
Liputan6.com, Mataram: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku mendapat laporan bahwa ada kampanye yang memperburuk citra Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden SBY dalam pidatonya saat mencanangkan gerakan menuju bebas pemadaman listrik bergilir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (27/7). Menurut Presiden laporan ini dilayangkan melalui short message service (SMS) serta via email. "Indonesia digambarkan buruk sekali," kata Presiden.
Pernyataan politik Presiden ini ditanggapi beragam oleh anggota Dewan. Menurut Akbar Faisal, anggota DPR Fraksi Hanura, jika benar hal itu disampaikan Presiden, kenapa harus diungkapkan ke publik.
Ini adalah untuk kesekian kalinya Presiden melontarkan sinyalemen serangan musuh politiknya kehadapan publik. Namun pertanyaannya, perlukah masyarakat luas mengetahui segala informasi dan kritik terhadap diri presiden? Ataukah justru sebaliknya.