MEDAN - Kasus kekerasan seksual terhadap anak sepertinya sudah semakin mengkhawatirkan di Indonesia.
Kali ini, seorang anak berinisial JGS yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak dicabuli oleh tetangganya berinisial HRO.
Saat berada di Polresta Medan, orangtua korban mengatakan, peristiwa ini terkuak pada 22 April 2016 lalu. Saat itu, korban yang masih berusia 6 tahun hendak pergi ke sekolahnya.
"Saya sendiri awalnya enggak tahu kejadian ini. Sewaktu anak saya ini mau sekolah, kakaknya (JGS) teriak-teriak. Terus kami datangi," ungkap ayah JGS bernama Herbet, Jumat (20/5/2016).
Ketika menemui JGS, putri pertamanya itu menyebut di bagian alat vital korban terdapat darah mengucur. Kaget, Herbet kemudian membujuk sang anak untuk cerita.
"Dari pengakuan anak saya, dia telah dicabuli oleh orang dewasa. Katanya pelakunya itu tetangga saya berinisial HRO," ungkap warga Kampung Kolam, Percut Seituan ini.
Nuffnang Ads
SAJIAN KAMI
BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..
Isnin, 20 Jun 2016
Selasa, 14 Jun 2016
Perempuan Misterius Hobi Foto Telanjang di Samarinda
SAMARINDA - Wanita misterius yang berpose telanjang di sejumlah tempat umum di Kota Tepian (sebutan Samarinda, red) akhirnya ditemukan.
Setelah sempat menghilang dan tidak diketahui keberadaanya, akhirnya kepolisian dari Polresta Samarinda dapat mengamankan wanita yang diduga mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Samarinda itu, siang tadi, Sabtu (21/5/2016).
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono membenarkan kabar tentang ditemukannya wanita yang berpose syur di stadion Madya Sempaja itu. Kendati demikian, pihaknya belum dapat membeber seluruh informasi yang ada, pasalnya kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
"Jadi dia bukan ditangkap, tapi menyerahkan diri. Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan lebih dalam, karena baru tadi siang kami dapati yang bersangkutan," ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, Sabtu (21/5/2016).
"Saya masih belum dapat beri keterangan lebih banyak, karena anggota masih lakukan pemeriksaan, beri dulu kami waktu," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga Samarinda dibuat heboh postingan yang dilakukan oleh sejumlah netizen ke media sosial facebook, tak hanya facebook saja, namun beberapa warga juga memasang foto syur tersebut sebagai Display Picture (DP) BBM.
Tak hanya berfoto di stadion Madya Sempaja saja, namun wanita itu juga berfoto di bioskop, parkiran mall, swalayan hingga di jalanan, dengan menunjukan payudaranya yang terdapat gambar tatto mawar didada sebelah kiri, namun terdapat beberapa foto yang dirinya tengah menggunakan jilbab berwarna pink.
Dari hasil penelusuran Tribun, foto wanita syur tersebut mengarah kepada salah satu mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta, yang berada di jalan Ir Juanda, dengan inisial KK, yang merupakan mahasiswi angkatan 2015 fakultas Psikologi.
Kendati demikian, pihak kampus juga tidak dapat membenrakan jika yang bersangkutan merupakan mahasiswi di kampus tersebut.
Sebelum wanita misterius tersebut menyerahkan diri ke Mapolresta Samarinda, dikabarkan yang bersangkutan sempat berada di pulau Dewata Bali, bahkan kabar terakhir yang ada, wanita tersebut tengah berada di Sengatta, Kutai Timur. Kepolisian pun berjanji akan membeber seluruhnya pada senin pekan depan.
Setelah sempat menghilang dan tidak diketahui keberadaanya, akhirnya kepolisian dari Polresta Samarinda dapat mengamankan wanita yang diduga mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Samarinda itu, siang tadi, Sabtu (21/5/2016).
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono membenarkan kabar tentang ditemukannya wanita yang berpose syur di stadion Madya Sempaja itu. Kendati demikian, pihaknya belum dapat membeber seluruh informasi yang ada, pasalnya kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
"Jadi dia bukan ditangkap, tapi menyerahkan diri. Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan lebih dalam, karena baru tadi siang kami dapati yang bersangkutan," ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, Sabtu (21/5/2016).
"Saya masih belum dapat beri keterangan lebih banyak, karena anggota masih lakukan pemeriksaan, beri dulu kami waktu," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga Samarinda dibuat heboh postingan yang dilakukan oleh sejumlah netizen ke media sosial facebook, tak hanya facebook saja, namun beberapa warga juga memasang foto syur tersebut sebagai Display Picture (DP) BBM.
Tak hanya berfoto di stadion Madya Sempaja saja, namun wanita itu juga berfoto di bioskop, parkiran mall, swalayan hingga di jalanan, dengan menunjukan payudaranya yang terdapat gambar tatto mawar didada sebelah kiri, namun terdapat beberapa foto yang dirinya tengah menggunakan jilbab berwarna pink.
Dari hasil penelusuran Tribun, foto wanita syur tersebut mengarah kepada salah satu mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta, yang berada di jalan Ir Juanda, dengan inisial KK, yang merupakan mahasiswi angkatan 2015 fakultas Psikologi.
Kendati demikian, pihak kampus juga tidak dapat membenrakan jika yang bersangkutan merupakan mahasiswi di kampus tersebut.
Sebelum wanita misterius tersebut menyerahkan diri ke Mapolresta Samarinda, dikabarkan yang bersangkutan sempat berada di pulau Dewata Bali, bahkan kabar terakhir yang ada, wanita tersebut tengah berada di Sengatta, Kutai Timur. Kepolisian pun berjanji akan membeber seluruhnya pada senin pekan depan.
Ahad, 12 Jun 2016
Gadis 19 Tahun Diperkosa 4 Pemuda di Toilet Sekolah
PANGKAL PINANG — Empat pemuda warga Dusun Kade Mentok, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diamankan polisi terkait kasus pemerkosaan terhadap IN (19), warga Dusun Kade Mentok, Senin (16/5/2016).
Ironisnya, aksi keempat pelaku sengaja direkam dengan menggunakan kamera ponsel.
Para tersangka yang berinisial EK (16), HR (17), RK (15), dan AG (22) ditangkap polisi di kediaman masing-masing pada Sabtu malam kemarin.
Penangkapan bermula dari laporan orangtua korban yang mengetahui pemerkosaan dari rekaman video.
Kepala Polsek Riau Silip AKP Samsul Bagja mengatakan, aksi pemerkosaan dilakukan lantaran para tersangka terpengaruh film porno. Sementara itu, video yang diambil saat aksi pemerkosaan tersebut telah dihapus oleh para pelaku.
"Kejadian dilakukan di dalam sebuah WC sekolah," ujar AKP Samsul Bagja.
Dari keempat pelaku yang melakukan aksi pemerkosaan, tiga di antaranya masih di bawah umur, bahkan dua di antaranya masih berstatus sebagai pelajar SMP dan SMA.
Polisi kini masih mendalami motif lain dari aksi pemerkosaan tersebut. Keterangan saksi termasuk korban juga akan dihimpun.
Saat ini, empat pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Riau Silip untuk menjalani pemeriksaan. Pelaku dijerat Pasal 285 dan 286 KUHP dengan ancaman hukuman selama 12 tahun penjara.
Ironisnya, aksi keempat pelaku sengaja direkam dengan menggunakan kamera ponsel.
Para tersangka yang berinisial EK (16), HR (17), RK (15), dan AG (22) ditangkap polisi di kediaman masing-masing pada Sabtu malam kemarin.
Penangkapan bermula dari laporan orangtua korban yang mengetahui pemerkosaan dari rekaman video.
Kepala Polsek Riau Silip AKP Samsul Bagja mengatakan, aksi pemerkosaan dilakukan lantaran para tersangka terpengaruh film porno. Sementara itu, video yang diambil saat aksi pemerkosaan tersebut telah dihapus oleh para pelaku.
"Kejadian dilakukan di dalam sebuah WC sekolah," ujar AKP Samsul Bagja.
Dari keempat pelaku yang melakukan aksi pemerkosaan, tiga di antaranya masih di bawah umur, bahkan dua di antaranya masih berstatus sebagai pelajar SMP dan SMA.
Polisi kini masih mendalami motif lain dari aksi pemerkosaan tersebut. Keterangan saksi termasuk korban juga akan dihimpun.
Saat ini, empat pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Riau Silip untuk menjalani pemeriksaan. Pelaku dijerat Pasal 285 dan 286 KUHP dengan ancaman hukuman selama 12 tahun penjara.
Jumaat, 10 Jun 2016
Biang Kerok Pemerkosa Siswi SD
KLATEN - Sat Reskrim Polres Klaten menetapkan enam remaja yang merencanakan pemerkosaan terhadap LS (11), bocah kelas enam sekolah dasar di Jatinom.
Dari keterangan keenam tersangka terdapat empat pelaku yang sudah menggauli korban, sedangkan dua lainnya ikut membantu dengan cara memegangi korban agar tidak berontak.
"Ada empat yang telah memperkosa korban dan dua lainnya membantu upaya tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Farial Ginting, Minggu (15/5/2016).
Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Rg (17), EG (17), dan RI (15), ketiganya masih pelajar, dan SL (17), MHN (15), dan YS (17), ketiganya pengangguran.
Kendati telah menetapkan tersangka, Farial enggan menyebutkan peran masing-masing tersangka.
Terkait kronologis kejadian, Farial mengatakan pada Rabu (11/5/2016) tersangka meminta teman perempuannya untuk menjemput LS di rumahnya. Kemudian oleh teman perempuan tersangka, LS diajak ke rumah salah satu tersangka di Dusun Sribitan, Puluhan, Jatinom.
“Awalnya korban diajak main, jalan-jalan, dan diboncengkan oleh teman perempuan tersangka. Akhirnya ke rumah salah satu tersangka, di situ korban diperkosa,” ungkap dia,
Dari keterangan keenam tersangka terdapat empat pelaku yang sudah menggauli korban, sedangkan dua lainnya ikut membantu dengan cara memegangi korban agar tidak berontak.
"Ada empat yang telah memperkosa korban dan dua lainnya membantu upaya tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Farial Ginting, Minggu (15/5/2016).
Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Rg (17), EG (17), dan RI (15), ketiganya masih pelajar, dan SL (17), MHN (15), dan YS (17), ketiganya pengangguran.
Kendati telah menetapkan tersangka, Farial enggan menyebutkan peran masing-masing tersangka.
Terkait kronologis kejadian, Farial mengatakan pada Rabu (11/5/2016) tersangka meminta teman perempuannya untuk menjemput LS di rumahnya. Kemudian oleh teman perempuan tersangka, LS diajak ke rumah salah satu tersangka di Dusun Sribitan, Puluhan, Jatinom.
“Awalnya korban diajak main, jalan-jalan, dan diboncengkan oleh teman perempuan tersangka. Akhirnya ke rumah salah satu tersangka, di situ korban diperkosa,” ungkap dia,
Ahad, 5 Jun 2016
Perkosaan Berkelompok Terjadi di Karawang
KARAWANG - Aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menangkap lima remaja pengangguran yang nekat memperkosa seorang ibu rumah tangga dan menyekap suami korban.
Kasatreskrim Polres Karawang AKP Doni Wicaksono mengatakan, lima remaja tersebut melakukan tindakan tersebut karena terpengaruh minuman keras.
Ia mengatakan, lima pelaku pemerkosaan tersebut masing-masing berinisial, KUS, HEN, DK, TAR, dan AN. Semua pelaku itu merupakan pengangguran. Sedangkan korbannya bernama JOM, seorang ibu rumah tangga, warga Kampung Pelem, Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya.
"Para pelaku memperkosa korban di sebuah ruko kosong, di Kampung Pawarengan, Kecamatan Cikampek," katanya di Karawang Senin (9/5/2016).
Menurut dia, peristiwa itu berawal saat para pelaku yang dalam kondisi mabuk menghadang pasangan suami-istri JOM dan BA yang sedang melintas menggunakan sepeda motor.
Kemudian tiga pelaku KUS, DK dan HEN menghajar dan menyekap BA, lalu merampas motor korban. Setelah itu, JOM diancam akan dibunuh jika berontak, kemudian para pelaku membawa korban ke sebuah ruko kosong di Kampung Pawarengan, Kecamatan Cikampek.
Peristiwa itu diketahui beberapa hari setelah kejadian. Selanjutnya, keluarga korban melapor ke Polres Karawang. Atas laporan itu, petugas yang sudah mengetahui identitas pelaku langsung melakukan penangkapan.
Kelima pelaku itu ditangkap di rumahnya masing-masing. Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti pakaian dalam korban dan kendaraan yang digunakan pelaku untuk membawa JOM (korban) ke ruko kosong.
Atas perbuatannya, para pelaku terancam hukuman berlapis, yakni pencurian dengan kekerasan dan pemerkosaan, dengan ancaman penjara selama 12 tahun.
Kasatreskrim Polres Karawang AKP Doni Wicaksono mengatakan, lima remaja tersebut melakukan tindakan tersebut karena terpengaruh minuman keras.
Ia mengatakan, lima pelaku pemerkosaan tersebut masing-masing berinisial, KUS, HEN, DK, TAR, dan AN. Semua pelaku itu merupakan pengangguran. Sedangkan korbannya bernama JOM, seorang ibu rumah tangga, warga Kampung Pelem, Desa Tirtasari, Kecamatan Tirtamulya.
"Para pelaku memperkosa korban di sebuah ruko kosong, di Kampung Pawarengan, Kecamatan Cikampek," katanya di Karawang Senin (9/5/2016).
Menurut dia, peristiwa itu berawal saat para pelaku yang dalam kondisi mabuk menghadang pasangan suami-istri JOM dan BA yang sedang melintas menggunakan sepeda motor.
Kemudian tiga pelaku KUS, DK dan HEN menghajar dan menyekap BA, lalu merampas motor korban. Setelah itu, JOM diancam akan dibunuh jika berontak, kemudian para pelaku membawa korban ke sebuah ruko kosong di Kampung Pawarengan, Kecamatan Cikampek.
Peristiwa itu diketahui beberapa hari setelah kejadian. Selanjutnya, keluarga korban melapor ke Polres Karawang. Atas laporan itu, petugas yang sudah mengetahui identitas pelaku langsung melakukan penangkapan.
Kelima pelaku itu ditangkap di rumahnya masing-masing. Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti pakaian dalam korban dan kendaraan yang digunakan pelaku untuk membawa JOM (korban) ke ruko kosong.
Atas perbuatannya, para pelaku terancam hukuman berlapis, yakni pencurian dengan kekerasan dan pemerkosaan, dengan ancaman penjara selama 12 tahun.
Rabu, 1 Jun 2016
Ada Dua Bungkus Kondom dalam Tas Siswa
KUDUS - Mata D (20), tampak masih memerah, wajahnya kumal, sementara seragam yang dikenakan telah kotor oleh berbagai coret-coretan.
Saat ditanya petugas, terkadang jawabannya tidak nyambung.
Siswa SMK di Kudus ini terjaring razia polisi saat ikut konvoi di jalanan, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Sabtu ((7/5) sore.
"Sepertinya dalam pengaruh alkohol," kata seorang petugas kepolisian.
Saat menggeledah tas milik D, petugas menemukan satu pack kondom. Satu pack kondom yang sedianya berisi tiga buah itu, tinggal menyisakan dua bungkus.
"Itu bukan punya saya Pak. Itu kondom milik kakak saya Pak! Dititipkan di tas," kilah warga Kecamatan Jekulo, kemudian menundukkan kepala.
Tak hanya kondom, petugas juga menemukan dua botol minuman keras (miras) jenis putihan.
Sebelumnya, Sat Shabara Polres Kudus garuk delapan siswa, dari berbagai sekolah di Kudus.
Dua dari delapan siswa tersebut, bahkan masih duduk di kelas I dan II sebuah SMK di Kudus.
Saat ditanya petugas, terkadang jawabannya tidak nyambung.
Siswa SMK di Kudus ini terjaring razia polisi saat ikut konvoi di jalanan, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Sabtu ((7/5) sore.
"Sepertinya dalam pengaruh alkohol," kata seorang petugas kepolisian.
Saat menggeledah tas milik D, petugas menemukan satu pack kondom. Satu pack kondom yang sedianya berisi tiga buah itu, tinggal menyisakan dua bungkus.
"Itu bukan punya saya Pak. Itu kondom milik kakak saya Pak! Dititipkan di tas," kilah warga Kecamatan Jekulo, kemudian menundukkan kepala.
Tak hanya kondom, petugas juga menemukan dua botol minuman keras (miras) jenis putihan.
Sebelumnya, Sat Shabara Polres Kudus garuk delapan siswa, dari berbagai sekolah di Kudus.
Dua dari delapan siswa tersebut, bahkan masih duduk di kelas I dan II sebuah SMK di Kudus.
Ahad, 29 Mei 2016
Trauma, Korban Pemerkosaan oleh 15 Pria
Ia menuntut para pelaku diciduk untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.
Dalam konferensi pers itu, Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) ikut membawa orangtua korban kasus pemerkosaan dimaksud untuk menjelaskan masalah yang menimpa korban kepada pihak Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA bersama Badan PPPA Provinsi Sulut serta media massa yang ikut hadir.
Kepada wartawan, ibu dan ayah korban menjelaskan kronologi kasus yang dialami anak mereka.
Rn, ibu korban, menjelaskan, kasus tersebut bermula ketika anak mereka diajak oleh dua perempuan yang tak lain adalah tetangga mereka pergi ke Bolangitang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulut, pada Januari 2016.
Menurut ibu korban, anaknya mengaku setibanya di Bolmut, dia (korban) dipaksa mencicipi narkoba oleh dua perempuan yang menjemputnya.
Kemudian, korban digiring oleh mereka ke sebuah penginapan di daerah Bolangitan.
Di penginapan itulah, korban dalam posisi mabuk narkoba dipaksa untuk buka baju.
"Dia mengaku, di dalam kamar penginapan, dia dirudapaksa (diperkosa) sekitar 15 pria secara bergantian. Anak saya sempat minta tolong keluar penginapan, tetapi karena sudah mabuk, dia balik ke kamar. Setiap kali tersadar, dia mengaku selalu dalam keadaan tanpa busana dan sejumlah pria yang bergilir merudapaksanya (memerkosa)," tutur Rn.
Setelah diperdayai di Bolangitan, korban kemudian dibawa ke Provinsi Gorontalo. Di sana, korban lagi-lagi kembali diperkosa oleh sejumlah pria.
"Pengakuan anak saya, setibanya di Gorontalo, dia kembali dirudapaksa lagi oleh empat lelaki, di antaranya diduga ada oknum polisi," katanya.
Tak hanya diperkosa, anaknya itu ternyata ikut mendapat perlakuan kasar berupa penganiayaan dari para pelaku.
Langgan:
Catatan (Atom)
PENCARIAN DIBLOG INI
Arkib Blog
Pengikut
Ads
Catatan Popular
-
JAKARTA - Angka 13 kerap kali dikaitkan dengan sebuah kesialan. Paling tidak itu yang dialami seorang siswi SMK. Dirinya diperkosa 13 pe...
-
Foto ini beredaran di internet. JAKARTA - Beberapa waktu lalu, pedangdut Siti Badriah diterpa isu foto syur. Foto bugil wanita mirip ...
-
LAMPUNG - Perbuatan tidak senonoh semacam ini patut dijadikan pembelajaran penting bagi orangtua dan guru di sekolah. Bagaimana tidak,...
-
INDRALAYA - Sum saat ditemui wartawan di SPK Polres OI mengaku sebelum digerebek warga, malam itu memang melakukan hubungan badan satu kali...
-
JAKARTA - Penampilan Anang dan Ashanty di Dahsyat, Minggu (8-1) kemarin menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Pasalnya, pakaian yang di...
-
JAKARTA - Model dan aktris Baby Margaretha mengaku diintai kamera saat buang air kecil di toilet sebuah restoran. Tapi Baby tahu siapa pe...
-
SAMPIT, (Kalteng) - Pemain video syur berdurasi 3 menit 59 detik terungkap. sang wanita memang benar siswa SMAN 1 Sampit dan telah dilkelu...
-
PEKALONGAN - Sepasang pelajar SMA di Pekalongan, Jawa Tengah tertangkap basah tengah berbuat mesum didalam bilik warnet. Petugas yang meng...
-
MANOKWARI - Jaksa Penuntut Umum (JPU),Lan Woretma,SH menuntut terdakwa bersial M (14 tahun) selama 3 tahun penjara dan denda Rp 30 juta sub...
-
MEDAN - Akhir pekan kemarin, warga Kota Medan digegerkan beredarnya foto mesum mirip seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dise...





