Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Sabtu, 27 Februari 2010

Gadis Indonesia Pula dilarikan ke Malaysia



SAMARINDA, KOMPAS.com - Seorang remaja berinisial RA (16) asal Kota Samarinda, Kalimantan Timur, diduga menjadi korban penculikan. Remaja yang duduk di kelas 1 SMK Negeri ini dibawa ke Negara Bagian Sabah di Malaysia oleh seseorang bernama Andika alias Andi alias Udin alias Yudi.

RA tiba di Indonesia di Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kalimantan Timur Odah Etam di Samarinda, Sabtu (27/2/2010) sore. RA diantar oleh staf Konsuler dan Ketenagakerjaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Kota Kinabalu, Sabah, Arnanto.

Kepada wartawan, RA menceritakan bahwa dia tidak pulang ke rumah sejak tanggal 4 Februari karena takut dimarahi keluarga. Seminggu kemudian, dia dan Andika pergi lalu tinggal di tempat Andika bekerja yakni di ladang kelapa sawit di Jalan Telumpit Sapi, Sandakan, Sabah.

"Saya mau ikut sendiri," kata RA kepada wartawan. Dia bahkan mengakui telah dinikahi secara siri oleh Andika. Pengakuan itu membuat ibunda RA, MH, kaget kemudian menitikkan air mata. RA mengakui dirinya pergi tanpa izin dari orangtua.

MH mengatakan, keluarga melapor kepada Polda Kaltim di Balikpapan dan Polsekta Samarinda Seberang terkait dugaan penculikan RA oleh Andika. "Kami lapor karena tidak tahu siapa yang membawa anak saya," katanya.

MH mengatakan, laporan kepada polisi itu atas dasar informasi dari RA bahwa remaja itu hendak pergi ke Malaysia pada 11 Februari dengan Andika. "Kami tidak kenal laki-laki itu (Andika)," katanya.

Keluarga berharap, Andika (19) bisa diproses secara hukum di Indonesia. Sebabnya, lelaki muda itu telah membawa seorang remaja perempuan tanpa seizin keluarganya. Bahkan, Andika telah menikahi RA secara siri padahal RA yang 16 tahun masih di bawah umur untuk menikah.

KJRI sendiri belum bisa memastikan apakah ada unsur perdagangan dalam peristiwa ini. Namun, Andika saat ini dalam pengawasan KJRI.

Dari hasil wawancara dengan RA, P2TP2A Kaltim menilai memang belum tampak indikasi bahwa RA diperdagangkan atau dilacurkan. Namun, lembaga ini masih curiga sebab pengakuan RA bisa saja berubah-ubah.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular