
Medan: Seorang gadis remaja di bawah umur berinisial NS asal Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatra Utara, mengaku telah menjadi korban pencabulan. Ironisnya, setelah pelaku menolak bertanggung jawab, laporan korban ke Markas Kepolisian Resor Deli Serdang ditolak mentah-mentah dengan alasan kurangnya saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
Berawal dari kekecewaan terhadap pihak kepolisian, didampingi ibunya NS melaporkan kisah pilu yang dialaminya ke Komisi Perlindungan Anak UIndonesia (KPAI) Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Kamis (27/1) siang. Di Kantor KPAI korban yang masih berusia 16 tahun langsung menjalani pemeriksaan di ruang tertutup.
Kepada staf KPAI Sumut korban menceritakan seluruh kisah pahit yang diduga dilakukan seorang oknum anggota TNI bernama Fransisco Nababan. Korban mengaku ditiduri pelaku hingga berulang kali, namun tidak mau menikahinya. Malah, kini sang pria tak pernah menampakkan batang hidungnya lagi.
Pihak KPAI Sumut berjanji akan mendesak Polres Deli Serdang untuk menyelidiki kasus ini. Apalagi berdasarkan pengakuan korban, selain sudah banyak wanita seusianya menjadi korban, pelaku juga kerap merekam perbuatan mereka yang tak pantas itu dengan kamera telepon selulernya.