Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Jumaat, 29 Ogos 2014

Di Sumsel, Ada Napi Setubuhi di WC Lapas




PALEMBANG - Betapa kagetnya Rendra Darmansyah (25) begitu tahu adiknya berinisial St (16) disetubuhi seorang napi lain yang mendekam di Lapas Tanjungraja Ogan Ilir belum lama ini.

Hendra makin tak habis pikir, adiknya disetubuhi napi berinisial AS (30) di WC yang ada di lapas tersebut.

"Saya yakin, pihak Lapas tahu adik saya dibawa ke WC oleh AS. Kalau ini dicegah oleh pihak lapas, adik saya pasti tidak akan diperkosa AS," kata Hendra, saat berkunjung ke Kanwil Kemenkumham Sumsel, Rabu (13/8/2014).

Begitu tahu kejadian itu, Rendra langsung melaporkan ke SPKT Mapolres Ogan Ilir. Ia juga berharap, ada sanksi untuk Kepala Lapas Tanjungraja dan petugas lapas yang saat kejadian menurut Rendra tahu kejadian ini.

Akibat kejadian ini, St diketahui trauma. Ia merasa malu untuk berkomunikasi dengan kerabat dan merasa sakit di bagian kemaluan. Sebab itu, St masih dirawat di RSUD Kayuagung.

Menanggapi ini, Budi Sulaksana selaku Kakanwil Kemenkumham Sumsel mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim ke Lapas Tanjung Raja Ogan Ilir. Tujuannya, untuk mencari tahu adakah keterlibatan pihak lapas, terutama dalam mengizinkan napi berbuat mesum dengan memanggil perempuan.

Pelajar tanggung aib hamil 7 bulan


KUALA TERENGGANU - Malang berganda! Seorang remaja berusia 15 tahun bukan sahaja terpaksa menanggung aib apabila disahkan mengandung tujuh bulan, malah lebih malang apabila mengetahui ‘ayah’ kepada anak di dalam kandungannya itu sudah meninggal dunia April lalu akibat kemalangan.

Remaja yang merupakan pelajar tingkatan tiga sebuah sekolah di Besut itu disahkan mengandung selepas dihantar ibu bapanya untuk mendapatkan rawatan di klinik kesihatan berhampiran kediaman mereka, Selasa lalu, selepas mengadu sakit perut.

Ketua Jabatan Siasatan Jenayah Negeri, Asisten Komisioner Wan Abd Aziz Wan Hamzah berkata, sebelum itu, mangsa sudah mengetahui yang dirinya mengandung, namun mendiamkan diri kerana takut.

Menurutnya, mangsa mendakwa berkenalan dengan suspek melalui telefon sebelum membuat keputusan berani untuk bertemu di pantai Air Tawar.

“Mangsa mengakui melakukan hubungan seks dengan suspek pada pertemuan pertama iaitu awal tahun ini.

“Bagaimanapun, selepas mengetahui teman lelakinya itu meninggal dunia akibat kemalangan berhampiran Kampung Raja, Besut, April lalu, mangsa bertindak membeli alat ujian mengandung sebulan selepas itu iaitu Mei lalu,” katanya ketika ditemui di pejabatnya.

Wan Abd Aziz berkata, hasil ujian menunjukkan mangsa positif mengandung, namun bertindak mendiamkan diri kerana bimbang perkara itu diketahui keluarga.

Bagaimanapun katanya, pada pagi Selasa lalu, mangsa yang mengalami sakit perut telah dihantar ke klinik kesihatan oleh kedua orang tuanya sebelum dikejutkan dengan pengesahan doktor memaklumkan mangsa mengandung tujuh bulan.

“Sejurus menerima maklumat itu, pegawai kesihatan bertugas membuat laporan di Balai Polis Kampung Raja, Besut, kira-kira jam 2.30 petang.

“Kes kini disiasat di bawah Seksyen 376 Kanun Keseksaan kerana merogol, namun kita akan membuat beberapa penilaian memandangkan suspek sudah meninggal dunia,” katanya.(SH)

Selasa, 26 Ogos 2014

Orangtua Tak di Rumah Tiga Bocah Dicabuli Tetangganya



MUSIRAWAS - Tiga orang bocah perempuan, Tn (11), PA (6) dan ZP (9), warga Kelurahan Terawas Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas, diduga dicabuli oleh tetangganya, Herman (43). Perbuatan asusila itu diduga dilakukan oleh tersangka, saat orang tua para bocah ini sedang bekerja dan tidak berada di rumah.

Dalam aksinya, tersangka membujuk dan mengimingi para korban dengan sejumlah uang, sebelum dilecehkan.

Peristiwa ini terungkap, ketika keluarga korban melaporkan dugaan pelecehan seksual anak-anak dibawah umur ini, Rabu (13/8/2014) sekitar pukul 18.00 ke Mapolsek STL Terawas.

"Tersangka sudah ditangkap dan sementara diamankan di Mapolsek Terawas. Selanjutnya untuk proses penanganan kasus ini, di-back up oleh Sat Reskrim Polres Musirawas," kata Kapolres Musirawas, AKBP Chaidir, kepada Sriwijaya Post (Tribunnews.com Network), Kamis (14/8/2014).

Dilanjutkan, semalam tersangka sedianya akan dibawa ke Mapolres Musirawas. Namun, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat warga yang emosi dengan perbuatan tersangka datang memenuhi mapolsek, maka baru pada pagi ini tersangka bisa dibawa ke mapolres.

"Pagi ini tersangka, korban dan orang tua korban dibawa ke polres untuk diperiksa di unit PPA. Adapun para korban, akan dibawa ke dokter kandungan untuk divisum," katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka sudah seingkali melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Aksi bejat itu biasanya dilakukan ketika orang tua korban sedang bekerja. Saat orang tua korban tidak ada, tersangka menemui korbannya dan membujuk sambil memberikan sejumlah uang, lalu mencabuli korban.

"Antara tersangka dengan korban ini masih bertetangga. Kronologis aksinya, biasa dilakukan sewaktu orang tua korban kerja, maka tersangka menemui korban dan membujuk dan memberi uang kemudian melakukan pencabulan. Kejadian tersebut sudah sering kali dilakukan tersangka," kata kapolres.

Sultan Brunei Beli Plaza Hotel di New York


NEW YORK - Pihak Brunei telah menawarkan 2 miliar dollar Amerika untuk mengambil alih Plaza Hotel di New York, Grosvenor House di London, dan Dream Hotel di Manhattan, demikian keterangan dari beberapa sumber.

Sultan Hassanal Bolkiah dan perusahaan hotel mewah miliknya, Dorchester Collection, berada dalam sorotan akibat undang-undang baru yang digolkan di negaranya.

Undang-undang yang salah satu butirnya berisi hukuman rajam hingga tewas bagi kaum homoseksual dan pezina membuat masyarakat Amerika Serikat (AS) mendesak Dorchester untuk menjual propertinya.

Kontroversi ini juga memicu serangkaian boikot terhadap Beverly Hills Hotel dan pelbagai properti perusahaan di Eropa, serta menyebabkan kerugian jutaan dolar AS, menurut Dorchester.

Namun, upaya sang sultan untuk membeli Plaza Hotel dan dua penginapan lain menyiratkan bahwa ia tidak berniat keluar dari bisnis perhotelan dan pariwisata. Ia bahkan enggan membatasi diri untuk sementara waktu dari perhatian publik.

Direktur utama Dorchester, Christopher Cowdray, pada Mei mengatakan hotel-hotelnya tidak terikat undang-undang Brunei. “Dorchester Collection mematuhi hukum di negara tempat kami beroperasi,” ujarnya.

Isnin, 25 Ogos 2014

ABG Dicekoki Sabu dan Disetubuhi Bergiliran 3 Pria


KISARAN - Gadis belia berinisial SH (16), warga Dusun Lima Kopok, Kecamatan Soreang, Bandung, Jawa Barat, diduga menjadi korban trafficking (perdagangan manusia) di Pulau Batam. Namun kini ia terdampar di Kisaran.


Di Kisaran, SH diduga diperjualbelikan kepada pria hidung belang dan sempat dicekoki sabu-sabu oleh tiga pria dan menyetubuhinya di belakang Stadion Mutiara Kisaran.

Informasi dihimpun wartawan di RSUD HAMS Kisaran, Senin (11/8) peristiwa yang menimpa SH terungkap, saat ia diantarkan seorang penarik becak ke rumah sakit, Minggu (10/8) malam. Tiba di UGD RSUD H Abdul Manan Simatupang (HAMS), SH lemas dan linglung. Parahnya, ia trauma dan kejang-kejang bila melihat pria bersuara keras.

Petugas medis RSUD HAMS Kisaran, Yuda (40), kepada wartawan menceritakan, SH tiba di UGD rumah sakit sekitar pukul 18.00 WIB, diantar seorang penarik becak dan personel Polres Asahan. Awalnya, SH diduga  mengalami gangguan jiwa karena membawa bungkusan kantung plastik berisi susu kemasan, roti serta, dan sandal jepit.

Menurut polisi dan penarik becak yang tidak sempat ditanya identitasnya, SH ditemukan berdiri di perempatan traffic light (lampu merah) Jalan Imam Bonjol Kisaran. “Kondisinya sangat lemah. Baju kaos hitam sudah koyak-koyak. Di beberapa tubuh korban seperti ada bekas suntikan,” kata Yuda.

Yuda melanjutkan, SH saat itu langsung mendapat perawatan medis dipimpin dokter jaga, dr  Eka dan dr Pia. Kemudian SH diantarkan ke ruang rawat inap karena mengeluh kepalanya sakit dan beberapa kali mengalami kejang.

Beberapa jam dirawat, kondisi SH mulai membaik. Namun saat ditanyai oleh petugas medis dan beberapa keluarga pasien lainnya, SH memberikan jawaban yang tidak jelas.

“Bicaranya melantur, jadi kami yang menanyai kebingungan,” kata Yuda.

Hal senada dikatakan perawat bernama Yustika. Dia mengaku, SH sempat diinfus supaya tubuhnya mulai membaik.

Setelah SH membaik, pihak rumah sakit berkoordinasi dengan Dinas Sosial Asahan dan akhinya Senin (11/8) SH dibawa ke kantor Dinas Sosial.

Tiba di kantor Dinas Sosial, para pegawai langsung memberikan makanan dan pakaian kepada SH.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Asahan T Simatupang kepada wartawan menuturkan, Senin (11/8) pihaknya menerima SH dari pihak rumah sakit, untuk dicarikan solusi penanganan.

Rencananya SH dibawa ke Panti Asuhan Siborongborong. Tapi beberapa jam di kantor Dinas Sosial, SH tiba-tiba kembali kejang-kejang hingga kondisinya melemah. Melihat itu, pihaknya langsung membawa SH kembali ke rumah sakit.

Sementara SH saat ditanyai wartawan di ruangan rumah sakit bercerita, dia merupakan warga Bandung. Ia diajak seorang temannya ke Batam untuk mencari kerja. Mereka bersama-sama berangkat dari Bandung ke Batam menggunakan pesawat terbang.

Tiba di Batam, bukan kerja yang diberikan oleh temannya. SH malah disuruh melayani pria hidung belang di salah satu kamar hotel di kawasan Nagoya.

Saat itu dia berontak. Berhasil lepas dari pria hidung belang, dia melarikan diri dari hotel ke arah dermaga dan melompat ke kapal ferry yang ternyata menuju Pelabuhan Tanjungbalai dan akhirnya dia tiba di Kisaran.

Terpisah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asahan Alex Margolang saat ditemui menceritakan, sebelum ditemukan di rumah sakit dan dibawa ke Dinas Sosial dan kembali dibawa ke rumah sakit karena kondisinya lemah, SH sempat dititipkan oleh salah seorang warga ke rumahnya. SH, katanya, ditemukan di belakang Stadion Mutiara Kisaran dengan kondisi lemah.

Saat berada di rumahnya, dia sempat menanyai dan SH membeberkan perjalanannya hingga sampai ke Kisaran.

Menurut pengakuan SH kepada Alex, ia dibawa seorang waria dari Bandung untuk dicarikan kerja di Batam. Tapi tiba di Batam, SH bukan dicarikan kerja, tapi dipaksa melayani pria hidung belang di salah satu kamar hotel.

SH berontak dan merebut kunci kamar serta melarikan diri dari hotel menuju arah dermaga. Kemudian, SH melompat ke salah satu kapal ferry  yang kebetulan berlabuh. Saat kapal melanjutkan perjalanan, ternyata menuju Tanjungbalai.

Tiba di Tanjungbalai, dengan sisa uang yang sedikit, SH naik bus angkutan umum dan tiba di Terminal Madya Kisaran. Di terminal, SH sempat kebingungan.

“Kejadian itu tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, sekitar pukul 21.00 WIB,” kata Alex.

Alex melanjutkan, saat berada di terminal, SH dihampiri enam pria yang mengendarai sepedamotor. Kemudian para pria itu membawa SH ke belakang Stadion Mutiara Kisaran.

Di belakang stadion, para pria itu memaksa SH mengonsumsi narkoba. Saat tubuhnya lemah, para pria itu meninggalkan SH begitu saja. Sehingga SH terpaksa tidur di salah satu warung yang ada di belakang stadion.

Esok harinya, tiga pria yang sebelumnya turut mengajak SH pesta narkoba, datang kembali dan memberikannya baju serta celana. Kemudian, tiga pria yang tidak diketahui identitasnya itu, kembali mengajak SH pesta narkoba. Lalu, SH digilir oleh tiga pria itu. Selanjutnya, SH kembali ditinggalkan di belakang stadion.

Saat kondisi linglung, seorang pemuda bernama Charlie yang kebetulan melintas bersama pacarnya, melihat SH. Mereka pun membawa SH ke rumah mereka di Rawang Panca Arga.

“Waktu itu aku dihubungi sama orangtua Charlie, aku datang ke Rawang Panca Arga menjemput SH,” kata Alex.

Setelah dijemput dari Rawang Panca Arga, SH tidak sempat bermalam di rumahnya. Sebab SH permisi keluar mau jalan-jalan. Sementara saat itu Alex sedang mengunjungi Ketua Persatuan Warga Sunda H Cecep.

“Waktu aku pulang dari rumah Pak H Cecep, aku sudah tidak menemui SH. Dia  menghilang,” ucap Alex.

Dia melanjutkan, Minggu malam, Charlie kembali datang ke rumahnya untuk melihat SH. Kepada Charlie, Alex mengaku SH tidak diketahui keberadaannya.

Selanjutnya, malam itu Charlie ikut melakukan pencarian dan menemukan SH di Jalan Bakti, di bawah rel kereta api, bersama seorang laki-laki.

Charlie menanyakan siapa laki-laki yang bersama SH. Laki-laki itu mengaku pacar SH, bernama Imam warga Sei Rengas. Imam pun tidak mengizinkan mereka membawa SH.

Setelah mendapat info dari Charlie, Alex kemudian mencari keberadaan SH tapi tidak menemukannya. Kemudian, dia memeroleh informasi bahwa SH sudah berada di rumah sakit, karena ditemukan seorang penarik becak dan personel Polres Asahan di dekat Hotel Wisata.

“Katanya saat di depan Hotel Wisata, kondisi SH sangat lemah dan dibawa ke rumah sakit sama orang yang menemukan,” ujar Alex.

Pasangan berpakaian tidak senonoh kejutkan pengguna jalan raya di Ipoh


IPOH - Masyarakat setempat hari ini dikejutkan dengan kehadiran seorang lelaki yang hanya berseluar panjang hitam dan seorang wanita berbikini putih dan mengenakan kain layah dipercayai pasangan model sedang berjalan di sekitar Jalan Sultan Yussuf di sini hari ini.

Kehadiran pasangan itu yang berpakaian tidak senonoh mengundang perhatian pengguna jalan raya sekitar kawasan itu malah difahamkan ada yang memperlahankan kenderaan untuk melihat.

Beberapa laman sosial juga telah mula menyiarkan gambar dan kejadian yang dikatakan berlaku pada pukul 9 pagi tadi.

Pasangan model berkenaan bersama beberapa krew dipercayai sedang menjalani sesi penggambaran perkahwinan di lokasi itu.

Sementara itu, seorang pengawal keselamatan yang enggan dikenali berkata, penggambaran itu berlaku dalam tempoh yang singkat iaitu antara lima hingga 10 minit.


Ahad, 24 Ogos 2014

Kakek-67, setubuhi siswi hingga hamil tujuh bulan


TOBASA - Seorang siswi SMP, Bunga (13), warga Kecamatan Laguboti dicabuli seorang kakek yang masih bertetangga, Bonar Sibarani (67) hingga hamil tujuh bulan. Kini tersangka yang masih semarga dengan korban ditahan di Mapolsek Laguboti guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Korban Bunga kepada New Tapanuli, Senin (11/8) yang ditemui di Mapolsek Laguboti menceritakan,  peristiwa tersebut berawal sejak Januari 2013 lalu. Saat itu korban duduk di bangku kelas VII SMP. Korban yang merupakan tetangga tersangka, sering main-main di halaman rumah tersangka.

“Dulu saya sering main-main di halaman rumah tersangka yang biasa dipanggil Jarngap. Tepat pada Januari 2013 lalu, Jarngap memanggil saya ke rumahnya. Setelah saya masuk ke rumahnya, saya dipaksa untuk melayani nafsu bejadnya,” kata Bunga seraya menjelaskan bahwa tersangkalah yang merenggut keperawanannya.

Menurutnya, aksi bejad itu sudah dilakukan Jarngap selama satu tahun enam bulan dan dilakukan di rumah Jarngap sendiri. Bila nafsunya tidak dilayani, Jarngap selalu mengancam. Jarngap bisa leluasa melakukan perbuatan tersebut karena seluruh anaknya sudah menikah dan tidak ada yang tinggal di kampung.

“Bila rumah Jarngap kosong, dia langsung memanggil aku untuk melayani nafsunya. Biasanya, Jarngap menyetubuhi aku pada Senin. Sebab, pada hari itu ada pekan di Laguboti. Selain itu, istrinya selalu pergi ke pekan saat sore hari. Saya juga disetubuhi jika istrinya pergi ke ladang,” ungkapnya.

Dijelaskannya lagi, korban harus melayani nafsu Jarngap sedikitnya satu kali dalam seminggu. Namun aksi tersebut tidak pernah ketahuan karena warga berpikir Bunga masih anak-anak, sementara Jarngap sudah tua.

“Walaupun sudah tua, Jarngap harus dilayani sedikitnya satu kali dalam seminggu. Saya dipaksa terus, kalau saya tidak mau, dia langsung datang ke rumah saya. Jadi, saya diancam akan dibunuh kalau tidak mau melayani nafsunya,” ujar Bunga.

Dikatakan gadis lugu itu, Jarngap terakhir kali menyetubuhinya awal Mei 2014 lalu, saat itu korban diketahui sudah hamil. Diakuinya, saat ini dirinya sudah hamil tujuh bulan. Namun, karena perutnya yang semakin membesar, ia terpaksa berhenti sekolah. Saat ini dia rindu dengan teman-teman sekolahnya.

“Awal Mei terakhir kalinya saya disetubuhinya dan saat itu kalau pun saya dipaksa saya tidak mau lagi. Saya memberitahukan kepadanya (Jarngap) kalau saya sudah hamil,” sebut gadis yang mengenakan kaos berwarna hijau.

Sementara itu, Kapolres Tobasa AKBP Edi Faryadi melalui Kapolsek Laguboti AKP Irwansyah Saragih didampingi Kanit Reskrim Ipda A Manurung saat dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya sudah menahan pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut.  “Kita sudah menahan pelaku dan sudah melakukan pemeriksaan atau visum kepada korban,” kata Ipda Manurung.

Pelaku sendiri dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 289 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular