Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Selasa, 1 Februari 2011

Janda dicekup selang sehari



GUA MUSANG: Seorang janda berusia 28 tahun nyata tidak serik melakukan maksiat apabila dua hari berturut-turut dicekup khalwat bersama pasangan berlainan dalam serbuan di rumah kosong di Kampung Lembaga, awal pagi kelmarin, malah lebih mengejutkan seorang lagi janda berusia 29 tahun turut ditemui dalam bilik di rumah berkenaan bersama temannya.

Serbuan kira-kira jam 8.30 pagi itu membabitkan sepasukan Skuad Amru bersama Pegawai Penguat Kuasa Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Kelantan (JAHEAIK) diketuai Penolong Penguatkuasa Agama Jajahan, Husnie Adabi Abdul Kadir.

Dua pasangan itu dipercayai menceroboh masuk ke rumah terbabit menerusi tingkap berikutan tindakan pemiliknya mengunci pintu.

Pegawai Agama Jajahan, Anuar Hashim berkata, serbuan dilakukan pasukan penguatkuasanya selepas menerima maklumat orang awam berhubung kehadiran dua pasangan bermadu kasih dalam rumah berkenaan.

Menurutnya, pegawai penguat kuasa juga terpaksa memanjat rumah itu menerusi tingkap untuk melakukan pemeriksaan terhadap kediaman berkenaan, namun tidak sempat menahan teman lelaki dua wanita terbabit yang meloloskan diri.

“Sebaik memasuki rumah terbabit, kami menemui dua janda termasuk seorang daripadanya pernah ditangkap khalwat sehari sebelumnya di Kampung Jerek Kaling.

Kapal, pesawat jadi penyelamat

LAPANGAN Terbang Kaherah sesak apabila orang ramai tidak sabar untuk meninggalkan Mesir dengan menaiki pesawat semalam.


KUALA LUMPUR – Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak berkata, kerajaan memutuskan untuk membawa keluar pelajar-pelajar Malaysia dari Mesir menerusi laut dan udara berikutan pergolakan di negara itu yang semakin meruncing.

Beliau berkata, keputusan itu dibuat setelah mendapat laporan daripada delegasi Malaysia ke sana yang diketuai Timbalan Menteri Luar, A. Kohilan Pillay dan turut disertai Setiausaha Politik Perdana Menteri, Datuk Sahlan Ismail.

“Beberapa langkah segera akan diambil untuk membawa keluar pelajar-pelajar kita dari Mesir,” katanya kepada Bernama di sini malam tadi.

Antara langkah berkenaan ialah meminta kapal Bunga Mas 5, iaitu sebuah kapal serbaguna yang dikawal oleh Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang sedang bertugas di Teluk Aden, untuk belayar ke Pelabuhan Adabiyah di selatan Kaherah bagi membawa keluar pelajar-pelajar berkenaan.

“Kapal itu dijangka tiba di Pelabuhan Adabiah pada 5 Februari. Ia dapat memuatkan kira-kira 500 pelajar kita,” katanya.

Najib juga berkata bahawa beliau sudah berunding dengan Menteri Luar, Datuk Seri Anifah Aman untuk meminta syarikat penerbangan Malaysia Airlines (MAS) dan AirAsia untuk melakukan penerbangan khas ke Kaherah untuk membawa keluar pelajar-pelajar Malaysia.

“Mereka (MAS dan AirAsia) akan memaklumkan kepada saya esok (hari ini) mengenai kemungkinan menggunakan pesawat mereka untuk tugas itu,” katanya.

'Tolong selamatkan kami'

RUMAH Negeri Sembilan di Kaherah ini adalah antara tempat kediaman pelajar Malaysia yang menuntut di Mesir.



KOTA BHARU - Pelajar jurusan pergigian di Universiti Al-Azhar, Tengku Nurfar'ain Qistina Tuan Kamarul Baharin (gambar), 21, bernasib baik kerana sempat meninggalkan Mesir kelmarin walaupun dia tidak mempunyai wang yang cukup.

Semuanya kerana ibu kepada kenalannya mempunyai kad kredit dan dengan kemudahan kewangan itu, mereka berjaya membeli tiga tiket penerbangan pesawat Gulf Air dan tiba di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) pukul 9.30 pagi kelmarin.

Namun ada pesanan rakan-rakan pelajarnya di negara yang sedang bergolak itu menyebabkan dia tidak lena tidur.

"Kawan-kawan saya pesan, kalau saya selamat balik, tolong selamatkan mereka pula," ujarnya pada sidang akhbar di sini semalam.

Katanya, walaupun dia mempunyai wang di dalam bank, masalah yang dihadapi ramai orang di Mesir ialah semua urusniaga perbankantelah dihentikan.

"Saya Kira Istri, Tapi Rasanya Kok Lain"




TENGGARONG:--- Petugas Polres Kutai Kartanegara (Kukar) terus menyidik kasus dugaan perkosaan dilakukan SH (50), warga Kampung Tanjung, Jl Diponegoro, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kamis (27/1) siang lalu, terhadap anak kandungnya, sebut saja Kembang (15).

Meskipun saat ditangkap polisi, Jumat (28/1) lalu, SH membantah. Tapi belakangan lelaki itu mengaku "mencoblos" Kembang. "Ya Pak, saya khilaf," ujar SH kepada polisi.
Lebih jauh pekerja serabutan itu mengatakan, siang itu sebelum kejadian sempat tertidur di kamarnya. Di situ juga ada Kembang tengah berbaring bersama adik perempuannya yang masih kecil, juga anak SH.

Nah, SH yang mendadak terbangun lalu melihat Kembang masih tidur nyeyak bersama adiknya itu, seketika langsung beraksi. Saat berbuat yang tak semestinya, SH mengaku tersadar dari khilafnya. "Saya kira istri. Tapi kok rasanya lain. Di situlah saya tersadar," tambah SH.

Tak hanya itu, kepada polisi SH juga hanya mengaku, baru sekali itu menggarap anak kandungnya. Ini berbeda dengan pengaduan Kembang yang menyebut, dirinya sudah 5 kali dikerjai SH sejak 2009 lalu.

"Benar Pak, saya baru sekali begitukan," katanya sembari menyebut, Kembang merupakan anak kandungnya, buah pernikahan dengan istrinya yang ketiga.

SH mengerjai Kembang kala istrinya sedang berjualan gado-gadi keliling. "Korban baru berani mengadu ke polisi beberapa hari lalu. Ia mengaku sering digauli ayahnya, sejak 2009 lalu. Semuanya dilakukan saat ibunya berjualan gado-gado keliling di Tenggarong," ujar Kapolres Kukar AKBP Fadjar Abdillah didampingi Penjabat Sementara (Pjs) Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Safi'i Nafsikin.

"Korban juga mengaku, setiap akan melakukan aksinya, ayahnya selalu mengancam akan membunuh jika perbuatan itu diceritakan ke orang lain," tambahnya.
Kepada polisi, Kembang mengaku masih trauma. Apalagi pada kejadian terakhir, dilakukan siang hari. Padahal ketika itu, Kembang sedang tidur bersama adiknya yang masih kecil. Namun tiba-tiba saja dibekap SH.

"Korban diancam dibunuh jika teriak atau menolak keinginan tersangka. Karena takut, akhirnya si ayah leluasa menggarap anak perempuan tersebut," tambah Safi'i.

Gempar: Kilatan Cahaya Aneh di Langit Pacitan



Surabaya:-- Munculnya kilatan cahaya memancarkan warna biru dan berganti kemerahan di langit Pacitan, tidak menutup kemungkinan berasal dari meteor. Pasalnya, kalender astronomi, mulai 28 Januari 2011 hingga 21 Februari 2011, akan terjadi hujan meteor.

"Kemungkinan itu meteor," ujar staf Observatorium Bosscha yang enggan disebutkan identitasnya, saat dihubungi Selasa (1/2/2011).

Ia mengatakan, kemungkinan cahaya yang terlihat warga Pacitan adalah batu kecil yang banyak berada di luar atmosfer bumi, kemudian tertarik ke bumi, karena gaya grafitasi bumi.

"Jika tidak ada bekas dari jatuhnya meteor, maka meteor tersebut terbakar habis di udara. Kebanyakan, meteor itu terbakar habis di udara," tuturnya.

Ia menerangkan, menurut kalender astronomi, mulai 28 Januari 2011 hingga 21 Februari 2011, akan terjadi hujan meteor. Namun, jumlah meteor yang bisa terlihat, intensitasnya antara 2 sampai 8 kali per jam.

"Meteor-meteor itu namanya Alpha Centaurids dan bisa dilihat dari langit bagian selatan," terangnya.

Dari penuturan warga seperti yang disampaikan Putut Prasetyo (22) warga Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, cahaya tersebut muncul dari sebelah utara, mendadak bersinar terang berwarna biru. Tak berselang lama, bola cahaya raksasa itu bercampur percikan sinar merah lalu menghilang.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah cahaya yang dilihat warga Pacitan itu adalah meteor Alpha Centaurids, sumber itu mengaku belum berani memastikan dan masih akan mendalami.

"Meteor Alpha Centaurids itu dari selatan. Kalau terlihat dari utara, nanti akan kita teliti," jelasnya.

Seperti diberitakan, warga Pacitan digemparkan penampakan kilatan cahaya aneh di langit, Senin (31/1/2011) malam. Bias sinar yang membentuk setengah lingkaran itu memancarkan warna biru dan berganti kemerahan sesaat sebelum lenyap. Selain di Sukoharjo, beberapa warga di Desa Mentoro juga mengaku melihatnya.

Kasus Luna Maya dan Cut Tari Tetap Berjalan





JAKARTA:-- Nazriel Irham, yang sebagai vokalis dikenal dengan nama Ariel "Peterpan", telah divonis tiga tahun enam bulan penjara ditambah denda Rp 250 juta terkait dengan keterlibatannya dalam penyebaran video-video asusila. Vonis itu dibacakan di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (31/1/2011).

Kasus tersebut juga menyeret dua artis lain, kekasih Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari. Cut Tari mengaku ia memang menjadi pasangan Ariel dalam salah satu video itu. Sementara itu, Luna membantah bahwa ia dan Ariel main dalam salah satu video tersebut.

Di luar ketiga artis itu, kasus penyebaran video-video seks tersebut menyeret enam orang, yaitu Reza Rizaldy alias Redjoy, Bekti, Iyus Indrawan, Dicky Permana, Rudi Febriyanto, dan Angga Eka Hanizar. Redjoy sudah divonis dua tahun enam bulan penjara oleh majelis hakim PN Bandung, Senin.

Sementara itu, menurut Wakil Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal (Pol) Untung Yoga Ana, Dicky, Rudi, dan Angga masih dalam tahap melengkapi berkas perkara sesuai dengan petunjuk jaksa peneliti. Adapun Iyus dan Bekti tengah disidang di PN Jakarta Timur.

Lalu, bagaimana penyidikan kasus Cut Tari dan Luna Maya di Bareskrim Polri? Yoga mengatakan, penyidikan terhadap kedua tersangka itu tetap berjalan. Putusan untuk Ariel, kata Yoga, bisa menguatkan penyidik lantaran keduanya dijerat dengan Pasal 55 KUHP tentang Penyertaan. "Luna dan Tari terkait perbuatan ikut serta (melakukan pidana). Apabila perkara Ariel sudah putusan, tentu Luna dan Tari menyangkut perbuatan ikut serta," ungkap Yoga di Mabes Polri, Selasa.

Mahasiswa Semarang Hilang di Kairo

Situasi di Mesir saat ini.


SEMARANG:--— Mahasiswa asal Kota Semarang, Jawa Tengah, Lutfichakim (25), yang kuliah di Fakultas Syariah Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya setelah kerusuhan melanda negara tersebut.

Menurut keterangan kakak kandung Lutfichakim, Zaenal Abidin (27), yang ditemui di rumah orangtuanya di Kampung Karangasem Nomor 34 RT 01 RW 01, Kelurahan Trimulyo, Genuk, Semarang, Selasa (1/2/2011), pihak keluarga terakhir berhubungan melalui internet sekitar satu minggu yang lalu sebelum terjadi kerusuhan.

"Setelah itu setiap kali saya mencoba menghubungi Lutfi selalu tidak bisa, baik melalui telepon seluler ataupun internet," katanya yang mewakili pihak keluarga bersama dengan kakak kandungnya, Nurochman (35).

Pada 2007 anak bungsu dari enam bersaudara tersebut kuliah di Kairo, Mesir, setelah mendapat beasiswa dari pemerintah dan akan kembali ke Indonesia pada 2011.

Selama kuliah di Universitas Al Azhar, Lutfichakim yang belum menikah tersebut tinggal di asrama mahasiswa di daerah Madinah.

"Pihak keluarga sebenarnya yakin Lutfichakim dalam keadaan selamat. Namun, jika belum melihat kondisi langsung, kami masih belum percaya," ujarnya.

Selain terus mencoba menghubungi Lutfichakim melalui telepon, pihak keluarga juga berusaha menghubungi nomor call center, yang ada di beberapa media massa untuk mencari tahu keberadaan yang bersangkutan, tetapi itu belum membuahkan hasil.

Ia mengharapkan, pemerintah segera melakukan evakuasi terhadap seluruh warga negara Indonesia yang berada di Mesir serta memberikan jaminan keamanan dan keselamatan.

Istikomah (65), ibu kandung Lutfichakim, mengaku sangat mengkhawatirkan salah seorang anaknya tersebut dan berharap yang bersangkutan segera pulang ke rumah dalam keadaan selamat.

Ia juga mengaku sangat sedih dan tidak mau makan sejak empat hari yang lalu karena mengkhawatirkan keadaan anaknya yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya tersebut.

"Saya berharap anak saya dapat segera pulang dengan selamat," kata Istikomah sambil memegang foto Lutfichakim.

Lebih dari 100 orang tewas dan ribuan lain luka-luka dalam waktu satu minggu sejak terjadinya kerusuhan di Mesir akibat rakyat setempat menuntut turunnya Presiden Hosni Mubarak yang telah sekitar 30 tahun memerintah.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular