
Liputan6.com, Jakarta: Jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia terus meningkat. Data terakhir yang dikumpulkan saja dalam sebulan terjadi peningkatan sebanyak 1.000 orang. Salah satu penyebabnya, masih banyak masyarakat yang lebih senang mencari kenikmatan tanpa mau menderita.
"Harusnya ada manajemen bagaimana yang menyenangkan itu bisa aman dari risiko tertular HIV/AID," jelas kata aktivis HIV/AIDS, Baby Jim Aditya, saat dihubungi liputan6.com, Jakarta, Rabu (1/12).
Selain itu, lanjut Baby Jim, pendidikan reproduksi dan pendidikan seks masih minim. Bahkan kesadaran masyarakat masih rendah. "Harusnya ada kesadaran dari masyarakat. Kalau tidak peduli pada kesehatan pasangannya setidaknya dia peduli dengan kesehatan irinya sendiri,"
Tingginya jumlah penderita HIV/AIDS setiap tahunnya, lanjut Baby Jim, penyalah gunaan jarum suntik narkotika juga ikut andil. "Untuk menurunkan jumlah penderita bukan pekerjaan yang mudah karena menyangkut ratusan juta jiwa. Peningkatannya dalam sebulan saja seribu orang se Indonesia. Itu saja yang terdata, belum lagi yang belum terdata," ujar dia.
Menurut Baby Jim, berbagai upaya telah dilakukannya, termasuk penyuluhan atau pun pendidikan. Namun dengan penyuluhan dan pendidikan tidak serta merta membuat sikap seseorang menetap.