Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Sabtu, 13 Februari 2016

Istri tak mau kasi, Saya setubuhi anak sendiri

BANYUASIN - Bejat perilaku Ahmad Yani (50), warga dusun 1 Desa sungai rengit Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin ini.

Karena sering tidak dikasih jatah oleh istri dan beralasan istri sudah keriput, ia tega mengaggahi anak kandungnya sendiri.

Akibatnya sang anak berinisial NR (14) hamil hamil 3 bulan.

"Saya pengen karena istri saya tidak pernah ngasih jatah lagi. Selain itu istri sudah keriput terpaksa dia (anak:red) saya garap. Semuanya saya lakukan di rumah saat istri sedang tidur," ujar pelaku saat ditahan di Polsek Talang Kelapa, Kamis (28/1/2016).

Pelaku yang sudah dua kali menikah ini tidak terhitung lagi melakukan kelakuan bejat tersebut sejak bulan Juli 2015 lalu.

Saat melakukan pelaku selalu mengancam korban agar korban menuruti kemauannya.

Rabu, 10 Februari 2016

Nonton Film Porno,Pemuda Perkosa Bocah 12 Tahun Bergantian

LAMPUNG - Kanit Reskrim Polsek Natar, Lampung Selatan, Inspektur Dua Setio Budi Howo mengatakan, empat pemuda yang memperkosa bocah 12 tahun karena sering menonton film porno di internet. Aktivitas tersebut membuat para tersangka berpikiran negatif.

Budi menuturkan, empat pemuda ini sering membuka situs-situs porno di internet.

“Karena sering nonton film porno di internet, mereka jadi terangsang dan berpikiran negatif,” jelas dia, Rabu (27/1/2016).

Selain itu, lanjut Budi, para tersangka juga dalam keadaan mabuk saat memperkosa korban.

Menurut Budi, perbuatan tersebut sudah direncanakan oleh tersangka Hendra dkk. Mereka pun mengajak korban yang masih kecil karena mudah dirayu.

Hendra lalu membeli dua butir pil ekstasi di daerah Telukbetung seharga Rp 200 ribu. Pil ekstasi ini ia cekoki ke korban.

Begitu melihat korban sudah teler, Hendra memperkosa korban. Polisi menangkap empat tersangka pemerkosaan terhadap bocah 12 tahun.

Empat tersangka adalah Hendra, Rasmianto,Bayu dan Mustofa.

Isnin, 8 Februari 2016

Diperkosa Ayah, Remaja Ini hamil 4 bulan

BENGKULU - Seorang petani kebun inisial Ar (35) diringkus jajaran Polsek Lebong Utara, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, karena menghamili anak kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun, Rabu (13/1/2016).

Ar melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya itu berkali-kali sejak tahun lalu. Akibat perbuatannya, anaknya itu kini hamil.

Perubahan fisik tubuh korban menimbulkan kecurigaan guru yang mengajar korban di sekolah, lalu guru tersebut bercerita mengenai keanehan tubuh korban pada ibu korban.

Korban pun didesak, hasilnya korban mengakui jika ia telah hamil akibat tindakan ayah kandungnya.

Ibu korban sangat terkejut mendengar pengakuan putrinya. Ia pun melaporkan kejadian ini ke polisi. Polisi bergerak cepat dan meringkus Ar yang sedang bekerja di kebun berjarak 3 kilo meter dari kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Lebong Utara, Iptu Made Geloh mengatakan setelah mendapat informasi anggota Polsek langsung turun ke lapangan dan menjemput Ar yang sedang berada di Kebun.

Selanjutnya korban dibawa ke RSUD setempat untuk visum, hasil visum menunjukkan bahwa benar korban dalam kondisi hamil empat bulan.

"Korban telah dilakukan visum sementara pelaku saat ini diamankan, untuk dimintai keterangan," jelas Kapolsek.

Rabu, 3 Februari 2016

Gadis telanjang diarah kililingi desa

SRAGEN -Seorang remaja putri di Sragen, berinisial RS (14), hanya bisa menangis setelah ditelanjangi tetangganya lalu diarak keliling kampung.

Perbuatan itu dilakukan oleh S (52) dan WL (37) yang menuduh R mencuri pakaian bekas dan sandal mereka. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (10/1/2016).

Dari keterangan anggota keluarga RS, pada hari itu S dan WL mendatangi rumah RS untuk meminta pertanggungjawaban karena menduga RS sudah mencuri pakaian bekas dan sandal milik pasangan suami isteri tersebut.

Sesampainya di rumah RS, pasangan suami isteri tersebut bertemu K, ibu angkat RS. S dan WL langsung mencaci-maki K dan menyebutnya tidak becus mengurus anak.

"Pak S langsung memarahi saya dan mengancam saya kalau mau membela RS saya dianggap bela maling," kata K, Rabu (13/1/2016).

Setelah puas memaki-maki, S dan WL menarik RS keluar rumah dan menelanjangi remaja putri tersebut di hadapan para tetangga.

Pakaian bekas yang diduga hasil curian, dikalungkan di leher RS dan kemudian RS dipaksa untuk berjalan keliling kampung.

Ahmad Moshaddeq mengaku sebagai putra Nabi Muhammad

Villa Ahmad Musadeq, di kawasan wisata Gunung Salak Endah, Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

JAKARTA - Nama Ahmad Moshaddeq kembali mencuat ke publik.

Ini setelah ormas terlarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ramai diperguncingkan. Temuan sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) menunjukkan bahwa Moshaddeq adalah pembina Gafatar.

Indikasi itu muncul setelah Ahmad Moshaddeq diketahui tercatat dalam organisasi Gafatar selaku pembina.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan Gafatar organisasi terlarang dan MUI menyebut Gafatar menganut ajaran sesat.

"Mereka menyebut Moshaddeq sebagai pembina. Moshaddeq pernah mengaku sebagai putra Nabi Muhammad pada tahun 2001 lalu," kata Ketua Komisi Kajian dan Penelitian MUI Utang Ranuwijaya, Rabu (13/1/2016).

Sosok Moshaddeq sebenarnya tidak asing lagi di pendengaran publik.



Isnin, 1 Februari 2016

Setelah diperkosa ambil barang milik korban

CIMAHI - Malang benar nasib gadis asal Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong Kota Bandung, Jawa Barat ini. Melati (18), sebut saja begitu, kehilangan harta dan kehormatannya sebagai perempuan.

Gara-garanya ia menjadi korban pemerkosaan dan perampasan yang dilakukan MZK (23), pria asal Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung pada 29 Desember 2015.

Perkenalan korban dan MZK  bermula  pertemanan di Facebook dan kemudian janjian  bertemu di Taman Jomblo.

"Setelah bertemu tersangka membawa korban ke daerah Mekarrahayu (lokasi kejahatan. Red)," kata Kapolres Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Indradi, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (10/1/2016).

Di lokasi kejadian, ujar Ade, tersangka merudapaksa korban.

Ia juga melakukan pengancaman terhadap korban jika tak melayaninya.

Usai melakukan perbuatan bejat itu, tersangka mengambil barang-barang milik korban.

"Lantas korban melaporkan tindak pidana tersebut kepada kami. Yang kemudian kami mengecek lokasi kejadian melakukan Visum et repertum korban ke RS Avisena," kata Ade.

Selain hasil visum, pihaknya juga menyita sebuah buah celana dalam milik korban yang berlumuran darah.

Lantas, lanjut Ade, pihaknya menangkap MZK (23) di kediamannya Sabtu 9 Januari 2016.

Sabtu, 30 Januari 2016

Gadis Sidoarjo Ini Jual Keperawanan Mati dlm Pelukan

SIDOARJO - ORP, gadis yang menjual keperawanan senilai Rp 20 juta ternyata tewas dalam pelukan Ebren Hezar Kasihu (EHK).

Dari kronologis yang dihimpun, semula terjadi cekcok pembayaran transaksi seks. EHK lalu mencoba menenangkan ORP dengan cara merayunya.

EHK juga merangkul ORP dengan posisi spooning atau memeluk dari belakang dengan posisi tubuh miring.

Dalam posisi itu, EHK mengeluarkan kata-kata manisnya untuk menenangkan ORP yang emosi lantaran dibayar Rp 200.000 untuk keperawanannya.

Dan, yang tidak disadari gadis yang pernah kuliah di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) ini, pelukan mesra itu adalah senjata membunuh EHK yang bekerja sebagai penjaga warnet di daerah Waru.

Perlahan-lahan, EHK mengencangkan pelukan tangan kanannya yang melingkari leher ORP.

Karyawati pabrik sepatu ini dalam posisi tak berdaya ketika pelukan itu berubah menjadi cekikan maut, hingga ajal meregang di pelukan pria pertamanya itu.

"Untuk memastikan korban sudah tewas, mulut korban disumpali kain seprai. Setelah yakin korban tewas, tersangka meninggalkan hotel, namun juga mengambil barang-barang korban," ujar Kapolres Sidoarjo, AKBP Anwar Nasir, dalam rilis gelar kasus perkara, Jumat (8/1/2016).

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular