Sejumlah sex toys tampak akan dimusnahkan di halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Bandung, Jalan Rumah Sakit, Kota Bandung.
BANDUNG - Selain dua ribu botol minuman keras, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bandung turut memusnahkan sex toy, DVD, VCD dan majalah porno.
"Sex toy ini berasal dari Hongkong," ujar Kepala KPPBC Bandung, Onny Yuar Hanantyoko, usai pemusnahan barang milik negara hasil sitaan sepanjang 2015.
Berdasarkan pantauan, sex toy berbentuk organ tubuh vital manusia dan barang-barang berbau ponografi ini dimusnahkan dengan cara dibakar.
Menurut Onny, barang tersebut disita lantaran termasuk kategori barang yang dilarang berdasarkan Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi.
"Kalau semacam sex toy itu hampir setiap minggu ada kasusnya, termasuk melalui bandara," kata dia.
Berdasarkan penelusuran KPPBC Bandung, lanjut Onny, barang-barang pornografi tersebut dipesan oleh beberapa orang di wilayah Bandung.
"Kadang-kadang barang itu tidak diambil karena memang importasi barang memerlukan izin, jadi tidak diambil oleh calon penerima barang. Sehingga, barang dikuasai negara," kata dia.
Nuffnang Ads
SAJIAN KAMI
BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..
Sabtu, 7 Mei 2016
Selasa, 3 Mei 2016
Guru yang Cabuli Muridnya Hingga Hamil Diciduk Polisi
NGAWI - Wigig Wigianto (37) bin Sutoyo guru SMPN 3 Ngawi yang buron sejak kasus pencabulannya terhadap NWD (14) siswinya berhasil ditangkap polisi.
Tersangka selanjutnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri, Senin (25/4/2016).
Menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi Erius Shino, kasus ini terjadi pada Mei 2014 dan telah dinyatakan sempurna (P21).
"Saat berkas P21- nya dilimpahkan, tersangka (TSK) Wigig, tidak bisa dihadirkan. Kata penyidik saat itu tersangka melarikan diri, sehingga kasusnya berhenti karena TSK-nya tidak ada,"kata Erius Shino.
Tersangka Wigig ini melarikan diri sejak bulan Juli 2015 dan selama itu menjadi buron polisi.
"TSK sempat buron selama kurang lebih 10 bulan. Setelah Polisi berhasil menangkapnya, menyerahkan kepada kami (Kejari) bersama sejumlah barang bukti," kata Erius.
Kasus pencabulan dilakukan Wigig Wigianto guru teknik informatika dan komputer kepada siswinya yang masih kelas 1.
Akibatnya NWD hamil enam bulan dan kasus ini sempat menjadi perhatian warga di Kabupaten Ngawi.
Modus dilakukan tersangka saat itu dengan mengancam korban tidak lulus bila tidak mau melayani nafsu bejat sang guru.
Pencabulan itu dilakukan saat korban mengikuti les tambahan di rumah tersangka.
Tersangka selanjutnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri, Senin (25/4/2016).
Menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi Erius Shino, kasus ini terjadi pada Mei 2014 dan telah dinyatakan sempurna (P21).
"Saat berkas P21- nya dilimpahkan, tersangka (TSK) Wigig, tidak bisa dihadirkan. Kata penyidik saat itu tersangka melarikan diri, sehingga kasusnya berhenti karena TSK-nya tidak ada,"kata Erius Shino.
Tersangka Wigig ini melarikan diri sejak bulan Juli 2015 dan selama itu menjadi buron polisi.
"TSK sempat buron selama kurang lebih 10 bulan. Setelah Polisi berhasil menangkapnya, menyerahkan kepada kami (Kejari) bersama sejumlah barang bukti," kata Erius.
Kasus pencabulan dilakukan Wigig Wigianto guru teknik informatika dan komputer kepada siswinya yang masih kelas 1.
Akibatnya NWD hamil enam bulan dan kasus ini sempat menjadi perhatian warga di Kabupaten Ngawi.
Modus dilakukan tersangka saat itu dengan mengancam korban tidak lulus bila tidak mau melayani nafsu bejat sang guru.
Pencabulan itu dilakukan saat korban mengikuti les tambahan di rumah tersangka.
Selepas mencuri pemuda ini berak dalam Musala
Riki Ardiansyah diamankan di Polsek Manyar setelah mencuri uang kotak sedekah dan membuat kotorannya di dalam musala, Selasa (3/5/2016).
GRESIK - Riki Ardiansyah (23), warga Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik, nekat mencuri kotak sedekah hanya untuk mengisi perutnya yang lapar.
Ia juga nekat buang air besar di dalam musala yang baru saja disantroninya itu. Aksi Riki terungkap setelah warga mencium bau tak sedap dari dalam musala pada Minggu (30/5/2016) malam.
Setelah diteliti , bau tersebut adalah bekas ‘air besar’ seseorang. Warga lantas memeriksa kamera pengawas dan terkuaklah pelaku sekaligus pencuri kotak sedekah.
Warga yang mengetahui identitas pelaku tak perlu waktu lama menangkapnya. Pelaku sering bertandang ke desa mereka.
Setelah dibawa ke Polsek Manyar, Riki mengakui sudah mencuri uang kotak sedekah sebanyak dua kali.
"Pertama di Desa Kembangan dan kemarin di musala itu hanya Rp 200 ribu. Hasilnya untuk makan sehari tiga kali," kata pria lulusan sekolah dasar itu, Selasa (3/5/2016).
Riki nekat mencuri uang kotak sedekah karena tidak memiliki pekerjaan. “Sehari-hari hanya jalan-jalan. Mau cari kerja hanya lulusan SD," imbuh dia.
Kapolsek Manyar, AKP Frihamdeni, berharap warga bisa memasang kamera pengawas agar pencuri bisa diketahui segera.
Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 365 juncto pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
GRESIK - Riki Ardiansyah (23), warga Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik, nekat mencuri kotak sedekah hanya untuk mengisi perutnya yang lapar.
Ia juga nekat buang air besar di dalam musala yang baru saja disantroninya itu. Aksi Riki terungkap setelah warga mencium bau tak sedap dari dalam musala pada Minggu (30/5/2016) malam.
Setelah diteliti , bau tersebut adalah bekas ‘air besar’ seseorang. Warga lantas memeriksa kamera pengawas dan terkuaklah pelaku sekaligus pencuri kotak sedekah.
Warga yang mengetahui identitas pelaku tak perlu waktu lama menangkapnya. Pelaku sering bertandang ke desa mereka.
Setelah dibawa ke Polsek Manyar, Riki mengakui sudah mencuri uang kotak sedekah sebanyak dua kali.
"Pertama di Desa Kembangan dan kemarin di musala itu hanya Rp 200 ribu. Hasilnya untuk makan sehari tiga kali," kata pria lulusan sekolah dasar itu, Selasa (3/5/2016).
Riki nekat mencuri uang kotak sedekah karena tidak memiliki pekerjaan. “Sehari-hari hanya jalan-jalan. Mau cari kerja hanya lulusan SD," imbuh dia.
Kapolsek Manyar, AKP Frihamdeni, berharap warga bisa memasang kamera pengawas agar pencuri bisa diketahui segera.
Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 365 juncto pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
Ahad, 1 Mei 2016
Demi Follower, Siswi SMA ini Upload Foto Bugil
JAKARTA - Fenomena saling tukar foto bugil melalui aplikasi pesan singkat tengah menjamur di kalangan remaja.
Icha, siswi SMK swasta di Malang, merupakan salah satunya yang kerap melakoni hal tersebut.
Bahkan, dia pernah kena skors dari sekolahnya gara-gara foto bugilnya tersebar di media sosial.
Ketahuan pihak sekolah, Icha menerima hukuman tersebut.
“Jadi, aku kan main Instagram, nah di sana kan banyak akun promosi buat cewek-cewek seksi gitu, aku posting foto aku terus aku tag ke akun tersebut. Aku pikir aman-aman aja, karena akunku dikunci," jelas Icha.
"Eh, ternyata ada temen yang tahu kalo aku foto syur, abis itu aku dibully sama temen-temen dan bahkan aku hampir diskors selama beberapa minggu, untungnya nggak jadi lama, berapa hari doang,” ujarnya.
Diakui Icha, menyebar foto-foto bugil di media sosial dan ketahuan sekolah tidak membuatnya jera, justru diam-diam dia tetap melakukan hal yang sama.
Icha, siswi SMK swasta di Malang, merupakan salah satunya yang kerap melakoni hal tersebut.
Bahkan, dia pernah kena skors dari sekolahnya gara-gara foto bugilnya tersebar di media sosial.
Ketahuan pihak sekolah, Icha menerima hukuman tersebut.
“Jadi, aku kan main Instagram, nah di sana kan banyak akun promosi buat cewek-cewek seksi gitu, aku posting foto aku terus aku tag ke akun tersebut. Aku pikir aman-aman aja, karena akunku dikunci," jelas Icha.
"Eh, ternyata ada temen yang tahu kalo aku foto syur, abis itu aku dibully sama temen-temen dan bahkan aku hampir diskors selama beberapa minggu, untungnya nggak jadi lama, berapa hari doang,” ujarnya.
Diakui Icha, menyebar foto-foto bugil di media sosial dan ketahuan sekolah tidak membuatnya jera, justru diam-diam dia tetap melakukan hal yang sama.
Selasa, 26 April 2016
Kakek 60 tahun Cabuli Bocah 5 Tahun
SEMARANG - Merasa tak ada perkembangan dari laporannya pada 4 April 2016 lalu, seorang ibu, RT (30) kembali mendatangi Polrestabes Semarang, Senin (18/4/2016).
RT sebelumnya melaporkan tetangganya, S (60), warga Purwosari Perbalan, Kota Semarang, atas dugaan pencabulan yang dilakukan S kepada anaknya C (5).
RT mengatakan, laporan kali ini merupakan yang kedua kalinya lantaran laporan pertama tidak mendapat tanggapan serius oleh kepolisian.
"Laporan pertama belum ditindak lanjuti, kami melapor lagi yang kedua kalinya," kata RT.
Laporan pertama pada 4 April lalu telah diterima penyidik.
RT mengatakan, dugaan pencabulan itu telah dilakukan S terhadap C sebanyak tiga kali di rumah S.
Rumah RT dan S berhadapan dan RT mengaku mengenal S sebagai sosok yang baik.
"Sudah punya cucu, sering main ke tempat saya karena rumah kami berhadapan," katanya.
RT mengatakan, dia memergoki S melakukan perbuatan cabul itu di rumah pelaku sebelum melapor ke Polrestabes Semarang pada 4 April 2016 lalu.
Dia sebelumnya menaruh curiga sebab S kerap mengajak C bermain ke rumahnya.
"Curiganya sebulan terakhir ini, awalnya saya anggap itu perhatian kepada anak saya," katanya.
RT berharap laporan kedua ini polisi bisa menangani serius laporan pencabulan terhadap anaknya.
RT sebelumnya melaporkan tetangganya, S (60), warga Purwosari Perbalan, Kota Semarang, atas dugaan pencabulan yang dilakukan S kepada anaknya C (5).
RT mengatakan, laporan kali ini merupakan yang kedua kalinya lantaran laporan pertama tidak mendapat tanggapan serius oleh kepolisian.
"Laporan pertama belum ditindak lanjuti, kami melapor lagi yang kedua kalinya," kata RT.
Laporan pertama pada 4 April lalu telah diterima penyidik.
RT mengatakan, dugaan pencabulan itu telah dilakukan S terhadap C sebanyak tiga kali di rumah S.
Rumah RT dan S berhadapan dan RT mengaku mengenal S sebagai sosok yang baik.
"Sudah punya cucu, sering main ke tempat saya karena rumah kami berhadapan," katanya.
RT mengatakan, dia memergoki S melakukan perbuatan cabul itu di rumah pelaku sebelum melapor ke Polrestabes Semarang pada 4 April 2016 lalu.
Dia sebelumnya menaruh curiga sebab S kerap mengajak C bermain ke rumahnya.
"Curiganya sebulan terakhir ini, awalnya saya anggap itu perhatian kepada anak saya," katanya.
RT berharap laporan kedua ini polisi bisa menangani serius laporan pencabulan terhadap anaknya.
Ahad, 24 April 2016
Ustaz Mardiatoz Mesum di Kamar Mandi Sudah Dipecat
BINJAI - Penangkapan ustaz Mardiatoz yang kedapatan berduaan dengan selingkuhan di kamar mandi mengejutkan sejumlah pihak.
Selain berstatus 'ustaz', Mardiatoz sebelumnya disebut juga sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Namun anggota DPRD Binjai dari fraksi PKS, Suharjo Mulyono, mengatakan bahwa ustaz Mardiatoz sudah dipecat dari PKS.
"Iya, dia memang dulu kader PKS, dan sudah hampir enam bulan ini sudah dilakukan pemecatan terhadapnya," ucap Suhar?jo saat ditemui di DPRD Binjai, senin (11/4/2014).
Ia mengatakan, pemecatan tersebut, dikarenakan adanya ribut keluarga antara Mardiatoz dengan istrinya.
Menurut Suharjo, ?Mardiatoz dan istrinya, Arfina Muharni, sudah dimediasi oleh majelis tahrih PKS Kota Binjai, namun hubungan keduanya tidak membaik.
Selain berstatus 'ustaz', Mardiatoz sebelumnya disebut juga sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Namun anggota DPRD Binjai dari fraksi PKS, Suharjo Mulyono, mengatakan bahwa ustaz Mardiatoz sudah dipecat dari PKS.
"Iya, dia memang dulu kader PKS, dan sudah hampir enam bulan ini sudah dilakukan pemecatan terhadapnya," ucap Suhar?jo saat ditemui di DPRD Binjai, senin (11/4/2014).
Ia mengatakan, pemecatan tersebut, dikarenakan adanya ribut keluarga antara Mardiatoz dengan istrinya.
Menurut Suharjo, ?Mardiatoz dan istrinya, Arfina Muharni, sudah dimediasi oleh majelis tahrih PKS Kota Binjai, namun hubungan keduanya tidak membaik.
Rabu, 20 April 2016
Puluhan Murid Akui Guru memasukan burungnya dikemaluan
BANGKA - Murid dan para orangtua murid di sebuah SDN Jeliti Sungailiat heboh.
Penyebabnya seorang oknum guru bernama Re (35), diduga mencabuli puluhan anak didiknya.
"Ya om..Pak Re itu pernah memasukan burungnya di an*s saya om. Dia juga cium bibir saya dan meraba-raba saya," kata seorang murid SDN di Jeliti didampingi orangtuanya kepada wartawan, Selasa (12/4/2016).
Murid lainnya, juga membuat pengakuan serupa. Kejadian itu menurut murid, dilakukan di beberapa tempat, saat sedang jam pelajaran, ekskul maupun saat jam les (pelajaran tambahan).
"Banyak om korbannya. Burung kami dipegang-pegang sama Pak Re, dan kami dikasih duit om. Tapi kami cuma sebatas diremas-remas saja burungnya," kata murid-murid itu.
Kepala SDN Jeliti, Ernita Simanjuntak saat ditemui di sekolahnya, tak ada di tempat. Menurut Wakil Kepala Sekolah SDN Jeliti, Sopiah, atasannya (Kepsek) sedang keluar.
Saat ditanya apakah Sopiah tahu soal kasus pencabulan oknum guru berinisial Re? Sopiah tersenyum penuh arti.
"Secara pastinya saya tidak tahu, hanya saja saya memang sempat dengar kabar itu," katanya.
Sementara itu, kasus ini sudah dilaporkan oleh para orangtua murid ke Mapolres Bangka.
Hingga Selasa siang, wali murid masih berkumpul di Mapolres Bangka guna memberikan pengaduan soal kasus pencabulan puluhan murid sekolah dasar yang dimaksud.
Penyebabnya seorang oknum guru bernama Re (35), diduga mencabuli puluhan anak didiknya.
"Ya om..Pak Re itu pernah memasukan burungnya di an*s saya om. Dia juga cium bibir saya dan meraba-raba saya," kata seorang murid SDN di Jeliti didampingi orangtuanya kepada wartawan, Selasa (12/4/2016).
Murid lainnya, juga membuat pengakuan serupa. Kejadian itu menurut murid, dilakukan di beberapa tempat, saat sedang jam pelajaran, ekskul maupun saat jam les (pelajaran tambahan).
"Banyak om korbannya. Burung kami dipegang-pegang sama Pak Re, dan kami dikasih duit om. Tapi kami cuma sebatas diremas-remas saja burungnya," kata murid-murid itu.
Kepala SDN Jeliti, Ernita Simanjuntak saat ditemui di sekolahnya, tak ada di tempat. Menurut Wakil Kepala Sekolah SDN Jeliti, Sopiah, atasannya (Kepsek) sedang keluar.
Saat ditanya apakah Sopiah tahu soal kasus pencabulan oknum guru berinisial Re? Sopiah tersenyum penuh arti.
"Secara pastinya saya tidak tahu, hanya saja saya memang sempat dengar kabar itu," katanya.
Sementara itu, kasus ini sudah dilaporkan oleh para orangtua murid ke Mapolres Bangka.
Hingga Selasa siang, wali murid masih berkumpul di Mapolres Bangka guna memberikan pengaduan soal kasus pencabulan puluhan murid sekolah dasar yang dimaksud.
Langgan:
Catatan (Atom)
PENCARIAN DIBLOG INI
Arkib Blog
Pengikut
Ads
Catatan Popular
-
JAKARTA - Angka 13 kerap kali dikaitkan dengan sebuah kesialan. Paling tidak itu yang dialami seorang siswi SMK. Dirinya diperkosa 13 pe...
-
Foto ini beredaran di internet. JAKARTA - Beberapa waktu lalu, pedangdut Siti Badriah diterpa isu foto syur. Foto bugil wanita mirip ...
-
LAMPUNG - Perbuatan tidak senonoh semacam ini patut dijadikan pembelajaran penting bagi orangtua dan guru di sekolah. Bagaimana tidak,...
-
INDRALAYA - Sum saat ditemui wartawan di SPK Polres OI mengaku sebelum digerebek warga, malam itu memang melakukan hubungan badan satu kali...
-
JAKARTA - Penampilan Anang dan Ashanty di Dahsyat, Minggu (8-1) kemarin menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Pasalnya, pakaian yang di...
-
JAKARTA - Model dan aktris Baby Margaretha mengaku diintai kamera saat buang air kecil di toilet sebuah restoran. Tapi Baby tahu siapa pe...
-
SAMPIT, (Kalteng) - Pemain video syur berdurasi 3 menit 59 detik terungkap. sang wanita memang benar siswa SMAN 1 Sampit dan telah dilkelu...
-
PEKALONGAN - Sepasang pelajar SMA di Pekalongan, Jawa Tengah tertangkap basah tengah berbuat mesum didalam bilik warnet. Petugas yang meng...
-
MANOKWARI - Jaksa Penuntut Umum (JPU),Lan Woretma,SH menuntut terdakwa bersial M (14 tahun) selama 3 tahun penjara dan denda Rp 30 juta sub...
-
MEDAN - Akhir pekan kemarin, warga Kota Medan digegerkan beredarnya foto mesum mirip seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dise...



