Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Isnin, 31 Januari 2011

5 Saksi Diperiksa Terkait Crop Circle Magelang

Crop circle yang dijumpai di Piyungan, Yogyakarta



SLEMAN:-- 5 Saksi telah diperiksa polisi terkait kemunculan crop circle di Magelang, Jawa Tengah. Namun hingga kini, polisi belum menemukan titik terang bagaimana lingkaran misterius sawah milik pengasuh Ponpes Hidayatul Muhtadiin itu terbentuk.

"Yang pasti kita sudah memintai keterangan sebanyak lima orang saksi di TKP," kata Kasatreskrim Polres Magelang AKP Slamet Riyadi saat ditemui di Mapolres Magelang Jalan Gatot Soebroto, Magelang, Senin (31-1).

Slamet mengatakan, kelima saksi itu di antaranya adalah Irfan dan Muhaimin. Keduanya merupakan santri pondok pesantren tersebut. Pemilik areal sawah, KH Yasin, juga termasuk orang yang dimintai keterangan.

Slamet menyayangkan mengapa warga baru melapor ke polisi pada Minggu 30 Januari. Padahal, crop circle itu telah ditemukan pada Sabtu 29 Januari. "Jadi TKP sudah dijamah oleh warga," kata Slamet.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Tim Laboraturium dan Forensik (Labfor) Polres Magelang, telah ditemukan lima lingkaran berukuran 2,30 meter dan 2,64 meter. Sementara lingkaran yang berada di tengah yang paling besar. Jika diperhatikan, bentuknya mirip kincir angin berukuran 3,68 meter.

"Di tengah-tengah tidak ada bekas atau tanda adanya alat yang ditancapkan di tengah lingkaran. Yang ada ya hanya tanah," kata Slamet.

Polisi juga tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan di sekitar lokasi. Namun hingga kini, polisi belum bisa memastikan apakah crop circle tersebut benar-benar jejak UFO.

"Kita tidak berani menyimpulkan. Yang pasti kita sudah memintai keterangan saksi-saksi. Saat ini sudah kita perintahkan petugas di lapangan untuk melepas police line di sana,”tegas Slamet.

Pelajar Dicekup Saat Mesum di Hotel




NGAJUK:--- Petugas gabungan dari sejumlah satuan di Polres Nganjuk menggelar operasi penertiban penyakit masyarakat, dengan merazia sejumlah hotel yang disinyalir menjadi langganan lokasi mesum. 4 Pasangan berhasil diamankan, satu diantaranya tercatat masih duduk di bangku kelas XI salah satu SMA Negeri di Kecamatan Loceret.

Razia yang melibatkan sekitar 25 personel ini diawali dengan mendatangi Hotel Mataram di kawasan kota. 2 Pasangan yang satu diantaranya kedapatan tengah setengah telanjang di kamar ditemukan di tempat ini.

Usai dari Hotel Mataram razia dilanjutkan ke Hotel Wilis yang memiliki jarak tak begitu jauh. Kembali 2 pasangan ditemukan tengah bermesraan di dalam kamar hotel, bahkan satu diantaranya tercatat masih duduk di bangku SMA.

Yang ironis, pelajar wanita yang terjaring adalah sosok yang dalam kesehariannya
mengenakan jilbab. Keduanya mengaku tidak bersekolah karena sudah selesai menjalani
ujian tengah semester.

"Iya, ada pelajar. Inisialnya D," ujar salah seorang anggota kepolisian disela jalannya razia, Senin (31/1/2011).

Dari hasil interogasi sementara, pasangan pelajar tersebut menolak disebut tengah
melakukan perbuatan mesum di hotel. Keduanya juga sempat menolak diamankan, meski akhirnya hanya bisa pasrah digelandang petugas ke mobil patroli.

Kabag Ops Polres Nganjuk Kompol Suseno mengatakan, razia ini diadakan sebagai tindak lanjut laporan keresahan masyarakat atas maraknya aksi mesum di 2 hotel yang disisir pihaknya. Atas temuan tersebut pihaknya juga akan mengoreksi izin keberadaan hotel dengan kemungkinan merekomendasikan adanya penutupan.

"Hasil razia ini sudah bisa menjadi bukti. Selanjutnya kami akan berikan peringatan
terlebih dulu, dan jika memang terulang kami akan rekomendasikan penutupan," tegas
Suseno.

Suseno juga mengungkapkan, razia ini diadakan guna menekan adanya indikasi peningkatan penyakit masyarakat. Untuk itu, 4 pasangan yang terjaring selanjutnya akan dibina dan diminta membuat surat penyataan agar tak kembali mengulangi perbuatannya di waktu mendatang.

"Tapi khusus yang pelajar kami akan datangkan orang tuanya, alamatnya jelas dan mereka akan segera kami datangkan. Kami juga akan panggil pihak sekolah untuk memberikan pembinaan bersama-sama," pungkas Suseno.

Hati-hati Belanja di Singapura..

( Foto hiasan)



PEKANBARU:-- Hati-hati belanja di negara tetangga Singapura, apalagi belanja peralatan elektronik. Bila Anda belum sepakat atau bernegosiasi soal harga, lebih baik tidak meminta pemilik toko membuka bungkus peralatan yang ingin Anda beli.

Di Singapura, membuka bungkus, berarti harus membeli. Kalau tidak membeli, si pemilik toko menakut-nakuti dengan mendatangkan kawanan preman dan mengajak berkelahi.

Ponco Widodo (27), warga Pekanbaru, Riau, kepada Kompas.com, menceritakan pengalaman buruknya hari Sabtu (29/1/2011) malam di Singapura. Ketika itu, dia bersama temannya, Khairul, berniat membeli telepon seluler merek Iphone-4 di Dab Electronics di lantai dasar, pusat pertokoan paling ramai di kawasan Orchad Road, Lucky Plaza.

Mulanya, pemilik toko, sebut saja bernama Ong, bermuka sangat manis. Dia seakan siap melayani pelanggan. Dia bahkan bersedia menyuguhkan api untuk membakar rokok. Tutur katanya manis, memuji-muji pelanggan Indonesia. Karena layanan itu, Widodo sepakat membeli Iphone-4 seharga 900 dollar Singapura.

Persoalan mulai muncul tatkala Widodo bertanya-tanya tentang aksesori, seperti sarung telepon, baterai cadangan, dan keyboard tambahan. Ong pun langsung membuka aksesori yang dipertanyakan dan mencobanya pada Iphone yang akan dibeli. Karena harga aksesori terasa mahal, Widodo sepakat membeli ponsel saja.

Ong yang tadinya ramah berubah menjadi kasar. Dia mengatakan, barang yang sudah dibuka harus dibeli. Bahkan, pemuda sekitar 30 tahun itu berbicara dengan nada tinggi sambil menunjuk-nunjuk jari ke arah kepala Widodo.

Dia memaksa Widodo membayar total barang seharga 1.650 dollar Singapura atau setara Rp 11.550.000. Ketika Widodo tidak bersedia membayar sejumlah itu, Ong menggunakan ponselnya dan dalam sekejap dua preman yang diduga temannya sudah berada di depan tokonya.

Ong yang bertubuh gempal dengan tato di sekujur tangan menghadang Widodo dan Khairul untuk tidak keluar dari tokonya. Melihat gelagat yang kurang baik, Widodo dengan sangat terpaksa membayar peralatan itu sebesar harga yang diminta.

Pada nota yang diberikan Ong, tidak terdapat rincian harga peralatan yang dibeli kecuali ponsel saja dan nilai total barang 1.650 dollar Singapura. Ketika diminta rincian, Ong tidak bersedia. Menurut dia, bila dibuat rincian, harga harus ditambah lagi pajak tujuh persen untuk pemerintah Singapura. Nota itu juga tidak memiliki nama toko atau cap toko.

Widodo mengaku sangat kecewa dengan pelayanan ala Singapura itu. Ini bukan soal harga, melainkan harga diri. "Ternyata Singapura tidak menjunjung tinggi peradaban dalam berjualan. Mendatangkan preman, memaksa orang membeli. Saya merasa dipalak. Ternyata begitu cara orang Singapura berdagang. Semoga orang Indonesia tidak ada lagi yang mau membeli di tokonya. Nama tokonya Dab Electronics, terletak di lantai dasar Lucky Plaza," ujar Widodo.

Itu Bukan Tato, Tapi Luka Bakar - Luna





BANDUNG:--- Luna Maya menampik tudingan bahwa perempuan yang ada dalam video seks yang menyeret kekasihnya, Nazriel Irham atau Ariel, menjadi terdakwa kasus penyebarannya, adalah dirinya. Ia juga membantah memiliki tato di pinggul seperti yang terlihat pada pinggul perempuan dalam video itu.

"Saat ditanya apa memiliki tato di pinggul kiri, saksi (Luna Maya), mengatakan tidak memiliki tato. Saksi hanya mengatakan bukan tato, tapi luka bakar," sebut Majelis Hakim dalam pembacaan fakta sidang dalam sidang vonis terhadap Ariel di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (31/1/2011).

Luna, yang presenter, artis peran, dan model yang juga menyanyi, merupakan salah satu saksi dalam kasus penyebaran video seks tersebut. Ketika ditanya apakah lelaki dalam video itu Ariel, Luna menyebut bahwa lelaki itu hanya mirip Ariel.

Dalam pembacaan fakta sidang juga diungkapkan bahwa Luna sempat memaki Reza Rizaldy alias Redjoy, salah satu terdakwa dan juga saksi dalam kasus Ariel. "Saksi Luna Maya sempat memaki kasar Saudara Reza melalui sms lantaran dia yang menjadikan semua ini. 'Semua gara-gara lu, Setan. Semua sumber dari lu," lanjut Majelis Hakim mengutip kesaksian Redjoy. "Saat itu, Luna tidak menjawab kenapa marah-marah terhadap Redjoy," sambung Majelis Hakim.

Ketika di dalam sidang ditanya mengapa Luna meminta maaf, ungkap Majelis Hakim lagi, "Luna ingin meredakan amarah masyarakat."

Tiga Tahun Cukup Lah untuk Ariel

Front Pembela Islam (FPI) di depan gedung Pengadilan Negeri Bandung, pada hari sidang vonis Nazril Irham atau Ariel, Senin (31/1/2011).



JAKARTA:--- Front Pembela Islam (FPI) menyatakan sikap menerima putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, yang diketuai oleh Singgih Budi Prakoso, SH, yang menjatuhkan vonis tiga tahun enam bulan penjara dan denda Rp 250 juta terhadap terdakwa Nazriel Irham atau vokalis Ariel "Peterpan", Senin (31/1/2011).

"Tiga tahun sudah cukup lah, sudah bagus buat Ariel. Meski kami tidak puas, kami hargai kerja keras majelis hakim dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian," kata Ketua FPI DPD Jakarta, Habib Salim Umar Alatas, ketika dihubungi oleh Kompas.com di Jakarta, pada hari yang sama dengan pembacaan vonis Ariel di PN Bandung.

Mewakili organisasi massa lainnya yang kontra terhadap Ariel, pria yang dikenal dengan sebutan Habib Selon ini semula khawatir kekasih artis dan model Luna Maya itu justru akan divonis bebas. "Kami senang, yang tadinya kami khawatir akan bebas. Kan dia dituntutannya lima tahun ya? Tapi, alhamdulillah, dia divonis tiga tahun penjara," kata Salim lagi.

Menurut Salim, berkaca pada kasus Ariel, hukum di Indonesi perlu terus ditegakkan tanpa mengenal istilah tebang pilih. Vonis itu, lanjut Salim, bisa menjadi salah satu bukti keseriusan para penegak hukum dalam memberantas pornografi dan pornoaksi. "Ini peringatan buat artis dan siapa pun yang coba-coba menyebarkan video seks atau pornografi. Ini nilai plus buat hukum kita," tekan Salim.

Sementara itu, ketika diminta tanggapannya mengenai Luna dan presenter Cut Tari, yang lepas dari jerat hukum sehubungan dengan kasus penyebaran video seks tersebut, Salim berharap hal tersebut segera ditindaklanjuti. "Kami meminta kepada pemerintah dan yang berwajib, harus ada kebijakan agar Luna dan Tari bisa segera diproses sesuai hukum," ujarnya.

Cabul kanak-kanak: Rayuan ustaz ditolak





ALOR SETAR – Seorang guru agama kelu apabila Mahkamah Tinggi Alor Setar mengekalkan hukuman penjara 18 bulan dan denda RM3,000 kerana mencabul seorang kanak-kanak di sebuah rumah yang dijadikan pusat Qiraati lima tahun lepas.

Hakim Datuk Mohd Azman Husin menolak rayuan Nasruddin Niamat, 36, bagi mengetepikan keputusan Mahkamah Majistret pada 13 Okt 2009.

Mohd Azman berkata keputusan Majistret Najwa Che Mat menjatuhkan hukuman penjara 18 bulan dan denda RM3,000 adalah mematuhi prosedur mahkamah.

Guru agama itu dituduh mengikut Seksyen 354 Kanun Keseksaan yang membawa hukuman penjara sehingga 10 tahun atau denda atau sebat.

"Walaupun rayuan awak ditolak, ini bukan keputusan akhir kerana awak masih ada peluang. Awak boleh buat rayuan di Mahkamah Rayuan,” kata Mohd Azman.

Menurut kertas pertuduhan, Nasruddin dituduh mencabul kehormatan seorang kanak-kanak berusia 11 tahun di sebuah bilik yang dijadikan kelas mengaji al-Quran di sebuah rumah di Lorong Teratai 1, Taman Berjaya, Jalan Pegawai pada 9.45 pagi, 8 Jun 2006.

Dalam rayuannya, tertuduh yang mempunyai seorang isteri dan empat anak, memberi alasan kanak-kanak itu masih di bawah umur dan tidak dapat memberi keterangan selain tidak memahami kepentingan mengangkat sumpah.

Timbalan Pendakwa Raya Norhayati Ibrahim mengendalikan kes itu manakala tertuduh diwakili peguam Rahmatullah Baharuddeen. - Bernama

Ahad, 30 Januari 2011

Suami puja keris setiap malam

HUMAIRAH ...suami makin pulih selepas berubat secara Islam.


ALOR GAJAH: “Saya terjaga daripada tidur apabila terdengar suara suami seperti sedang meratib atau berzikir dengan kuat. Apabila saya intai ke dalam biliknya, saya terkejut melihat perbuatannya yang pelik.

“Dia bukannya berzikir, tapi membaca mantera dengan bahasa yang saya tidak fahami. Dia duduk di atas sejadah, tapi tak menghadap kiblat dan tangannya memegang satu keris kecil.

“Dia seolah-olah memuja keris itu,” kata wanita yang mahu dikenali sebagai Humairah mengenai amalan aneh suaminya kononnya untuk menambah rezeki keluarga mereka selepas diberhentikan kerja sejak setahun lalu.

Humairah, 25, dari sebuah kampung di sini berkata, dia mengesan amalan pelik suaminya yang berusia awal 30-an selepas curiga dengan sikapnya yang jauh berubah berbanding sebelumnya.

Menurutnya, selepas kira-kira seminggu diberhentikan kerja, suaminya yang berasal dari Filipina, tetapi sudah memeluk Islam sering memerap di dalam bilik sambil membaca sesuatu dalam bahasa sukar difahami.

Humairah yang ditemui Harian Metro ketika menjalani rawatan dengan seorang pakar perubatan Islam di sini berkata, keadaan bertambah parah apabila dia mengesan suaminya menjalin hubungan dengan wanita warga Indonesia yang sudah berusia hampir 50 tahun.

“Sejak menjalin hubungan dengan wanita itu, suami saya kerap berulang alik ke Filipina atau Indonesia bersama kekasih gelapnya. Ada kalanya sehingga berminggu-minggu dia tak pulang ke rumah.

“Jadi, saya yang terpaksa berkerja keras menanggung kehidupan kami serta tiga anak kami yang berusia 10 bulan hingga lima tahun,” katanya.

Humairah berkata, pada mulanya dia sukar percaya suaminya menjalin hubungan dengan perempuan lain, namun selepas sikap suaminya jauh berubah kerana suka menyendiri dalam bilik dan selalu tidak pulang ke rumah, dia yakin ada yang tidak kena.

“Keyakinan saya nyata berasas selepas terjumpa tangkal hitam dan botol minyak berisi akar kayu berbalut kain hitam serta dua keris kecil dalam lipatan cadar katil dalam biliknya.

“Saya semakin terpanggil untuk menyelidik lebih mendalam apabila selalu terjaga daripada tidur pada kira-kira jam 11 malam dan mendengar suara suami membaca mantera dengan kuat di dalam biliknya,” katanya.

Menurut Humairah, rasa ingin tahun itulah yang mendorongnya mengintai perbuatan suaminya dan ketika itulah dia mengesan amalan aneh suaminya ketika memuja keris kecil miliknya.

Katanya, kebiasaannya selepas selesai acara pemujaan itu, suaminya keluar rumah ke tempat tidak diketahuinya dan hanya akan pulang sekitar jam 5 pagi sebelum terus tidur hingga tengah hari.

“Saya kemudian membawa barangan pelik termasuk keris kecil milik suami kepada ustaz dan saya diberitahu semua itu amalan syirik yang bertentangan dengan Islam.

“Mujur, suami saya sedia mengikut saya untuk berubat. Apabila saya tanya mengenai barangan peliknya itu dia memberitahu ia pemberian kekasih gelapnya dan memujanya setiap malam supaya orang mudah kasih kepadanya dan rezeki bertambah murah,” katanya.

Humairah berkata, dia bersyukur kerana selepas melalui beberapa sesi rawatan pemulihan menggunakan al-Quran suaminya semakin pulih dan sudah insaf dengan perlakuan songsangnya.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular