
Liputan6.com, Solo: Polisi mulai menemukan titik terang dari kasus bunuh diri seorang siswa sekolah menengah pertama di Solo, Jawa Tengah, Senin (21/6) malam. Fahreza Aminudin diduga tewas gantung diri karena kecewa dilarang berpacaran.
Aminudin, ayah korban mengaku sempat memarahi Fahreza karena kedapatan mengendarai sepeda motor bersama seorang perempuan. Ia lalu melarang sang anak karena dianggap masih terlalu kecil.
Fahreza dikenal pribadi yang tertutup. Menurut keluarga dan teman-teman korban, Fahreza tak pernah mau cerita soal masalah pribadi kepada orang lain.
Saat penemuan jenazah korban, polisi mengevakuasi dengan cara dibungkus tikar dan diturunkan melalui tali depan rumah korban. Mayat korban kemudian dibawa ke pusat kesehatan masyarakat untuk pemeriksaan.