Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Khamis, 29 Julai 2010

Pemuda 23, Dihukum Gantung Sampai Mati


MOHAMAD Azli Azhari, 23, dibawa keluar dari kamar mahkamah selepas dijatuhi hukuman gantung sampai mati atas tuduhan membunuh pasangan suami-isteri di Taman Desa Anggerik tiga tahun lalu, di Mahkamah Tinggi Seremban, Negeri Sembilan, 29 Julai.

Rabu, 28 Julai 2010

Hari Ini, RJ Dikonfrontasi dengan Luna



JAKARTA, KOMPAS.com -- RJ alias Redjoy, tersangka penyebar pertama video-video seks Nazriel Irham alias Ariel, tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Bareskrim Mabes Polri, Kamis ini (29/7/2010).

"Sekarang sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Pemeriksaannya baru saja mulai," terang kuasa hukum RJ, Arief Budiarto, ketika diwawancara di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/7/2010).

Diakuinya, RJ sudah tiba di Mabes Polri sejak pukul 08.00 WIB. Setelah ditetapkan sebagai tersangka penyebar pertama video-video seks yang menghebohkan, RJ menghuni tahanan di Polres Jakarta Selatan sejak Sabtu lalu (24/7/2010). Meski ditahan di Polres Jakarta Selatan, pemeriksaan RJ dilakukan di Mabes Polri.

Ketika ditanya tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh penyidik kepada RJ, Arif tak bersedia memberi jawaban rinci. Ia hanya menyebut bahwa RJ dihujani pertanyaan mengenai peredaran video-video dimaksud. "Standar saja, seputar pemberitaan-pemberitaan yang sudah beredar selama ini," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Penum Mabes Polri, Kombes Marwoto Soeto, mengatakan bahwa penyidik akan mengkonfrontasi RJ dengan Luna, hari ini juga. "Pemeriksaan (RJ) ini akan dikonfrontasi dengan L (Luna)," terangnya.

Komunitas Kawin Campur Desak Penyempurnaan Aturan Imigrasi




REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Perkumpulan Masyarakat Perkawinan Campur (PerCa Indonesia) mendesak DPR RI untuk menyempurnakan aturan keimigrasian melalui pembahasan RUU Imigrasi. Para pelaku perkawinan campur itu menyerahkan dokumen lengkap terkait usulan konsep izin tinggal tetap bagi WNA yang berada dalam ikatan keluarga perkawinan campur, Rabu (28/7).

PerCa Indonesia dan beberapa organisasi dari unsur masyarakat diundang oleh komisi III DPR-RI pada sesi Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pembahasan RUU keimigrasian. Wakil Ketua PerCa Indonesia, Juliani Luthan mengatakan konsep izin tinggal tetap mengacu pada prinsip dan ketentuan-ketentuan. seperti Hak Asasi Manusia dalam Undang-undang Dasar 45 pasal 28, undang-undang kewarganegaraan nomor 12/2006, undang-undang perkawinan nomor1 tahun 1974, dan undang-undang Adminduk nomor 23 tahun 2006.

Julian mengatakan pada siaran persnya bahwa usulan yang mereka ajukan memiliki dasar argumentasi yang kuat. Sebab para suami atau istri dan anak WNA berusia dewasa dalam keluarga perkawinan campur memiliki kepentingan besar dan mendasar untuk tinggal dan menetap di Indonesia.

"Kebijakan keimigrasian saat ini beru mengatur ketentuan izin tinggal WNA melalui perspektif atau alasan ketenaga kerjaan" ujarnya. Saat ini, lanjut Juliani, undang-undang keimigrasian belum mengakomodir kebutuhan tinggal dan menetap seorang WNA pada ikatan keluarga perkawinan campur.

Ada Festival Kuih Klepon di Tanah Lot



Liputan6.com, Tabanan: Berbagai cara dilakukan pemerintah daerah Tabanan, Bali, untuk mempromosikan industri pariwisatanya. Salah satunya dengan menggelar Festival Kue Klepon yang menjadi bagian dari Parade Budaya Tabanan 2010. Lomba yang terbilang unik ini langsung disambut antusias para ibu-ibu PKK dan penjual jajanan klepon yang ada di kawasan Tanah Lot.

Lebih dari 20 peserta ambil bagian dalam lomba ini. Para pakar makanan atau chef dari hotel ternama dijadikan juri untuk menilai cara saji, kebersihan, rasa, dan warna dari kue klepon yang dilombakan. Kue sederhana ini sebenarnya dengan mudah ditemui di banyak tempat, namun klepon dari Tabanan dari dulu dikenal memiliki cita rasa tersendiri.

Diharapkan acara ini dapat meningkatkan taraf makanan tradisional sehingga hotel berbintang tidak ragu menyajikannya pada tamu asing.

KD Belum Terpikir Ajak Anak ke Timor Leste



JAKARTA, KOMPAS.com -- Meski telah menyatakan kesiapannya untuk menikah dengan Raul Lemos, kekasihnya, dan hijrah ke Timor Leste meninggalkan kariernya, namun penyanyi Krisdayanti alias KD tak akan memboyong kedua buah hatinya, Aurel dan Azriel, ke kampung halaman kekasihnya itu.

Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukum KD, Elsie Lontoh saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Rabu (28/7/2010). "Wah kayaknya Mbak Yanti belum kepikiran untuk ajak anaknya ke Timor Leste," kata Elsie.

Menurut Elsie, selama ini saja, KD tidak bisa mengajak anak-anaknya bepergian sesuka hatinya. Sebab, hak asuh kedua anaknya jatuh ke tangan mantan suaminya, Anang Hermansyah, pascaperceraian mereka beberapa waktu lalu.

Selama ini, masih menurut Elsis, Anang belum mengizinkan anak-anak untuk bepergian dan menginap bersama KD. "Iya sudah beberapa kali coba mau ajak anak-anak liburan ke luar negeri tapi belum diizinkan. Pada prinsipnya Mas Anang belum mengizinkan anak-anak menginap dengan KD," lanjut Elsie.

Sindiket Skim Cepat Kaya Umpan Kereta Mewah

Antara kereta mewah di lokasi perjumpaan ahli skim terbabit.


KUALA LUMPUR: Kumpulan sasarannya ialah kakitangan kerajaan berpendapatan rendah yang dimomokkan dengan keuntungan amat lumayan mencecah enam angka serta kereta mewah bernilai ratusan ribu ringgit setiap satu.

Setiap kali pertemuan, deretan kereta mewah milik ‘upline’ antaranya BMW 5 Series, Nissan Fair Lady, BMW Z4 Spider, Mitsubishi Evo Lancer serta Nissan GTR Skyline akan diparkir di hadapan kafe atau restoran yang menjadi lokasi perjumpaan bagi memancing mangsa, selain menggambarkan keuntungan luar biasa yang bakal diperoleh.

Itu taktik digunakan satu sindiket skim cepat kaya yang mengaut keuntungan atas angin dan aktif sejak tiga tahun lalu, kini disertai ribuan ahli di seluruh negara dengan majoritinya kakitangan kerajaan.

Berselindung di sebalik nama kelab riadah dan keluarga, sindiket itu menawarkan pelaburan eksklusif dengan menjalankan perniagaan jualan langsung berasaskan produk makanan kesihatan sedangkan ia palsu.

Modalnya juga bukan sedikit kerana ahli perlu membuat pelaburan sekurang-kurangnya RM41,000 sedangkan pulangan yang diterima tidak mencecah RM5,000 sebulan.

Sesi perbincangan untuk berkongsi pelan pemasaran tidak berakhir dalam sehari. Dalang yang juga upline berpura-pura akan berkongsi keuntungan dan membantu mencarikan modal pelaburan melalui pinjaman bank yang akan diluluskan segera.

Selain kereta mewah, dalang lintah darat terbabit sentiasa bermegah-megah dengan barangan mewah dan menceritakan pendapatan mencecah puluhan hingga ratusan ribu ringgit sebulan.

Segala taktik itu terbongkar apabila lokasi pertemuan ahli kelab terbabit diserbu Jabatan Siasatan Jenayah Komersial (JSJK) Bukit Aman, JSJK Selangor dan Kementerian Perdagangan Dalam Negeri, Kepenggunaan dan Koperasi (KPDNKK) melalui Ops Serama di Pusat Perniagaan Mentari, Bandar Sunway, dekat sini, kira-kira jam 11 malam kelmarin.

KEJAM: Kumpulan Samseng Memukul Bayi Seusia 45 Hari

Roslan menunjukkan cermin kereta yang dipecahkan


SALAK TINGGI: Bersenjatakan pedang samurai, kayu dan besi, sekumpulan samseng menyerang sebuah rumah di Taman Cempaka di sini, Sabtu lalu.

Lebih kejam, penyerang terbabit turut memukul seorang bayi perempuan berusia 45 hari dalam dakapan ibunya yang berusaha menyelamatkan diri apabila menyedari rumah mereka diserang sekurang-kurangnya 30 samseng, menyebabkan bayi itu cedera di kepala.

Mangsa, Salamah Kadir, 50, berkata ketika kejadian dia dan dua anaknya sedang menonton televisyen sambil berbual-bual di ruang tamu rumah, manakala suaminya, Roslan Kanikan Abdullah, 53, berada di rumah anak sulungnya yang terletak selang beberapa rumah dari situ.

“Tiba-tiba saya terdengar derap tapak kaki dan bunyi bising dari luar rumah. Sejurus kemudian pintu rumah saya ditendang sebelum sekumpulan lelaki masuk ke dalam rumah lalu memukul dan membelasah kami dengan besi serta kayu tanpa belas kasihan.

“Anak perempuan saya, Roszaini yang mendodoikan anaknya cuba melarikan diri ke bahagian dapur, tapi dihalang kumpulan lelaki terbabit sebelum seorang daripada mereka menyiku bayi didukungnya.

“Kami yang ketakutan tidak mampu berbuat apa-apa kecuali melihat mereka memecahkan tingkap rumah dan merosakkan harta benda,” katanya ketika ditemui di rumahnya di sini, semalam.

Salamah berkata, akibat kejadian kira-kira 11.15 malam Sabtu lalu, enam anggota keluarganya cedera.

Mereka yang cedera termasuk Salamah, suaminya, Roslan Kanikan dan tiga anaknya iaitu Roszairul, 28, Roslaili, 27, dan Roszainal, 21, serta cucunya, Dayang Nor Atikah Datu Razman, 45 hari.

Bagaimanapun, anak bongsu Salamah, Mohd Khairulnizam, 15, sempat lari menyelamatkan diri melalui pintu belakang bersama dua sepupunya, Mohd NorAkim Roszairul, 4, dan Mohd Nor Fitri Roszairul yang baru berusia satu tahun.

Kebanyakan mangsa mengalami lebam, luka dan bengkak di seluruh badan dan mendapat rawatan pesakit luar di Hospital Serdang, manakala Roszainal mengalami kecederaan di lutut menyebabkan dia perlu mendapatkan rawatan susulan di hospital sama, 4 Ogos ini.

Salamah berkata, selain menyerang ahli keluarganya, kumpulan samseng itu turut memusnahkan harta benda dengan memecahkan cermin kereta, tingkap dan pasu bunga, selain merosakkan tiga motosikal milik mangsa menyebabkan mereka kerugian lebih RM10,000.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular