Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Isnin, 28 Februari 2011

Pengarah SPR Pahang meninggal dunia





TEMERLOH: Pengarah Suruhanjaya Pilihan raya (SPR) Pahang, Datuk Ismail Mohd Yusoff meninggal dunia di Hospital Sultan Ahmad Shah di sini petang ini kerana serangan jantung.

Pegawai pengurus pilihan raya kecil Kerdau, Datuk Tarif Abdul Rahman berkata, Ismail, 57, yang meninggal dunia pada pukul 3.15 petang, dimasukkan ke hospital itu pagi tadi.

Beliau berada di sini bagi melihat persiapan pilihan raya kecil Kerdau yang akan diadakan Ahad ini, yang menyaksikan pertandingan satu lawan satu antara calon Barisan Nasional (BN), Syed Ibrahim Syed Ahmad dan calon PAS, Hassanuddin Salim.

DUN Kerdau kosong berikutan kematian wakil rakyatnya Datuk Zaharuddin Abu Kassim daripada BN akibat penyakit jantung pada 12 Februari lalu. Bernama

Arumi Tak Mau Diperiksa di Kantor Polisi Karena Tak Nyaman



FOTO: Arumi





JAKARTA:-- Arumi Bachsin punya alasan tidak mau diperiksa sebagai pelapor kasus KDRT dan eksploitasi. Ia mengaku tidak nyaman jika harus diperiksa di kantor polisi.

Hal tersebut dikatakan Kabid Humas Polda AKBP Mahbub saat ditemui di kantornya di Polda Matro Jaya, Jakarta, Senin (28/2/2011).

"Dia alasannya mungkin karena tidak nyaman dan dia juga dibenarkan kalau dia diperiksa di situ (Kantor LPSK)," jelas Mahbub.

Lanjutnya, keinginan Arumi itu sah-sah saja selama menyangkut kepentingan penyidikan. Arumi lebih memilih untuk diperiksa di kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta Pusat.

Pemeriksaan terhadap Arumi akan dijalankan Selasa (1/3/2011) besok.

"Sudah mengajukan keberatan, sudah menyurati kalau dia keberatan, besok di LPSK Aruminya yang datang langsung untuk diperiksa," jelasnya.

Arumi diperiksa sebagai saksi pelapor. Ia telah melaporkan orangtuanya sendiri atas tuduhan mengeksploitasi dan melakukan kekerasan terhadap dirinya.

Upacara Adat Nyangku


FOTO: Sesepuh Panjalu yang juga keturunan Raja Panjalu, R. H. Atong Tjakradinata tengah mengeringkan di atas dupa, pedang milik Prabu Sanghyang Borosngora yang diberi oleh Syayidina Ali, di atas dupa setelah dicuci dalam upacara adat Nyangku yang berlangsung Senin (28/2) di Alun-laun Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis. Ribuan warga mengikuti upacara adat yang sudah berlangsung secara turun temurun tersebut.


CIAMIS:-- Benda pusaka yang dilakukan di hadapan ribuan warga, hanya berjumlah tiga, yaitu pedang Syayidina Ali, keris komando serta kujang pada upacara adat Nyangku di alun-alun Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, minggu terkahir bulan Rabiul Awal tahun Hijriyah, yang pada tahun 2010 jatuh pada hari Senin (28/10).

Kegiatan tersebut berlangsung cukup singkat, menggunakan air dari tujuh mata air, serta jeruk nipis. Selanjutnya satu persatu pusaka tersebut dibawa ke tempat pengeringan yang jaraknya sekitar lima puluh meter dari panggung.

Sesepuh Panjalu yang juga keturunan Prabu Borosngora yaitu R. H. Atong Tjakradinata dibantu kerabat mengeringkan barang pusaka tersebut dengan cara diasapi serta diberi minyak wangi. Selanjutnya barang tersebut kembali dibungkus dengan memergunakan daun kawung yang sudah dikeringkan serta bungkus kain lainnya.

Tuntas dibungkus rapi, barang pusaka tersebut kembali dibawa ke tempat penyimpanan barang peninggalan Prabu Borosngora di Bumi Alit yang jaraknya sekitar seratus metar dari tempat pengeringan. Iring-iringan pembawa pusaka diawali dengan kesenian tradidional gembyung, selanjutnya sesepuh yang membawa dupa diikuti oleh keluarga yang membawa benda pusaka. Benda peninggalan tersebut dibawa dengan cara dibopong serta ditutup memergunakan kain.

Dalam kesempatan itu secara ringkas Atong menjelaskan mengenai upacara adat Nyangku yang sudah dilaksankan secara turun temurun. Termasuk sejarah ketika Prabu Borosngora yang sedang memelajari serta mendalami agama Islam, hingga mendapatkan hadiah berupa pedang dari Sayidina Ali bin Abi Thalib RA.

Dia juga mengungkapkan bahwa Nyangku saat ini berbeda dengan sebelumnya. Saat ini adalah membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Panjalu, yang masih terus dilestarikan. Sedangkan masa lalu kegiatan tersebut salah satunya juga sebagai sarana untuk penyebaran agama Islam. ''Pada hakekatnya upacara Nyangku adalah membersihkan diri dari segala sesuatu yang dilarang oleh agama Islam. Termasuk juga uktuk mempererat tali silaturahim persaudaraan masyarakat,'' ujarnya.

Gara-gara Putus Cinta, Pemuda Gantung Diri





KOTAGAJAH:-- Cinta ditolak, Bambang (24), warga Gajah Timur, Kotagajah, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di jendela kamar rumah sang kekasih, Senin (28-2), sekitar pukul 03.00.

Sore harinya Bambang sempat mendatangi Mutmainah (20), sang kekasih, dan mengancam bunuh diri dengan memotong urat nadi di hadapan pujaan hatinya.

Menurut Kapolsek Punggur AKP M. Rahmin, kejadian itu murni bunuh diri karena putus cinta. "Korban tak menerima diputus cinta oleh kekasihnya dan dia sebelumnya sempat mengancam hendak bunuh diri," kata dia, via ponselnya.

Dari lokasi kejadian, aparat menyita kain, pisau, sandal jepit, empat lembar foto kedua pasangan, satu foto sang kekasih yang dibingkai serta buku tulis berisi catatan hati korban. "Keduanya sudah berpacaran sejak dua tahun ini," kata M. Rahmin.

Malam itu, Khairudin (50), ayah Mutmainah, dikejutkan dengan teriakan seseorang sambil menggedor pintu rumahnya. Khairudin yang baru slesai salat tahajut mengira pria tersebut tamu tak diundang dengan niat jahat.

Dia lalu memerintahkan salah satu anak lelakinya untuk melapor ke Mursidi (30), anggota Polsek Seputihraman, yang tinggal tak jauh dari rumahnya.

Selagi menunggu datangnya bala bantuan, Khairudin mendengar suara mencurigakan dari jendela kamar anaknya Mutmainah. Kahirudin lalu masuk ke kamar anaknya. Di sana, dia melihat anaknya sudah bangun dan ketakutan.

Sebab, jendela kamar terbuka dan terlihat kepala seorang pria yang kemudian menjulurkan tangannya ke dalam. Setengah jam kemudian, datanglah rombongan Brigadir Mursidi bersama sejumlah tetangga yang lain, jumlahnya sekitar tujuh orang.

Di sana mereka tak melihat pria yang menggedor pintu rumah Khairudin. Kemudian, para tetangga langsung mencari pria itu di sekitar rumah. Warga semakin berhati-hati, karena di depan pintu dan sekitar rumah, warga melihat ceceran darah.

Doni, salah seorang tetangga yang ikut malam itu melihat sesosok pria tergantung di jendela kamar Mutmainah. Warga kemudian mendekatinya dan melihat Bambang sudah tewas bergantung menggunakan kain.

Informasi yang dihimpun menyebutkan sebelum peristiwa itu, sekitar pukul 18.00, Bambang sempat datang menemui Mutmainah dengan membawa pisau.

"Menurut Mutmainah, mantan pacarnya itu mengancam akan bunuh diri jika diputusin. Bahkan, dia mengeluarkan pisau dan memotong urat nadinya," kata Kapolsek.

Nurdin Halid: Harga Diri yang Membuat Saya Bertahan

IMBAS: Suporter Solo FC membentangkan spanduk yang menuntut Nurdin Halid turun dari jabatan ketua umum PSSI, saat laga perdana LPI antara Solo FC lawan Persema Malang di Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/1/2011).



JAKARTA:-- Banyaknya aksi demonstrasi di beberapa tempat yang menuntut turunnya Nurdin Halid dari kepemimpinan PSSI terus terjadi di seluruh Indonesia.

Bukan hanya menyampaikan isu, para peserta aksi demo pun melayangkan hujatan, ejekan bahkan cacian ke diri pribadi Nurdin Halid. Namun, Nurdin tetap bergeming. Gelombang massa dan ejekan tidak membuatnya goyah bahkan intervensi pemerintah pun tidak dianggap.

“Ini harga diri saya dan kawan-kawan. Kita punya ambisi kedepan untuk kemajuan sepakbola nasional. Begitu banyak pengorbanan saya dan kawan-kawan sejak lama, tapi tidak ada penghargaan. Inilah yang membuat saya tetap bertahan,” kata Nurdin halid saat diwawancarai Metro TV, Senin (28/2/2011) sore.

Nurdin mengklaim dirinya dan kawan-kawannya pengurus PSSI saat ini, sudah banyak memberikan konstribusi bagi perkembangan sepakbola nasional. Namun ia menyesalkan sampai saat ini tidak ada penghargaan dari kerja kerasnya selama ini.

“Biarlah mereka berdemo, mau ada atau tidak yang menggerakkan, tapi aspirasi mereka tetap kami dengarkan,” kata Nurdin.

Nurdin mengaku meski banyak yang menghujatnya, tetapi tidak sedikit pula yang mendukungnya.

“Opini memang tidak berpihak kepada saya. Banyak saya bertemu orang di daerah di pasar kata mereka Pak Nurdin anda dizalimi tawakal, maju terus,” tegas Nurdin.

Tak Ada yang Berani Padatkan Makam Gus Dur



FOTO: Makam Gus Dur diberi pembantas.





JAKARTA:-- Makam mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur sempat ambles beberapa waktu lalu. Namun saat ini, Yenny Zannuba Wahid, putri Gus Dur memastikan, makam ayahnya itu sudah dalam kondisi baik.

"Alhamdulillah baik-baik saja. Sekarang sudah diuruk, ada tanah campur pasir," ujar Yenny di Wahid Institute, Jakarta, Senin 28 Februari 2011.

Menurut Yenny, tanah makam Gus Dur tidak padat. Alasannya, pada saat pemakaman, petugas tidak berani memadatkan dengan menggunakan kaki.

"Tidak ada yang berani memadatkan pakai kaki, masih pakai tanah dan pakai tangan. Kepadatannya sama saja. Bisa ambles," katanya.

Yenny juga mengklarifikasi banyak pertanyaan terkait aliran dana Rp180 yang pernah diusulkan untuk pemakaman Gus Dur.

"Kami klarifikasi katanya ada pernyataan dana Rp180 miliar kok makam ambles? Kami klarifikasi, dana Rp180 miliar itu bukan untuk makam. Itu nggak tahu ke mana. Yang jelas tidak digunakan untuk makam," tuturnya.

Akibat Kecelakaan di Jalan Rp180 Miliar Raib



FOTO HIASAN: Kecelakaan di Sunter, Jakarta, satu orang tewas.





YOGYAKARTA:- Akibat kecelakaan di jalan raya, Indonesia mengalami kerugian yang cukup besar setiap tahunnya yang diperkirakan mencapai Rp180 miliar atau sekitar 2,9 persen dari produk nasional bruto per tahun.

”Jika di Indonesia kerugian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp180 miliar maka untuk kawasan negara-negara ASEAN biaya kecelakaan lalu lintas mencapai 15 miliar USD,” kata Joewono Soemarjito, peneliti dari Pusat Studi Transportasi Dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Senin, 28 Februari 2011.

Menurutnya, sebanyak 8,5 orang Indonesia meninggal dunia per 100.000 penduduk setiap harinya akibat kecelakaan lalu lintas. Angka ini menunjukkan peningkatan di mana sebelumnya pada 2003 hanya tercatat 4,6 korban meninggal dunia per 100.000 penduduk.

Hasil survei Pustral di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan bahwa korban kecelakaan lalu lintas di wilayah DIY mayoritas berada di usia muda dan produktif. “Setiap kecelakakaan lalu lintas di DIY rata-rata melibatkan dua orang usia muda. Korban kecelakaan pada tahun 2008 didominasi usia 16-25 tahun yaitu sebanyak 1.278 dan diikuti usia 26-35 tahun sebanyak 819 orang,” kata Joewono.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular