Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Sabtu, 14 November 2015

Jaksa Ajak Yul Oral Seks

BEKASI -Tak terima mendapat pelecehan seksual, Yul (30) seorang ibu rumah tangga melaporkan oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cibinong, Bogor, Jawa Barat ke Kejaksaan Agung.

Yul melaporkan oknum berinisial YY itu, karena dia dipaksa melakukan oral seks kepada pelaku.

"Tak hanya itu, korban juga dipaksa untuk melakukan hubungan intim, tapi Yul menolaknya," kata Manoar Tampubolong, kuasa hukum Yul dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Patriot Bekasi, kepada wartawan di kantornya, Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Rabu (14/10/2015).

Manoar mengatakan, tindak pelecehan seksual ini terjadi di dalam mobil pelaku.

Yul terpaksa menuruti kemauan pelaku, setelah YY menyanggupi akan membantu perkara suaminya, Tdy yang dijerat kasus penggelapan.

Lantaran buta dengan hukum, Yul memohon kepada YY agar suaminya dituntut dengan hukuman ringan.

Kesempatan itu rupanya digunakan YY melakukan perbuatan tercela.

Ahad, 8 November 2015

PNF (9) Diduga tewas karena kekerasan seksual

JAKARTA - Kedokteran Forensik Polri berhasil mengidentifikasi sperma pelaku di tubuh PNF (9), bocah yang tewas di Kamal, Jakarta Barat.

Bukti ini menguatkan bahwa PNF mengalami kekerasan seksual sebelum tewas.

"Dari hasil tim gabungan, sudah dikonfrimasi oleh dokter forensik terdapat sperma milik pelaku di tubuh korban," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Pemeriksaan sperma tersebut dilakukan sebanyak tiga kali. Pada dua pemeriksaan pertama, tim sempat gagal membuktikan sperma di tubuh PNF.

"Kami memeriksa dua cotton bud terakhir tak bisa terjelaskan, tapi terakhir sudah kami dapatkan konfirmasi," kata Krishna.

Krishna sempat menunjukkan bahwa sperma tersebut berbentuk seperti toge atau kecebong. Bentuk tersebut terlihat setelah dilalukan perbesaran sebanyak 5.000 kali.

"Betul terjadi perkosaan. Kalau terjadi kerusakan organ vital dengan alat tertentu, bisa jadi dendam. Tapi kalau ini motifnya paedofilia, dan pelaku predator," kata Krishna.

PNF ditemukan tewas dalam kardus di Kamal, Jakarta Barat, Jumat (2/10/2015). Ia diduga tewas karena kekerasan seksual yang dilakukan oleh pelaku.

Ahad, 1 November 2015

Pria Beristri Empat Perkosa Anak Kandung

KENDAL - Buntarman (53) terancam hukuman penjara 5 sampai 15 tahun. Bapak beristri 4 ini (2 diantaranya sudah dicerai), tega memerkosa DS (14), anak kandungnya sendiri.

"Saya saat itu, entah kenapa sangat bernafsu," kata Buntarman, Sabtu (3/10/2015).

Buntarman mengaku memperkosa anaknya sebanyak satu kali. Sang anak kini mengalami trauma.

Di depan petugas polisi, bapak berbadan kurus tersebut menceritakan, pemerkosaan dilakukan pada pagi hari.

Sebelumnya, pada malam hari, ia mengajak tidur anaknya itu bersama sang istri. Saat sang istri tidur, Buntarman mengaku sempat menggerayangi anaknya.

"Tapi saya tidak sempat memperkosa. Saya memperkosa anak saya pada pagi hari, usai dia mandi dan hanya menutup tubuhnya dengan handuk," ujarnya.

Usai melakukan perbuatannya, Buntarman pergi dan tak pulang selama beberapa hari. Ia dilaporkan ke polisi oleh istrinya setelah DS menceritakan perbuatan ayahnya kepada dia.

"Saya tidak melarikan diri, tapi bekerja ke luar kota," kata Buntarman.

Kasat Reskrim Polres Kendal Iptu Fiernando Andriansyah mengatakan, pelaku ditangkap di rumah istri pertamanya. Ia ditangkap setelah petugas mendapat laporan dari masyarakat.

Khamis, 29 Oktober 2015

Bocah Korban Perkosaan Itu Kini Melahirkan

MEULABOH - Seorang bocah perempuan berusia 14 tahun di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, melahirkan seorang bayi perempuan setelah menjadi korban perkosaan.

Setelah melahirkan bayinya pada Jum'at (02/10/2015) sore kini bocah perempuan itu dan bayinya masih dalam perawatan tim RSU Cut Nyak Dhien.

“Anak korban pemerkosaan itu melahirkan kemarin sore sekitar Pukul 16.00 Wib, proses persalinannya melalui operasi (caesar),” kata Hermanto SH, Staf Advokasi LBH Banda Aceh, Pos Meulaboh saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (03/10/2015).

Menurut Hermanto, bocah berinisial LY (14) yang diperkosa pria tetangganya itu baru diketahui hamil setelah kandungannya berusia lima bulan.

"Orangtua korban mengetahui anaknya hamil diperkosa oleh tetangganya saat hamil 5 bulan. Namun, setelah melapor ke polisi pelaku hingga sekarang belum ditangkap, bahkan sekarang sudah melarikan diri karena polisi tidak bertindak cepat," ujar Hermanto.

LBH Banda Aceh Pos Mulaboh, kata Hermanto, akan melakukan pendampingan hukum terhadap bocah korban pemerkosaan yang masih di bawah umur itu.

"Kami mendesak Polres Aceh Barat segera mengungkap dan menangkap pelakumya. kami sangat kecewa terhadap polisi yang terkesan tidak profesional saat menangani kasus ini. Padahal laporan pengaduan dari keluarga korban itu sudah lama," kata Hermanto.


Rabu, 28 Oktober 2015

12 Tewas, Ini Nama-nama Korban di Inul Vizta Manado

MANADO - Korban tewas akibat kebakaran di tempat karaoke Inul Vizta, Manado, Minggu (25/109/2015) dini hari, bertambah menjadi 12 orang.

Berikut nama-nama korban tewas berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com di RS Prof Kandou Malalayang:

1. Sukardi, alamat Wonasa Tengah, Lingkungan 6

2. Rendi Korompis (Paal 2 Pasar Segar)

3. Cici Wonok (Desa Tumani Jaga 4, Tompaso Baru)

4. Riyani Walalangi (Desa Tumani Jaga 4, Tompaso Baru)

5. Rendy (Karyawan Kimia Farma)

6. Sinta Sajow (Desa Koka Jaga 1, Tombulu)

7. Claudia Wowor (Desa Tamblang, Tompaso Baru)

8. Fredi Kalalo (Karombasan)

9. Yani Langi.

Sementara itu, tiga korban lainnya, yaitu dua orang pria dan seorang perempuan, hingga berita ini diunggah belum diketahui identitasnya.




Selasa, 27 Oktober 2015

Penjaga Salon Diperkosa 2 kali,Penjaga Goa di Gunungkidul

YOGYAKARTA - Niat hati ingin mendapat banyak pelanggan dengan menggelar ritual, seorang penjaga salon asal Kudus, Jawa Tengah, justru menjadi korban perkosaan.

Peristiwa terjadi di Goa Langse Giricahyo Purwosari, Gunungkidul

Peristiwa itu terjadi ketika, korban berusia 18 tahun datang ke Goa Langse, Kamis (1/10/2015), untuk melakukan ritual agar salon yang dijaganya banyak pelanggan.

Sesampainya di sana, ia bertemu dengan Kus (53), warga Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Kepada Kus, korban menyampaikan niatnya dan meminta tolong agar dibantu sebab setiap hari Kus menjadi pemandu Goa Langse.

Keduanya bersepakat dan masuk ke dalam gua. Pada awal ritual, semuanya berjalan lancar. Namun, tiba-tiba Kus bertingkah seperti kerasukan setan dan memerkosa korban hingga dua kali.

"Jumat, korban keluar goa dan bertemu dengan seseorang yang langsung mengantarkan lapor ke polisi," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gunungkidul Ajun Komisaris Mustijat Priyambodo, Sabtu (3/10/2015).

Polisi segera menangkap pelaku. Saat dimintai keterangan, pelaku memang berprofesi sebagai pemandu Goa Langse. Ia berdalih kerasukan roh halus dan tidak sadarkan diri saat melakukan perbuatan itu.

"Pengakuannya seperti itu, tapi kita tidak lantas percaya begitu saja. Kita masih dalami terus dengan memeriksa saksi dan korban," kata dia.

Akibat perbuatan, pelaku dijerat KUHP Pasal 285 dengan ancaman lebih dari 12 tahun penjara.

Selasa, 20 Oktober 2015

Gadis 9, Diperkosa Sebelum Tewas

JAKARTA -Pembunuh PNF, bocah perempuan yang dibuang di kardus, diduga kuat adalah orang dewasa.

Sebelum dibunuh, diduga pelaku sempat memperkosa PNF (9).

Dari hasil otopsi, berdasarkan informasi, alat kelamin PNF mengeluarkan darah, dan dokter menemukan bulu di dalam alat kelaminnya.

Sebelumnya, PNF, bocah kelas 2 SD di salah satu sekolah negeri di Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, menghilang usai pulang sekolah pada Jumat (2/10/2015).

Dia kemudian ditemukan tewas dalam kondisi terbungkus kardus yang terlilit lakban di Jalan Sahabat, RT 6/5, Kelurahan Kaman, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat (2/10/2015) malam harinya. Lokasi itu sekitar 3 kilometer dari rumahnya.

Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, membenarkan soal dugaan PNF mengalami pelecehan sebelum akhirnya dibunuh.

"Kami masih telusuri dan selidiki terus ini," kata Krishna kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com di lokasi rumah duka korban, sore tadi.

Krishna mengatakan, jenazah PNF kini masih berada di RS Polri Kramat Djati.

Nantinya, jenazah baru akan diserahkan ke pihak keluarga pada Minggu (3/10/2015) siang, setelah dilakukan autopsi.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular