Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Sabtu, 28 Ogos 2010

Minta Menkopolhukam Jelaskan Soal Nelayan Malaysia

Djoko Suyanto



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Komisi I DPR RI akan memanggil Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto untuk menjelaskan perihal dilepaskannya tujuh nelayan Malaysia. "Komisi I DPR telah melayangkan surat kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto untuk meminta penjelasan terkait dengan pelepasan nelayan Malaysia yang lebih dulu dilepaskan dibanding petugas KKP yang ditahan Polisi Diraja Malaysia," kata anggota Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi, Jakarta, Ahad.

Surat tersebut sudah dilayangkan kepada Djoko Suyanto pada hari Jumat (27/8) lalu. "Dalam surat itu, Komisi I DPR RI minta Djoko Suyanto datang pada hari Senin (30/8)," kata Fayakhun.

Menurut dia, yang paling bertanggung jawab dengan kejadian tersebut, terutama adanya perbedaan waktu pelepasan tujuh nelayan Malaysia dengan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Kita berharap ada itikad baik dari Djoko Suyanto untuk memenuhi panggilan Komisi I tersebut. Nelayan Malaysia dilepaskan tanggal 17 Agustus 1010 sekitar pukul 07.00 WIB. Sementara petugas kita dilepas pukul 09.00 WIB oleh polisi Malaysia. Ada apa ini dan siapa yang bertanggung jawab," kata politisi Golkar itu.

Menurut dia, instansi yang berwenang dalam kasus penahanan tiga petugas KKP dan pelanggaran wilayah Indonesia saling lempar tanggung jawab. "Sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto harus menjelaskan hal tersebut," kata Fayakhun.

Sementara itu, Menko Polhukam Djoko Suyanto tidak menanggapi adanya surat dari Komisi I tersebut. "KKP, ya menterinya dong... Masak aku...gimana sih? Apa hubungannya dengan aku? KKP yang urus itu...," kata Djoko melalui pesan singkatnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPR mengatakan, dirinya tidak mengetahaui adanya perbedaan waktu terkait dengan pelepasan tujuh nelayan Malaysia dengan tiga petugas KKP.

Dunia Pendidikan Bisa Redakan Ketegangan Indonesia-Malaysia



REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Deputi Vice Chancellor Universitas Kebangsaan Malaysia, Prof Dato Hassan Bin Basri, berharap ketegangan Indonesia-Malaysia bisa terus mereda. Ia mengatakan sektor pendidikan bisa menjadi obat ketegangan yang memanas antara Malaysia dan Indonesia.

“Terlebih lagi banyak ilmuwan Malaysia yang juga berguru di Indonesia. Itu berlanjut hingga sekarang,” katanya saat menghadiri acara wisuda profesi Universitas Indonesia, di Depok, Jawa Barat, Sabtu (28/8).

Karena itu, dia mengutarakan, pertukaran pelajar antara Indonesia dan Malaysia harus terus digalakkan. Begitu juga kerja sama antartenaga pengajar untuk melakukan sejumlah riset demi kemajuan bersama.

Universitas Kebangsaan Malaysia merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang berada di Bangli, Selangor. Tahun 2010, tercatat 600 pelajar Indonesia mengambil studi di universitas ini. Mereka kebanyakan mahasiswa magister dan program doktoral.

Marshanda Akan Lelong Baju Lamanya

Marshanda dalam pakaian adat Minang


JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah memutuskan berjilbab dan berbusana muslim, Marshanda yang merupakan pemain sinetron dan juga penyanyi mengaku bahwa banyak pakaian lamanya tak terpakai lagi. Oleh karena itu, kekasih pemain sinetron Ben Kasyafani tersebut berencana melelang sejumlah pakaiannya.

"Rencananya aku pengin bikin lelang dan sekarang lagi persiapan untuk itu," kata Marshanda saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/8/2010) malam.

Marshanda mengaku harus mengikhlaskan pakaian lamanya tersebut berpindah tangan. "Adik aku juga minta bekas baju aku, adik aku bilang 'sayang banget, Kak'," kata Marshanda menirukan ucapan adiknya. "Yah, tapi mau gimana," jawab Marshanda. Marshanda akan memanfaatkan uang penjualan pakaian untuk beramal. "Nanti hasilnya untuk amal," ungkap dara yang akrab disapa Chacha itu.

Bayi itu Dibuang, Lalu Dimakan Anjing

( Foto hiasan )



Liputan6.com, Kupang: Puluhan warga Kelurahan Manutapen, Kupang, Nusa Tenggara Timur, digegerkan dengan penemuan seorang bayi berjenis kelamin pria tanpa
pergelangan tangan dan kaki. Organ motorik sang bayi ini telah dimakan anjing warga setempat. Seorang anak yang menemukan bayi tersebut pertama kali mengusir seekor anjing yang sedang menggigit dan memakan kaki si bayi.

Sebagian warga yang menyaksikan bayi tak bernyawa dan tanpa dibungkus sehelai kain apapun itu spontan membuka baju mereka untuk menutupinya. Warga pun menyayangkan ibu yang telah tega membuang bayinya. Polisi yang mengidentifikasi mayat bayi itu dan memprediksikan sang bayi baru berusia tiga sampai lima hari.

Untuk kepentingan penyelidikan mayat bayi dibawa polisi ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kupang. Kini aparat Polsek Alak masih mencari tahu keberadaan ibu yang tega membuang darah dagingnya tersebut.

Warga Indonesia di Malaysia Khawatir



Liputan6.com, Kuala Lumpur: Warga Indonesia yang tinggal di Malaysia mengaku khawatir dengan memanasnya hubungan kedua negara tersebut. "Khawatir, karena pasti ada dampaknya. Kita takut kalau ada teman-teman di Malaysia yang ikut terbawa panas. Kita juga deg-degan di sini," kata salah seorang warga Indonesia dalam acara buka puasa bersama di Kuala Lumpur, Sabtu (28/8) malam.

Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia meminta warga Indonesia agar tidak terprovokasi aksi-aksi anti-Malaysia yang terjadi di Tanah Air. "Insiden yang terjadi di depan Kedutaan (Malaysia), itu dilakukan sekelompok kecil, bukan mewakili masyarakat Indonesia pada umumnya," ucap pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Komentar:

mau Khawatirin apa sech? jangan anggap Malaysia kayak di Indonesia?... di Malaysia bisa aman gak mau gaduh2an tambahan khan ni bulan mulia - Ramadhan?.. - admin's

Suami Jatuh Cinta Dengan Gadis Indonesia




MELAKA: Usianya sudah 40-an tetapi ia tidak membataskan nafsu pelik seorang lelaki kasanova apabila galak memburu wanita yang kebanyakannya berstatus janda hingga meminggirkan keluarganya.

Dia dikatakan pakar menjerat wanita dengan hanya menggunakan kata-kata manis, penampilan baik dan gaya berpakaian kemas, sekali gus menutup kekurangannya.

Ketika mendedahkan perkara itu, isterinya yang hanya mahu dikenali sebagai Shamsiah, 50-an, berkata dia kini tidak mengharapkan apa-apa daripada suami, sebaliknya mahu menuntut hak dan nafkah di mahkamah syariah.

Katanya, sifat kemaruk wanita lain menyebabkan suaminya lalai dalam menunaikan tanggungjawabnya dan hanya tahu melaram ketika keluar rumah hampir setiap hari sambil berlagak seperti orang muda.

“Selain pandai memujuk saya dengan kata-kata lemah lembut, suami yang tidak bekerja hampir setiap hari akan bersiap dengan kemas untuk keluar dan pulang apabila larut malam. Dia selamba meminta wang daripada saya dan anak untuk perbelanjaannya tanpa rasa malu.

“Kami ada perang mulut tetapi dia tidak pernah pukul saya, sebaliknya memberi tekanan dengan cara lain apabila menjalin hubungan dengan ramai wanita, tidak kira anak dara atau janda mahupun pelajar sekolah, dan menghabiskan wang simpanan saya menyebabkan saya hampir jadi gila,” katanya ketika ditemui di rumahnya di Alai, dekat sini.

Shamsiah berkata, tujuannya mendedah penderitaan hidupnya disebabkan sudah putus harapan untuk mengesan suaminya yang dipercayai mengikut seorang ustazah bergelar janda beranak empat di utara tanah air.

“Nasib saya tidak ubah seperti membela seekor biawak hidup kerana dengan berbekalkan wang gaji saya sebagai pengasuh pada siang hari dan bekerja di kedai makan pada waktu malam, sudah cukup menjadi modal hariannya.

“Saya pernah menegur tingkah lakunya kerana wang gaji saya peroleh sering tidak mencukupi untuk menampung perbelanjaan kami sekeluarga dan juga persekolahan anak, namun dia tidak ambil peduli,” katanya.

Menjelaskan nasibnya, Shamsiah berkata, suaminya bijak berlakon dengan sifat lemah lembut memujuknya hingga dirinya ‘diperbodohkan’ sepanjang perkahwinan mereka sejak 18 tahun lalu.

Katanya, tembelang si suami terbongkar perlahan-lahan selepas anak bongsunya berusia setahun.

“Pada masa itu baru saya tahu selama ini dia (suami) pandai bermain kata-kata penuh dengan pujuk rayu. Kesudahannya habis duit pampasan kerja kilang dulu dan sebahagian duit Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) lesap kira-kira RM30,000 dikeluarkan suami.

“Malah rumah yang saya beli di Lubok Redan, Masjid Tanah berharga RM45,000 turut digadainya dan satu sen pun wang tidak diberi,” katanya.

Menurutnya, dia yang juga janda sebelum ini berkenalan dengan suaminya ketika bekerja di sebuah kilang di Ayer Keroh.

“Suami bekerja sebagai pengawal keselamatan dan pada awal perkenalan saya tertarik dengan sikapnya yang baik dan pandai memujuk hingga saya bersetuju menikahinya.

“Mula-mula saya tidak tahu suami sudah beristeri namun selepas berkahwin pada 28 September 1992, baru saya tahu saya isteri kedua.

“Saya pernah meminta dia mempertemukan dengan isteri pertama yang juga janda beranak dua, namun suami enggan dan memberi pelbagai alasan, sedangkan tujuan saya baik,” katanya.

Menurutnya, di awal perkahwinan kehidupannya baik sebelum tiba-tiba suami menjalin hubungan dengan seorang gadis warga Indonesia yang dijadikan anak angkat pada 1997 di kilang sama dan tidak pulang ke rumah selama dua bulan.

Katanya, apabila pengurusan kilang mengetahui masalah itu, dia dibawa bertentang mata dengan gadis Indonesia itu yang diberi amaran supaya tidak lagi menjalin hubungan dengan suami orang atau dihantar balik ke negara asal.

“Apabila perkara itu terbongkar, suami pula bertindak licik apabila melarikan diri bersama gadis itu dan tinggal di sebuah rumah di Taboh Naning, Alor Gajah.

SBY kirim surat damai

SUSILO Bambang Yudhoyono dan isterinya, Ani Yudhoyono dirakamkan pada sambutan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-65 di Jakarta pada 17 Ogos lalu.


JAKARTA - Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono telah mengirim sepucuk surat kepada Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak berhubung ketegangan hubungan kedua-dua negara, lapor akhbar Kompas semalam.

Melalui suratnya, Pemerintah Indonesia berkenaan mengajak Malaysia supaya menyelesaikan masalah bilateral secara damai.

Perkara itu dinyatakan Menteri Penyelaras Hal Ehwal Politik, Undang-undang dan Keamanan, Djoko Suyanto ketika ditemui wartawan dalam satu majlis berbuka puasa di sini semalam.

"Antara kandungan surat itu, Susilo telah mengundang Perdana Menteri Malaysia untuk menyelesaikan masalah bersama secara kekeluargaan bagi mengelak berlakunya perkara yang tidak diingini," kata Djoko.

"Presiden Susilo juga menyuarakan hasrat untuk membincangkan tentang isu sempadan. Itu adalah isu yang paling penting. Itulah dua intipati penting dalam surat itu," katanya.

Jelas menteri berkenaan, Susilo meminta agar isu-isu dua hala dapat diselesaikan secara damai sekali gus menghidupkan kembali semangat persahabatan hubungan Indonesia-Malaysia.

Menurutnya, rundingan terperinci tentang isu sempadan dengan Malaysia akan berlangsung pada pertemuan peringkat Menteri Luar pada 6 September depan.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular