
MEDAN - Film berbahasa Batak berjudul Anak Sasada produksi Constellazione (CZ) Entertainment, resmi diluncurkan, Senin (27/6/2011).
Hal itu diutarakan sang sutradara Pontyanus Gea, di Rumahnya Jalan Karya Wisata, Minggu (26/6/2011).
Di sela-sela kesibukan mempersiapkan film untuk siap edar, ia terlihat sedih dan meminta maaf. Pasalnya, cetakan perdana film yang berseri dua tersebut hanya diproduksi 50 ribu keping, sementara permintaan beberapa cukup tinggi yang membuat beberapa daerah sedikit menahan kecewa.
"Saya minta maaf karena pada peluncuran besok, kemungkinan besar tidak semua daerah bisa menikmatinya. Tapi saya berjanji akan memenuhi keinginan pasar dengan mencetak ulang filmnya di Jakatra. Memang harus menunggu lama lagi, karena proses cetak saat ini belum ada di Medan," ujar Ponty menempelkan hologram di film kedua besutannya tersebut.
Film Anak Sasada sendiri merupakan film dialog bahasa Batak Toba yang menggambarkan realitas kemiskinan perdesaan di Tapanuli melalui tokoh Sabungan. Ia meninggalkan kampung halaman untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ternyata tanah perantauan tak seperti dugaan. Sabungan terlibat masalah dengan kelompok bandit dan menjumpai nasib tragis di tanah perantauan.