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur

GRESIK - Majelis hakim memvonis Mustaqim (49) pidana tiga tahun enam bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan.

Sekretaris Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, itu dinyatakan bersalah dalam perkara tindakan asusila terhadap pelajar sekolah menengah atas.  

Vonis majelis hakim di Pengadilan Negeri Gresik, Selasa (6/6/2017), lebih ringan dibandingkan hukuman minimal sesuai Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Meski demikian, Mustaqim yang didampingi penasehat hukum M Aziz, menyatakan pikir-pikir apakah akan menerima putusan tersebut atau mengajukan banding.

"Pikir-pikir yang mulia," kata Mustaqim usai konsultasi dengan kuasa hukumnya.

Kasu ini diawali dengan Mustaqim merayu korban, SA (17), siswi kelas III agar mau berhubungan intim dengannya. Hal itu terjadi pada Agustus 2016 silam.

Rayaun-rayuan itu disampaikan terdakwa kepada korban menjalani praktik kerja lapangan di Desa Menganti, Kecamatan Menganti.

Terdakwa menjanjikan kepada SA akan menikahi setelah menceraikan istri pertama. Setelah menggaulinya di sebuah hotel di Surabaya, Mustaqim hanya menikahi siri korban dan mendapat perhiasan dan motor.

Kecewa, korban memilih melapokan perbuatan Mustaqim ke Polres Gresik.

"Terdakwa Mustaqim terbukti bersalah dengan tipu muslihat telah menyetubuhi anak dibawah umur," kata hakim ketua Ketut Tirta dalam putusannya.

Ahad, 18 Jun 2017

Ternyata Sudah Hubungan Intim Berulang Kali

MANADO - RJ, ibu rumah tangga di Kecamatan Malalayang datang ke Polresta Manado, Sabtu (3/6) untuk melaporkan SK (16) warga Sario.

Menurut pengakuan IRT tersebut, anaknya sebut saja Jingga (17) telah disetubuhi oleh SK berulang kali.

Kecurigaan sang ibu berawal ketika ia membuka Handpone milik anaknya, dan mendapati video sang buah hati sedang berpelukan bersama SK di rumah terlapor.

Mendapati video tersebut, sang ibu langsung menanyakan kebenaran dari video tersebut.

"Saya langsung tanya ke dia, apa saja yang pernah mereka lakukan," ujar sang ibu ke petugas SPKT Polresta Manado.

Sang ibu juga menuturkan bahwa anaknya kemudian mengakui sudah berkali-kali ke rumah SK yang tak lain adalah pacarnya.

"Saya seakan tak percaya, padahal sebentar lagi dia akan kuliah," kata sang ibunda.

Mendengar laporan tersebut, Tim Paniki Timnas Satu Polresta Manado dibawah pimpinan Aipda Jemmy Mokodompit langsung menuju rumah terlapor.

"Kami amankan tersangka dirumahnya dan ia pun mengakui sudaj berapa kali menyetubuhi korban," kata Mokompit, Minggu (4/6) sore tadi.

SK Langsung digiring ke Polresta Manado untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Tersangka saat ini sudah kami amankan di Polresta Manado dan sedang diperiksa penyidik," tandas Kasubag Humas Polresta Manado AKP Roly Sahelangi.

Rabu, 14 Jun 2017

Banyak Pasangan Mesum Kencan di Hotel di Bulan Puasa

SURABAYA - Sebanyak lima pasangan mesum dan dua PSK terjaring razia, Selasa (30/5/2017) malam.

Razia dilakukan tim gabungan Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Satpol PP Pemkot Surabaya untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat) selama bulan Ramadan.

Mereka digerebek saat berada di Hotel Hasma Jaya di Jalan Pasar Kembang Surabaya.

Lima pasang pria dan wanita yang bukan suami istri sedang selingkuh di kamar hotel, yakni SA (32) asal Bali dan TA (37) asal Jalan Ploso Surabaya. AW (21) asal Tuban dan AS (20) Jalan Kalimas Surabaya.

Lalu TS (54) asal Embong Malang Surabaya dan YR (45) asal Dukuh Kupang Surabaya, RD (35) asal Jalan Tambak Pring Surabaya dan MF (35) asal Simorejo Surabaya, HD (52) asal Tropodo Sidoarjo dan AL (21) asal Jalan Simorejo Sari Surabaya.

Sedangkan dua PSK yang diamankan, yakni KT (27) warga Kapas Madya Barat Surabaya, RT (26) asal Jombang.

Petugas juga mengamankan seorang pria yang diduga melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yakni AW asal Jalan Gersikan Surabaya.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni yang memimpin razia menuturkan, razia ini merupakan bagian dari Surabaya Tertib Ramadan 2017.

Kegiatan ini terus digeber di lokasi-lokasi yang ditengarai jadi tempat prostitusi atau mesum.

"Pelaku trafficking (perdagangan orang) akan kami sidik di Unit PPA, sedang lima pasangan mesum ditangani Satpol PP,” kata Ruth Yeni.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Satpol PP Kota Surabaya, Ndari menambahkan, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap mereka pasangan bukan suami istri yang terkena razia pada malam Ramadan.

Razia ini juga menyangkut soal Perda 23 tahun 2012 dalam Pasal 26 huruf C Tentang Kepariwisataan.

“Mereka pengusaha (pengelola hotel) ini telah melakukan pelanggaran. Tempat ini memang ada izin dari Dinas Pariwisata, namun mereka tidak melakukan sesuai dengan keperuntukkannya," cetus Ndari.

Karena melanggar, petugas terpaksa melakukan penghentian kegiatan mereka dan pengusaha itu akan dipangil ke kantor Satpol PP.

Sabtu, 10 Jun 2017

PNS di Kupang Digerebek Sedang Bugil

KUPANG - Warga Kelurahan Nun Baun Delha digerebek saat sedang tidur tanpa busana dengan wanita idaman lain (WIL) di salah satu hotel di Kota Kupang dalam operasi pekat yang dilakukan oleh Polres Kupang Kota pada Selasa (30 /5/2017) pagi.

Warga tersebut sudah memiliki istri dan sudah menikah resmi.

Selingkuhannya adalah warga dari jalan Tuak Daun Merah (TDM) V.

Informasi yang diperoleh Wartawan, bahwa warga NBD itu menghubungi WIL melalui telepon untuk ke Hotel Neo Aston Kupang untuk memesan kamar di Hotel Neo by Aston.

Warga NBD yang memiliki pekerjaan sebagai ASN ini datang ke hotel sekitar pukul 04.00 wita dengan menggunakan mobil dan dia dijemput oleh WIL di tempat parkir lalu mereka masuk ke dalam kamar hotel.

Polisi yang mendapat laporan soal keberadaan dan perbuatan pasangan ini datang ke Hotel Neo Aston Kupang.

Aparat kepolisian Polres Kupang Kota mengamankan kedua orang tersebut di dalam kamar dengan kondisi bugil.

Keduanya langsung diamankan ke Mapolres Kupang kota untuk proses lebih lanjut.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anton Ch Nugroho, SH MHum yang dikonfirmasi, Rabu (31 /5/2017) mengenai informasi penangkapan pasangan selingkuh mengatakan, kasus tersebut masih diproses.

Rabu, 7 Jun 2017

Pencabul Anak Ini Tutup Mulut Korban

PAPUA – Satuan Reserse Kriminal Polres Biak Numfor, Papua, menangkap seorang pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur berinisial LD (36), Jum’at (26/5/2017).

Pelaku ditangkap setelah melakukan tindak pidana pelecehan seksual terhadap seorang anak perempuan dengan inisial Da berusia 9 tahun pada Sabtu (20/5/2017) lalu di Kampung Inggupi Biak Kota.

Kapolres Biak Numfor AKBP H Hadi Wahyudi SIK melalui Kasat Reskrim AKP I Wayan Laba SH mengatakan hasil pemeriksaan awal penyidik terhadap korban diketahui pelaku sebelumnya meminta tolong kepada korban untuk membelikannya rokok.

Kemudian pelaku mengajak korban ke rumahnya sampai masuk ke dalam kamar.

Selanjutnya pelaku meraba korban dan memasukan jarinya ke bagian alat vital korban. Dengan spontan korban berteriak karena kesakitan.

“Pelaku yang takut kedengaran orang lain pelaku menutup mulut korban dan menyembunyikannya di bawah kolom tempat tidur. Setelah dianggap aman pelaku membawa korban keluar dari kamar dan mengancam agar tidak memberitahukan hal tersebut kepada siapapun,” ujar AKP I Wayan seperti dilansir dari Humas Polda Papua.

Pihak keluarga yang mengetahui hal tersebut setelah melihat anaknya merasakan sakit di bagian alat vitalnya.

Setelah dipaksa untuk menceritakan hal itu akhirnya korban menceritakan kejadian tersebut dan melaporkannya ke Polres Biak Numfor.

Dari pengakuan pelaku didepan penyidik, yang mengakuinya dan membenarkan bahwa telah melakukan pencabulan itu terhadap korban sebanyak tiga kali.

“Saat ini pelaku sudah ditahan di Polres Biak Numfor sebagaimana tercantum dalam surat pemberitahuan kepada keluarga pelaku dari kami selaku pihak penyidik tentang pemberitahuan penangkapan dan penahanan terhadap pelaku LD guna proses penyidikan,” ungkap Kasat Reskrim.

Pelaku dijerat sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ahad, 4 Jun 2017

Geger Aksi Pelecehan Seksual

SEMARANG - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang memiting leher pria tidak beridentitas.

Mereka berjalan keluar kerumunan karnaval Dugderan di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Rabu (24/5/2017) pagi.

"Ada ibu-ibu lapor ke saya. Paha anaknya digerayangi pria ini," kata petugas Satpol PP itu.

Pria itu tampak ketakutan dan mulanya dia tak mengakui perbuatan itu.

Petugas sempat memeriksa isi tas punggung yang dibawa pria itu. Isinya hanya botol bekas air mineral.

Mengantisipasi amukan massa, dua petugas Satpol PP menggelandang pria itu ke pos patroli motor (patmor) Sabhara Polrestabes Semarang.

Pos itu berada di kawasan Citraland lalu diinterograsi lima polisi unit Sabhara.

Mulanya para polisi itu menduga si pria mengalami gangguan jiwa.

Polisi pun berupaya melakukan tes psikologi, sebagai awal pemeriksaan.

"Tulis nama, tempat tanggal lahir, nama istri, alamat rumahmu sekarang. Tulis tangan ya," ujar Brigafdir Idris.

Pria yang tak membawa identitas itu pun menuruti.

Namanya Fadly, lahir di Kudus tanggal 9 Maret 1979.

Nama istri Siti Aisah. Alamat tinggal di Desa Jetak RT 6 RW 1, Kaliwungu, Kudus.

Idris pun menyuruh pria yang mengaku bernama Fadly itu mengulang penulisan di selembar kertas berbeda. Hasilnya sama.

"Berarti Fadly ini normal, tidak gila. Tulisan tangannya juga bagus," kata Idris sambil menunjukkan hasil tulisan itu.

Idris bertanya alasan Fadly menggerayangi dan meremas paha siswi saat karnaval Dugderan Semarang.

Fadly pun menjawab hanya humor.

"Kalau paha anak kamu digerayangi orang lain boleh tidak?" tanya Idris lagi.

Jawaban Fadly pun membuat lima petugas terpingkal-pingkal.

"Boleh pak. Kan humor," jawab Fadly singkat.

Petugas kepolisian pun masih mendalami keterangan Fadly, sembari menunggu kehadiran orangtua korban terduga pelecehan seksual.

Simak video detik-detik Satpol PP menangkap terduga pelaku pelecehan seksual siswi peserta karnaval Dugderan di fanspage Facebook tribunjateng.com

Rabu, 31 Mei 2017

Pelajar SMP Dijual Teman Sendiri Rp 600 Ribu

TANGERANG - Pelajar dijual oleh teman tongkrongannya di wilayah Ciledug, Tangerang pada akhir bulan lalu.

Orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Metro Jaya, Minggu (21/5/2017).

Ketua LBH Kosgoro Banten, Isram selaku kuasa hukum korban menjelaskan kronologi ikhwal peristiwa tersebut.

Saat itu, gadis yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP ini diajak bertemu oleh teman tongkrongannya yakni CN, RE, dan AD.

Setelah berjumpa, korban diajak ke wilayah Senen, Jakarta Pusat. Mereka berangkat menggunakan angkot putih yang dikemudian AD.

"Para pelaku ini tidak memberi tahu kepada korban mau dibawa ke mana dan tujuannya apa," ujar Isram kepada Warta Kota, Senin (22/5/2017).

Sesampai di lokasi, mereka menunggu di taman yang ada di kawasan Senen. Kemudian datanglah rekan para pelaku menemui mereka.

"Teman dari ketiga pelaku itu tiba-tiba membawa korban. Diajak ke Rusun yang ada di Senen," kata Isram.

Korban ketika itu dikenalkan oleh seorang pria. Lalu ketiga teman tongkrongannya itu pergi begitu saja meninggalkan pelajar berusia 14 tahun ini di rusun.

"Korban dijual oleh teman tongkrongannya itu kepada pria yang tidak dikenalnya seharga Rp. 600.000 untuk eksploitasi seks," ungkapnya.

Korban pun pulang ke rumah dalam keadaan menangis tersedu-sedu. Ia pulang dengan menggunakan taksi dan diongkosi oleh lelaki hidung belang tersebut.

"Kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke Unit PPA," tutur Isram.

Menurut Isram, kasus tersebut termasuk dalam kategori eksploitasi seksual terhadap anak Pasal 88 Jo Pasal 76 UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Kami sudah laporkan ke Polda Metro Jaya dan berharap agar pelaku segera diamankan agar kasus semacam ini tidak terulang lagi," katanya.

Sabtu, 27 Mei 2017

Pria Ini Tega Cabuli Anak Sendiri

PALI -  Entah apa dalam benak pikiran tersangka inisial IPI (32), warga Dusun I, Desa Curup Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Dia tega melakukan tindak terlarang dengan mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih berusia sembilan tahun, berinisial LA.

Atas kejadian pencabulan anak di bawah umur itu, HE (31), ibu kandung korban melapor ke polisi pada tanggal 27 April 2017, dan tertuang dalam LP.B/27/V/2017/Sumsel/Res ME/Sel. T.Abang. Dan tersangka ditangkap,  Senin (8/5/2017).

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada 25 April 2017 lalu, sekira pukul 02.00 wib, dini hari.

Di rumah kontrakan Daman di Desa Raja Barat, pada saat itu anak dan istri tersangka tertidur lelap, tersangka melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya.

Peristiwa memalukan itu, diketahui oleh istrinya ketika sedang memandikan korban pada siang hari melihat LA tidak berjalan seperti biasanya.

Melihat itu, ibu LA kemudian bawa LA ke dokter dan benar korban mengalami luka di bagian kemaluannya. Atas kejadian tersebut ibu korban melaporkan tersangka ke Polsek Tanah Abang.

Menindak laporan itu, tersangka ditangkap oleh petugas polisi, Senin (08-05-2017), sekira pukul 14.00 wib, tanpa perlawanan.

Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK melalui Kasubag Humas AKP Arsyad disampaikan Kapolsek Tanah Abang AKP Sibero membenarkan laporan tersebut dan tersangka dijerat undang-undang perlindungan anak.

“Tersangka dijerat Pasal 81 UU nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” katanya berbentuk pesan rilisnya di akun sosial media, Selasa (09-05-2017).

Dia mengatakan, tersangka ditangkap di Desa Siku, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, saat itu tersangka sedang tertidur usai mengemas elpiji.

“MendapatiInformasi tersangka ada di Siku, petugas langsung menuju ke lokasi dan ditangkap tanpa perlawanan dan kemudian langsung diamankan ke Polsek Tanah Abang,” jelasnya.

Rabu, 24 Mei 2017

Guru MTs Terangsang, 35 Siswinya Dicabuli

PONOROGO - Tidak ada yang tahu kejiwaan dan watak orang hanya melihat dari luarnya saja.

Bahkan seorang guru yang kerap dianggap punya jasa mulia membagikan ilmu kepada muridnya saja bisa lakukan hal biadab tak terpuji.

Kejadian dan kasus ini terjadi di sebuah Sekolah Agama yang dianggap pasti punya nilai ketaqwaan yang tinggi.

Ternyata, di dalamnya masih saja ada oknum orang-orang yang kejiwaannya terganggu dan cabul.

Kasus menimpa seorang pembina sekaligus guru di sekolah berbasiskan agama tersebut.

Pembina atau guru ekstrakulikuler Pramuka ini akhirnya kena batunya.

Ini setelah dia ditangkap polisi akibat perbuatan cabul yang dilakukan terhadap puluhan anak didiknya di sekolah.

Kasus yang sempat membuat geger dunia pendidikan ini terjadi di Kabupaten Ponorogo.

Apalagi itu terjadi di sekolah dengan latar belakang pendidikan yang kental nuansa agamanya.

AN (44), seorang pembina ekstrakulikuler Pramuka di salah satu MTs (setingkat SMP) di Kecamatan Ngrayun, Ponorogo ditangkap aparat Reskrim Polres setempat.

Gara-garanya, dia kerap memegang payudara dan pantat 35 siswi yang dilatih dalam kegiatan pramuka.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Darmawan, mengatakan, tersangka AN telah menjadi pembina Pramuka di MTs tersebut sejak empat tahun silam.

Namun perbuatan bejatnya mencabuli 35 siswi dilakukan mulai pertengahan tahun 2016 hingga awal 2017.

"Ini berarti, tersangka AN sudah melakukan perbuatan cabul dan bejatnya sekitar setengah tahun," ujarnya, Senin (8/5/2017).

Ulah pembina pramuka cabul ini terbongkar setelah tiga orang siswi yang menjadi korbannya berani melapor kepada kepala sekolah dan orang tuanya.

Tahu aksi bejatnya dilaporkan para siswi ke atasannya, tersangka AN tiba-tiba menghilang.

Dia tidak pernah masuk sekolah untuk melatih kegiatan ekstrakurikuler pramuka serta menjaga perpustakaan.

"Pelaku memilih kabur ke kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat," terang Rudi Darmawan.

Mendapati hal itu, pihak sekolah dan orang tua siswi akhirnya melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Setelah mendapat laporan, polisi langsung bergerak mencari keberadaan si AN. Termasuk mendatangi rumah anggota keluarganya di Sukabumi.

Sabtu, 20 Mei 2017

Sepasang Pelajar SMP Digerebek

BANGKA -- Sepasang remaja kedapatan berbuat mesum di sebuah kontrakan yang ada di kelurahan Koba, Bangka Tengah (bateng).

PY (15) dan FS (14) digerebek oleh satpol PP Kecamatan Koba atas aduan masyarakat yang curiga dengan keduanya yang sering berduaan di dalam kontrakan tersebut.

PY sendiri merupakan warga desa Kulur dan tidak bersekolah lagi, sedangkan FS merupakan warga Arung Dalam dan masih berstatus pelajar di salah satu sekolah di Koba.

Senin (1/5/2017) pagi, satpol PP kecamatan Koba yang dipimpin oleh kasi ketertiban umum, Hartono langsung mengamankan keduanya.

Ia mengatakan pihaknya harus mendobrak pintu kontrakan yang terletak di RT 15 tersebut karena saat diminta buka, tidak dilakukan.

"Kami sempat dobrak pintunya baru mereka keluar dari kamar, padahal kami sudah panggil agar mereka buka sendiri," ungkap Hartono.

Keduanya mengaku baru sekali melakukan hubungan layaknya suami istri pada hari Sabtu lalu.

"Mereka ini pacaran, yang perempuan ini (PY) memang agak nakal dan sudah empat hari kabur dari rumahnya," tambahnya.

Pihaknya saat ini sudah memanggil kedua orang tua masing-masing pasangan tersebut agar mengetahui kelakuan anaknya.

"Kami sudah panggil untuk datang kesini (kecamatan koba) agar bisa lebih mengawasi pergaulan dan kelakuan anak-anaknya. Jangan sampai kejadian ini terjadi lagi dan menjadi pelajaran," terangnya.

Keduanya pun harus membuat surat pernyataan agar tidak akan melakukan hal yang sama dikemudian hari.

"Kita tidak mau nanti malah terjadi sesuatu (hamil diluar nikah) dan berakhir dikepolisian walaupun sama-sama suka apalagi dilakukan oleh pelajar dan masih remaja tanggung," tambah Hartono.

Isnin, 15 Mei 2017

Penyebar Video Remaja Mesum

SURABAYA - Berkas pengunggah video mesum dua remaja mesum di kamar pas Lotte Mart dilimpahkan penyidik ke Kejaksaan Negeri Surabaya.

Berkas yang masih diteliti pihak kejaksaan itu untuk menentukan apakah perkara yang disidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya layak dilanjutkan ke penuntutan atau tidak.

"Berkasnya masih kami teliti. Jika sudah layak, berkasnya akan kami nyatakan P 21," ujar Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Surabaya, Didik Adyoto, Sabtu (29/4/2017).

Dalam perkara ini penyidik menetapkan dua orang petugas keamanan Lotte Mart sebagai tersangka, yakni Sigit Setiawan (34) selaku komandan regu dan M Kusno (36), wakilnya.

Kedua petugas keamanan Lotte Mart itu ditetapkan tersangka setelah penyidik menggelar perkara dan mendapat hasil bukti ilmiah sejumlah ponsel milik saksi dari Labfor Polda Jatim.

Dari gelar perkara itu, Sigit sebagai pengirim pertama video ke grup WhatsApp yang beranggotakan para satpam, HRD dan pengawas nonfood Lotte Mart hingga berujung viral di berbagai media sosial.

Kasus ini bermula saat dua pasangan remaja tengah berhubungan intim di sebuah kamar ganti baju di Lotte Mart.

Aksi mesum itu dilaporkan salah satu petugas kepada Sigit. Selanjutnya Sigit menghampiri lokasi tempat keduanya mesum.

Cara yang dilakukan Sigit keliru. Ia meminta kedua ABG tidak mengenakan pakaian dalam dan memerintahnya berjalan menuju ruang petugas keamanan.

Saat itulah Sigit memerintahkan tersangka Kusno untuk merekam kedua pasangan mesum itu dalam kondisi bugil. Hasil rekaman video diunggah Sigit di akun Instagram Lambe_turah.

Akibat perbuatanya, kedua petugas keamanan Lotte Mart dijerat pasal 52 ayat 1 UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan melanggar pasal 35, Pasal 37 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, karena perbutannya dianggap menjadikan kedua remaja tersebut sebagai objek pornografi dengan melarang kedua remaja dalam video mesum itu mengenakan celana saat digerebek.

Jumaat, 12 Mei 2017

Gagahi Putri Kandungnya Hingga Hamil

MANADO - Anggun, gadis yang tinggal di Kecamatan Tuminting ini datang ke Polresta Manado, Senin (25/4) pukul 23.00 Wita.

Ia datang didampingi sang ibu guna melaporkan kasus dugaan pemerkosaan dari sang ayah tiri berinisial FM (30).

Ketika menceritakan kisah pilunya dihadapan petugas SPKT Polresta Manado, bibirnya tampak kaku nadanya pun terbata-bata.

Sang ibu yang menggunakan baju coklat tua pun tampak menguatkan buah hatinya dengan untuk menceritakan kisah pilunya.

"Awal kejadiannya sejak tahun 2014 pak," buka korban dengan nada terbata-bata.

Ketika ibu pergi keluar bekerja, ia selalu memaksakan kehendaknya untuk berhubungan badan.

"Kalau saya tidak mau dia selalu mengancam saya dengan pisau," jelas gadis 16 tahun itu.

Anggun juga mengaku lupa berapa kali FM melakukan hal itu kepadanya.

"Terakhir kali terjadi di akhir tahun kemarin," ucap dia.

Memasuki akhir bulan Januari 2017, Anggun mengaku sudah tidak mendapatkan tamu bulanan (Haid).

"Pada awal Februari saya sadar kalau sudah seminggu tidak turun haid. Lalu saya beli alat pengecek kehamilan dan pada pagi hari saya lihat ada dua garis merah yang keluar," ujar korban.

Mengetahui bahwa ia positif hamil, Anggun kemudian tak lagi masuk sekolah.

"Sesekali sering ke sekolah tapi tidak sampai, hanya pergi di rumah saudara, karena saya malu ke sekolah," aku dirinya.

Melihat anaknya sudah tak lagi pergi ke sekolah, sang ibu kemudian menanyakan penyebabnya.

"Awalnya dia bilang sakit, tapi ketika saya pegang kepalanya tidak panas. Selain itu dia juga terlihat murung," ujar sang ibu.

Mengetahui anaknya menyembunyikan sesuatu, sang ibu kemudian terus mendesak Anggun untuk menceritakan masalahnya.

"Saya kaget bukan main ketika dia bilang kalau hamil. Tapi saya lebih terpukul lagi ketika mengetahui kalau yang menghamilinya adalah suami saya sendiri," urai dirinya.

Dengan amarah yang sudah tidak tertahan lagi, sang ibu kemudian menarik anggun ke kantor polisi.

"Saya bilang kamu ganti baju, kita harus laporkan kasus ini," tegas ibu korban.

Usai mendapatkan laporan tersebut, Tim Sabhara Polresta Manado kemudian langsung menuju ke lokasi, dan mengamankan FM tanpa perlawanan.

Kapolresta Manado melalui  Kasubag Humas AKP Roly Sahelangi mengatakan tersangka sudah diamankan.

"Dan dia juga sudah mengakui perbuatannya. Selanjutnya tersangka akan kami proses berdasarkan aturan yang berlaku," ujarnya.

Selasa, 9 Mei 2017

Dua Cewek Cantik 'Jajakan Diri' di Internet

SAMARINDA - Unit Eksus Satreskrim Polresta Samarinda berhasil mengungkap prostitusi online, yang telah beroperasi kurang lebih setahun.

Pengungkapan tersebut berawal dari pantauan di media sosial dan juga informasi masyarakat, tentang adanya akun twitter yang memposting konten berbau pornografi, termasuk cuitan yang isinya mempromosikan diri untuk berkencan.

"Pantauan terhadap akun di media sosial yang berbau pornografi, sudah kita lakukan sejak awal tahun ini. Dan, dua akun ini memang terbukti melanggar UU ITE dan UU Pornografi, karena konten yang di posting berbau asusila maupun pornografi," ungkap Kanit Eksus Satresrim Polresta Samarinda, AKP Nono Rusmana, Selasa (25/4/2017).

Bahkan, kepolisian juga telah mengamankan dua cewek cantik, pemilik akun tersebut, yang diamankan di jalan Imam Bonjol, pada Selasa (25/4) dini hari tadi.

Kedua pelaku yang diamankan, diantaranya MK alias Nayla (17), dengan akun twitter bernama @naylanaz022 dan Jm alias Amel (22), dengan akun bernama @AmelSamarinda.

"Mereka tidak saling kenal, dan dari hasil pemeriksaan, mereka sendiri yang posting, termasuk foto yang ada di akun itu, ya foto mereka sendiri. Dan, mereka ini tidak dibawah naungan mucikari, mereka sendiri yang lakukan," ungkapnya.

Saat ini kepolisian masih mendalami lagi kasus tersebut, kendati akun tersebut menjurus kepada prostitusi online, namun kepolisian masih fokus terhadap perkara kasus pelanggaran ITE dan porografi.

Keduanya pun dijerat pasal 27 ayat 1 uu RI th 2008 tentang ITE dan atau pasal 29 UU RI no 44 th 2008.

Dari keduanya, polisi mengamankan barang bukti berupa screenshoot postingan di akun kedua pelaku, handphone dan kartu SIM.

Sabtu, 6 Mei 2017

Gadis 13 Tahun Diculik, Diperkosa Berkali-kali

MEDAN - Seorang gadis berusia 13 tahun berinisial PJS alias J diperkosa dengan cara keji, Jumat (21/4/2017).

Warga Dusun IV, Desa Hessa Parlompongan, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara ini diculik dari rumah saat tertidur lelap. Lalu dibawa ke perladangan sawit dan diperkosa oleh orang tak dikenal.

Informasi yang diperoleh Tribun, pada pukul 04.00 WIB pelaku masuk ke dalam rumah korban lewat jendela depan tanpa diketahui orangtua dan menculik korban.

Diduga kuat, pelaku menghipnotis korban sehingga korban menuruti permintaan pelaku.

Setelah berhasil keluar dari rumah korban, pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro yang tidak diketahui nomor platnya membawa korban ke perladangan sawit. Jaraknya sekitar 1,5 Km dari kediaman korban.

Di sana, korban  tersadar dan melawan. Karena tak mau aksinya diketahui warga, pelaku yang berciri-ciri tinggi sekitar 170 Cm dan tubuhnya berbau getah sawit ini kemudian melakban kedua tangan dan mulut korban.

Kemudian, pelaku memperkosa korban berulangkali.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kabur dan meninggalkan korban dalam keadaan tangan dan mulut terlakban.

Setelah pelaku pergi, korban berusaha keluar dari perladangan sawit dan akhirnya terduduk di depan rumah warga.

"Ketahuannya sekitar 05.45 WIB setelah salah seorang warga melihat korban tanpa pakaian terduduk dengan posisi kedua tangan dilakban. Lalu, kami turun ke lokasi mengecek peristiwa ini," kata Kapolsek Air Batu Asahan, AKP Martoni lewat selular, Jumat (21/4/2017).

Terkait pelaku, sambung Martoni, masih dalam penyelidikan. Pihaknya masih memintai keterangan kedua orangtua korban.

Selasa, 2 Mei 2017

Sediakan Jasa Seks dari Siswi SMA

Prostitusi online (instagram)


SURABAYA - Prostitusi online yang menawarkan layanan seksual dari para siswi SMA dibongkar Unit III Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

Dalam bisnis esek-esek ini, seorang papi, SI alias Apunk Kumel (38) warga Jombang, dijebloskan ke tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Selama tiga bulan beroperasi, Apunk telah menjerumuskan sejumlah siswi SMA dari beberapa kota seperti Surabaya, Malang, Kediri, serta Mojokerto.

Terbongkarnya jaringan ini, setelah polisi melakukan patroli cyber di media sosial. Ternyata ada sebuah grup Facebook bernama 'Lendir' hingga akhirnya dilakukan pemantauan.

"Konsumen yang ingin menjadi konsumen atau memesan cewek harus masuk di grup Lendir," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (2/5/2017).

Di grup yang dikelola tersangka Apunk, banyak dipasang puluhan foto cewek yang bisa diajak kencan dengan imbalan sejumlah uang.

Wanita yang dijajakan kebanyakan masih di bawah umur dan masih duduk di bangku SMP dan SMA. Ada pula yang mahasiswi hingga perempuan dewasa yang oleh tersangka dijuliki Mahmud alias Mamah Muda.

Dalam grup itu, tersangka juga mencantumkan kontak BBM sehingga konsumen yang ingin memesan diminta tersangka untuk menyampaikan pesan melalui kontak BBM itu.

Tersangka Apunk juga sering melakukan broadcast pesan ke BBM milik konsumen yang ada di kontaknya untuk memberitahu jadwal booking.

Sekitar sepekan dipantau polisi, ada seorang konsumen minta dicarikan cewek berstatus siswi SMA untuk diajak kencan di Surabaya. Dalam kontak via BBM itu, tersangka menyanggupi, tapi tersangka membanderol Rp 1,2 juta dalam sekali kencan.

Ahad, 30 April 2017

Mesum Digerebek saat Asyik Ngamar di Losmen

GUNUNGKIDUL - Lima pasangan bukan suami istri diciduk oleh petugas gabungan dari Satpol PP DIY, Polda DIY, dan Satpol PP Gunungkidul pada razia pekat yang digelar di beberapa wilayah Gunungkidul, Rabu (19/4/2017).

Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP DIY, Edi Hartana, mengatakan, razia dilakukan di empat hotel kelas melati di Jalan Baron, Wonosari, Gunungkidul, dan di wilayah Kecamatan Tanjungsari.

Hasilnya lima pasangan, dua pasang muda-mudi dan tiga pasangan paruh baya, diciduk petugas setelah ketahuan asyik ngamar di dalam kamar hotel tersebut.

Mereka tidak dapat menunjukkan identitas sebagai pasangan resmi.

"Kami lakukan razia di beberapa lokasi hotel yang sebelumnya dilaporkan sering digunakan sebagai ajang mesum," ujar Edi, Rabu (19/4/2017).

Saat dilakukan penggerebekan, salah satu pasangan muda-mudi tersebut histeris dan sempat tidak mau dibawa petugas.

Mereka berdalih tidak mau dibawa karena sudah bertunangan.

"Kendati demikian, kami tetap membawa mereka karena tidak dapat menunjukkan bukti sebagai pasangan yang sah," tutur Edi.

Selasa, 25 April 2017

Polisi Dapati Pasangan Mesum di Guest House

SAMARINDA - Sat Sabhara Polresta Samarinda kembali turun ke jalan, melakukan cipta kondisi guna antisipasi tindak kejahatan yang terhadi di wilayah hukum kota tepian (sebutan Samarinda).

Kali ini, Sat Sabhara melakukan razia di sejumlah guest house dan juga penginapan, serta hotel kelas melati, dengan sasaran pendatang, serta pasangan yang bukan suami istri dan juga tindak kriminal lainnya, yang dilakukan mulai puku 09.30-11.00 wita, Senin (17/4).

Hasilnya, dari dua lokasi yang disambangi petugas, terdapat 11 orang yang terjaring, diantaranya lima pria dan enam wanita.

Bahkan, diketahui terdapat dua pasangan yang bukan suami istri, berada dalam satu kamar, lalu terdapat seorang wanita yang diamankan karena kedapatan memiliki inex, sabu dan ganja. Dan, yang lainnya tidak memiliki tanda pengenal.

"Jadi, dua lokasi yang kami datangi, guest house di jalan Kebaktian dan penginapan di jalan Gatot Subroto, kami amankan 11 orang ini, dan kami bawa ke Mako Polres untuk lakukan pendataan dan pembinaan," ungkap PS Oam Obvit Sat Sabhara Polresta Samarinda, Ipda Aan Suharmanto, Senin (17/4/2017).

"Ada pasangan yang bukan suami istri, karena saat itu mereka tidak bisa tunjukan buku nikah. Yang jelas, yang terjaring tidak ada anak dibawah umur, pelajar ataupun mahasiswa," tambahnya.

Lanjut dia menjelaskan, seorang wanita yang kedapatan memiliki narkoba, langsung di serahkan ke Satreskoba Polres, guna pemeriksaan maupun penyidikan lebih lanjut, sedangkan yang lainnya di lakukan pembinaan oleh Sar Binmas, dan akan dipulangkan.

"Kita ingin ciptakan kondisi yang aman di Samarida, makanya kami intens lakukan cipta kondisi. Dan, ini juga untuk tekan angka kriminalitas dan pelanggaran," ungkapnya.

Selasa, 18 April 2017

Penjaga Toko Ngaku Setubuhi Korban

BALI - Kasus pemerkosaan yang menimpa seorang pegawai toko berinisial TM (sebelumnya ditulis MD) hingga saat ini belum menemui titik terang.

Pihak kepolisian Sektor Gerokgak mengalami hambatan lantaran ketiga pria terduga pelaku mengaku tidak melakukan pemerkosaan.

Begitu pula dengan hasil visum yang dijalani oleh korban di RSUD Buleleng, Bali.

Hingga saat ini Kapolsek Gerokgak, Kompol Gusti Alit Putra mengaku belum menerima hasil pemeriksaan, dengan alasan tidak dikabari secara langsung oleh pihak RSUD Buleleng.

"Pihak rumah sakit janji akan menghubungi kami. Tapi ditunggu sampai jam 13.00, tidak ada berita. Setelah kami hubungi pihak RS dibilang sudah tutup kantor," katanya, Jumat (7/8/2017).

Kepada polisi, seorang terduga pelaku mengaku menyetubuhi korban atas dasar suka sama suka karena  pernah berhubungan intim dengan korban sebelumnya.

"Pengakuan salah satu terlapor seperti itu," ujarnya.

Meski belum mengakui perbuatannya, terduga pelaku yang diketahui bernama Junaidi, Rizal dan Hilal hingga saat ini masih diamankan di Makopolsek Gerokgak.

"Sampai saat ini diduga pelaku pemerkosaan tidak mengakui perbuatannya, dan kami masih melakukan upaya-upaya lidik," ungkap dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kabar pemerkosaan menggegerkan warga Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgal, Kabupaten Buleleng, Kamis (6/4/2017).

Korban yang diketahui berinisial TM mengaku diperkosa oleh tiga pria di sebuah toko tempatnya bekerja.

Korban diperkosa saat suasana toko siang itu sedang sepi.

Ketiga pria terduga pelaku, melancarkan aksinya dengan cara berpura-pura membeli kopi.

Mereka mendatangi korban, dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi di belakang toko.

Mulut korban dibekap, celananya dibuka paksa hingga robek.

Karena berontak, kaki dan tangan TM kemudian dipegang erat.

Mereka bertiga memperkosa TM bergiliran.

Setelah puas, mereka kemudian meninggalkan korban seorang diri dalam keadaan lemas dan pingsan.

Peristiwa ini sontak dilaporkan oleh korban bersama dengan orang tuanya, ke Makopolsek Gerokgak.

Selasa, 11 April 2017

Diancam Foto Tanpa Busana Disebar

LAMPUNG - Keluarga YL, korban pencabulan, keberatan dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang menyebutkan kasus pencabulan berawal dari YL yang menyerahkan masih mengenakan bra.

Keluarga mengatakan, YL tidak pernah memberikan fotonya ke terdakwa FR melalui Line.

Rizki, paman YL, menerangkan, YL memang mengenal FR sebagai teman sekolah ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama dua tahun.

Setelah itu, YL dan FR tidak pernah bertemu kembali.

Pada Januari 2016, YL ketika itu mengikuti tryout.

Selesai dari situ, YL berencana pulang bareng dengan teman-teman perempuannya namun teman-teman perempuannya pulang duluan.

Di tempat itulah, kata Rizki, YL bertemu FR, secara tidak sengaja.

Rizki mengatakan, FR menawarkan bantuan untuk mengantar pulang.

Bukannya diantar ke rumah, ujar Rizki, FR malah membawa YL ke sebuah tempat kos dan FR memaksa YL untuk membuka pakaiannya.

“Pada saat itulah, YL dipaksa buka baju lalu difoto oleh FR,” ucap Rizki.

Foto tersebut dijadikan bahan FR untuk memeras YL.

Menurut Rizki, FR mengancam akan menyebarkan foto tersebut jika tidak memberikan sejumlah uang yang dimintanya.

Pada pelaksanaan tryout kedua, FR kembali mendatangi YL.

“FR memaksa YL untuk ikut dengannya sambil dicaci maki dan mengancam akan menyebarkan foto. YL terpaksa ikut FR ke sebuah tempat kos,” jelas Rizki.

Di tempat kos itu, FR bersama tiga temannya yaitu AA, GF dan Dafiri mencabuli YL secara bergiliran.

Menurut Rizki, FR juga untuk ketiga kalinya mencabuli YL di tempat kos yang sama di tempat yang pertama.

Di dalam persidangan, majelis hakim menyatakan  tiga pelajar SMA yaitu FR, AA dan GF terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan korban YL.

Para terdakwa dihukum dengan hukuman berbeda.

Majelis hakim menghukum FR dengan pidana penjara selama delapan tahun.

Sedangkan AA dan GF dihukum pidana penjara selama lima tahun, sedangkan satu tersangka lain bernama Dafiri belum menjalani sidang karena sudah berstatus dewasa.

Sabtu, 8 April 2017

Diperkosa Tetangga Saat Ditinggal Orang Tuanya

DENPASAR – Kasus pemerkosaan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Kota Denpasar.
Kali ini, siswi sekolah menengah pertama berinisial EK (13).

Dirinya menjadi korban kejahatan seksual di rumah kos di Kawasan Denpasar Barat, Kamis (16/3/2017) malam.
Pelaku pemerkosaan gadis dibawah umur ini dikabarkan merupakan seorang pria berusia 27 tahun yang juga merupakan tetangga kos korban.

Kasus ini terjadi saat korban ditinggal sendiri oleh orang tua korban di kamar kosnya.

“Saat itu orang tua korban tengah berjualan di pasar, dan anaknya yang masih SMP sendiri di kos,” ucap sumber kepolisian, Jumat (17/3/2017).

Melihat korban tidak didampingi orangtua di kamar kos, pelaku pun melancarkan rayuan terhadap korban.
Korban kemudian digiring ke kamar kos pelaku untuk menyalurkan nafsu bejatnya.

Busana korban dilucuti oleh pelaku.

“Korban saat melapor mengaku dirudapaksa sekitar pukul 20.00 Wita oleh pelaku,” jelasnya.

Seusai melucuti busana gadis yang masih duduk di bangku SMP ini, pelaku lantas menyalurkan nafsu bejatnya.

Korban diketahui sempat melawan namun, apa daya tenaga pelaku lebih besar.

Sementara itu, EK hanya bisa menangis saat menerima kelakuan tetangga kosnya itu.

Singkat cerita, seusai diperkosa, korban terus menangis.

Setelah orangtuanya pulang usai berjualan, EK kemudian mengadu sembari menangis histeris.

Bersama orang tuanya, korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke SPKT Polresta Denpasar.

“Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polresta Denpasar beberapa jam setelah menerima perilaku tak senonoh tersebut,” tuturnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan mengatakan masih mengecek laporan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur ini.

“Saya cek ke penyidik dulu,” singkatnya saat dimintai konfirmasi.

Isnin, 3 April 2017

Gadis Berusia 16 Tahun Digagahi Tiga Temannya

KEDIRI - PS (16), warga Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan tiga pria usai pesta minuman keras.
Pelaku berhasil diamankan.

Mereka adalah Deni Setiawan (19), Imam Hanafi (24) dan Mohtar Fauzi (26), ketiganya warga Dusun Dawuhan, Desa Mojosari, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri telah diamankan polisi, Jumat (10/3/2017)..

Kejadian bermula saat korban PS, Kamis (9/3/2017) sore dijemput Rohman (19) temannya warga Desa Mojosari dan diajak ke rumahnya.

Rohman kemudian pergi membeli dua botol miras yang dicampur dengan minuman suplemen.
Pesta miras ini diikuti 5 orang termasuk korban.

Setelah miras yang dikonsumsi habis, korban kemudian diajak cangkruk ke dekat jembatan.

Selanjutnya korban dibawa para pelaku ke rumah tersangka Deni Setiawan serta diajak masuk ke dalam kamar.

Setelah korban di dalam kamar, tersangka Deni masuk serta mencabulinya.

Setelah selesai giliran perbuatan yang sama juga dilakukan oleh Andika.

Kemudian giliran tersangka ketiga selain memegang kemaluan korban juga memperkosanya.

Selanjutnya korban diantarkan pelaku pulang dengan diturunkan di depan SDN Ngadiluwih.

Kasus itu kemudian dilaporkan keluarga korban ke Polsek Kras, yang kemudian mengamankan para pelaku dari rumahnya.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Bowo Wicaksono menjelaskan, dari hasil pemeriksaan dua tersangka telah melakukan pencabulan dan satu tersangka memperkosanya.

Saat kejadian korban dalam kondisi mabuk akibat pengaruh miras sehingga tidak berdaya ketika dicabuli dan disetubuhi pelaku.

"Saat korban tidak berdaya kemudian dilakukan perbuatan cabul," jelasnya.

Petugas telah mengamankan barang bukti sebuah celana dalam warna hitam, celana pendek warna merah dan kaos warna hitam coklat.

Korban pencabulan dan persetubuhan telah dimintakan visum ke RS Bhayangkara, Kediri.

Kasus yang melibatkan korban di bawah umur ini perkaranya dilimpahkan ke penyidik PPA Polres Kediri.

Ahad, 26 Mac 2017

Gadis 16 Tahun Ini Digilir 9 Pria

KALIMANTAN BARAT - Peristiwa tidak menyenangkan menimpa gadis di bawah umur, PR (16).

Korban diketahui merupakan warga Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Ia menjadi korban pemerkosaan oleh sembilan pria sekaligus dengan cara digilir.

Merasa tidak terima dengan perlakaun tersebut, ayah korban IM (37) melaporkan perbuatan keji ini kepada Polsek Sungai Kunyit, Kamis (23/2/2017).

"Kejadian ini baru dilaporkan keluarga korban Kamis (23/2/2017) sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Kapolres Mempawah AKBP Dedi Agustono S.Ik melalui Kapolsek Sungai Kunyit Ipda Dodi Daryantono Supono, Jumat (24/2/2017).

Kasus perkosaan terhadap gadis bawah umur oleh 9 pria di Mempawah meninggalkan kesedihan mendalam bagi IM (37), ayah korban.

IM pun melaporkan kasus ini ke Polsek Sungai Kunyit, Kamis (23/2/2017).

"Kejadian ini baru dilaporkan keluarga korban Kamis kemarin sekitar pukul 10.00 WIB,"ujar Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono melalui Kapolsek Sungai Kunyit Ipda Dodi Daryantono Supono, Jumat (24/2/2017).

Lima dari 9 pelaku pun sudah diciduk polisi beberapa jam setelah menerima laporan, sementara empat lainnya masih buron.

"Untuk pelaku BB (19), MY (15), MJ (18), SD (18) dan AJ (16), sementara sejumlah pelaku lainnya yang masih DPO dan dilakukan pengejaran diantaranya RD, PN, AL, dan PT," kata Dodi.

Dari pemeriksaan sementara, para pelaku melakukan tindakannya beberapa kali dan sepertinya sudah dijadwalkan yakni Jumat dan Sabtu.

Tercatat sejak Jumat (6/1/2017), Sabtu (7/1/2017), Jumat (13/1/2017), Sabtu (14/1/2017) dan Jumat (27/1/2017) dengan perkiraan sekitar pukul 21.00 dan 22.00 WIB.

Sabtu, 18 Mac 2017

Terkejut Kenapa Dia Bisa Hamil 7 Bulan

SELATPANJANG - FA (20) pemuda asal Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terancam menjalani hukuman 15 tahun penjara.

Pasalnya, FA nekat menyetubuhi NA (14) anak di bawah umur yang juga masih tetangganya.

Untuk memuluskan aksinya, FA menggunakan jurus berpacaran dengan korban.

"Sudah tiga kali saya gituin (setubuhi red). Pertama kalinya kami lakukan pada Juni tahun lalu. Tapi itunya saya tidak sampai masuk, hanya ditempelkan dan digesek-gesek saja," ujar FA seusai menjalani pemeriksaan di Mapolres Kepulauan Meranti, Jumat (20/1/2017).

FA mengatakan, dalam menjalankan aksinya ia meyakinkan NA jika perbuatan mereka tidak akan mengakibatkan NA hamil.

"Saya juga terkejut kenapa dia bisa hamil 7 bulan," ujarnya.
Pemuda tanggung yang mengaku sebagai playboy di desanya itu mengatakan bersedia menikahi korban untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun, orangtua korban tetap bersikeras untuk menjebloskannya ke jeruji besi.

"Kalau sudah seperti ini saya tidak mau lagi nikah dengannya," ujar orangtua korban.

Jumaat, 10 Mac 2017

Gadis Bau Kencur Dicabuli di Ladang Ubi

JAKARTA -- Aneh-aneh saja ulah anak zaman sekarang, seperti yang terjadi di Desa Talang Lakat, Kecamatan Batang Gansal, Inhu seorang anak di bawah umur, sebut saja Bunga (13) sudah menanggil sebutan "ayah bunda" dengan pacarnya berinisial AS (29).

Belakangan AS diadukan oleh ibu Bunga, berinisial SH karena telah mencabuli Bunga di ladang ubi milik warga, Desa Talang Lakat.

Paur Humas Polres Inhu, Iptu Yarmen Djambak menjelaskan kejadian pencabulan itu terjadi pada Selasa (13/9/2016) lalu.

Ketika itu korban bertemu dengan pelaku di Mushola Desa Talang Lakat, Inhu.

Pada pertemuan itu, Bunga bertanya kepada AS soal sms dan telpon yang tidak dijawab oleh pacarnya itu.

"Yah, bunda telepon semalam kok gak diangkat di SMS juga gak dibalas," ujar Yarmen menirukan percakapan antara Bunga dan AS, Rabu (14/9/2016).

Ketika itu AS menjawab bahwa dirinya tidak pernah mendapat sms dan telpon dari Bunga.

Selanjutnya, Bunga meninggalkan AS dan pergi ke SDN 007 Desa Talang Lakat, Kecamatan Batang Gansal, Inhu.

Tidak berapa lama, AS mendatangi Bunga dan meminta ciuman dari Bunga namun ditolak oleh Bunga karena takut dilihat banyak orang.

AS kemudian mengajak Bunga ke samping perumahan warga, di sana AS mencium pipi dan bibir Bunga.

Namun aksi mereka dilihat oleh warga, lalu AS mengajak Bunga ke ladang ubi milik warga.

Di ladang ubi tersebut, AS mencabuli Bunga. Sehabis melampiaskan nafsu bejatnya, AS pergi meninggalkan Bunga.

"Bunda, ayah pergi duluan nanti bisa dilihat orang" ujar Yarmen menirukan pesan yang disampaikan oleh AS kepada Bunga saat itu.

Saat keluar dari ladang ubi, AS bertemu dengan Sy yang tak lain adalah tetangga Bunga.

"Sy sempat menanyakan tujuan AS berada di ladang ubi itu, dan AS menjawab hanya sedang mencari daun ubi," ujar Yarmen. Lalu AS pergi meninggalkan Sy.

Sy kemudian memeriksa ke dalam kebun dan menemukan Bunga dalam keadaan menangis.

Kemudian Sy melaporkan kejadian itu ke orangtua Bunga.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular