Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Jumaat, 17 Mei 2013

Saiful Bukhari nikah 25 Mei ini


Saiful Bukhari Azlan, Nik Suriani Megat Deraman.

SHAH ALAM - Saiful Bukhari Azlan hari ini mengesahkan bakal menamatkan zaman bujang bersama gadis pilihan yang juga merupakan seorang personaliti televisyen Nik Suriani Megat Deraman.

“Ya, berita itu benar,” katanya ketika dihubungi sebentar tadi.

Majlis perkahwinan bakal dilangsungkan di Kuala Terengganu pada 25 Mei ini di sebelah perempuan.

Manakala majlis resepsi di sebelah pihak lelaki akan dibuat pada 2 Jun ini di Kuala Lumpur.

Ketika ditanya mengenai usia perkenalan pasangan ini, Nik Suriani berkata, kedua-duanya sudah saling mengenali sejak dua tahun lalu.

“Kami bertunang pada 20 Oktober lalu,” jawabnya ringkas.

Saiful sebelum ini juga pernah bertunang dengan pembaca berita BernamaTv, Janna Syariza Mohd Zaki, namun pertunangan itu putus sekitar tiga tahun lalu.

Selain itu, bekas pembantu Datuk Seri Anwar Ibrahim ini telah membuat sumpah laknat di Masjid Wilayah Persekutuan pada 2008 dan mengakui bahawa dia telah diliwat oleh Anwar.

Beliau kemudiannya mengulangi sumpah tersebut di hadapan Kaabah dan rakaman video itu didedahkan baru-baru ini.

Pada 9 Januari tahun lepas, Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur melepaskan dan membebaskan Anwar atas dakwaan meliwat Mohd Saiful Bukhari, 26, di Unit 11-5-1, Kondominium Desa Damansara, Bukit Damansarara Kuala Lumpur antara pukul 3.01 petang dan 4.30 petang, 26 Jun 2008.(sh)

Khamis, 16 Mei 2013

Bocah SD Diajak Nonton BF Kemudian Dicabuli



PALEMBANG -- Seorang bocah SD berumur 12 tahun dicabuli setelah sebelumnya diajak nonton blue film (BF) atau film prono di sebuah warnet di kawasan Maskarebet Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang.

Atas kejadian tersebut orangtua korban pun tak terima dan melaporkan kasus yang dialami anaknya ini ke Mapolda Sumsel untuk ditindaklanjuti, Selasa (7/5/2013).

Di hadapan petugas Hg, orangtua korban korban mengatakan, kejadiannya Kamis silam di rumah pelaku, kawasan Griya Hero Kelurahan  Talang Kelapa.

Syarief dan Ingrid Yakin Penyebar Isu Perselingkuhan dari Lawan Politik


Anggota DPR Inggrid Maria Palupi Kansil atau lebih dikenal Inggrid Kansil bersama Syarief Hasan Menteri Koperasi dan UKM saat melakukan konferensi pers terkait pemberitaan yang beredar tentang perselingkuhan Inggrid Kansil dengan putera dari Istri pertama Syarief Hasan dikediamannya di Widya Candra 3 No 12A, Jakarta Selatan, Kamis (16/05/2013).

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan dan istri, Ingrid Kansil, merasa yakin penyebar isu perselingkuhan di dalam rumah tangganya sebagaimana dilansir akun twitter Trio Macan2000 berasal dari lawan politiknya.

Demikian disampaikan Syarief dan Ingrid dalam jumpa pers di rumah dinas menteri, komplek Widya Chandra, Jakarta, Kamis (16/5/2013) petang.

Syarief mengatakan, dirinya dan Ingrid siap terbuka kepada siapapun yang mengoreksi kesalahan maupun kekurangannya bila memang diserta bukti. Namun, ia merasa bingung untuk "melawan" bila isu itu disebarkan melalui media sosial seperti terjadi saat ini.

Kedua politisi Partai Demokrat itu merasa yakin, fitnah perselingkuhan ini disebar melalui akun twitter tersebut berasal dari lawan politik. Tujuannya adalah menjatuhkan kredibilitas pribadi selaku politisi Partai Demokrat yang maju menjadi caleg pada 2014 mendatang.

"Tapi, kalau menghadapi di dunia maya, bagagimana caranya. Menghadapi kayak hantu begitu, yah kita bisa mati berdiri kalau ditanggapi. Dan mereka senang dan mereka tujuannya memang begini. Tujuannya menjatuhkan," ujar Syarief.

"Kami sebagai politisi dan ini adalah tahun politik, semua juga tahu kami akan mencalonkan kembali sebagai calon legislatif 2014, sehingga yah pastilah lawan-lawan politik melakukan apapun caranya agar kredibilitas kami turun, dan mereka diuntungkan. Dan jelas ini merupakan character assasination (pembunuhan karakter) buat kami," kata Ingrid.

Indonesia terancam krisis ulama


YOGYAKARTA - Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan tidak mustahil Indonesia bisa mengalami krisis ulama karena indikator ke arah itu mulai terlihat seperti mulai menurunnya anak-anak masuk Pondok Pesantren (Ponpes) dan makin sedikitnya orang mempelajari kitab kuning.

Pernyataan itu terungkap ketika berlangsung dialog antara Menteri Agama dengan pengurus Nahdlatul Ulama (NU), pengurus lembaga pendidikan Maarif di Gedung Sasana Krida Yogyakarta, tadi malam.

Sebelumnya Menag bersama Mendikbud M Nuh menghadiri upacara rapat akbar Hari Ulang Tahun NU di Lapangan Mandala Krida, Yogyakarta.

Ia menjelaskan, turunnya minat anak didik masuk Ponpes dan kurangnya animo orang mempelajari kitab kuning diikuti sulitnya posisi lembaga pendidikan Islam yang kebanyakan berstatus swasta. Bahkan ada anggota NU tak berkeinginan memasukkan putranya ke lembaga pendidikan Maarif.

Jika lembaga pendidikan Islam tersebut dinegerikan, para kiyai sebagai pengelolanya merasa keberatan. Padahal upaya menegerikan lembaga pendidikan tersebut dimaksudkan untuk memberi rasa keterjaminan dari sisi pembiayaan.

Sekarang ini ia melihat para kiyai lebih banyak berkonsentrasi bagaimana memenuhi pembiayaan bagi keberlangsungan Ponpes.  Konsentrasi kiyai pecah, tidak fokus pada pemberian materi pelajaran, katanya.

Para Pembina Ponpes, lanjut Suryadharma Ali, ketika hendak diminta menyerahkan aset Ponpes sebagai persyaratan untuk dinegerikan umumnya menolak. Alasannya, mana mungkin lembaga yang dibangunnya sejak lama tiba-tiba jatuh ke pihak lain. Jadi, hal itulah yang menjadi kesulitan untuk menjadikan lembaga pendidikan swasta untuk dinegerikan.

Rabu, 15 Mei 2013

Anak Bisa Menikahi Ibu, Ayah Bisa Menikahi Anak


Sebagian warga Suku Polahi

GORONTALO - Bagi masyarakat umum, kawin dengan saudara kandung merupakan sebuah pantangan, dan bahkan tidak bisa ditoleransi. Namun, hal itu tidak berlaku bagi suku Polahi di pedalaman Gorontalo. Mereka hingga saat ini justru hanya kawin dengan sesama saudara mereka.

"Tidak ada pilihan lain. Kalau di kampung banyak orang, di sini hanya kami. Jadi kawin saja dengan saudara," ujar Mama Tanio, salah satu perempuan Suku Polahi yang ditemui di Hutan Humohulo, Pegunungan Boliyohuto, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, minggu lalu.

Suku Polahi merupakan suku yang masih hidup di pedalaman hutan Gorontalo dengan beberapa kebiasaan yang primitif. Mereka tidak mengenal agama dan pendidikan, serta cenderung tidak mau hidup bersosialisasi dengan warga lainnya.

Walau beberapa keluarga Polahi sudah mulai membangun tempat tinggal tetap, tetapi kebiasaan nomaden mereka masih ada. Polahi akan berpindah tempat, jika salah satu dari keluarga mereka meninggal.

Nah, salah satu kebiasaan yang hingga sekarang masih terus dipertahankan oleh suku Polahi adalah kawin dengan keluarga sendiri yang masih satu darah. Hal biasa bagi mereka ketika seorang ayah mengawini anak perempuannya sendiri, begitu juga seorang anak laki-laki kawin dengan ibunya.

Kondisi ini diakui oleh satu keluarga Polahi yang ditemui di hutan Humohulo. Kepala sukunya, Baba Manio, meninggal dunia sebulan lalu. Baba Manio beristri dua, Mama Tanio dan Hasimah. Dari perkawinan dengan Mama Tanio, lahir Babuta dan Laiya.

Babuta yang kini mewarisi kepemimpinan Baba Manio memperistri adiknya sendiri, hasil perkawinan Baba Manio dengan Hasimah. Hasimah sendiri merupakan saudara dari Baba Manio. Kelak anak-anak Babuta dan Laiya akan saling kawin juga.

"Kalau mau kawin, Baba Manio membawa mereka ke sungai. Disiram dengan air sungai lalu dibacakan mantra. Sudah, cuma itu syaratnya," ujar Mama Tanio dengan polosnya.

Keterisolasian mereka di hutan dan ketidaktahuan mereka terhadap etika sosial dan agama membuat suku Polahi tidak mengerti bahwa inses dilarang. Bagi mereka, kawin dengan sesama saudara kandung adalah salah satu cara untuk mempertahankan keturunan Polahi. "Yang mengherankan, tidak ada dari turunan mereka yang cacat sebagaimana akibat dari perkawinan satu darah pada umumnya," ujar Ebbi Vebri Adrian, seorang juru foto travel yang ikut menyambangi suku Polahi.

Memang belum ada penelitian yang bisa mengungkapkan akibat dari perkawinan satu darah yang terjadi selama ini di Suku Polahi. Namun, dibandingkan dengan suku-suku pedalaman lainnya di Indonesia, mungkin hanya Polahi yang mempunyai kebiasaan primitif tersebut. Sebuah ironi yang masih saja terjadi di belahan bumi Indonesia ini.

12 pengikut " Tuhan Harun" dicari


RAFLIE menunjukan gambar Azida yang dicari bagi membantu siasatan berhubung kes ajaran sesat Tuhan Harun pada sidang akhbar di Kuantan semalam.

KUANTAN – Dua belas pengikut kumpulan ajaran sesat Tuhan Harun dicari pihak berkuasa berikutan kegagalan mereka hadir ke Mahkamah Rendah Syariah di sini kelmarin untuk sebutan kes.

Ketua Bahagian Penguat Kuasa Jabatan Agama Islam Pahang (JAIP), Raflie Ab. Malik berkata, mahkamah itu telah mengeluarkan waran tangkap ke atas mereka yang berusia 12 hingga 41 tahun untuk hadir ke pejabat JAIP bagi membantu siasatan atas dakwaan menyimpan dan memiliki dokumen yang bercanggah dengan hukum syarak.

Mereka yang diburu itu ialah isteri ketiga ketua kumpulan itu, Harun Mat Saad, 47, iaitu Azida Mohd. Zol, 30, dari Kuala Terengganu, Terengganu dan empat anak Harun iaitu Mahni, 12, Saufi, 18, Lukman, 20, dan Muhammad, 21 tahun.

Turut diburu ialah Khairul Amir Akasah, 34, dari Port Dickson, Negeri Sembilan; Mohd. Tirmizi Othman, 17, dari Sungai Petani, Kedah; Mohamad Ghazali Fitri Mohd. Azam, 25, dari Shah Alam, Selangor; Norhairi Harun, 41, dari Skudai, Johor dan Norhafizah Mohd. Azam, 28, dari Shah Alam.

Dua lagi yang dicari ialah Farhaien Othman, 22, dari Sungai Petani dan Shuzliana Mokhtarudin, 29, dari Slim River, Perak.

Kelmarin, enam lelaki dipercayai pengikut kumpulan ajaran sesat itu didakwa di Mahkamah Rendah Syariah atas tuduhan menyimpan dan memiliki dokumen yang bercanggah dengan hukum syarak.

Kesemua tertuduh didakwa mengikut Seksyen 165, Enakmen Pentadbiran Ugama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang 1982 yang membawa hukuman denda RM2,000 atau penjara setahun jika sabit kesalahan.(kosmo)

Norish tuntut harga sepancarian RM3 juta


SHAH ALAM - Permohonan harta sepencarian RM3 juta yang difail pelakon Norish Karman, Mahkamah Tinggi Syariah terpaksa ditangguh pada 24 Jun depan selepas bekas suaminya gagal hadir memberi keterangan dalam tuntutannya itu.

Hakim Mohammad Adib Husain menetapkan tarikh tersebut selepas membenarkan permohonan peguam syarie, Datuk Amli Embong yang mewakili Norish, 37, untuk memasukkan hujahan kes bagi menjimatkan masa.

Beliau turut memohon mahkamah membatalkan keterangan Datuk Hashimuddin Abdul Kadir selepas defendan tidak hadir sedangkan kes itu telah lama difailkan sejak 2009.

“Hari ini sepatutnya untuk defendan beri keterangan, namun dia tidak hadir begitu juga peguam defendan (Ahmad Burok) tanpa sebab dan makluman, “katanya.

Menurut Amli, defendan tidak pernah datang untuk perbicaraan kes itu sejak 2009.

“Defendan pernah bercadang untuk selesaikan kes di luar mahkamah, namun selepas itu terus senyap,” katanya.

Norish, atau nama sebenarnya Nor’Asikin Karman, bernikah dengan Hashimuddin, 65, pada 11 Januari 1998 di Perlis dan pasangan itu bercerai di Mahkamah Rendah Syariah Petaling Jaya, dekat sini, pada 15 Julai 2008.

Hasil perkahwinan, mereka dikurniakan tiga cahaya mata, iaitu Muhammad Haqiem Amany,  Muhammad Hady Amieran, dan Nur Hanyz Amanda.

Pelakon yang menyertai MasterChef Selebriti musim ke-2 itu memfailkan permohonan itu selepas kaedah melalui sulh (perbincangan secara baik) yang dibuat dengan Hashimuddin gagal mencapai kata sepakat.

Antara harta yang disenaraikan sebagai harta sepencarian ialah sebuah rumah di Bangi yang dianggarkan bernilai RM2 juta, kondominium Danau Permai (RM300,000), Kondominium Abadi Indah (RM300,000), sebuah rumah di Seremban, Negeri Sembilan (RM100,000) dan kondominium Seri Heningdi Ampang, Kuala Lumpur.(sh)

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular