Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Rabu, 2 Februari 2011

Pelajar Malaysia berkomunikasi guna facebook, blog





KUALA LUMPUR:-- Pelajar Malaysia yang terperangkap di Mesir menggunakan aplikasi internet seperti Facebook dan blog untuk menghebahkan tentang keadaan mereka dan berhubung antara satu sama lain.

Salah satu laman Facebook yang telah dicipta oleh pelajar ialah “Selamatkan Pelajar Dan Rakyat Malaysia Di Mesir” dan blog yang boleh dilayari di http://krisismesirnasibrakyatkita.blogspot.com.

Laman sosial Facebook dan blog tersebut diilhamkan sendiri pelajar di samping mereka menubuhkan Skuad Jawatankuasa Perhubungan Sementara Pelajar Mesir dan Malaysia.

Status terbaru di laman Facebook itu meminta pelajar yang telah selamat sampai di Malaysia atau berlindung di mana-mana negara jiran agar melaporkan keadaan mereka.

Facebook itu juga melaporkan terdapat lebih kurang 20 orang pelajar Malaysia telah selamat sampai di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA) sekitar jam 2 petang tadi melalui penerbangan Gulf Air.

Laman itu juga memaklumkan bahawa dua orang pelajar Malaysia berjaya menaiki kapal terbang dari Lapangan Terbang Alex menggunakan Kuwait Airways hari ini.

Sehingga jam 7 malam tadi, laman tersebut setakat ini telah mengumpul 46,540 pengikut yang ada antara mereka mempunyai saudara, rakan atau ahli keluarga di Mesir. — Bernama

Bapa 9 anak, dipenjara 80 tahun, 40 sebatan



KUALA LUMPUR:-- Seorang bapa kepada sembilan anak dijatuhi hukuman penjara 80 tahun dan 40 sebatan oleh Mahkamah Sesyen di sini hari ini selepas mengaku bersalah atas empat tuduhan merogol anak kandungnya yang berusia 15 tahun tiga bulan, hujung tahun lalu.

Hakim Mohamad Sekeri Mamat memerintahkan hukuman penjara 20 tahun dan 10 sebatan bagi setiap pertuduhan itu berjalan secara berasingan bermula daripada tarikh tertuduh ditangkap pada 27 Januari, 2011.

Tertuduh yang bekerja di sebuah kedai makan, didakwa melakukan sumbang mahram dengan merogol anak perempuannya yang berumur 15 tahun tiga bulan itu di dalam bilik di rumahnya dalam empat kejadian berasingan iaitu pada jam 4 petang, awal November 2010, jam 10 malam pertengahan November 2010, jam 3 petang Disember 2010 dan jam 2 petang 23 Jan 2011.

Tertuduh kelihatan tenang ketika menerima hukuman mengikut Seksyen 376(3) Kanun Keseksaan yang memperuntukkan hukuman penjara maksimum 30 tahun dan tidak kurang 10 kali sebatan.

Mengikut fakta kes, tiga kejadian rogol yang dilakukan secara paksa terhadap anak kelima daripada sembilan adik-beradik itu telah disaksikan oleh ibu mangsa.

Bagaimanapun perbuatan tersebut gagal dihalang selepas lelaki itu bertindak memukul isterinya. – Bernama

Menanti Kabar Baik dari Mesir




Denpasar: Pagi, siang, bahkan ketika malam menjelang tidur, hati Made Dalem serta Sudana terus gelisah memikirkan salah satu anak mereka yang tinggal di Mesir. Pasalnya sejak kerusuhan meletus, praktis mereka tak ada komunikasi dengan Luh Sugandeni yang bekerja sebagai terapis spa di Hotel Sapoy, Mesir. "Tidak tenang rasanya, khawatir dan cemas saya," kata Made Dalem kepada SCTV, Rabu (2/2).

Kini, Made Dalem dan Sudana hanya bisa pasrah serat berharap Luh Sugandeni ikut dievakuasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo dengan warga Indonesia lainya.

Bali adalah salah satu daerah yang banyak mengirim TKI sebagai tenaga trampil di bidang massage atau terapis spa di berbagai hotel di Kairo. Tak heran jika sejak meletus kerusuhan, kantor Dinas Tenaga Kerja Wilayah Bali sibuk mendata TKI yang dikirim ke Kairo. Dari 19 TKI, baru satu yang dapat dihubungi.

Penyebutan Sultan Sebagai Gubernur Utama Tuai Sejumlah Kritik

Keraton Yogyakarta



JAKARTA:-- Penyebutan Sultan dan Paku Alam sebagai gubernur utama dan wakil gubernur utama seperti yang diusulkan pemerintah dalam rancangan undang-undang keistimewaan (RUUK) menuai sejumlah kritik fraksi Komisi II DPR dan DPD.

Juru bicara Partai Kebangkitan Bangsa, Ida Fauziyah, mengatakan memperjelas posisi sultan sebagai gubernur utama patut diapresiasi sebagai usulan kreatif. “Tapi ini juga perlu dikaji lebih mendalam terkait konstruksi tata negara,” kata Ida dalam rapat pandangan fraksi Komisi II DPR terhadap RUUK DIY di Gedung DPR, Rabu (2/2) .

Sementara, jubir partai Golongan Karya, Nurokhmah Ahmad Hidayat, mengatakan penyebutan gubernur utama perlu dikaji lebih lanjut apakah sebutan itu merupakan formulasi terbaik bagi Yogyakarta. Di sisi lain, tambahnya, mengenai penggunaan kearifan lokal DIY pun perlu terus dilestarikan.

Pandangan berbeda disampaikan jubir PPP, Nu’man Abdul Hakim yang memaparkan bahwa gubernur utama atau gubernur yang dipilih DPRD belum mencerminkan keistimewaan DIY. Sementara, jubir Hanura, Akbar Faisal, mengatakan definisi gubernur utama terkesan dibuat-buat. “Tidak ada efektifitasnya dan terkesan dibuat-buat,” kata Akbar.

Satu-satunya dukungan penuh mengenai gubernur utama datang dari fraksi Partai Demokrat. Jubir Partai Demokrat, Djufri, mengatakan fraksinya menyetujui Sri Sultan dan Pakualam bertahta sebagai gubernur utama. “Fraksi partai Demokrat berharap RUUK dapat mengakomodasi DIY secara tegas dan jelas. RUUK DIY sudah tepat seperti di Inggris dan Jepang yang menerapkan monarki konstitusinal,” ujar Djufri.

Sementara, Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah, Dani Anwar mengatakan pemerintah tampak masih ragu-ragu terhadap substansi RUU yang sudah diajukan ke DPR. Hal itu, tambahnya, terlihat bahwa dalam keterangannya pemerintah masih menyebutkan ‘Gubernur dan wakil gubernur utama atau sebutan lainnya yang lebih tepat’.

“Keraguan ini tidak boleh terjadi karena hanya akan menimbulkan persangkaan negative bahwa tidak ada keseriusan atau kajian mendalam tentang hal yang diragukan tersebut dan terkesan pemerintah main-main dengan RUU yang diajukan,” papar Dani.

Subhanallah, Itu Anak Saya!!

Para anggota keluarga tengah menyaksikan dengan serius siaran sebuah televisi di Asrama Haji Jakarta. Mereka menantikan sanak keluarganya yang baru tiba di Jakarta dari Kairo, Mesir melalui layar televisi.



JAKARTA:-- Raut muka bahagia bercampur tak percaya terpancar dari wajah Darmanto yang tengah menunggu anaknya, Rani (24) beserta sang suami, Apep (32)

Saat serius menyaksikan siaran langsung dari sebuah televisi swasta dari Bandara Soekarno-Hatta, Darmanto menyaksikan kehadiran Rani dan Apep langsung dengan mata kepala sendiri tiba di Jakarta dengan selamat. Pujian syukur pun langsung dipekikkan pria berumur 49 tahun ini.

"Subhanallah, anak saya! Itu anak saya!" teriak Darmanto, Rabu (26/1/2011), di Asrama Haji Jakarta, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur.

Darmanto tak percaya anak sulungnya bisa tiba dengan selamat di Jakarta. Pasalnya, sejak malam kemarin, Darmanto terputus kontak dengan Rani. "Nggak percaya saya, selamat juga. Alhamdulillah. Subhanallah," ujar Darmanto sambil tak henti-hentinya bersyukur.

Dia menceritakan, komunikasi dirinya dengan Rani terjalin cukup baik sampai kemarin malam. Saat terjadi kerusuhan, Rani yang tengah menempuh studi S1 Jurusan Tafsir Al-quran di Universitas Al-Azhar menceritakan kondisi di Kairo cukup mencekam.

"Tidak biasanya dia minta uang Sabtu kemarin. Tapi saat mau saya transfer, tiba-tiba dia hubungi saya bilang jangan transfer karena bank-bank di Kairo dijarah. Saya bingung dan semakin khawatir," ujarnya.

Tidak jauh dari tempat tinggal Rani, aksi penjarahan kerap kali terjadi. Bahkan, toko-toko makanan tidak ada yang berani buka. "Anak saya dengan suaminya hanya ada di dalam rumah saja, tidak berani keluar dengan makanan seadanya," ucap Darmanto.

Rani, sulung dari tiga bersaudara, tiba selamat di Bandara Soekarno-Hatta bersama 410 orang lainnya. Rani terbang ke Jakarta tidak sendirian. Dia bersama dengan sang suami yang sebelumnya dikabarkan tidak dapat diberangkatkan lantaran KBRI memprioritaskan keberangkatan bagi anak dan wanita.

"Alhamdulillah, diberikan keselamatan dan dia bisa datang bersama suaminya. Alhamdulillah," ungkap Darmanto.

Pengaduan SMS Kredit Membeludak





JAKARTA:--— Jumlah pengaduan nasabah yang mendapatkan pesan singkat atau SMS produk kredit tanpa agunan membeludak. Bank Indonesia mencatat bahwa dalam sepekan jumlah laporan yang masuk sudah mencapai lebih dari 5.000 laporan.

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) BI Difi A Johansyah mengatakan, berdasarkan laporan tersebut, yang sudah diproses mencapai 4.400 pengaduan. "Hasilnya sebagian besar yang melakukan praktik penawaran KTA melalui SMS adalah bank asing," ujarnya, Selasa (1/2/2011).

Difi bilang, untuk menindaklanjuti laporan yang sudah masuk, SMS yang mencantumkan nama bank akan diserahkan dan diproses pengawas bank. Mereka akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.7/6/PBI/2005 tentang transparansi produk dan pengguna data pribadi nasabah.

"Untuk SMS yang tidak mencantumkan nama bank akan kami telusuri ke costumer service-nya dan setelah ditemukan akan dibawa ke pengawas," tambahnya.

Informasi saja, akhir pekan lalu, BI meluncurkan nomor pengaduan SMS spam tawaran KTA. Nasabah bisa melaporkan kepada Bank Indonesia di nomor 085888509797. BI melakukan hal ini karena semakin maraknya penawaran KTA melalui SMS yang meresahkan nasabah.

Difi berharap dengan adanya layanan tersebut, praktik penawaran KTA melalui SMS akan berkurang dan bank lebih mengedepankan know your costumer.

Keluarga Bersyukur Ditanggung Pemerintah





JAKARTA:--- Keputusan pemerintah untuk menanggung proses pengembalian warga negara Indonesia (WNI) ke Kairo, Mesir disambut penuh syukur para keluarga. Sebelumnya, mereka sempat khawatir akan kemungkinan sanak keluarga mereka tidak dapat kembali belajar ataupun bekerja di Mesir.

"Syukur alhamdulillah kalau sampai ini ditanggung pemerintah. Inilah harapan kami karena kami sempat khawatir anak kami sulit kembali ke Mesir," ucap Darmanto, Rabu (2/2/2011), saat menunggu anaknya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Anak Darmanto, Rani (24), memang tengah menggapai gelar sarjananya di jurusan Tafsir Quran Universitas Al-Azhar, Mesir. Rani yang tinggal di Mesir bersama suaminya, Apep (32), bercita-cita bisa membagikan ilmunya di tanah air. "Kalau sampai tidak ditanggung pemerintah sangat aneh karena mereka keluar cari ilmu untuk kembali ke Jakarta dan dibagikan, ini untuk negara juga," ungkap Darmanto.

Kekhawatiran serupa juga diakui Alysa, bibi dari Liklik yang merupakan mahasiswi S2 jurusan Pendidikan Ilmu Agama Universitas Al-Azhar. "Cita-cita dia untuk jadi guru di sini. Saya berharap dia bisa meneruskan sekolahnya disana," ucap Alysa.

Lain lagi, Olis, ayahanda dari Sofyan (29). Olis mengaku bangga akan kiprah Sofyan di Mesir. Pasalnya, anak lelakinya tersebut tidak pernah sekalipun meminta uang untuk hidup di Mesir. Justru, Sofyan yang merupakan mahasiswa S2 jurusan Dakwah Universitas Al-Azhar inilah yang selalu rutin mengirimkan uang kepada keluarganya di Bandung.

"Saya sedih dia itu giat sekali anaknya, tidak pernah minta ke kami. Malah dia yang selalu kasih uang," ungkap kakek 62 tahun ini. Untuk pergi ke Mesir pun, Sofyan sama sekali tidak menyusahkan keluarga. Usai menamatkan pendidikan di pesantren di Tarogong dengan nilai memuaskan, Sofyan mendapatkan beasiswa studi ke Universitas Al-Azhar.

"Selama di Mesir dia jual tahu, untuk penghasilannya. Dia bilang ke saya, kalau mau balik ke Jakarta akan bangun pesantren," ungkap Olis yang sudah hilang kontak dengan anaknya sekitar 10 hari ini.

Saat mengetahui kedatangan para WNI dari Kairo, Olis pun bersyukur. Kini hanya satu lagi pintanya. "Saya hanya ingin anak saya terus belajar dan mendapatkan gelar di Mesir, sayang sekali dia kan beasiswa. Semoga pemerintah bisa melanjutkan studinya lagi di sana," pungkas Olis.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular