Warga melintas di antara puing bangunan rumahnya di Desa Sungai Sirah, Dusun Duo, Kecamatan Sungai Limau, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (4/10). Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang Sumbar mengakibatkan sedikitnya 500 orang meninggal dan ribuan bangunan hancur.
Minggu, 11 Oktober 2009 | 12:21 WIB
PADANG, KOMPAS.com — Pemerintah Malaysia membantu sebesar 1 juta dollar AS untuk perbaikan infrastruktur dan bangunan publik yang rusak di Sumatera Barat akibat gempa bumi berkekuatan 7,9 skala Richter pada 30 September.
Bantuan tersebut diserahkan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi, dan diterima Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi di Padang, Minggu (11/10). Menurut Ahmad Zahid, bantuan itu akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, gedung pemerintahan serta fasilitas umum, seperti rumah ibadah dan sekolah, yang rusak akibat gempa tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Malaysia telah mengirimkan bantuan yang diangkut dengan 15 pesawat terbang khusus yang juga membawa 15 tim relawan. Mereka langsung bergerak ke lokasi bencana pascagempa itu.
Adapun untuk pencarian dan penyelamatan korban yang tertimbun bangunan, telah dikirim 70 relawan ke daerah bencana tersebut.
Ahmad Zahid mengatakan, bantuan itu lebih diprioritaskan untuk pembangunan fasilitas umum, seperti sekolah dan rumah ibadah, yang rusak di daerah itu. "Sebab, bangunan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Adapun untuk logistik kami sudah percaya Pemerintah Sumbar mampu menanganinya," katanya.
Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mengatakan, bantuan itu sangat bernilai dan dihargai masyarakat Sumbar. Ia mengatakan, akibat gempa tersebut, jumlah korban meninggal sebanyak 805 orang, 102 unit rumah hancur, 241 unit rumah hilang, dan menyebabkan 27 kebakaran di Kota Padang. Daerah yang paling parah kerusakannya adalah Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, pesisir selatan, dan Kabupaten Agam.
Rujukan:
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/11/12213514/malaysia.bantu.1.juta.dollar.as.untuk.korban.gempa