Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Rabu, 2 Mac 2011

ANEH: Bayi Kembar di Banyuwangi Disunatan Dalam Rahim ?



Foto hiasan


BANYUWANGI:- Sepasang bayi kembar berjenis kelamin laki-laki lahir dalam kondisi prematur. Diketahui salah satu bayi dalam kondisi sudah dikhitan alias disunat. Bayi kembar itu diberi nama Kamal dan Kamil, anak pasangan Slamet Budiharjo (33) dan Ponisih (32) warga Desa Jajag Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

Kedua bayi kembar tersebut lahir 5 Februari 2011 melalui operasi caesar di RSUD Genteng, Banyuwangi. Proses melahirkan caesar itu terpaksa ditempuh karena posisi bayi sungsang dan air ketuban pecah sebelum waktunya.

Kerena prematur dan lahir dengan berat badan jauh dari ideal, keduanya dirawat secara khusus. Saat lahir, berat badan Kamal hanya 2,2 Kg. Sedangkan Kamil, berat badannya lebih rendah lagi, hanya 1,7 Kg.

Kedua bayi itu akhirnya tidur di dalam kotak penghangat dan diberi minum susu khusus selain ASI. Setelah dua hari berada di rumah sakit, akhirnya bayi beserta sang ibu diizinkan pulang.

Sore harinya, kedua orang tua mereka baru mengetahui ada yang aneh pada anaknya bernama Kamil. Alat kelamin Kamil diketahui sudah dalam kondisi dikhitan alias sunat.Anehnya lagi, khitan tersebut seperti sudah lama ada. Sebab tidak ada bekas luka baru yang biasa didapati pada alat kelamin anak laki-lalki yang baru dikhitan.

"Tahunya sore hari setelah pulang dari rumah sakit, alat kelamin anak saya sudah disunat," jelas Slamet Budiharjo, Bapak Kandung bayi, Rabu (2/3/2011).

Slamet mengaku tidak tahu siapa yang menyunat anaknya. Saat berada di rumah sakit, tak ada keterangan terkait kondisi tersebut. Kecuali keterangan anaknya terlahir sehat meski prematur.

Selama hamil serta menjelang operasi kelahiran anaknya, ibu bayi tidak memiliki firasat apapun. Hanya rasa sakit yang luar biasa akibat kondisi bayinya yang sungsang.

Terlepas dari siapa yang menyunat anaknya, Slamet tetap bersikap positif. Ia bersyukur atas kesehatan serta kelancaran proses kelahiran anak kedua dan ketiganya tersebut. "Yang penting anak saya sehat, siapa yang menyunat anak saya saya berpikir jernih saja," tambah Slamet.

Sementara Spesialis Urologi RSU dr Soetomo Surabaya Prof dr Sunaryo SpB SpUK mengaku tidak ada namanya anak disunat jin. Yang ada kelainan bawaan pada penis anak tersebut.

"Kelainan itu adalah hipospadi yang salah satu cirinya adalah kulit penis bagian bawah (kulup) tidak ada sehingga penis tampak seperti sudah tersunat. Kulup penis itu tidak sempurna, hanya ada di bagian atas (dorsalhoot)," kata Prof Sunaryo.

Prof Sunaryo menerangkan bahwa penyebab hopospadi adalah terhentinya pertumbuhan pada penis sehingga penis tidak terbentuk secara sempurna. Kelainan bawaan ini mempunyai penderita yang cukup banyak.

Ibu dan Anak Kompak Jual Gadis di Bawah Umur




MALANG:-- Seorang ibu berinisial DV (55) dan anak lelakinya MA (35) diamankan Satreskrim Polres Malang. Mereka diduga terlibat dalam kasus penjualan gadis di bawah umur.

Perbuatan kedua warga Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, ini terbongkar. Setelah salah satu korban berhasil meloloskan diri dan meminta bantuan warga.

Kanit Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang Iptu Arief
Ardiansyah menuturkan, kedua pelaku diduga menjual gadis di bawah umur ke luar Pulau Jawa dan luar negeri. Sebelumnya, mereka merekrut para gadis muda ini dari salah satu yayasan berlokasi di Kota Surabaya.

"Gadis-gadis itu diambil dari salah satu yayasan di Surabaya. Ini sesuai dengan keterangan DV," kata Arief, Rabu (2/3/2011).

Kasus ini terbongkar, Selasa (1/2/2011) sore. Kala itu FN (20), gadis asal Palembang, berhasil kabur dari tempat tinggal pelaku. FN kemudian meminta bantuan seorang anggota koramil setempat. Kepada anggota TNI AD itu, FN menceritakan kisah yang dialami. Mengetahui adanya praktek trafficking, petugas itu kemudian membawa FN ke Polsek Sumberpucung.

"Kasus ini diketahui setelah satu dari tiga calon korban berhasil kabur," ungkap Arief.

Menurut Arief FN nekat kabur setelah merasa dirinya menjadi korban tipu daya ibu dan anak itu. Pasalnya, FN berniat bekerja sebagai TKW itu malah diminta bekerja mengurus usaha MA, selama ini getol budidaya jamur.

"Korban kabur, setelah merasa ditipu. Di rumah pelaku mereka diminta untuk merawat jamur milik anak lelaki DV," beber Arief.

Dari hasil penyidikan sementara, terungkap juga DV serta MA telah memberangkat
satu korbannya ke Malaysia. Naas, wanita itu kemudian dipulangkan, setelah diketahui berbadan dua.

"MA, sempat menghamili satu korbannya. Tapi kepada petugas mengaku sudah menikah siri. Sementara ketiga korban belum sempat dijual. Rencananya mereka akan dibawa ke Pulau Sulawesi untuk diperdagangkan," tandasnya.

Meski begitu, Polres Malang belum menjebloskan keduanya ke penjara, karena proses penyidikan masih dilakukan. "Minim bukti, serta masih dalam proses penyidikan membuat kita tidak menahan keduanya. Sementara nanti keduanya akan kita jerat tentang aturan penempatan tenaga kerja," paparnya.

Siti Nur Ainuna pelajar contoh kempen sopan santun





FOTO: Siti Nur Ainuna menerima anugerah daripada Hajah Sarimah.





BANDAR SERI BEGAWAN:- Kempen sopan santun bertujuan untuk menerapkan serta menanam semula adab sopan santun ke dalam jiwa pelajar.

Ini kerana tidak memadai dengan hanya kita menunjukkan pencapaian cemerlang dalam akademik dan kegiatan kepada masyarakat tanpa menonjolkan adab budi bahasa dan nilai murni.

Wakil Badan Penasihat Hal Ehwal Pelajar, Hajah Seri Noor Suhana Haji Md Daud berkata demikian di majlis anugerah pelajar contoh bagi kempen sopan santun tahun 2010 Sekolah Ugama Arab Menengah Perempuan Raja Isteri Pengiran Anak Damit (SUAMPRIPAD) hari ini.

Menurutnya, aspek penilaian pelajar contoh dilihat daripada tingkah laku, pergaulan, tutur kata, ketaatan dan penampilan.

Di majlis itu, pelajar Tahun 9 Siti Nur Ainuna Mahirah Haji Wahid menerima anugerah pelajar contoh bagi kempen sopan santun berkenaan manakala lima pelajar dari Tahun 9 dan Tahun 10 menerima hadiah galakan.

Majlis diakhiri dengan penyampaian anugerah yang disempurnakan pengetua kepada semua pemenang.

Polis Johor Buru 2 Penculik


FOTO: KETUA Polis Johor, Datuk Mohd. Mokhtar Mohd Shariff menunjukkan wajah suspek kes culik yang dikehendaki polis, Sam Meng Yeow @ Ah Sam (kiri) dan Lier Chee Wei @ William pada sidang media di Ibu Pejabat Polis Kontingen Johor Bahru, di Johor

Kerajaan pinda akta untuk halalkan skim 'kutu'



FOTO: Datuk Rohani Abdul Karim.



PENDANG: Peserta permainan 'kutu' yang sebelum ini terdedah kepada penipuan, akan dilindungi undang-undang apabila kerajaan meminda Akta Perniagaan Jualan Langsung (MLM) bagi menghalalkan skim itu.

Draf pindaan akta yang sudah dihantar ke Jabatan Peguam Negara untuk dikaji itu juga akan dapat membanteras sebarang bentuk penganiayaan terhadap pengguna selain menjadi salah satu cara mencegah orang ramai terbabit skim cepat kaya.

Timbalan Menteri Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Kepenggunaan (KPDNKK), Datuk Rohani Abdul Karim, berkata pindaan itu akan dibentangkan pada sesi Parlimen akan datang.

Pada masa ini tiada perlindungan bagi mereka yang menyertai skim kutu itu dan terdedah kepada penipuan serta penganiayaan oleh pihak tidak bertanggungjawab.

“Kementerian memandang serius permainan ini kerana ia membabitkan sehingga jumlah wang yang besar selain tiada akta khususnya yang melindungi kepentingan pesertanya.

“Saya berharap akta itu dapat dibentangkan ke Kabinet tahun ini supaya permainan tersebut sah di sini undang-undang sebagai salah satu cara mencegah orang ramai terbabit dengan skim cepat kaya,” katanya selepas merasmikan seminar Koperasi Wanita Peringkat Negeri di sini, semalam.

Pada 15 Oktober tahun lalu, empat ejen sebuah syarikat pelaburan wang kutu dihadapkan ke Mahkamah Sesyen Kuala Lumpur atas tuduhan menganjurkan pelaburan wang kutu yang dilarang mengikut Akta (Larangan) Kumpulan Wang Kutu 1971 pada 2008.

Pada 28 September tahun sama, sepasang suami isteri dihadapkan ke Mahkamah Majistret Shah Alam atas tuduhan menganjurkan pelaburan wang kutu menggunakan wang pos dinamakan Program Ekspres yang dikatakan mencatat keuntungan kira-kira RM30 juta hasil penyertaan 30,000 ahli.

Sementara itu, Rohani berkata, kementerian juga merancang meminda undang-undang berkaitan aktiviti tarik kereta yang sering menimbulkan masalah di kalangan pengguna.

Katanya, melalui undang-undang berkenaan penarik kereta mestilah berdaftar mengikut sistem tertentu bagi membolehkan mereka menjalankan kerja secara lebih telus dan berhemah.

"Kita dengar banyak rungutan tukang tarik kereta yang bersikap seperti samseng hingga ada kereta yang pinjamannya sudah dilunaskan sebanyak 75 peratus, ditarik secara tidak berhemah.

"Melalui undang-undang ini, kita tidak benarkan hal ini berlaku dan kita akan memastikan ia lebih tertib tanpa membabitkan sebarang kekasaran terhadap pengguna," katanya.

Junaidah tunggu anaknya pulang



FOTO: JUNAIDAH Mahmod menunjukkan gambar anak sulungnya, Nur Aqilah Mohamad ketika ditemui di rumahnya di Kampung Baru Seberang Takir, Kuala Terengganu, semalam.



KUALA TERENGGANU:- Rutin harian seorang ibu tunggal, Junaidah Mahmod, 38, adalah menghantar dan menjemput anak sulungnya, Nor Aqilah Mohamad, 16, dari, Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Ibrahim Fikri, dekat sini.

Namun Ahad lalu, kelibat anaknya tidak kelihatan ketika dia ke sekolah itu di Seberang Takir untuk menjemputnya pulang ke rumah seperti biasa.

"Itulah (27 Februari lalu) kali terakhir saya hantarnya ke sekolah dan ketika menunggu untuk menjemputnya pulang kira-kira pukul 1.30 petang, dia tak muncul-muncul sehinggalah sekarang.

"Hari itu, saya tunggu hingga pukul 3 petang tapi kelibatnya tetap tidak kelihatan.

"Telefon bimbitnya juga gagal dihubungi dan pada malam hari dia hilang, saya telah buat laporan di Balai Polis Gong Badak," katanya ketika ditemui di rumahnya di Kampung Baru Seberang Takir, di sini hari ini.

Justeru, ibu kepada lima anak itu yang cemas dan gelisah merayu supaya Nor Aqilah pulang segera ke pangkuan keluarga kerana mereka sangat bimbangkan keselamatannya.

Menurut Junaidah, keesokannya dia menemui guru kelas Nor Aqilah dan beberapa rakannya sebelum diberitahu bahawa anaknya itu tidak hadir ke sekolah Ahad lalu.

"Ketika saya hantarnya ke sekolah pada Ahad lalu, saya nampak Nor Aqilah berdiri dekat pintu pagar utama sekolahnya dan pada hari itu, ada acara sukan di sekolahnya.

"Dia anak yang baik dan tak pernah timbulkan masalah kepada keluarga, dia juga banyak uruskan adik-adiknya memandangkan dia anak sulung," katanya.

Jelas Junaidah lagi, pelbagai usaha dilakukan oleh keluarganya termasuk meminta pertolongan orang kampung untuk mencari anaknya itu.

"Saya bimbangkan keselamatannya kerana dia masih muda dan tak pernah berpisah dengan keluarga. Saya hanya mampu berdoa agar dia dapat pulang dengan segera," katanya.

Junaidah meminta sesiapa yang mempunyai maklumat atau terjumpa Nor Aqilah supaya segera menghubunginya di talian 014-5367221.

Kelantan unggul terajui takhta Liga Super



FOTO: NORSHAHRUL (kiri) cuba melepasi halangan kapten Negeri Sembilan, Shukor Adan pada aksi Liga Super di Stadium Sultan Muhammed IV, Kota Bharu semalam.




KOTA BHARU: KELANTAN mengukuhkan cengkaman selaku pendahulu Liga Super selepas membenam Negeri Sembilan 3-0 di Stadium Sultan Muhammed IV, Kota Bharu semalam.

Selepas gagal merobek gawang Negeri Sembilan pada babak pertama, Kelantan akhirnya memperoleh gol pembukaan menerusi S. Chanturu pada minit ke-49.

Gol tersebut ternyata menyemarak semangat barisan pemain tuan rumah untuk menambah jaringan dan hasilnya, Nor- shahrul Idlan Talaha meledak dua gol, masing-masing pada minit ke-74 dan 80.

Kemenangan itu menyaksikan skuad The Red Warriors mengumpul 14 mata hasil empat kemenangan dan dua kali seri.

Lebih manis, Kelantan yang ditabalkan selaku juara Piala Sultan Ahmad Shah masih mengekalkan rekod tanpa kalah selepas mengharungi enam perlawanan.

Di Stadium Perak, pencabar terdekat Kelantan, Perak pula gagal mengutip mata penuh selepas sekadar seri 1-1 dengan skuad Harimau Muda A.

Bagaimanapun, skuad Kejor Yob Kejor itu masih boleh berbangga kerana turut mengekalkan rekod bersih selepas enam perlawanan.

Harimau Muda A terlebih dahulu membuka tirai jaringan menerusi Wan Zack Haikal pada minit ke-11 sebelum Muhamad Nor Azrul muncul penyelamat Perak dengan gol penyamaan lima minit sebelum perlawanan berakhir.

Di Stadium Darul Makmur, Pahang gagal memanfaatkan kelebihan beraksi di laman sendiri apabila seri 2-2 dengan Sabah.

Sabah memperoleh dua gol awal mene- rusi Razlan Oto pada minit ke-30 dan Leo- pold Alfonso Otong (68).

Namun, Pahang bangkit dengan dua gol sumbangan R. Surendran (70) dan Famirul Asraf Sayuti pada minit ke-79.

Di Stadium MBPJ, Felda United mengutip tiga mata penuh selepas menewas- kan wakil Terengganu, T-Team 2-0.

Di Stadium Utama Negeri, Perlis gagal mengutip mata penuh apabila sekadar seri tanpa jaringan dengan Kuala Lumpur.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular