Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Rabu, 2 Mac 2011

Derma RM2,500 ‘dapat’ tanah



FOTO: .Sarah menunjukkan laporan polis yang dibuatnya selepas ditipu pertubuhan terbabit.




RAWANG: Satu pertubuhan usahawan dari negeri jiran dikesan bergiat aktif menawarkan khidmat mendapatkan tanah dengan syarat menderma RM2,500 kepada mereka sebagai derma kononnya untuk majlis makan malam amal pertubuhan itu.

Taktik mereka yang terdiri daripada empat lelaki itu cukup licik kerana ‘berlakon’ seolah-olah mengenali mangsa sebelum meminta menderma wang berkenaan dan sebagai alasan jika syarikat mangsa ingin mendapat tanah, mereka bersedia membantu. Terbaru, seorang lelaki berusia 50-an yang menjalankan perniagaan berasaskan kayu menjadi mangsa apabila didatangi empat lelaki terbabit Khamis lalu yang mendakwa mereka daripada sebuah pertubuhan usahawan.

Pekerja syarikat terbabit yang dikenali sebagai Sarah, 24, berkata, pada hari kejadian kira-kira jam 10 pagi, empat lelaki terbabit datang ke pejabatnya di sini dengan memperkenalkan diri sebagai ahli sebuah pertubuhan usahawan dan kedatangan untuk menerangkan kempen yang dijalankan.

Menurutnya, dia kemudian membawa mereka berjumpa dengan ketuanya dan ketika bertemu, seorang daripada lelaki terbabit terus menyapa nama ketuanya itu seolah-olah sudah lama mengenalinya namun panggilan nama digunakan mereka salah.

“Saya ketika itu sudah berasa ada sesuatu yang tidak kena, namun membiarkan sahaja. Mereka juga mendakwa mempunyai pengaruh yang kuat dan mempunyai kenalan rapat dengan ahli politik yang dapat membantu mendapatkan tanah di sebuah negeri dengan mudah.

“Pada mulanya mereka meminta ketua saya mengeluarkan cek pada hari itu juga sebanyak RM2,500, namun tidak boleh kerana cek syarikat di ibu pejabat di Damansara,” katanya.

Menurutnya, cara mereka meminta sumbangan dengan mendesak menimbulkan curiga niat sebenar pertubuhan itu tambahan tidak memberi kad perniagaan bagi memudahkan urusan.

Beliau berkata, keesokannya kira-kira jam 3 petang, seorang daripada lelaki yang memperkenalkan diri sebagai presiden datang mengambil cek itu.

“Selepas lelaki terbabit beredar saya menghubungi talian pertubuhan lain untuk memastikan kewujudan pertubuhan itu namun gagal. Malah saya menghubungi agensi berkaitan dan terkejut apabila diberitahu pertubuhan itu sudah banyak kali membuat kes penipuan yang sama,” katanya.

Sehubungan itu, dia membuat laporan di Balai Polis Rawang untuk mengetahui situasi sebenar berkaitan pertubuhan terbabit sama ada benar mereka menjalankan kutipan derma atau lebih kepada keuntungan sendiri.

Sementara itu, jurucakap polis mengesahkan menerima laporan mengenai kejadian itu dan siasatan sedang dijalankan.

"Geng Mamat" tumpas di Tawau





KOTA KINABALU: Polis Sabah menumpaskan kumpulan perompak bersenjata dikenali "Geng Mamat", yang beroperasi di negeri itu dan di Semenanjung Malaysia sejak dua tahun lepas, dengan penahanan lima anggota itu di Tawau, bahagian pantai timur Sabah, dua minggu lepas.

Pesuruhjaya Polis Sabah Datuk Hamza Taib berkata kelima-lima perompak warga
asing berumur antara 22 dan 27 tahun itu dipercayai terlibat dalam 28 kes

rompakan termasuk lima kes di Johor, satu kes di Terengganu dan selebihnya
berlaku di sekitar Tawau.

Menurutnya, anggota kumpulan itu diberkas dalam operasi Ops Rantau di kawasan perkampungan Jambatan Putih, Kuhara, Tawau pada 14 Feb lepas, yang dilancarkan selepas mereka melakukan rompakan di sebuah rumah bangalo di Taman Falma, dekat pusat bandar Tawau, dua hari sebelum itu.

Hamza berkata jumlah kerugian dari keseluruhan 28 kes rompakan yang dilakukan kumpulan itu belum diketahui.

Selasa, 1 Mac 2011

Dukun 'Emas Batangan' Dibekuk Polisi


FOTO: Polisi Polres Aceh Barat, Selasa (1/3/2011) siang memperlihatkan dua emas batangan palsu yang diamankan dari seorang warga yang berprofesi sebagai dukun palsu.




MEULABOH:- Warsito (45), pria asal Binjai, Sumatera Utara yang menjalankan praktik dukun palsu dan kerap mengibuli para korbannya dengan emas batangan palsu, akhirnya ditangkap pihak kepolisian dari jajaran Polres Aceh Barat.

Pria yang baru satu bulan lalu tinggal di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat itu, ditangkap setelah dilaporkan oleh para korbannya ke polisi. Bersama tersangka, polisi juga menyita empat buah emas batangan palsu masing-masing seberat 400 gram atau seluruhnya sebesar 1,6 kilogram.

Kapolres Aceh Barat AKBP Djoko Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Suwalto, Selasa (1/3/2011) kemarin mengatakan, terungkapnya kasus emas batangan palsu itu setelah sejumlah korban penipuan melaporkan kasus tersebut ke polisi, termasuk soal emas batangan yang diperoleh dari tersangka itu tak asli.

Menurut laporan korban kepada polisi, emas batangan yang diperoleh warga dari tersangka Warsito dinyatakan palsu saat akan dijual ke pemilik toko emas di Meulaboh. “Sudah banyak warga yang jadi korban dengan kerugian sampai puluhan juta rupiah,” kata Suwalto.

Tersangka mengatakan emas batangan palsu itu didapat dari hasil ritual dan sesajen yang dilakukan di kawasan Pantai Ujong Kareung, Desa Suak Indrapuri, Johan Pahlawan, yang keluar dari dalam tanah dengan sendirinya. “Namun setelah diperiksa, tersangka mengakui bahwa emas batangan palsu itu sengaja ditanam oleh pelaku sebelumnya untuk mengelabui calon korbannya,” ujar Suwalto.

Ditambahkan, kasus itu muncul setelah tersangka dan beberapa rekannya yang lain berupaya menipu warga lainnya dengan cara menyatakan Warsito adalah dukun sakti, yang mampu menemukan emas dan barang berharga dengan cara mencium segumpal tanah yang diambil dari lokasi tertentu, yang dicium dan diperlihatkan di hadapannya.

Menurut Kasat Reskrim Suwalto, emas batangan palsu yang kini diamankan polisi itu secara fisik hampir mirip dengan emas batangan asli. Pasalnya, pada emas batangan itu pada bagian depannya bergambar Presiden Soekarno dan tulisan emas London. Sedangkan pada bagian belakang juga tertera gambar burung Garuda Pancasila, tulisan keterangan emas murni seberat 999,9 persen dengan kode LM, serta tulisan Bank Indonesia (BI).

Atas perbuatannya itu, kata AKP Suwalto, tersangka Warsito dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana tentang penipuan dengan ancaman kurungan penjara di atas lima tahun penjara. “Kasus ini masih terus kita telusuri, termasuk lokasi pembuatan emas batangan palsu ini,” katanya.(KOMPAS)

Dituduh Asusila, Gadis Belia Ditangkap

FOTO: Seorang gadis belia diamankan ke kantor Wilayatul Hisbah, Senin (28/2/2011) tengah malam setelah ditangkap warga Desa Cot Bada Barat, Peusangan Bireuen.




BIREUEN:- Desa Cot Bada Barat, Peusangan, Bireuen, tampak sepi pada pukul 20.00 WIB, Senin (28/2/2011) lalu. Sebagian warga desa itu tengah mengikuti samadiah (tahlilan) ke Kecamatan Plimbang.

Tiba-tiba, kesenyapan malam berubah gaduh setelah pemuda setempat menarik Fitri (21) dan Nurdin keluar dari dalam salah satu rumah di dusun itu. Penggerebekan itu terjadi setelah Wakil Ketua Pemuda Cot Bada Barat Iswadi menerima informasi tentang keberadaan pendatang yang memasukkan wanita ke dalam rumah.

Kebetulan, malam itu, pemilik rumahnya yang bernama Ninik tengah berada di Langsa. Ketika ditinggal pergi, rumah itu dijaga Saiful Bahri, adik dari istri Ninik.

Setelah mendengar informasi tersebut, Iswadi bersama beberapa pemuda mendatangi rumah itu. Dia menanyakan siapa saja yang ada di rumah. Kala itu, Nurdin mengaku dia berada sendiri di rumah, sedangkan Saiful Bahri sedang keluar. Karena ragu, Iswadi mengecek ke dalam rumah. Namun, dia tidak menemukan keberadaan orang lain di rumah itu.

Saat hendak beranjak pulang, mereka mendengar suara berisik, seperti ada yang membuka jendela dari kamar belakang. Rasa penasaran para pemuda muncul lagi. Mereka lantas mendatangi arah suara. Ketika berada di depan kamar itu, pintu terkunci. Setelah pintu ditendang, Nurdin dan Fitri sudah kabur ke semak-semak dekat persawahan sekitar desa itu.

Mengetahui ada yang kabur, beberapa pemuda itu pun mengejar mereka. Tak lama, kembali didengar informasi, ada seorang gadis belia diberi baju oleh warga desa lain. Para pemuda pun melanjutkan pengejaran ke desa dimaksud, hingga akhirnya Fitri ditemukan di pinggiran jalan di kawasan Paya Maneng, Kecamatan Peusangan.

Namun, para pemuda itu tak menemukan Saiful Bahri. Karena kecewa kampungnya dicemari, warga memandikan Fitri dengan air irigasi. Setelah itu, Fitri bersama Nurdin diserahkan ke Wilayatul Hisbah (WH) Bireuen. Kedua warga Bireuem Bayen, Aceh Timur, itu pun diperiksa oleh WH.

”Kami juga menyerahkan satu baju singlet perempuan dan celana legging juga sepeda motor Supra X 125 milik Nurdin kepada WH,” kata Sekdes Cot Bada Barat Nazar, kepada Prohaba, kemarin.

Kepada aparat Desa Cot Bada Barat, Fitri mengaku, mereka tak melakukan apa-apa di dalam kamar. Kata Fitri, saat itu ia baru datang. ”Kami hanya duduk-duduk, Pak,” ujarnya.

Gadis belia itu mengaku, dia dan Nurdin sudah pacaran satu tahun. Rencananya mereka hendak menikah. Niat mereka untuk naik ke pelaminan sudah diberitahukan kepada keluarga masing-masing.

Mengenai baju yang ia minta pada warga Paya Meuneng saat melarikan diri, Fitri mengaku baju yang ia kenakan basah lantaran jatuh ke sawah. ”Lalu saya minta baju sama seorang warga, dan dikasih,” ungkap gadis itu.

Jennifer Bakal Main Film di Indonesia




FOTO: KEKASIH pesepak bola Irfan Bachdim, Jennifer akhirnya memilih berkarir di Indonesia




JAKARTA:- Jennifer Jasmin Kurniawan akhirnya ikut-ikutan langkah kekasihnya, pesepak bola, Irfan Bachdim untuk berkarir di Indonesia. Cewek blasteran Jerman-Indonesia itu, semula menjadi model di Jerman. Namun, dia juga melihat ada peluang menjadi bintang film di Indonesia.

"Saya berharap bisa menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan film di Indonesia. Dan, pada Bulan Mei nanti, saya direncanakan main dalam sebuah film," ungkap Jennifer.

Perempuan kelahiran Jerman 6 April 1987 itu masih merahasiakan berapa honor yang bakal diterima saat main film nanti. Sejumlah rumor menyebutkan, Jennifer bakal dibayar Rp 1 miliar jika mau bermain di film horor.

Jennifer langsung menegaskan, dirinya tidak akan bermain di film horor. Tidak juga untuk adegan-adegan yang mengumbar seks. Sedangkan masalah honor yang diterimanya, Jennifer mempercayakan kepada pihak manajemen. "Saya belum bisa menjelaskan, akan bermain di film apa. Semua yang mengatur pihak manajemen," tuturnya.

Selama di Indonesia, Jennifer mengaku senang jalan-jalan. Selain menikmati kuliner di kawasan Jakarta, dia juga menyinggahi sejumlah daerah. Terakhir dia berkunjung ke Malang. Apalagi kalau bukan untuk memberikan dukungan terhadap kekasihnya yang bermain di Persema Malang.

"Di sana saya sempat makan bertiga bersama Irfan dan Kim (adik Jennifer). Sangat menyenangkan di Malang. Tapi kunjungan di sana sangat singkat. Aku harus balik lagi ke Jakarta. Selain itu ada persiapan untuk peragaan busana di Singapura," katanya.

Mau Ditembak, Nurdin Termehek-mehek



FOTO: Petugas memukuli suporter yang menuntut revolusi PSSI, karena memaksa menerobos pagar menuju Kantor PSSI, Selasa (1/3).





JAKARTA:- Didesak mundur dari pencalonan sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2011-2015 oleh pecinta bola seantero negeri, Nurdin Halid malah tampil termehek-mehek di Gedung DPR RI. Nurdin dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca seperti mau menangis, mengaku bahwa jiwanya terancam.

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid meminta perlindungan Komisi X DPR RI karena dirinya dan keluarga terancam dibunuh terkait kemelut yang melanda PSSI menjelang dilangsungkan Kongres PSSI.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dipimpin Ketua Komisi X Mahyudin (FPD) di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa (1/3), Nurdin mengaku siap mengungkap tabir ancaman pembunuhan asal dirinya memperoleh perlindungan dari Komisi X yang membidangi olahraga dan pendidikan.

Nurdin siap menyebutkan nama pejabat negara atau menteri yang mengancam membunuhnya. Ancaman itu disampaikan melalui pesan singkat dan telepon.

“Jiwa saya terancam akan dibunuh. Saya mendapat SMS, saya akan ditembak. Keluarga saya juga akan diculik, demikian pula beberapa pengurus PSSI daerah juga diancam akan dibunuh,” ujar Nurdin Halid termehek-mehek didampingi Sekjen PSSI Noegraha Besoes dan seluruh jajaran pengurus PSSI.

Istilah termehek-mehek kini populer seiring meledaknya acara reality show Termehek-mehek yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta. Helmy Yahya, produser acara itu mengungkapkan, istilah termehek-mehek kurang lebih berarti menangis tersedu-sedu atau merasa tidak berdaya akibat sesuatu atau seseorang.

Dalam rapat itu, Nurdin menegaskan siap mengungkap identitas para pengancamnya yang diduga berasal dari pejabat negara maupun menteri, asal dirinya memperoleh perlindungan dari DPR.

“Saya siap buka-bukaan asal DPR mau melindungi saya. Saya minta jaminan. Apa pun saya siap buka. Siapa menteri yang ancam saya, akan saya buka! Siapa pejabat tinggi yang ancam saya, akan saya buka! Saya akan buka semua, kapan ancaman itu, hari apa jam berapa saya buka! Soal hidup saya serahkan ke Allah SWT,” ujar Nurdin.

Pernyataan Nurdin tersebut mengundang respons beberapa anggota Komisi X DPR untuk melanjutkan RDPU tersebut dengan rapat tertutup, karena membahas terancamnya jiwa Nurdin Halid. Namun, beberapa anggota DPR, di antaranya, Dedi Gumelar (PDI Perjuangan), Gde Pasek (FPD), Hanif Dakhiri (F-PKB) dan Jamal Aziz (Hanura) menolaknya, karena sifat RDPU terbuka untuk umum.

Kesempatan bertemu DPR kemudian digunakan Nurdin kembali menyerang Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng. Setelah Andi mengirim surat kepada otoritas sepak bola dunia (FIFA) tentang kondisi PSSI dan status Nurdin Halid, giliran Nurdin yang menuding surat Andi kepada FIFA itu yang memancing kekisruhan di tubuh PSSI. Buntutnya, diklaim 83 persen suara Kongres menyampaikan mosi tidak percaya kepada Nurdin.

“Surat Menpora yang meminta PSSI, dalam hal ini Komite Pemilihan, meninjau ulang persyaratan calon ketua umum PSSI, dengan mengatakan KONI dan KOI akan mengambil tindakan dengan kewenangan masing-masing, merupakan bentuk intervensi. Padahal, sepak bola tidak boleh diintervensi,” kata Nurdin Halid.

Nurdin menyalahkan Andi yang menulis surat kepada FIFA, menjelaskan kondisi PSSI dan sepak bola Indonesia terkini. Menurut Nurdin, akibat surat Andi itu, gelombang demo untuk menumbangkannya sebagai Ketum PSSI malah terjadi di mana-mana. Hingga kini demo itu masih marak di Kantor PSSI.

Demi Islam, Anas Diusir dan Sempat Jadi Kuli Panggul


FOTO: Abdullah Anas




JAKARTA — Abdullah Anas, 19 tahun, lahir dan dibesarkan di Medan dalam keluarga Kristen Protestan. Ayahnya seorang pendeta, sehingga dari kecil ia tumbuh dalam keluarga agamis. Anas dan kedua kakaknya sangat rajin manjalankan ibadah ke gereja.

Gereja tempat ia beribadah membagi 2 waktu bagi jemaatnya dalam sehari, dan dalam sehari pula ia pergi ke sana. "Tujuan saya untuk dapat benar-benar mendapatkan ilmunya ” tutur anak ke 3 dari 4 bersaudara ini

Tapi, selain sangat taat dengan keyakinan Protestannya, ia rupanya juga tertarik dengan agama lain, yaitu Islam. “Sejak duduk di bangku SMP saya suka mengamati kegiatan teman-teman saya beragama Islam, saya tertarik dengan acara-acara yang ada, seperti hari raya kurban, Isra Mi’raj, bulan Ramadhan dan sebagainya” tutur nya

Dorongan besar untuk mengetahui Islam lebih dalam kian dirasakan Anas di bangku SMA. Hingga ia memutuskan mengikuti dua pelajaran agama, Kristen dan Islam sekaligus di sekolah.

“Memang dulu guru sempat tidak mengizinkan saya mengikuti dua mata pelajaran agama, tetapi setelah saya berbicara dengan guru agama Islam dan menceritakan ketertarikan itu, saya diperbolehkan mengikuti dua-duanya," tutur Anas.

Dengan mempelajari kedua agama itu pengetahuannya tentang Islam semakin luas dan hatinya mulai memiliki kecenderungan. Tapi Annas tidak ingin gegabah. Ia berpikir pula risiko ke depan.

“Saya tahu, keinginan saya untuk masuk Islam sangat besar. Tapi kalau saya nekad dan terburu-buru pindah agama ayah saya pasti sangat marah dan tidak menutup kemungkinan sekolah saya akan terlantar," ungkapnya.

“Jadi saya lebih memilih memendam keinginan itu sampai saya lulus sekolah dan benar-benar yakin dan sanggup menerima apapun yang akan terjadi nanti” lanjutnya. Meski menunda niat menjadi Muslim, Anas tak lantas menunda mencari pengetahuan tentang Islam.

Selama ayahnya sibuk dengan pelayanan digereja, Anas juga sibuk belajar tentang Islam lebih mendalam. Hingga akhirnya, tepat di bulan Agustus, 2010, Anas mendatangi Masjid Cut Meutia di kawasan Menteng untuk mengikrakan syahadat.

“Saat itu pulang kuliah, saya nekad datang ke masjid dan minta untuk di-Islamkan. Setelah bercerita panjang lebar kepada pengurus masjid, mereka bersedia mengislamkan saya," katanya. Anas mengaku, perasaannya kala itu itu bercampur aduk.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular