Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Rabu, 1 September 2010

Kpn Malaysia yang baru ..

MENTERI Dalam Negeri, Datuk Seri Hishammuddin Hussein (kiri) bersalaman dengan Tan Sri Ismail Omar yang diumumkan sebagai Ketua Polis Negara yang baru menggantikan Tan Sri Musa Hassan (tengah) selepas sidang media di Putrajaya, hari ini.

Logo Halal Tidak Sah Diturunkan..


PREMIS yang tidak mempunyai kelayakkan logo halal diarahkan oleh penguatkuasa untuk menanggalkan logo berkenaan sewaktu Persatuan Pengguna Islam Malaysia dengan kerjasama JAKIM dan KPDNKK mengadakan operasi bersama ke medan makan pusat membeli belah Pavillion, Bukit Bintang. 1 Sept. 2010.

Lawatan Mengejut RAJA Muda Perak

RAJA Muda Perak, Raja Dr. Nazrin Shah berbincang sesuatu bersama Setiausaha Kerajaan Negeri Perak, Datuk Seri Abdul Rahman Hashim (dua dari kiri) dan Datuk Bandar Ipoh, Datuk Roshidi Hashim ketika meninjau masalah sampah di Taman Rapat Koperasi, Rapat Setia Ipoh. 1 Sept. 2010.

Sumatera Timur Tak Ingin Perangi Malaysia

Unjuk rasa oleh warga Indonesia yang BAHLUL di Jakarta baru-baru ini.



JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pemuda Melayu Sumatera Timur Irgan Chairul Mahfiz mengatakan, masyarakat Pesisir Timur Pulau Sumatera tidak ingin berperang dengan Malaysia.

"Bisa dipastikan tidak akan ikut berperang andai terjadi perang dengan Malaysia, karena kedekatan kultural dan hubungan persaudaraan yang erat bahkan adanya proses kawin-mawin antarkeluarga di antara kedua negara yang punya budaya sama, yakni Melayu," katanya dalam pernyataan pers di Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Dia mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan tindakan Lembaga Swadaya Masyarakat Bendera yang melempar Kedutaan Besar Malaysia dengan kotoran sebagai protes terhadap tindakan penangkapan petugas KKP oleh Polisi Malaysia.

"Bagi ’puak’ Melayu, tindakan melempar ’kotoran’ ke Kedubes Malaysia yang dilakukan aktivis Bendera, sesungguhnya tidak hanya pukulan bagi warga Malaysia, tapi juga melukai hati masyarakat Melayu, yang punya tradisi saling menghormati, saling menghargai, tidak menghina dina dengan cara-cara yang kurang elok," katanya.

Dia menegaskan, kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi masyarakat di pesisir Melayu merupakan harga mati.

"Tidak ada satu negara apapun yang berhak mengganggu kedaulatan termasuk Malaysia," kata Irgan yang juga Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Namun demikian, menurut dia, protes-protes yang dilakukan sebagai bentuk kemarahan harusnya tidak melampaui adat ketimuran yang selama ini dipelihara dengan baik.

Seperti diberitakan, akibat dari insiden penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh petugas kepolisian Malaysia di Perairan Tanjung Berakit, di dekat kepulauan Bintan, yang berbatasan dengan Malaysia, terjadi protes dari berbagai elemen Masyarakat di Indonesia.

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 13 Agustus 2010 hingga kini masih terus menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia.

Malaysia sendiri menilai, penangkapan tersebut berada di wilayahnya dan petugas KKP yang bertugas tersebut telah melanggar daerah perbatasan.

Akibat dari peristiwa tersebut, Presiden meminta percepatan pembahasan perbatasan di kedua negara. Pertemuan Menteri Luar Negeri kedua negara direncanakan pada 6 September mendatang di Kinabalu, Malaysia.

Semua Korban Tewas Tertembak di Kepala


BUOL, KOMPAS.com — Bentrok antara warga Buol, Sulawesi Tengah, dan aparat kepolisian yang terjadi sejak Selasa (31/8/2010) malam sampai Rabu (1/9/2010) dinihari menewaskan empat orang dan 22 korban luka-luka.

Pelaksana tugas Direktur Rumah Sakit Daerah Buol Abdul Hamid Lakuntu di Buol, Rabu siang, mengatakan, semua korban yang tewas mengalami luka tembak di kepala dan tidak bisa diselamatkan jiwanya.

"Semua korban tewas sudah dipulangkan ke rumah keluarganya masing-masing, sedangkan korban luka-luka masih dalam perawatan intensif di rumah sakit," kata dia.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, insiden penyerangan tersebut terkait dengan tewasnya seorang tahanan Polsek Biau bernama Kasmir Timumun pada Senin sore. Keluarga menduga tewasnya Kasmir Timumun, warga Kelurahan Leok II yang bekerja sebagai tukang ojek itu, akibat penganiayaan oknum polisi.

Kasmir ditahan karena kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang anggota kepolisian di kota itu, tetapi hari Senin dia tewas di dalam tahanan. Sebagai buntut dari kematiannya, Selasa sekitar pukul 21.30 Wita, ribuan warga mendatangi Mapolsek Biau.

Pramono Anung: Saya Tidak Setuju Perang

Pramono Anung


Liputan6.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Pramono Anung menolak keras pilihan perang dalam menyelesaikan konflik Indonesia dan Malaysia. Menurut Pramono, perang hanya akan merugikan rakyat.

"Saya termasuk yang tidak setuju perang. Ya, itu terlalu emosional," kata Pramono saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/9).

Pramono berharap, pidato Presiden SBY di Cilangkap bukan sekadar pidato saja. Melainkan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. "Saya berharap ini bukan hanya pidato presiden, tapi akan dilaksanakan. Sebab dalam banyak hal pidato yang baik, tapi pelaksanaanya tidak menjdi baik," ujar dia.

Sikap SBY, lanjut Pramono, selama ini kurang tegas dalam diplomasi. Diplomasi dinilai masih normatif, terlebih menyangkut masalah kedaulatan.

"Apa yang disampaikan termasuk normatif,dan soft diplomatik yang selama ini dilakukan oleh pemerintah kita. Bukan salah, tetapi dalam posisi terntentu memerlukan ketegasan. Ketegasan seorang pemimpin, ketegasan seorang diplomat kita, ketika kedaulatan itu terganggu," tegasnya.

Presiden akan Keluarkan Pernyataan Sikap soal Malaysia


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan kembali menyatakan sikapnya terhadap menghangatnya hubungan Indonesia-Malaysia di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Rabu malam. Usai melaksanakan berbuka puasa bersama dengan Panglima TNI, tiga kepala staf angkatan dan seluruh jajaran TNI, Presiden akan memberikan pidato terkait sikapnya terhadap perkembangan yang terjadi antara Indonesia-Malaysia, belakangan ini.

Sejak 13 Agustus 2010, hubungan Indonesia dan Malaysia kembali menghangat pascapenangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh aparat Malaysia di Tanjung Berakit, Kepulauan Riau, Indonesia. Tindakan aparat Malaysia tersebut mengakibatkan dua negara terperangkap dalam perang mulut yang cukup panas, diplomasi megapon yang sangat tak sedap.

PM bahkan telah mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia, mengingat demonstrasi anti-Malaysia yang dianggap berlebihan. Menanggapi itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyurati PM Najib untuk menyelesaikan persoalan antara dua negara secara baik. Selain itu, Presiden juga mengajak PM Najib untuk mempercepat pembahasan masalah perbatasan kedua negara.

Namun, surat Presiden Yudhoyono tersebut ditanggapi kurang bersabahat oleh PM Najib. Pemerintah Malaysia justru meminta Indonesia untuk menertibkan aksi demo anti-Malaysia dan menuding para demonstran sebagai tentara bayaran. Terkait itu, Presiden Yudhoyono akan kembali menyampaikan sikapnya dalam pidato yang disampaikan usai Shalat Tarawih di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular