Isnin, 2009 November 09
" Tak Akan Indonesia Hilang Di Bumi "
(NOTA:
Ada pengunjung yang tidak faham konsep blog ini, apa-apa pun dinasihatkan membaca tulisan admin's sebelah kiri terlebih dahulu - sebahagian daripada penulisan diblog ini dikutip dari blog penulis warga Indonesia - sila lihat di kaki setiap bahan tersebut dicatatkan alamat blog berkenaan ianya sebagai rujukan dan ini juga sebagai menambahkan pengetahuan kita rakyat Malaysia yang tidak ketahui apa yang sedang berlaku - harap maklum salam drp Admin's)
Judul diatas mengcopy pantun bijak dari Laksemana Hang Tuah dan merubahnya sedikit.
Kembali menulis berarti ada yang sesuatu yang membuat diri resah. Postingan ini sebenarnya sebuah komentar yang tadinya mau saya tulis di blognya abang, berhubung ikutan greget dan pastinya komen saya jadi panjang, sehingga menimbulkan ide dan memutuskan mau nulis tentang 'pencurian' budaya Indonesia.
Kejadiannya terjadi tahun 2008, saya dikagetkan oleh salah satu iklan TV pariwisata di Ireland yang berjudul Malingsia.
Saya tidak begitu memperhatikan namanya, namun yang saya perhatikan adalah iklan yang terdiri dari semua budaya Indonesia, sayapun berteriak kegirangan karena tentunya saya bangga bahwa budaya Indonesia sudah benar2 Go International.
Namun begitu di iklan tersebut mengatakan "Visit Malaysia 2008", sayapun mengeritkan dahi, "What?, Malaysia?, Are you killing me?!" Oh, rupanya Si Malingsia sedang melakukan gerilya untuk ke-famous-an negaranya toh.
Tidak heran budaya Indonesia di klainm sebagai miliknya, karena selama ini Indonesia tidak pernah melakukan gerilya pariwisata secara besar2an. Ya mungkin karena dirasakan tidak perlu. Lha wong si Bule sudah mengerti bahwa Indonesia adalah tempat dimana keindahan surga keajaiban dunia diciptakan seperti, Bali, Lombok, Pulau Komodo, Danau Toba, Danau Limboto di Gorontalo, Borobudur, Kepulauan Seribu, Krakatau, mungkin para bloggers yang lain bisa menyebutkan nama daerah pariwasata ditempat kalian?
Dari sabang sampai Merauke, dari Kutub Utara sampai Kutub Selatan Bumi, tentu saja setiap manusia yang pernah berkunjung ke Indonesia saat menonton iklan TV tersebut akan mengatakan sama "That is Indonesia, Not Malaysia!". Hal yang sama terjadi saat saya sedang berkunjung ke Thailand di Kho Samui salah satu pulau di Thailand.
Saat itu saya sedang melakukan travel di sebuah tempat bernama Lamai di Koh Samui, saat saya melihat salah satu toko yang menjual kain batik saya langsung masuk, dan tentunya sambil bepikir "Wah batik solo nyampe juga nih ke tempat terpecil di Thailand".
Sedang asyiknya melihat batik2 yang dipajang, seorang pegawai menyapaku "Do you like batik?", Sayapun menjawab "Absolutely". Namun saya menjadi terkejut saat sang pegawai mengatakan "This batik is from Malaysia".
Aku segera menjawab "No, this batik is from Indonesia, You see what is made from? (sambil menunjukkan made in Solo pada kain batik tersebut) This is made from Solo and, Solo is in Indonesia".
Ternyata kejadian itu bukan hanya di Thailand saja terjadi tapi sampai ke Eropa juga. Saya pribadi tidak perlu terlalu melakukan adu urat untuk beragumentasi dengan pegawai toko tersebut, apalagi kalau memang mereka tidak mengerti budaya Indonesia maupun bagaimana bentuk daripada peta Indonesia. Buang2 energi saja.
Dunia international sudah mengenal Indonesia sebagai A Very Huge Country. Mau diambil atau di klaim satu atau seribu budaya Indonesia, tetap dunia melihatnya bahwa itu adalah budaya Indonesia. Mau pake hak paten atau hak asasi kebudayaan, tetap si Robert dan si Fulan yang pernah ke Bali akan mengatakan kalau Tari Pendet dari Bali. Tak ada satupun turis international saat pergi ke Malaysia melihat kebudayaan Malaysia yang digembor2kan dalam iklan TV di Eropa ada di Malaysia.
Tentu saja tak ada, karena itu semua berasal dari Indonesia. Malahan yang ada di Malaysia hanyalah campuran budaya dari masing2 kultur dari negara Asia Tenggara yang hidup secara berkelompok seperti China dan India yang bisa dilihat di daerah Penang Malaysia.
Menyedihkan lagi, Malaysia pernah menampilkan pakaian pengantin adat Riau Melayu yang pernah saya lihat dalam Buku Butang Emas dalam acara pentas budaya international di Ireland.
Masalah budaya, tentu saja Malaysia tidak ada 'seupil'pun dari Indonesia. Sekali lagi saya dan negara di belahan manapun akan mengatakan bahwa Indonesia Is A Huge Country, dan dunia mengklaim itu, geographic mengklaim itu, seluruh orang pintar dan bodoh mengerti bahwa Indonesia is the biggest archipelago in the world.
Seribu budaya lahir di negara bernama Indonesia, sejuta bahasa lahir dari negara bernama Indonesia, dan sejuta Sumber Daya Alam ada di Indonesia. Dan dunia tahu itu. Di sini, di Negeri bernama Indonesia, aneka ragam agama lahir dan bersatu. Satu2nya pandangan negatif yang hanya bisa dilemparkan oleh Malaysia adalah banyaknya para tenaga kerja Indonesia di Malaysia.
Apapun pandangan negatif itu buktinya Indonesia telah masuk dalam G20 (The Group of Twenty Finance Ministers and Central Bank Governors). Dan kita semua tahu bahwa negara2 yang masuk dalam G20 adalah negara2 besar dan kuat. Bersama negara2 besar dari Asia lainnya seperti China, South Korea, Japan, dan India, Indonesia dipercaya oleh negara2 kuat dan kaya ini yang akan ikut membangun perekonomian dunia.
Mungkinkah Malaysia iri karena hal ini? lalu pasang aksi untuk merebut semua apapun yang dimiliki oleh Indonesia untuk mendapatkan perhatian dunia dan masuk dalam jajaran negara2 elit seperti G20? Jika begitu, ambillah sesuka hatimu apa yang kau lihat dan kau dapat dari Indonesia.
Hari ini saya dikejutkan lagi oleh sebuah iklan tentang Sumber Daya Alam Indonesia yang bercerita tentang nikmatnya kopi dan rempah2 dari Indonesia. Iklan tersebut menggambarkan tentang nusantara Indonesia dan menyebut kata Indonesia, dan terdiri dari orang2 Indonesia di dalamnya.
Tebak siapa yang membuat iklan ini? Iklan ini adalah tentang produk makanan kripik kentang dari Eropa dan dibuat oleh perusahaan Eropa. Ini menandakan betapa dunia tahu tentang kekayaan Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia, tanpa harus di klaim secara sah, dari A sampai Z semua yang lahir dari Indonesia sudah terpatri oleh dunia sebagai trademark dari Indonesia.
Tak Akan Indonesia Hilang Di Bumi, Apapun yang diambil dan diklaim dari Malaysia tak akan merubah dan mengurangi pandangan international terhadap kekayaan kultur Indonesia. Melalui tulisan ini saya juga mau berterimakasih kepada Malaysia, karena hal ini, para ikatan pemuda pemudi Indonesia di Eropa lebih giat dan rajin dalam pementasan budaya international.
Team kultur Indonesia kini lebih percaya diri, lebih kuat, lebih sehat dalam berpikir dan bersaing dengan budaya negara lain. Team budaya Indonesia tidak perlu membayar televisi untuk mendapatkan perhatian dari khalayak media cetak dan elektronik, lha wong sudah HUGE kok.
Melihat team budaya Indonesia dengan aneka ragam baju adat sudah menarik perhatian mereka, dan cepat2 lari dan mengatakan "Guys, you look stunning!" Tak Indonesia hilang di bumi, Mari bersatu demi pertiwi yang bernama Indonesia.
Fokuskan diri, Indonesia menjadi yang lebih baik, tidak perlu membuang tenaga dengan menghardik dan mencaci maki seorang maling yang sibuk mempercantik diri dengan milik orang lain.
Keberadaaan Indonesia di G20 menandakan Indonesia berada jauh didepan Malaysia. Ini adalah kesempatan terbesar Indonesia untuk mengembangkan ekonomi yang lebih baik dirumah sendiri.
Seribu bahkan sejuta budaya yang akan dicuri, Indonesia akan tetap sama, yaitu NUSANTARA.
Begitupun dunia akan tetap melihatnya sama yaitu A PARADISE. Mengklaim sesuatu sangatlah mudah dilakukan, tapi tidak untuk suatu budaya yang lahir secara turun menurun dari nenek moyang.
Ini adalah sebuah pekerjaan yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh negara manapun, karena mereka harus mengklaim kepada setiap 7 turunan perkeluarga yang ada di planet bumi ini. So good luck Malaysia. DBLN, 19.39-250809
Rujukan:
http://www.jengsri.com/2009_08_01_archive.html
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)















6 ulasan:
Assalam alaikum,
Nice story, still the sad...racist elements embodied in.
If you read my article (Sept 7, Monday)I suggest that should a collaboration between Malaysia-Indonesia in cultures matter. This is something unique where Malaysia-Indonesia share similar and indenticle culture.
German-Switzerland-Austria, share similar culture but the never scufling likes Malaysia-Indonesia.
I like batiks theme, but I don't like wore it. I don't know why.
The words of "Malingsia" too offends. "Maling" and "Malaysia" come to MALINGSIA.
Who said Indonesia tak akan hilang di Bumi? If you Muslim, you read the Holy Qouran carefully and sincerely...is Allah S.W.T has said that what is created mantained and preserve untill doomsday. Malaysia-Indonesia and 260 countries on this earth will vanished. Tsunami destruct Acheh how many lifes missing?
New pendamic is flirting around, Cat Flu, implications of H1N1, doomsday sign my freind. What happens if Cat Flu hit Indonesian? Tak Akan Indonesia Hilang Di Bumi?
We need to stand base on Islam not based centric my friend...
Bye and Good morning
Nearly forget,
I'm sorry if you're non-Muslim my fella...
The fondue I eat is very nice. If you were here we share it...
i.e
VOX-POPS PROTESTER; I think Malaysia is... not very, very creative. They just duplicate our country. I don't really like that.
PROTESTER 2: It's not about angry, it just may be between Malaysia and Indonesia have a similar culture, may be they just misunderstanding that's all.
HAMANN: How can we fix the problem? How do you make it better?
PROTESTER 3: Er war.
HAMANN: Indonesian political scientist Musni Umar is a member of the government supported Indonesia-Malaysia Eminent Persons Group. He says Indonesians often forget their shared history with Malaysia.
UMAR: The people of Malaysia are the people of Indonesia. We have the same culture. From Java go to Malaysia and they're making culture there.
HAMANN: Disputes and misunderstandings between the two countries have percolated for more than four decades, beginning in an era known as Konfrontasi, when Indonesia's President Sukarno attempted to destabilise the new Federation of Malaysia.
.................................................
The whole conversation can be reach at htpp://bluechip-arena.blogspot.com dated Sept 7 Monday 2009
tentang budaya kita serumpun...mungkin ada yg serupa...mungkin tersilap time advertise.. apapun diakhirat nanti kita seagama. Islam agama kita. Itu yg harus diperjuangkan.InsyaAllah.
salam semua.kalau ku lihat dari penulisan itu,bukanya orang indonesia.itu macam orang malaysia je.....he.Kawan pun nak jadi batu api juga ke.........he he.
ejaan dan cara penyampaian itu jauh sekali bezanya dengan ejaan melayu indon pak.dah lah tu,orang cari jalan selesaikan semua ini dengan aman,ada pula orang malaysia yang mahu jadi batu api sebegini.
eh...koyak lah
haih...jgnlah jadi batu api yer saudara....
indonesia dengan malaysia ni serumpun...
saling tolong menolong....
agama pun sama....
kalau dah rasa batik tu indonesia yang punya jalankanlah misi memperkenalkan batik dgn lebih agresif..
dunia sekarang dunia terbuka...
masing2 kena bijak ambil peluang
Catat Ulasan