SEMARANG - Warga dari lima Rukun Tetangga (RT), berbondong-bondong mengikuti ritual tahunan menyambut datangnya 1 Suro ATAU atau 1 Muharam 1433 Hijriah dengan berkumpul di Masjid Al Mabrur, di Dusun Talunkacang, Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang.
Prosesi tahunan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana kali ini tidak dihadirkan hiburan dan hanya bertukar pikiran antara tetua dan generasi muda.
Masing-masing RT, menurut Karyadi, Ketua RW 3 Talunkacang, Kandri, Gunungpati, membawa kelapa muda, bunga telon, kemenyan sebagai syarat tolak bala yang akan ditanam pada empat penjuru mata angin dan satu di tengah-tengah desa yang dilakukannya. Tujuan menanam syarat-syarat tersebut, pada empat penjuru mata angin dan satu di tengah desa untuk menghindarkan dari segala bencana yang kemungkinan akan menimpa.
"Setelah menanam di kelima titik tersebut, kami kembali lagi ke masjid untuk berkumpul dan menjalankan shalat Isya," kata Karyadi, kepada wartawan, di Semarang, Minggu (27/11/2011) setelah acara usai.
Keempat arah mata angin ditanami syarat tersebut, juga ditambah syarat lain misalnya di bagian utara dengan nasi dan ikan asin (gereh petek) yang berarti memberi makan kepada fakir miskin. "Selain memberi makan, di utara juga terdapat tambak serta makanan tersebut merupakan kesukaan Kyai Suro yang dulu pernah mukim di desa ini," tambah Karyadi yang juga ketua acara tersebut.