Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Sabtu, 14 September 2013

Bekas isteri ugut nikah mutaah

ALOR SETAR - “Kalau abang tak nak cerai, saya akan nikah (secara) mutaah dengan lelaki lain.” Kata-kata itu masih terngiang-ngiang di telinga Azam, 47, walaupun diucapkan bekas isterinya lapan tahun lalu.

“Kata-kata itu akan saya ingat sampai mati. Ia menusuk hati dan menjatuhkan maruah saya sebagai suami,” katanya menceritakan pengalaman mendirikan rumah tangga dengan pengikut tegar Syiah sehingga terpaksa menceraikan wanita itu berikutan perbezaan pegangan dan akidah.

Azam berkata, bekas isteri yang dinikahi pada 1997 itu nekad menuntut cerai kerana terlalu taksub dengan hasutan ‘tok guru’ Syiah selepas dia enggan mengikuti pengajian dan seterusnya menjadi pengikut kumpulan berkenaan.

Malah, dia yakin ugutan bekas isterinya mahu berkahwin lagi secara mutaah walaupun masih menjadi isterinya, diajar ‘tok guru’ Syiah berkenaan.

Menurutnya, selepas pelbagai usaha mengajak bekas isteri kembali ke pangkal jalan gagal, dia terpaksa menceraikannya selepas mendapat nasihat beberapa kaunselor dan tokoh agama yang menyatakan, hanya perceraian dapat mengatasi masalahnya berikutan wanita itu menganuti ajaran yang sangat berbeza dengan umat Islam lain di negara ini.

“Sebelum mengambil keputusan bercerai pada 2004 iaitu selepas tujuh tahun berkahwin, puas saya memujuknya supaya kembali kepada ajaran Sunni (Ahli Sunnah Wal Jamaah) dan meninggalkan Syiah yang jelas bertentangan dengan akidah Islam.

“Namun, dia bertegas kononnya Syiah adalah aliran Islam yang terbaik,” katanya kepada Metro Ahad di sini.

Azam berkata, pada awal perkahwinan mereka, bekas isterinya yang juga guru tidak menimbulkan masalah, malah sangat mendokong pegangan Ahli Sunnah Wal Jamaah (ASWJ).

Menurutnya, perangai bekas isterinya berubah selepas berkawan baik dengan seorang guru wanita di sekolahnya dan selepas itu, bekas isteri kerap menceritakan kebaikan secara berlebih-lebih mengenai Ahlul Bait (keluarga Nabi).

“Ketika itu, saya langsung tidak mencurigai kelakuannya. Namun, dia pernah menyatakan mazhab Ahlul Bait (Syiah) adalah terbaik berbanding mazhab muktabar lain, menyebabkan saya mula terasa ada sesuatu yang tidak kena.

“Tidak lama selepas itu, isteri membawa beberapa naskhah buku, risalah dan nota berhubung ‘mazhab’ berkenaan yang menceritakan kebaikan keluarga nabi.

“Bagaimanapun, risalah itu secara jelas menghina dan mengkafirkan sahabat Rasulullah, terutama Abu Bakar As-Siddiq dan Umar Al-Khattab,” katanya.

Berikutan itu, dia mula tidak senang dengan tindak-tanduk isterinya kerana sepanjang pengetahuannya, semua khalifah di kalangan Khulafaur Rasyidin dijanjikan syurga oleh Nabi Muhammad SAW kerana perjuangan dan pengorbanan mereka menyebarkan Islam.

Menurutnya, bekas isteri pernah mengajaknya mendengar ceramah disampaikan guru Syiah itu, namun dia mengelak kerana bimbang akidahnya terpesong. (Metro)

Jumaat, 13 September 2013

Gadis ini tertekan dipaksa menjadi hamba seks

KUALA LUMPUR - Seorang wanita berusia 23 tahun yang tertekan selepas dipaksa menjadi hamba seks seorang lelaki sejak lima tahun lalu, cuba menamatkan riwayat hidupnya dengan meminum sejenis cecair antiseptik menyebabkan dia kini terlantar di hospital.

Difahamkan, wanita yatim piatu itu tinggal serumah dengan lelaki berusia 37 tahun terbabit sejak berusia 17 tahun berikutan mahu membalas budinya yang menyelamatkan mangsa daripada kes ugutan menggunakan gambar bogel.

Bagaimanapun, selepas menyelamatkan wanita itu daripada masalahnya lima tahun lalu, wanita berkenaan dipelawa tinggal bersamanya sebagai kekasih gelap dan diminta melayan nafsu lelaki itu meskipun dia sudah mempunyai isteri dan dua anak.

Menceritakan kembali kejadian itu, mangsa yang mahu dikenali sebagai Vanitha, 23, berkata, bapanya meninggal dunia ketika dia berusia 13 tahun dan tinggal bersama kakaknya di Sri Petaling, dekat sini.

“Saya menjadi rapat dengan lelaki berkenaan yang mempunyai pertalian kekeluargaan ketika saya berusia 17 tahun dan menghadapi masalah dengan bekas teman lelaki selepas diugut menyebarkan gambar bogel di Internet jika enggan menyerahkan RM7,000 " Jelasnya.

Calon Haji Bengkulu Dilarang Bawa Tempoyak


BENGKULU  - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Suardi Abbas mengatakan, jamaah calon haji asal daerah itu dilarang membawa tempoyak, makanan khas berbahan durian fermentasi, karena berbau tajam.

"Barang yang berbau tajam, berair dan benda tajam merupakan barang yang dilarang dibawa jamaah, termasuk makanan tempoyak, sebab berbau tajam," katanya di Bengkulu, Jumat.

Ia mengatakan hal itu saat pemeriksaan dan penimbangan koper para calon haji yang tergabung dalam kloter 5 di Asrama Haji Bengkulu.

Pemeriksaan koper calon haji dengan mesin sinar X atau X-ray dilakukan di Asrama Haji Bengkulu sebab Bandara Fatmawati Bengkulu sudah menjadi embarkasi haji antara.

Dengan status baru yang ditetapkan Kementerian Agama pada Agustus 2013, seluruh proses pemberangkatan para calon haji, mulai dari pemeriksaan koper untuk bagasi dan tas atau tentengan di kabin pesawat dilaksanakan di Asrama Haji Bengkulu.

"Termasuk pembagian gelang, uang `biaya hidup` dan lainnya dilakukan di Bengkulu, jadi calon haji hanya transit di Padang, sebelum menuju Jeddah," katanya.

28 Persen Pekerja Seks di Bandung adalah Pelajar Aktif




BANDUNG RAYA -  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat menemukan kasus bahwa 28 persen pekerja seks anak/remaja di Bandung Raya adalah pelajar aktif atau masih bersekolah. Kondisi ini antara lain dipicu oleh gaya hidup. Keberadaan mereka sudah menjadi jaringan karena ada yang dikendalikan oleh orang dewasa atau oleh teman sendiri.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat, Dra Hj Yeni Huriyani MHum, yang ditemui pada acara Seminar Nasional & Call Paper Psikologi Unisba 2013 di Aula Unisba, Jalan Taman Sari, Rabu (4/9/2013).

Yeni mengatakan, para remaja yang terjerumus perilaku negatif ini masih bersekolah seperti umumnya pelajar. Menurut Yeni, pihak sekolah, bahkan orang tua mereka, mungkin tidak tahu aktivitas anak mereka di luar. Ironinya, perilaku mereka dipicu antara lain oleh gaya hidup.

"Ada pergeseran dalam lingkungan. Gaya hidup jadi berubah. Hanya karena ingin bisa nongkrong di kafe elite, jajan di kafe elite, mereka seperti itu (jadi pekerja seks), bahkan ada yang ingin handphone bagus, lalu janjian di luar sekolah," katanya.

Disinggung tentang pihak yang mengendalikan aktivitas mereka, Yeni mengatakan kelompok tersebut sudah memiliki jaringan. Selain ada orang dewasa yang mengatur, aktivitas mereka juga dikendalikan oleh teman sendiri dengan memanfaatkan ponsel.

Menurut dia, saat ini teknologi menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi membuat orang cerdas dan aware terhadap teknologi tinggi, tapi di sisi lain menjerumuskan. "Jadi, orang tua juga harus tahu gadget anaknya itu apakah dimanfaatkan secara positif atau tidak," katanya.

Yeni juga mengatakan, saat ini anak-anak, khususnya remaja, berada dalam situasi kritis. Dari temuan lembaganya, diketahui ada yang masih berusia 13 tahun yang berarti mereka masih bisa disebut anak-anak karena masih duduk di bangku SMP. Kebanyakan mereka berusia di bawah 18 tahun. Pada masa inilah sedang terjadi transisi atau peralihan dari anak-anak ke remaja.

"Orang tua sekarang masih belum terbuka tentang pendidikan seksual. Masih menganggap tabu. Akhirnya anak mencari sendiri, coba-coba lalu terjerumus," katanya.

Namun yang menjadi perhatian, ujarnya, saat ini ada pergeseran bahwa ternyata perilaku negatif para pelajar ini tanpa paksaan. Ada kasus yang ditangani karena berawal dari korban perkosaan, tapi karena terjerumus dan tidak ada yang memperhatikan serta mengarahkan, akhirnya perilaku mereka menjadi "sukarela". "Dan penggunanya adalah orang dewasa yang memiliki uang," kata Yeni.

P2TP2A tidak melihat adanya status sosial dalam masalah ini karena adanya pergeseran gaya hidup tersebut. Ia mencontohkan, siswa SMK yang sedang berada di salon akhirnya menjadi korban trafiking. "Kelas sosial sekarang sudah blur. Contoh tadi, mereka ke salon, berarti mereka bukanlah kalangan bawah," katanya.

Dari data P2TP2A Jawa Barat, ditemukan juga anak-anak jalanan di bawah usia 13 tahun sudah mengalami seks bebas. Di Kota Bandung tahun 80-an persoalan seks bebas melanda mahasiswa. Namun sekarang terus mengalami pergeseran.

Bahkan dari data base on case, kasus perkosaan yang dilakukan orang dewasa kepada anak-anak karena korban diiming-imingi uang. Anak-anak ini mau karena gaya hidup juga. Menurut temuan P2TP2A, korban mau karena ingin jajan di minimarket.

"Mereka hanya punya uang Rp 2.000, tidak cukup. Ketika diiming-imingi Rp 10 ribu, akhirnya mereka terjerumus dan menjadi korban, dan ini (perkosaan) berulang-ulang," kata Yeni.

Memprihatinkannya lagi, kasus seperti ini terjadi tidak hanya di perkotaan, tapi juga perdesaan karena menjamurnya juga minimarket di gang-gang. Soal pihak sekolah tahu perilaku siswinya yang seperti itu, Yeni mengatakan, ada kemungkinan pihak sekolah tidak tahu, atau sudah tahu tapi menutup mata karena takut aib dan mencemarkan nama sekolah.

Karena itulah, kata Yeni, semua pihak terkait harus bijak dalam melihat permasalahan ini. Bagaimana agar anak-anak ini ditangani dengan baik agar tidak terjerumus lebih dalam. "Salah satunya perhatikan hal anak, jangan sampai hak anak terabaikan. Karena itu tadi, awalnya terpaksa karena tidak ditangani bisa terjerumus, hingga dari terpaksa jadi sukarela," katanya.

Penyanyi Dangdut Kenamaan Yogyakarta Tewas Kecelakaan


YOGYAKARTA - Kematian artis dangdut dan campursari, Arik Anjarwati (25) akibat kecelakaan maut di jalan utama Karangmojo-Semin, Kamis (12/09/2013) pukul 13.00 WIB, mengagetkan rekan-rekannya seprofesi di DIY dan Jateng. Kepergian perempuan dengan nama lain Dewi Angin-angin ini menyisakan duka mendalam bagi mereka.

"Saya shock mendengar kabar (kematian Dewi). Sempat tidak percaya juga," ujar penyanyi campursari Tirtolaras, Suranto, Kamis (12/9/2013).

Ia mengaku kali pertama mendapat kabar kematian artis yang ramah dan kesohor hingga DIY dan Jawa Tengah itu dari teman-temannya seprofesi lewat BlackBerry Messenger (BBM). Menurutnya, Dewi Angin-angin merupakan salah satu artis yang sejak lulus SMP telah menekuni musik campursari dengan bergabung di Tirtolaras. Perlahan-lahan nama Dewi semakin dikenal oleh warga Gunungkidul. Tak jarang dia juga mendapat job show di Jawa Tengah dan Nusantara.

"Pernah berduet dengan Didi Kempot. Terakhir sebelum Lebaran saya duet dengan Dewi," ucapnya.

Sementara itu, Arimbi mengungkapkan, sebelum terjadi kecelakaan, Dewi pulang ke rumahnya di Yogyakarta. Setelah bersih-bersih rumah, dia lantas balik ke Semin, Gunungkidul, dengan mengendarai mobil pribadinya bersama Haryani.

"Mendengar kabar Dewi kecelakaan, saya langsung ke Rumah Sakit Panti Rahayu untuk memastikan dan ternyata benar Dewi sudah meninggal dunia karena luka di bagian kepala," tandasnya.

Black sah jadi suami dengan sekali lafaz


KUALA LUMPUR - HANYA dengan sekali lafaz tepat jam 12.06 tengahari, Hanifah Md Hanafiah, 26, atau lebih dikenali sebagai Black sah bergelar suami kepada Naquia Yasirah Binti Mohammad Khairi, 28, atau Chira Khairi di Zebra Square, Kampung Pandan.

Black dan Chira telah diijabkabulkan oleh bapa Chira sendiri dengan mas kahwin RM80 dan wang hantaran berjumlah RM12 ribu disaksikan oleh Ketua Imam Masjid Saidina Umar Al-Khattab, Bukit Bandaraya.

Majlis pernikahan ini menyaksikan pihak lelaki memberikan 7 dulang hantaran berupa sepasang telekung, beg tangan Chanel, minyak wangi Bvlgari, sebentuk cincin, iPad Mini, sepersalinan baju serta kasut Charles & Keith, dan juga set kosmetik Kanebo, lapor ohbulan!

Manakala pihak perempuan pula membalas dengan 9 dulang hantaran.

Untuk pengetahuan, majlis pernikahan kedua mempelai ini telah dihadiri oleh pihak keluarga dan juga rakan-rakan terdekat kedua buah keluarga.

Majlis persandingan Black dan Chira akan diadakan di dewan komuniti Bangsar pada waktu malam berkonsepkan ‘english contemporary’ untuk sebelah perempuan. Sebelah lelaki pula akan diadakan pada 14 September bertempat di Zebra Square, Kampung Pandan.

Bagaimana pun, Black akan mengadakan majlis resepsi mereka untuk kali ketiga di padang bola PPRT Pantai Dalam pada hari Ahad, 15 September ini bagi meraikan hari bahagianya bersama para peminat di tempat dia membesar.

Artefak Hilang, Bukti Pemerintah Kurang Perhatian pada Sejarah Bangsa

FOTO HIASAN.

JAKARTA - Hilangnya empat artefak berusia 1.000 tahun lebih di Museum Nasional Rabu 11 September 2013 lalu membuktikan bahwa pemerintah tidak serius merawat dan menjaga peninggalan bersejarah bangsa. Pemerintah juga dianggap kurang perhatian pada sejarah bangsa dan kebudayaan bangsa Indonesia.

"Ini bentuk ancaman kedaulatan nasional secara tidak langsung. Karena jelas pesan Bung Karno kepada bangsa Indonesia untuk "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah". Karena memahami sejarah itu adalah salah satu pilar untuk menegakkan karakter atau kepribadian dalam kebudayaan nasional bangsa Indonesia sebagaimana amanat pendiri negara," kata Anggota Komisi X DPR Puti Guntur Soekarno kepada Tribunnews, Jumat(13/9/2013).

Sepinya perhatian terhadap sejarah dan benda cagar budaya kata Puti sering terulang tanpa keseriusan sanksi penanganan dan kejelasan kasus. Seperti juga disayangkan area situs Trowulan Majapahit yang didirikan pabrik baja.

Jangan sampai lanjut Puti adanya kasus-kasus tersebut bangsa menjadi tidak punya apa-apa sama sekali kalau sejarahnya sendiri ditinggalkan, hilang, dan dicuri sementara kita diam saja.

"Kalau pencuri kekayaan alam dibiarkan, pencuri kedaulatan politik negara dibiarkan, sekarang pencuri warisan sejarah dan kebudayaan bangsa Indonesia juga dibiarkan, lalu mau jadi apa bangsa Indonesia," kata Puti.

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan hilangnya artefak berharga di Museum Nasional harus menjadi pelajaran dan rasa malu bagi bangsa Indonesia. Keempat arca bersejarah itu adalah identitas dan sejarah bangsa Indonesia.

"Itu kekayaan Indonesia, sebab beruntung bangsa Indonesia memilikinya sementara bangsa lain tidak, empat benda yang hilang tersebut yaitu Lempengan Naga, Lempengan Bulan Sabit Beraksara, Wadah Bertutup Cepuk dan Lempengan Harihara memiliki nilai sejarah dan identitas bagi bangsa Indonesia yang menunjukkan eksistensi nusantara telah ada sepanjang ribuan tahun," kata Puti.

Padahal kata Puti, jelas tersirat di dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya memberi payung konstitusi untuk pemenuhan perlindungan warisan budaya benda (tangible cultural herritage).

Untuk itulah Puti mendesak selain menjaga, merawat juga harus mengusut tuntas kasus pencurian benda bersejarah. Pemerintah harus bertanggung jawab atas dikembalikannya benda-benda tersebut jika sudah terjual atau terlelang di mancanegara.

"Termasuk menjamin keaslian tanpa terjadi duplikasi atas benda-benda cagar budaya tersebut. Malu kita dengan bangsa lain kalau sampai dicap sebagai negara yang tidak kenal adab budaya  karena menganggap sepi kepribadian dan kebudayaan bangsa sendiri. Jangan sampai generasi muda kita kalau belajar sejarah bangsa harus ke museum-museum di luar negeri, bukan di negerinya sendiri," kata Puti.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular