Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Khamis, 2 Februari 2012

Kronologi Penangkapan Jaksa Pemeras di Batam

Jaksa Juprizal yang ditangkap dengan dugaan pemerasan Rp 200 juta kepada konsultan, Ali Akbar




BATAM - Jaksa Juprizal kini menginap di Rutan Polda Kepulauan Riau (Kepri). Jaksa pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam ini tertangkap tangan sedang memeras Rp 200 juta. Korbannya yakni Ali Akbar selaku konsultan di Dinas PU Batam dan Suratno, pegawai di Dinas PU Batam.

Penangkapan Juprizal terjadi pada Rabu (1/2/2012) malam. Juprizal ditangkap massa dan Polda Kepri setelah meminta uang Rp 200 juta kepada Ali Akbar dan Suratno di Engku Putri, Batam.

Pemerasan ini berawal sekitar dua bulan lalu saat jaksa di Kejari Batam memanggil pihak konsultan dan pegawai PU Batam yang menangani proyek batu miring di daerah Patam Lestari, Sekupang, Batam senilai Rp 900.

Pihak Kejaksaan menduga ada ketidaksesuain ketentuan dan mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan juta rupiah.

Akhirnya Ali Akbar dan Suratno diperiksa oknum jaksa tersebut beberapa kali. Saat memenuhi panggilan oknum jaksa Juprizal tersebut, Ali dan Suratno telah menjelaskan rincian pengerjaan peroyek tersebut sesuai aturan yang ditentukan Dinas PU.

"Sudah sering saya diperiksa Jaksa Fl dan Jaksa Rf. Bahkan Pak Suratno juga. Tidak ada kesalahan yang ditemukan dalam pengerjaan proyek itu. Kalau kasus ini mau dihentikan, kedua jaksa itu minta nilai proyek Rp 900 juta itu dibagi dua. Mana bisa, untungnya saja tidak sampai Rp 400 juta, masa dia minta Rp 400 juta," ujar Ali.

Akhirnya setelah melalui negosiasi dan perundingan yang panjang, kedua oknum jaksa meminta uang sebesar Rp 200 juta. "Hari Rabu ditentukan penyerahan uang Rp 200 juta itu. Dari Rabu siang perjanjiannya. Awalnya dia minta diantarkan langsung ke kejaksaan. Tak mau saya," ujar Ali.

Ali menuturkan, awalnya ia dan Suratno diminta datang di depan bank BTN, setelah itu Ali dan Suratno dibawa berputar-putar. Setelah berputar-putar, Jaksa Fl menelepon agar memberikan uang itu kepada orang yang mengendarai motor ninja di depan Hotel Harris.

"Setelah di depan hotel Harris kami berhenti, datang orang pakai motor Ninja, minta tas yang kami bawa," kata Ali.

Diduga, jaksa Juprizal tidak melakukan aksi sendirian. Ia diawasi oleh beberapa oknum jaksa yang mengendari mobil

Drama penangkapan berlangsung dramatis. Jaksa Juprizal yang mengendarai sepeda motor menghampiri mobil Ali dan Suratno di depan Harris Hotel Batam Centre. Ali dan Suratno sudah menyiapkan uang Rp 200 juta dalam dua tas.

Baru satu tas yang berhasil diambil, massa dan petugas kepolisian langsung menyergap. Namun jaksa Juprizal mengetahui gelagat tidak bagus dan langsung kabur menuju arah Engku Putri.

Massa kemudian berteriak, "Maling...maling." Langsung saja puluhan massa merangsek mengejar jaksa Juprizal.
Jaksa Juprizal yang panik langsung mengeluarkan senjata api (senpi). Namun massa yang sudah beringas langsung melumpuhkan dan mengeroyok Juprizal.

Diancam Dibunuh, Keluarga Afriyani Mengungsi

Afriyani Susanti




JAKARTA - Tidak hanya hujatan publik, keluarga Afriyani Susanti pun menjadi sasaran kemarahan. Mereka mendapatkan ancaman penyerangan hingga pembunuhan.

Pengacara Afriyani, Efrizal mengatakan ancaman itu berawal saat akun facebook adik dari perempuan berusia 29 tahun itu, Rully diketahui publik. Dalam akun tersebut, Rully turut mencantumkan nomor telepon selulernya.

"Jadi tidak hanya dihujat di Facebook tapi mulai ditelepon dan di sms orang, diancam dibunuh," kata Efrizal di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2012).

Rully, kata Efrizal, tidak kuat mendapat ancaman terus-menerus hingga akhirnya membuang nomor telepon selulernya. Keluarga pun akhirnya mengungsi ke kediaman kerabat selama lima hari. "Keluarga Afriyani dibilang keluarga pembunuh, ibunya terus pingsan," katanya.

Tidak hanya keluarga, pengacara pun mendapat ancaman. "Sehari setelah nama saya keluar di media, tiba-tiba saja jadi banyak yang mengancam membunuh dan meneror saya," imbuh Efrizal.

Oleh karena itu, Efrizal memilih bungkam dan tidak memberikan alamat kantor pengacara kepada media. "Kita khawatir kantor juga menjadi sasaran kemarahan," imbuhnya.

Tekanan publik juga dialami Afriyani, Efrizal mengatakan kliennya tersebut tidak berani melihat tayangan televisi serta membaca koran. "Saat diperiksa, di ruangan penyidik ada televisi, Afriyani langsung meminta televisi dimatikan dan tidak mau membaca koran," tukasnya.

Pengendara Sepmor Kritis Disambar Petir

Zulkifli (25) penduduk Jalan Sultan Daulat, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam dilumuri lumpur setelah kritis akibat disambar petir yang menyambar saat hujan deras dan angin kencang mengguyur daerah ini.



SUBULUSSALAM - Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Subulussalam, Rabu (1/2/2012) sore tadi membawa petaka bagi Zulkifli (25), warga Jalan Sultan Daulat, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Pemuda yang sehari-hari bekerja di Kantor Kesbangpol dan Linmas Kota Subulussalam itu kritis akibat disambar petir saat sedang mengendarai sepeda motornya (sepmor) di Jalan Pertemuan.

Salah seorang saksi mata, Medan Rayali (33) mengatakan, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 16.40 WIB ketika hujan deras mengguyur Subulussalam. Saat kejadian, korban tengah mengendarai sepmor dari arah Jalan Teuku Umar menuju Jalan Malikussaleh. Namun, ketika sedang melintas di Jalan Pertemuan, menjelang Kantor DPRK Subulussalam tiba- tiba petir menyambar korban.

Melihat kejadian tersebut, Medan bersama sejumlah warga langsung mengejar memberikan pertolongan dengan melumpuri tubuh korban ke halaman rumah penduduk setempat. Tubuh korban pun dilumuri dengan lumpur. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan rasa panas yang menyengat tubuh korban akibat sambaran petir.

Berdasarkan catatan wartawan, Kota Subulussalam merupakan daerah rawan petir. Pasalnya, setiap hujan turun di daerah ini selalu diwarnai sambaran petir yang menggelegar dan kilat yang menyala-nyala. Petir tak hanya merusak barang-barang elektronik masyarakat namun tak jarang menyambar manusia.

Foto Manohara & Gubernur Diambil di Pulau Wakatobi




JAKARTA - Baru-baru ini beredar foto artis Manohara berlibur dengan seorang gubernur. Foto itu ternyata adalah foto lama.

Hal itu pun diungkapkan oleh ibunda Manohara, Daisy Fajarina saat dihubungi wartawan lewat telepon, Kamis (2/2/2012). Daisy pun mengungkapkan foto itu sudah di-crop.

"Iya (foto) itu udah lama juga, banyak yang ikut orang RCTI ikut, orang Indigo ikut dan foto itu di croping," ujarnya.

Lebih lanjut, Daisy menjelaskan foto itu diambil sekitar dua tahun lalu di pulau Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Mereka ke sana dalam rangka kunjungan bukan untuk liburan.

"Itu lagi kunjungan ke Wakatobi dan ramai sekali di kapalnya," ucapnya.

Tak Mau Ingatin Zumi Zola, Ayu Dewi siap mau menikah




JAKARTA - Ayu Dewi enggan menanggapi mantan kekasihnya, Zumi Zola yang dituduh berzinah dengan istri orang. Ayu mengaku tidak mau mengingat masa lalu saat berpacaran dengan Zumi.

"Enggak mau komentar yang kemarin, itu sudah masa lalu," ucap Ayu usai mengisi acara Dahsyatnya Award di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (26/1) dini hari.

Ayu yang pernah dikecewakan oleh bintang film Darah Garuda yang kini menjabat bupati di daerah Jambi itu ingin mengubur masa lalunya dalam-dalam.

"Aku mau yang ke depan, lusa dan besok. Prinsip saya kayak bajaj, maunya ke depan saja, nggak lihat ke kiri, ke kanan atau ke belakang," tandasnya.

Ayu Dewi sepertinya memang tidak ingin terlalu berlama-lama menikah. Setelah berpacaran dengan kekasihnya beberapa bulan lalu, Ayu kini tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya.

"Lagi persiapan, pokoknya kalau sudah kepentok-kepentok ya bismillah saja deh. Karena kan kalau mau melakukan niat baik kan nggak segampang melakukan hal-hal lain," ungkap Ayu.

Meski sempat dikecewakan karena gagal menikah dengan Zumi Zola, Ayu mengaku siap lahir bathin untuk menjadi istri dari kekasih barunya.

"Batin sih insyaallah sudah siap. Sekarang lebih ke teknis yang lagi disiapkan. Menikah itu kan tingkatannya lumayan tinggi, itukan amanah dan bentuk bakti kita ke orangtua," pungkasnya.

Namun saat didesak pertanyaan kapan waktunya untuk menggelar pernikahan dengan teman sekolahnya itu, Ayu masih merahasiakannya.

"Kasih tau nggak yaa? Pokoknya nanti ada deh," candanya.

Gadis ini dicekoki dengan sabu sebelum diperkosa



MEDAN - Dua pemerkosa remaja perempuan di dalam angkutan umum diamankan jajaran Polsek Medan Baru. Pelaku ditangkap di tempat mangkal mereka di depan sebuah mal di Jalan Kapten Muslim, Medan, Sumatera Utara.

Kapolsek Medan Baru Kompol Doni Alexander mengatakan berdasarkan hasil

pemeriksaan sementara terhadap pelaku Ma (28) dan Ed (30), korban nampak bingung mencari angkot. Kebingungan itu yang kemudian dimanfaatkan para pelaku dengan menawarkan bantuan.

Korban yang masih berusia 15 tahun dibawa paksa ke dalam hotel setelah menaiki angkot jurusan Petisah menuju Medan Helvetia.

Di sekitar hotel, korban sempat melawan hingga akhirnya dicekoki dengan sabu.

“Sebelum diperkosa, tersangka dicekoki dengan sabu di sebuah hotel dan digilir oleh kedua tersangka,” kata Doni, Selasa (31/1/2012).

Kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuata mereka.

“Kedua tersangka akan dikenakan Undang Undang Perlindungan Anak Pasal 80 dan 81 sebab korban masih di bawah umur,” bebernya.

Melampau: Temui kepala babi di masjid Al-Hidayah Sentul pula



KUALA LUMPUR - Selepas penemuan kepala babi di sebuah masjid di Rawang kelmarin, Masjid Al-Hidayah, Sentul di sini turut dikejutkan dengan insiden yang sama.

Kepala babi yang dibungkus dengan plastik disedari oleh seorang tukang sapu yang sekitar jam 7.30 pagi tadi. Ia diletakkan di depan pagar utama kawasan masjid berkenaan.

Kehadiran bungkusan itu disedari kira-kira jam 11 malam tadi oleh bilal masjid yang awalnya menyangkakan ia hanya sampah selepas ia menghalang pagar daripada ditutup.

Dalam plastik berkenaan terdapat kaki, kepala, kulit dan bebeapa anggota badan babi.

Unit forensik sedang menjalankan siasatan dan kawasan masjid berkenaan kini menjadi tumpuan awam.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular