
WATAMPONE - Ketua Waria Sulawesi Selatan, Fitri Pabutungi, meminta organisasi Front Pembela Islam (FPI) untuk tidak melakukan kekerasan selama ramadhan. Pernyataan tersebut dilontarkan Fitri menanggapi sejumlah aksi kekerasan disertai perusakan sejumlah warung makan yang terjadi di Makassar.
Mami Fitri, begitu tokoh waria itu biasa dipanggil, menilai FPI justru mencemarkan kesucian ramadhan jika terus melakukan tindakan anarkis. Tidakan kekerasan disebut Fitri sebagai sikap yang jauh dari ajaran Nabi Muhammad.
"Islam itu agama toleran. Jangan hanya mengatasnamakan Islam bisa bertindak sesuka hati," katanya saat ditemui di kawasan rumah adat bugis Bone.
Tokoh waria yang juga aktif sebagai penggiat kesenian tersebut meminta aparat kepolisian menindak tegas pelaku kekerasan pada bulan ramadhan. Fitri yang mengaku sering berurusan dengan FPI lantaran statusnya sebagai aktivis waria, mengaku siap berdialog dengan FPI untuk menjelaskan makna Islam yang sesungguhnya.