Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Ahad, 4 Oktober 2009

Mercy Malaysia hantar pasukan pembedahan dan perubatan ke Padang

04/10/2009 4:18pm

KUALA LUMPUR 4 Okt — Persatuan Bantuan Perubatan Malaysia (Mercy Malaysia) menghantar satu pasukan pakar pembedahan dan perubatan untuk merawat mangsa-mangsa gempa bumi di sekitar Pariaman, Padang, Sumatera, Indonesia.

Presidennya Dr Ahmad Faizal Perdaus berkata keputusan menghantar pasukan dibuat setelah penilaian pertama yang dijalankan Mercy Malaysia yang ke Padang Khamis lepas, mendapati Pariaman dengan penduduk 600,000 merupakan kawasan kedua paling teruk dilanda gempa bumi yang memerlukan bantuan perubatan.

Pasukan pembedahan itu, yang berlepas hari ini dan esok, terdiri daripada pakar bedah ortopedik, pakar bedah am, pakar bius, doktor perubatan am (GP) dan jururawat, katanya dalam kenyataan di sini hari ini.

Beliau berkata pasukan itu akan berkhidmat di Hospital Pariaman untuk merawat pesakit berkaitan cedera teruk akibat gempa bumi.

Di samping itu juga mereka akan melakukan pengasingan pesakit yang memerlukan rawatan segera dan rawatan cedera serta sakit selepas kejadian itu dan mengenalpasti mereka yang perlu dimasukkan ke hospital selain menangani keperluan penjagaan kesihatan utama penduduk luar bandar yang menjadi mangsa gempa bumi tersebut. - Bernama

Malaysia hantar 3 bentuk bantuan ke Padang

03/10/2009 2:37pm

PEKAN 3 Okt. – Malaysia menghantar tiga bentuk bantuan kemanusiaan kepada Indonesia berikutan gempa bumi yang melanda Padang, Sumatera Barat yang telah mengorbankan ratusan nyawa dan kerosakan harta benda Rabu lalu.

Tiga bentuk bantuan tersebut ialah:

* Pasukan Mencari dan Menyelamat Malaysia (Smart) seramai 39 anggota.

* Pasukan perubatan dan terdiri daripada Angkatan Tentera Malaysia (ATM), pegawai dan kakitangan Kementerian Kesihatan serta Persatuan Bantuan Perubatan Malaysia (Mercy Malaysia).

* Barangan keperluan harian dan kewangan.

Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak berkata, bantuan kemanusiaan itu akan dihantar secara berperingkat bermula hari ini apabila 39 anggota Smart berlepas ke Padang pada pagi ini.-Utusan

Sabtu, 3 Oktober 2009

Indonesia Tanya Bantuan Malaysia ??


Sejak malam tadi saya terus mengikuti berita di TV ONE dan METRO TV, terus terang saya menangis melihat penuturan korban gempa yang selamat di hotel ambacang (Bpk Dwi) yang di wawancarai oleh TV ONE di lokasi gempa dengan Istri dan anak-anaknya di Studio TV ONE, saya membayangkan kondisi pak dwi yang benar-benar tidak masuk diakal bisa selamat dan keluar dari tumpukan beton dan batu-batu yang roboh. Saya juga terharu melihat para relawan yang terus berjuang untuk mencari korban-korban yang masih hidup di bawah reruntuhan hotel ambacang, mereka terus bekerja hingga malam hari. Semoga ALLAH memberikan balasan bagi TIM relawan tersebut.

Korban Gempa Padang terus bertambah, dan kemungkinan masih banyak lagi yang masih tertimbun di bawah bangunan yang hancur di kota padang, pariaman dan sekitarnya. Bantuan pun datang dari Pemerintah Indonesia lewat PMI, TNI dan organisasi-organisasi kemanusiaan, tak ketinggalan juga bantuan datang dari negara-negara luar yang merasa tersentuh atas musibah gempa berkekuatan 7,6 skala Ricther ini.

Bantuan dari negara-negara luar seperti Jepang yang mengirimkan 15 relawan beserta 3 anjing pelacak, Swiss yang mengirimkan 5 orang relawan, Uni Eropa yang menyumbangkan dana sebesar 42 Milyar, Amerika Serikat juga mengirimkan bantuan berupa dana, Arab Saudi mengirimkan bantuan berupa Alat Berat, Anjing Pelacak, Tim Relawan dan obat-obatan, Negara Australia mengirimkan peralatan obat-obatan dan tim relawan, Bahkan Rakyat Hunggaria kalau tidak salah juga ikut membantu korban gempa Padang.

Negara-negara yang jauh seperti jepang, swiss, arab saudi saja dan Amerika saja tersentuh dan tergerak hatinya untuk membantu proses evakuasi korban-korban gempa di padang, namun bagaimana dengan negara muslim tetangga kita, yang jaraknya hanya tidak sampai 3 jam dari sumatera barat?? dimana rasa kemanusiaanmu Wahai Malaysia.. tidak kah tersentuh hatimu melihat warga padang yang masih serumpun dengan mu, yang seagama dan seiman denganmu…?

Jepang yang tidak seiman, amerika, swiss saja bisa tersentuh, mengapa engkau tidak tergerak sama sekali.

Saya menulis seperti ini bukan maksud untuk memprovokasi, tidak habis pikir mengapa tidak ada reaksi sama sekali dari negara malaysia yang letaknya berdampingan dengan sumatera barat. Sudah banyak budaya dan kekayaan Indonesia yang kau ambil, kini rakyat indonesia terkena musibah tidak tergerak hati untuk membantu.

Saya mengajak semua yang membaca tulisan ini untuk sedikit menyumbangkan harta/ rezeki anda untuk warga padang yang terkena musibah gempa, sekecil apapun sumbangan yang anda berikan pasti bermanfaat bagi mereka yang kehilangan saudara, orang tua dan tempat tinggal dan semoga ALLAH membalas kebaikan saudara semua.. amin.


Rujukan:
http://direktori.kreatif.web.id/2009/10/03/bantuan-untuk-korban-gempa-padang/

Jumaat, 2 Oktober 2009

Indonesia Terus Angkuh



Warga Indonesia terus angkuh mempertahankan keegowannya menyalahkan Malaysia yang memulakan percetusan konfrantasi selama ini.

Keangkuhan itu diperkuatkan lagi dengan percikkan api-api yang di hembur oleh pihak media massa di Indonesia yang sengaja diatur dan mengajak warga Indonesia seluruhnya membanci Malaysia.

Seingat saya, kejadian ini bertambah panas dan kontroversi apabila iklan pelancongan malaysia yang diusaha oleh Discovery Channel tersalah masuk " tarian Pendet" kedalam promote tersebut.

Setelah promote tersebut dipaparkan di layar Tv, Indonesia bangun menentang keras penyiaran tarian tersebut sekaligus mengherdik Malaysia dengan tuduhan Malaysia tidak punyai identitas dengan mengklim tarian tersebut dan Malaysia Negara maling.

Mengikut pada fikiran yang waras lagi mampuh - tidak mungkin kerana tarian yang tersalah masuk itu menjadi isu besar buat Indonesia ?? hingga tercetus semula slogan " Ganyang Malaysia" serta tindakan menghalau warga Malaysia (Sweeping Malaysia) yang berada di Indonesia.

" Apa ada kelebihan tarian yang mendedahkan aurat itu dipertahankan daripada mempertahan Kecucian Agama Islam yang addin??"...

Kerana perbuatan sekumpulan kecil warga Indonesia itu, menjadikan rakyat Malaysia dan Rakyat Indonesia bertelangkah dan salah faham serta menjadi jurang yang sebelum ini terjalin erat sebagai satu rumpun.

Sejak itu, lahirlah pelbagai blog memaki hamun serta menghina Malaysia dilakukan oleh forumer Indonesia.

Bagi Malaysia pula terpaksa membalasnya dan terus menjadi panas hingga kini. Malaysia terpaksa menjawabnya kerana mengikut kefahaman orang-orang Indonesia " Sekiranya Malaysia terus berdiam diri BERERTI SEGALA TUDUHAN DAN KECEMAN MEREKA TERHADAP MALAYSIA ADALAH BENAR DAN BETUL ' walaupun ianya sebagai provokasi.

Akhir ini pula timbul dakwaan Malaysia menghina lagu kebangsaan " Indonesia Raya" dengan menukar lirik-lirik lagu berkenaan.Pada hal mereka yang mendahulukan perbuatan tersebut.

Ikutilah dakwaan tersebut melalui clip video ini;




Khamis, 1 Oktober 2009

Gempa di Padang Masih Akan Terus Berlanjut



Bangsa Indonesia kembali mendapat cobaan. Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter kembali mengguncang Pulau Sumatera tepatnya di Provinsi Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Pariaman, Padang, dan Bukit Tinggi. Bencana gempa bumi yang terjadi pada tanggal 30 September 2009, telah menelan ratusan korban jiwa, ribuan rumah, dan harta benda.

Gempa yang terjadi di Padang dan Jambi ini diperkirakan masih akan terus berlanjut. Rentetan gempa diprakirakan akan bergerak ke arah utara Indonesia. Hal tersebut berdasarkan penelitian Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), yang diinformasikan pada para wartawan, Kamis (1/10/2009). Bakosurtanal menyebutkan, potensi gempa akan terus terjadi dengan kekuatan sedang hingga besar. Hal ini dikarenakan adanya pergeseran tiga lempengan bumi yang saling menyesuaikan posisi, setelah patahan Sumatera bergesek.

Banyak warga Provinsi Sumatera Barat yang dipastikan tewas akibat tertimbun puing akibat gempa bumi Rabu kemarin. Namun, hingga kini jumlah korban tewas gempa di wilayah Sumatera ini masih simpang siur. Sebagaimana data yang dimiliki Kementerian Kesejahteraan Rakyat, jumlah korban tewas akibat gempa di Sumbar sudah mencapai 529 jiwa.

Bahkan, jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah. Namun, berbeda dengan data yang dimiliki Satkorlak di lapangan. Pasalnya, menurut data yang dihimpun Satkorlak hingga petang ini, jumlah korban tewas baru mencapai 369 orang. Selain itu, Satkorlak juga mencatat sebayak 87 warga mengalami luka berat dan 2.094 warga mengalami luka ringan. Beberapa bangunan pun diketahui rusak. Bangunan yang mengalami rusak berat sebanyak 740, rusak sedang 260, dan rusak ringan sebanyak 1.710 unit bangunan.

Bandara Minangkabau menjadi lokasi pengungsian bagi para korban bencana yang ingin melakukan eksodus ke luar Padang atau Sumatera Barat. Pantauan di bandara, Kamis (1/10/2009), Setidaknya ratusan orang nampak beristirahat di sepanjang teras bandara yang berkategori internasional ini. Namun hal ini sama sekali tidak dilarang oleh pihak bandara. Bahkan pihak bandara menyediakan karpet bagi para pengungsi yang digelar di teras bandara. Sementara keadaan bandara pun tak kalah prihatin. Sebagian atap bandara sepanjang 100 meter terlihat hancur akibat goncangan gempa, sebagian jaringan listrik di bandara juga terputus.

Pengerahan pasukan terdiri dari Mabes TNI (Puskes TNI 68 orang tenaga medis), TNI AD (Korem 032/WRB sebanyak 2 Satuan Setingkat Peleton (SST), Kodim 0308/Pariaman 100 personel, Kodim 0312/Padang 1 SST, Kodim 0417/Kerinci 1 SST, Yonif 131/Braja Sakti 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK), Yonif 133/Yudha Sakti 2 SSK, Denzipur 2 Payakumbuh 1 SSK), TNI AL (Lantamal II Padang 1 SSK) , TNI AU (Lanud Padang 1 SSK). Selain mengerahkan personel, TNI juga mengerahkan 3 Hercules TNI AU, 7 KRI, dan 1 Heli TNI AL untuk melaksanakan dukungan angkutan bantuan sosial bagi masyarakat dan membantu pelaksanaan proses evakuasi korban. Pada hari pertama, 3 Hercules TNI AU sudah melaksanakan pengangkutan bantuan sosial dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, yang terdiri dari: bantuan Puskes TNI (ambulans 1 unit, tenda kesehatan 37 koli, obat-obatan 49 koli), Babek TNI (tenda serba guna 4 koli, tenda VIP 6 koli, tenda peleton 40 koli, velbed 3 koli, T2 ABC 390 koli, TB 1 sebanyak 130 koli, FD 3 sebanyak 55 koli, kompor lapangan 22 koli, bahan bakar padat 39 koli), Depkes RI (barang campuran 135 koli), BNPB (kelambu 120 koli, selimut 48 koli, alat dapur 100 koli, tenda gulung 50 koli, genset 10 koli, family kit 7 koli, kid ware 16 koli, pakaian 4 koli), Rescue Jakarta (barang campuran 3 koli), Sumbangan dari masyarakat berupa barang campuran sebanyak 32 koli. Sementara itu, 7 KRI yang disiapkan di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta, hari ini mengangkut 300 personel Marinir, 1 ambulans, 3 dump truck, 3 truk, bego 1 unit dan mobil tangki air 1 unit. Selain itu, diangkut pula alat perlengkapan lapangan satuan, genset, tenda dan perlengkapan dapur lengkap.

Bantuan dari Pangkostrad yang diangkut oleh KRI berupa 3 unit water rescue (alat pemroses air siap minum) 3 truk tangki air, 1 ton peralatan dapur lapangan, 1 peleton kesehatan untuk mendirikan RS lapangan serta obat-obatan. Bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum Pusat berupa 5 truk tangki air, 2 truk tenda dan perlengkapan lapangan serta 5000 handuk sumbangan dari masyarakat.

Bagi masyarakat dan instansi yang ingin menyalurkan bantuannya untuk korban gempa di Sumatera Barat, dapat langsung menghubungi Posko Satgas Bencana Kolinlamil di Jl. Raya Pelabuhan Pos IX Tanjung Priok Jakarta, Telepon (021) 4301495.

Sebanyak tujuh ton obat-obatan dari berbagai jenis didatangkan ke Kota Padang, Sumatera Barat. Hal ini dilakukan mengingat Kota Padang mulai mengalami kekurangan obat-obatan untuk korban gempa bumi. "Sebanyak tujuh ton sudah dikirim ke sini (Padang) sejak tadi pagi.

Namun, entah mengapa baru tiba pukul empat petang," ujar Menteri Kesehatan Siti Fadhillah Supari kepada wartawan di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Kamis (1/10/2009). Saat ini, lanjut dia, obat-obatan tersebut sudah disalurkan ke rumah sakit Dr M Djamil dan beberapa pusat kesehatan lainnya. "Kami juga mengirimkan 92 tenaga medis termasuk dokter ahli," tandasnya. Kendati demikian, Menkes menyayangkan sulitnya sarana komunikasi seperti telepon ataupun telepon genggam. Sehingga, hal ini memperlambat kinerja tim di lapangan dalam mengatasi para korban.

Rujukan:
http://www.slidegossip.com/2009/10/gempa-di-padang-masih-akan-terus.html

Puluhan Guru Jadi Relawan Ganyang Malaysia


Bandung, (tvOne)

Sebanyak 50 guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Honorer Indonesia se-Kabupaten Bandung, melakukan apel siaga di kantor Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera). Mereka sekaligus mendaftar diri menjadi relawan ganyang Malaysia.

"Saya kecewa dengan pemerintah. Lebih baik saya mati di Malaysia dari pada mati perlahan di negeri sendiri," ujar seorang guru agama bernama Ahmad Lutfi, Minggu.

Mereka menganggap Malaysia adalah negara yang tidak tahu balas budi. Padahal Indonesia pernah mengirim guru untuk mengajar di Malaysia.

"Apa yang dilakukan Malaysia pada Indonesia. Tepat seperti kata pepatah, air susu di balas dengan air tuba," ujar guru taman kanak-kanak bernama Neni.

Mereka juga mengecam sikap pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, karena tidak memberikan rasa rohmatnya kepada para guru. "Apalagi nasib guru honorer yang masih terbengkalai," ujar Neni lagi. (VIVAnews.com)
Rujukan: http://www.tvone.co.id/berita/view/22977/2009/09/13/puluhan_guru_jadi_relawan_ganyang_malaysia

Selayang Pandang di negara tetangga

Gara-gara Hutang, Kerabat Sendiri Dibunuh



Liputan6.com, Manado: Diduga hanya karena utang piutang, seorang pria tewas mengenaskan di tangan kerabatnya sendiri di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Peristiwa tragis ini berawal saat korban mendatangi rumah tersangka bernama Raden Bilawa untuk menagih hutang. Di sana, korban sempat beradu mulut dengan istri tersangka.

Tak terima istrinya diserang, tersangka lalu menghabisi korban dengan benda tumpul hingga tewas. Usai melakukan aksinya, tersangka langsung menyerahkan diri ke Markas Kepolisian Resor Bolaang Mongondow. Selengkapnya simak video berita ini.(WIL/VIN)


Satu Keluarga Dibunuh Demi Harta Warisan

30/09/2009 05:17 Liputan6.com, Pontianak: Seorang pemuda menghabisi nyawa tiga anggota keluarganya secara beruntun hanya untuk menguasai harta warisan. Kuburan para korban digali jajaran Kepolisian Kota Besar Pontianak di kompleks pemakaman di Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (29/9) siang.

Proses penggalian ini menarik perhatian warga sekitar. Warga penasaran karena jasad Fatimah, nenek berusia 69 tahun serta cucunya, Rivaldi yang berusia lima tahun diduga tewas tak wajar. Menurut rencana jenazah kedua korban akan diotopsi untuk mengetahui penyebab kematian mereka.

Kasus ini terungkap setelah polisi membekuk Sucipto yang diduga membunuh kakeknya, Abdul Latif, tiga hari lalu. Dari hasil penyelidikan terungkap pelaku menghabisi nyawa kakeknya 73 tahun untuk menjual rumah warisan keluarga guna membeli narkoba. Sucipto juga diduga menghabisi nyawa Fatimah dan Rivaldi.(JUM)


Mahasiswi Dibunuh di Kamar Kos

29/09/2009 21:05 Liputan6.com, Palangkaraya: Kasus pembunuhan disertai perampokan menimpa seorang mahasiswi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tewasnya Norhasanah, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri Palangkaraya, membuat geger warga Jalan Gobos, Palangkaraya. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar kosnya dengan kondisi mengenaskan.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, korban diduga tewas dibunuh perampok. Sejumlah barang korban seperti laptop, telepon genggam, dan sepeda motor juga raib dibawa pelaku. Korban diperkirakan sudah tewas lebih dari satu hari. Saat kejadian rumah kos memang tengah sepi karena sebagian besar penghuni sedang pulang kampung untuk berlebaran.

Kasus perampokan disertai pembunuhan ini masih ditangani aparat Kepolisian Resor Palangkaraya. Sedangkan jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Dokter Doris Silvanus untuk diotopsi. Selengkapnya simak video berita ini.(ADO/VIN)

Mulyana Tewas di Tangan Kerabat Sendiri

29/09/2009 21:30 Liputan6.com, Jakarta: Diduga berlatar belakang dendam, seorang pemuda bernama Mulyana di Koja, Jakarta Utara, tewas di tangan kerabatnya, belum lama ini. Korban yang berprofesi sebagai juru parkir itu meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pelabuhan, Jakarta Utara, dengan luka senjata tajam di tubuhnya.


Kasus ini bermula saat korban dan kerabatnya bernama Dodi alias Petruk tengah bertemu di Jalan Mantang, Koja, tidak jauh dari rumah korban. Diduga tidak terima dengan perkataan korban, Dodi langsung menyerang korban dengan senjata tajam. Tersangka yang langsung kabur usai melakukan aksinya hingga kini masih diburu personel Kepolisian Sektor Koja. Selengkapnya simak video berita ini.(ADO/VIN)


RI-Malaysia Sepakat Hindari Isu Klaim Budaya


Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk sedapat mungkin menghindari isu klaim warisan budaya sebagai usaha untuk memperkecil masalah yang mungkin terjadi antara dua negara tetangga itu. Hal itu dinyatakan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dalam konferensi pers yang diadakan sesaat setelah pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman, di Jakarta, Kamis (17/9).

"Kami sepakat untuk mengurangi hal-hal yang akan menjadi isu sensitif bagi masyarakat dua negara termasuk klaim budaya agar tidak ada kesalahpahaman dan perpecahan hubungan Indonesia-Malaysia lagi," ujar Hassan seperti dikutip ANTARA.

Hassan menjelaskan sebagai negara yang bertetangga dekat, Indonesia dan Malaysia banyak berbagi produk budaya dan seni yang sama akibat hubungan dekat masyarakatnya baik secara historis maupun geografis sejak bertahun-tahun yang lalu. Oleh sebab itu, kata Hassan, masyarakat dua negara tidak perlu terlalu sensitif dalam hal sebaran budaya ini karena ada beberapa produk-produk sejenis yang sifatnya milik bersama atau universal.

"Sebaiknya semua masalah diselesaikan dengan pendekatan rasional dan dalam semangat ingin mempersatukan rakyat Indonesia-Malaysia dalam suatu hubungan yang harmonis," ujar Hassan.

Dia menambahkan, untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam hubungan bilateral kedua negara, Indonesia dan Malaysia mulai tahun lalu telah membentuk delegasi kelompok tokoh dua negara (EPG) untuk melakukan riset sekaligus menyampaikan rekomendasinya terhadap perbaikan hubungan dua negara di masa yang akan datang."EPG dua negara sudah siap dengan laporannya dan akan segera menyampaikan hal tersebut ke pimpinan negara masing-masing," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman, menjelaskan pemerintahnya tidak pernah berniat untuk mengakui warisan budaya milik Indonesia. "Kita banyak memiliki produk budaya dan seni yang sama dengan Indonesia. Kami tidak pernah berniat mengklaim hak Indonesia melainkan hanya mencoba menghargainya lewat ekspose di Malaysia," ujar Anifah.

Anifah juga meminta agar media kedua negara tidak menyebarkan isu-isu yang bisa menimbulkan polemik di masyarakat.

Pertemuan Menlu Indonesia dengan Menlu Malaysia hari ini di Gedung Pancasila, Kantor Departemen Luar Negeri Indonesia, juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Da`i Bachtiar. Rombongan tiba di Kantor Departemen Luar Negeri sekitar pukul 10.00 WIB tadi pagi. Rombongan dijadwalkan akan menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara [baca: Presiden Terima Menlu Malaysia].(AND)

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular