PURWAKARTA- Pelaku dugaan pemerkosa anak asal Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, bernama Melati (12), bukan nama sebenarnya, merupakan pemuka agama di kampung tersebut sekaligus ayah kandung korban, berinisial SN.
"Dugaan, pelaku merupakan ayah kandung korban, dia juga sekaligus pemuka agama, pendakwah atu tokoh agama di kampung tersebut," kata Bripka Rully, anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, pada Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purwakarta di Purwakarta, Senin (24/8/2015).
Ia mengatakan, korban sendiri sempat dibawa ke bidan desa setempat sebelum ketahuan keguguran.
"Bahkan si korban ini sempat dibawa ke bidan desa sama ibu dan ayahnya ini yang diduga pelaku itu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satreskrim Polres Purwakarta AKP Dadang Garnadi mengatakan pihaknya telah menerima laporan kasus tersebut pada dua minggu sebelumnya.
"Pelakunya masih kami kejar untuk dituntut pertanggungjawabannya. Sebelumnya pelaku sudah dalam pengejaran sebelum akhirnya korban keguguran," ujar Dadang.
Nuffnang Ads
SAJIAN KAMI
BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..
Rabu, 2 September 2015
GEMPAR: Setelah Tuhan, Muncul pula bernama Nabi di Pamekasan
KTP milik Nabi, warga Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.
PAMEKASAN — Setelah nama Tuhan di Banyuwangi dan Saiton di Palembang, nama-nama unik seakan terus bermunculan. Kini, seorang pria dengan nama Nabi ditemukan di Jawa Timur.
Nabi tinggal di Dusun Timur, Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, bersama istri dan dua anaknya. Saat sejumlah wartawan menyambangi kediamannya, Senin (31/8/2015), Nabi, yang baru datang dari mencari rumput untuk pakan ternaknya, terlihat sangat terkejut.
"Nanti saya akan diapa-apakan karena nama saya Nabi," ujar pria berusia 67 tahun itu kepada para jurnalis.
Meski awalnya dilanda keterkejutan, Nabi tetap menerima kedatangan para wartawan. Dia lalu menceritakan asal-usul nama Nabi yang kini disandangnya. Pria itu mengatakan, dia dilahirkan pada 1 Maret 1948, dan sang ayah langsung memberinya nama Nabi. "Saya bangga dengan nama ini karena pemberian dari ayah kandung saya," kata dia.
Dia menambahkan, meski menyandang nama Nabi, para tetangganya tak menganggapnya aneh, dan sebaliknya menganggap nama itu sebagai nama biasa. Sehari-hari, para tetangga menyapa pria ini dengan sebutan Gutteh Nabi yang berarti "Paman Nabi".
Meski sudah terbiasa, tak ayal para tetangga kerap menggunakan nama Nabi sebagai bahan senda gurau. Terlebih lagi, Nabi memiliki besan bernama Syafaat sehingga, ketika kedua orang itu terlihat sedang bersama, para tetangga menyebut keduanya dengan nama Syafaat-Nabi.
PAMEKASAN — Setelah nama Tuhan di Banyuwangi dan Saiton di Palembang, nama-nama unik seakan terus bermunculan. Kini, seorang pria dengan nama Nabi ditemukan di Jawa Timur.
Nabi tinggal di Dusun Timur, Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, bersama istri dan dua anaknya. Saat sejumlah wartawan menyambangi kediamannya, Senin (31/8/2015), Nabi, yang baru datang dari mencari rumput untuk pakan ternaknya, terlihat sangat terkejut.
"Nanti saya akan diapa-apakan karena nama saya Nabi," ujar pria berusia 67 tahun itu kepada para jurnalis.
Meski awalnya dilanda keterkejutan, Nabi tetap menerima kedatangan para wartawan. Dia lalu menceritakan asal-usul nama Nabi yang kini disandangnya. Pria itu mengatakan, dia dilahirkan pada 1 Maret 1948, dan sang ayah langsung memberinya nama Nabi. "Saya bangga dengan nama ini karena pemberian dari ayah kandung saya," kata dia.
Dia menambahkan, meski menyandang nama Nabi, para tetangganya tak menganggapnya aneh, dan sebaliknya menganggap nama itu sebagai nama biasa. Sehari-hari, para tetangga menyapa pria ini dengan sebutan Gutteh Nabi yang berarti "Paman Nabi".
Meski sudah terbiasa, tak ayal para tetangga kerap menggunakan nama Nabi sebagai bahan senda gurau. Terlebih lagi, Nabi memiliki besan bernama Syafaat sehingga, ketika kedua orang itu terlihat sedang bersama, para tetangga menyebut keduanya dengan nama Syafaat-Nabi.
Isnin, 31 Ogos 2015
Setubuhi Pacar Berusia 14 Tahun
SRAGEN – Kelakuan pelajar sekarang semakin memprihatinkan. Berdalih saling cinta, seorang pelajar SMA asal Jirapan, Masaran berinisial DA (16) nekat menyetubuhi pacarnya sekaligus tetangganya yang masih duduk di bangku SMP berinisial PEY (14).
Meski mau sama mau, namun orangtua siswi yang tak terima putrinya dinodai, akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi. Aksi persetubuhan yang melibatkan dua insan di bawah umur itu terungkap ketika ibu korban melapor ke Polres Sragen.
Informasi yang dihimpun di Mapolres, DA menemui PEY seusai pulang sekolah pukul 11.00 WIB. Meski sama-sama naik sepeda motor, dia minta diantar pulang sembari mengajak korban main ke rumahnya.
Kebetulan situasi rumah terlapor siang itu tengah sepi dan kosong karena orangtua tidak di rumah. Hanya ada dua teman DA yang sedang bermain Play Station di kamar, PEY pun diajak bermain hingga petang dan akhirnya takut pulang.
PEY pun menginap di rumah DA, dan malam itu mereka berhubungan layaknya suami istri.Bahkan malam itu, terlapor tidak hanya sekali menyetubuhi korban.
Keesokan harinya keduanya memutuskan untuk tidak masuk sekolah dan korban semakin takut untuk pulang.
Karena tak pulang orangtua korban cemas dan berusaha mencari tahu ke teman-teman korban. Setelah dilacak, akhirnya orangtua korban menemukan putrinya berada di rumah DA .
Saat diinterogasi orangtuanya, korban semula takut. Namun setelah didesak, ia akhirnya mengaku bahwa telah menginap di rumah terlapor dan sudah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan terlapor.
Kasubag Humas Polres Sragen AKP Saptiwi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam pendalaman dan penyelidikan oleh tim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim.
Meski mau sama mau, namun orangtua siswi yang tak terima putrinya dinodai, akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi. Aksi persetubuhan yang melibatkan dua insan di bawah umur itu terungkap ketika ibu korban melapor ke Polres Sragen.
Informasi yang dihimpun di Mapolres, DA menemui PEY seusai pulang sekolah pukul 11.00 WIB. Meski sama-sama naik sepeda motor, dia minta diantar pulang sembari mengajak korban main ke rumahnya.
Kebetulan situasi rumah terlapor siang itu tengah sepi dan kosong karena orangtua tidak di rumah. Hanya ada dua teman DA yang sedang bermain Play Station di kamar, PEY pun diajak bermain hingga petang dan akhirnya takut pulang.
PEY pun menginap di rumah DA, dan malam itu mereka berhubungan layaknya suami istri.Bahkan malam itu, terlapor tidak hanya sekali menyetubuhi korban.
Keesokan harinya keduanya memutuskan untuk tidak masuk sekolah dan korban semakin takut untuk pulang.
Karena tak pulang orangtua korban cemas dan berusaha mencari tahu ke teman-teman korban. Setelah dilacak, akhirnya orangtua korban menemukan putrinya berada di rumah DA .
Saat diinterogasi orangtuanya, korban semula takut. Namun setelah didesak, ia akhirnya mengaku bahwa telah menginap di rumah terlapor dan sudah melakukan hubungan layaknya suami istri dengan terlapor.
Kasubag Humas Polres Sragen AKP Saptiwi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya saat ini kasus tersebut masih dalam pendalaman dan penyelidikan oleh tim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim.
Khamis, 27 Ogos 2015
Kepala Dusun Hamili Janda Muda 6 bulan
SRAGEN – Inspektorat Kabupaten Sragen mengisyaratkan harus ada sanksi terhadap kepala dusun (Kadus) di Desa Cangkol berinisial SUY (35) yang dikabarkan selingkuhi warganya yang janda hingga hamil 6 bulan.
Tidak hanya sekadar teguran atau peringatan, sanksi berat dipandang layak untuk dijatuhkan sebagai konsekuensi atas tindakan Kadus yang dianggap sudah menodai citranya aparat pemerintah tersebut.
Hal itu disampaikan Inspektur Inspektorat Kabupaten Sragen, Suharto kepada Joglosemar, Jumat (15/8/2015).
Ia mengatakan hingga kemarin pihaknya memang belum mendapat aduan atau laporan resmi dari warga maupun pihak desa terkait skandal memalukan itu. Akan tetapi, karena sudah mencuat di media dan diketahui oleh publik, menurutnya kasus itu memang tidak boleh hanya berhenti sebatas mediasi.
Menurutnya harus dilakukan proses penindakan dan pemberian sanksi mengingat perbuatan tersebut dinilai sudah melanggar aturan tentang Perangkat Desa dan dinilai tak bisa menjaga wibawa serta memberi teladan yang baik kepada warga.
“Bahkan, kalau sudah sampai hamil itu harusnya memang ada sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi yang besangkutan maupun perangkat lainnya. Sejauh ini kami memang masih menunggu laporan resmi dari bawah dan disposisi dari Bupati untuk menindaklanjutinya,” paparnya kemarin.
Tidak hanya sekadar teguran atau peringatan, sanksi berat dipandang layak untuk dijatuhkan sebagai konsekuensi atas tindakan Kadus yang dianggap sudah menodai citranya aparat pemerintah tersebut.
Hal itu disampaikan Inspektur Inspektorat Kabupaten Sragen, Suharto kepada Joglosemar, Jumat (15/8/2015).
Ia mengatakan hingga kemarin pihaknya memang belum mendapat aduan atau laporan resmi dari warga maupun pihak desa terkait skandal memalukan itu. Akan tetapi, karena sudah mencuat di media dan diketahui oleh publik, menurutnya kasus itu memang tidak boleh hanya berhenti sebatas mediasi.
Menurutnya harus dilakukan proses penindakan dan pemberian sanksi mengingat perbuatan tersebut dinilai sudah melanggar aturan tentang Perangkat Desa dan dinilai tak bisa menjaga wibawa serta memberi teladan yang baik kepada warga.
“Bahkan, kalau sudah sampai hamil itu harusnya memang ada sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi yang besangkutan maupun perangkat lainnya. Sejauh ini kami memang masih menunggu laporan resmi dari bawah dan disposisi dari Bupati untuk menindaklanjutinya,” paparnya kemarin.
NamaTuhan: Tuhan Nggak Boleh Dibuat Main-main - MUI
Inilah wajah warga yang diberi nama Tuhan oleh orangtuanya.
SURABAYA - Tuhan dijadikan nama oleh pria berusia 42 tahun asal Banyuwangi, Jawa Timur. Nama itu dibuktikannya dengan KTP. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, manusia tidak layak menjadikan Tuhan sebagai nama. MUI berharap, nama tersebut diubah. Jika tidak, maka pemerintah daerah setempat tidak mengeluarkan kartu tanda pendududuk (KTP).
"Janganlah manusia dikasih nama Tuhan. Tuhan boleh dipakai namanya asalkan ditambahi kata didepannya misalnya Abdullah. Illah kan nama Tuhan, karena didepannya ada Abdu, maka menjadi hamba Allah," ujar Ketua MUI Jawa Timur KH Abdussomad Bukhori di sela acara Musyawarah Nasional (Munas) ke 9 MUI di Hotel Garden Palace, Surabaya, Senin (24/8/2015).
Ia menerangkan, secara etika keagamaan, penggunaan nama Tuhan pada manusia adalah tidak tepat. Karena Tuhan adalah dzat yang disembah. "Tuhan memang nama yang baik, tapi nggak cocok, karena itu mensyirikkan Tuhan. Tuhan kan dzat yang disembah. Lah kalau orang masak Tuhan," tuturnya.
KH Abdussomad memberikan saran, agara nama Tuhan diganti, atau menambah kata didepannya. Jika saran tersebut tidak digubris, maka pemerintah setempat tidak mengeluarkan kartu identitas atau KTP.
"Kalau nggak mau diubah, bagian kependudukan (pemerintah setempat) jangan diberi KTP. Kalau kamu nggak mau menambah atau mengubah, kamu nggak punya KTP dan nggak bisa utang ke bank," terangnya.
Ketika ditanya tentang landasan apa yang melarang pemberian KTP bagian dia yang tidak mengubah namanya, KH Abdussomad meminta persoalan tersebut tidak dikaitkan dengan Hak Azasi Manusia (HAM).
"Jangan bicara HAM-lah yang gitu-gitu. Tuhan kan nggak boleh dibuat main-main. Tuhan itu keyakinan kok, masak ada namanya Tuhan," tegasnya.
"Jangankan nama Tuhan. Nama jelek seperti setan juga nggak boleh. Masak namanya setan," paparnya sambil membeberkan hadist tentang, Kewajiban orang tua adalah kepada anak memberi nama yang baik, mendidik, mengajar kitab suci Al Quran, memberi pelajaran keterampilan, skill sesuai ajaran agama.
"Kemudian tugas orang tua juga mencari rizki yang halal. Kemudian menjodohkan kalau sudah ada jodohnya," tandasnya.
SURABAYA - Tuhan dijadikan nama oleh pria berusia 42 tahun asal Banyuwangi, Jawa Timur. Nama itu dibuktikannya dengan KTP. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, manusia tidak layak menjadikan Tuhan sebagai nama. MUI berharap, nama tersebut diubah. Jika tidak, maka pemerintah daerah setempat tidak mengeluarkan kartu tanda pendududuk (KTP).
"Janganlah manusia dikasih nama Tuhan. Tuhan boleh dipakai namanya asalkan ditambahi kata didepannya misalnya Abdullah. Illah kan nama Tuhan, karena didepannya ada Abdu, maka menjadi hamba Allah," ujar Ketua MUI Jawa Timur KH Abdussomad Bukhori di sela acara Musyawarah Nasional (Munas) ke 9 MUI di Hotel Garden Palace, Surabaya, Senin (24/8/2015).
Ia menerangkan, secara etika keagamaan, penggunaan nama Tuhan pada manusia adalah tidak tepat. Karena Tuhan adalah dzat yang disembah. "Tuhan memang nama yang baik, tapi nggak cocok, karena itu mensyirikkan Tuhan. Tuhan kan dzat yang disembah. Lah kalau orang masak Tuhan," tuturnya.
KH Abdussomad memberikan saran, agara nama Tuhan diganti, atau menambah kata didepannya. Jika saran tersebut tidak digubris, maka pemerintah setempat tidak mengeluarkan kartu identitas atau KTP.
"Kalau nggak mau diubah, bagian kependudukan (pemerintah setempat) jangan diberi KTP. Kalau kamu nggak mau menambah atau mengubah, kamu nggak punya KTP dan nggak bisa utang ke bank," terangnya.
Ketika ditanya tentang landasan apa yang melarang pemberian KTP bagian dia yang tidak mengubah namanya, KH Abdussomad meminta persoalan tersebut tidak dikaitkan dengan Hak Azasi Manusia (HAM).
"Jangan bicara HAM-lah yang gitu-gitu. Tuhan kan nggak boleh dibuat main-main. Tuhan itu keyakinan kok, masak ada namanya Tuhan," tegasnya.
"Jangankan nama Tuhan. Nama jelek seperti setan juga nggak boleh. Masak namanya setan," paparnya sambil membeberkan hadist tentang, Kewajiban orang tua adalah kepada anak memberi nama yang baik, mendidik, mengajar kitab suci Al Quran, memberi pelajaran keterampilan, skill sesuai ajaran agama.
"Kemudian tugas orang tua juga mencari rizki yang halal. Kemudian menjodohkan kalau sudah ada jodohnya," tandasnya.
Isnin, 24 Ogos 2015
Siswi SMP enam kali disetubuhi
KUKAR - Du (21) harus berurusan dengan hukum karena kasus syahwat yang menjeratnya. Dia dijebloskan ke sel Polres Kukar karena menyetubuhi Am (13) yang masih berstatus pelajar SMP.
Dari pemeriksaan, polisi mendapat pengakuan yang mengejutkan. Am rupanya sudah enam kali disetubuhi. Kepolosan korban yang masih di bawah umur ini, dimanfaatkan untuk memuaskan nafsu Du yang sehari-harinya bekerja serabutan itu.
“Saya enam kali melakukannya (persetubuhan, Red) Pak. Tapi sama-sama mau,” sebut Du kepada polisi yang menginterogasinya.
Paur Subbag Humas Polres Kukar Aiptu Agus Priyono mengatakan, Du mengaku menjalin hubungan dengan Am selama beberapa bulan terakhir. Bejatnya, persetubuhan dilakukan pertama kali saat Idulfitri, di rumah temannya di Kecamatan Tenggarong Seberang.
Berhasil memperdaya dengan iming-iming cinta, Du pun mengajak Am untuk “bercinta” pada 10 Agustus di tempat yang sama. Saat itu, korban disetubuhi dua kali.
Kemudian Rabu (12/8), Du melihat ada kesempatan mengulangi perbuatan asusila kepada Am. Saat itu, rumah Du sedang kosong. Orangtuanya di rumah sakit lantaran ibunya melahirkan. Saat itulah, Du mengajak Am menginap.
“Korban dijemput setelah pulang sekolah. Katanya sih suka sama suka. Setelah itu selama tiga hari mereka menginap di rumah tersangka yang dalam keadaan kosong,” terang Agus.
Beberapa hari diketahui tidak pulang, orangtua Am cemas. Teman-temannya menyebut, Am sudah tidak terlihat lagi setelah pulang sekolah. Kemudian, orangtuanya mendapat kabar jika Am dekat dengan Du. Akhirnya, keluarga korban pun langsung mendatangi rumah Du di Mangkurawang.
“Saat itu korban berada di rumah tersangka. Orangtua korban tidak terima dan melapor ke Polres Kukar,” kata Agus lagi.
Nama Saya Tuhan, Mereka Tidak Percaya
Warga Dusun Krajan Desa Kluncing Kecamatan Licin memiliki nama unik yaitu Tuhan. Sehari-hari Tuhan berprofesi sebagai tukang kayu.
BANYUWANGI — Tukang kayu asal Dusun Krajan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi, ini mendadak tersohor dan banyak diperbincangkan karena bernama Tuhan.
Ayah dua anak itu mengaku tidak mengetahui alasan bapak dan ibunya memberikan nama Tuhan kepada dirinya.
"Bapak dan ibu saya sudah meninggal. Nama kakak-kakak saya juga seperti orang kebanyakan," ujar Tuhan ketika ditemui, Jumat (21/8/2015).
Dia juga mengaku bahwa selama ini dirinya tidak merasa aneh dengan nama yang disandangnya.
"Hanya, beberapa minggu terakhir ini, banyak yang tanya nama saya yang sebenarnya. Mereka tidak percaya nama saya Tuhan. Ya sudah, saya kasih (lihat) KTP saya saja," ungkapnya.
Lelaki kelahiran 30 Juni 1973 itu menjelaskan, sebagian besar tetangganya menyebutnya "Toha".
Tuhan merupakan anak bungsu dari 7 bersaudara dari pasangan Jumhar dan Dawiyah. Saudara-saudaranya bernama Juni, Aisyah, Halifah, Ainan, Nasiah, dan Isroli.
"Saya asli Desa Kluncing sini," ungkapnya.
Sementara itu, Husnul Hotimah, istri Tuhan, mengaku tidak masalah dengan nama unik yang disandang oleh suaminya.
"Sama sekali tidak jadi beban. Sama orang-orang malah sering buat guyona. (Mereka bilang) bahwa saya menikah sama Tuhan dan rumah Tuhan ada di Desa Kluncing, Banyuwangi," katanya sambil tersenyum.
Langgan:
Catatan (Atom)
PENCARIAN DIBLOG INI
Arkib Blog
Pengikut
Ads
Catatan Popular
-
JAKARTA - Angka 13 kerap kali dikaitkan dengan sebuah kesialan. Paling tidak itu yang dialami seorang siswi SMK. Dirinya diperkosa 13 pe...
-
Foto ini beredaran di internet. JAKARTA - Beberapa waktu lalu, pedangdut Siti Badriah diterpa isu foto syur. Foto bugil wanita mirip ...
-
LAMPUNG - Perbuatan tidak senonoh semacam ini patut dijadikan pembelajaran penting bagi orangtua dan guru di sekolah. Bagaimana tidak,...
-
INDRALAYA - Sum saat ditemui wartawan di SPK Polres OI mengaku sebelum digerebek warga, malam itu memang melakukan hubungan badan satu kali...
-
JAKARTA - Penampilan Anang dan Ashanty di Dahsyat, Minggu (8-1) kemarin menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Pasalnya, pakaian yang di...
-
JAKARTA - Model dan aktris Baby Margaretha mengaku diintai kamera saat buang air kecil di toilet sebuah restoran. Tapi Baby tahu siapa pe...
-
SAMPIT, (Kalteng) - Pemain video syur berdurasi 3 menit 59 detik terungkap. sang wanita memang benar siswa SMAN 1 Sampit dan telah dilkelu...
-
PEKALONGAN - Sepasang pelajar SMA di Pekalongan, Jawa Tengah tertangkap basah tengah berbuat mesum didalam bilik warnet. Petugas yang meng...
-
MANOKWARI - Jaksa Penuntut Umum (JPU),Lan Woretma,SH menuntut terdakwa bersial M (14 tahun) selama 3 tahun penjara dan denda Rp 30 juta sub...
-
MEDAN - Akhir pekan kemarin, warga Kota Medan digegerkan beredarnya foto mesum mirip seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dise...



