Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Selasa, 15 Januari 2013

Siswi SMK Trauma Berat Usai Diperkosa 10 Pemuda




SIDOARJO - Nasib malang menimpa Putri (16),  Siswi SMK swasta di Sidoarjo, Jawa Timur diperkosa dua kali oleh 10 pemuda secara bergantian.

Korban dicekoki dulu dengan minuman keras (miras), sebelum diperkosa. Dari 10 pelaku, baru tiga tersangka yang dijebloskan ke tahanana Polsek Prambon. Ketiganya adalah Saiful Anam (21) dan M Efendi (20), warga Desa Wirobiting; serta Satria Utama (20), warga Desa Simpang, Kecamatan Prambon.

Saiful dan Efendi, merupakan tersangka kasus pemerkosaan pertama pada November 2012. Dalam kasus ini, dua tersangka masih dalam pengejaran.

Sedangkan Satria Utama adalah tersangka kasus pemerkosaan pada 14 Desember 2012. Lima teman Satria hingga kini masih dalam pencarian polisi.

Kapolsek Prambon AKP Wagiran, prihatin dengan nasib yang dialami korban. Sebab, korban yang masih anak-anak harus mengalami trauma berat. Apalagi, korban masih berstatus pelajar.

“Kami berusaha menangkap lima pemuda yang masih ada di luar,” ujar AKP Wagira, Sabtu (12/1/2013).

Pemerkosaan pertama terjadi saat korban diajak Efendi beserta dua pria lainnya, bermain ke rumah Saiful di Desa Wirobiting. Rumah Saiful yang siang itu sepi, dimanfaatkan untuk berbuat tak senonoh. Awalnya, korban bersama empat ABG yang sudah dikenalnya, duduk bareng sambil bergurau di ruang tamu.

Rupanya, Efendi Cs sudah merencanakan perbuatan tak senonoh di rumah Saiful. Yang melakukan hubungan intim pertama kali adalah Efendi. Kemudian, disusul tiga temannya yang lain. Efendi saat diperiksa penyidik, mengaku tidak memaksa korban.

“Saya tidak memaksanya. Begitu saya ajak ke kamar, saya ajak hubungan intim,” kata Efendi.

Pemerkosaan terhadap Putri kembali terjadi pada 14 Desember 2012. Sebelum diperkosa, korban lebih dulu diajak pesta miras di rumah Imam di Desa Pejangkungan, Kecamatan Prambon.

Korban yang kala itu wanita satu-satunya, menjadi sasaran tumpahan gelas dari para pemuda. Ia terus dicekoki miras jenis arak sampai 13 gelas, hingga tak sadarkan diri.

Begitu korban sudah tidak bisa apa-apa, seluruh baju korban dilucuti, lantas diperkosa oleh enam pemuda, termasuk Satria yang kini ditahan Mapolsek Prambon.

Setelah puas, enam pemuda melarikan diri, karena takut dengan kondisi korban. Imam, sang pemilik rumah dalam kasus ini, hanya dimintai keterangan sebagai saksi, karena tidak ikut memerkosa korban.

Kaum wanita dilarang Ngangkang di Lhokseumawe

JAKARTA -- Larangan ngangkang saat berboncengan sepeda motor di Lhokseumawe, Aceh, menuai pro kontra. Gubernur Aceh Zaini Abdullah akan mengkaji lagi aturan itu.

"Saya kira nanti kita bisa bicarakan tentang itu," kata Zaini.

Hal itu disampaikannya sesudah rapat dengan Komisi II membahas status Bawaslu Aceh di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/1/2013).

Zaini mengatakan, pihaknya masih akan menjaring pendapat dan masukan mengenai aturan itu. Lalu kemudian baru akan merumuskan solusi.

"Saya kira, ini pendapat pro dan kontra masih ada dan saya kira sudah akan ada solusi yang cukup," ujarnya.

"Saya kira nanti saya jawab ini hal yang patut kita rapikan bersama karena ini hal yang sensitif," imbuhnya.

Seperti diberitakan, Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya mengeluarkan surat edaran yang mengimbau kaum perempuan tidak duduk mengangkang saat dibonceng di sepeda motor. Edaran itu akan dievaluasi 3 bulan ke depan. Rencananya kebijakan itu akan dijadikan Peraturan Wali Kota.

Tak Maju Lagi, Ini Pandangan SBY Soal Pilpres 2014


JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat suara mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.

Kata SBY, Pilpres mendatang tidaklah sama dengan pilpres yang lalu. Baik pada 2004 maupun 2009 lalu.

Pasalnya, Pilpres 2014 mendatang, incumbent tidak lain SBY, tidak bisa lagi mengikuti "pertarungan" menuju kursi RI 1, karena SBY telah memimpin dua periode.

"Karena tidak ada calon incumbent, medan politik akan luas sekali, lebar kompetisi bisa lebih keras dibandingkan sebelumnya," ungkap Presiden saat acara Presidential Lecture oleh Presiden Republik Indonesia dengan tema "Indonesia Democracy Outlook", di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (15/1/2013).

Pertarungan politik mengincar kursi RI 1, kata dia juga bakal lebih semarak mengingat pemunculan Calon Presiden begitu banyak, seperti yang sudah muncul yakni 36 Capres berdasarkan versi majalah Indonesia 2014.

"Baik itu yang sudah mendeklarasikan secara langsung maupun masih terselubung. Bagi saya baik," menurut SBY.

Masih menurut SBY, makin banyak calon yang ingin memimpin dan berbuat lebih baik untuk rakyat itu harus disyukuri.

"Pandangan saya, kampanye terbuka dalam gubungan besar, sebaiknya dikurangi. Diganti dengan kampanye 1000, 2000 orang di ruangan tertutup. Yang penting emdia massa mau menyiapkan, yang penting rakyat mendengar. Dengan demikian lebih tertib dan hemat," pesan SBY.

Begitu pula, kata SBY, untuk debat capres dan cawapres dibuat terarah dan lebih tajam serta fokus serta relevan dengan pekerjaan presiden.

"KPU harus ajak rakyat menonton, sebagaimana di AS. Setelah simak debat itu rakyat diajak mendengarkan bukan saja visi dan misi umum tetapi juga menyangkut solusi apa dan tindakan apa yang akan dilakukan presiden terpilih nanti menghadapi masalah bangsa yang kompelks," menurutnya.


Depe Dituding Minta Uang Rp 400 Juta ke Jupe

JAKARTA - Hubungan Dewi Persik dan Julia Perez sepertinya akan kembali memanas. Pasalnya, Depe mengaku kembali punya sedikit masalah dengan Jupe. Apa itu?

Perempuan asal Jember itu menuturkan bahwa ada pihak yang menyebutkan dirinya meminta uang Rp 400 juta kepada Jupe. Permintaan uang dijelaskan terkait keputusan Mahkamah Agung yang memvonis empat bulan penjara Jupe.

"Masalah Jupe, kemarin saya ditanya teman-teman mengenai masalah penangguhan penahanan. Katanya Depe minta uang Rp 400 juta pada Jupe, supaya Jupe nggak ditahan. Saya bilang, loh yang punya hukum kan bukan saya," ungkapnya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Senin (15/1/2013).

Selain itu, ternyata ada salah satu teman Depe yang merupakan seorang pengusaha yang juga mempertanyakan hal yang sama. "Terus anaknya pak haji Tommy, BBM ke saya. 'Say kamu bener mau nahan Jupe say, itu soalnya Jupe minta uang sama pak haji Tommy, sama babe say'. itu untuk penangguhan penahan," ujarnya.

Pemilik nama lengkap Dewi Murya Agung itu pun mengaku tidak tahu masalah penangguhan tersebut. Tapi ia yakin bahwa apa yang terjadi adalah hukum karma dari permasalahan sebelumnya.

"Itu kita punya buktinya. Itu berarti tandanya Tuhan memberikan jawaban buat saya. Berarti saya kan ditolong. Kalau ada yang bilang dunia ini nggak adil, itu nggak benar. Dunia itu adil. Hukum karma itu ada," jelasnya.

Namun, sampai saat ini pihak Jupe masih belum dikonfirmasi perihal pernyataan Depe tersebut. Jupe dan Depe memang sempat bermasalah pada November 2011 lalu. Kedua terjerat kasus cakar-cakaran dalam pembuatan film 'Arwah Goyang Jupe Depe'.

Isnin, 14 Januari 2013

Rakam gambar bogel mangsa


KLANG - Seorang wanita bukan saja dirogol bergilir-gilir oleh sekumpulan lelaki malah gambarnya dalam keadaan berbogel turut dirakam kumpulan itu.

Mangsa juga mendakwa dijadikan tebusan selama sehari dalam kejadian Selasa lalu itu.

Kejadian berlaku kira-kira jam 2.30 petang ketika mangsa sedang menunggu bas di Seksyen 15, Shah Alam, dekat sini bersama seorang rakannya sebelum dia diculik serta dibawa ke satu tempat oleh kumpulan lelaki itu.

Bagaimanapun, rakan mangsa tidak diculik.

Mangsa hanya dibebaskan kira-kira jam 3 petang keesokannya. Sebaik dibebaskan, mangsa terus pulang ke rumah sebelum membuat laporan di Balai Polis Klang, pada Jumaat.

Ketua Polis Daerah Klang, Asisten Komisioner Mohamad Mat Yusop (gambar) ketika dihubungi mengesahkan mengenai laporan itu dan memberitahu siasatan mengenainya sedang dijalankan.

“Memang kita menerima satu laporan mengenai kejadian tapi kes berkenaan berlaku di Shah Alam, jadi siasatan dijalankan mereka.(metro)

Guru tampar bekas isteri kena bayar RM30,000


Arifin menunjukkan kecederaan di telinga kiri Aida yang masih memerlukan rawatan susulan, semalam.

KOTA BHARU – Mahkamah Sesyen Pasir Mas semalam memerintahkan seorang guru membayar ganti rugi am RM30,000 kepada bekas isterinya selepas dengan sengaja menyebabkan kecederaan kepada wanita itu.

Keputusan dibuat Hakim Irwan Suainbon selepas mendengar keseluruhan kes tuntutan saman oleh Aida Rohani Mohamad, 39, terhadap bekas suaminya, Shakri Latif.

Aida, penjawat awam, yang berkhidmat di sebuah jabatan di sini mengemukakan saman menuntut ganti rugi selepas cedera dalam satu pergaduhan di rumah mereka di Taman Seri Neting, Pengkalan Kubor, Tumpat pada 9 Mei 2007.

Pasangan terbabit mendirikan rumah tangga pada 14 Februari 1997 dan dikurniakan dua cahaya mata.

Dalam pergaduhan jam 6.30 pagi itu, defendan bertindak memukul serta menampar plaintif beberapa kali di bahagian badan dan kepala hingga menyebabkan dia cedera parah di telinga kiri serta lebam di bahagian muka sebelah kanan.

Aida yang ketika itu masih isteri kepada defendan kemudian membuat laporan di Balai Polis Kok Lanas sebelum menerima rawatan di Klinik Kesihatan Bandar Tumpat dan disahkan mengalami pendarahan di telinga kirinya.

Sementara itu, plaintif yang ditemui di rumahnya di Alor Hijau, Selising, Pasir Puteh, semalam nyata gembira dengan keputusan terbabit.(sh)

'Scan' penyakit guna telefon bimbit, warga emas rugi RM3,500

ALOR GAJAH - Seorang warga emas rugi kira-kira RM3,500 selepas tiga barangan kemas miliknya dilarikan seorang wanita yang menyamar sebagai wakil Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) di Kampung Lendu Hilir, di sini, petang kelmarin.

Dalam kejadian jam 5 petang itu, mangsa, Che Rus Uda, 74, didatangi seorang wanita lingkungan usia 20-an yang memperkenalkan diri sebagai wakil JKM.

Menurutnya, ketika kejadian, dia yang tinggal sendirian sejak lebih 50 tahun lalu sedang menonton televisyen sebelum terdengar suara memberi salam berulang kali.

“Perbualan antara saya dengan wanita itu hanya dalam jarak jauh sebelum dia memaksa saya membuka pintu yang dikunci cucu yang keluar beberapa minit sebelum kejadian.

“Kemudian wanita yang memakai kemeja dan bertudung putih itu turun dari sebuah kereta menyatakan hendak melakukan pemeriksaan kesihatan sebelum mendesak saya membuka pintu rumah,” katanya.

Che Rus berkata, selepas wanita itu masuk ke dalam rumahnya, dia diarahkan membuka semua barang kemas yang dipakainya dan berbaring untuk melakukan pemeriksaan.

“Walaupun dalam keadaan terpinga-pinga, saya buka juga gelang tangan, rantai leher dan anting-anting dan meletakkannya di atas lipatan baju di ruang tamu.

“Melihat keadaan saya yang tidak selesa berbaring di atas lantai, wanita itu mengarahkan saya masuk ke dalam bilik sebelum dia 'scan' seluruh badan dengan menggunakan telefon bimbitnya sahaja. Kemudian dia keluar untuk menghubungi seseorang,” katanya.

Dia berkata, selesai ‘pemeriksaan’, wanita itu menghalangnya daripada bangun dengan alasan dia akan pitam jika berjalan.

“Sepanjang dalam bilik saya berasa tidak sedap hati memikirkan barangan kemas yang ditinggalkan di ruang tamu dan terus keluar dari bilik sebaik terdengar pintu besi di beranda rumah seolah-olah ditolak seseorang.

“Selepas itu, saya terkejut apabila melihat kesemua barang kemas sudah hilang malah kelibat wanita itu juga tiada,” katanya.

Katanya, sebelum kejadian, wanita berkenaan ada datang ke rumahnya, namun beredar selepas menyedari cucunya, Hussin Abu Hasan, 31, turut berada di rumah dan datang semula 30 minit kemudian.

“Saya difahamkan oleh jiran berdekatan, kereta dinaiki wanita itu sudah berlegar-legar di hadapan rumah saya kira-kira 30 minit sebelum kejadian itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Polis Daerah, Superintendan Umar Ali Saifuddin Shaharuddin ketika dihubungi mengesahkan kejadian itu dan menasihatkan golongan warga emas khususnya supaya lebih berhati-hati.(sh)

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular