Nuffnang Ads

SAJIAN KAMI

BERITA-BERITA KASUS JENAYAH SEKSUAL DAN BERITA-BERITA SEMASA..

Jumaat, 16 Disember 2011

Saya Tidak Buat Laporan Palsu soal Pelecehan

EK, istri Kanit Reskrim Polsek Pamulang AKP TS, yang membuat laporan korban pemerkosaan, memenuhi panggilan uji kebohongan Polresta Depok, di Puslabfor Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/12/2011).




JAKARTA - EK, istri mantan Kanit Reskrim Polsek Pamulang AKP TS, yang mengaku menjadi korban perkosaan yang selanjutnya mengaku korban pelecehan, menyatakan tak ada alasan yang mendorong dirinya membuat laporan palsu ke kepolisian.

Menurut EK, pelecehan yang dialaminya dari orang tak dikenal di rumahnya, Jalan Haji Ahmad RT 03/05, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, pada Minggu (11/12/2011) dini hari saat itu adalah benar adanya.

"Kenapa saya harus membua laporan palsu. Sedangkan (kejadian) itu sangat menyakitkan dan keji. Perasaan saya hancur," ujar EK di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

EK mengaku melaporkan kasus ini ke Polresta Depok, semata ingin mendapat perlindungan hukum. Sebab, saat pelecehan itu pelaku mengancam ingin membunuh.

Sebagaimana diberitakan, pihak Polresta Depok menemukan sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus ini. Sebab, keterangan EK selalu berubah-ubah dan juga berbeda dengan hasil proses rekonstruksi kasus yang dialporkannya.

Mulanya, ia mengaku menjadi korban pemerkosaan pria tak dikenal di rumahnya. Namun, beberapa waktu kemudian ia mengaku hanya digerayangi alat kelaminnya.

Kejanggalan yang ditemui saat rekonstruksi, di antaranya ia mengaku melihat pelaku lari melalui pintu belakang dan berubah selanjutnya bahwa pelaku kabur melalui jendela. Namun, petugas tak menemukan jejak yang ditinggalkan pelaku di jendela kendati jendela rumah korban saat itu dalam keadaan penuh debu.

Selanjutnya, EK mengaku mata ditutup, tangan terikat tali, dan mulut dilakban oleh pelaku. Di sisi lain, ia juga mengaku bisa mengirimkan pesan singkat atau SMS kepada suaminya yang saat itu tidak berada di rumah. Petugas juga tak menemukan tali yang dipakai untuk mengikat korban.

Karena kejanggalan dan keterangan yang berubah-ubah dalam pemeriksaan, kepolisian juga telah melakukan tes kejiwaan kepada EK. Akibat kejanggalan itu pula, muncul dugaan bahwa ada rekayasa laporan. Dan diduga hal tersebut dilatarbelakangi oleh ketidakharmonisan rumah tangga EK dengan AKP TS.

Kepolisian telah mengakui bahwa AKP TS diketahui ternyata TS punya dua istri lain selain istri sahnya, EK.

PENCARIAN DIBLOG INI

Arkib Blog

Anda juga perlu baca

Related Posts with Thumbnails

Pengikut

Test for your internet speed

Ads

Catatan Popular