
ACEH TAMIANG- Seorang pegawai Lapas Kuala Simpang digerebek massa, saat menzinahi kekasihnya di dalam kamar rumah kos-kosan. Kedua pelaku mesum ini tak berkutik ketika digiring warga, lantas dimandikan dengan air kulah di meunasah. Pasca penangkapan tersebut, mereka akhirnya menikah di Kantor Urusan Agama (KUA), kemarin siang pukul 11.00 WIB.
Kelakuan Rudi Syahputra (25) asal Sigli, benar-benar tak patut ditiru. Pasalnya, ia digerebek massa saat lagi bersebadan dengan kekasihnya, di Gang Pelajar Kampung Benua Raja, Kecamatan Rantau-Aceh Tamiang. Perbuatan mesum tersebut berakhir di kantor WH, bersama dengan pasangannya yakni Lisa Langgasari (21) penduduk Deli Tua, Medan.
Dari data dihimpun Metro Aceh (Grup JPNN, awalnya Linggasari datang bertamu ke lokasi untuk menemui pacarnya. Kemudian ia masuk ke dalam kamar dan langsung mengunci pintu, sekira pukul 21.00 WIB. Hal ini lantas terlihat anak-anak jahil, lantas coba mengintip lewat lubang kunci pintu. Ternyata Lisa dan Rudi sedang beradegan syur, mereka tak sadar sedang diperhatikan.
Selanjutnya bocah-bocah inipun melapor kepada orang tua mereka, yang kemudian mengumpulkan pemuda bersama penduduk setempat. Tanpa pikir panjang, pintu kamar segera didobrak. Mendapat serangan tiba-tiba, Lisa dan Rudi pun tak bisa lagi berkutik. Mereka hanya bisa pasrah ketika diseret keluar, lalu digelandang ke meunasah untuk mendapat hukuman.
Oleh masyarakat yang sudah geram atas perbuatannya, pasangan kencan tersebut diguyur air kulah sebagai bentuk hukuman. Beruntung aparat gampong tiba di lokasi, sehingga Lisa dan Rudi selamat dari amuk massa. Pegawai Lapas dan karyawati swalayan Saqina Kuala Simpang ini pun, dibawa kembali ke kantor WH guna menjalani pemeriksaan.
Penangkapan keduanya dibenarkan Kepala kantor Urusan Agama, H. Amri. S.Ag, ketika dikonfirmasi Metro Aceh pada Kamis (15/12) siang. Pernikahan tersebut dihadiri oleh kedua orang tua Lisa, yang tinggal di Deli Tua, Medan-Sumatera Utara.
