
SIANTAR - Kakak beradik warga Afdeling A Kebun PT Asam Jawa sebut saja Mawar (12) dan Melati (9) menjadi korban pemerkosaan seorang pria cacat berinisal NB (30) warga Sulum Desa Pengarungan Kecamatan Torgamba Labusel, Selasa (6/12) sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa pemerkosaan itu terjadi lokasi perkebunan sawit PT Asam Jawa. Kala itu, NB pulang minum tuak dari salah satu pakter di daerah itu mengendarai sepedamotor.
Saat melintas di seputaran sungai yang ada sekitar kebun, NB melihat 4 orang kakak beradik mandi-mandi di sungai dan ada yang tidak memakai busana. Melihat itu, NB naik nafsu dan menghentikan laju kendaraannya di dekat sungai.
“Di tengah jalan mau pulang ke rumah saya melihat mereka lagi mandi dan ada yang telanjang. Kemudian saya mendatangi ke empat anak itu,” aku NB di Mapolres Labuhanbatu.
Diceritakannya, dirinya berpura-pura mencari alamat ketika mendekati korban. Kemudian meminta korban mengantarkan dirinya ke alamat yang dimaksud.
Kala itu, ke empat anak itu bersedia mengantarkannya ke alamat yang disebutkan. Dengan mengendarai sepeda motor mereka beriringan ke alamat yang dituju. “Jadi kami beriringan dengan mengendarai sepeda motor. Mereka berbonceng empat dan saya sendiri,” sebut NB.
Dilanjutkannya, tepatnya di Afdeling I PT Asam JawaNB menghentikan sepeda motor korban dan memaksa masuk ke dalam areal perkebunan. “Waktu itu saya ancam akan dibunuh kalau teriak dan tidak mengikuti permintaanku,” tambahnya.
NB mengungkapkan, saat itu Mawar dan Melati satu persatu diperkosa tepat di bawah pokok kelapa sawit di areal perkebunan.”Yang lebih dahulu saya perkosa kakaknya paling besar. Karena belum puas, saya kemudian memperkosa adiknya yang nomor dua,” ungkapnya. Setelah puas, NB kemudian membiarkan keempat kakak beradik itu pulang ke rumahnya.
Sementara orangtua kedua korban mengetahui kedua putrinya diperkosa dari salah seorang tetangganya. Mendapat laporan tetangganya, orangtua korban langsung membuat pengaduan kepada pihak kepolisian.
