Nuffnang Ads
SAJIAN KAMI
BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..
Khamis, 21 Februari 2013
Ketua DPRD Usir Anak dan Istri Demi Nikahi Mantan Pacar Anaknya
Andi Asni (39) asal Maroangin Kecamatan Maiwa, Enrekang, mantan istri Ketua DPRD Kabupaten Enrekang, Andi Natsir, memperlihatkan foto pernikahan ketua DPRD Enrekang tersebut usai jumpa pers di warkop pelni jalan pelita Makassar, Rabu (20/2/2013)
MAKASSAR - Demi bisa menikah seorang gadis ABG, Ketua DPRD Kabupaten Enrekang, Andi Natsir, tega mengusir istrinya sendiri, Andi Asni (39), serta anak kandungnya, dari rumah kediaman yang merupakan rumah jabatan ketua DPRD.
Andi Natsir mengusir istri dan anaknya, setelah keduanya menemukan foto Andi Natsir bersama seorang ABG. Perempuan di foto tersebut adalah mantan pacar dari anak Andi Natsir, yang diketahui baru berusia 19 tahun dan baru lulus SMA.
Dalam jumpa pers yang digelar di sebuah warung kopi di Jl Pelni Pelita Raya Makassar, Rabu (20/02/2013), Andi Asni yang didampingi pengurus Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM serta LBHP2I Indonesia Sulawesi Selatan, membeberkan perlakuan sang suami. Selain diusir dari rumah, Andi Asni juga mengaku selama ini kerap mendapat perlakuan kasar dan tindakan kekerasan.
Tak hanya itu, kata Andi Asni, ia juga malah dituduh sebagai pihak yang berselingkuh dalam pertimbangan putusan perkara perceraiannya, yang kini bergulir di Pengadilan Agama Kabupaten Enrekang.
Sementara itu Ketua PBHI Wilayah Sulsel, Wahidin Kamase, yang mendampingi Andi Asni, menilai perilaku Andi Natsir tidak bisa lagi ditolerir. “Perbuatan itu sangat tercela dan terkutuk. Sebagai pejabat publik yang bersangkutan harusnya memberikan contoh yang baik, bukan sebaliknya,” ujar Wahidin.
Wahidin pun mengancam akan melaporkan perilaku Andi Natsir kepada badan kehormatan DPRD Enrekang. Dia berharap kasus tersebut bisa menjadi perhatian, sehingga pejabat yang bersangkutan mendapat sanksi.
Rabu, 20 Februari 2013
Diperkosa Lalu Dikawini Paksa
MUARAENIM - Malang sekali nasib Mawar, seorang warga dari Desa Gunung Megang, Muaraenim. Setelah diperkosa, barulah ia dikawini oleh RS warga Desa Kayuara Sakti.
Tidak senang perlakuan tersebut, keluarga korban mengadu ke Mapolres Muaraenim, Senin (18/2/2013).
Berdasarkan laporan di kepolisian, peristiwa berawal saat pelaku RS mengajak korban Mawar, Jumat (15/2/2013), untuk jalan-jalan dengan mobilnya.
Awalnya ajakan ditolak oleh korban. Namun dengan tipu muslihat dan bujuk rayunya, akhirnya korban menurut saja diajak jalan-jalan. Di tengah perjalanan, tiba-tiba pelaku membelokkan mobilnya ke arah Pendopo, Talangubi, Muaraenim.
Korban yang mulai merasakan gelagat tidak baik mulai sempat bertanya dan meminta pelaku untuk pulang kembali. Tetapi permintaan korban tidak digubris, bahkan pelaku marah-marah.
Tiba di Pendopo, Talangubi, ditempat yang cukup sepi, pelaku tiba-tiba menghentikan kendaraannya dan memaksa korban untuk berhubungan intim.
Awalnya permintaan pelaku langsung ditolak korban, namun pelaku yang sudah syahwatnya memuncak tidak habis akal langsung mengancam dan akan membunuhnya jika tidak mau memenuhi keinginannya.
Oleh karena terus didesak dan dalam keadaan takut, akhirnya korban pasrah dan menyerah.
Kemudian sekitar pukul 17.00, korban diajak pelaku ke salah seorang rumah Ketua RT (Rukun Tetangga) setempat dengan maksud untuk dinikahkan dengan korban. Kemudian oleh RT setempat memanggil seorang penghulu dan menikahkan mereka dengan bertindak sebagai wali adalah penghulu itu sendiri.
Setelah selesai melakukan akad nikah, pelaku kembali mengajak korban jalan jalan di daerah Pendopo, Talangubi. Selama di Talangubi, pelaku terus meminta korban untuk berhubungan intim, meskipun sering ditolak korban.
Namun dengan dibawah ancaman pelaku dengan leluasa menggaulinya selama tiga hari. Pada hari Minggu (17/2/2013), sekitar pukul 14.00, barulah pelaku mengantarkan korban ke rumah orangtuanya.
Tanpa basa-basi, pelaku dengan tenangnya berbicara kepada orangtua korban bahwa status mereka sudah suami istri sebab telah menikah di Talangubi sembari menunjukkan surat keterangan bahwa mereka sudah menikah.
Setelah itu, pelaku langsung pulang ke desanya dengan meninggalkan korban di rumah orangtua Mawar. Atas kejadian tersebut, spontan membuat keluarga Mawar berang dan melaporkannya ke Mapolres Muaraenim.
Kapolres Muaraenim AKBP Drs Muhammad Aris melalui Kasatreskrim AKP Jhon Laturada didampingi Kasubag Humas Aiptu Yarmi, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihaknya sedang memeriksa korban dan saksi-saksi untuk penyelidikan lebih lanjut.
Jeslina tidak jadi bercerai kerana haid
KUALA LUMPUR - Pelakon dan penyanyi Jeslina Hashim yang menyepikan diri daripada dunia hiburan selepas berkahwin dengan warga New Zealand lapan tahun lalu tiba-tiba muncul dengan isu keretakan rumah tangganya.
Bagaimanapun, proses perceraian Jeslina, 35, dengan Dion Andrew Vercoe, 40, di Mahkamah Rendah Syariah di sini semalam terbantut selepas pelakon filem Seri Dewi Malam itu memberitahu sedang didatangi haid (tidak suci).
Terdahulu, peguam syarie Muhammad Hafiz Ab. Rashid, mewakili Dion selaku plaintif memaklumkan bahawa anak guamnya sudah memfailkan perceraian secara baik mengikut Seksyen 47 Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam Wilayah Persekutuan 1984.
"Kami memfailkan beberapa permohonan di Mahkamah Tinggi. Saya ada melampirkan perjanjian berhubung perkara-perkara selepas perceraian yang dipersetujui kedua-dua belah pihak.
"Antaranya meliputi terma-terma hak penjagaan anak dan tuntutan nafkah mutaah lebih RM150,000," katanya yang turut memohon supaya isu perceraian dibawa ke Mahkamah Tinggi untuk diselesaikan.(kosmo)
Bagaimanapun, proses perceraian Jeslina, 35, dengan Dion Andrew Vercoe, 40, di Mahkamah Rendah Syariah di sini semalam terbantut selepas pelakon filem Seri Dewi Malam itu memberitahu sedang didatangi haid (tidak suci).
Terdahulu, peguam syarie Muhammad Hafiz Ab. Rashid, mewakili Dion selaku plaintif memaklumkan bahawa anak guamnya sudah memfailkan perceraian secara baik mengikut Seksyen 47 Enakmen Undang-Undang Keluarga Islam Wilayah Persekutuan 1984.
"Kami memfailkan beberapa permohonan di Mahkamah Tinggi. Saya ada melampirkan perjanjian berhubung perkara-perkara selepas perceraian yang dipersetujui kedua-dua belah pihak.
"Antaranya meliputi terma-terma hak penjagaan anak dan tuntutan nafkah mutaah lebih RM150,000," katanya yang turut memohon supaya isu perceraian dibawa ke Mahkamah Tinggi untuk diselesaikan.(kosmo)
DP Perkosa Anaknya 4 Kali Tiap Minggu Selama 5 Tahun
JAKARTA - Setelah lima tahun dicabuli DP, ayahnya, DI (18) saat ini tengah mengandung janin satu bulan. Hal itu terungkap dari hasil visum DI di RS Polri pada Senin sore.
"Betul, sebulan," ujar Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Endang kepada wartawan Selasa (19/2/2013) pagi.
Endang menjelaskan, perbuatan tersangka telah dilakukan sejak DI berusia 13 tahun atau 5 tahun silam. Menurut keterangan tersangka pada polisi, tercatat sekitar 60 kali ia melakukannya terhadap sang putri.
Namun, diduga DP melakukannya lebih dari pengakuannya. Sebab, dalam keterangan lain, ia menyebutkan satu minggu bisa tiga atau empat kali tersangka menyetubuhi DI.
"Kenapa tidak lapor sejak dulu karena korban masih kecil dan takut ancaman pelaku. Tapi belakangan dia memutuskan untuk mengadu karena sudah tidak tahan lagi," ujar Endang.
Hingga Selasa pagi, pria yang kini tengah bekerja sebagai sales di showroom mobil tersebut masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Timur. Korban diketahui telah diambil keterangan sekaligus hasil visumnya Senin malam dan kini tengah diungsikan ke kediaman saudaranya.
Atas perbuatannya, DP dijerat Pasal 294 KUHP terntang Perbuatan Cabul Terhadap Anak Sendiri dan Pasal 81 UU Perlindungan Anak Pasal 81 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Sultan Selangor perkenan bubar Dun Selangor
SHAH ALAM - Sultan Selangor, Sultan Sharafuddin Idris Shah perkenan untuk membubarkan Dewan Undangan Negeri (Dun) apabila tiba masa yang sesuai, kata Menteri Besar, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim.
Bagaimanapun tarikh pembubaran Dun Selangor itu hanya akan diumumkan selepas perayaan Chap Goh Mei minggu depan, katanya.(sh)
Selasa, 19 Februari 2013
Kakek Bercucu Dua Pacari Gadis Belia
WONOSARI - Marsudi (40), warga Dusun Karangtengah 1, Desa Karangtengah, Wonosari, babak belur dihajar massa, Sabtu (16/2/2013) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Pria bercucu dua ini menjadi bulan-bulanan massa, setelah ketahuan memacari anak yang masih di bawah umur, Bunga (15).
Aksi main hakim sendiri ini dilakukan oleh warga, setelah Marsudi diketahui mengajak Bunga berjalan-jalan di wilayah Nglipar. Setelah pulang dan disidang, Marsudi langsung dihajar oleh warga yang sebelumnya sudah mencarinya.
Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat Bunga tidak ditemukan keluarganya yang menjemput ke sekolah. Pihak keluarga akhirnya melakukan pencarian hingga sore. Beredar kabar Bunga diajak jalan-jalan oleh Marsudi di sekitar persawahan di wilayah Nglipar. "Saat dijemput, Bunga ini sudah tidak ada di sekolah," kata kakak ipar Bunga, Maryono.
Setelah mendapatkan informasi keberadaan Bunga, Maryono bersama warga kemudian langsung melakukan pencarian ke wilayah Nglipar. Maryono dan warga tidak menemukan keduanya dan terus melakukan pencarian.
Namun setelah beberapa saat melakukan pencarian, warga tetap tidak menemukannya dan langsung pulang. Sesampai di rumah, warga mendapati Bunga dan Marsudi sudah di rumah ketua RT.
Setelah dimintai keterangan, Marsudi mengaku hanya berjalan-jalan saja. Saat itu Bunga ingin curhat mengenai masalah pribadi. Warga yang mendengar jawaban Marsudi bertambah geram dan langsung menghajarnya hingga babak belur.
Tak lama kemudian petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian untuk menenangkan massa. Petugas kemudian langsung mengamankan Marsudi ke Polres. Karena mengalami lukas, petugas kemudian membawanya ke RSUD Wonosari.
Aksi main hakim sendiri ini dilakukan oleh warga, setelah Marsudi diketahui mengajak Bunga berjalan-jalan di wilayah Nglipar. Setelah pulang dan disidang, Marsudi langsung dihajar oleh warga yang sebelumnya sudah mencarinya.
Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat Bunga tidak ditemukan keluarganya yang menjemput ke sekolah. Pihak keluarga akhirnya melakukan pencarian hingga sore. Beredar kabar Bunga diajak jalan-jalan oleh Marsudi di sekitar persawahan di wilayah Nglipar. "Saat dijemput, Bunga ini sudah tidak ada di sekolah," kata kakak ipar Bunga, Maryono.
Setelah mendapatkan informasi keberadaan Bunga, Maryono bersama warga kemudian langsung melakukan pencarian ke wilayah Nglipar. Maryono dan warga tidak menemukan keduanya dan terus melakukan pencarian.
Namun setelah beberapa saat melakukan pencarian, warga tetap tidak menemukannya dan langsung pulang. Sesampai di rumah, warga mendapati Bunga dan Marsudi sudah di rumah ketua RT.
Setelah dimintai keterangan, Marsudi mengaku hanya berjalan-jalan saja. Saat itu Bunga ingin curhat mengenai masalah pribadi. Warga yang mendengar jawaban Marsudi bertambah geram dan langsung menghajarnya hingga babak belur.
Tak lama kemudian petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian untuk menenangkan massa. Petugas kemudian langsung mengamankan Marsudi ke Polres. Karena mengalami lukas, petugas kemudian membawanya ke RSUD Wonosari.
Janda 3 anak,berkemban bersama lelaki warga Nepal diberkas
AMPANG - Seorang janda beranak tiga dicekup bersama pasangannya, warga Nepal yang dikenali sejak dua bulan lalu, setelah disyaki berkhalwat di sebuah rumah kedai, di Pandan Perdana, awal pagi semalam.
Pasangan itu ditahan kira-kira jam 1 pagi oleh sepasukan penguat kuasa Jabatan Agama Islam Selangor (Jais) dan pegawai Masjid Al-Azim, Pandan Indah.
Pegawai Masjid Al- Azim, Ahmad Nawi Othman berkata, pihaknya bergegas ke lokasi membuat pemeriksaan sebaik menerima aduan mengenai kegiatan maksiat di bilik sewa rumah berkenaan.
"Setelah beberapa kali mengetuk bilik berkenaan, seorang wanita sekitar usia 38 tahun yang hanya berkemban dengan tuala membuka pintu.
"Wanita itu terkejut melihat kehadiran penguat kuasa, lalu memberi alasan tinggal bersama kakaknya, namun kami berjaya menemui seorang lelaki berpakaian lengkap berusia 30 tahun menyorok bawah tilam di premis sama,” katanya.
Menurutnya, wanita yang bekerja sebagai kerani di sebuah syarikat pengawal keselamatan itu juga beralasan membenarkan lelaki baru dikenali itu tinggal bersama kerana simpati.
“Wanita itu memberi alasan kasihan dan membenarkan tinggal bersama di bilik sewa terbabit kerana sebelum ini teman lelakinya mendiami hostel yang sempit serta sesak.
"Pasangan itu kemudiannya dibawa ke Balai Polis Pandan Indah untuk laporan tangkapan dan wanita terbabit diberi jaminan keluarga atau kenalan, bagaimanapun lelaki Nepal berkenaan dilepaskan kerana bukan Islam," katanya.
Langgan:
Catatan (Atom)
PENCARIAN DIBLOG INI
Arkib Blog
Pengikut
Ads
Catatan Popular
-
JAKARTA - Angka 13 kerap kali dikaitkan dengan sebuah kesialan. Paling tidak itu yang dialami seorang siswi SMK. Dirinya diperkosa 13 pe...
-
Foto ini beredaran di internet. JAKARTA - Beberapa waktu lalu, pedangdut Siti Badriah diterpa isu foto syur. Foto bugil wanita mirip ...
-
LAMPUNG - Perbuatan tidak senonoh semacam ini patut dijadikan pembelajaran penting bagi orangtua dan guru di sekolah. Bagaimana tidak,...
-
INDRALAYA - Sum saat ditemui wartawan di SPK Polres OI mengaku sebelum digerebek warga, malam itu memang melakukan hubungan badan satu kali...
-
JAKARTA - Penampilan Anang dan Ashanty di Dahsyat, Minggu (8-1) kemarin menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Pasalnya, pakaian yang di...
-
JAKARTA - Model dan aktris Baby Margaretha mengaku diintai kamera saat buang air kecil di toilet sebuah restoran. Tapi Baby tahu siapa pe...
-
SAMPIT, (Kalteng) - Pemain video syur berdurasi 3 menit 59 detik terungkap. sang wanita memang benar siswa SMAN 1 Sampit dan telah dilkelu...
-
PEKALONGAN - Sepasang pelajar SMA di Pekalongan, Jawa Tengah tertangkap basah tengah berbuat mesum didalam bilik warnet. Petugas yang meng...
-
MANOKWARI - Jaksa Penuntut Umum (JPU),Lan Woretma,SH menuntut terdakwa bersial M (14 tahun) selama 3 tahun penjara dan denda Rp 30 juta sub...
-
MEDAN - Akhir pekan kemarin, warga Kota Medan digegerkan beredarnya foto mesum mirip seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dise...







