Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Ahad, 27 Februari 2011

Aceh harus belajar dari Malaysia



FOTO: Bandaraya Kuala Lumpur.






BANDA ACEH - Di tengah gencarnya promosi Visit Banda Aceh Years 2011, Malaysia tak tinggal diam. Negeri jiran ini menjual paket wisata hemat untuk menarik minat orang Aceh ramai-ramai berwisata ke Malaysia.

Pameran paket hemat jalan-jalan ke Malaysia itu dibuka oleh Direktur Tourism Malaysia wilayah Sumatera, Suhaimi di Hermes Palace Mall, Banda Aceh. Pameran dua hari (Sabtu dan Minggu) itu, sebut Deputy Tourism Malaysia, Azidin Md Bidi, menjual paket termurah dari harga Rp300 ribuan untuk terbang langsung dari Banda Aceh-Pineng.

Selain itu, dalam brosur yang dibagikan, paket ini juga menjual paket hotel (penginapan) murah untuk tiga hari dua malam senilai Rp380.000. Kadis Pariwisata Banda Aceh, Reza Fahlevi, mengakui harus banyak belajar dari Malaysia untuk bidang pariwisata.

Wakil Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memanfaatkan momentum pameran itu sekaligus mempromosikan Banda Aceh, terutama di Malaysia. "Artinya, ada timbal balik, sehingga program Visit Years yang dicanangkan tahun ini di Banda Aceh bisa berjalan sukses dan memberi kontribusi untuk daerah dan warganya," katanya, tadi malam.

Bila Malaysia menjual paket hemat, kata Illiza, Banda Aceh juga menjual wisata murah. Tak jauh dari ratusan ribu rupiah. Paket murah itu, meliputi jasa pemandu wisata, hotel dan penerbangan. Sedangkan objek yang ditawarkan seputar wisata sejarah, wisata islami, dan dalam waktu dekat akan dilakukan sanitasi summit di Banda Aceh.

Sementara Kadis Pariwisata Provinsi Aceh, Rasyidah M A Dallah, menyatakan perlu membuat event-event sebanyak mungkin, hingga menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara berkunjung ke Aceh.

Kini, kata Rasyidah, tengah dibentuk tim terpadu untuk memudahkan koordinasi antar instansi atau Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), untuk menghindari tumpang tindih dalam pembuatan program pengembangan bidang pariwisata di Aceh.

Rasyidah mengaku, banyak mendapat masukan dari konselor pelancongan Malaysia. Selain harus menampilkan paket ekonomis, murah, aman dan indah, menurut Suhaimi, senyuman dan keramah tamaan serta pelayanan yang baik kepada pengunjung (turis), salah satu keberhasilan Malaysia dalam bidang satu ini.

“Kita juga perlu terjun langsung ke lapangan untuk promosi,” ujarnya seraya tidak menafikan antar negara sangat kompetitif dalam melakukan promosi pariwisata. Saat ini, katanya, ada 342 negara yang saling bersaing menarik turis dunia untuk berkunjung di negaranya. “Tahun ini, kita menargetkan 2.700.000 orang Indonesia berkunjung ke Malaysia,” ungkap Suhaimi.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular