Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Rabu, 2 Oktober 2013

Anak Dititipkan Malah Jadi Korban Perkosaan




ENDE - Seorang gadis remaja sebut saja Bunga (15) menjadi korban pencabulan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh orang kepercayaan orangtua sang gadis. Paulus Pa (63), warga Desa Puutuga, Kecamatan Ndona Timur,
Kabupaten Ende, justru menjadi pemangsa bagi anak gadis tersebut. Pasalnya tidak lama sang gadis tinggal di rumahnya, dia justru melakukan aksi kekerasan seksual berupa pencabulan dan pemerkosaan.

Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (20/9/2013), menjelaskan kasus kekerasan seksual berupa pencabulan dan pemerkosaan yang menimpa Bunga terjadi pada 23 Agustus 2013 lalu. Saat itu sekitar pukul 03.00 Wita dini hari pelaku melakukan aksi tidak terpuji kepada korban yang semestinya dia lindungi.

Pelaku berhasil melakukan aksinya karena saat itu istri pelaku sudah berangkat ke pasar, sedangkan anak-anak pelaku yang masih kecil masih tidur.

"Sebelum melakukan pemerkosaan sebelumnya pelaku sudah melakukan pencabulan dengan mengerayangi korban. Puncaknya terjadi pada 23 Agustus 2013," kata Kapolres Musni.

Kasus kekerasan seksual itu terungkap ketika korban menceritakan tindakan pelaku atas dirinya ke orang tua. Ibu korban lantas mengadu ke istri pelaku yang diikuti dengan melaporkan kejadian itu ke Polsek Ndona.

Korban dan pelaku kata Kapolres Musni masih memiliki hubungan kekerabatan. Atas dasar itu maka orang tua korban mempercayakan korban untuk tinggal bersama pelaku karena korban bersekolah di salah satu SMP di Kecamatan Ndona. Sedangkan orang tua korban tinggal di Detusoko.

Pascalaporan kejadian diterima polisi, pelaku pun dijemput guna menjalani proses hukum. Pelaku sudah ditahan di sel Mapolres Ende. Atas tindakanya itu pelaku diancam dengan hukuman penjara selama 12 tahun karena melanggar pasal 285 jo pasal 64 KUHP.

Calon PMR ambil periksa dalam wad selepas bersalin


Nor duduk di katil, ketika menjalani peperiksaan PMR di wad sebuah hospital.

KOTA BHARU - Seorang calon peperiksaan Penilaian Menengah Rendah (PMR) di sini, terpaksa menduduki peperiksaan terbabit di wad sebuah hospital...

Mangsa yang hanya dikenali sebagai Nor,15, berkata, akibat hubungan terlarang bersama kekasihnya yang dikenali dua tahun lalu, dia disahkan mengandung setelah perutnya terus membesar.

Remaja terbabit yang bersalin secara normal Ahad lalu, masih dalam keadaan lemah namun tetap bersemangat untuk menduduki peperiksaan.

Menceritakan detik hitam itu, dia terpedaya  dengan pujuk rayu lelaki itu, setelah kekasihnya berjanji akan bertanggungjawab sepenuhnya untuk menjaga dirinya.

"Akibat termakan pujuk kerana kasihkan si dia, saya rela dan tidak sangka hubungan saya bersamanya menyebabkan saya semakin jauh terlanjur sehingga melahirkan anak.

"Ibu dan ayah begitu marah dengan perbuatan saya ini  memandangkan saya masih bersekolah dan mereka dapat tahu selepas melihat keadaan perut saya yang semakin hari semakin membesar," katanya ketika ditemui semalam.

Menurutnya, setakat ini kini kes berkenan mendapat perhatian Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) untuk tindakan lanjut.

Nor berkata, dia kini menyesal dengan perbuatannya itu dan mengharapkan keputusan peperiksaannya lebih baik daripada peperiksaan percubaan sebelum ini yang hanya memperolehi 2A.

"Saya nak berjaya dalam peperiksaan ini dan harap dapat sekurang-kurangnya 4A dalam enam mata pelajaran yang diambil supaya saya dapat buktikan bahawa saya masih mampu meneruskan pelajaran untuk ke tingkatan 4 nanti serta dapat menebus kesalahan lalu," katanya.

Nor berharap, selepas ini dia dapat meneruskan persekolahan dan menumpukan perhatian dalam pelajaran walaupun pernah terlanjur dan tidak mengulangi kesilapan lalu.(SH)

Istri Biarkan Suami Setubuhi Anak Selama 4 Tahun



DENPASAR - Entah apa yang ada dalam pikiran DPA, warga Denpasar, Provinsi Bali, yang menjadi tersangka pemerkosa putri kandungnya sendiri.

DPA, ditangkap aparat Polresta Denpasar, Rabu (18/9/2013) sore. Tersangka yang sehari-harinya bekerja sebagai perajin perak ini mengaku, memerkosa putrinya untuk menyembuhkan penyakit bawaan korban sejak kecil.

Menurut tersangka, ia harus merenggut keperawanan putri kandungnya sebagai obat penyakit tersebut. Persetubuhan terlarang ini, telah berlangsung sejak tahun 2009 silam dan menghasilkan seorang anak.

Korban berinisial MY (21) merupakan putri dari istri pertama. Tersangka dan korban terpisah cukup lama, karena selama ini korban tinggal bersama neneknya di Sulawesi.

Setelah nenek korban meninggal, tersangka kemudian membawa korban ke Bali dan tinggal bersama istri keduanya di rumah kos jalan Gunung Sari, Denpasar.

Di kamar kos tersebut tersangka melampiaskan nafsu bejatnya dan diketahui oleh istri kedua tersangka. "Korban sempat berteriak minta tolong kepada istri tersangka namun ia diam saja," ujar Kanit PPA Polresta Denpasar Ajun Komisaris Yohana Agustina Pandhi kepada wartawan, Kamis (19/9/2013).

Tersangka kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Denpasar. Sementara korban yang masih trauma sudah mendapat perlindungan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polresta Denpasar.

Pelumba basikal maut dilanggar van

DUNGUN -  Seorang pelumba basikal Terengganu, terbunuh apabila basikal yang ditungganginya terbabit dalam kemalangan di Kilometer 71, Jalan Kuala Terengganu-Kuantan, dekat Pulau Serai, di sini, hari ini.

Mohammad Asmui Ali, 20, yang berasal dari Kampung Dusun, Kuala Ibai, Kuala Terengganu cedera parah di kepala dan meninggal serta merta di tempat kejadian dalam kemalangan kira-kira jam 11 pagi.

Ketua Polis Daerah Dungun Pemangku Superintendan Ahmad Zailani Yaacub berkata, ketika kejadian mangsa bersama 17 pelumba lain berbasikal dalam perjalanan dari Kuala Terengganu untuk menyertai sebuah kejohanan berbasikal di Sepang Selangor.

Katanya, kejadian itu dipercayai berlaku apabila mangsa yang berada di kelompok depan dipercayai berada berdekatan dengan sebuah van Persatuan Lumba Basikal Terengganu yang mengiringi kumpulan pelumba terbabit.

“Mangsa dipercayai terjatuh sebelum dilanggar van terbabit dan mangsa mengalami kecederaan parah di bahagian kepala dan meninggal serta merta di tempat kejadian,” katanya ketika ditemui di tempat kejadian.

Katanya, jenazah mangsa dibawa ke Hospital Dungun untuk siasatan lanjut sebelum dimandi dan dikafankan di hospital terbabit sebelum dituntut keluarga untuk dikebumikan di kampung asalnya.(Metro)

Selasa, 1 Oktober 2013

Tiga Remaja Pekanbaru Setubuhi Siswi SMA




PEKANBARU  - Tiga orang pelaku pencabulan berinisial Ro, Fe dan Se, kemarin, tidak dapat berkutik saat di periksa oleh penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru.
 
Ketiga remaja ini, terbukti menyetubuhi seorang siswi SMA berinisial AA pada 5-6 September lalu. Namun kepada penyidik, ketiganya mengatakan bahwa hubungan badan yang mereka lakukan bersama AA, adalah suka sama suka.

Meskipun ketiganya berdalih bahwa hubungan yang mereka lakukan atas dasar suka sama suka, tapi penyidik tetap menyeret ketiga pelaku dengan pasal 81 UU No23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, karena perbuatan ketiga pelaku telah dilaporkan oleh orangtua korban.
 
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria mengatakan, ketiga pelaku terbukti melanggar UU Perlindungan Anak. "Ketiganya, diancam dengan UU Perlindungan anak, dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun," kata Arief kepada Tribun, Rabu (18/9) kemarin.
 
Dijelaskan Arief, ketiga pelaku ditangkap setelah adanya laporan dari orangtua korban, bahwa korban yang masih berusia 17 tahun itu, tidak pulang ke rumah sejak 5 September lalu.
 
Menerima laporan tersebut, petugas langsung. Bergerak cepat, hingga akhirnya, korban ditemukan di rumah Sa pada 7 September lalu. "Sa dan korban, langsung kita amankan dan dibawa ke Mapolresta," ujar Arief.
 
Setelah keduanya diamankan, Arief mengakui bahwa pihaknya, langsung memberitahukan pihak keluarga korban. Kemudian, pihak keluarga korban menjemput korban ke Mapolresta Pekanbaru.
 
Kepada orangtuanya, korban mengatakan bahwa dirinya, sudah disetubuhi oleh Sa, Ro dan Fe secara bergantian. Mendengar laporan tersebut, orangtua korban langsung membuat laporan pencabulan ke SPK Polresta Pekanbaru, sehingga petugas langsung menetapkan Sa sebagai tersangka.
 
Kepada penyidik, sebut Arief, Sa mengakui bahwa dia tidak sendirian, tetapi dua orang temannya Ro dan Fe yang juga teman dari korban, juga ikut menyetubuhi korban. "Fe dan Ro, langsung kita tangkap di sekolahnya pada 8 September lalu, yanitu di sebuah SMA di Pekanbaru," tutur Arief.
 
Fe, salah seorang tersangka kepada Tribun mengatakan, kejadian itu berawal 5 September lalu sekitar pukul 21.00. Saat itu, korban menghubunginya via handphone dan meminta di jemput ke rumahnya, karena korban tidak nyaman dengan keluarganya.
 
Fe kemudian langsung menjemput korban dengan sepeda motor, dan dibawa ke sebuah rumah kosong di Jalan Sepakat, Perumahan Gading. Sampai disana, sekitar pukul jam 3 dinihari, Fe langsung menyetubuhi korban.
 
Usai disetubuhi, besoknya sekitar pukul 14.00, korban menghubungi Ro untuk di jemput. Setelah Ro tiba di lokasi kejadian, ternyata Ro tidak menjemput korban, tetapi mengajak korban untuk melakukan hubungan badan.

Usai disetubuhi Ro, malamnya sekitar pukul 21.00, Ro langsung menghubungi Sa untuk minta bantuan agar korban, di jemput dan diantarkan pulang ke rumahnya.

"Ternyata Sa tidak mengantarkan korban pulang ke rumahnya, tetapi membawa korban ke rumah kosong yang tidak jauh dari Jalan Sepakat. Di rumah kosong itu, Sa langsung menindih korban," beber Fe.
 
Usai menindih korban, Sa menambahkan, dia langsung membawa korban ke rumahnya di Tenayan Raya. Orangtuanya, sebut Sa, sempat bertanya siapa perempuan yang dibawanya itu. "Saat saya ditanya orangtua, saya langsung mengatakan bahwa korban, adalah teman saya dari Bandung," jelasnya.
 
Belum sampai sehari di rumah, tambah Sa, tiba-tiba polisi datang ke rumahnya dan langsung membawanya ke Mapolresta Pekanbaru, atas laporan penculikan dari orangtua korban

Sperma berkualiti: Diugut bunuh dan rogol


KUALA LUMPUR - Seorang ahli perniagaan wanita mendedahkan dirinya diugut bunuh dan rogol oleh bekas kekasih keturunan Bosnia yang sebelum ini menyamannya kerana mendakwa dia dipergunakan untuk sperma berkualiti.

Malah, Chung Shun Yee, 29, mendakwa Ervin Ahbabovic, 41, mengugut akan mendedah dan mengedarkan gambar serta video peribadi miliknya sekiranya dia ingin berpisah dengan lelaki itu.

Shun Yee juga yakin Ervin mengalami gangguan mental dan tekanan jiwa melampau sehingga bertindak agresif, ganas dan sanggup mencederakan diri dan keluarganya apabila keinginannya tidak dipenuhi.

Justeru, dakwa Shun Yee, tuduhan Ervin mengenai keinginan hubungan seks sebanyak enam kali sehari juga adalah mustahil kerana dia wanita normal yang bekerja dan perlu menjaga seorang anak lelaki.(kosmo)

FAS nafi terbabit mengatur keputusan perlawanan


KUCHING - Mengarut! Itu reaksi Timbalan Presiden Persatuan Bolasepak Sarawak (FAS) Datuk Abu Bakar Marzuki berhubung dakwaan Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM) yang mahu menyiasat skuad itu kerana disyaki terbabit mengatur keputusan perlawanan ketika menang besar 6-1 ke atas Perak, 21 September lalu.

Abu Bakar berkata, beliau terkejut apabila laporan sedemikian disiarkan dalam semua akhbar menyebabkan pengurusan FAS menghubungi FAM bagi mendapatkan penjelasan segera.

“Pemain beraksi pada tahap sebenar dan bukan disebabkan gejala itu (rasuah). Semua boleh melihat sendiri bagaimana kami bertungkus-lumus memastikan kemenangan setiap perlawanan.

“Kami (FAS) berasa tidak wajar kenyataan itu dikeluarkan. Sebabkan itulah saya di pihak pengurusan FAS segera menghubungi Setiausaha Agung FAM Datuk Hamidin Mohd Amin bagi mendapatkan maklumat sebenar mengenai kenyataan itu.

“Kami dimaklumkan FAM tidak mengeluarkan kenyataan ini sebaliknya disalah tafsir setiap akhbar. Kami memberi jaminan semua pemain tidak terbabit dalam mengatur perlawanan,” katanya ketika dihubungi, semalam. (metro)

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular